FK Unair Kukuhkan Tiga Guru Besar dari Belanda

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya mengukuhkan tiga guru besar mitra (Adjunct Professor Inauguration) sekaligus. Gelar Adjunct Professor baru untuk kali pertama kali ini diberikan kepada Prof dr Pancras C. W. Hogendoorn, Prof dr Jan M. M. van Lith, dan Prof dr Wilco C. Peul. Ketiganya merupakan profesor dari Leiden University, Belanda.

“Adjunct Professor Inauguration ini memperkuat hubungan antara FK UNAIR dan Leiden University Belanda yang terjalin sejak tahun 2017. Kami berharap akan terus meningkat ke depannya,” kata Dekan FK Unair, Prof Dr Budi Santoso, dr SpOG Subps FER, ditemui seusai acara di Aula FK Unair, Kamis (11/5).

Dengan kolaborasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan rekognisi dan paparan FK Unair pada dunia pendidikan kesehatan di tingkat internasional. Saat ini, Leiden University Belanda masuk dalam jajaran 100 kampus terbaik di dunia.

Selain sebagai kampus tertua di Belanda yang tentunya memiliki sejarah perkembangan pendidikan yang panjang. “Secara emosional, kami juga memiliki kedekatan. FK Unair yang saat ini berusia 100 tahun juga menjadi salah satu kampus tertua di Indonesia. FK Unair yang saat itu masih bernama NIAAS pada tahun 1948 juga dipimpin orang Belanda,” jelas Prof Bus, sapaan akrab Prof Budi Santoso.

Dengan menggandeng tiga Adjunct Professor baru ini, Prof Bus menargetkan peningkatan capaian dari segi kualitas dan kuantitas. Terutama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan penelitian & pengabdian masyarakat.

Tiga professor ini merupakan pakar dari berbagai departemen. Prof dr Pancras C. W. Hogendoorn adalah seorang pakar ahli jaringan tumor, dan nantinya akan aktif dalam Departemen Patologi Anatomi. Sedangkan, Prof dr Jan M. M. van Lith sebagai pakar di bidang Fetomaternal yang akan bergabung ke Departemen Obstetri & Ginekologi.

Sementara, Prof dr Wilco C. Peul sebagai pakar bedah saraf dan tulang belakang yang akan bergabung dalam Departemen Bedah Saraf. Dilantik menjadi Adjunct Professor, Prof dr Pancras C. W. Hogendoorn optimistis kolaborasi ini akan menguntungkan kedua belah pihak.

FK Unair bisa mempelajari bagaimana para dokter di Leiden University menangani suatu kasus. Disisi lain, dari Leiden University juga bisa memperluas paparan pengetahuan, mengingat kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan sangat luas di Indonesia.

Misalnya, dalam bidang obstetric dan ginekologi dengan kasus AKI (Angka Kematian Ibu dan Anak) yang disebabkan oleh kanker dan preeklamsi. “Kita akan banyak bertukar pemikiran melalui riset. Sehingga, kami harapkan nanti akan ditemukan solusi untuk menyumbang pemecahan pada permasalahan kesehatan yang ada. Tentu dengan kekuatan masing-masing. Mungkin Belanda dengan teknologinya, di sini dengan banyaknya kasus,” ungkapnya.

Dekan Leiden University ini juga berharap, kolaborasi ini bisa bertahan lama dan diteruskan hingga generasi selanjutnya. “Kami berharap tidak hanya berhenti di kami. Tapi, profesor dan dosen muda di kampus kami bisa melanjutkan hubungan baik ini sehingga terus ada regenerasi,” pungkasnya. (red)

PLTU Jawa 7 Raih Penghargaan Proyek Terbaik di Dunia dari RRT

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Salah satu unit pembangkit milik PLN Nusantara Power (PLN NP), PLTU Jawa 7 meraih Penghargaan Proyek Teknik Berkualitas Nasional Tiongkok, yang diberikan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Penghargaan ini diraih atas prestasi PLTU Jawa 7 dalam bidang desain, konstruksi, engineering, operasi, keuangan, serta HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).

PLTU Jawa 7 merupakan satu dari tiga terbaik proyek luar negeri lintas bidang yang digagas oleh RRT dan bekerja sama dengan perusahaan afilisasi di negara tersebut. PLTU Jawa 7 juga menjadi satu-satunya proyek di Indonesia yang mendapatkan penghargaan tersebut.

Direktur Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (PT SGPJB), Lu Chengjun, mengatakan komitmen PLTU Jawa 7 sebagai salah satu PLTU terbaik di Indonesia dalam memasok listrik yang andal dan berkualitas.

Dalam menghadirkan listrik, lanjut Chengjun, seluruh manajemen dan karyawan bertekad untuk meningkatkan kualitas di setiap lini, bahkan sejak sebelum konstruksi berjalan. “Penghargaan dari pemerintah RRT ini merupakan bukti komitmen dan keseriusan kami dalam merancang, membangun, mengoperasikan, serta merawat PLTU Jawa 7 dengan semangat dan tekad mencapai keunggulan, serta berani berinovasi dan keunggulan melalui perbaikan berkelanjutan,” ungkap Chengjun, Kamis (11/5).

PLTU Jawa 7 mendapatkan penghargaan ini setelah sebelumnya memenuhi syarat untuk seleksi, yaitu mendapatkan penghargaan dan rekomendasi dari state council RRT. Hanya proyek-proyek dengan keunggulan dibidang desain, konstruksi, manajemen dan operasi yang memiliki kesempatan untuk memenangkan penghargaan ini, mengingat tahap seleksi dan pemantauan yang ketat dari pemerintah RRT.

Proses validasi pun tidak saja dilakukan dengan cara paper based, melainkan dilaksanakan kunjungan langsung ke lapangan pada setiap perencanaan pembangunan, proses konstruksi dan diawasi langsung oleh pemerintah RRT. Ketatnya persaingan terlihat dari jumlah proyek yang bersaing.

Lebih dari 300 perusahaan lintas sektor yang bersaing dan memperebutkan penghargaan ini. PLTU Jawa 7 dibangun dengan skema membentuk Joint Venture Company (JVC) IPP yaitu PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (PT SGPJB) yang merupakan konsorsium antara perusahaan asal Tiongkok, China Shenhua Energy Company Limited (CSECL) dan anak perusahaan PLN Nusantara Power, PJB Investasi (PJBI).

Kepemilikan saham CSECL mencapai 70 persen dan 30 persen saham dimiliki PJBI. Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat semenjak proyek PLTU Jawa 7 digagas.

Menurut dia, proyek ini menjadi salah satu proyek percontohan yang baik dari kerja sama dua negara. Melalui PLTU Jawa 7 kami membuktikan bahwa tidak saja kami mampu menghadirkan listrik berkualitas yang berasaskan pengelolaan lingkungan.

‘’Kami juga dapat memberikan nilai lebih dalam membawa nama baik perusahaan juga Indonesia di mata investor dan negara asing,” jelas Ruly. PLTU berbasis batubara yang terletak di Serang, Provinsi Banten ini merupakan salah satu PLTU terbesar di Indonesia dengan total kapasitas sebesar 2 × 1.050 Megawatt (MW).

Unit pembangkit ini juga menjadi unit pembangkit listrik yang ramah lingkungan dengan kapasitas unit tunggal terbesar, parameter tertinggi, dan indikator terbaik yang dibangun serta diinvestasikan oleh Tiongkok di luar negeri.

Dari sisi teknologi, PLTU ini merupakan pembangkit besar pertama di Indonesia yang menggunakan boiler Ultra Super Critical (USC) yang dapat meningkatkan efisiensi pembangkit hingga 15 persen lebih tinggi dibandingkan non USC.

Teknologi USC juga membuat emisi yang dihasilkan menjadi lebih rendah sehingga lebih ramah lingkungan. Kelebihan lain dari PLTU Jawa 7 yaitu dalam operasinya menggunakan SWFGD (Sea Water Flue Gas Desulfurization).

Sistem ini sangat ramah lingkungan, SWFGD mampu menurunkan emisi Sulfur dari pembakaran lebih dari 90 persen. Sehingga emisi sulfur dari PLTU Jawa 7 sangat rendah. Selain itu, penyaluran batubara dari tongkang menggunakan tubular belt conveyor sepanjang 4 kilometer, sehingga tidak ada batubara yang tercecer. (red)

Enam Guru Besar Dikukuhkan, Rektor Unair Tekankan Pentingnya Kontribusi Pendidikan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof Mohammad Nasih, kembali mengukuhkan enam guru besar baru, di Aula Garuda Mukti Unair Kampus C Mulyorejo Surabaya, Kamis (11/5). Dengan bertambahnya guru besar, Prof Nasih, ingin atmosfer pendidikan di lingkungan kampus semakin bagus dan menjadikan Unair sebagai perguruan tinggi yang komprehensif.

“Perguruan tinggi yang komprehensif adalah perguruan tinggi yang tidak hanya bagus dan excellence di bidang pembelajaran. Namun, juga bagus di bidang riset dan pengembangan ilmu pengetahuan serta inovasi,” ungkapnya.

Dengan menjadi guru besar, Prof Nasih menyebut, amanah yang diemban akan semakin besar, terutama soal pengembangan komunitas pendidikan di berbagai lini. Sebab, menurutnya, jabatan guru besar yang merupakan insan terdidik harus mampu menjadi sumber rujukan bagi kajian ilmu tertentu dan bertanggungjawab atas ilmunya.

“Dengan jabatan guru besar ada kewenangan-kewenangan tertentu yang sudah dipegang. Termasuk didalamnya melakukan riset, bimbingan, dan pengujian terhadap calon-calon akademia,” jelasnya. Nasih menambahkan, bahwa peran pendidik memiliki kontribusi yang besar dalam perkembangan dunia.

Apalagi, ilmu pengetahuan dapat menjadi dua mata pisau, yakni sisi positif dan negatif. Sehingga, menurutnya, tidak jarang pengetahuan justru didesain hanya untuk memenuhi kepentingan pemilik modal.

Apalagi, banyak fenomena yang dibicarakan dengan tendensi positif, padahal realitanya sebaliknya. “Misalnya, pertumbuhan UMKM itu 50 persen bahkan 200 persen. Sementara, pertumbuhan Industri besar hanya lima persen. Menilik dari komposisi persentasenya mungkin benar, tapi coba lihat realitas yang sesungguhnya,” katanya.

Karena itu, Nasih berharap, ide dan gagasan guru besar dapat terealisasi. Sehingga, mampu memberikan kebermanfaatan nyata kepada masyarakat. “Kami berharap dengan kontribusi guru besar baru dapat memberikan alternatif bagaimana agar tata dunia baru ini bisa lebih adil, proporsional, dan ini harus dilakukan dengan banyak penelitian,” tambahnya.

Untuk diketahui, enam guru besar tersebut yakni Prof Dr Agung Sosiawan drg MKes dari Fakultas Kedokteran Gigi, serta Prof Dr Noorlailie Soewarno SE MBA Ak, Prof Dr Wasiaturrahma SE MSi, Prof Dr Rossanto Dwi Handoyo SE MSi PhD, Prof Dr Indrianawati Usman MSc, dan Prof Dr Sri Herianingrum SE MSi, yang kelimanya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. (red)

Keren !! Banyuwangi Gelar Sertifikasi Profesi Pariwisata Berstandar ASEAN

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Geliat pariwisata di Banyuwangi mulai didukung tenaga profesional. Bahkan, berstandar ASEAN.  Hal ini menyusul digelarnya Sertifikasi Profesi Kerja Pariwisata yang digelar oleh Badan Nasional Serifikasi Profesi (BNSP).

Sedikitnya 200 para pekerja pariwisata berkesempatan mengikuti sertifikasi profesi ini. Mereka berasal dari sejumlah perusahaan dan asosiasi pramuwisata di Bumi Blambangan. Mulai perhotelan, restoran hingga jasa akomodasi pariwisata. Kegiatan ini melibatkan 22 asesor. Yang membanggakan, seluruhnya dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) lokal Banyuwangi. Adalah LSP Bumi Sejahtera Banyuwangi yang menggawanginya. Para asesor ini berasal dari sejumlah profesi pariwisata di Bumi Blambangan. Diantaranya, eksekutuf perhotelan, General Manager Hotel, Manager Resto hingga akademisi. Mereka menjadi asesor pada 15 bidang pariwisata. Rinciannya, 13 bidang perhotelan, 1 biro perjalanan wisata dan 1 pemandu wisata dan tour manager.

Sertifikasi tingkat ASEAN ini akan menjadi modal membawa image pariwisata Banyuwangi ke dunia internasional. “ Ini kebanggaan  Banyuwangi. Kita berkesempatan menggelar sertifikasi profesi pariwisata yang didanai BNSP,” kata Manajer Sertifikasi LSP Bumi Sejahtera Banyuwangi, Dr. (Cand) Rohimah, Kamis (11/5/2023) siang.

Kegiatan sertifikasi digelar dua hari, Rabu (10/5/2023) hingga Kamis (11/5/2023). Para peserta mendapatkan ujian sertifikasi sesuai bidang masing-masing. Sejumlah skema ujian yang diberikan diantaranya, public area, room attendant, resepsionis, waitress,, head waitress, tour manager, travel consultant dan demi chef. “ Sebenarnya, kebutuhan untuk sertifkasi profesi pariwisata ini sangat besar. Masih ada sekitar 100 pramuwisata yang belum berkesempatan ikut,” jelasnya.

Sertifikasi berstandar ASEAN ini juga tak sembarangan. Di Jawa Timur, belum semua kabupaten memiliki LSP Pariwisata berstandar ASEAN. Hadirnya LSP lokal ini memudahkan para pramuwisata mendapatkan sertifikasi profesi, tanpa harus ke Jakarta atau Bali. “ LSP kami sebagai kepanjangan BNSP juga bisa memberikan perpanjangan sertifikat profesi pariwisata,” tutup Rohimah. (udi)

Unusa dan IOM PBB Bantu Warga Migran

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama International Organization for Migration Perserikatan Bangsa-Bangsa (IOM PBB) melakukan pengabdian masyarakat (pengmas) berskala internasional. Pengabdian tersebut seiring dengan deklarasi PBB dalam resolusi 72/130 terkait peringatan The International Day of Living Together in Peace atau Hari Hidup Berdampingan dalam Damai, yang jatuh pada 16 Mei.

“Ini ke-bhinneka-annya tinggi dan nahdliyin-banget, makanya FK (Fakultas Kedokteran) Unusa harus menjadi bagian dari hari internasional ini,” kata Head of Advisory Board Pengmas Internasional Unusa, dr Dwikoryanto, Kamis (11/5).

Menurut dia, mitra strategis yang terlibat dalam kegiatan ini adalah IOM, organisasi di bawah PBB yang berfokus di bidang migrasi. “Ibarat berkah Allah turun melalui IOM, sehingga kami belajar banyak tentang isu migran internasional,” jelasnya.

Dekan FK Unusa, Dr dr Handayani, menyebut, jika kegiatan ini akan menambah exposure untuk aktif berkontribusi dalam pergaulan internasional. Para profesional nusantara, lanjut Handayani, tidak boleh berdiam diri.

Harus proaktif mengambil peran. Termasuk para dokter dan mahasiswa FK Unusa. Selain itu, agar para pengungsi itu punya kesempatan belajar sesuatu yang baru dan tumbuh bersama-sama kita. Kerja sama FK Unusa dengan IOM ini telah dimulai pada Desember 2022.

‘’Bulan Desember dianggap istimewa karena ada Hari Ibu pada 22 Desember dan Hari Migran Internasional pada 18 Desember. FK Unusa mengundang IOM untuk bicara tentang migran, tapi concern-nya ke kesehatan mental perempuan,” terangnya.

Sedangkan, Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) FK Unusa, dr Hafid Algristian, mengatakan bahwa caregiver atau perawat lansia banyak dibutuhkan keberadaannya di hampir seluruh keluarga di Indonesia maupun di luar negeri.

Secara tidak langsung, Caregiver memiliki peran penting dalam kehidupan lansia. Merawat lansia merupakan pekerjaan yang mulia, karena perawat secara langsung terlibat dalam kehidupan lansia untuk membantunya hidup lebih baik.

Terlebih lagi pada lansia dengan kondisi kesehatan tertentu yang menggantungkan hidupnya dari bantuan orang lain. Selain dibutuhkan kesabaran, ilmu pengetahuan dalam merawat dan mengasuh lansia menjadi hal utama yang harus dimiliki.

‘’Dengan berbekal ilmu pengetahuan yang matang, perawat akan lebih percaya diri dalam memberikan perawatan atau tindakan kepada pasien,” pungkasnya. (red)

Enam Camaba Tunanetra Jalani Tes UTBK SNBT di Unesa

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sebanyak enam peserta disabilitas (penyandang tunanetra) menjalani Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui Ujian Tulis berdasarkan Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Selama ujian berlangsung, setiap peserta disabilitas didampingi seorang pendamping dan dijaga dua pengawas dalam satu ruangan.

UTBK SNBT khusus peserta disabilitas (penyandang tunanetra) ini hanya digelar satu hari dalam satu sesi dan hanya digelar di Unesa atau lokasi terdekat dengan domisili peserta. Ke enam peserta yang mengalami keterbatasan penglihatan ini menjalani ujian di ruang ujian khusus di ruang Training Center PPTI Kampus Unesa Lidah Wetan Surabaya.

Kepala Sub Direktorat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Akademik Unesa, Dr Sukarmin, mengatakan, enam peserta penyandang tunanetra ini menjalani ujian dengan menggunakan alat khusus. Dalam UTBK kali ini, yang membedakan yakni dari segi soal.

Untuk peserta disabilitas, jumlah soal yang harus dijawab ada 90 soal dengan waktu yang sama seperti peserta ujian pada umumnya. Jumlah soal tidak sebanyak yang normal, dari segi waktu sama seperti ujian umumnya.

‘’Karena, speed untuk membaca kan butuh waktu. Dan, peserta tunanetra menggunakan alat khusus,” jelas Sukarmin, Kamis (11/5). Khusus untuk peserta disabilitas, pihaknya menyediakan perangkat khusus, seperti reglet, stilus, kertas, headset dan software Non Visual Desktop Access (NVDA) atau program screen reader yang memudahkan peserta tunanetra dalam membaca soal ujian lewat suara.

“Bagi peserta disabilitas yang kesulitan dalam mendeskripsikan gambar misalnya, mereka bisa meminta bimbingan dari pendamping maupun pengawas,” ujarnya. Tak hanya itu, para peserta disabilitas ini juga akan didampingi pengawas serta relawan khusus dari dosen dan mahasiswa PLB Unesa untuk membantu mereka.

“Tugas pengawas tentu saja memastikan tidak ada kecurangan, memfasilitasi agar peserta nyaman mengerjakan, memastikan sistem berjalan lancar. Jadi, ketika ada trouble bisa segera diatasi,” ungkapnya.

Pada UTBK SNBT tahun ini, jumlah peserta yang mengikuti ujian di Unesa sebanyak 23.252 orang, enam di antaranya adalah peserta disabilitas. Mereka akan bersaing untuk mengisi sebanyak 8.088 kuota yang disediakan.

UTBK SNBT Unesa tahun ini digelar dalam dua gelombang. Gelombang pertama digelar mulai 8-14 Mei 2023, dan gelombang kedua pada 22-28 Mei 2023. (red)

Bawa 14 Tim Dokter, RS Terapung Unair Skrining Kesehatan Warga Pedalaman

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA), Universitas Airlangga (Unair) Surabaya kembali melakukan pengabdian masyarakat kepulauan. Kali ini, RSTKA akan melakukan pelayanan kesehatan menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai 10 Mei hingga 6 Desember 2023 dengan membawa 14 tenaga medis, terdiri dari dokter spesialis dan dokter umum.

Direktur RSTKA, dr Agus Harianto, mengatakan, keberangkatan RSTKA ini menjadi yang pertama di tahun ini. Dalam pelayarannya kali ini, RSTKA membawa 14 tenaga medis yang terdiri dari tujuh dokter umum, satu dokter spesialis THT, dan 6 dokter level chief atau dokter yang akan lulus dalam waktu dekat dan berhak menyandang status sebagai spesialis, atau mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) tingkat akhir Unair.

Pelayanan kesehatan yang dilakukan selama pengabdian bagi masyarakat kepulauan di NTT dan NTB. Antara lain, skrining atau mendeteksi dini beragam penyakit. Mulai kasus penyakit jantung bawaan (PJB) yang dinilai penting.

Karena berdasarkan data jumlahnya tujuh hingga sembilan persen dari angka kelahiran hidup setiap tahun. Operasi-operasi (terkait penyakit jantung bawaan) saat ini sudah canggih. Tapi apakah masyarakat kepulauan itu sudah menikmatinya.

‘’Makanya, misi kita adalah apapun operasi yang bisa dilakukan (RSUD Dr Soetomo) juga harus bisa dinikmati masyarakat kepulauan, karena setiap orang pulau berharga,” kata dr Agus saat melepas tim dokter RSTKA di FK Unair, Kamis (11/5).

Selain itu, upaya pencegahan dan eliminasi stunting, upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi, kegiatan-kegiatan community development dan kegiatan pelayanan kesehatan rujukan sesuai permintaan, terutama bagi masyarakat pedalaman.

Masalah stunting mendapat perhatian khusus tim dokter RSTKA, karena NTT dan NTB menjadi salah satu wilayah di Indonesia dengan angka stunting yang cukup tinggi. Kemudian kenapa stunting? Karena, itu berkaitan dengan generasi bangsa.

Ini salah satu upaya kita untuk membantu menyelesaikan masalah stunting. NTT dan NTB masih menjadi salah satu wilayah di Indonesia dengan angka stunting yang cukup tinggi. ‘’Kenapa kami memilih NTT dan NTB sebagai wilayah pengabdian RSTKA. Sementara, Presiden RI Joko Widodo menetapkan target harus di bawah 14 persen, sekarang masih 21 persen (se-Indonesia),” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unair, Prof Dr Budi Santoso, mengatakan, pada pelayanan kali ini, Tim RSTKA tidak hanya terdiri dari dokter FK Unair, namun juga melibatkan sejumlah dokter dari FK universitas lain.

Tentu semangatnya, bukan menyelesaikan seluruh masalah, tapi kita memberi contoh model institusi lain atau daerah-daerah lain agar bisa mencontoh. Kali ini dokter baru lulus fresh graduate angkatan 2014-2015 ada dari FK Unair dua orang.

‘’Sisanya dari lulusan metodis Medan, Bandung, Unisma, UNS, kita memang open recruitment,” ujar Prof Bus, sapaan akrab Prof Budi Santoso. Seperti diketahui, sejak 2018 lalu, RSTKA ini mulai berlayar dari pulau ke pulau di Indonesia.

Setelah bersandar di sebuah pulau, tim dokter melakukan pelayanan kesehatan dasar ke darat. Namun, apabila dibutuhkan tindakan operasi, pasien akan dibawa ke kapal untuk menjalani tindakan operasi. (red)

Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan masih Tinggi, Begini Cara OJK Mengatasinya

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Menjamurnya sektor jasa keuangan ternyata belum diikuti pemahaman masyarakat menggunakannya. Data tahun 2022, secara nasional tingkat pemahaman atau literasi masyarakat terhadap jasa keuangan di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapai 49,86 persen. Jumlah ini naik 11,83 persen dibandingkan tahun 2019.

Meski angka literasi naik, ternyata belum sepadan dengan tingkat inklusi atau penggunaan jasa keuangan. Angka inklusi jasa keuangan nasional mencapai 85,01 persen di tahun 2022. Jumlah ini naik sekitar 8,82 persen di tahun 2019. Perbedaan angka literasi dan inklusi jasa keuangan ini memicu berbagai persoalan. Salah satunya, masih banyak masyarakat terjerat jasa keuangan bodong atau ilegal. “ Karena itu, kami ingin meningkatkan  angka literasi masyarakat terhadap jasa keuangan. Literasi dan inklusi ini tidak boleh ada gap yang tajam,” kata Giri Tribroto, Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur disela Journalist Class ke-5 di Surabaya, 8-9 Mei 2023.

Khusus di Jawa Timur, indeks literasi keuangan mencapai 55,32 persen. Sedangkan, inkluasi keuangan tembus Rp 92,99 persen. Data ini masih berada di atas rata-rata nasional. Meski begitu, kondisi cukup mengkhawatirkan. Sebab, kesenjangannya masih tinggi. “ Salah satunya, kami mengajak para jurnalis belajar tentang jasa keuangan. Harapannya, bisa menjadi agen untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” jelasnya.

Rendahnya literasi keuangan ini akan memicu minimnya pengetahuan masyarakat terhadap jasa keuangan. Salah satunya, pemahaman resiko. Mereka yang literasinya rendah, kecenderungan minim pengetahuan terhadap resiko dalam memilih jasa keuangan. “ Jadi, data yang baik itu antara literasi dan inklusi keuangan bisa seimbang. Masyarakat cerdas dan mau memilih jasa keuangan dengan baik,” jelasnya lagi.

Selain melalui pembelajaran, OJK juga menguatkan kebijakan atau regulasi dan pengembangan infrastruktur untuk mendongkrak literasi dan inklusi keuangan. Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan perlindungan ketika menggunakan jasa keuangan. “ Tahun ini, prioritas peningkatan literasi kami pada komunitas UMKM dan warga di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar, serta penyandang disabilitas, maupun santri,” kata Deputi Direktur Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Yulianta. (udi)

KA Sritanjung Rute Banyuwangi – Yogyakarta Tertahan 1 Jam Akibat Banjir

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Hujan deras yang melanda kawasan Kalibaru, Banyuwangi berdampak terganggunya perjalanan kereta api (KA). Akibat rel tergenang banjir, KA Sritanjung rute Banyuwangi – Yogyakarta harus ngadat hingga  1 jam. Kereta jarak jauh ini terpaksa menunda perjalanan akibat jalur rel di Stasiun Kalibaru tergenang air.

Banjir yang merendam kawasan stasiun ini terjadi sekitar pukul 07.49 WIB. Ketinggian air mencapai sekitar 16 centimeter. Seluruh jalur rel di stasiun sepanjang 300 meter tergenang. Bahkan, tak kelihatan akibat tertutup air. Kondisi ini membuat KA Sritanjung yang masuk stasiun sekitar pukul 08.20 WIB tak bisa berkutik. Jika dipaksakan, kondisinya membahayakan.

Petugas KAI akhirnya melakukan upaya menurunkan debit air yang menggenangi rel. Selang satu jam kemudian, ketinggian air mulai surut. Hanya tersisa 4 centimeter. Ketinggian air ini dinyatakan aman untuk perjalanan KA. Petugas kemudian memberangkatkan KA Sritanjung sekitar pukul 09.28. Namun, tetap dengan pengawalan petugas. Sebab, debit air masih menggenani sekitar lokasi. “ Jadi, KA Sritanjung yang berangkat dari Stasiun Kalibaru mengalami kelambatan 69 menit. Kami memohon maaf atas kejadian ini,” kata Plh. Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Anwar Yuli Prastyo.

Saat ini kondisi genangan air di Stasiun Kalibaru relatif aman. Hingga pukul 10.20 WIB, genangan air sudah surut. Bahkan, jauh di bawah rel KA. Sehingga, bisa dilalui KA dengan kecepatan normal. “ Dari kejadian ini, hanya satu KA yang mengalami keterlambatan. Kami berikan kompensasi kepada penumpang,” jelasnya.

Mengantisipas genangan susulan, petugas KAI terus melakukan pemantauan dan peningkatan kapasitas saluran air. Sehingga, jika muncul banjir tak sampai merendam kembali jalur rel KA. (udi)

Lompat dari Dalam Mobil yang Melaju Kencang, Satu Penumpang Travel Luka-luka

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)– Diduga depresi, seorang penumpang travel nekat melompat dari dalam mobil yang melaju kencang di Jalan Raya Kalibaru, Banyuwangi, Kamis (11/5/2023) pagi. Beruntung, korban yang bernama Ahmad Fauzan (28) ini berhasil selamat. Namun, luka-luka.

Kejadian ini sempat menggegerkan warga di sekitar lokasi. Saat kejadian, korban mendadak membuka jendela mobil yang ditumpangi. Lalu, loncat dengan cepat. Akibatnya, tubuh korban terpental, lalu jatuh ke aspal. Sopir travel langsung menghentikan laju kendaraan. Korban diberikan pertolongan. “ Korban mengalami cidera parah di bagian kepala, sudah dirawat di RS Krikilan,” kata Kapolsek Kalibaru Iptu Yaman Adinata.

Ternyata, tanda-tanda kejanggalan korban sudah dirasakan sejumlah penumpang. Ketika berangkat dari Badung, Bali ini, korban sempat menyerobot kursi penumpang lain. Korban memaksa pindah ke kursi di samping jendela. “ Begitu kendaraan melaju, korban langsung melompat dari jendela,” jelas Kapolsek.

Kondisi kejiwaan korban diduga sedang terganggu. Polisi kesulitan melakukan komunikasi. Bahkan, ketika dirawat di rumah sakit, korban terus berteriak-teriak. Sepintas, mirip orang kesurupan. Dari hasil pemeriksaan identitas, korban diketahui berasal dari Kecematan Kademangan, Kabupaten Probolingo. Saat ini, polisi masih melacak keluarga korban. “ Informasi datanya masih minim. Kami kesulitan melakukan komunikasi,” tutup Kapolsek. (udi)