Mahasiswa PCU Bantu Warga dapat Air Jernih dan Rangkai Spot Foto

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sebanyak 102 mahasiswa Civil Engineering and Architecture Petra Christian University (PCU) Surabaya mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat Architectures Civilers Collaboration Expedition of Social Service (ACCESS 2023) di Dusun Tlocor, Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa merangkai spot foto dengan memanfaatkan barang bekas dan memasang filter balam atau filter yang digunakan untuk penyernihan air payau. Ketua kegiatan ACCESS 2023, Winston Sujayaputera, mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi dengan permasalahan air keruh yang tidak kunjung usai, khususnya bagi masyarakat di daerah pesisir.

Tercampurnya sumber air tanah dengan air laut, membuat sumber air menjadi payau dan tidak layak konsumsi. “Padahal, air merupakan kebutuhan pokok manusia untuk bertahan hidup. Kami mahasiswa memilih Dusun Tlocor, Kabupaten Sidoarjo sebagai tempat pengabdian masyarakat gabungan ini,” kata Winston, Senin (10/4).

Selain itu, para mahasiswa ini juga membuat tiga spot foto di Wisata Bahari Tlocor (WBT) yang merupakan sektor pariwisata di daerah tersebut. Uniknya, salah satu spot foto dibuat dari bahan bekas, yakni berupa ban.

Dalam prosesnya, Winston mengaku sempat mengalami kesulitan saat pemasangan filter air karena tingginya kandungan lumpur dalam sumber air. “Alat penjernih atau filter butuh dimodifikasi dan dirawat secara khusus setiap harinya karena tebalnya kandungan lumpur dalam air,” jelasnya.

Meski demikian, mahasiswa berharap kegiatan ini bisa bermanfaat untuk warga khususnya di Dusun Tlocor, Kabupaten Sidoarjo. “Semoga tidak hanya bermanfaat bagi para warga saja, tetapi para mahasiswa juga dapat menerapkan ilmu yang telah dimiliki untuk melayani dan membantu sesame, sehingga lahirlah pelopor-pelopor masa depan,” tegasnya.

Sementara, salah satu warga Dusun Tlocor, Mujiatun, mengaku senang dan berterima kasih. Sebab, air yang mereka gunakan kini menjadi lebih jernih. “Sebelumnya belum pernah ada kegiatan dari kampus-kampus lain yang datang dan membantu dusun kami. Ini pertama kali dan manfaatnya sangat terasa bagi kami,” ungkapnya. (red)

RS Unair dan ICON Cancer Centre Kerja Sama Pelayanan Kanker

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Untuk meningkatkan penanganan penyakit kanker, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair) Surabaya menggandeng pusat kanker di Singapura. Upaya ini menjadi salah satu cara yang dilakukan rumah sakit untuk mewujudkan health tourism yang saat ini tengah berjalan.

Sebagai salah satu sentra pelayanan kesehatan masyarakat, RS Unair terus mengembangkan kualitas pelayanan. Salah satunya, pelayanan terhadap penyakit kanker dengan menggandeng pusat kanker di Singapura, yakni ICON Cancer Centre.

ICON Cancer Centre merupakan rumah sakit swasta di Singapura yang selama ini memberikan pelayanan tentang kanker secara komprehensif. Nantinya, kerja sama tersebut meliputi tiga bidang, yakni pelayanan, pendidikan dan penelitian.

Khusus untuk kerja sama pendidikan, akan dikembangkan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan uji klinis terkait kanker. Direktur RS Unair, Prof Nasronudin, mengatakan, pasien baru untuk kanker di RS Unair sekitar 10 hingga 20 orang per hari.

Jika ditambah pasien lama, setiap hari melayani 40 hingga 50 pasien. Karena semakin masifnya edukasi, pasien baru yang datang saat masih dalam stadium awal. Sehingga, lebih mudah ditangani dan angka kesembuhan pasien semakin tinggi.

“Rumah sakit Unair memiliki sistem layanan terpadu dalam penanganan kanker. Satu pasien kanker akan ditangani oleh multidisiplin ilmu yang berbeda. Mulai dari onkologi, penyakit dalam, bedah hingga paliatif,” kata Prof Nasronudin usai melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan ICON Cancer Centre Singapore di RS Unair Surabaya, Senin (10/4).

Rumah sakit Unair dan ICON Cancer Centre memiliki visi dan misi yang sama, yakni memberikan pelayanan kanker yang komprehensif. Mulai bagaimana pencegahan kanker hingga pelayanan dan tindak lanjut pasien kanker.

“Penyakit kanker dianggap sebagai penyakit progresif yang sangat fatal. Namun, dengan penanganan yang baik, survivor rate bisa ditingkatkan dan quality of life dari pasien bisa dinaikkan. Sehingga, usia harapan hidup pasien juga bisa meningkat,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, CEO of ICON SOC Pte Ltd, Serena Wee Hui Yan, mengatakan kerja sama dengan RS Unair ini karena selama ini pihaknya melihat RS Unair dinilai sebagai rumah sakit yang bagus.

Apalagi, RS Unair adalah rumah sakit pendidikan dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Sehingga, dari kerja sama ini tidak hanya pelayanan, namun, juga bisa pengembangan pendidikan dan riset.

“Memang ada banyak rumah sakit di Indonesia. Namun, bagi kami RS Unair merupakan mitra yang terbaik dalam melakukan kerja sama. Kita bisa sama-sama saling belajar agar bisa memberikan pelayanan terbaik khususnya dalam bidang kanker,” ungkap Serena.

Penanganan kanker akan menjadi salah satu layanan unggulan dalam health tourism yang diusung RS Unair. Penanganan pelayanan kanker di Indonesia juga sebagai upaya memfasilitasi pasien-pasien di Indonesia yang berobat ke Singapura agar nantinya pada perjalanan bisa kontrol rutin di Indonesia, terutama di RS Unair Surabaya. (red)

Awas….! Cuaca Ekstrim Berpotensi Muncul di Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)– Pertengahan bulan puasa, cuaca ekstrim masih berpotensi muncul di Banyuwangi. Padahal, idealnya memasuki musim kemarau. Wargapun diimbau waspada.

Cuaca ekstrim ini diprediksi akan terjadi hingga 15 April mendatang. Selama rentang waktu itu, sejumlah wilayah di Banyuwangi berpotensi diguyur hujan. Mulai intensitas sedang hingga lebat. Bahkan, disertai petir hingga angin kencang. “Untuk cuaca, di Banyuwangi memang sudah memasuki musim kemarau. Tapi masih dalam masa peralihan,” kata Prakirawan BMKG Banyuwangi Dita Purnamasari, Senin (10/4/2023) siang.

Potensi angin kencang ini dipicu dinamika atmosfir terkini di Jawa Timur (Jatim). Yaitu,

bibit siklon tropis  di Laut Arafuru. Sehingga, memicu terbentuknya pola pertemuan angin di wilayah Jatim. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan-awan konvektif. Selain itu, dipengaruhi aktifnya gelombang atmosfer Rossby dan Madden Julian Oscillation di wilayah Jatim. Sehingga, berpotensi meningkatkan curah hujan. Penyebab lainnya, hangatnya perairan di Jatim yang menambah suplai uap air ke atmosfir.

Selain cuaca ekstrim, BMKG  mengingatkan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah. Salah satunya, perairan selatan Jatim termasuk Banyuwangi. Potensi gelombang tinggi diprediksi antara 1,25 meter hingga 4,25 meter. “ Imbauannya, masyarakat tetap waspada akan resiko cuaca, baik cuaca ekstrim maupun gelombang tinggi,” tutupnya. (udi)

Isi Waktu Jelang Bukber, Ini yang Dilakukan Remaja di Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Banyak hal bisa dilakukan menjelang buka bersama (bukber) selama Ramadhan. Salah satunya, berbagi takjil. Seperti dilakukan remaja Masjid Salman Al-Farisi, Banyuwangi, Minggu (9/4/2023) sore. Mereka membagikan takjil kepada pengguna jalan, dikemas dalam “Ta’jil on the street (TOS)” di Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi. . Kata ini mengandung makna dua tangan sahabat yang saling bertemu.

Sebanyak 118 porsi takjil disiapkan. Tak butuh waktu lama untuk membagikannya. Maklum, jalan di lokasi terbilang padat. Warga yang melintas tak satu pun luput dari pembagiam takjil ini. “ Jadi, kegiatan ini untuk mengajarkan dan menumbuhkan kepedulian sosial kepada remaja,” kata Laila, pendamping remaja Masjid Salman Al-Farisi.

Harapannya, dengan aksi sosial ini para remaja bisa lebih peka dengan kondisi sosial. Apalagi, selama ini,banyak remaja mulai apatis dengan perubahan lingkungan. Tujuan lainnya, meningkatkan amal di bulan suci Ramadhan. “ Antusias para remaja ini cukup bagus, semuanya kompak,” jelasnya.

Usai membagikan takjil, para remaja ini mendengarkan tausiyah sembari menunggu berbuka. Kegiatan dilanjutkan dengan shalat Magrib bersama. Lalu, ditutup buka bersama di salah satu resto di dekat lokasi. (udi)

Cukup Bermodal KTP, Warga Banyuwangi di Bali Bisa Ikut Mudik Gratis

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Warga perantauan asal Banyuwangi di Bali kembali dimanjakan. Mereka mendapatkan layanan bus gratis selama arus mudik Lebaran tahun ini. Layanan ini diberikan Pemkab Banyuwangi. Sebanyak 400 tempat duduk disiapkan.

Tak hanya bus, layanan gratis juga disediakan untuk mengangkut motor pemudik. Sehingga, para pemudik tak kerepotan pulang ke kampung halaman. Sejak dua minggu dibuka, layanan mudik ini sudah ludes dipesan. Dari sekian tempat duduk yang disiapkan, seluruhnya sudah terpesan calon pemudik. “ Kamis siapkan 8 aramda bus. Total, 400 tempat duduk. Seluruhnya sudah ludes terpesan,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan Banyuwangi, Ali Ruchi, Senin (10/4/2023) siang.

Layanan mudik gratis ini adalah program rutin tahunan. Jumlah armada yang disiapkan juga sama setiap tahunnya. Kegiatan ini menggandeng ikatan keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Dewata. Nantinya, para pemudik akan berkumpul di Lapangan Renon, Denpasar.  Setelah itu diangkut menggunakan armada bus. “ Jadwal keberangkatan, 19 April, sekitar pukul 09.00 WITA,” jelas Ali Ruchi.

Sedangkan di Banyuwangi, disiapkan sejumlah titik tujuan. Diantaranya, kawasan Jajag dan Kalibaru. Sehingga, para pemudik tak perlu berkendara sendiri dari Denpasar. Hal ini ikut mencegah kemungkinan kamecatan di jalur Denpasar – Gilimanuk. “ Tahun 2020 dan 2021, layanan mudik gratis ini sempat terhenti karena pandemi. Sekarang dibuka lagi,” tegasnya.

Mudik gratis ini memafasilitasi warga Banyuwangi yang pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman. Dengan mudik bersama naik bus, pemudik bisa terhindar dari risiko berkendara motor di jalan. Syarat ikut mudik gratis ini juga mudah. Hanya menunjukkan identitas asli warga Banyuwangi. (udi)

Mendekati Lebaran, Warga Banyuwangi Ramai-ramai Hapus Tato

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Menjelang Lebaran, warga Banyuwangi tak hanya sibuk menyiapkan baju baru. Penampilan juga dipermak. Salah satunya, menghapus tato di badan. Puluhan warga ramai-ramai menghapus tato yang digelar Unit Kesehatan (Urkes) Polresta Banyuwangi, Senin (10/4/2023) siang.

Karena gratis, layanan hapus tato ini sangat diminati. Sejak dibuka, sedikitnya 150 warga sudah antre mendaftar. Tak hanya pria, puluhan wanita juga ikut menghapus tato. Alasannya beragam. Salah satunya, mulai malu dengan anak-anak. “ Anak saya mulai besar. Malu kalau punya tato,” kata Yanan (28), salah satu peserta hapus tato.

Wanita asal Jember ini memilih menghapus tato bersama Polresta Banyuwangi lantaran tanpa biaya. Sebelumnya, dia pernah mencoba layanan hapus tato di Jember. Biayanya cukup mahal. Per bidang mencapai Rp9 juta. “ Saya sempat bayar DP Rp1,5 juta. Akhirnya, pilih ikut di Urkes Polresta Banyuwangi,” jelas wanita yang sudah 8 tahun memelihara tato ini.

Tak hanya anak muda, sejumlah lansia ikut juga menghapus tato. Salah satunya, Willy (68), pria asal Kota Banyuwangi. Pria lansia ini memilih ikut menghapus tato setelah banyak ditantanya cucunya. “ Katanya, punya gambar tidak hilang-hilang. Untungnya, ada layanan hapus tato dari Polresta,” kata Willy.

Mereka yang ikut menghapus tato ini tidak bisa sekali. Minimal 2 kali. Kegiatan ini digelar sebulan sekali. Dalam setiap layanan dibatasi 20 orang. Hal ini karena keterbatasan alat yang digunakan. Alatnya menggunakan sinar laser yang canggih. “ Layanan tato ini bagian dari partisipasi yang digelar Polda Jatim. Tujuannya, memberikan layanan hapus tato secara gratis,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Deddy Foury Millewa.

Kegiatan ini akan terus digelar usai Lebaran. Saat ini, sudah ada sekitar 38 peserta yang tatonya sukses terhapus. Harapannya, dengan terhapusnya tato, warga bisa menjalankan syariat agama dengan baik. “ Jadi, hapus tato ini akan menjadi agenda rutin bulanan,” tutup Kapolresta. (udi)

Kunjungi Kebun Buah Organik, Gubernur Apresiasi Sistem Pertanian Ramah Lingkungan

0

Jember, (pawartajatim.com) – Pada kegiatan Safari Ramadhan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kabupaten Jember, juga dimanfaatkannya untuk mengunjungi kebun buah organik, pembibitan dan wisata edukasi di Dusun Rowotengu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Minggu (9/4).

Kebun buah seluas 3 hektar tersebut menarik perhatian Gubernur Khofifah lantaran keberhasilannya dalam hal produksi maupun pemasarannya. Kebun yang dikelola langsung Ketua Asosiasi Mitra Tani Unggul, Asroful Uswatun ini berhasil menembus pasar luar negeri seperti Belanda, Jerman, Italia, Rusia, Perancis, UK, Dubai, Singapura, dan Malaysia.

Selain itu, di pasar domestik produk buah organik ini juga sudah masuk di Jakarta, Surabaya, Malang, Bali, Sorong, Biak, Jayapura, Merauke, dan Nabire. Asosiasi Mitra Tani Unggul ini sendiri memiliki berbagai komoditas yang dikembangkan seperti Buah Naga (merah, kuning Colombia, oranye, dan yellow giant), Jambu kristal putih dan merah, Alpukat Miki dan Aligator, Durian duri hitam, Musang King, Kanjau, dan Bawor, Mangga Garifta merah dan oranye, Srikaya jumbo, Manggis, dan Nanas madu jumbo.

Setibanya di kebun buah organik, Gubernur Khofifah memetik langsung berbagai buah seperti nanas madu jumbo, jeruk dan alpukat. Usai peninjauan, Gubernur Khofifah mengapresiasi pengembangan pertanian organik yang dikembangkan disini.

Dimana, pertanian ini merupakan pertanian ramah lingkungan sebab menggunakan pengolahan tanah berkelanjutan dan penggunaan pupuk organik. Hal yang sekarang ini dibutuhkan dunia adalah penggunaan pupuk organik dan semua yang ada disini menggunakan pupuk organik.

‘’Bahkan, untuk persawahan Pak Presiden Jokowi saat ke Tuban kemarin juga menyampaikan untuk mendorong dan maksimalisasi penggunaan pupuk organik,” katanya. Apalagi, lanjut Khofifah, sistem pertanian disini mengutamakan penggunaan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan, serta meminimalisir penggunaan bahan kimia sintetik seperti pestisida dan pupuk buatan.

”Kalau pupuk organik itu lahannya terjaga  bagus, ekosistemnya dan ekologinya juga sehat. Jadi semua akan memberikan satu kekuatan daya dukung alam dan daya dukung lingkungan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia mengapresiasi langkah yang dilakukan Asosiasi Mitra Tani Unggul sebagai wadah bagi para petani organik untuk berkolaborasi dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.

Terlebih, holtikultur memiliki Nilai Tukar Petani (NTP) dan nilai tambah yang paling tinggi. Sehingga proses penguatan, perluasan, dan pemberdayaan holtikultura menjadi bagian penting untuk bisa mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat.

“Ditambah dengan adanya Asosiasi Mitra Tani Unggul sebagai wadah asosiasi para petani organik sehingga pemberdayaannya makin luas dan makin banyak. Artinya ada potensi untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama para petani ini makin luas dan makin banyak,” katanya.

Menurut Khofifah, saat ini banyak negara-negara di dunia yang mensyaratkan ekspor buah menggunakan pupuk organik. Sehingga apa yang dilakukan Bu  Uswatun dan para petani di Asosiasi Mitra Tani Unggul ini diminati pasar luar negeri karena 100 persen menggunakan pupuk organik.

Ia berharap, pertanian organik yang dilakukan Uswatun dan para petani yang tergabung di Asosiasi Mitra Tani Unggul ini bisa menjadi referensi tidak hanya di Jember tapi juga di daerah lain.

Tidak hanya itu, para petani disini juga bisa mencari referensi varietas buah lainnya yang lebih baik dan lebih unggul, untuk kemudian dikembangkan disini. Tadi ada buah naga dengan varietas unggul, kemudian markisa varietas baru, kemudian ada mangga bahkan durian black thorn.

‘’Artinya apa, tempat ini sekaligus menjadi pengembangan teknologi pertanian dan laboratorium untuk bisa mencari dan meng-exercise produk sehingga memberikan nilai tambah yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi,” katanya.

Mantan Menteri Sosial RI ini juga mengapresiasi langkah Uswatun yang terus mengembangkan berbagai varietas buah baru untuk ditanam di kebunnya. Seperti durian musang king dan black thorn.

Dimana, durian jenis tersebut masih menjadi favorit dari para pecinta durian. Ditambah harganya juga masih sangat tinggi. Untuk itu, apa yang mestinya bisa kita tanam di dalam negeri, kita tanam. Mestinya apa yang bisa kita budidayakan di dalam negeri, kita budidayakan.

Termasuk kemudian apa yang siap untuk diekspor kita ekspor. Kecuali jenis buah-buahan tertentu yang memang tidak mudah tumbuh di sini seperti apel merah atau apel Fuji misalnya itu memang tidak mudah tumbuh disini,” katanya.

“Jadi apa yang masih bisa di create di sini maka kita lakukan. Seperti alpukat itu marketnya luar biasa, offtaker-nya juga luar biasa. Apa yang sekiranya bisa memberikan nilai tambah maka saya berharap bahwa sinergitas di antara seluruh elemen baik Pemprov, Pemkab dan unsur pertanian bisa terus ditingkatkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Organik Mitra Tani Unggul Jember, Asroful Uswatun mengatakan bahwa Asosiasi Mitra Tani Unggul memiliki luas lahan sekitar 103.85 ha dengan Jenis Usaha Budidaya Tanaman Buah Buahan, Penjualan Bibit Tanaman dan Buah Segar sekaligus pembinaan dan konsultasi budidaya tanaman buah.

Uswatun mengatakan, dari lahan 103.85 ha ini, terdapat varietas atau komoditas unggulan diantaranya Buah Naga Merah, Putih, Oranye, kuning Colombia dan Yellow Giant, Alpukat Miki dan Alpukat Aligator.

Selain itu, terdapat varietas buah lain diantaranya nanas madu Jumbo, srikaya aligator atau jumbo, Durian Duri Hitam, Mousang King, Kanjau hingga Durian Bawor. Terdapat pula, varietas mangga garifta merah dan oranye, manggis, jambu kristal putih dan merah.

Menurutnya, komoditas yang menjadi primadona adalah Buah Naga Merah, Alpukat Miki dan Jambu dengan income pertahun kurang lebih Rp. 1-2 Millar per tahun tergantung kondisi cuaca dan permintaan pasar.

Disini yang berkontribusi paling besar yakni Buah Naga Merah, Alpukat Miki hingga Jambu. Untuk Buah Naga Merah saja ketika panen raya bisa menghasilkan 120-200 ton. ‘’Untuk, Alpukat Miki satu bulan bisa mencapai 25 ton dan Alpukat Aligator sekitar 10 ton, Jambu Kristal Putih 50 ton dan merah 2 ton. Kesemuanya jika ditotal dalam satu tahun mendapatkan income kurang lebih Rp 1-2 milliar per tahun,” tegasnya.

Ia mengaku seluruh komoditas yang ada di Mitra Tani Unggul ini memiliki pasar favorit baik dalam maupun luar negeri. Seperti Eropa meliputi Belanda, Jerman, Italia, Rusia, Perancis dan Inggris. Juga terdapat banyak permintaan di negara Dubai, Singapura hingga Malaysia. Saat itu terus memperluas ekspor hingga Jepang, China, Amerika, dan Australia.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang terus memberikan bantuan seperti Cold Storage, Fasilitas Expo hingga pemberian Bimbingan teknis dan sertifikasi,” tutupnya.

Untuk diketahui, asosiasi ini beranggotakan 61 orang petani organik dari sejumlah daerah. Yakni Jember, Situbondo, Malang, Probolinggo dan Bondowoso. Jenis usaha yang dijalankan yakni budidaya tanaman buah-buahan, penjualan bibit tanaman dan buah segar, serta pembinaan dan konsultasi budidaya tanaman buah.

Kapasitas produksi per tahunnya pun cukup tinggi. Yakni Buah naga merah (120 ton), putih (5 ton), oranye (500 kg), kuning Colombia (1 ton), dan yellow giant (500 kg). Jambu kristal putih (50 ton) dan merah (2 ton).

Alpukat Miki (25 ton) dan Aligator (10 ton). Durian duri hitam (1 ton), Mousang King (500 kg), Kanjau (500 kg), dan Bawor (1 ton). Kemudian Mangga Garifta merah (10 ton) dan oranye (10 ton), Srikaya jumbo (500 kg), Manggis (50 ton), Nanas madu jumbo (2,5 ton). (dra)

Gitarun, Wadah UMKM Gitar Hadir Kembali

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Setelah sukses dalam acara pertama kalinya di Februari lalu, Gitarun,  ajang UMKM gitar kembali digelar, Sabtu (8/4). Kali ini Gitarun (baca gitaran) diadakan di arena bazaar Kita Jaya Indonesia (KJI) Ramadhan Kareem di Plaza Surabaya lantai 3, Surabaya.

Selama 5 jam acara yang menjadi ajang para UMKM gitar ini digelar dengan apik dan segar. Tampak hadir tiga produsen gitar dan music. Yaitu, DAS9 Guitar, Angel Guitars, dan Apregio Musik. Ada pula penampilan vokalis Shabiyya, penyanyi cilik yang menyuguhkan dua lagu.

Ada juga drummer yang muda belia, Rafasya. “Tujuan acara ini untuk mendekatkan kepada masyarakat bahwa produk dari produsen gitar lokal sangat layak untuk dimiliki. Secara kualitas, tampilan produk dan keunikan bahan tentu bisa diadu dengan gitar impor,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Hastyanto Edi Suksmono atau kerap dipanggil Edi Hazt.

Selain itu, lanjutnya, Gitarun merupakan kemandirian UMKM gitar lokal dalam memberikan produk terbaiknya akan menjadi konsisten dengan apresiasi kita. Suasana segar di sesi kedua, yaitu sesaat setelah azan Magrib.

Komedian Taman Hiburan Rakyat (Hira) Cak Novan dan Cak Priyo mampu mengocok perut penonton. Semakin malam, semakin banyak pengunjung mall di Surabaya ini yang mendekat panggung. Acara sangat seru dengan hadirinya duo MC. Yaitu, Iyus Reptil dan Edi Hazt.

Deretan gitaris unjuk kebolehan. Diantaranya Suga Point Blank, Gitaris Motoris, /Raff, B Jon Project, dan A Ramon.  Puncak acara ditutup suguhan tampilan Bodas. “Ajang Gitarun mendukung potensi kaum muda dalam berkarya di UMKM gitar. Juga menjadi panggung unjuk kebolehan gitaris potensial. Sehingga para pencari bakat juga bisa memanfaatkan ajang ini,” imbuh Edi Hazt.

Tampak pula deretan UMKM kuliner yang menyediakan aneka makanan minuman buka puasa. Makanan tradisional sampai camilan dan jajanan kekinian menambah maraknya acara. (rizki)

Ramadhan Berbagi, Ika Unair Sidoarjo Sebar Ratusan Takjil dan Kunjungi Panti Asuhan

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Para alumni Univeritas Airlangga yang berdomisili di Sidoarjo memulai aksi sosial mereka di bulan suci Ramadan. Kali ini Ikatan Alumni Universitas Airlangga (Ika Unair) Sidoarjo berkunjung ke dua panti asuhan dengan memberikan tali asih kepada anak-anak panti, Sabtu (8/4).

Dalam acara bertajuk Ramadan Berbagi, dua panti asuhan menjadi sasaran berbagi. Yakni Panti Asuhan (PA) Mahadul Aitam di Jalan Samanhudi II No. 30, Jasem dan PA Baiturrohim di Jalan Raya Suko No 95A, Biting, Suko.

Usai memberikan tali asih kepada puluhan anak yatim di dua panti asuhan tersebut, para alumni Unair bergeser ke Jalan Pahlawan. Mereka membagi-bagikan sekitar 250 paket takjil. Sasarannya adalah para pengguna Jalan Pahlawan.

Baik pemotor, roda 4, maupun pejalan kaki. Mereka menyambut antusias pembagian takjil ini.Tak sampai 30 menit ratusan paket takjil ludes. Kegiatan Ramadan Berbagi kali ini merupakan sesi pertama.

‘’Nanti akan kami sambung dengan sesi kedua minggu depan,” kata Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Ika Unair Sidoarjo Izzatul Aini usai acara. Disesi kedua nanti ada pemberian santunan kepada para anak yatim piatu.

Kemudian, dilanjutkan pembagian paket bantuan untuk warga Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Ramadan Berbagi Ika Unair Sidoarjo Wardoyo mengungkapkan, program ini memang rutin dilakukan oleh para alumni Unair di Sidoarjo.

Namun, selama pandemi Covid-19 kegiatan ini vakum, dan baru dimulai kembali tahun ini. “Kami juga berterima kasih kepada para donatur yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Semoga di bulan Ramadan ini donasinya menjadi berkah dan bermanfaat bagi para penerima bantuan,” pungkasnya. (rizki)

Jelang Lebaran, Stok dan Harga Bapok Stabil

0

Situbondo, (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, meninjau harga bahan pokok (bapok) di Pasar Panarukan Kabupaten Situbondo menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H Sabtu (8/4).  Peninjauan dilaksanakan untuk memastikan harga bahan pokok di Pasar Panarukan Situbondo terkendali.

Sebab beberapa waktu belakangan harga bahan pokok di pasar ini terbilang fluktuatif khususnya untuk komoditas beras. Untuk itu, kunjungan kali ini ditujukan untuk memastikan bahwa harga bahan pokok masih dalam kondisi yang terkendali dan stabil.

“Saya memang berkeliling ke berbagai pasar tradisional untuk memastikan bahwa menjelang Idul Fitri, ada tiga hal yang terjaga. Pertama ketersediaan bahan pokok aman, kedua, distribusi sampai konsumen dan ketiga, keterjangkauan daya beli masyarakat sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya,” ujar Khofifah.

Sebelumnya, peninjauan turut dilakukan di sejumlah pasar di Jatim seperti Pasar Kedungmaling dan Pasar Mojosari Kab. Mojokerto (1/4), Pasar Kolpajung Pamekasan (3/4), Pasar Legi Ponorogo (4/4), Pasar Wage Nganjuk (5/4), dan Pasar Sambonggede Tuban (6/4).

Pada peninjauan kali ini, Gubernur Khofifah menyebutkan, harga bahan pangan pokok di Kabupaten Situbondo jelang Idul Fitri harganya stabil bahkan beberapa komoditas harganya turun. “Pertama kita melihat beras per kilogram  beras premium di sini kisaran Rp 13.000.

Ini artinya harga  tersebut di bawah HET mengingat saat ini HET beras premium Rp 13.900. Kemudian gula  harganya Rp 13.000 berarti dibawah HET, karena sekarang ini HET gula Rp 13.500,” urai Khofifah.

“Untuk minyak goreng, saya melihat bahwa MinyaKita ini stoknya di berbagai pasar sedang menipis, tetapi produk dari merek minyak goreng yang lain masih ada. Insya Allah  masyarakat  bisa mengakses minyak curah ataukah minyak kemasan lainnya dengan harga terjangkau,” tambah Khofifah.

Dalam peninjauan tersebut, diketahui harga bahan pokok di di Pasar Panarukan Kab. Situbondo sebagai berikut: Beras IR 36 eks BULOG seharga Rp. 8.000/Kg, Beras IR 64 = Rp 12.000 /Kg, Beras IR 64 super Rp 13.000 /Kg, Gula pasir dalam negeri Rp 13.000 /Kg, Minyak curah Rp 15.000 /Kg, Daging sapi murni Rp 120.000 /kg, daging ayam broiler Rp 30.000 /Kg, Telur ayam ras Rp 28.000 /Kg, Telur ayam kampung Rp 2.500 /butir, Cabe besar biasa Rp 30.000 /Kg, Cabe rawit Rp 38.000 /Kg, Bawang merah Rp 32.000  /Kg, dan Bawang putih Rp 26.000  /Kg.

“Artinya, bapok di sini sudah di bawah HET dan ada yang sesuai HET. Harga daging ayam Rp 30.000 per kilo sedang HET nya Rp 36.000 – Rp 37.000. Jadi kalau Rp 30.000 maka dibawah HET. Daging sapi di sini Rp 120.000 per kilo dan HET-nya Rp 140.000 per kilo, jadi harga daging merah juga dibawah,” ujarnya.

Gubernur perempuan pertama Jatim ini pun mengimbau pada masyarakat untuk tidak melakukan _panic buying_ atau memborong bahan pokok yang ada di pasaran. Karena, ketersediaan stok di Jatim sangat aman dan  terjaga.

“Saya ngin menyampaikan kepada semua masyarakat untuk jangan memborong. Karena ketersediaan bapok ini sangat aman, harganya juga stabil sehingga semuanya aman menyambut Idul Fitri 1444 Hijriah,” imbaunya.

Khofifah berpesan pada Bupati Situbondo Karna Suswandi untuk senantiasa menjaga kestabilan harga bahan pokok di daerahnya agar sesuai dengan daya beli masyarakat khususnya menjelang Idul Fitri 1444 H.

‘’Karena itu saya pesan kepada Pak Bupati agar  menjaga ketersediaan dan harga bapok  yang sudah bagus ini. Dijaga ketersediaannya dan pastikan sampai kepada konsumen semua bisa lancar . Berikutnya adalah harga-harga yang sudah bisa memenuhi keterjangkauan daya beli masyarakat,” pesannya.

“Tolong tetap dijaga stabilisasi harganya cabai, cabai rawit, bawang merah semua dalam posisi harga yang sangat terjangkau oleh daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah,” sambungnya. Gubernur Khofifah turut membagikan 425  pack beras masing-masing 3kg kepada masyarakat sekitar Pasar Panarukan.

Pasar Panarukan Situbondo sendiri beroperasi pada pukul 04.00 WIB – 11.30 WIB, dengan luas  3.950 m². Terdapat Pedagang Kios sejumlah 59 orang dan pedagang Los sebanyak 140 Orang. Sementara itu, salah satu pedagang sembako, Jaelani (45) menuturkan bahwa sejak sebelum Ramadhan hingga sekarang harga sembako cenderung stabil.

Di bulan ramadan ini jumlah pembeli juga tidak ada penurunan. “Saya juga berterima kasih kepada pemerintah daerah sebab akhir-akhir ini bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat berupa uang tunai. Sehingga masyarakat tetap membeli sembako di para pedagang,” ujarnya.

Dengan pemberian bantuan berupa uang tunai mendorong perputaran perekonomian tetap berjalan dengan baik. Sehingga tidak hanya penerima bantuan sosial saja yang mendapat manfaatnya namun pada pedagang di pasar juga turut laku dagangannya.

“Harapan saya ke depannya harga-harga kebutuhan pokok tetap stabil, tidak melonjak ataupun jeblok. Kalau jeblok tidak hanya petani yang rugi tapi kita para pedagang juga ikut rugi,” ujarnya. Hal yang sama juga dituturkan oleh pedagang ayam potong, Milla (35).

Menurutnya daging ayam potong pun harganya tetap stabil. “Yang kadang naik itu justru ikan. Karena hasil tangkapan nelayan bergantung pada cuaca. Kalau cuaca buruk, hasilnya sedikit sehingga stok di pasar juga menipis,” ujarnya.

Ia menuturkan, kalau stok ikan menipis maka harganya pun jadi naik. Meski demikian masyarakat masih memiliki pilihan lauk seperti daging ayam dan daging sapi yang harga tetap stabil sebab distribusinya juga lancar.

Harapan yang sama juga dilontarkan oleh Cindy (20) salah seorang pembeli di Pasar Penarukan Situbondo. Secara khusus ia berterima kasih kepada Gubernur Khofifah sebab sidak pasar yang beberapa kali dilakukan terbukti bisa menjaga stabilitas harga bahan pokok.

“Inginnya sampai lebaran nanti harga-harga tetap stabil, tidak naik,” tandasnya. Sementara itu, Bupati Situbondo Karna Suswandi menyampaikan rasa terima kasihnya atas berkenannya hadir Gubernur Khofifah untuk meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

“Mewakili warga Kilensari, Kec. Panarukan kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Gubernur pagi ini. Juga setelah ini Ibu Gubernur akan membagikan sembako pada masyarakat sekitar, jadi saya mohon untuk tidak berdesak-desakan,” katanya. (bw)