Presiden Jokowi Kembali Berkunjung ke Banyuwangi, ini Agendanya

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan kembali berkunjung ke Banyuwangi, Selasa (30/4/2024). Agendanya, melakukan penyerahan Sertipikat Tanah Elektronik Hasil Redistribusi Tanah di GOR Tawang Alun.

Sedikitnya 5.000 warga akan menerima sertipikat dari Presiden. Rencananya, akan didampingi Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono. “Rencananya Presiden akan kembali mengunjungi Banyuwangi besok siang,” kata Sekretaris Daerah Banyuwangi, Mujiono, usai rapat koordinasi Pengamanan Kunker Presiden RI ke Banyuwangi, Senin (29/4/2024).

Sesuai jadwal, Presiden akan mendarat di Bandara Blindingsari pada siang hari. Selanjutnya, Presiden menuju GOR Tawangalun. Pemberian sertipikat akan dilakukan secara simbolis kepada 5000 penerima. Total sertipikat yang akan diserahkan ke warga sebanyak 10.323 orang. Seluruhnya hasil program redistribusi tanah.

“Sebelumnya mereka adalah penerima SK biru pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK). SK Biru sendiri menjadi dasar  penerbitan SK tanah redistribusi Program TORA.,” kata Kepala BPN Banyuwangi, Machfoed Effendi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi berkunjung ke Banyuwangi pada 27 Desember 2023. Kala itu, agendanya berdialog dengan ribuan penerima SK Biru pelepasan kawasan hutan dari KLHK. Lalu, meninjau pelaksanaan pembagian BLT El Nino, serta mengunjungi Pasar Rogojampi. (udi)

Pemerintahan Baru Patut Wujudkan Harapan Besar Kaum Marginal

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Vox Point Indonesia menyoroti urgensi terhadap nasib kaum marginal dan terpinggirkan dibawah kepemimpinan pemerintahan yang baru. Dalam Dialog Nasional dengan tema ‘Optimisme Kaum Termarjinalkan dan Terpinggirkan Bersama Pemerintahan yang Baru’ yang digelar di Gedung Dewan Pers Jakarta, Sabtu (27/4/2024), Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati, menekankan pentingnya memperhatikan kelompok masyarakat yang terpinggirkan.

Ia mengungkapkan, meskipun Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, baru akan resmi memimpin pemerintahan pada 20 Oktober mendatang. Harapan besar telah terpancar dari jutaan rakyat Indonesia, khususnya kaum marginal.

“Kita perlu memberikan perhatian lebih terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan, seperti pengemis, pemulung, buruh, petani, dan orang-orang dengan penghasilan yang minim,” kata Handojo dalam acara yang diselenggatakan Vox Point bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat.

Ketua Umum SMSI Firdaus mendapat kesempatan pertama menyampaikan pidatonya. Ia menyambut tema yang diusung dalam dialog nasional itu. “Kami siap bekerja sama untuk kegiatan-kegiatan berikutnya,” tutur Firdaus yang disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Handojo selanjutnya mengingatkan data dari Badan Pusat Statistik pada Juli 2023 mencatat bahwa persentase penduduk miskin mencapai 9,36 persen, setara dengan 25,90 juta orang pada Maret 2023. “Sangat mungkin bahwa sebagian besar dari mereka adalah kaum marginal dan terpinggirkan, yang membutuhkan perhatian lebih serius dari pemerintah,” tambahnya.

Ia juga menyoroti isu Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang dianggapnya sebagai kejahatan luar biasa yang harus diberantas dengan tegas. Handojo menekankan perlunya penanganan yang lebih profesional atas masalah ini oleh pemerintahan yang baru.

“Dengan menangani masalah ini secara serius, kita dapat berharap untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Bersemangat

Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusomo, yang menjadi pembicara kunci pada sesi sambutan berikutnya menyebut presiden terpilih Prabowo Subianto sangat bersemangat menjalankan program pro-rakyat marginal.

Hashim menunjuk contoh program makan siang dan susu gratis akan langsung dilaksanakan begitu pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan. Bahkan, kata dia, program tersebut sedianya akan langsung dilaksanakan Prabowo saat ditetapkan menang Pilpres 2024.

“Prabowo ini agak gatel. Karena dia mau mulai hari pertama dia menjabat program makan gratis dan susu gratis untuk semua anak-anak dan ibu hamil sudah dilaksanakan,” kata Hashim.

Ia menyadari program makan dan susu gratis ini banyak mendapat ejekan dan hinaan dari kalangan masyarakat. Padahal, sebutnya, program itu sudah dicanangkan Prabowo, sejak 17 tahun lalu. “Dia diejek, dia dihina (program) makanan gratis, uangnya dari mana. Ini program dia yang sudah dia rencanakan 17 tahun yang lalu, sebelum ada (Partai) Gerindra,” ujar adik dari Prabowo itu.

Hashim mengungkapkan, pernah dipanggil Prabowo untuk membahas masalah stunting di Indonesia pada tahun 2006. Saat itu, Prabowo prihatin karena 30 persen anak-anak di Indonesia mengalami stunting atau kekurangan gizi.

Untuk itu, Prabowo mencanangkan program makan siang serta susu gratis baik bagi anak-anak maupun ibu-ibu hamil. Hashim menyebut Prabowo meyakini Indonesia tidak akan bisa menjadi negara maju dan sejahtera apabila anak-anaknya mengalami kecacatan.

“Maka dia punya program tambahan gizi bagi anak-anak dan susu, makanya namanya dulu revolusi putih. Prabowo sudah bermimpi dan setiap saya bertemu dia bicara makanan gratis, bicara gizi,” tutur Hashim.

Ia mengutip data statistik resmi yang dikeluarkan Menko Ekonomi dan Menko PMK tahun lalu bahwa setiap harinya 18 juta anak di Indonesia masuk sekolah dalam keadaan lapar. “Angka 18 juta itu lebih dari jumlah penduduk negara Belanda. Optimisme saya rasakan karena program ini dicita-citakan Prabowo sejak 17 tahun lalu.

Kaum marginal bersemangat karena sejak 2006 bisa mewujudkan mimpi keluar dari stunting dan kurang gizi,” katanya. Hashim menyampaikan, program makan gratis untuk anak-anak dan ibu hamil dapat membuka 1,8 juta lapangan kerja baru. Nantinya, kata dia, yang diperbolehkan terlibat dalam program ini hanyalah UMKM agar dapat merangsang ekonomi kerakyatan.

“Kita perkirakan lapangan kerja baru 1,8 juta. Ini adalah ibu-ibu yang masak di desa, sekolah-sekolah, merangsang peternak ayam, pengusaha menengah dan kecil dan supplier telur karena kita butuh 83 juta butir telur setiap hari,” kata Hashim.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, seperti Ketua Kompolnas Benny Mamoto, Romo Chrisanctus Paschalis Satumus, Yulistiar Rangga Wijaya, dan Yudas Sabaggalet, serta melibatkan perwakilan dari DPR RI seperti Melki Laka Lena dan Djohar Arifin Husin sebagai penanggap.

Diharapkan hasil dari Dialog Nasional ini akan menjadi panduan yang berharga bagi pemerintahan yang baru dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh kaum marginal dan terpinggirkan di Indonesia. (dra)

Unesa Tuan Rumah Forum Rektor Senior PTN se-Indonesia

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Forum Komunikasi Rektor Senior Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia menggelar pertemuan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dalam pertemuan tersebut, para rektor senior memberikan masukan pokok-pokok pemikiran strategis kepada pemerintah, terutama terkait pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Rektor Unesa, Prof Dr Nurhasan MKes, menyampaikan, forum rektor senior ini digelar kali kedua setelah tahun lalu digelar di Universitas Trisakti Jakarta. Menurutnya, forum ini sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan komunikasi para rektor senior PTN seluruh Indonesia.

“Forum ini memiliki peran strategis untuk memberikan masukan pokok-pokok pemikiran strategis kepada pemerintah, khususnya terkait pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia, dalam upaya menyiapkan SDM unggul,” kata Cak Hasan, sapaan akrab Prof Nurhasan, Minggu (28/4).

Dia berharap, melalui forum ini dapat menjadi penguatan bagi para rektor yang saat ini menahkodai perguruan tinggi. “Sebagai tuan rumah, kami menyampaikan terima kasih. Sungguh sebuah kehormatan bagi keluarga besar Unesa mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah forum terhormat ini,” harapnya.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Prof Ganefri PhD, mengatakan forum rektor senior ini penting untuk memberikan sumbangsih pemikiran atau saran terkait isu-isu di dunia pendidikan belakangan ini.

“Keberadaan kita hari ini memiliki tanggung jawab yang semakin besar. Sebab, banyak isu-isu strategis yang perlu dibenahi bersama di perguruan tinggi. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat lewat forum ini, tantangan bisa kita hadapi dengan baik dan inovatif,” ungkapnya.

Menurut Prof Ganefri, meskipun para rektor memiliki gagasan dan konsep yang cemerlang untuk masa depan pendidikan bangsa, setidaknya masih diperlukan kontribusi dari berbagai pihak, tidak terkecuali perguruan tinggi untuk memberikan perkembangan pendidikan yang lebih baik di Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus MRPTNI, rektor senior se-Indonesia, Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik Universitas (SAU), wakil rektor dan dekan di lingkungan Unesa, pengurus DWP Unesa, dan para tamu undangan lainnya. (red)

Sebanyak 13,6 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT, Naik 6,4 Persen dari 2023

0

Surabaya, (pawartajatim.com) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, sebanyak 13.682.706 wajib pajak (WP) badan dan orang pribadi sudah lapor Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT).

Direktur Jenderal/Dirjen DJP Kemenkeu, Suryo Utomo mengatakan, jumlah WP yang telah terdaftar tersebut tumbuh 6,4 persen dari tahun lalu yang terkumpul 12.852.106 SPT. “Bahwa total SPT semalam kita kumpulkan 13.682.706 SPT badan dan orang pribadi. Tumbuh 6,4 persen dari tahun kemarin. Terkumpul 12.852.106,” kata Suryo, Minggu (28/4/2024).

Suryo memerinci, untuk orang pribadi tercatat 13.070.355 SPT. Naik dibandingkan tahun lalu yang tercatat di angka 12.232.268 SPT. Sedangkan, untuk WP badan terkumpul 612.351 SPT. Sementara, tahun lalu tercatat 619.838 SPT.

“Pajak Badan memang sampai dengan semalam, masih mengalami pertumbuhan negatif di 1,2 persen. Ini masih ada kesempatan sampai dengan 30 April tahun ini untuk dapat menyampaikan,” terangnya. Ia mengimbau kepada masyarakat wajib pajak untuk segera melaporkan SPT, khususnya PPh Badan yang akan jatuh tempo ada 30 April 2024.

Adapun wajib pajak yang tidak melaporkan SPT akan dikenakan sanksi administrasi. Seperti yang tercantum dalam Undang-Undang (UU) nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Terkait sanksi administratif, tercantum dalam Pasal 7 ayat 1 UU KUP bahwa sanksi administrasi yang dikenakan kepada WP yang tidak melakukan pelaporan SPT, yakni denda sebesar Rp 500.000 untuk SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN), denda sebesar Rp 100.000 untuk SPT Masa lainnya, denda sebesar Rp 1.000.000 untuk SPT Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Badan.

Selain itu, denda sebesar Rp 100.000 untuk SPT PPh Wajib Pajak Perorangan. (red)

Peserta Spemma Overseas Kunjungi Tiga Sekolah di Singapura dan Malaysia

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sebanyak 38 siswa SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya berkesempatan mengikuti Spemma Overseas 2024 di dua negara, yakni Singapura dan Malaysia. Kegiatan tersebut merupakan proses pembelajaran (Education Trip) yang rencananya digelar selama tujuh hari.

Kepala SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya, Drs Alim MPdI mengatakan, keberangkatan 38 siswa tersebut diantar orang tua masing-masing di Terminal 2 Internasional Bandara Juanda Surabaya pada Minggu (28/4) pukul 04.00 WIB.

“Saya beserta dua guru pendamping yang akan mendampingi siswa-siswi ini berangkat ke Singapura dan Malaysia untuk mengikuti Education Trip,” kata Alim, saat ditemui di Bandara Internasional Juanda Surabaya sebelum berangkat, Minggu (28/4/2024).

Menurut dia, pada kegiatan Spemma Overseas 2024 ini, para siswa akan mengunjungi tiga sekolah untuk melakukan short study. Yakni, Sekolah Indonesia Singapura (SIS), Sekolah Bintang Selatan Kuala Lumpur Malaysia, dan SMK Tun Razak Kuala Lumpur Malaysia.

“Dari ketiga sekolah tersebut, harapannya para siswa mendapatkan pembelajaran, hikmah, dan wawasan. Saya juga berharap kegiatan ini berjalan lancar sesuai rencana. Alhamdulillah, anak-anak sehat dan semoga perjalanan menyenangkan,” ungkapnya.

Alim menjelaskan, pada hari pertama, para peserta Spemma Overseas 2024 dijadwalkan tiba di Singapore Changi International Airport pada pukul 09.30 WIB. Setelah itu, para siswa akan melanjutkan ke Universal Studio, kemudian beristirahat di hotel.

“Hari kedua, para siswa akan mengunjungi sekolah, yaitu Sekolah Indonesia Singapura (SIS) dan juga diagendakan mengunjungi KBRI di sana. Hari ketiga, pembelajaran akan dimulai di Science Center Singapore,” jelas Alim.

Selanjutnya, pada hari keempat, para siswa akan menikmati wisata dan perjalanan menuju Kuala Lumpur. Dan, pada hari kelima, para siswa akan mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Sri Bintang Selatan Kuala Lumpur, Malaysia.

“Kemudian, pada hari keenam, para siswa akan berada di sekolah SMK Tun Razak Kuala Lumpur, Malaysia. Sedangkan, pada hari ketujuh, para siswa dan pendamping bersiap kembali ke tanah air,” terangnya.

Salah satu peserta Spemma Overseas 2024, Quinna Chika, mengaku senang dan bersemangat mengikuti kegiatan ini. Sebab, selain bisa menambah pengalaman di negara-negara yang dikunjungi, juga berkesempatan mengunjungi tempat-tempat wisata di dua negara berbeda, yakni Singapura dan Malaysia.

“Saya sudah beberapa kali ke luar negeri bersama keluarga. Namun, kali ini berbeda karena saya berangkat bersama teman-teman sekolah. Semoga perjalanan ini menambah pengalaman dan wawasan saya tentang negara-negara yang kami kunjungi,” pungkas Quinna. (red)

Jaga Kondusifitas Pemilu 2024, Adhy Karyono Terima PWI Jatim Award 2024

0

Jember, (pawartajatim.com) – Pj Gubernur Jatim Dr Adhy Karyono, menerima penghargaan PWI Jatim Award 2024 di malam puncak peringatan hari pers nasional (HPN) yang diselenggarakan di Hall New Sari Utama, Jember, Minggu (28/4/2024) malam.

Adhy Karyono, yang juga mantan Sekdaprov Jatim ini, dianggap telah berhasil dalam menjalankan tugasnya di masa transisi kepemimpinan di Jatim dan menjaga kelangsungan pemerintahan dengan baik.

Bahkan, Adhy Karyono, yang menjabat Plh Gubernur Jatim tersingkat ini dinilai banyak aktif turun ke lapangan dalam menjaga kelancaran proses demokrasi yang dihelat, 14 Februari 2024 lalu, Pileg dan Pilpres.

“Pejabat kelahiran Cirebon, Jawa Barat yang pernah menjabat staf ahli Mensos era Khofifah ini sukses melanjutkan transisi kepemimpinan di Jatim. Mempertahankan rembug nyekrup antar jajaran petinggi pemerintahan di Jatim dengan baik dan menyelaraskan berbagai unsur kepentingan, hingga masa transisi Pemilu 14 Februari 2024 kemarin,” kata Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim.

Dalam sambutannya, Adhy Karyono, merasa berterima kasih kepada PWI Jatim yang telah menggelar acara HPN 2024 ini, karena memang peran pers begitu penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Terutama diakui bahwa kondusivitas Pemilu dan pasca Pemilu di Jatim sangat terjaga, tentu saja hal itu menjadi bagian dari keberhasilan peran pers yang dijalankan. Adhy Karyono melihat dan terlibat sendiri dalam perhelatan Pemilu 2024, pesta demokrasi terbesar di Indonesia, dan di Jatim telah berjalan aman dan kondusif.

Dia meyakini bahwa fungsi dan peran pers, telah membuktikan diri memberi sumbangsih kepada keamanan dan kondusivitas wilayah di Jatim. Dan Adhy Karyono mengingatkan kembali bahwa masih akan ada tantangan baru ke depan yang riak-riak sudah muncul yakni Pemilukada serentak, yang akan digelar Rabu, 27 November 2024 mendatang.

“Kita semua bangga dan bersyukur karena mulai dari penyusunan anggaran, rekrutmen KPU, pengawas, penyusunan DPT, kampanye, pencoblosan dan perhitungan, Jawa Timur tetap aman dan kondusif. Dan ke depan ini kita percaya pers akan mampu menjaga itu semua, karena perhelatan demokrasi yang besar saja mampu, apalagi Pemilukada serentak yang sekupnya lebih kecil,” ujarnya.

Mantan Sekdaprov Jatim yang gemar turun ke lapangan ini, menegaskan bahwa hubungan baik dan keharmonisan dirinya dengan insan pers tidak perlu diragukan lagi. Bahkan semua kegiatan pers akan didukung.

“Sebenarnya tidak perlu diminta hadir.  Justru  kami selalu menunggu undangan dari rekan-rekan pers dalam kegiatan positif, untuk itu semua kami mendukung sepenuhnya,” tegasnya. Malam puncak HPN 2024 tingkat Jatim di Kabupaten Jember ini juga diwarnai pemberian award atau penghargaan kepada para tokoh nasional lintas sektor, hingga anugerah tertinggi karya jurnalistik Prapanca 2024 kepada sejumlah jurnalis.

Selain Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, AKs, MAP, juga diberikan award kepada Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto, Mayjen Rafael Granada Baay, Pangdam V Brawijaya, yang sukses dalam pengamanan Pemilu, Kajati Mia Amiati, sosok yang tegas menjaga netralitas di Pemilu.

Selain itu ada jawara favorit dan spesial award. Di antaranya Inspektur Jenderal Laksamana Madya TNI Dadi Hartanto, MTr Han, Sekjen Dewan Ketahanan Pangan Nasional, Ketua DPD RI La Nyala M Matalitti, Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan, MKes.

Kemudian ada sederet  bupati yakni, Bupati Jember Hendyk Siswanto, Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro, Pj Bupati Jombang Sugiat, mantan Bupati Sampang Slamet Junaidi, Edi Priyanto Dirut SDM PT Pelindo Multi Terminal, ada pula Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, Kadishub Jatim DR Nyono, Kadis BPUBM Malang Khairul Isnaidi Kusuma, ada nama pula M Nabil, Ketua KONI Jatim, ada pula Johanes Kunto, pembina Cabor terbaik, dan atlet terbaik  Megatron atau Megawati Hangestri Pertiwi, pevoli asal Jember. (dra)

Kemenhub Pangkas Bandara Internasional di Indonesia dari 34 Jadi 17

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memangkas jumlah bandara internasional di Indonesia. Dari 34 bandara, kini tersisa 17 yang ditetapkan sebagai bandara internasional.

Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor 31/2024 (KM 31/2004) tentang Penetapan Bandar Udara Internasional pada 2 April 2024 lalu. Juru Bicara/Jubir Kemenhub, Adita Irawati, menyampaikan, tujuan penetapan ini secara umum dapat mendorong sektor penerbangan nasional yang sempat terpuruk saat pandemi Covid-19.

“Selama ini, sebagian besar bandara internasional hanya melayani penerbangan internasional ke beberapa negara tertentu saja. Dan bukan merupakan penerbangan jarak jauh. Sehingga, hubungan internasional justru dinikmati negara lain,” kata Adita, Minggu (28/4/2024).

Menurut dia, keputusan ini telah dibahas bersama Kementerian dan Lembaga terkait di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi. Menurut dia, sudah menjadi hal yang lumrah di negara lain dalam melakukan penyesuaian jumlah bandara internasional.

“Sebagai contoh, India dengan jumlah penduduk 1,42 miliar hanya memiliki 18 bandara internasional. Sedangkan, Amerika Serikat dengan penduduk 399,9 juta mengelola 18 bandara internasional,” jelasnya.

Data Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, dari 34 bandara internasional yang dibuka dari 2015-2021, hanya ada beberapa bandara yang melayani penerbangan internasional secara reguler atau berjadwal.

Di antaranya, Soekarno-Hatta Jakarta, I Gusti Ngurah Rai Bali, Juanda Sidoarjo, Sultan Hasanuddin Makassar, dan Kualanamu Medan. Beberapa bandara internasional hanya melayani penerbangan jarak dekat dari/ke satu atau dua negara saja.

“Bandara internasional lainnya hanya beberapa kali melakukan penerbangan internasional, bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki pelayanan penerbangan internasional. Dua kriteria bandara yang terakhir ini menyebabkan operasional menjadi tidak efektif dan efIsien dalam pemanfaatannya,” ungkapnya.

Berikut 17 bandara yang ditetapkan sebagai Bandara Internasional:

  1. Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh
  2. Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara
  3. Bandara Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatra Barat
  4. Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau
  5. Bandara Hang Nadim, Kepulauan Riau
  6. Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
  7. Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, DKI Jakarta
  8. Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat
  9. Bandara Kulonprogo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta
  10. Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur
  11. Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali
  12. Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, NTB
  13. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, Kalimantan Timur
  14. Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan
  15. Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara
  16. Bandara Sentani, Jayapura, Papua
  17. Bandara Komodo, Labuan Bajo, NTT. (red)

Ibarat Lagu Berjudul ‘Cinta ini Membunuhku’ (Sebuah Tulisan Sejarah tentang Akuwu Tumapel, Tunggul Ametung)

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Dukacita atas nama cinta. Sebuah lagu dari D” Masif berjudul ‘Cinta Ini Membunuhku,’ syairnya kurang lebih menceritakan seseorang yang perasaannya ‘terbunuh’ karena cinta yang tumbuh di harinya.

Di dunia nyata, banyak orang yang benar-benar terbunuh karena cinta, disini terbunuh dalam arti kata yang sebenar-benarnya. Antara lain adalah adalah Tunggul Ametung yang memiliki nama asli Mahisa Pulung. Laki-laki pilih tanding ini memimpin Pakuwon Tumapel yang terletak di daerah Lawang, Malang.

Pakuwon Tumapel merupakan daerah istimewa, karena bukan bawahan kadipaten, melainkan bertanggung jawab langsung kepada raja Kadiri. Tunggul Ametung, Mahisa Wulangan, Gubar Baleman, dan Mpu Gandring adalah orang-orang kepercayaan  Prabu Kertajaya yang memiliki nama asli Dandang Gendis.

Setelah sekian lama mengabdi kepada Raja Kadiri, Prabu Kertajaya, dan selalu berhasil menyelesaikan tugas untuk menghalau musuh-musuh kerajaan Kadiri, akhirnya Tunggul Ametung yang dilahirkan di Kalangbrat Tulungagung tersebut diberikan jabatan Akuwu di Tumapel.

Menghancurkan musuh dan mengumpulkan pajak untuk kerajaan, adalah tugas yang dibebankan kepada Tunggul Ametung, dan dia selalu berhasil melampaui tuasnya tersebut, tentu saja hal ini membuat perasaan Prabu Kertajaya senang.

Walaupun rakyat Tumapel harus menanggung penderitaan yang berkepanjangan karena pajak yang selalu meningkatkan. Mantri Pamajekan menjalankan tugas di lapangan dikenal sangat ganas dan jauh dari rasa kemanusiaan, tidak peduli rakyat sedang sengsara dan dalam kondisi sulit, rakyat tetap diwajibkan membayar pajak kalau perlu dilakukan upaya paksa.

Untuk memastikan hasil kinerja para petugas Mantri Pamajekan di lapangan, Tunggul Ametung seringkali melakukan blusukan ke desa-desa di wilayahnya. Selain untuk kepentingan tersebut, jauh di hati yang terdalam, sesungguhnya dia punya maksud yang lain, yaitu berburu perempuan untuk melampiaskan kesayangannya selama ini.

Wakil Ketua Bidang Manuskrip Badan Kebudavaan Nasional Provinsi Jawa Timur (BKN-JATIM), Nanang Sutrisno, bercerita banyak melakukan kegiatan penelitian terkait kegiatan blusukan raja-raja dan pembesar lainnya saat ini itu.

“Kisah penculikan Dewi Sinta oleh Rahwana dalam Ramayana, dan kisah lahirnya Hanoman juga  Batara Kala merupakan contoh imbas lain dari kegiatan  blusukan yang dilakukan oleh raja dan dewa-dewa,” kata Nanang Sutrisno, Minggu (28/4/2024).

Saat itu, Tunggul Ametung, melakukan peninjauan di sekitar wilayah Wetaning Kawi (Timur Gunung Kawi) yang merupakan wilayah  tanggung jawabnya. Sampai di Desa Panawijen, perhatiannya tertuju pada seorang perempuan muda cantik jelita, berbadan tinggi langsing semampai.

Dia sedang menenteng keranjang berisi bunga campur, pertanda hendak menuju candi pamujan untuk sembah hyang. Keberadaan sosok perempuan cantik tersebut mengundang tanya bagi Tunggul Ametung, terus didekatinya dan ditanya jati diri perempuan rupawan itu.

Saat Tunggul Ametung mendekat, semakin terlihat jelas wajahnya yang  berbentuk oval, rambutnya tercium bau harum minyak cem-ceman, dan dari kulit yang berwarna kuning langsat mengeluarkan wangi lulur rempah-rempah.

Dengan menunduk, Ken Dedes memperkenal diri kepada laki-laki berpakaian ksatria yang berdiri dihadapannya itu ‘Hamba Ken Dedes, Putri Mpu Purwa Pemimpin Agama Kasogatan di Panawijen ini’. Ada perasaan berkecambuk di dada Tunggul Ametung, begitu Ken Dedes menyebutkan bahwa dirinya adalah putri pemimpin agama Kasogatan/ Budha, golongan agama yang dimusuhinya.

Selama ini, perang batinpun terjadi, Tunggul Ametung sudah terjebak cinta pada pandangan pertama pada Ken Dedes. Cinta Lokasi terjadi pada gadis Panawijen tersebut. Akhirnya, Tunggul Ametung dengan terus terang mengatakan bahwa dia jatuh cinta dan ingin membawa pulang, serta menjadikan Ken Dedes permaisuri di Tumapel.

Ken Dedes tentu saja menjadi terkejut atas pernyataan tiba-tiba tersebut. Sebagai putri seorang pemimpin agama yang sejak kecil sudah diajari sopan santun dalam berbicara dan bergaul, Ken Dedes tahu apa yang harus dilakukan untuk melakukan penolakan secara bijak.

“Tunggu ayah saya Mpu Purwa pulang dari Sembah Hyang,” begitu jawab Ken Dedes, ramah. Karena ada perang batin, ditambah nafsu yang memuncak, akhirnya Tunggul Ametung mengambil sikap nekat untuk melarikan putri Mpu Purwa tersebut, bahkan Tunggul Ametung sempat melakukan Rudapaksa.

Dan Ken Dedes hanya bisa menangis dan bersedih menyesali nasibnya, harga dirinya sebagai seorang brahmani jatuh, berserakan laksana bunga setaman untuk sembayang yang dibawanya dalam keranjang bertebaran di sepanjang jalan bebatuan.

Pembuatan Paradara dan Rudapaksa yang dilakukan oleh Tunggul Ametung bisa dijatuhi hukuman pidana mati, hal ini sesuai yang diatur dalam Kitab Hukum Kutaramanawa Darmasastra sesuai bunyi prasasti Canggu bertahun 1358 Masehi.

“Didalam hukum positif Indonesia, Penculikan diatur dalam pasal 333 KUHP dan ancaman hukumannya 3 tahun pidana penjara, sementara pemerkosaan diatur dalam pasal 477 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” jelas Nanang Sutrisno, yang juga berprofesi sebagai penasehat hukum ini.

Mpu Purwa mengutuk keras kejadian penculikan tersebut, Laki-laki tersebut sampai mengeluarkan supata/ kutukan yang berisi hukuman mati tertusuk keris bagi yang terlihat dalam peristiwa terkutuk, jauh dari kelayakan dan kepatutan, serta rasa kemanusiaan. Kutukan ini akhirnya terbukti.

Tunggul Ametung dan Kbo Ijo yang terlibat dalam penculikan ini harus tewas tertikam keris yang sama yaitu Keris Gandring. Ada pantun Melayu yang berbunyi ‘Jalan-jalan ke Kota Paris, Banyak orang berbaris baris, biar mati di ujung keris, asal dapat Ken Dedes yang cantik nan manis’.

Andai saja Tunggul Ametung pernah membaca atau mendengar pantun ini, mungkin dia akan berpikir ulang untuk melakukan perbuatan yang tercela itu. Tapi jalan ceritanya tidak begitu, Tunggul Ametung tetap memilih takdirnya sendiri, yaitu mati di ujung keris karena seorang perempuan. cintanya pada Ken Dedes benar-benar membunuhnya.

Di Tumapel Ken Dedes hanya bisa menangis pasrah dan mengunci kamar ber hari-hari lamanya. Namun seiiring  perjalanan waktu, perempuan cantik itu mau tidak mau harus menerima kenyataan bahwa dia dan Tunggul Ametung adalah suami istri, karena upacara perkawinan telah digelar meriah dan diberkati oleh para pemuka agama.Dan Tunggul Ametung berusaha untuk selalu memanjakan istrinya tersebut.

Namun dendam adalah dendam, Ken Dedes menunggu waktu yang tepat untuk membalaskan dendam kesumatnya kepada Tunggul Ametung itu. Dan Ken Dedes telah menyimpannya rapat-rapat dalam hatinya paling dalam.

Hari-hari pun berlalu, kebahagiaan Tunggul  Ametung terasa lengkap, setelah menjadi seorang ayah atas Anusapati, putra semata wayang yang terlahir dari rahim Ken Dedes. Mereka berdua sepakat untuk menjadikan anak tunggal mereka kelak sebagai putra mahkota pewaris Pakuwon Tumapel.

Namun tanpa disadari oleh Tunggul Ametung bahwa dendam kesumat yang bercampur kutukan atas perbuatan yang dilakukan masa lalu itu sudah saatnya harus ditunaikan. Melalui sosok Ken Angrok,  seorang pengawal istana, yang dulu pernah ditolongnya keluar dari masa lalu yang hitam pekat. Kini menjelma menjadi malaikat pencabut nyawa bagi Tunggul Ametung.

Ya, Ken Angrok  adalah mantan penjudi, pencuri, dan perampok itu ternyata memiliki hasrat untuk memperistri Ken Dedes, dan menguasai Pakuwon Tumapel. Akhirnya Tunggul Ametung yang berarti Tongkat Pemukul itu, berhasil dihabisi riwayatnya oleh Ken Angrok yang namanya memiliki arti pendobrak, dengan menggunakan keris sakti buatan Mpu Gandring.

Pararaton mengkisahkan bahwa Tunggul Ametung tewas di kamar tidurnya saat bersama Ken Dedes, sebenarnya permaisurinya itu tahu bahwa Ken Angrok lah pembunuhnya, tetapi putri Mpu Purwa itu memilih diam, karena bayangan perlakuan Tunggul Ametung dimasa silam dan cintanya yang terukir indah bersama Ken Angrok.

Pembunuhan atas nama cinta benar-benar nyata. Namun ternyata rangkaian pembunuhan karena dendam kesumat itu tidak berhenti sampai disini, karena masih ada pembunuhan-pembunuhan lain di kalangan Wangsa Rajasa.

Masih ada nama-nama lain, seperti. Kebo Ijo, Ken Angrok, Anusapati, dan Mapanji Tohjaya, mereka juga tewas oleh keris yang sama,dan motif pembunuhan yang sama yaitu dendam kesumat. (nanang)

Tingkatkan Omset, UMKM Kelurahan Kendangsari Gelar Bazar dan HBH

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Halal Bi Halal/HBH mempererat silaturahmi dan mendatangkan rezeki. Kegiatan yang biasanya dilakukan setelah hari raya idul Fitri ini dapat menambah keakraban. Berkaitan dengan hal tersebut, Sabtu (27/4), Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) Kelurahan Kendangsari mengadakan kegiatan Halal Bi Halal.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota UMKM Kelurahan Kendangsari, dan dihadiri pengurus RW, Lurah Kendangsari, Camat Tenggilis Mejoyo, Kapolsek Tenggilis Mejoyo, Babinsa Kendangsari,BPBD Kota Surabaya, dan Kepala Kantor Pos Indonesia Jemursari Surabaya.

Acara didukung dengan pemeriksaan mata gratis pojok UMKM, dan sharing session tentang Halal Bi Halal. Sekaligus menjadi ajang saling memaafkan dan silaturahmi sesama anggota UMKM Kelurahan Kendangsari .

“Kami berharap wadah UMKM ini bisa mendorong agar bisa lebih mandiri dan berdikari, serta dapat naik kelas,” kata Ketua UMKM Kelurahan Kendangsari, Zubaidulloh, kepada pawartajatim.com, Sabtu (27/4).

Selaku Ketua, Zubaidulloh tidak lupa menyampaikan mohon maaf lahir dan batin, serta terima kasih kepada Pemerintah Kelurahan Kendangsari. yang sangat mensupport  kegiatan UMKM Kelurahan Kendangsari.

Sementara Lurah Kendangsari, Wisnu, menyampaikan moment Halal Bi halal ini dapat meningkatkan silaturahmi antar anggota UMKM Kelurahan Kendangsari. Selain itu juga menyatakan akan selalu mendampingi dan mensupport UMKM Kelurahan Kendangsari untuk berdikari dan menjadi UMKM yang bisa kelas.

Pemerintah Kelurahan Kendangsari telah menyediakan tenda agar bisa dimanfaatkan UMKM untuk jualan setiap hari. (nanang)

Museum Tembakau Jember ‘Ingatkan’ Kebutuhan Pasar Dunia 25 Persen Belum Terpenuhi

0

Jember, (pawartajatim.com) – Mengunjungi Jember, tak lengkap bila tidak melihat Museum Tembakau dan Perpustakaan Jalan Kalimantan no 1 Kecamatan Sumbersari itu. Karena kota ini dikenal dengan tembakaunya.

Demikian juga dengan Kesuburan tanahnya. Tak heran, bila bertandang ke museum ini kita diingatkan kebutuhan pasar dunia yang kekurangan 25 persen. Apalagi, Jember yang sebagian besar penduduknya menggunakan Bahasa Madura ini memiliki tanah yang subur.

‘’Petani tembakau Jember bila dibina dengan baik, saya yakin kota ini bisa memenuhi kebutuhan pasar dunia akan tembakau yang kurang 25 persen,’’ kata Kurator Museum Tembakau dan Perpustakaan Jember, Sunito., SH., ketika menerima kunjungan sekitar 100 peserta Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian/OKK PWI Jatim Angkatan 15 di Jember Sabtu (27/4/2024).

Bus pariwisata Pemkab Jember yang bertuliskan Wes Wayahe Jember. (foto/bw)

Untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia, Sunito, berkali-kali mengingatkan pembinaan petani sangat dibutuhkan. Disamping itu, pola kemitraan perlu ditingkatkan dan menghapus budaya ‘selingkuh’.

Budaya selingkuh ini cukup membingungkan. Hanya saja, Sunito, fokus pada bila petani khusus menggarap tembakau dan tidak mencampur dengan tanaman cabai, terong serta lainnya. Ia yakin 25 persen kebutuhan tembakau dunia yang belum terpenuhi dapat disuplay dari Jember.

‘’Di Museum Tembakau ini, menjadi bukti produk tembakau Jember memiliki kualitas yang bagus tetapi juga mengoleksi sampel tembakau dari berbagai penjuru daerah sekaligus sebagai wahana edukasi bagi petani, gapoktan, pelajar dan masyarakat umum,’’ ujar Sunito, sambil menjelaskan Museum Tembakau Jember ini didirikan sejak 1 Juli 2014.

Kurator Museum Tembakau dan Perpustakaan Jember, Sunito., SH (kiri) ketika menerima kunjungan sekitar 100 peserta Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian/OKK PWI Jatim Angkatan 15 di Jember Sabtu (27/4/2024). (foto/bw)

Bila pengunjung wisata memasuki Museum Tembakau dapat dilihat ada alat pelinting tembakau cerutu, tikar glanse, papan ukur tembakau, pipa upacara atau pipa dari kayu yang digunakan untuk membakar tembakau saat upacara, dan beragam teknologi lainnya.

Juga ada daun tembakau berbagai model yang dipajang dengan dilapis dua kaca. Sehingga nampak daun tembakau seperti asli dalam kebun. Juga koleksi tembakau sangat lengkap. Nampak ada tembakau Na-Oogst, tembakau virginia, tembakau bawah naungan, hingga tembakau kasturi.

Bupati Jember Hendy Siswanto. (foto/ist)

‘’Di Jember pasar tembakau sangat bagus. Satu kwintal saat ini harga tembakau Rp 21 juta. Yang membanggakan, harga tembakau disini sejak 2017 naik terus. Seakan tahu akan potensi tembakau, Bupati Jember Hendy Siswanto, memaksimalkan potensi ini untuk mendatangkan keuntungan ekonomi.

Caranya melalui even Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) yang diyakini dapat mengangkat ekonomi Jember. JKCI ini sudah memasuki tahun ketiga dan akan dijadikan even berskala internasional oleh Bupati Hendy Siswanto.

Saat menutup OKK, Hendy mengatakan, omset JKCI tahun kemarin Kabupaten Jember yang digelar selama 3 hari sekitar Rp 30 miliar dari transaksi pembelian luar negeri. ‘’Saya berharap Tembakau Jember menjadi kekuatan tersendiri. Apalagi ada Museum Tembakau yang bisa mengedukasi petani untuk bangkit memenuhi pasar dunia,’’ ujar Bupati Hendy. (bw)