Jumat, April 17, 2026
BerandaBanyuwangiDeretan Warung Ikan Bakar di Banyuwangi Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Deretan Warung Ikan Bakar di Banyuwangi Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Deretan warung ikan bakar di  kawasan Plengsengan Sranit, Pantai Ancol, Kelurahan Lateng, Banyuwangi terbakar, Selasa (13/6/2023) dini hari. Sedikitnya ada empat warung yang dilalap api. Dua diantaranya ludes total,  bahkan nyaris rata dengan tanah.  Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Api mulai berkobar  sekitar pukul 01.55 WIB. Warga pertama melihat kobarn api  dari Warung 28.  ‘Saat itu yang terbakar bagian belakang, lalu merembet,” kata Umi Kulsum (51), salah satu pemilik warung.

Kala itu, Umi tak bisa tidur. Saat keluar rumah, dirinya melihat api sudah mulai membumbung tinggi. Sejumlah warga  mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Tak berselang lama, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.  Petugas akhirnya berhasil menjinakkan api. Dari 20 warung yang ada di lokasi , ada empat warung yang dilalap api. Seluruh warung ini sudah tutup sejak pukul 00.00 WIB.

Warga menduga  kebakaran dipicu  korsleting listrik. Sebab, kompor dan tabung gas di dalam warung yang terbakar tidak mengalami kerusakan. ”Kalau kompor aman. Kemungkinan dari korsleting listrik,” kata Buang, pemilik warung yang terbakar.

Polisi masih menyelidiki kejadian ini. Sejumlah saksi dimintai keterangan. Kebakaran diketahui  sekitar pukul 01.55 WIB. Lalu, Slsekitar pukul 02.15 WIB mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. ”Sekitar pukul 02.45 WIB, api sudah berhasil dipadamkan,” kata Kanit Reskrim Polsek Kota Banyuwangi Ipda Wijoyo.

Polisi sudah melaksanakan olah TKP kebakaran.  Kesimpulan sementara, kebakaran ini dipicu arus pendek korsleting listrik. Total kerugian ditaksir mencapai Rp85 juta. (udi)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments