Karita Rancang Busana Muslim Khusus Bertema Merdeka

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Produsen brand fesyen muslim, Karita, merancang busana muslim khusus bertema “Merdeka”. Selain memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI), brand fesyen muslim ini juga memadukan balutan batik dengan gaya kasual khas remaja muslim yang masih ngetren.

Menggandeng SZ Model Management dan Batik Enom, Karita menggelar peragaaan busana muslim Karita Store, di kawasan Jalan Ngagel Surabaya. Peragaan busana ini mengangkat thema “Merdeka”, menyesuaikan dengan Peringatan HUT ke-78 RI.

Store Manager Karita Surabaya, Rozza Bella, Harmurtinus, mengatakan, acara ini sekaligus sebagai ajang bagi model remaja untuk mengembangkan bakatnya dibidang modeling. Namun, konsumen dan pelanggan fesyen muslim juga diajak untuk melihat langsung rancangan khusus fesyen muslim bertema “Merdeka”.

Produk fesyen untuk muslim muda ini juga menjadi produk andalan dari Karita. Model-model yang dihasilkan juga kerap menjadi rujukan bagi konsumen. Thema Merah Putih dengan balutan batik rancangan terbaru ini menambah perpaduan fesyen muslim yang lekat dengan thema Merdeka.

‘’Strategi kami selalu mengeluarkan rancangan tematik di setiap momen besar. Contohnya thema Merdeka di bulan Agustus ini. Untuk bulan September nanti kami telah menyiapkan htema baru yaitu back to office,” kata Rozza, di Surabaya Rabu (23/8/2023).

Rozza menjelaskan, strategi Karita secara konsisten meluncurkan rancangan fesyen muslim tematik ini dinilai cukup berhasil. Hal ini terbukti dari antusias para konsumen dan pelanggan fesyen muslim yang tertarik dengan rancangan khusus bertema Merah Putih dengan balutan batik.

Founder SZ Model Management, Suci Agustina Lestari, mengatakan, rancangan fesyen muslim kali ini lebih variatif dan fashionable. Sehingga, tidak hanya cocok dikenakan saat acara formal, tetapi saat santai maupun beraktivitas lainnya.

“Di Karita ini banyak sekali pilihannya. Jadi, bagi penyuka fesyen muslim tidak perlu bingung untuk memilih busana muslim sesuai selera karena desain yang fashionable. Selain itu, rancangan busana muslim terbaru Karita juga bisa dicari di setiap momen. Seperti yang mengangkat thema Agustusan,” ungkap Suci.

Kelebihan lainnya, lanjut Suci, koleksi busana muslim ini memiliki desain yang unik dan inovatif. Bagi pencinta fesyen muslim yang selalu mengikuti tren saat ini menjadi lebih mudah memadukan gaya kasual khas remaja dengan tampilan yang trendi, chic, dan kekinian.

‘’Enaknya di Karita itu bukan hanya baju-baju pesta tapi juga ada tema kasual dan jeans. Dan, yang baru-baru ini ada Batik Enom. Koleksinya itu unik dan inovatif banget karena di Karita juga menjual seperti ikat pinggang yang bisa dipadupadankan dengan outfit lainnya, bukan hanya outfit dari Batik Enom,” pungkasnya. (red)

Dua Siswa Asing Belajar di Smamda Selama Satu Tahun

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya kembali kedatangan siswa asing melalui program Rotary Youth Exchange. Ada dua siswa yang akan menempuh pendidikan selama satu tahun di kelas XI.

Dua siswa itu, yakni Luka Hannula dari Finlandia dan Emelie Knaack dari Jerman. Keduanya diterima Kepala Smamda Surabaya, Astajab dan para dewan guru. Penyambutan berlangsung meriah. Keduanya terlihat menikmati hiburan Tari Saman yang dibawakan siswa ekstrakurikuler tari.

Bahkan, keduanya juga belajar gerakan Tari Saman. Dan, langsung tertawa bahagia ketika bisa mengikuti satu, dua gerakan. “Beautiful dance, I like (tarian yang sangat indah, saya suka,red),” kata Emilie, Selasa (22/8/2023).

Keduanya, juga memperkenalkan diri, nama, asal negara, sekolah dan keluarganya. Bahkan, mereka juga menceritakan tentang kondisi negaranya. Emilie, memperkenalkan diri dengan mempresentasikan berupa power point.

Dua siswa asing belajar di Smamda selama satu tahun. (foto/red)

Dia menampilkan rumahnya yang bergaya unik, keluarganya yang terdiri dari kedua orang tua dan tiga saudaranya hingga dua anjing lucunya. Kepala Smamda Surabaya, Astajab, mengatakan keduanya akan mengikuti pembelajaran di Smamda Surabaya selama satu tahun di kelas XI.

Semua kegiatan intra dan ekstrakurikuler harus diikutinya, sama seperti teman-teman yang lain. “Kita sudah beberapa kali menerima siswa dari luar negeri. Ini sudah ke sekian kalinya. Kedua siswa itu tidak hanya belajar akademik tapi budaya dan bahasa Indonesia,” jelas Astajab. Nantinya, selama setahun diharapkan kedua siswa asing itu bisa berbahasa Indonesia dengan baik.

“Akan ada pendampingan untuk mereka agar bisa belajar bahasa Indonesia dengan cepat. Enam bulan kami target mereka sudah lancar berbicara bahasa Indonesia,” pungkasnya. (red)

Mulai 1 September 2023, RS Ubaya Layani Pasien BPJS Kesehatan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Rumah Sakit/RS Ubaya mulai melayani pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) usai melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di rumah sakit tersebut Selasa (22/8).

Komisaris PT Keluwih Medika Surabaya, Prof Ir Joniarto Parung PhD IPU, mengatakan, BPJS telah melakukan kredensial atau uji kelayakan pada RS Ubaya sejak 31 Mei 2023. Dari penilaian itu, RS Ubaya mendapat nilai diatas 80 atau lebih tinggi dari standar minimal, yakni 75.

“Artinya, RS Ubaya dinilai layak menjadi partner BPJS Kesehatan. Sehingga, seluruh masyarakat, khususnya warga Surabaya yang memiliki BPJS Kesehatan bisa berobat di sini,” ujar Prof Joni.

RS Ubaya juga telah mendapat akreditasi Paripurna Bintang Lima dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Akreditasi ini merupakan penilaian tertinggi dalam akreditasi KARS. Perolehan Paripurna Bintang Lima menunjukkan sistem manajemen mutu dan pelayanan RS Ubaya telah memenuhi standar nasional yang optimal.

Sebagai informasi, KARS adalah lembaga independen pelaksana akreditasi rumah sakit yang bersifat fungsional, non-struktural, dan bertanggung jawab kepada menteri. Adanya pelayanan pasien BPJS Kesehatan membuat RS Ubaya dapat memasuki tahap selanjutnya dalam proses menjadi rumah sakit Pendidikan. Yaitu, menjadi rumah sakit pendidikan satelit.

Mahasiswa FK Ubaya dapat belajar penerapan ilmu kedokteran di RS Ubaya yang penilaiannya tetap mengacu pada rumah sakit pendidikan utama. “Tahun pertama ini kami fokus menjadi rumah sakit pendidikan satelit. Sebagian mahasiswa bisa belajar di sini. Nantinya, perlahan kami akan menjadi rumah sakit pendidikan utama,” ungkapnya.

Selain menjadi tempat praktik mahasiswa FK Ubaya, rencananya RS Ubaya juga untuk tempat magang fakultas lain yang ada di Ubaya, seperti Fakultas Farmasi, Fakultas Psikologi, dan lain-lain. Prof Joni berharap RS Ubaya dapat berkontribusi membantu masyarakat Surabaya yang membutuhkan layanan kesehatan terbaik.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Utama Surabaya, Hernina Agustin Arifin, menjelaskan, kerja sama ini dalam rangka meningkatkan perluasan akses layanan kesehatan bagi warga Surabaya. Saat ini, 2,9 juta atau 99 persen masyarakat kota Surabaya sudah tercover BPJS Kesehatan atau JKN.

“Harapannya jika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, kami sudah menambahkan faskes di wilayah ini,” jelasnya. Bergabungnya RS Ubaya dalam pelayanan peserta JKN, lanjut Hernina, menambah jumlah faskes yang bekerja sama dengan BPJS menjadi 56.

Dengan rincian 11 klinik utama dan 45 rumah sakit. “Untuk peserta JKN, sesuai kebutuhan medisnya tidak ada batasan biaya dan batasan lama rawatnya. Jika memang fasilitas tidak memiliki pelayanan yang dibutuhkan pasien, bisa melakukan rujukan,” pungkasnya. (red)

Melihat Keseruan 42 Mahasiswa Asing Lomba Agustusan di Unusa

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sebanyak 42 mahasiswa asing di Surabaya mengikuti lomba tradisional dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI) yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Meski rata-rata baru kali pertama mengikuti lomba tradisional di Indonesia, mahasiswa asing tetap senang dan bersemangat karena keseruan lomba yang digelar tersebut.

Mahasiswa asing ini berasal dari negara Somalia, Mesir, Sudan, Libya, Uganda, Yaman, Mali, Sierra Leonean, Malaysia dan Timor Leste. Mereka bergantian mengikuti lomba tradisional yang digelar Unusa.

Mulai dari lomba makan kerupuk, balap karung, jalan bakiak, dan lomba sarung berantai. Mahasiswa asal Libya, negara Afrika bagian utara, Salih Abdul Rahman, mengaku baru kali pertama mengikuti lomba agustusan dalam rangka memeriahkan HUT ke-78 RI ini.

Terutama lomba tradisional yang menjadi favorit, yakni makan kerupuk dan balap karung. Ia mengakui akui banyak tantangan mengikuti lomba makan kerupuk ini. Dia sempat kesulitan karena kerupuk yang digantung pada seutas tali ini terus bergerak saat hendak dimakan.

Pergerakan dinamis kerupuk ini saya anggap sebagai hal yang tidak biasa. Namun, inilah yang menjadikan perlombaan ini menarik dan menghibur,” kata Salih, kepada wartawan di Halaman Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya, Selasa (22/8).

Lomba makan krupuk. (foto/red)

Ketua Global Engagement of Nahdlatul Ulama University of Surabaya (GENUS) atau Kantor Urusan Internasional Unusa, Wiwik Afridah, mengatakan, melalui berbagai permainan tradisional yang digelar, diharapkan tercipta suasana kolaboratif dan interaktif antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa asing.

“Selain itu, permainan tradisional yang digelar ini bukan hanya menjadi bentuk hiburan semata, namun juga sarana untuk memperdalam pemahaman tentang budaya masing-masing,” jelasnya.

Menurut Wiwik, acara ini memberikan hal yang positif dan bermanfaat bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk saling berinteraksi, memperluas wawasan, dan memperdalam toleransi terhadap perbedaan budaya.

“Selain itu, kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan hubungan antarbudaya di lingkungan kampus, menciptakan kerja sama yang lebih erat, dan membangun persahabatan yang berkesinambungan antara mahasiswa Unusa dan mahasiswa asing,” terangnya.

Ke-42 mahasiswa asing mengikuti kegiatan ini sebagai rangkaian acara Program Brave ke-3 inisiatif Global Engagement of Nahdlatul Ulama University of Surabaya (GENUS). Kegiatan ini merupakan kali kedua yang digelar di Unusa.

Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa-mahasiswa asing yang tengah menempuh pendidikan di Surabaya dan Malang. Tahun ini, ada 13 mahasiswa dari Kelantan Malaysia yang turut serta dalam kegiatan ini. (red)

Mahasiswa di Banyuwangi Diajak Melek Teknologi Kecerdasan Buatan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) –  Revolusi industri 5.0 menjadi tren dunia. Pun dengan Indonesia. Kondisi ini diisi dengan beragam teknologi digital super canggih. Salah satunya, teknologi kecerdasan buatan (artificial intelegence) berbasis digital, chatGPT. Aplikasi ini memudahkan dalam pendidikan. Meski begitu, dibutuhkan verifikasi serius ketika menggunakannya dalam dunia pendidikan maupun penelitian.

Mengantisipasi kesalahan dalam penggunaan chatGPT, mahasiswa di Banyuwangi dikenalkan aplikasi ini, Selasa (22/8/2023) siang. Kegiatan ini digelar di Kampus Politeknik Masamy Internasional (Polmain) Banyuwangi.  Pembicaranya tak sembarangan. Adalah ahli teknologi kecerdasan buatan dari Universitas Indonesia (UI), Prof. Wisnu Jatmiko.

Guru besar Fakultas Ilmu Komputer UI ini membeberkan kecanggihan teknologi chatGPT. Bahkan, menjadi mesin yang memudahkan  pekerjaan manusia. “ Dengan chatGPT ini, pekerjaan manusia akan dipermudah. Pun dalam bidang pendidikan. Namun, harus tetap dilakukan verifikasi akhir,” katanya.

Ada lima hal yang menjadi pedoman dalam menggunakan chatGPT ini. Diantaranya, konteks, peran atau manfaat, larangan, panjang dan tambahan. Artinya, ketika menggunakan aplikasi ini tetap membutuhkan pemeriksaan secara teliti. “ Di kampus, chatGPT dijadikan mahasiswa menyelesaikan tugas. Ini yang harus dilakukan verifikasi ulang oleh pengajar untuk menilai kemampuan mahasiswa,” jelasnya.

Di negara maju, teknologi kecerdasan buatan ini banyak digunakan untuk memudahkan manusia. Misalnya, nelayan di Jepang menggunakannya untuk melihat lokasi ikan. Lalu, melihat kapan pertumbuhan ikan terjadi. Ada juga negara maju yang menggunakannya untuk menggantikan tugas manusia. Salah satunya dalam dunia pertambangan untuk menghindari bahaya radiasi bagi manusia.

Seminar sehari ini diharapkan menjadi pengetahuan baru bagi mahasiswa. Apalagi, menyambut revolusi industri 5.0 dibutuhkan kemampuan memahami teknologi. “ Seminar ini bagian dari meningkatkan pengetahuan mahasiswa, termasuk para pengajar. Kegiatan ini juga diikuti akademisi dari luar negeri secara online,” kata pendiri Politeknik Masamy Internasional (Polmain) Banyuwangi, Aminoto. (udi)

Chef Mac Gyver Hadirkan Kuliner Indonesia di The Avenue, Java Paragon Hotel Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Java Paragon Hotel & Residences mengajak tamu untuk menikmati kuliner Indonesia dengan cara yang berbeda dalam program Exquisite Dinner pada 8 & 9 September mendatang. Kali ini, The Avenue Lounge & Bar menghadirkan Mac Gyver, chef sekaligus pemilik AKAR restoran yang terkenal di Jakarta.

General Manager Java Paragon Hotel & Residences, Erly Rizka, mengatakan, program Exquisite Dinner ini bagian komitmen hotel untuk turut melestarikan kuliner Indonesia. Chef Mac salah satu chef muda dengan pengalamannya yang luar biasa.

‘’Kami ingin memanjakan tamu dengan pengalaman dinner lewat tangan Chef Mac. Kenapa kuliner Indonesia? Ini adalah bagian upaya kami turut serta melestarikan kuliner Indonesia yang rasanya sangat authentic,” kata Erly Rizka.

Pada 2019 lalu, Chef Mac, membuka AKAR Jakarta, restoran dengan menu-menu yang terinspirasi dari warisan dan budaya Indonesia dengan sentuhan modern. Sehingga menciptakan cita rasa makanan yang unik.

Sebelum akhirnya membuka restoran di Jakarta, Chef Mac pernah menjadi koki di beberapa restoran yang berlabel Michellin Star. “Kami percaya bahwa makanan yang lezat khususnya kuliner Indonesia harus di treatment dengan baik agar jadi masakan yang tak terlupakan dan seksi bagi penikmatnya.

(foto/arief)

Itulah yang yang akan kami bawa di program Exquisite Dinner di The Avenue, Java Paragon,” kata Chef Mac, yang besar di Semarang ini. Chef Mac akan menghadirkan 10 hidangan khas Indonesia.

Seperti Rendang dengan proses selama 48 jam, Sate Lilit, Lawar Bebek, Ikan Bungmbung, Oncom Leuncha, Nasi Ulam Bakar hingga Es Daluman. Para tamu bisa menikmati hidangan tersebut pada 8 – 9 September dalam 2 sesi setiap harinya.

Sesi pertama dimulai dari jam 17.30-19.30 WIB dan sesi kedua dimulai dari jam 20.00-22.00 WIB dengan harga Rp 888.000 per orang. (arief)

Baru Empat Bulan Dibuka, Pelabuhan Perikanan Swasta di Banyuwangi Terancam Bangkrut, Ini Penyebabnya

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Pengusaha pelabuhan perikanan swasta di Banyuwangi meradang. Terancam tutup. Penyebabnya, mereka ditinggal kapal ikan dan memilih sandar ke pelabuhan milik negara.

Parahnya, pelabuhan bernama Masami ini baru dibuka awal Januari 2023. Sepinya pelabuhan ini dipastikan akan berlanjut seiring turunnya  Keputusan Menteri (Kepmen) Kelautan dan Perikanan No.139 Tahun 2023 tentang Penetapan Pelabuhan yang Memenuhi Syarat Perikanan Pasca Produksi atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak  dari Pemanfaatan Sumber Daya Alam Perikanan.

” Jadi ini mengagetkan kami sebagai pengelola pelabuhan swasta. Ketika baru beroperasi, muncul Kepmen yang menunjuk pelabuhan perikanan baru milik pemerintah. Jaraknya hanya sekitar 700 meter dari pelabuhan kami,” keluh Pimpinan Pelabuhan Perikanan Masami, Banyuwangi, Rudi Steven, Selasa (22/8/2023) siang.

Dalam Kepmen ini, selain Pelabuhan Masami, ditunjuk 2 pelabuhan plat merah sebagai pelabuhan perikanan. Diantaranya, Pelabuhan Tanjungwangi dan Pelabuhan Muncar. Yang janggal, Pelabuhan Tanjungwangi ini sudah sejak  lama dijadikan pendaratan kapal-kapal ikan. Namun, baru tahun ini Kepmen menetapkannya sebagai pelabuhan perikanan.

Sementara itu, Pelabuhan Masami baru beroperasi pada 13 Januari 2023. Setelah beroperasi sekitar empat bulan, cuaca buruk melanda. Imbasnya, kapal-kapal ikan kesulitan bersandar. Kemudian, dialihkan ke Pelabuhan Tanjungwangi. Yang aneh, hingga pertengahan Agustus ini, kapal-kapal ikan tetap diarahkan berlabuh di Pelabuhan Tanjungwangi, bukan dikembalikan ke Pelabuhan Masami. Dampaknya, pelabuhan swasta ini berhenti beroperasi. Tak ada kapal yang sandar.

” Katanya, cuaca masih buruk. Dermaga Masami belum bisa disandari kapal, masih berbahaya. Tapi, kenapa Pelabuhan Tanjungwangi tetap boleh. Jaraknya juga berdekatan, satu jalur pantai ,” kritik Rudi.

Padahal, pelabuhan miliknya sangat standar bagi kapal ikan bertonase 100-200 GT. Pelabuhan ini juga menyumbangkan Pendapatan Nasional Bukan Pajak (PNBP)

cukup besar, bahkan nomor dua nasional. Namun, dengan terbitnya Kepmen baru, kapal-kapal ikan tetap bersandar di Pelabuhan Tanjungwangi yang berdekatan dengan kapal barang. ” Investasi kami membangun dermaga juga besar, sekitar Rp400 miliar. Belum perawatan dan operasional. Izinnya juga lengkap,” tegasnya.

Pihaknya berharap Syahbandar Pelabuhan Perikanan bisa bijak menyikapi kondisi ini. Artinya, ketika cuaca memang sudah membaik, kapal-kapal dikembalikan bersandar di Pelabuhan Masami. Apalagi,  pelabuhan ini menjadi perintis Pelabuhan Perikanan yang diizinkan Kementerian Perikanan Kelautan. Fasilitas yang disediakan juga memadai.

Syanbandar Pelabuhan Perikanan Masami dan Pelabuhan Muncar, Wahyu Feri Wibowo memastikan kapal-kapal ikan yang mendarat di Pelabuhan Tanjungwangi hanya bersifat sementara. Hal ini dipicu cuaca yang belum aman. ” Posisi Pelabuhan Tanjungwangi berada di dalam selat, jadi lebih aman. Kalau Pelabuhan Masami lokasinya di mulut teluk, jadi masih berbahaya. Kapan hari ada bolder kapal yang pecah akibat ombak tinggi,” katanya.

Menurutnya, jika cuaca normal, kapal-kapal ikan akan dikembalikan berlabuh di Pelabuhan Masami. ” Pelabuhan Masami ini juga masih tahap uji coba mulai Januari lalu. Ternyata memang bisa untuk kapal ikan,” tegasnya. (udi)

Hadang Banjir Sampah, Banyuwangi Pasang 100 Jaring Penghalang Sungai

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Genderang perang terhadap sampah terus ditabuh Pemkab Banyuwangi. Sebanyak 100 jaring penghalang ditargetkan terpasang di setiap sungai di kabupaten ini. Kegiatan ini menggandeng salah satu lembaga swadaya asal luar negeri.

Saat ini, sedikitnya 23 jaring penghalang telah terpasang. Rata-rata di sungai yang berdekatan dengan laut. Tujuannya, mencegah masuknya sampah ke lautan. “Apa yang dilakukan lembaga Sungai Watch menjadi hal penting bagi kita. Soal sampah tidak hanya tempat pengolahan sampah, namun bagaimana kita bijak memproduksi sampah. Apalagi dibuang ke kali atau selokan yang larinya ke sungai, patut kita cegah mulai sekarang,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Selasa (22/8/2023).

Pihaknya menggandeng lembaga pencegahan sampah ini agar persoalan sampah sungai di Banyuwangi bisa tertangani dengan cepat. Saat ini, lembaga ini sudah melakukan pembersihan di sejumlah aliran sungai. Mulai Kecamatan Srono, Genteng hingga Pesanggaran. Bulan ini, targetnya 30 jaring penghalang bisa terpasang di sejumlah sungai.

Di setiap titik jaring yang terpasang, setiap harinya menghasilkan hingga 600 kilogram sampah. Bahkan, ada satu titik yang dekat dengan kawasan penduduk sampahnya bisa tembus 2 kwintal. Sampah yang terjaring ini dikumpulkan, lalu dibawa ke gudang pengolahan di Kecamatan Bangorejo. Dalam gudang, sampah dipilah dan dicuci. Lalu, diproses lebih lanjut. “ Saat ini  pengolahan di Banyuwangi masih terbatas, faktor peralatan. Sebagian sampah ada yang dikirim ke Bali untuk diproses secara maksimal,” kata Manajer Sungai Watch Banyuwangi, Suhardiyanto. (udi)

ICDX Group Fasilitasi Perdagangan Perdana Lelang REC

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Indonesia Commodity & Derivatives Exchange Group (ICDX Group) melalui entitas besutannya yaitu Indonesia Climate Exchange (ICX) secara resmi memfasilitasi perdagangan perdana Renewable Energy Certificate (REC). Perdagangan REC perdana secara sukarela yang dijalankan ICX ini bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro.

Perdagangan perdana ini mencakup transaksi REC sejumlah 1,050 MWh, dengan harga pembukaan lelang Rp 35.000 dan penutupan lelang diharga Rp 38.000, atau naik 8,57 persen. Perdagangan ini menjadi sebuah bukti bahwa pelaku pasar dapat memperdagangkan instrumen iklim berbasis pasar melalui platform yang efektif, efisien, terbuka dan terbukti dari harga penutupan lelang yang semakin tinggi, didorong oleh permintaan yang meningkat.

Renewable Energy Certificate (REC) merupakan sertifikat yang membuktikan bahwa produksi tenaga listrik per megawatt hour (MWh) berasal dari pembangkit listrik non-fosil. Seperti pembangkit tenaga air, tenaga angin, tenaga surya, panas bumi ataupun pembangkit berbasis bioenergi.

Perdagangan REC yang terjadi di ICX dapat menjadi sebuah solusi berbasis pasar untuk memberikan insentif ekonomi kepada para pelaku pasar dan investor energi terbarukan. CEO ICDX Group, Nursalam, mengatakan, dengan menggunakan platform di ICX, pelaku industri akan diberikan kemudahan dalam hal akses pasar, serta perdagangan yang akuntabel dan transparan.

Hal ini tentunya membuka ruang bagi korporasi untuk dapat melakukan transisi menuju operasional rendah karbon. ICDX Group akan terus mendorong upaya dekarbonisasi melalui demokratisasi perdagangan karbon.

Harapan kami, tentunya apa yang telah kami jalankan ini, kedepannya bisa direplikasi untuk instrumen iklim lainnya seperti perdagangan karbon dengan skala yang lebih luas. Nursalam menambahkan, tentunya kami sangat mengapresiasi kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam program dekarbonisasi melalui perdagangan REC ini.

Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab menuju rendah emisi karbon adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk saat ini, beberapa korporasi yang telah berpartisipasi adalah PT Agrodana Futures, PT Phillip Futures, PT Victory International Futures, PT Magnet Berjangka Indonesia, PT Rajawali Kapital Berjangka, PT Handal Semesta Berjangka, serta beberapa entitas lainnya.

Kedepan, kami akan terus mengajak berbagai pihak, untuk turut serta dalam program ini. CEO Indonesia Climate Exchange (ICX) Megain Widjaja, mengatakan, terkait perdagangan REC sukarela ini, ICX tentunya telah melalui fase percobaan dan penyelarasan sesuai dengan standar global, baik dalam hal teknologi dan ekosistem.

ICX berkomitmen untuk terus mengembangkan ruang lingkup instrumen iklim lainnya agar dapat menjadi platform yang dapat dimanfaatkan bagi pemerintah dan para pelaku industri menuju operasional rendah emisi karbon.

Melalui transaksi REC ini, ICX dapat menjadi sebuah model baru penerapan perdagangan instrumen iklim khususnya perdagangan karbon secara luas dan mempercepat adopsi berbagai industri di Indonesia.

Pengembangan terkait perdagangan instrumen iklim memerlukan sinergi antar pelaku dan pemerintah agar dapat mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) secara unconditional sebesar 31,89 persen dan target conditional sebesar 43.2 persen dengan mekanisme Business as Usual (BaU) pada 2030 dalam upaya penurunan emisi karbon.

“Kami mengundang seluruh stakeholders untuk dapat bersama-sama melakukan upaya penurunan emisi karbon,” tambah Megain. REC berawal dari tahun 2014 dan semakin populer dikarenakan lahir gerakan RE100 yang dilakukan sekumpulan perusahaan besar dunia yang menargetkan konsumsi 100 persen listrik berasal dari energi terbarukan.

Untuk tahun 2030 ditargetkan porsi energi terbarukan sebesar 60 persen, tahun 2040 sebesar 90 persen dan 100 persen di tahun 2050. (bw)

 

Tim Spektronics ITS Juara Chem-E-Car Competition di India

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tim Spektronics dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meraih juara 1 Race Competition dan Juara 3 Poster Competition di ajang Synergicon Southern Asia Region Chem-E-Car Competition di India.

Team Leader Spektronics ITS, Bimo Bintang Aulia, mengatakan kompetisi yang digelar American Institute of Chemical Engineer (AIChE) secara luring di India ini merupakan kompetisi prototipe mobil yang digerakkan menggunakan reaksi kimia.

“Kompetisi ini juga menggelar perlombaan poster sebagai ajang pemaparan keamanan serta kelayakan mobil untuk dioperasikan. Pada kompetisi ini dijelaskan inovasi yang diusung pada mobil Spektronics 23 kami ini,” ujar Bimo melalui keterangannya, Senin (21/8).

Bimo menjelaskan, mobil Spektronics 23 ini mengusung penggunaan reaksi kimia berupa dekomposisi hidrogen peroksida dengan katalis ferri klorida. Hasil reaksi bahan kimia itu akan menghasilkan tekanan gas oksigen yang berfungsi untuk menggerakkan mobil.

“Selama tekanan oksigen pada reaktor itu masih ada, maka mobil akan terus melaju,” terang mahasiswa Teknik Kimia 2020 itu. Selain dengan tekanan oksigen untuk menggerakkan mobil, tim bimbingan Dr Rendra Panca Anugraha ST ini juga memberikan inovasi baru pada driving mechanism-nya.

“Untuk perlombaan di India ini, driving mechanism yang diciptakan untuk Spektronics 23 menggunakan bahan elektrikal berupa mikrokontroler yang bernama arduino nano yang berfungsi untuk mengontrol gerak dari mobil purwarupa ini,” jelas Bimo.

Mahasiswa yang tergabung dalam Divisi Technical ini mengakui, inovasi dengan memadukan sumber daya tekanan oksigen dengan mikrokontroler dapat menghasilkan energi yang efisien, namun optimal untuk penggunaan jarak jauh.

“Hal itu dikarenakan mikrokontroler akan mati-hidup secara bergantian untuk menghasilkan energi yang optimal dalam menggerakkan mobil,” katanya. Mobil purwarupa yang diusung tim yang beranggotakan Bernardus Krisna Brata, Dheas Pinda Prayoga, Achmad Fadjar Maulana Firdaus, dan Wiji Dharma Aditya ini pada saat kompetisi diwajibkan untuk melaju dengan track line lurus sejauh 21 meter.

Pada saat itulah penilaian terkait akurasi bahan kimia penggerak mobil dilakukan untuk bisa memberhentikan mobil sedekat mungkin dengan garis finish. Untuk menempuh 21 meter itu peserta diberikan dua kali kesempatan. Dalam percobaan pertama, mobil ini berhasil menempuh jarak sejauh 20,45 meter dan di percobaan kedua diperoleh jarak sejauh 20,8 meter.

“Jarak yang kami raih adalah jarak terjauh dibanding peserta lain dengan error hanya 20 senti pada percobaan kedua,” ungkapnya. Dengan hasil yang memuaskan pada kedua kesempatan itu dan sebagai satu-satunya delegasi dari Indonesia, tim Spektronics ITS berhasil menjadi Juara 1 dalam Race Competition disusul sebagai Juara 3 untuk Poster Competition.

Keberhasilan ini membawa tim Spektronics ITS untuk melaju ke kompetisi tingkat berikutnya berskala global untuk bersaing dengan para juara dari tiap region pada November mendatang di Orlando, Amerika Serikat. (red)