Persiapan Pra-PON 2024, Jaring 800 Bibit Atlet Shorinji Kempo

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sebanyak 800 atlet kempo yang tergabung dalam Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Jawa Timur/Jatim menggelar latihan bersama dari berbagai usia. Latihan bersama ini dilakukan sekaligus untuk menjaring, terutama bibit-bibit atlet kempo muda untuk dijadikan sebagai atlet nasional maupun internasional. Serta disiapkan untuk pelaksanaan Pra-PON 2024 di Aceh pada Agustus 2024.

Setelah terhenti akibat pandemi Covid-19, Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Jawa Timur untuk kali pertama menggelar latihan bersama. Latihan bersama ini diikuti sebanyak 800 atlet kempo atau yang biasa disebut kenshi berbagai usia dari 17 kabupaten dan kota di Jatim yang digelar di Alun-alun Kota Surabaya, Rabu (22/3).

Para kenshi dari berbagai usia ini menunjukkan atraksi bela diri yang biasa mereka lakukan selama menjalani latihan di tempat masing-masing. Sejumlah gerakan baru pun ditunjukkan dari para kenshi agar masyarakat luas bisa melihat dan mengenal secara langsung.

Ketua Umum Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PB Perkemi), Agus Setiadji, mengatakan, latihan bersama ini dilakukan agar lebih memasyarakatkan olahraga kempo. Dari 800 kenshi, sebagian besar masih berusia dini atau biasa disebut kenshi muda. Sebab, 10 hingga 15 tahun ke depan, kenshi muda ini akan dijadikan sebagai atlet nasional maupun internasional.

“Termasuk disiapkan sebagai atlet untuk berlaga di Pra-PON 2024 di Aceh yang rencananya digelar pada Agustus 2024. Mereka akan ditempa dan digembleng agar menjadi atlet nasional hingga internasional,’’ kata Agus.

Jatim, kata dia, diharapkan bisa menjadi tolok ukur kegiatan Shorinji Kempo sebagai persiapan Pra-PON nanti”, terang Agus Setiadji usai mengikuti latihan bersama para kenshi asal Jatim. Salah satu kenshi muda, Ratna Dewi, mengaku, senang bisa mengikuti latihan bersama ini.

Sebab, selama pandemi Covid-19 aktivitas maupun latihan di kota masing-masing terhenti. Sehingga, banyak dari kenshi muda memutuskan untuk vakum. “Kami sempat memilih untuk vakum sementara dari Kempo, karena terdampak pandemi Covid-19,’’ ujar Ratna Dewi, kenshi muda asal Kabupaten Malang.

Namun, saat ini, kami kenshi muda sudah mulai kembali berlatih untuk menghadapi berbagai kejuaraan yang akan digelar di tingkat Jatim maupun nasional. Termasuk mempersiapkan diri untuk Pra-PON 2024 di Aceh mendatang.

Seperti diketahui, Shorinji Kempo dikenal sebagai salah satu dari seni bela diri dari Jepang yang tidak saja mengajarkan teknik bela diri. Namun, juga melatih dan mengasah kepekaan diri, baik secara fisik maupun mental.

Disisi lain, Persaudaraan Shorinji Kempo di Indonesia sudah berdiri sejak 57 tahun lalu. Saat ini, tercatat sudah memiliki anggota sebanyak 188.360 kenshi yang tersebar di 33 Provinsi, 336 Cabang dan 1.568 Dojo. (red)

Jelang Puasa, Seorang Ibu di Banyuwangi Malah Jualan Pil Koplo

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Menjelang puasa, seorang ibu rumah tangga (IRT) di Banyuwangi malah berbuat nekad. Dia mengedarkan obat daftar G alias pil koplo. Akibat perbuatannya, pelaku yang berinisial SJ (46) ini harus mendekam di Polsek Pesanggaran.

Tertangkapnya warga Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran ini berawal dari patroli polisi yang mendapati pemuda membawa pil koplo. Begitu dinterogasi, obat jenis Trihexypenidyl ini dibeli dari rumah pelaku. Polisi kemudian mendatangi rumah pelaku.

Ketika dilakukan penggeledahan, ditemukan 866 butir pil koplo. Obat-obatan tersimpan di kamar pelaku. Pelaku hanya bisa pasrah ketika polisi menemukan cukup bukti. Bersama barang bukti, pelaku diamankan ke Polsek. “ Kasusnya masih dalam penyidikan. Pelaku sudah mengakui perbuatannya,” kata Kapolsek Pesanggaran, AKP Lita Kurniawan, Rabu (22/3/2023) siang.

Selain ratusan pil koplo, polisi mendapati sejumlah uang hasil transaksi. Selama ini, pelaku mengedarkan pil koplo dari rumahnya. Sasarannya, kalangan remaja di sekitar desa setempat. Penyidik akan menjerat pelaku dengan pasal 197 UU RI Nomor 2009 tentang Kesehatan.

Penyidik juga mendalami asal-usul pil koplo yang diedarkan pelaku. Apalagi, jumlahnya lumayan banyak. (udi)

Momen Nyepi, Empat Warga Binaan Lapas Banyuwangi Dikado Remisi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Momen Hari Raya Nyepi membawa kebahagian bagi empat warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi. Mereka mendapatkan remisi tahanan 1 bulan. Remisi ini diberikan khusus kepada warga binaan yang beragama Hindu.

Mereka yang mendapatkan remisi ini sudah melalui tahap penilaian panjang. Salah satunya, aktif mengikuti kegiatan pembinaan. Lalu, tidak pernah melakukan pelanggaran selama menjalani vonis hukum di Lapas. “ Jadi, remisi ini bukan sebagai obral hukuman. Namun, menjadi bukti jika pembinaan berjalan baik,” kata Kepala Lapas Banyuwangi, Wahyu Indarto, Rabu (22/3/2023) siang.

Remisi juga menjadi hak setiap warga binaan. Jika menjalani vonis hukuman dengan baik dan patuh aturan, akan mendapatkan penghargaan remisi. Pemberian remisi ini didasatkan pada Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.

Nyepi tahun ini, sebanyak 23 warga binaan di Jawa Timur mendapatkan remisi. Pemberian keringanan hukuman ini maksimal 60 hari. Paling singkat 15 hari. Jumlah warga binaan yang mendapatkan remisi Nyepi ini sama dengan yang diusulkan. Mereka yang mendapatkan remisi tertuang dalam SK kolektif yang dikeluarkan Ditjen Kemasyarakatan.

Para warga binaan yang mendapatan remisi tersebar di 39 Lapas di Jawa Timur. Sebelumnya, mereka mengusulkan nama-nama warga binaan untuk diberikan remisi Nyepi. Mereka yang mendapatkan remisi terdiri dari 12 orang melakukan rindak pidana khusus. Sisanya, 11 orang pelaku tindak pidana umum. (udi)

Pemudik Asal Trenggalek Hilang di Selat Bali setelah Terjun dari Kapal

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Seorang pemudik asal Trenggalek, Cahyo (25), nekad terjun dari kapal dalam pelayaran dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali menuju Ketapang, Banyuwangi. Penyebabnya misterius. Diduga, dipicu depresi. Korban dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan.

Saat kejadian, korban menumpang KMP Perkasa 5. Saat kapal berlayar persis di tengah Selat Bali, korban mencari anjungan yang sepi. Lalu, melompat ke laut. Kejadian ini sempat diketahui sejumlah anak buah kapal (ABK).  Ketika diperiksa, tubuh korban sudah hilang ditelan ombak. “ Kejadiannya, Selasa  (21/3/2023) petang. Tim SAR langsung melakukan pencarian begitu mendapat laporan. Namun, hasilnya maish nihil,” kata Kepala Pos SAR Ketapang, Banyuwangi, Wahyu Setya Budi, Rabu (22/3/2023) pagi.

Pihaknya mengerahkan sejumlah peralatan untuk melakukan pencarian korban. Namun, hingga Selasa malam, korban masih menghilang. Pencarian dihentikan dan dilanjutkan Selasa pagi. “ Pukul 06.00 WIB, pencarian dilanjutkan dengan menyisir sekitar lokasi hilangnya korban,” jelas Wahyu.

Menurut sejumlah saksi di atas kapal, kejadiannya berlangsung singkat. Sehingga, tidak ada yang sempat memberikan pertolongan. “ Sekarang kami fokus menyisir perairan sekitar lokasi. Ada sejumlah perahu karet yang diterjunkan,” tutupnya. (udi)

Kauman Iftar Package

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Membahas tradisi Idul Fitri di Indonesia, tak bisa lepas dari Kampung Kauman yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Seperti diketahui, hampir setiap daerah di Indonesia, khususnya Jawa Tengah/Jateng dan Jawa Timur/Jatim, memiliki daerah bernama Kauman.

Pada mulanya, Kauman merupakan kompleks pemukiman yang terletak di wilayah keraton dan biasanya ditinggali para abdi dalem yang mengurusi seputar urusan keagamaan. Pada umumnya, kampung ini terletak di dekat masjid agung dan alun-alun.

Sejarah panjang Kampung Kauman berasal dari Kampung Kauman Surakarta. Disebut sebagai Kampung Kauman tertua, bersamaan dengan dibangunnya Masjid Agung Surakarta pada tahun 1757. Kemudian berkembang ke Yogyakarta, yang lantas semakin berkembang ke berbagai daerah.

Menurut Josephine, pada ramadhan 2023, Surabaya Suites Hotel mengangkat thema Kauman sebagai tema utama, dengan menyertakan kuliner-kuliner unggulan dari setiap daerah. Ada delapan thema Kauman yang diangkat selama bulan Ramadhan diantaranya:

Kauman Gerbangkertasusila, Kauman Yogyakarta, Kauman Semarangan yang mencakup area Semarang, Salatiga dan Wonosobo, Kauman Jawa Timur-an yang mencakup area Tulungagung, Blitar, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo dan Bojonegoro, Kauman Tapal Kuda yang mencakup Pasuruan, Bangil dan Malang, Kauman Surakarta, Kauman Pesisir Kulon yang mencakup Pekalonga, Batang dan Pemalang dan Kauman Pesisir Wetan yang mencakup Kudus, Pati dan Jepara.

Tentunya juga aka nada berbagai macam menu khas dari setiap daerah tersebut yang akan berganti setiap harinya. Hanya dengan harga early bird sebesar IDR 99.000, pengunjung sudah dapat menikmati berbagai menu yang sudah disediakan.

Selain menu Kauman Iftar, Surabaya Suites Hotel juga mengadakan pameran lukisan sepanjang total kurang lebih 40 meter, dilukis oleh kurang lebih 20 pelukis lokal Surabaya dengan Koordinator Budi Bi dan Te Kamajaya, masih mengangkat tema seputar Kauman. Lukisan-lukisan ini dapat dinikmati di area Café Taman, Surabaya Suites Hotel, selama bulan Ramadhan. (bw)

Peningkatan Literasi Keuangan, ini Penting Bagi Generasi Muda

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Literasi keuangan di masyarakat, utamanya di kalangan generasi muda terus didengungkan. Karena itu, Lembaga Penjamin Simpanan/LPS berkunjung ke Universitas Bina Nusantara (BINUS) Selasa (21/3).

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan, LPS bersama dengan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang lain seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan bertanggung jawab untuk meningkatkan literasi keuangan kepada generasi muda.

“Kami menginginkan masyarakat yang memiliki akses keuangan yang luas disertai dengan pemahaman yang baik atas risikonya, untuk mewujudkan sistem keuangan yang inklusif sangat diperlukan peningkatan literasi keuangan di masyarakat, terutama di kalangan generasi muda,” kata Purbaya.

Ia menjelaskan, ada berbagai manfaat dari meningkatnya literasi keuangan di masyarakat khususnya bagi generasi muda. Antara lain, masyarakat mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan.

Kemudian memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik dan yang terpenting dapat terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas. Ia  berharap agar literasi keuangan yang baik pada akhirnya dapat menjadi budaya, dan dapat membentuk karakter yang terbiasa untuk berinvestasi sesuai risiko, khususnya untuk generasi muda.

Selain budaya menabung, juga bisa menyisihkan sebagian uang kita untuk berinvestasi. Namun satu hal penting, khususnya bagi kalian para mahasiswa, ketika ingin melakukan investasi, perlu mengetahui konsep dasar berinvestasi yaitu risk-return trade off atau semakin tinggi return maka akan berbanding dengan semakin tinggi risiko.

‘’Pengetahuan mengenai instrumen investasi yang paling cocok dan aman bagi para calon investor juga sangat penting,” jelasnya. Kemudian, ada pertanyaan dari mahasiswa, apakah sebaiknya menabung atau berinvestasi?

Purbaya menjelaskan, pada dasarnya menabung dan investasi adalah dua konsep yang berbeda. Menurutnya, tabungan secara konsep merupakan porsi pendapatan yang tidak habis dikonsumsi, sementara investasi adalah pembelian suatu asset yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan.

Dari sini bisa diketahui, bahwa tujuannya berbeda. Dengan demikian risiko, return yang didapatkan, dan likuiditas antara menabung dan investasi juga berbeda. Apabila tujuan kita mendapatkan untung maka risiko yang bisa kita tanggung juga besar, sehingga mau menabung atau berinvestasi sebenarnya keduanya bisa berjalan beriringan, namun perlu mengetahui karakteristik masing-masing,” ujarnya.

Ia berpesan, jika ingin melakukan investasi dengan baik, maka masyarakat juga perlu mengetahui dampak atas berbagai faktor ekonomi yang berpengaruh terhadap instrumen investasi. Contohnya, kenaikan pertumbuhan ekonomi akan berdampak kenaikan harga saham, SUN dan Rupiah.

Sementara pelemahan nilai tukar akan berdampak penurunan ke pasar saham dan pasar SUN. “Intinya, kalian bisa berinvestasi dan bisa berhasil, jangan takut untuk berinvestasi. Namun yang paling penting, pahami dan pelajari dulu ilmunya, ibaratnya jangan bertempur ke medan tempur tanpa senjata,” pungkasnya. (bw)

Mirip di Bali, Begini Kemeriahan Umat Hindu Banyuwangi Mengarak Ogoh-ogoh di Malam Nyepi 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Puncak perayaan Hari Raya Nyepi di Banyuwangi ditandai dengan ritual Tawur Kesanga, Selasa (21/3/2023) malam. Kegiatan dilakukan dengan mengarak Ogoh-ogoh berkeliling kampung. Seperti digelar umat Hindu di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Ritual Tawur Kesanga digelar setelah matahari tenggelam. Kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama di pura. Setelah itu, seluruh umat turun ke jalan. Sedikitnya empat buah Ogoh-ogoh disiapkan. Bentuknya unik, menyeramkan.

Yang unik, Ogoh-ogoh membawa mainan latto-latto.  Dengan alunan gamelan ble ganjur, umat Hindu mengaraknya menyusuri jalanan desa. Ritual ini menarik wisatawan lokal. Mereka memadati jalur yang dilalui untuk melihat dari dekat momen setahun sekali tersebut.

Sepanjang perjalanan, umat yang memanggul Ogoh-ogoh ikut menari. Suasananya meriah. Tak kalah dengan Bali. “Ini adalah rangkaian puncak Nyepi. Kami menggelar ritual Tawur Kesanga dengan mengarak Ogoh-ogoh,” kata Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Sempu, Sukariyono.

Tawur Kesanga memiliki makna penyucian alam sebelum melakukan puasa Nyepi. Penyucian ini disimbolkan dengan mengarak Ogoh-ogoh. Selanjutnya, Ogoh-ogoh dibakar menjelang tengah malam. “Jadi, setelah diarak, seluruh Ogoh-ogoh kami bakar di perempatan desa. Ini simbol hancurnya kejahatan untuk menyambut Tahun Baru Saka,” jelasnya.

Usai pembakaran Ogoh-ogoh, seluruh umat menggelar empat pantangan puasa Nyepi. Diantaranya, tidak makan minum, tidak bersenang-senang, tidak menyalakan api tidak bepergian. Ritual puasa ini dilakukan selama 24 jam penuh, mulai Selasa (21/3/2023) tengah malam hingga Kamis (23/3/2023) pagi.

“Harapannya dengan tahun baru Saka 1945 ini, semua umat manusia mendapatkan kebahagiaan,” tutupnya. (udi)

Relawan dan Santri SPMAA Kunjungi BPBD Jatim

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Sebanyak 40 relawan dan 60 santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) mengunjungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur/Jatim, Senin (20/3).

SPMAA sendiri punya Santri Tanggap Bencana (Santana) yang kerap diterjunkan ke daerah-daerah yang terjadi bencana alam di Indonesia. Kunjungan santri dan relawan ini dipimpin langsung oleh Basyirun Adhim alias Gus Adhim, yang sehari-hari juga menjadi Komandan Santana Indonesia.

Perwakilan yang ikut dalam kunjungan ke BPBD Jatim ini di antaranya berasal dari Blora, Grobogan, Jepara, Kota Malang, Trenggalek, Bojonegoro, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kediri, Madiun, Pasuruan, Probolinggo, dan Surabaya.

“Ini kali pertama kunjungan kami ke BPBD Jatim, sekaligus silaturahmi,” ungkap  Gus Adhim. Dalam kunjungan kali ini mereka diterima oleh Sekretaris BPBD Jawa Timur Suharlina Kusumawardhani atau akrab dipanggil Pipin.

Dia didampingi Subkoordinator Subsubstansi Pencegahan Dadang Iqwandy. Dalam kunjungan ini hadir pula beberapa pengurus Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim. Mereka dipimpin langsung Koordinatornya, Dian Harmuningsih.

Diawali dengan perkenalan masing-masing perwakilan SPMAA dari lembaga kota-kabupaten. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian wawasan dan maksud tujuan kedatangan oleh Gus Adhim. Selanjutnya, Sekretaris BPBD Jatim, Suharlina Kusumawardhani mengajak berkeliling ke area layanan BPBD Jatim.

Diantaranya ke Tenda Pendidikan Kebencanaan (Tenpina), Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena), Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalpos), dan diakhiri makan siang bersama. (rizki)

Jelang Ramadhan, Harga Daging Sapi Tembus Rp 120.000 per Kilogram

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Menjelang Ramadan, harga daging sapi dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Surabaya naik tajam dalam sepekan terakhir. Harga daging sapi dari sebelumnya Rp 80.000, kini naik Rp 40.000 menjadi Rp 120.000 per kilogram. Sedangkan, harga daging ayam kini Rp 35.000 dari sebelumnya Rp 28.000 per kilogram.

Kenaikan harga daging sapi dan daging ayam ini, salah satunya terjadi di Pasar Pucang Anom Surabaya. Salah satu pedagang daging sapi, Aisyah, mengatakan kenaikan harga daging sapi ini terjadi sejak sepekan terakhir.

Para pedagang terpaksa menaikkan harga daging sapi karena menyesuaikan harga dari tempat pemotongan hewan, sebelum pasokan daging sapi dikirim ke pasaran. Harga daging sapi ini naik mulai seminggu lalu. Pokoknya menjelang bulan puasa ini pasti naik.

‘’Padahal, pasokan dan permintaannya dari pembeli sampai sekarang masih normal-normal saja. Pedagang khawatir kenaikan harga daging sapi ini terus naik selama bulan puasa sampai mendekati Hari Raya Idul Fitri nanti,” keluh Aisyah, sambil melayani pembeli di Pasar Pucang Anom Surabaya, Selasa (21/3).

Salah seorang pedagang ayam potong. (foto/red)

Sementara itu, Sumiati, salah seorang pembeli yang juga pedagang soto daging, mengatakan ia terpaksa membeli daging sapi dengan harga yang lebih mahal, karena harus berjualan untuk memenuhi pelanggan mereka.

Mereka terpaksa tidak menaikkan harga jual bakso maupun soto, karena khawatir justru akan ditinggal pelanggan mereka. “ya, mau gimana lagi mas. Meskipun harga daging sapi sekarang mahal, saya tetap beli karena saya pedagang soto daging harus tetap jualan daripada pembeli saya pada kabur. Ini saya beli satu kilogram dulu, sambil untuk stok di bulan puasa,” katanya.

Selain daging sapi, harga daging ayam di pasaran juga naik. Dari sebelumnya hanya Rp 28.000 kini naik menjadi Rp 35.000 per kilogram. Pedagang daging ayam mengaku kenaikan harga ini bukan dipicu karena cuaca buruk, namun karena sudah dinaikkan dari pemasok sebelum dikirim ke pasaran.

Pedagang berharap harga daging sapi maupun daging ayam kembali normal. Sehingga, pembeli juga tidak sepi, karena diprediksi menjelang Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri, permintaan daging sapi dan daging ayam akan meningkat. (red)

Gandeng Peradi, UPH Surabaya Campus Siapkan Program PKPA

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sejumlah kampus di Indonesia mulai mengimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas Kementerian Pendidikan, kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Salah satunya, dengan menerapkan program magang bersertifikat bagi mahasiswa.

Termasuk membekali pengetahuan keterampilan dan keahlian hukum melalui program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini salah satunya sudah diterapkan di Fakultas Hukum (FH) Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya Campus.

Mahasiswa FH UPH dibekali berbagai pengetahuan keterampilan dan keahlian hukum yang diperlukan calon Advokat dalam melaksanakan praktik Advokat secara profesional. Salah satunya, dengan menghadirkan praktisi hukum, serta menyiapkan program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bekerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya, Selasa (21/3).

Ketua DPC Peradi Surabaya, Hariyanto, mengatakan, Peradi Surabaya menjalin kerja sama dengan FH UPH Surabaya Campus untuk kali kedua. Sesuai amanat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang  Advokat dan Putusan MK tahun 2006 menyebutkan Peradi merupakan satu-satunya organisasi profesi Advokat yang legal dan memiliki 8 kewenangan dan berhak mengadakan PKPA.

Disisi lain, Peradi Surabaya juga menyiapkan tempat-tempat magang bagi mahasiswa hukum yang ingin menjadi advokat, baik secara kelas maupun mandiri. Selama ini mahasiswa FH sudah mengikuti program magang di sejumlah kantor konsultan hukum.

‘’Sejumlah kantor konsultan hukum juga memberikan kesempatan dan kemudahan bagi mahasiswa FH untuk mengasah pengetahuan keterampilan dan keahlian hukum dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai langkah persiapan karir,” kata Hariyanto, usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa FH UPH Surabaya Campus bertema Fakultas Hukum sebagai Habitat Asal Para Advokat.

Sementara itu, Executive Director UPH Surabaya Campus, Ronald Suryaputra, menegaskan kerja sama antara UPH Campus dan DPC Peradi Surabaya ini bertujuan untuk lebih memperkaya wawasan dari mahasiswa UPH, bukan hanya teori namun juga praktik.

Harapannya, mahasiswa bisa terjun langsung ke dunia professional. Melalui Peradi ini mahasiswa nanti bisa diarahkan untuk menjadi Advokat. Sebab, Advokat ini harus memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Kerja sama ini merupakan lanjutan dari kerja sama tahun lalu. Termasuk bekerja sama dengan kantor konsultan hukum, agar mahasiswa UPH bisa menjalankan magang, sebelum mereka bisa terjun langsung ke dunia kerja.

‘’Sehingga, mahasiswa dibekali ilmu dan pengalaman yang belum diperoleh selama mereka belajar di kampus,” ujarnya. Salah satu mahasiswa FH UPH Surabaya Campus, Arin Tri Ambarwati, mengaku sudah menjalankan magang dan merasakan langsung di dunia kerja.

Sebab, meski mendapat bekal ilmu dan wawasan dari pengajar dan praktisi hukum selama belajar di kampus, mahasiswa mengaku masih kurang apabila tidak terjun dan praktik langsung di masyarakat maupun dunia kerja.

“Adanya program magang ini dinilai bisa menjadi pembelajaran dan pengalaman, sekaligus dapat mengalanisa dan mengkaji permasalahan yang terjadi. Di tempat saya magang itu, saya diajarkan langsung oleh para praktisi hukum, bagaimana cara berkomunikasi dan menghadapi seorang klien,” katanya.

Program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) ini sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas calon Advokat yang berdedikasi tinggi, profesional dan memenuhi kualitas sebagai peserta ujian profesi Advokat.

Mahasiswa yang telah mengikuti program PKPA diharapkan dapat menjadi calon Advokat yang dapat menerapkan ilmu hukum dan memiliki kualitas kepribadian dan ketaatan pada kode etik profesi Advokat, serta memiliki keahlian dalam bidang pembuatan pendapat hukum (Legal Opinion), pembuatan kontrak dan negosiasi yang dibutuhkan masyakarat luas. (red)