Ratusan Warga Lumpur Gresik Terima Sertifikat Tanah

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Penyerahan sertifikat tanah program percepatan PTSL /Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap kembali dilaksanakan di Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama BPN/ Badan Pertanahan Nasional setempat kembali menyerahkan 493 sertipikat bagi masyarakat di Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.

Penyerahan ratusan sertipikat itu  dilaksanakan di Balai Kelurahan Lumpur Gresik, Kamis (15/12). Program PTSL itu sendiri merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui BPN di setiap wilayah dan berkerjasama dengan pemerintah daerah melakukan pemetaan dan pengukuran tanah. Ini bertujuan agar meminimalisir berbagai persoalan di masyarakat dibidang agraria.

Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani  yang hadir dalam penyerahan tersebut mengingatkan agar masyarakat tidak menggadaikan sertipikat tanah miliknya untuk hal-hal yang bersifat konsumtif. “Jangan gunakan sertipikat tanah untuk hal yang sifatnya konsumtif seperti menggadaikan atau menjadikan sertipikat tanah sebagai jaminan kredit membeli sepeda motor dan lainnya,” pesan Gus Yani panggilan akrab bupati milenial ini.

 Menurut Gus Yani, jika sertipikat tanah tersebut digunakan untuk hal konsumtif, maka masyarakat akan terbebani ketika pengembalian uang pinjamannya. “Sertipikat tanah ini merupakan barang berharga, bisa digadaikan dan dijadikan kredit. Namun, jangan untuk hal yang konsumtif karena akan membebani nanti,” papar Gus Yani

Karena itu, bupati menyarankan sertipikat tanah lebih baik digunakan untuk hal produktif, seperti untuk modal usaha yang bisa membangkitkan perekonomian masyarakat. “Gunakan sertipikat tanah ini untuk hal yang sifatnya produktif, seperti mendapatkan pinjaman modal usaha. Bisa dipergunakan untuk mendirikan warung kopi misalnya. Inilah keuntungannya kalau masyarakat membuat sertipikat atas tanahnya,” pesannya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar menyimpan sebaik mungkin sertipikat tanah telah diterima tersebut. “Jangan sampai memberikan sertipikat kepada orang lain tanpa alasan jelas,” ujarnya. Sebab, lanjutnya banyak orang bermasalah setelah memberikan sertipikat tanah miliknya kepada orang lain. Ternyata sertipikat tersebut sudah dijadikan jaminan kredit perbankan.

Menurut bupati yang lahir tahun 1984 itu, kalau sudah bermasalah dengan perbankan, maka tanah  yang sertipikatnya dijadikan agunan akan disita. Artinya, tanah tersebut sudah jadi milik bank. “Saya ingatkan masyarakat yang sudah menerima sertipikat melalui program PTSL menyimpan dan menggunakannya dengan sebaik mungkin. Sertipikat tanah itu merupakan surat berharga,” pesan Gus Yani.

Sementara itu, Asep Heri Kepala BPN Gresik menambahkan, bahwa saat ini ada 493 sertipikat tanah di Kelurahan Lumpur yang sudah bersertipikat. Masih ada sekitar 600 sertipikat lagi yang sedang dikerjakan.

“Segera akan kami tuntaskan. Sebab harapannya pada  tahun 2023, tanah masyarakat Gresik harus seratus persen bersertipikat. Mudah-mudahan dapat terealisasi,” paparnya. (dra)

Pengalaman Pelanggan XL Makin Meningkat

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Kerja keras PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dalam upaya menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelanggan (Customer Experience) terus membuahkan hasil. Salah satu yang terbaru berupa pengakuan dari pelanggan seluler melalui analisa independen Opensignal yang tertuang pada “Laporan Pengalaman Jaringan Seluler Indonesia Bulan Desember 2022*”.

Dalam laporan itu, XL Axiata dinyatakan berhasil memenangi empat kategori dari sembilan kategori, meraih skor terbaik di antara sejumlah operator yang beroperasi di Indonesia. Keempat kategori tersebut yakni, pengalaman kecepatan unduh, pengalaman video, pengalaman gim, dan pengalaman aplikasi suara. Analisa kepada pelanggan seluler dilakukan oleh Opensignal selama 90 hari, mulai 1 Agustus 2022 hingga 29 Oktober 2022.

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, mengatakan, hasil laporan Opensignal yang menempatkan XL Axiata menjadi yang terbaik di empat kategori pada periode ini menunjukkan kerja keras kami dalam upaya yang tidak kenal lelah untuk terus meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi dan data.

Kerja keras tersebut telah berhasil menghadirkan kualitas jaringan yang semakin baik yang semoga sesuai dengan ekspektasi pelanggan. Namun, tentu pencapaian ini bukan final, karena kami harus mampu mempertahankannya di periode-periode mendatang di mana ekspektasi pelanggan juga akan terus meningkat.

Gede menambahkan, berbagai inisiatif dan inovasi telah diimplementasikan oleh XL Axiata untuk meningkatkan kinerja jaringanUpaya-upaya tersebut antara lain berupa menjaga ketersediaan dan kualitas sinyal pada seluruh BTS XL Axiata, serta optimisasi di sisi jaringan dan service (antara lain gim, video, voice). 

 Hal-hal tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga mampu mendekati espektasi experience yang diinginkan pelanggan. Selain itu, XL Axiata juga menerapkansmart investment, yaitu menambah kapasitas jaringan dengan mempertimbangkan pengaruh langsung terhadap pengalaman pelanggan. (bw)

Stakeholder Duduk Bersama, Cari Solusi Atasi Kelompok Remaja Bersenjata

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Polrestabes Surabaya menggelar Diskusi Panel dengan Forkopimda Surabaya dan semua stakeholder Surabaya di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, Rabu (14/12). Mereka duduk bersama dalam satu forum untuk merumuskan solusi dan langkah-langkah dalam mengatasi kelompok remaja bersenjata di Kota Pahlawan.

Adapun pemateri dalam diskusi itu adalah Pakar Bidang Kriminologi dan Kepolisian yang juga Dosen Departemen Kriminologi Universitas Indonesia Prof Adrianus Eliasta Sembiring Meliala, Pakar Pendidikan Universitas Negeri Surabaya Diana Rahmasari, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Prof Bagong Suyanto, Dosen Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Islam Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri.

Sedangkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menjadi panelis dalam diskusi tersebut. Wali Kota Eri memastikan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh Kapolrestabes Surabaya setelah menggelar rembuk dengan Forkopimda Surabaya, sehingga digelarlah kegiatan ini.

Ia menjelaskan bahwa Kota Surabaya harus menjaga harga dirinya, harus menjaga kotanya untuk tetap aman dan nyaman bagi warga Surabaya. “Nah, menjaga harga diri itu kita harus bisa menyiapkan anak-anak kita menjadi anak-anak yang memiliki nilai-nilai kebangsaan dan memiliki akhlakul karimah dan memiliki agama yang kuat, karena kelak mereka ini akan menjadi pemimpin di kota ini. Dengan cara ini maka harga diri kita tidak akan diinjak-injak,” tegasnya.

Karena itu, dengan adanya acara ini maka jajaran pemkot dan Forkopimda Surabaya serta seluruh elemen yang ada di Surabaya diharapkan dapat menyusun formulasi atau langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi kelompok remaja bersenjata.

Makanya, nanti setelah pertemuan ini akan ditarik kesimpulan langkah-langkah yang akan diambil ke depannya. “Jangan sampai hari ini selesai, tapi beberapa bulan kemudian muncul lagi. Berarti apa sih yang harus kita lakukan untuk menjamin anak-anak kita ini tidak muncul lagi beberapa bulan ke depan, dan mereka memiliki nilai-nilai kebangsaan dan bisa menjaga kota ini. Jadi, ini akan terus kita lakukan supaya ke depan anak-anak kita memiliki rasa cinta yang luar biasa kepada kota ini,” ujarnya.

Adapun salah satu yang akan dilakukan ke depannya adalah akan memisahkan anak-anak yang masuk ke dalam kenakalan remaja, dan anak-anak yang dimanfaatkan oleh orang tertentu yang melakukan kriminalitas. Langkah lainnya yang bisa dilakukan adalah bagaimana sekolah itu menjadikan sekolah yang nyaman bagi anak-anak ini.

“Nanti juga ada kegiatan-kegiatan yang bisa mengatasi stres anak-anak ini, manajemen stresnya, sehingga ketika ada tekanan bukan energi negatifnya yang muncul, tapi energi positifnya yang kita jalankan,” imbuhnya.

Makanya, ia pun berharap semua stakeholder dan semua elemen masyarakat di Surabaya harus bisa menjaga Kota Surabaya dan harus bisa menjaga harga diri Surabaya sebagai kota pejuang. Karenanya, kebersamaan yang guyup rukun harus terus dikuatkan untuk menciptakan kondisi yang aman dan nyaman, baik di sekolah maupun di tempat lainnya.

“Jadi, kita harus bisa menciptakan kader-kader penerus bangsa yang bisa menjadi pahlawan di kemudian hari,” tegasnya. Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, mengatakan keberadaan gangster remaja di Surabaya ini berbeda dengan yang lainnya. Jika biasanya gangster tergolong dewasa, namun di Surabaya ini anak-anak.

“Seperti yang disampaikan Ketua Pengadilan Negeri melihat istilah gangster ini berlebihan. Justru bisa membahayakan anak tersebut,” katanya. Fenomena ini merupakan kenakalan remaja biasa yang harus mendapat penanganan tepat.

Jangan sampai salah penanganan, ini yang membuat Polrestabes Surabaya melaksanakan forum diskusi ini. “Kami ke depan berharap mereka berhadapan dengan Satbinmas bukan Satreskrim,” tambahnya. Karena itu,” ujarnya

ia mengaku butuh keterlibatan semua pihak untuk mengatasi ini secara bersama-sama. Ia juga mengimbau kepada seluruh pihak, terutama adik-adik yang merasa masih terlibat kegiatan geng-gengan itu, ataupun yang masih mengikuti komunikasi dalam 37 akun yang teridentifikasi oleh kepolisian untuk segera berhenti mengeluarkan konten-konten lama atau baru.

 “Karena akan kami tracing dan kami akan mengungkapnya. Kami berharap tidak ada lagi yang membuat resah warga Kota Surabaya,” pungkas Yusep. (ko)

POTAS Award 2022, Jadi Ajang Apresiasi dan Kritik Kinerja Pejabat Pemkot Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Taman Surya (POTAS) Kota Surabaya untuk pertama kalinya menggelar ajang bertajuk POTAS Award 2022. Ajang penghargaan dari organisasi wartawan ini sebagai hasil penilaian dan evaluasi kinerja pejabat di lingkup Pemkot Surabaya selama tahun 2022.

Acara yang dikemas dalam bentuk silaturahmi bersama awak media ini dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono. Juga, dihadiri langsung Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Lutfil Hakim, sekaligus para pimpinan media massa di Kota Surabaya.

“Ada penghargaan yang diberikan teman-teman Pokja POTAS kepada Kepala OPD yang dia (Kepala OPD) berani memberikan sebuah penjelasan dan tidak sulit untuk ditelepon (dikonfirmasi),” kata Eri Cahyadi dalam sambutannya.

Selain penghargaan, Eri menyebut, POTAS juga memberikan penilaian kepada Kepala OPD yang enggan terbuka dengan media. Juga kepada Kepala OPD yang sulit ketika dikonfirmasi awak media. Ia pun meminta Kepala OPD itu agar tidak menyalahkan awak media terhadap hasil penilaian.

“Jangan pernah salahkan media kalau menulis salah dan jangan pernah salahkan media jika menulis tidak benar. Karena apa? Karena njenengan (Kepala OPD) tidak memberikan penjelasan yang benar,” tegas Eri.

Padahal, Eri Cahyadi mengaku, ketika masih menjabat Kepala Dinas Cipta Karya hingga Kepala Bappeko Surabaya, dirinya selalu dekat dan terbuka dengan awak media. Terutama kepada wartawan yang biasa melakukan peliputan di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Saya yakin ketika ada pemberitaan jelek terkait pemerintah kota, tapi ketika kita memberikan penjelasan, pasti dimuat oleh media,” ucapnya. Menurut dia, ketika awak media melakukan konfirmasi dan dijelaskan Kepala OPD, tentu masyarakat akan menilai mana yang benar dan salah. Demikian dengan sebaliknya, ketika Kepala OPD enggan menjelaskan kepada media, maka informasi atau berita yang disampaikan akan berat sebelah.

“Makanya (Kepala OPD) ojok wedi ngekei (jangan takut memberikan) statement. Sehingga berita itu bisa di-counter dengan penjelasan yang benar,” pintanya. Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Bappeko Surabaya ini juga menyampaikan langsung nama-nama pejabat pemkot yang kinerjanya dinilai kurang terbuka dengan awak media.

Hasil penilaian ini bersifat independen yang dilakukan POTAS berdasarkan pengalaman anggota mereka melakukan peliputan di lingkup pemkot. “Kalau dihubungi wartawan angel (sulit) dan ternyata tidak balas, maka itu juga menjadi salah satu (penilaian) kontrak kinerja (Kepala OPD),” jabarnya.

Eri lantas memaparkan nama-nama kepala dinas pemkot yang dinilai sulit ketika dikonfirmasi awak media. Yaitu, Kepala Dinas Kesehatan Nanik Sukristina dan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Wiwiek Widayati.

Kemudian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Antiek Sugiharti dan Kepala Dinas Pendidikan Yusuf Masruh. “Maka saya berharap, kepala dinas yang hari ini hadir tolong sampaikan kepada yang lainnya tahun 2023 njenengan (Kepala Dinas) harus berubah,” kata Eri Cahyadi.

Ditemui usai acara, Ketua POTAS Surabaya, Robby Julianto, menjelaskan, POTAS Award 2022 menjadi salah satu trigger atau pemicu untuk memperbaiki kinerja pelayanan dinas kepada masyarakat. Sekaligus ajang apresiasi dan kritikan bagi seluruh kepala dinas yang tidak terbuka dengan awak media.

“Jadi sebagai trigger untuk perbaikan pelayanan dinas serta hubungan dengan wartawan agar OPD memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” jelas Robby. Menurut Robby, konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Kepala OPD ini tak lain untuk meluruskan informasi yang ada di tengah masyarakat.

Harapannya, tidak terjadi miskomunikasi dan salah paham ketika berita itu tersampaikan ke masyarakat. “Kita juga beri penghargaan kepada kepala dinas yang selama ini memberikan informasi benar dan tidak sulit ketika dihubungi media. Kita berharap kepala dinas lain bisa meniru dinas-dinas yang mendapat penghargaan hari ini,” pintanya.

Robby berharap, catatan negatif atau kritikan kepada sejumlah Kepala OPD pemkot agar tidak dijadikan lecutan sakit hati, tapi penyemangat dan perbaikan ke depan. Ia menyebut, masih ada jangka waktu satu tahun lagi bagi POTAS untuk kembali memberikan penilaian terhadap kinerja Kepala OPD pemkot.

“Kita hanya ingin menjadi penyambung lidah dinas agar informasi yang disampaikan awak media ke masyarakat bisa tersampaikan dengan benar,” tandasnya. Sebagai diketahui, sejumlah Kepala OPD pemkot yang mendapatkan penghargaan POTAS Award 2022 untuk Kategori Inspiratif adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Achmad Zaini, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Tomi Ardiyanto.

Kemudian Kategori Dedikatif yaitu Kepala Dinas Sosial Anna Fajriatin dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, M Fikser. Lalu, Kategori Inovatif adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agus Hebi Djuniantoro, dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Irvan Wahyudrajad.

Selanjutnya, Kategori Responsif adalah Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Lilik Arijanto serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dedik Irianto. Lalu, Kategori Komunikatif yakni, Kepala Dinas Perhubungan Tundjung Iswandaru dan Kepala Satpol PP Eddy Christijanto.

Selain itu, ada pula dua orang camat Surabaya yang mendapatkan penghargaan POTAS Award 2022 Kategori Terfavorit. Keduanya adalah Camat Tandes Febriadhitya Prajatara dan Camat Semampir M Yunus.

Selain Kepala OPD, POTAS juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh di Kota Surabaya. Yakni, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Penggerak Reformasi Birokrasi), Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono (Penggerak Gotong Royong), Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony (Penggerak Budaya Surabaya), Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno (Penggerak UMKM), dan Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fatoni (Penggerak Politik Melalui Media Sosial). (ko)

Tuntaskan Stunting, Pemkot Gelar Surabaya Gender Award 2022

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menggelar Surabaya Gender Award (SGA) 2022. Acara tersebut digelar untuk mendukung kesetaraan gender dalam mengentaskan masalah stunting di Kota Surabaya.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, Rini Indriyani menyatakan, SGA digelar bukan hanya untuk mendukung kesetaraan gender di Surabaya. Akan tetapi, SGA sebagai media pendukung menuntaskan stunting.

“Kenapa ada kaitannya dengan stunting? Karena dalam mengatasi stunting itu ada yang namanya pola asuh, laki-laki dan perempuan dalam mengasuh anak itu punya kesetaraan yang sama,” kata Ketua TP PKK Rini usai awarding SGA di Royal Plaza Mal, Rabu (14/12).

Contoh lain, lanjut Rini, dalam rumah tangga kebanyakan kepala rumah tangganya adalah perokok. Tentu, ketika di dalam rumah tangga itu ada salah satu perokok, maka akan berpengaruh terhadap perkembangan anak.

Karena itu, sebagai kepala rumah tangga harus paham dan menahan egonya untuk tidak merokok ketika sedang bersama anaknya. “Begitu pula ketika istri sedang hamil. Dalam kondisi ini tentunya istri butuh perhatian penuh agar anak terlahir sehat, di situasi seperti inilah pentingnya kesetaraan gender,” ujar Rini.

Istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi itu melanjutkan, kesetaraan gender tidak hanya dalam kondisi itu saja. Akan tetapi berlanjut hingga proses mengasuh anak dan seterusnya. “Jadi bukan hanya tugas perempuan saja, tetapi peran kepala rumah tangga juga penting. Begitu dengan suami ketika bekerja, istri juga wajib membantu pekerjaan rumah tangga,” lanjutnya.

Disamping itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Tomi Ardiyanto menyampaikan alasan SGA 2022 digelar di kecamatan dan kelurahan.

Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman terhadap camat dan lurah, ketika mempunyai sebuah program dan melayani warga tidak memandang dari segi gender. Selain ditujukan kepada camat dan lurah, SGA juga untuk memberikan wawasan kesetaraan gender kepada warga, PKK, LPMK, RT/RW, dan Karang Taruna.

“Untuk kecamatan dan kelurahan yang kita nilai itu secara organisasinya dan bagaimana mereka mensosialisasikan kesetaraan gender, sedangkan untuk masyarakat adalah peran sertanya yang kita nilai,” kata Tomi.

Ia yakin, dengan SGA 2022 maka kasus stunting di Surabaya akan menurun drastis. Yang tadinya berada di angka 12.788 di tahun 2020, kini di tahun 2022 menjadi 1.055. “Kami berharap, dengan SGA bisa menjadi salah satu inovasi dan motivasi untuk camat, lurah dan masyarakat dalam mengentaskan stunting di Surabaya,” pungkasnya. (ko)

Wali Kota Surabaya, Tagih Janji Perusahaan yang Kurang Taat Lingkungan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, memberi penganugerahan kepada 10 perusahaan terbaik yang taat terhadap aspek lingkungan hidup di Graha Sawunggaling, Rabu (14/12). Penganugerahan ini diberikan secara simbolis oleh Wali Kota Eri bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya. Eri, mengatakan, penilaian aspek lingkungan hidup terhadap perusahaan itu sangat penting dilakukan, agar Surabaya menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Karena itu, ia meminta kepada seluruh perusahaan di Surabaya untuk menepati janjinya sesuai dengan perizinan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot). “Kami dari pemkot akan terus melakukan pengawasan, jangan sampai kita mengeluarkan izin dan membuka investasi, kemudian ada perusahaan yang tidak menjaga lingkungannya dengan baik. Jadi tolong, jalankan apa yang sudah disyaratkan oleh pemkot,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Dalam penganugerahan ini, Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu mengucapkan selamat kepada 103 perusahaan yang memperoleh penghargaan. Bagi yang belum mendapatkan penghargaan, Cak Eri meminta untuk segera melakukan perbaikan di lingkup perusahaannya.

Cak Eri menegaskan, tidak akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang tidak taat terhadap lingkungan sesuai dengan izin usaha, sebelum memberikan pemberitahuan dan peringatan.

“Kurang taat itu bukan berarti tidak menjalankan, tidak. Saya yakin sudah melakukan, tetapi tidak sesuai yang ada di perizinan. Misal, yang seharusnya IPAL dibersihkan seminggu tiga kali, tapi yang dilakukan seminggu sekali, jadi tolong lingkungannya dijaga lebih baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Cak Eri meminta kepada seluruh pemilik usaha di Surabaya untuk tidak terpaksa dalam menerapkan kebersihan lingkungan hidup. Maka dari itu, ia berharap kepada seluruh pemilik usaha untuk meningkatkan rasa kepeduliannya terhadap lingkungan.

“Selamat bagi perusahaan yang mendapatkan penghargaan. Saya berharap, perusahaan lainnya bisa meraih penghargaan ini di tahun depan dan taat terhadap aturan perizinan yang dikeluarkan oleh pemkot,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menyatakan, pengecekan dan penilaian ketaatan perusahaan terhadap aspek lingkungan ini dilakukan secara rutin oleh pemkot setiap tahunnya.

Tujuannya adalah untuk memastikan, sejauh mana perusahaan menepati janjinya sesuai perizinan. Hebi menerangkan, ada 200 perusahaan yang masuk dalam penilaian kali ini. Dari jumlah tersebut, 103 perusahaan dinyatakan taat, memenuhi ketentuan dan syarat yang diberikan pemkot.

“Sisanya, ada 97 perusahaan yang kurang taat. Saya harap perusahaan yang tidak taat ini ke depannya jauh lebih baik lagi agar kebersihan lingkungan di Surabaya lebih baik,” ujar Hebi. Agar 97 perusahaan itu taat terhadap aturan yang telah disepakati bersama pemkot, Agus bersama jajarannya akan melakukan sosialisasi dan bimbingan lebih lanjut.

Tujuannya agar pengusaha di Kota Pahlawan tahu aturan-aturan apa saja yang wajib dipatuhi. “Karena kan aturan-aturan dan indikatornya itu cepat berubah, menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah. Kadang, ada beberapa perusahaan yang tidak tahu, sehingga ini menjadi tugas kami untuk melakukan sosialisasi ketika ada aturan baru di dalam undang-undang ciptakerja,” tuturnya.

Hebi menerangkan, penilaiannya dilakukan berdasarkan dokumen lingkungan yang dimiliki oleh setiap perusahaan. Kemudian, dokumen tersebut dicocokkan dengan kondisi riil di lapangan, mulai dari pengelolaan air limbah, penyimpanan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), kebersihan air hingga udara serta masih banyak lainnya.

“Di perjanjian dokumen lingkungan itu kita cocokkan, karena kan ada laporannya setiap tiga bulan dan setiap enam bulan. Jadi nanti setiap laporan bisa diinput secara online melalui e-Simpel,” terangnya.

Ia mengimbau, kepada perusahaan yang belum memiliki izin usaha diharapkan untuk segera mengurus. Tujuannya untuk mempermudah pemkot untuk melakukan pengawasan dan sosialisasi peraturan izin usaha terbaru dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Karena aturan itu kan selalu update. Misal, mereka sudah ada izin usaha apartemen, kemudian dia bangun satu apartemen lagi, nah otomatiskan pengelolaannya berubah,” pungkasnya. (ko)

Banyuwangi Bangun TPS Berkapasitas 84 Ton, Simak Keunggulannya 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Persoalan penampungan sampah yang sering ditolak warga akan segera berakhir di Banyuwangi. Kabupaten Ujung Timur Pulau Jawa ini sedang membangun Tempat Pemrosesan Sampah (TPS) permanen.

Tak tanggung-tanggung, kapasitasnya mencapai 84 ton per hari. Luas lahan yang disiapkan mencapau 1,6 hektar. Lokasinya di Desa Balak, Kecamatan Songgon. TPS ini ditargetkan menampung kiriman sampah dari 33 desa yang tersebar di 6 kecamatan.

Keenam kecamatan itu masing- masing, Songgon, Singojuruh, Genteng, Rogojampi, Kabat dan Sempu. “Kami bekerjasama dengan investor dalam program Banyuwangi Hijau,” kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Dwi Handayani, Kamis (15/12) siang.

Dengan kerjasama ini, Pemkab hanya menyediakan lahan dan mengurus proses perizinan. Sedangkan pendanaan berasal dari berbagai lembaga donor. Salah satunya, dari Norwegia. TPS ini ditargetkan beroperasi pada April 2023.

Nantinya, pengelolaan akan ditangani Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Persampahan DLH Banyuwangi. “Mulai proses pembangunan hingga beroperasional nanti akan menyerap ratusan tenaga lokal,” kata Dwi.

Ditargetkan, sebanyak 215 orang pekerja akan dikaryakan di TPS baru tersebut. Mereka akan mengisi berbagai lowongan, masing-masing pengemudi angkutan sampah, tenaga pemilah sampah, pemrosesan sampah organik hingga teknisi peralatan.

“Saat ini, 80 persen pekerja konstruksi adalah warga sekitar. Nanti, saat beroperasi juga yang didahulukan orang sekitar TPS. Tujuannya meningkatkan perekonomian,” ujarnya. Salah satu produk TPS ini adalah plastik bernilai jual.

Lalu, pupuk kompos dan pupuk organik cair, termasuk budidaya maggot. ” Nantinya juga ada pembuatan briket untuk bahan bakar pengganti batu bara, keramik, genteng, roster dan paving,” tutupnya. (udi)

Cemburu Istrinya Diselingkuhi, Pria di Banyuwangi Bacok Tetangga 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Dipicu cemburu, membuat Haniman (43), warga Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, gelap mata. Pria ini tega membacok tetangganya, Mis (68), yang dicurigai menjalin hubungan gelap dengan istrinya.

Aksi nekad itu dilakukan di rumah pelaku. Pelaku menyerang korban dengan sabit. Korban tak sempat melawan. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka di kepala, leher dan tangan. Nyawa korban berhasil selamat setelah ditolong sejumlah warga. Korban dirawat di rumah sakit.

Sedangkan pelaku langsung kabur usai membacok korban. Dia bersembunyi di pemakaman umun selama empat hari. Polisi akhirnya berhasil membekuknya, Rabu (14/12) siang. “Setelah 4 hari buron,pelaku ditangkap di sebuah pemakaman di Desa Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore,” kata Kapolsek Glenmore AKP Satrio Wibowo, Kamis (15/12).

Pelaku bisa lolos hingga 4 hari lantaran lokasi pemakaman berada di tengah perkebunan. Sehingga, jauh dari pantauan warga. Begitu tertangkap, pelaku diamankan ke Polsek Glenmore. Dari kasus ini, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti.

Diantaranya, sabit yang dipakai membacok korban, dan pakaian milik korban.  “Pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek,” tegas Satrio. (udi)

Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) –  Tiga desa di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi diterjang angin puting beliung, Rabu (14/12) sore. Akibatnya, puluhan rumah warga rusak berat. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Selain rumah, angin memporak-porandakan sejumlah warung. Sejumlah pohon juga tumbang diterjang angin. Angin mengamuk hanya sekitar 40 menit. Namun, saking kencangnya, pohon-pohon tumbang. Atap rumah warga beterbangan.

“Angin puting beliung terjadi sekitar pukul 15.10 hingga 15.50 WIB. Saat kejadian disertai hujan lebat,” kata Camat Kalibaru, Susanto Wibowo. Tiga desa yang terdampak angin puting beliung masing-masing Desa Kalibaru Kulon, Kalibaru Wetan dan Kebonrejo. Angin sempat menerbangkan loteng rumah warga. Termasuk sebuah pohon besar di jalan nasional Banyuwangi – Jember.

Batang pohon sempat menutup jalan. Tapi, sudah teratasi,” tegasnya. Data sementara, sebanyak 25 rumah warga mengalami kerusakan. Mulai rusak berat, sedang dan ringan. Lalu, tiga warung ikut rusak diterjang angin.

‘’Rumah yang rusak tersebar merata di tiga desa yang dilanda puting beliung. Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Kalibaru Kulon yang mencapai 20 rumah. ” Ini masih data sementara, pendataan terus berlanjut,” tegasnya.

Setelah angin mereda, pihaknya bersama warga langsung menangani rumah warga yang rusak. Pun dengan pohon tumbang yang menghalangi jalan. ” Nilai kerugian masih didata,” tutupnya. (udi)

Liburan Nataru, XL Perkuat Jaringan 4G di Kabupaten Gowa

0

Makasar, (pawartajatim.com) – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus memperkuat jaringan 4G XL Axiata di Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk di area-area wisata. Setiap tahun, masyarakat Sulawesi Selatan memanfaatkan masa panjang libur Natal dan pergantian tahun dengan berwisata ke berbagai daerah di provinsi tersebut, termasuk di Kabupaten Gowa.

Penguatan jaringan data ini merupakan upaya XL Axiata untuk memastikan layanan kepada pelanggan tetap maksimal di kala musim liburan panjang. Di Kabupaten Gowa, saat ini jaringan 4G XL Axiata telah menjangkau sedikitnya 121 desa dan 46 kelurahan di 15 kecamatan termasuk kawasan wisata Malino.

Group Head XL Axiata East Region, Dodik Ariyanto, mengatakan, pada dasarnya, penguatan jaringan yang XL Axiata lakukan tidak hanya sekadar untuk antisipasi lonjakan trafik saat libur panjang Natal dan Tahun Baru/Nataru.

Namun, kata dia, pihaknya secara terus menerus akan memperkuat jaringan ke semua area layanan di Sulawesi Selatan seiring dengan peningkatan trafik telekomunikasi dan data. Penguatan jaringan yang dilakukan berupa peningkatan kapasitas dan fiberisasi.

Untuk penguatan jaringan di area-area wisata di Sulawesi Selatan juga sebagai upaya untuk mendukung kelancaran program Bangga Berwisata diIndonesiaAja (BBWI) yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

Hingga saat ini, di wilayah Kabupaten Gowa, jaringan XL Axiata didukung oleh sekitar 110 BTS 4G. Kabupaten Gowa sendiri merupakan salah satu area yang sangat dinamis, di mana dalam dua tahun terakhir trafik data naik hingga 226 persen dengan jumlah pelanggan mencapai sekitar 100.000.

Sejumlah tempat wisata popular ada di Kabupaten Gowa, salah satunya adalah Malinau. Sedangkan di Sulawesi Selatan, antara lain ada Pantai Bira, Pantai Bara, dan Toraja, kualitas jaringan XL Axiata telah menjangkau objek wisata di area tersebut, sehingga pelanggan bisa berselancar di dunia maya untuk menikmati upload foto-foto terbaik selama berada di sana.

Dodik melanjutkan, peningkatan kualitas jaringan data di Sulawesi Selatan secara umum memang menjadi keharusan demi mendukung gencarnya digitalisasi di berbagai sektor di provinsi tersebut, termasuk Gowa. Disisi lain, penyediaan jaringan 4G di provinsi ini juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan literasi digital mereka agar mampu beradaptasi dengan digitalisasi yang terjadi di berbagai bidang, baik sosial maupun bisnis dan pemerintahan.

Literasi digital yang cukup akan memungkinkan mereka untuk mampu mengakses dan memanfaatkan layanan digital yang tersedia. Di Provinsi Sulawesi Selatan, trafik data tumbuh sebesar 165 persen dalam dua tahun terakhir ini.

Total pelanggan mencapai lebih dari 1,2 juta, yang dilayani dengan lebih dari 4.800 BTS termasuk sekitar 3.000 BTS 4G.  Hal ini menunjukkan jaringan 4G di sana dimanfaatkan secara maksimal oleh warga setempat.

Untuk itu, XL Axiata terus melakukan penambahan BTS 4G hingga sebanyak 413 unit dalam dua tahun terakhir. Selain Gowa, area dengan trafik tertinggi adalah Kota Makassar, Kabupaten Bone, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Bulukumba.

Secara bisnis, menurut Dodik, dengan jumlah penduduk lebih dari 9 juta jiwa saat ini, Sulawesi Selatan cukup potensial sebagai pasar bagi produk layanan XL Axiata, baik untuk layanan perorangan maupun UMKM. Menurut data Survey Sosial Ekonomi Nasional, Maret 2020, 85,3 persen penduduk berusia 5 tahun ke atas telah menggunakan telepon seluler.

Selanjutnya, 49,59 persen penduduk berusia 5 tahun ke atas telah menggunakan telepon seluler, serta 14,87 persen penduduk berusia 5 tahun ke atas telah menggunakan komputer. Sementara itu untuk UMKM, menurut Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan, hingga akhir Desember 2021 ada lebih dari 1,5 juta UMKM, dengan 120.000 di antaranya telah melakukan digitalisasi.

“Agar dapat merebut pasar, tentu XL Axiata harus yang memastikan kualitas jaringan dan layanan di seluruh Sulawesi Selatan. Kami sadar, saat ini hanya kualitas layanan yang akan mampu meningkatkan loyalitas pelanggan dan menarik bagi masyarakat luas, karena layanan yang berkualitas akan bisa memberikan manfaat untuk menunjang aktivitas produktif. Untuk itulah kami akan terus membangun jaringan data, baik untuk ekspansi maupun untuk meningkatkan kualitas sinyal,” ujar Dodik.

Saat ini tersedia promo produk yang bisa dimanfaatkan oleh pelanggan dan masyarakat di Gowa dan Sulawesi Selatan secara umum untuk mengakses layanan data di jaringan 4G, yaitu Paket Xtra Combo Flex dengan harga yang sangat terjangkau. Manfaat yang ditawarkan oleh produk ini adalah pelanggan mendapat kuota mulai dari 3GB hingga 55GB.

Untuk memastikan masyarakat dan pelanggan mudah mendapatkan produk XL Axiata, baik XL maupun AXIS, saat ini di Sulawesi Selatan ada sekitar lebih dari 4200 toko pulsa yang menyediakan produk XL Axiata. (bw)