Antisipasi PMK, Pedagang Kambing Kurban di Banyuwangi Di-sweeping

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi menggelar sweeping pedagang ternak kurban, Kamis (22/6/2023) pagi. Kegiatan ini mengantisipasi  penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih rawan muncul.

Sweeping menyasar seluruh pedagang ternak kambing kurban yang menjamur di Bumi Blambangan. Petugas memeriksa ketat seluruh ternak yang ditawarkan pedagang. Sasarannya, pemeriksaan kondisi fisik ternak. Terutama, kondisi gigil yang harus poel. “ Pemeriksaan lainnya, kondisi fisik. Jika sehat, ternak akan lincah, bulunya klimis dan cuping hidung basah,” kata Plh. Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Drh. Nanang Sugiarto.

Dari 12 titik pedagang ternak yang diperiksa, seluruhnya dipastikan sehat. Pihaknya memberikan sertifikat veteriner bagi pedagang ternak yang dinyatakan sehat. Pemerikaan ini juga dilakukan serempak di 25 kecamatan di Banyuwangi. Kegiatan ini untuk memastikan seluruh hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat. “ Pemeriksaan ini fokus pada pedagang kambing berskala kecil. Sebelumnya, kami menyasar pedagang skala besar,” jelas Nanang.

Pemeriksaan kali ini menggunakan metode post mortem. Artinya, pihaknya hanya memeriksa kondisi luar ternak. Mulai asal – usul ternak, cara perawatan dan kondisi fisik ternak. Kegiatan ini sekaligus mengantisipasi kemungkinan ternak terjangkit PMK. Selain pemeriksaan fisik, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ante mortem saat pemotongan hewan kurban. Kegiatan ini akan dilakukan di setiap masjid yang melakukan kurban. Hal ini untuk memastikan daging yang akan dibagikan ke warga dalam kondisi sehat. “ Kami juga lakukan sosialisasi ke masjid-masjid yang akan melakukan kurban untuk memastikan kondisi ternaknya benar-benar sehat,” tegasnya.

Menurut Nanang, meski belum ada laporan lagi kasus PMK, Banyuwangi masih masuk zona merah. Artinya, masih rawan munculnya kasus. Apalagi, secara regional Jatim, kasus PMK masih kategori siaga. Lalu, prosentase vaksinasi ternak di Banyuwangi pada tahap 1 barumencapai 60 persen. “ Kalau sampai hari ini, belum ada lagi laporan PMK yang masuk. Tapi, bukan berarti sudah tidak ada. Bisa jadi, peternak ada yang tidak melapor,” tutupnya. (udi)

Terendah Nomor Empat di Jatim, Begini Gebrakan BPJS Kesehatan Banyuwangi Dongkrak Kepesertaan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) –  Kepesertaan BPJS Kesehatan di Banyuwangi ternyata masih rendah. Bahkan, di posisi keempat paling bawah di Jawa Timur. Hingga tahun 2023, jumlahnya baru mencapai 69,12 persen atau sekitar 800.000 orang.

Angka ini jauh dari jumlah penduduk Banyuwangi yang mencapai 1,7 juta jiwa. Mirisnya, dari peserta yang telah terdaftar justru didominasi warga kurang mampu. Iurannya dibayari pemerintah pusat dan daerah.  ” Peserta BPJS Kesehatan di Banyuwangi menempati posisi empat terendah di Jatim, setelah Blitar, Tulungagung dan Jember,” kata Relationship Officer Kepesertaan BPJS Cabang Banyuwangi, Catur Yuangga  usai  media gathering, Rabu (21/6/2023) siang.

Minimnya kepesertaan ini dipicu banyak hal. Salah satunya, rendahnya kepedulian warga untuk mendaftar. Bahkan, banyak  buruh pabrik di Banyuwangi yang belum tersentuh BPJS Kesehatan. “ Kami mendapati pabrik pengalengan ikan di Muncar. Saat ramai, tenaga kerjanya bisa 800 orang. Tapi, saat sepi hanya tinggal 70 orang. Ini juga kendala,” jelasnya.

Selama ini, peserta BPJS Kesehatan justru banyak yang dibayari pemerintah. Di Banyuwangi, Pemkab menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar untuk membayari BPJS Kesehatan masyarakat kurang mampu. Justru, kepesertaan yang mandiri relatif minim. Mereka yang dibayari pemerintah adalah golongan kelas 3. Nilai iurannya sebesar Rp35.000 per bulan. Dana untuk BPJS Kesehatan ini diambilkan dari bagi hasil cukai rokok.

Kepesertaan BPJS Kesehatan di Banyuwangi ini juga jauh di bawah cakupan nasional sebesar 90 persen. Tahun ini, secara nasional target kepesertaan BPJS Kesehatan sebesar 98 persen. Pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak kepesertaan BPJS, terutama jalur mandiri. Selama ini, warga yang terdaftar pada jalur mandiri hanya 210.525 orang. Kepesertaan dari sektor informal juga cukup rendah. Dari potensi pertumbuhan sekitar 2000 orang, yang mendaftar rata-rata hanya 600 orang per bulan. “ Kami terus meningkatkan mutu dan layanan yang mudah, cepat dan setara. Lalu, aktif berkeliling melakukan sosialisasi ke berbagai elemen. Salah satunya, perangkat desa dan warga terpencil,” jelasnya. (udi)

Bidik Kaum Milenial, Sinar Mas Land Bangun Rumah Rp 1,5 Miliar

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Badai covid-19 yang melanda sejak Februari 2020 memukul sendi perekonomian masyarakat di Indonesia. Tak terkecuali pasar property. Namun, memasuki 2023 permintaan sektor properti di Jawa Timur/Jatim, khususnya Surabaya, mulai menunjukkan pertumbuhan yang stabil.

Kini, Sinar Mas membidik kaum milenial dengan membangun rumah dengan harga Rp 1,5 miliar di kawasan Surabaya Barat. Penegasan itu dikemukakan Surabaya Division Head Sinar Mas Land, Aditya Susantio dan Head of Wisata Bukit Mas, Mario Kurniawan, serta Head of Sales and Promotion Sinar Mas Land Surabaya, Arvina Syawir, didampingi Head of Corporate Communications Sinar Mas Land, Atikah Sunarya di Clubhouse Colloseum, Perumahan Wisata Bukit Mas Surabaya Rabu (21/6).

Pada 2022 lalu, tercatat sektor real estate telah menyumbang cukup besar bagi pertumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jawa Timur. Geliat pertumbuhan properti yang menjanjikan di Surabaya mendorong Sinar Mas Land mengembangkan klaster Chelsea di Bukit Wisata Mas, Surabaya pada Januari 2023.

Menurut Mario Kurniawan, Klaster Chelsea membawa konsep “Bring the Nature Home” yang dirancang dengan pertimbangan kehidupan pasca pandemi dan dilengkapi dengan fasilitas 360֯ Green Belt Park untuk menghadirkan suasana alam hijau nan sejuk.

‘’Kehadiran klaster Chelsea melengkapi kemewahan Wisata Bukit Mas yang mengusung konsep perumahan Eropa yang indah. Letaknya yang berada di muka depan Wisata Bukit Mas memudahkan dan memberikan efisiensi waktu mobilisasi bagi penghuni,’’ kata Mario.

Aditya Susantio (kanan), Mario Kurniawan (no 2 dari kiri) dan Arvina Syawir (no 2 dari kanan). (foto/bw)

Wisata Bukit Mas terletak di lokasi yang sangat strategis di CBD Surabaya Barat. Penghuni hanya membutuhkan waktu 10 menit menuju pintu tol dan 5 menit menuju supermall, supermarket, serta fasilitas umum lain seperti sekolah, universitas, dan rumah sakit. Lokasi ini berada tepat di sisi Middle West Ring Road (MWRR) yang saat ini masih tahap pengembangan.

“Sinar Mas Land selalu mengedepankan kenyamanan & gaya hidup yang berkualitas bagi para konsumen. Klaster Chelsea dirancang sebagai compact home untuk keleluasaan dan keseimbangan hidup penghuninya,’’ tambah Arvina Syawir.

Dalam klaster Chelsea, penghuni bisa menikmati kualitas hidup di rumah dan lingkungan yang hijau untuk gaya hidup yang tenang, nyaman, serta refreshing. ‘’Fase pertama penjualan Chelsea mencapai target, sehingga kami siap meluncurkan fase 2 penjualan pada bulan Juli,’’ ujarnya.

Ini menunjukkan bahwa Wisata Bukit Mas menjadi salah satu pilihan hunian nyaman dengan nilai investasi tinggi di Surabaya karena inovasi di dalam produk maupun fasilitas, serta pertumbuhan infrastruktur yang begitu pesat.

Penjualan Klaster Chelsea fase 2 akan memasarkan 78 unit rumah dua lantai dengan desain yang compact dan teknologi modern. Klaster ini tersedia dalam beberapa tipe yaitu Tipe Peony dengan luas tanah 55m2 dan luas bangunan 77m2 dan Tipe Norway dengan luas tanah 66m2 dan luas bangunan 89m2 dapat dimiliki dengan harga mulai dari Rp 1,5 miliar dan Uang Tanda Jadi hanya 20 juta saja.

Klaster Chelsea menghadirkan rumah yang nyaman baik untuk beristirahat, bekerja, dan ragam aktifitas lainnya. Setiap rumah dilengkapi dengan master bedroom yang luas, serta fitur Day Bed yang dapat digunakan untuk bekerja, beristirahat dan dapat dimanfaatkan sebagai perpustakaan kecil.

Penghuni juga memiliki kendali rumah di genggaman tangan dengan fitur smart home system dan smart door lock yang terpasang di setiap unit. Chelsea juga menerapkan post-pandemic features berupa kotak pos dan penerimaan paket yang dilengkapi dengan UV sterilizer.

Untuk melengkapi kebutuhan rekreasi penghuni, klaster Chelsea juga dilengkapi dengan fasilitas umum berupa 360o outdoor facilities seperti outdoor gym, area taman yang luas, jogging track, area bermain anak, lapangan basket 3-on-3, green belt park, serta clubhouse dengan kolam renang khusus bagi para penghuni. (bw)

Duabelas Jemaah Haji Kuota Tambahan Gagal Terbang ke Tanah Suci

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sebanyak duabelas jemaah haji kuota tambahan di Embarkasi Surabaya gagal berangkat ke Tanah Suci karena tidak melunasi biaya haji hingga batas waktu yang ditentukan. Pada musim haji tahun ini, Jawa Timur/Jatim mendapat kuota tambahan haji sebanyak 1.300 orang.

Arab Saudi memberikan 8.000 kuota jemaah haji tambahan kepada Indonesia, dan 1.300 di antaranya untuk Jatim. Pelunasan kuota tambahan jemaah haji tersebut dimulai 8 hingga 12 Juni 2023.

Hingga batas waktu yang ditentukan Kementerian Agama, sebanyak 448 jemaah haji sudah melunasi biaya haji di Embarkasi Surabaya. Namun, sisanya, 12 jemaah haji tidak melunasi biaya haji, sehingga tidak bisa berangkat tahun ini.

Sebelumnya, tercatat sebanyak 53 orang yang tidak melunasi biaya haji dalam batas waktu, atau sebanyak 41 orang yang sanggup melunasi biaya haji. Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Husnul Maram, mengatakan para jemaah haji mengaku mengalami kendala saat akan melunasi biaya haji.

“Di antaranya, gagal sistem di bank, pengurusan dokumen seperti paspor dan visa haji, serta ada yang memilih untuk tidak berangkat haji tahun ini karena pasangannya tidak memiliki paspor haji di waktu yang sama,” kata Maram saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Rabu (21/6).

Namun, kata dia, Kementerian Agama Jatim menyayangkan sebanyak 12 orang tersisa tersebut tidak melapor maupun menyampaikan perkembangan terbaru kepada PPIH Embarkasi Surabaya.

Padahal, masih banyak jemaah calon haji yang rela antre menunggu puluhan tahun dan berharap bisa tertampung pada kuota haji tahun ini. “Dengan adanya kuota haji tambahan ini, PPIH Embarkasi Surabaya akan menambah empat kloter yang akan diterbangkan dengan pesawat Garuda Indonesia pada pengujung gelombang dua,” ungkap Maram. (red)

Kyai Muda Ganjar Ajak Petani Blitar Mandiri dengan Sistem Pertanian Terpadu

0

Blitar, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Kyai Muda Jawa Timur/Jatim dukung Ganjar Pranowo, mengajak petani di Blitar makin mandiri dengan metode sistem pertanian terpadu. Hal itu disampaikan Korwil Kyai Muda Jatim, KH Ali Baidlowi, dalam workshop yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Khusuk Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Jatim Selasa (20/6).

Melalui kegiatan itu diharapkan bisa mengedukasi warga sekitar yang mayoritas merupakan petani. Sehingga mereka bisa mengolah hasil pertanian agar bermanfaat bagi sektor perikanan dan peternakan, begitu juga sebaliknya.

“Tujuan kami yang pertama agar mereka mengetahui, yang kedua mereka bisa melakukan apa yang diajarkan mulai dari awal sampai akhir,” kata Ali. “Dari ternak untuk ternak, ke petani yang dimakan manusia, dan kembali lagi ke ternak lagi. Mereka bisa memanfaatkan itu, bisa menjadi petani yang mandiri tidak bergantung pada pupuk kimia,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, dilakukan praktik cara membuat silase dari rumput gajah dan pupuk kompos dari kotoran kambing. Adapun silase merupakan makanan ternak yang memiliki kadar air tinggi, diolah melalui proses fermentasi dengan bantuan jasad renik.

Dengan metode pengolahan pertanian terpadu ini diharapkan bisa menghemat waktu, tenaga, dan biaya petani. Namun, tetap memperoleh hasil pertanian, peternakan, maupun perikanan yang maksimal. Bahkan lebih berkualitas.

Kyai Muda Ganjar ajak petani Blitar mandiri dengan sistem pertanian terpadu. (foto/ist)

“Kami menginisiasi atas permintaan warga sendiri agar ada semacam pertanian terpadu antara peternakan, pertanian, dan perikanan yang mana mereka bisa memanfaatkan dari alam sekitar untuk kesejahteraan mereka melalui pelatihan ini,” jelas Ali.

Menurut dia, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga lantaran wilayah Blitar atau perbatasan Malang Selatan itu masih terdapat banyak daerah rerumputan. Selain itu, lokasi permukimannya juga belum terlalu padat penduduk.

“Mereka bisa membuat pakan ternak, menghemat waktu, dan juga memanfaatkan keberadaan kotoran-kotoran (ternak) tersebut menjadi magot atau pakan ternak yang lain,” kata Ali. “Kami praktik silases (juga), bagaimana memfermentasi pakan ternak untuk jadi lebih awet, bisa bertahun-tahun bertahan, mereka tidak perlu cari pakan tiap hari,” imbuhnya.

Hal senada dikemukakan salah seorang peserta bernama Ibnu Nuryansyah (24) yang menyebut acara yang digelar tersebut sangat bermanfaat dan menyenangkan. Acaranya cukup seru dan bermanfaat untuk semuanya.

‘’Karena kita mendapat ilmu baru dari segi pertanian peternakan. Semoga pada kesempatan selanjutnya ini hal positif yang bisa berlanjut ke depannya,” ungkap Ibnu. Kegiatan itu juga sebagai bentuk sosialisasi sosok Ganjar Pranowo di wilayah setempat. Di sela-sela acara, para hadirin melakukan doa bersama agar Ganjar jadi Presiden 2024-2029.

“Semoga Pak Ganjar Pranowo bisa menjadi Presiden 2024 dan juga mensejahterakan masyarakat Indonesia, terkhusus untuk petani di Indonesia,” pungkas Ibnu. (rid)

Ketua DPD RI Usul DPR Diisi Peserta Pemilu Unsur Perseorangan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengusulkan agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tak hanya diisi peserta pemilu dari unsur partai politik saja. Namun, juga diisi peserta pemilu dari unsur perseorangan.

Penegasan itu dikemukakan, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, usai menghadiri Forum Group Discussion (FGD) bertema ‘Perlunya Peserta Pemilu Perseorangan di DPR RI’ di Universitas Airlangga/Unair Surabaya Selasa (20/6).

Menurut LaNyalla, lembaga tertinggi negara berisi anggota DPR hasil pemilu dan Utusan Daerah serta Utusan Golongan. Karenanya, sebagai bentuk penyempurnaan Undang-Undang Dasar/UUD naskah asli melalui adendum, diusulkan perombakan mekanisme pengisian kursi anggota DPR.

Esensi dari Pancasila adalah sistem demokrasi tersendiri khas Indonesia. Hal itu mengingat Indonesia sendiri memiliki karakter yang khas. ‘’Esensi dari Pancasila dengan sebuah Sistem Demokrasi Tersendiri, atau khas Indonesia itu adalah sarana yang mampu menjalankan sistem demokrasi di sebuah negara yang memiliki konfigurasi sosial, budaya, ekonomi dan geografis yang amat kompleks,” kata LaNyalla.

Nantinya, kata dia, anggota DPD yang juga dipilih melalui Pemilu dari Unsur Perseorangan berpindah menjadi satu kamar di DPR RI. Karena pada hakikatnya mereka sama-sama dipilih melalui Pemilu legislatif.

LaNyalla menyebut, setidaknya ada tiga dampak positif dengan adanya anggota DPR RI peserta pemilu dari unsur perseorangan. Yakni, memperkuat mekanisme check and balances terhadap eksekutif.

Kedua, mencegah koalisi besar partai politik dengan pemerintah yang merugikan kepentingan rakyat. Ketiga, sebagai penyeimbang dan penentu dalam pengambilan keputusan-keputusan penting di DPR RI.

“Sehingga, keputusan yang diambil oleh DPR RI tidak hanya dikendalikan oleh ketua umum partai politik saja, karena anggota DPR RI dari unsur perseorangan tidak mempunyai ketua umum,” pungkasnya. (red)

KPU Banyuwangi Sahkan DPT Pemilu, Pemilih Menyusut 1.309 Orang

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – KPU Banyuwangi mengesahkan Daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu tahun 2024, Rabu (21/6/2023). Total pemilih aktif ditetapkan sebanyak 1.341.678 orang. Jumlah ini menyusut sebanyak 1.309 orang dibandingkan daftar pemilih sementara hasil pemutakhiran (DPS HP) yang ditetapkan sebelumnya.

Menyusutnya jumlah pemilih di Banyuwangi dipicu banyak hal. Terbanyak, disebabkan warga yang tidak memenuhi syarat. Salah satunya meninggal yang  mencapai 57,68 persen. Lalu, pemilih ganda sebanyak 13,90 persen, di bawah umur 2,75 persen, pindah alamat 2,85 persen dan menjadi TNI/Polri sebanyak 0,05 persen. “ Total pemilih tidak memenuhi syarat ini sebanyak 4.524 orang, naik dari sebelumnya di DPS HP,” jelas Ketua KPU Banyuwangi, Dwi Anggraeni usai rapat pleno penetapan DPT Pemilu.

Selanjutnya, DPT yang disahkan ini akan menjadi acuan pemilih dalam menyalurkan hak suara. Menurut Dwi, pihaknya belum bisa memastikan apakah masih ada proses perubahan lagi terkait DPT. Namun, pihaknya tetap mengacu pada aturan yang ditetapkan KPU Pusat. “ Apakah nanti dari DPT akan menjadi DPT HP, kami menunggu aturannya,” jelasnya.

Selain DPT, KPU Banyuwangi menetapkan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 5.135 tempat. Jumlah ini tersebar di 217 desa yang ada di 25 kecamatan. Dari DPT yang disahkan, terdapat jumlah pemilih baru sebanyak 1.195 orang. Lalu, perbaikan data pemilih sebanyak 30.194 orang. Selanjutnya, pemilih potensial non KTP elektronik sebanyak 15.201 orang. Dari sekian TPS yang ditetapkan, diantaranya terdapat 4 lokasi TPS khusus. Masing-masing, TPS Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan pondok pesantren (ponpes).  “ Data dalam DPT ini kami terima terakhir pada 18 Juni, pukul 00.00 WIB,” tutupnya.

Penetapan DPT Pemilu ini dipantau langsung Bawaslu Provinsi Jatim. Lembaga ini mengapresiasi kebersamaan KPU dan Bawasalu Kabupaten Banyuwangi dalam penyelenggaraan tahapan pemilu. “Kalau kami lihat, kerjasama dan koordinasi antara KPU dan Bawaslu Banyuwangi sudah terjalin baik. Ini tentunya untuk pelaksanaan kelancaran Pemilu,” kata Anggota Bawaslu Jatim, Purnomo Satriyo Pringgodigdo. (udi)

Oknum Guru Ngaji Tertangkap Bawa Sabu saat Masuk LP Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Aksi penyelundupan sabu kembali digagalkan petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Banyuwangi, Rabu (21/6/2023) siang. Kali ini, pelakunya seorang guru ngaji berinisial MS (49), asal salah satu pondok pesantren (ponpes) di Glenmore, Banyuwangi. Saat kejadian, pelaku hendak bertugas mengajari mengaji warga binaan. Polisi masih mengembangkan temuan ini.

Dari tangan pelaku, petugas mendapati satu bungkus sabu-sabu. Barang haram itu disembunyikan di dalam dompet kunci mobil. Temuan ini berawal dari kecurigaan petugas jaga LP Banyuwangi. Sekitar pukul 09.30 WIB, MS yang ditunjuk salah satu ponpes tiba di LP. Dia sedianya melakukan pembinaan kerohanian di dalam LP. Begitu melintasi pintu jaga, petugas langsung melakukan pemeriksaan. Betapa terkejutnya. Ketika memeriksa dompet kunci, ditemukan plastik kecil berisi serbuk putih. Ternyata, narkoba jenis sabu-sabu.

Petugas LP langsung melaporkan temuan ini ke personel Reserse Narkoba Polresta Banyuwangi. Tak berselang lama, polisi tiba. Pelaku hanya bisa pasrah ketika diperiksa polisi. Pelaku juga menjalani tes urine. Hasilnya positif mengkonsumsi narkoba. Kepada petugas, MS mengaku usai mengkonsumsi sabu pada malam hari sebelum ke LP.  “ Temuan sabu ini berawal dari kecurigaan petugas jaga. Setelah diperiksa, ternyata ditemukan sabu dalam dompet kunci,” kata Kepala LP Banyuwangi, Wahyu Indarto.

Sebelum ditemukan membawa sabu, MS baru 3 kali mengajar ngaji di LP Banyuwangi. Sebelumnya, petugas sempat curiga dengan gelagat pelaku. Usai mengajar ngaji, dia meminta tes tekanan darah. Kala itu, MS terlihat mirip mengkonsumsi barang terlarang. Namun, karena tak cukup bukti, petugas tidak berani melakukan penangkapan. Kecurigaan ini akhirnya ditindaklanjuti ketika MS berkunjung ke LP lagi. “ Jadwal mengajar ngaji memang setiap Rabu. Akhirnya dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan ditemukan sabu,” jelas Wahyu.

Penangkapan oknum guru ngaji di LP ini membuktikan jika pemeriksaan pengunjung tidak pandang bulu. Artinya, siapapun wajib melalui pemeriksaan ketat ketika hendak berkunjung ke LP. “ Ini juga membuktikan jika kami terus melakukan perang terhadap peredaran narkoba di LP,” tutup Wahyu. (udi)

Selama 2022, PLN NP Produksi 42,5 Juta MWh Energi Listrik

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – PLN Nusantara Power (PLN NP)mencatat, selama 2022 telah memproduksi dan menyalurkan sebesar 42.523.064 Megawatt hour (MWh) kepada PLN untuk didistribusikan kepada masyarakat Indonesia. Kinerja produksi listrik ini melampaui dari yang ditetapkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2022 dari sebesar 38.833.866 MWh atau 9,5 persen lebih besar dari target tahun 2022.

Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah, mengatakan kinerja ini tidak terlepas dari komitmen seluruh karyawan dalam menghadirkan nyala terang listrik berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Kinerja operasional ini juga menjadi penanda perusahaan mampu mempertahankan eksistensinya pascapandemi.

“Sebagai subholding pembangkit terbesar di Asia Tenggara, kami berkomitmen menjalankan operasional perusahaan dengan sungguh-sungguh. Seluruh karyawan PLN NP telah bertekad dan berkomitmen dalam menghadirkan energi listrik untuk menerangi pertiwi, secara efisien, tepat danberlandaskan asas ramah lingkungan,” kata Ruly, di Surabaya Rabu (21/6).

Sepanjang 2022 juga menjadi tahun energi bersih bagi PLN NP. Sebanyak 20 unit pembangkit telah diujicobakan pada implementasi co-firing (teknologi substitusi batu bara dengan biomassa) yang mempercepat pemenuhan bauran energi baru terbarukan (EBT) 23 persen pada 2025.

Di antaranya, 16 unit telah berhasil go live komersil co-firing. Tercatat, PLN NP telah menghasilkan 250.351,25 MWh kumulatif energi bersih dari co-firing dengan total biomassa yang terserap mencapai 230.450,86 ton biomassa.

“Tidak berhenti di sini saja, pasokan energi bersih juga turut dihasilkan dari unit pembangkit berbasis air dan surya yang dimiliki PLN NP seperti PLTA Brantas, PLTA Cirata, serta PLTS Terapung Cirata yang akan segera menjadi PLTS Terapung terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 145 MWac,” ujar Ruly.

Digitalisasi juga menjadi salah satu poin penting yang diperhatikan perusahaan. Melihat tren di dunia yang bergeser ke arah digital, dengan cepat dan sigap PLN NP mengambil peluang dan menerapkan digitalasi pembangkit sebanyak 16 unit melalui inovasi ICORE (Intelligence Center of Optimization

Reliability and Efficiency). Digitalasi pembangkit PLN NP juga menembus target yang awalnya hanya 13 unit. “Co-firing dan ICORE menjadi inovasi kami dalam mendorong efisiensi di unit pembangkit. Khususnya cofiring, inovasi ini menjadi salah satu tumpuan kami dalam upaya mengurangi emisi karbon nasional.Sebanyak 386.244 ton CO2 telah berhasil kami hindari untuk dilepas ke udara melalui program co-firing sepanjang tahun 2022,” tambah Ruly.

PLN NP terus berkomitmen untuk bertumbuh kembang bersama masyarakat dan lingkungan di sekitar unit bisnisnya. Terbukti, sepanjang 2022, lima penghargaan PROPER Emas dan empat PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil diraih PLN NP. (red)

Periksa Hewan Kurban, Banyak Ditemukan Sapi Terluka

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Menjelang Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya mengecek stan penjualan dan memeriksa kesehatan hewan kurban di sejumlah wilayah di Kota Surabaya. Hasilnya, banyak hewan kurban yang sakit mata, diare dan luka lecet terkena gesekan saat pengiriman.

Meski demikian, seluruh hewan kurban ini bebas penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skin disease (LSD) dan Lato-lato. Sentra penjualan hewan kurban di ruas Jalan Raya Ir Soekarno (MERR Gunung Anyar) Surabaya menjadi sasaran utama petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya untuk melakukan pemeriksaan massal hewan kurban. Seluruh hewan kurban diperiksa menggunakan ante mortem.

Kepala Bidang Peternakan DKPP Surabaya, Sunarno Aristono, mengatakan di sentra penjualan hewan kurban ini total ada 22 lapak pedagang yang menjual hewan kurban, terdiri dari 1.154 ekor sapi, 1.465 ekor kambing dan 10 ekor domba. Rata-rata hewan kurban tersebut ada yang didatangkan dari luar kota.

Seluruh hewan kurban yang diperiksa kondisinya sedang dalam keadaan sehat semua. Hewan kurban tersebut juga disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari tempat asalnya. Sehingga, sudah dipastikan aman dan sehat.

‘’Ada beberapa yang mengalami luka lecet karena saat pengiriman terkena gesekan di truk atau mobil pengangkut hewan kurban,” terang Sunarno, Rabu (21/6). Meski demikian, hewan kurban tersebut sudah memenuhi syarat untuk menjadi hewan kurban sesuai ketentuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skin disease (LSD) dan Lato-lato.

Salah satu penjual hewan kurban, Nurkholis, mengaku senang dan terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini. “Saya jadi tidak perlu khawatir dengan kondisi kesehatan hewan kurban yang dijual ini. Selain itu, juga membuat pembeli nyaman dan aman untuk membeli hewan kurban,” katanya.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini akan dilakukan selama beberapa hari ke depan hingga H-1 perayaan Hari Raya Idul Adha. Tujuannya untuk memastikan seluruh kondisi hewan kurban di Surabaya dalam kondisi sehat. Termasuk menyosialisasikan kepada penjual agar menjaga kebersihan kandang. (red)