Prodi Elekteromedik, Rancang Alat Canggih Deteksi Berat Badan Bayi dan Stunting

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Ini kabar gembira bagi petugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau Posyandu dalam rangka untuk mengetahui berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) bayi atau balita.

Tim ahli dosen Program Studi  Elektromedik Politeknik Kesehatan atan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Surabaya telah berhasil merancang sebuah alat canggih untuk mendeteksi berat badan dan tinggi badan  bayi serta stunting.

Berdasarkan data berat badan dan tinggi badan serta usia bayi atau balita, maka dapat diketahui apakah bayi atau balita tersebut memiliki tingkat gizi yang tinggi atau tidak. Selain itu, dapat juga diketahui apakah bayi tersebut termasuk bayi penderita stunting atau tidak.

Alat canggih yang disebut Antropometri ini  diperkenalkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat (pengabmas) dalam rangka pelaksanaan Program Pengembangsan Desa Sehat (PPDS) di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo yang dipusatkan di Balai Desa tersebut, Sabtu (21/10).

Dr Triwiyanto SSi MT, ketua tim pembuatan alat canggih ini ditemui di Balai Desa Balongdowo Sabtu (21/10) mengatakan, kegiatan ini  merupakan program  Direktorat Pendidikan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Pria lulusan S-2 Elektro ITS ini menjelaskan alat canggih yang disebut Antropometri ini  dirancang dengan menggunakan teknologi internet Of  Thing untuk deteksi dini Stunting menuju Desa Sehat dan Digital  di Desa Balongdowo, Sidoarjo.

 Dengan sistem ini pengoperasian alat timbang bayi tersebut terkoneksi dengan internet. Tujuannya untuk mendeteksi dini tingkat gizi dan stunding seorang bayi melalui sistem informassi berbasis Web menuju desa sehat.

Dalam pengoperasian alat canggih ini didasarkan dengan perhitungan berat dan tinggi bayi yang dikaitkan dengan usia bayi. Alat timbang ini sebenarnya terbuat dari alat timbang biasa yang sering dijual di pasaran.

Tetapi oleh tim ahli Prodi Elektromedik  Poltekkes Surabaya dilengkapi dengan  elektronik makro yang dapat terkoneksi dengan internet. Sehingga alat ini mempunyai kemampuan untuk sensor berat dan tinggi badan bayi.

Dengan mengetahui panjang dan berat badan bayi, sehingga hasilnya dapat mengetahui status gizi bayi dan bisas jugas mengetsahi apakah bayi tersebut stunting atau tidak. Sistem perhitungannya dilakukan dengan melihat hasil  perhitungan: berat badan (BB) dibagi umur, tinggi badan (TB) dibagi umur dan berat badan (BB) dibagi tinggi badan.

Dengan demikian alat canggih yang memiliki akurasi hingga 95 persen ini dapat memperlihatkan status gizi yang dimiliki seorang bayi. Alat ini terdiri dari dua jenis  yakni alat untuk pengukuran berat dan tinggi badan  balita usia 0-2 tahun dan  pengukuran tinggi dan berat badan ibayi 2-5 tahun.

Alat ukur untuk balita 0-2 tahun harganya Rp 13,5 juta dan alat ukur untuk bayi 3 – 5 tahun harganya Rp 15,5 juta. Alat ini sudah diujicobakan di Puskesmas Candi. Penggunaan alat ini meringankan beban para petugas di Puskesmas untuk menghitung berat dan tinggi badan bayi.

Selain itu dapat mengetahui tinggi gizi dan yang  ada kaitannya dengan status stunting atau tidaknya seorang bayi. Dr Triwiyanto, dosen energik senang olahraga sepeda ini mengatakn dalam waktu dekat pihaknya akan mendaftarkan hak paten agar tidak dijiplak orang lain.

Saat ini, tambah alumnus S-3 Elektro UGM Yogyakarta ini  timnya baru memproduksi 1 unit. Tetapi dalam waktu dekat akan ditambah 5 unit lagi sehingga totalnya menjadi 6 unit. Ketika ditanya apakah akan diproduksi masal dan dijual bebas, Triwiyanto mengatakan, tergantung pada pihak Kementerian Kesehatan.

Karena pihaknya cuma sebagai pelaksana lapangan sedangkan kebijakan untuk pengembangan lebih lanjut tergantung orang pusat. (jos)

Komunitas Truk Ganjar Bagikan Terpal untuk Sopir di Pasuruan

0

Pasuruan, (pawartajatim.com) – Komunitas Sopir Truk Jawa Timur (KST Jatim) dukung Ganjar melakukan aksi sosial dengan membagikan terpal kepada para supir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur/Jatim.

Koordinator Wilayah Komunitas Sopir Truk Jatim, Nasrudin, menjelaskan bahwa terpal tersebut disalurkan kepada supir angkutan yang umumnya membawa barang-barang seperti sayur dan susu hasil perah.

“Pembagian terpal untuk para sopir angkutan yang ada di sini. Kebanyakan disini adalah angkutan sayur dan susu hasil perah,” kata Nasrudin, di Desa Gendro, Kec. Tutur, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (21/10/2023).

Nasrudin, menjelaskan terpal yang dibagikan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan keamanan barang-barang yang diangkut, khususnya dalam kasus angkutan sayur dan susu, yang merupakan komoditas vital bagi masyarakat.

“Tentu manfaatnya sangat besar sekali karena terpal digunakan untuk menjaga dan melindungi kualitas barang angkutan, terutana angkutan sayur dan susu,” ujarnya. Ia berkomitmen untuk terus memberikan bantuan yang dibutuhkan, serta menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama para supir dan keluarga sopir.

Komunitas Truk Ganjar bagikan terpal untuk sopir di Pasuruan Sabtu (21/10). (foto/ist)

Sopir-sopir angkutan mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Komunitas Truk Jatim dukung Ganjar. Salah satu sopir, Abdul Latif, mengungkapkan niatnya untuk memanfaatkan terpal tersebut dalam usaha mengangkut sayuran.

Ia menyebut terpal ini sangat membantu dalam menunjang aktivitas angkutan sayur. “Alhamdulillah, terima kasih terpal ini sangat membantu untuk melindungi saat angkut sayur,” ucapnya.

Ganjar-Mahfud Figur Anti Pungli dan Korupsi

Selain menerima terpal, Abdul Latif juga mengakui Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berkomitmen dalam pemberantasan pungli dan korupsi.

Abdul merujuk pada tindakan Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah yang menerapkan pendidikan anti korupsi hingga memberantas pungli, serta tegasnya Mahfud MD dalam penegakan hukum dan menghadirkan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat.

“Pak Ganjar adalah sosok yang baik, memberantas korupsi, membereskan pungli, kalau Pak Mahfud MD tegas dalam penegakkan hukum,” ungkap Abdul. (rid)

Alat Canggih Antropometri, Ringankan Tugas Posyandu untuk Atasi Stunting

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Kehadiran alat Canggih Antropometri untuk pengukuran berat dan tinggi  badan bayi dan balita disambut gembira petugas Posyandu Desa Balongdowo, Sabtu (21/10).

Pasalnya, kehadiran alat canggih hasil rancangan tim ahli dosen Program Studi  Elektromedik Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya itu dinilai sangat membantu meringankan beban pekerjaan mereka dalam melakukan tugas pokoknya untuk mengukur berat dan tinggi badan bayi dan balita.

“Kami sangat bergembira sekali dengan kehadiran alat canggih ini. Karena alat ini mempermudah pekerjaan kami untuk  menimbang dan mengukur tinggi badan bayi dan balita. Selain itu waktu pengerjaannya lebih cepat,” kata Ibu Sekar  Fajar, seorang kader Posyandu kepada pawartajatim.com saat diminta komentarnya di Balai Desa Balongdowo, Sabtu (21/10).

Sementara itu, kader Posyandu lainnya, Anis Purnami, menambahkan, pengopersian alat ini sebetulnya mudah hanya dengan menggunakan hand phone (HP)  android. “Kita bisa mengakses data yang ada dalam alat tersebut ke HP dan setelah itu kita mengoperasikannya lewat HP tersebut dan hasilnya pun kita bisa kirim ke Puskesmas dan ibu bayi,” ujar Anis, sambil tersenyum ramah.

Penyerahan alat canggih ini dilakukan oleh ketua tim perancang alat tersebut dari Staf Ahli Dosen Prodi Elektromedik Poltekkes Surabaya pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Pengembangan Desa Sehat (PPDS) Poltekkes Surabaya yang digelar di Balai Desa Balongdowo, Sabtu (21/10).

Ibu Sekar Fajar dan Anis  Purnami, adalah kader posyandu yang telah dilatih oleh tim  (PPDS) Poltekkes Surabaya untuk mengoperasikan alat canggih tersebut. Menurut keduanya sebelum alat  ini dioperasikan secara luas, keduanya sudah dilatih untuk penggunaan alat tersebut.

Walau dilatih hanya dalam sehari pekan lalu, keduanya mengaku sudah tahu dan mampu mengopersasikannya. Keduanya menjelaskan di Desa Balondowo terdapat enam unit posyandu dengan tugas pokok untuk mengukur berat dan tinggi badan bayi dan balita setiap biulan.

Sementara itu, Kepala Desa/Kades Balongdowo  Amirul Mukminin, pada kesempatan sama  menyampaikan ucapan terimakasih kepada tim PPDS  Poltekkes surabaya yng selalu peduli dengan kebutuhan warga desa Balongdowo.

Dikataknnya pada 2021, tim yang sama telah datang memberikan bantuan berupa tangan palsu kepada salah satu warga desanya yang mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan tangannya terpotong.

“Dengan bantuan tangan tersebut warga saya itu telah mendapatkan pekerjaan lagi dengan menggunakan tangan palsu tersebut,” tegas Kades berbadan tinggi besar itu menghimbau para warganya untuk memanfaatkan bantuan PPDS ini dengan sebaik-baiknya sehingga berguna bagi masyarakat.

PPDS ini bertemakan ‘Hilirisasi Alat Antropometri  Digital Berbasis IOT untuk Deteksi Dini Balita Stunting’. Tim PPDS Poltekkes surabaya ini terdiri dari Dr Triwiyanto, Ssi, MT selaku ketua dan dibantu Bedjo Utomo, SKM, M.Kes, Ibu Sari Lutfia, Lamidi, (alm) Thorib yang belum lama ini meninggal dunia dan sugeng Iwan dari Poltekkes Malang sebagai perwakilan  dalam jalinan kerjasama dengan Poltekkes surabaya.

Program Desa Sehat Bebas Stunting

Sementara itu, Dr Triwiyanto Ssi, MT pada sambutannya mengatakan berterimakasih kepada warga Balongdowo yang masih mau menjalin kerjasama dengan Poltekkes Surabaya terutama untuk pengabdian masyarakat.

Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan program pengembangan desa sehat. Dan program ini merupakan program dari Dirjen Tenaga Kerja Kesehatan pemerintah pusat terutama untuk mengatasi masalah stunting bayi dan balita di pedesaan.

Selain itu, dilakukan website portal desa sehingga desa ini bisa dilihat atau dipantau oleh berbagai pihak lewat website yang ada. “Tahun depan yakni tahun 2024 akan dilakukan kegiatasn desa wisata sungai di Desa Balongdowo ini,” ujar Tri, panggilan akrab Triwiyanto.

Dijelaskannya, alat canggih Antropometri ini digunakan untuk mengukur berat badan (BB) dan tinggi Badan (TB) bayi dan balita yang dikaitkan dengan usia bayi atau balita. Dengan mengetahui berat dan tinggi badan serta usia bayi dan balita dapat diketahui hasilnya apakah bayi tersebut memiliki gizi yang cukup atau tidak. Jika gizinya bagus maka kemungkinan bayi tersebut tidak bakal menderita stunting.

Tetapi sebaliknya jika gizinya kurang maka kemungkinan besar bayi tersebut bakal menderita banyak penyakit dan salah satunya stunting. Jadi alat canggih ini bisa dikatakn berfungsi untuk memantau stunting.

Jika penggunaan alat ini dilakukan efektir maka stunting tidak akanmerambah bayi di desa tersebut. Atau dengan kata lain alat ini bisa menciptakan warga desa yang sehat dan salah satunya bebas stunting.

Dalam acara pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan juga sejumlah kegiatan. Antara lain: penimbangan dan pengukuran berat dan tinggi badan bayi dan balita. Pada awalnya hanya satu balita dan seorang bayi yang dilakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan.

Tetapi ternyata semua ibu ysng masing-masing membawa anak dalam acara tersebut meminta agar anak mereka juga diukur berat dan tinggi badannya. Mereka sangat antusias dengan memanfaatkan alat canggih tersebut.

Selain itu, dilakukan penyerahan  peralatan masak dimsum dan rombong untuk membuka warung makan. Selain itu, juga diperagakan cara membuat dimsum dengan berbahan ikan dan kupang.

Dalam acara yang digerlar sehari tersebut dirangkaikan juga dengan seminar yang menampilkan dua pembicara masing-masing Bedjo Utomo SKM, M.Kes dan Sugeng Iwan dari Poltekkes Malang.

Bedjo Utomo menjelaskan tentang gizi bayi dan balita sementara Sugeng Iwan menampilkan tema tentang Pencegahan Stunting dengan Bahan Pangan Lokal. Dijelaskan Bedjo ssampai saat ini masalah stunting belum bisa diatasi secara maksimal.

Karena di beberapa daerah masih terdapat anak yang mengalami stunting. Sementara pemerintah menargetkan agar stunting harus sampai titik nol. Sementara itu, Sugeng Iwan, dalam ceramahnya menjelaskan masalah stunting ini masih menggerogoti anak-anak di Indonesia.

Penyebabnya karena masyarakat kita kurang menghargai gizi yang berasal dari bahan makanan lokal.  Padahal bshan msakanan lokal itu mempunyai sumber gizi yang tinggi. (jos)

Kawal Energi Berkelanjutan, Sonny Danaparamita Gelar Sosialisasi PGEO di Banyuwangi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Persoalan energi berkelanjutan mendapat perhatian serius anggota DPR RI Sonny T. Danaparamita. Anggota Komisi VI DPR  ini menggelar sosialisasi energi berkelanjutan bersama BUMN di Banyuwangi, Jumat (20/10/2023). Kegiatan ini melibatkan  PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Perusahaan plat merah ini selama ini fokus pengembangan, eksplorasi, dan produksi energi panas bumi di Indonesia. Lembaga ini memiliki peran strategis mendukung diversifikasi sumber energi dan keberlanjutan di negara ini.

“Penggunaan energi berkelanjutan ini sangat penting sebagai bagian mendukung diversifikasi sumber energi dan berkelanjutan,” kata politisi PDIP ini. Pihaknya berharap dalam melakukan pengembangan energi, PGEO tetap mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Lalu, memprioritaskan pengelolaan lingkungan, perlindungan ekosistem, serta keterlibatan dengan komunitas lokal. “Tak kalah penting, PGEO bisa menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah, lembaga penelitian, universitas, dan mitra industri. Sehingga, bisa berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya guna untuk mendorong inovasi dan pengembangan industri energi panas bumi yang lebih kokoh,” tegas politisi asal Banyuwangi ini.

PGEO merupakan kelompok usaha PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE). Perusahaan ini memiliki peran strategis dalam mendukung diversifikasi sumber energi dan keberlanjutan.

PGEO berkomitmen memanfaatkan potensi panas bumi Indonesia secara optimal guna menyediakan energi bersih dan ramah lingkungan. Sebagai pelaku utama dalam industri energi panas bumi di Indonesia, PGEO memiliki portofolio proyek yang luas dan beragam.

Teknologinya canggih dan tim ahli berpengalaman. Mereka mengelola rantai nilai produksi energi panas bumi mulai dari eksplorasi hingga distribusi. Saat ini, perusahaan ini memiliki 13 wilayah kerja di seluruh Indonesia. Salah satunya di Tabanan, Bali.

Meski mengeksplorasi alam, lembaga ini tetap berkomitmen pada pelestarian lingkungan. Termasuk, berkolaborasi dengan komunitas lokal. (udi)

Hadapi Era Disrupsi, Ganjar Creasi Dorong Milenial Jadi Terampil di Bidang Teknologi Robotika

0

Probolinggo, (pawartajatim.com) – Era disrupsi mendorong Generasi Alumni Muda Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair) yang tergabung dalam sukarelawan Ganjar Creasi (G-Creasi) bergerak cepat.

Mereka pun mengadakan pelatihan robotika untuk milenial dari berbagai komunitas hobi. Pelatihan digelar di Distrik Mini 4Wd, Jalan Kerapu Nomor 30, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (21/10/2023).

Koordinator Daerah G-Creasi Probolinggo, Gilang Agung Prabowo, mengatakan, pelatihan kali ini diikuti sejumlah komunitas hobi dan kreatif se-Probolinggo. Seperti, komunitas tamiya, gundam, hingga drone.

Pelatihan ini disebut Gilang, bertujuan untuk menambah pengetahuan milenial dalam rangka menghadapi era disrupsi yang serba cepat. Pasalnya, keterampilan dan penguasaan ilmu robotika sangat dibutuhkan berbagai industri saat ini.

“Kita menangkap sebuah value dari Pak Ganjar yang diwakili oleh G-Creasi tentang visinya terhadap pemberdayaan milenial. Di sini kebetulan yang kami gandeng adalah komunitas yang berbau hobi,” kata Gilang.

Dalam kesempatan itu, para milenial dijelaskan tentang ilmu robotika. Sejarah perkembangan robotika, hingga cara pembuatan robot mulai dari perencanaan desain, pemrograman, sampai pengujian.

Mereka juga melihat langsung berbagai komponen robot dan pengoperasiannya. Kemudian melakukan troubleshooting ketika terdapat masalah pada robot tersebut. “Teknologi ini kami pikir sangat vital. Karena di era ini yang berbau teknologi informasi atau automasi dari era sebelumnya, dari analog ke digital, sudah memudahkan kehidupan kita,” tuturnya.

Gilang berharap, para milenial Indonesia terus meningkatkan kapasitasnya di berbagai bidang keilmuan. Oleh sebab itu, kata Gilang, G-Creasi berkomitmen mengadakan lebih banyak kegiatan pelatihan dan pemberdayaan agar milenial memiliki semakin banyak bekal keterampilan di masa depan.

“Komitmen G-Creasi ini saya yakin dapat menyambut kebutuhan dari anak-anak muda di era ini, khususnya di Probolinggo. Saya lihat modal dan value yang ditawarkan kami dapat membawa potensi Probolinggo ke level yang lebih tinggi,” tambahnya.

Salah satu peserta pelatihan robotika bernama Bima, merasa bersyukur mengikuti kegiatan sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo, ini karena dapat pengetahuan dan wawasan baru terkait robotika.

Setelah mengikuti pelatihan ini, Bima terdorong mengasah keterampilannya lewat sejumlah kompetisi robotika. Bima berharap ke depannya dia bersama rekan-rekan sesama milenial di Probolinggo bisa semakin maju dengan bekal ilmu itu.

“Ke depan, saya pengen ke praktek biar ilmunya tidak sia-sia. Kegiatan robotika ini juga ada eventnya, ada lombanya juga di kampus-kampus ternama di Indonesia,” pungkasnya. (rid)

Masyarakat Harap Eksistensi Budaya Islam di Nusantara Dipertahankan Melalui Ganjar Ronggolawe

0

Tuban, (pawartajatim.com) – Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan kegiatan yang dilakukan oleh relawan Ganjar Pranowo Ronggolawe di Lapangan BMT, Surya Raharja, Gesikharjo, Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur/Jatim, Sabtu (21/10).

Acara tersebut berlangsung sejak malam hari dan mendapatkan beragam respon positif dari seluruh elemen masyarakat, pegiat seni, fashion dan penikmat budaya Islam di Tuban. Acara dibalut dengan tema Festival Fashion Islami dan Teatrikal Resolusi Jihad, dengan menampilkan puluhan peserta fashion show bertemakan Islam dan penampilan teatrikal yang memukau ribuan pasang mata.

Pasangan Peserta Fashion Islami dalam kegiatan tersebut, Faiqotuz Zahroh dan Hafiizh Dwi Pranawa mengaku, senang dan bangga atas kesempatan dan ruang yang diberikan untuk pegiat industri fashion di Tuban.

Eksistensi budaya Islam di nusantara dipertahankan melalui Ganjar Ronggolawe di Tuban Sabtu (21/10). (foto/ist)

Selama ini, mereka merasa minimnya acara tersebut yang menyebabkan kurangnya apresiasi dan ruang kreatifitas bagi para pemuda di Kabupaten Tuban. “Belum semua generasi muda di Tuban mau terjun di dunia kreatif terutama industri fashion, kebanyakan dari kita tidak yakin dan percaya diri untuk terjun ke dunia fashion tersebut,” jawab Hafiizh.

Faiq Hafiizh berharap kegiatan serupa semakin diperbanyak agar pemuda Kabupaten Tuban lebih percaya diri, kreatif dan inovatif di era teknologi saat ini. “Semoga kesempatan ini menjadi ajang pembuktian kita dimana pun bisa maju tetap menginspirasi dan inovatif khususnya melalui industri fashion,” ujar Hafiizh.

Dalam acara tersebut Faiq dan Hafiizh mengenakan kostum bernuansa Timur Tengah dibalut dengan kain batik khas nusantara. “Ini akulturasi dua budaya, yaitu timur tengah dan nusantara, baju hitam dan kain batik Tuban sebagai simbol semakin mempererat Indonesia dan negara Arab,” kata Hafiizh.

Eksistensi budaya Islam di nusantara dipertahankan melalui Ganjar Ronggolawe di Tuban Sabtu (21/10). (foto/ist)

Tak hanya pegiat budaya dan pecinta budaya kesilaman yang merasakan manfaatnya. Sejumlah UMKM yang berjualan di tempat acara merasa diuntungkan dengan adanya kegiatan tersebut dengan banyaknya pembeli yang menghampiri dagangannya.

Selain itu, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober. (rid)

Reuni AKABRI ’91 dan Bakti Kesehatan di Malang

0

Malang, (pawartajatim.com) – Kegiatan bakti kesehatan dan sosial oleh Alumni AKABRI 91 mendapat apresiasi dari banyak pihak. Selain warga masyarakat yang mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan sosial yang digelar oleh TNI Polri khususnya alumni AKABRI 91 itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur/Jatim, Lutfil Hakim, acungkan jempol untuk TNI – POLRI.

Lutfil menyebutkan, kegiatan yang diadakan TNI – Polri di Lapangan Rampal Kota Malang itu sangat membantu masyarakat Jatim khususnya warga Malang Raya. “Dengan adanya bakti kesehatan dan Bakti Sosial di Reuni Akabri 91 ini saya kira bukan hanya soal kesehatan masyarakat yang terbantu, namun juga membantu perekonomian masyarakat,” kata Ketua PWI Jatim, Sabtu (21/10).

Selain Ketua PWI. Riadi, salah satu warga Turen, Malang menyampaikan ucapan terima kasih atas bakti kesehatan dalam kegiatan Reuni Akabri 91 yang dilaksanakan di Malang. “Saya ini mengantarkan anak saya khitan, alhamdulillah di bakti kesehatan Akabri 91 ini gratis. Banyak anak anak yang ikut dan saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Kapolri,” ujarnya.

Sedangkan warga lain yakni Armando, warga Kota Surabaya, yang sehari hari aktifitasnya sebagai seniman tradisional, menyampaikan bahwa kegiatan Akabri 91 ini sangat luar biasa dan dapat membantu masyarakat.

“Kegiatan ini sangat positif dan saya Apresiasi Bapak Kapolri dan Bapak Panglima TNI. Dimana kegiatan ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan kesehatan gratis,” tutup dia.

Seperti diketahui, kegiatan Bakti Kesehatan ini menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk masyarakat umum. Di Lapangan Rampal, Kota Malang, terdapat beragam pelayanan yang dapat diikuti, seperti pengobatan umum, pengobatan spesialis, pemeriksaan laboratorium, konsultasi gizi, mobil katarak, mobil gigi, mobil bedah, mobil chamber, layanan KB atau ibu hamil, pencegahan stunting, visus, penghilangan tatto, fisioterapi, donor darah, serta khitan.

Sebanyak 85 orang relawan terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari 6 dokter gigi, 179 perawat, 7 tenaga kesehatan lainnya, 22 petugas Palang Merah Indonesia (PMI), 40 personel TNI, dan 120 relawan non-nakes. (arief)

Menu Khusus pada Hari Spesial

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Usia bukan sekedar bilangan hitungan angka, karena lebih menggambarkan kemampuan, pengalaman, serta tingkat kematangan. Begitulah yang terjadi dengan Fave Hotel Rungkut Surabaya, pada 21 Oktober 2023, hotel yang tergabung dalam dalam group Archipelago ini memasuki usia ke-7 tahun.

Sejak 2016 berbagai produk dan layanan dipersembahkan secara maksimal dan excellent pada para tamu yang melakukan reservasi di hotel yang terletak di kawasan Rungkut Surabaya ini. Untuk memperingati hari ulang tahun ke-7 ini, Fave Hotel Rungkut Surabaya menggelar media cooking class di Lime Garden. Yaitu, sebuah ruang terbuka hijau yang menjadi tempat favorit tamu.

Belasan wartawan dari berbagai media tampak antusias mengikuti lomba memasak steak ayam. Dengan mengenakan penutup kepala dan celemek seperti  layaknya cheff profesional, mereka melakukan aktifitas lomba. Mulai dari proses, cooking, plating, sampai serving.

Marketing Communication Hotel Fave, Althea, sedang memberikan penjelasan lomba. (foto/nanang)

“Kami merasa sangat bersyukur bisa merayakan anniversary ke tujuh bersama rekan media yang selama ini mendukung kami,” kata Hotel Manager Fave Rungkut Surabaya, Santi Manurung, pada pawartajatim.com, di Surabaya Minggu (21/10/2023).

Peserta lomba, Husni. (foto/nanang)

Tepat pukul 12.00 WIB, lomba berakhir dengan diumumkannya para pemenang. Berbagai hadiah menarik menjadi milik para pemenang. Antara lain voucher menginap dan voucher perjalanan ke Jogjakarta. (nanang)

Silaturahmi Bersama Dinasti Nusantara, Raja-Sultan se-Madura ingin Ganjar Fasilitasi Anak Muda Lestarikan Adat dan Budaya

0

Bangkalan, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Ganjar Pranowo, bernama Dinasti Nusantara bersilaturahmi dan berdiskusi bersama para raja-sultan dan tokoh masyarakat adat se-Madura, Jumat (20/10/2023). Forum silaturahmi dan diskusi tersebut digelar di Aula Hotel Syariah Bangkalan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (Jatim) dalam rangkaian acara Festival Adat dan Budaya Madura (FABM).

Kedatangan Dinasti Nusantara untuk memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo sebagai Presiden Republik Indonesia 2024 sekaligus menyerap aspirasi para raja-sultan dan tokoh masyarakat adat yang tergabung dalam Dinasti Madura.

Salah satu aspirasi datang dari Raden Bambang Sutrisno Suroadipringgo asal Keraton Mandala Keratuan Sembilangan. Bambang mengatakan, saat ini anak-anak muda perlu mendapatkan akses terbaik untuk melestarikan adat dan budaya.

“Ke depannya barangkali bisa dijadikan untuk penyemangat bagi kaum muda-mudi dan penerus dari trah kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara ini, khususnya untuk peningkatan ekonomi yang ada di Madura,” imbuhnya.

Lewat pelestarian adat dan budaya itu, Bambang juga ingin Ganjar memantik semangat generasi penerus kerajaan untuk terus memegang teguh nilai-nilai luhur sehingga bisa menebarkan manfaat di masa mendatang.

“Untuk pelestarian adat Madura ini ke depannya saya harap lebih sering berkontribusi karena semakin tergerus ini zamannya, semakin disisihkan. Ke depannya bisa diaktifkan kembali biar dirapatkan kembali,” kata Bambang.

Dalam kesempatan itu raja-sultan hingga tokoh masyarakat adat se-Madura dikenalkan dengan sosok Ganjar Pranowo yang punya garis keturunan dari keluarga kerajaan di wilayah Sunda dan Jawa.

Seusai melangsungkan diskusi, Dinasti Madura menyatakan dukungannya terhadap Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI tahun 2024 – 2029 dengan menandatangani surat pernyataan dan spanduk.

“Pak Ganjar itu orangnya sering turun ke bawah, memperhatikan masyarakat tidak mampu, sering membantu, bahkan anak kecilpun dia asuh ketika berada di depannya. Itu adalah sosok pemimpin yang sangat saya banggakan,” tandas Bambang.

Pada rangkaian acara FABM yang diketuai RP M Cholil Suroadikusumo, Dinasti Madura turut mengundang Dinasti Nusantara dalam seminar Adat dan Budaya Madura yang digelar di Aula Hotel Ningrat, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jatim.

Mereka juga menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah Masyarakat Adat Nusantara (DPD Matra) Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang 2023 – 2028 di Pendopo Agung Pratanu, Kabupaten Bangkalan, Jatim.

Setelah pelantikan, acara diwarnai dengan sejumlah penampilan pentas seni budaya Madura dari Puri Pemacutan Bali, Paseban, Adipoday Spekta, Maharani, Miroton, PS Satria Muda, dan Madu Sekar.

Adapun rangkaian FABM dihadiri penggagas dan pendiri Dinasti Nusantara Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II dari Yogyakarta, Koordinator Nasional Dinasti Nusantara KPH Andi Bau Malik Barammamase Karaenta Tukajannangngang Satrio Sasmito dari Kerajaan Gowa Sulawesi Selatan, dan Sekjen Dinasti Nusantara Tengku Maliana Zufrine dari Kerajaan Negeri Padang Deli Sumatera Utara. (rid)

Ini Bukan Lukisan Biasa

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – ‘Jika ingin memahami jalan pikiran seorang pelukis, maka pandanglah lukisannya dengan seksama’. Demikian kata yang terucap dari seorang filsuf tentang seniman dan lukisannya.

Pendapat tersebut terbukti kebenarannya saat dialog dalam talk show pameran lukisan yang bertajuk “Flat And Volume” di Art Space, Artotel Town Square Suites Surabaya, Jum’at (20/10). Talk Show tersebut sebagai pembuka pameran lukisan yang mulai digelar 20 Oktober 2023 hingga 21 Januari 2024.

Adalah Woureum, asal Tasikmalaya, dan Andreas Bayu Kristianto. dari Trenggalek, dua pelukis berbakat, sepakat untuk berkolaborasi menggelar pameran bersama. Andreas menampilkan enam lukisan karyanya.

Sementara Woreum, memamerkan sepuluh karya lukisannya, dan satu lagi lukisan kolaborasi hasil karya mereka berdua. Woreom alias cacing, adalah pelukis muda berbakat. Dia menggunakan media kanvas dalam melukis.

Sejak SD, dia sudah tertarik dengan dunia Lukis. Aktifitas melukis dilakukan bersama dengan komunitas lukis jalanan di Tasikmalaya. Pria berdarah Sunda ini lebih banyak melukis lukisan corak karakter.

Lukisan yang dipamerkan di Artotel TS Suites Surabaya mulai 20 Oktober 2023 – 21 Januari 2024. (foto/nanang)

Warnanya komplementer atau perpaduan. Pewarnaan model seperti  ini menjadi tingkat kesulitan tersendiri. “Tidak semua lukisan karya saya dijual, ada juga yang disimpan sebagai koleksi,” kata pelukis Woreom, kepada pawartajatim.com.

Hampir sama dengan Woreum, Andreas, sejak kecil juga senang menggambar. Hanya saja, dia menggunakan media lukis kayu. Karena di Trenggalek, kayu sangat berlimpah. Karyanya beraliran abstrak, menyerupai relief yang menggambarkan obyek dalam bentuk gelombang, tumpukan, susunan, kedalaman, ketinggian, lelehan, juga ledakan.

“Saya sangat mengagumi Candi Borobudur peninggalan Indonesia yang jadi warisan dunia. Maka saya mengabadikannya dalam gambar sketsa irisan stupa,” jelas Pelukis Andreas. Untuk menghasilkan warna-warna yang diinginkan, tak jarang pria ini harus meracik sendiri.

Bella Austin (kiri) didampingi Andreas (tengah) dan Woreom (kanan). (foto/nanang)

Karena biasanya warna yang dikehendaki tidak dijual di toko. Sebagai seorang seniman, manusiawi  juga jika terkadang dihinggapi oleh berbagai perasaan. Seperti bosan, Lelah dan ragu.

Jika timbul perasaan ragu, maka aktifitas melukis dihentikan lebih dahulu dan rehat sejenak. Sampai kondisi pikiran, perasaan, kembali segar dan siap untuk melukis kembali. Sebagai bentuk penghargaan, semua lukisan karyanya dikoleksi dan dirawat dengan baik, walaupun pada akhirnya dijual juga.

Artotel TS Suites Surabaya, selama ini sangat antusias dalam pengembangan seni di tanah air. Berbagai seniman muda diundang kerjasama kolaborasi di hotel ini. Marcomm Manager Artotel TS Suites Surabaya, Bella Austin, menyambut hangat setiap permintaan kerja sama pengembangan dan pameran seni di hotel tersebut. (nanang)