Sajikan Informasi Komprehensif, KBI Raih Corporate Communication Award untuk Annual Report Terbaik

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI meraih penghargaan Corporate Communication Award, Best Annual Report di kategori Financial Service dalam ajang BUMN Award 2022 yang diselenggarakan Biro Riset The Iconomics. Penghargaan ini berhasil diraih KBI berdasarkan Annual Report tahun 2021 yang dinilai memberikan informasi yang komprehensif, serta sajian artistik yang baik.

Direktur Utama/Dirut KBI, Fajar Wibhiyadi, mengatakan, terkait penyajian Annual Report atau Laporan Tahunan, kami melihat bahwa ini bukan semata menyajikan informasi tentang kinerja korporasi.

Namun lebih dari itu, Annual Report bagi KBI adalah merupakan sebuah identitas dan citra korporasi yang harus terus dibangun dan dijaga. Penyajian Annual Report yang baik ini adalah bagian dari program komunikasi korporat untuk membangun citra positif KBI dimata pemangku kepentingan.

‘’Kami meyakini bahwa dengan citra korporasi yang baik, akan memberikan dampak terhadap proses bisnis yang ada. Annual Report KBI ini kami sajikan dengan informasi yang selengkap-lengkapnya tentang korporasi, baik itu tentang kinerja, pencapaian, tata kelola, serta hal-hal yang memiliki kaitan penting dengan pemangku kepentingan. Penyusunannya pun juga telah mengikuti regulasi yang ada, baik dari sisi pedoman akuntansi maupun aspek-aspek lainnya,” kata Fajar, di Jakarta Jum’at (28/10).

Upaya KBI dalam membangun citra korporat ini sejalan dengan hasil survey yang dilakukan Biro Riset The Iconomics. Dalam hasil risetnya di tahun 2022, Biro The Iconomics menyebutkan masyarakat cenderung melihat BUMN dari citra korporat yang lebih tinggi dibandingkan citra produk.

Dari 10.000 responden yang tersebar dari berbagai kota besar di Indonesia, di tahun 2021 sebanyak 58,2 persen reponden melihat citra korporat, sedangkan 31,8 persen sisanya melihat BUMN dari sisi citra produk.

Sedangkan di tahun 2022, sebanyak 65 persen responden melihat citra korporat, dan 34,5 persen sisanya melihat BUMN dari sisi citra produk. (bw)

Sembilan Parpol Non Parlemen di Banyuwangi Jalani Verifikasi, Catat Jadwalnya

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)– Sembilan partai politik (parpol) non parlemen mulai menjalani verifikasi faktual oleh KPUD Banyuwangi. Tahapan ini dimulai 15 Oktober hingga 4 November mendatang. Salah satu kegiatan verifikasi ini  mengecek kepastian keanggotaan parpol di daerah.

Sembilan parpol non parlemen yang menjalani verifikasi, masing-masing Partai Gelora, Garuda, PSI, Partai Kebangkitan Nusantara, Partai Buruh, Partai Ummat, Partai Bulan Bintang, Partai Hanura dan Perindo. Nantinya, hasil verifikasi ini untuk memastikan kesembilan parpol ini lolos maju ke Pemilu 2024. “Jadi, saat ini sedang tahapan verifikasi factual keanggotaan yang tersebar di 25 kecamatan,” kata Devisi Teknis Penyelenggaraan KPUD Banyuwangi, Ari Mustofa disela gathering media, Jumat (28/10/2022) siang.

Verifikasi faktual ini untuk memastikan keanggotaan parpol yang tersebar di tingkat kecamatan. Sehingga, diketahui jika ada kecamatan yang nihil pengurus. Namun, verifikasi tahun ini menggunakan metode berbeda. Yaitu, menggunakan sistem sampling berdasatkan aplikasi sistem informasi partai politik (sipol).

Bedanya lagi, bagi parpol yang belum memenuhi syarat bisa melakukan verifikasi perbaikan. Proses verifikasi juga lebih modern. Petugas KPUD boleh menggunakan media telekomunikasi ketika melakukan verifikasi. Pihaknya juga bisa menggunakan video call sesuai nama yang tertera di KTP. Jika cocok, bisa dilakukan verfikasi. “ Nantinya, parpol yang memenuhi syarat tinggal menunggu penetapan 14 Desember 2023,” tutupnya. (udi)

Unjuk Rasa, Desak BPN Gresik Terbitkan Sertifikat Tanah di JIIPE 

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Sekelompok masyarakat mengadakan unjuk rasa menuntut diterbitkannya sebuah sertifikat tanah di kawasan industri JIIPE Gresik. Para pengunjuk rasa menamakan dirinya Gerakan Pemuda Nusantara (Genpatra) menggelar aksi di depan kantor Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Gresik.

Dalam aksi di Gresik, Kamis (27/10) itu mereka menuntut Kepala ATR/BPN Gresik Asep Hery untuk segera menerbitkan sertifikat tanah atas nama Sueb Abdullah yang lokasinya berada di kawasan industri Manyar itu.

Nampak massa demo membawa spanduk bertuliskan ‘Copot Asep Heri sebagai Kepala Kantor ATR/BPN Gresik’. Ada tulisan juga ‘Disini Sarang Mafia Tanah’. Serta banner bertuliskan “Tangkap dan Adili Mafia Tanah yang Merampas Tanah Rakyat di Kawasan Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE Gresik.

Dalam orasinya massa menuding ada praktik mafia tanah di BPN Gresik. Salah satunya yaitu kasus tanah  milik warga bernama Sueb Abdullah yang terletak di kawasan industri JIIPE Manyar Gresik. Pengurusan sertifikat ke BPN Gresik telah diajukan  sejak 6 tahun silam.

“Hingga saat ini sertifikat milik Sueb Abdullah tidak diterbitkan dengan alasan tidak jelas. Tolong aparat penegak hukum segera memberantas mafia tanah yang berada di ATR/BPN Gresik,” teriak salah satu pendemo.

Para pendemo mengecat tubuhnya sambil memperagakan teatrikal. (foto/dra)

Sementara itu, Perwakilan keluarga korban Sueb Abdullah, Totok Susanto mengatakan aksi ini menindaklanjuti aksi sebelumnya. “Jadi aksi yang kemarin memang ada mediasi  tetapi  dari ATR/BPN Gresik tidak punyak komitmen yang kuat untuk menyelesaikan apa yang menjadi tugas mereka,” jelas Totok Susanto.

Menurut dia, yang perlu digarisbawahi adalah kantor BPN Gresik diduga menjadi sarang praktik mafia tanah. “Aksi ini merupakan bentuk sebuah keperihatinan  terhadap apa yang telah terjadi di kantor ATR/BPN Gresik yang penuh sarang mafia tanah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah mendaftarkan tanah kliennya sejak tahun 2016 akan tetapi sampai saat ini tidak ada juntrungannya. Untuk itu Totok meminta kepada para pengambil kebijakan bertindak tegas dan menyikapi permasalahan ini.

Sesegera mungkin pak Kakanwil dan Pak Dirjen sekaligus Bapak Menteri, kalau memang tidak berani bertindak tegas mafia-mafia tanah yang ada di sini dibubarkan saja. Justru disini ATR/BPN Gresik ambigu, ia sudah menerima pendaftaran kami dan kami sudah membayar sesuai SOP yang ada di kantor ATR/BPN.

‘’Anehnya  BPN tidak berani tindak tegas karena katanya ada sebuah corporate yang  mengajukan keberatan,” imbuh Totok. Pemuda enerjik ini menambahkan, BPN Gresik bisanya hanya mengolor waktu. Dan BPN Gresik juga mempermasalahkan data dari pihaknya. Data tersebut masih tersimpan di kantor ATR/BPN Gresik sejak tahun 2016.

“Kami berpegang teguh pada pendaftaran tanah milik klien. Di dalam berkas terdapat putusan PN dan MA yang sudah incrah pada tahun 2017. Saat ini tanah dikuasai corporate dan tambak milik klien kami malah sudah diuruk. Hasil mediasi waktu kemarin BPN hanya menjebak pada persoalan penunjukan tanda batas,” jlentreh Totok.

Ditambahkan Siapapun tidak akan bisa menunjukan batas-batas, karena batas-batas itu sudah di hilangkan oleh corporate tersebut, namun corporate beli di perorangan berinisial SH. Untuk keluasan tanah kurang lebih 3,5 hektar.

Bila tidak ada tanggapan dari BPN, Totok Susanto berencana akan menggelar aksi lanjutan pada 2 November 2022 di lokasi yang sama. (dra)

Tak Bisa Berenang, Seorang Nelayan Hilang di Pantai Lampon Usai Tebar Jaring

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Nahas menimpa seorang nelayan, Ali Masykur (26), warga Desa/Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Pria ini hilang ketika melaut di Pantai Lampon, Kecamatan Pesanggaran, Kamis (27/10/2022) malam. Diduga, korban tak bisa berenang ketika digulung ombak.

Kejadian ini berawal ketika korban bersama temannya, Jaseni berangkat melaut. Sekitar pukul 16.00 WIB, keduanya menebar jaring. Setelah itu, korban mengantarkan Jaseni menepi. Kemudian, korban bersama empat nelayan lainnya kembali melaut.

Para nelayan ini kemudian kembali menebar jaring, lalu kembali menepi. Anehnya, korban menghilang. Ketika di cari ke perahunya, korban tak ditemukan. Kejadian ini akhirnya dilaporkan ke petugas. “ Begitu mendapat laporan, kami langsung lakukan pencarian. Namun, hasilnya masih nihil,”kata Koordinator Pos SAR Ketapang, Banyuwangi, Wahyu Setya Budi, Jumat (28/10/2022) siang.

Versi sejumlah nelayan, korban diketahui tak bisa berenang. Dugaanya, ketika diterjang ombak, korban langsung terseret. Tubuhnya hilang ditelan air. Hingga Jumat siang, proses pencarian masih berlanjut. Tim SAR menyisir sekitar lokasi hilangnya korban. “ Proses pencarian kita lanjutkan, penyisirannya diperluas,” tegas Wahyu. (udi)

Komplotan Pembobol Konter Dibekuk Usai Gasak Ratusan Ponsel

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Tim buru sergap Polresta Banyuwangi berhasil membekuk komplotan pembobol konter telepon selular (ponsel) di Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Empat pelaku yang merupakan komplotan spesialis pembobol konter di bekuk. Dari tangan pelaku diamankan ratusan ponsel dan kartu selular.

Keempat pelaku masing-masing YN (37), warga Singojuruh, Banyuwangi, MS (36), warga Grobogan, Jawa Tengah, TY (40), warga Srono, Banyuwangi dan AS (51), warga Batang, Jawa Tengah. Para pelaku memiliki peran masing-masing. YN dan MS bertugas sebagai eksekutor. Sedangkan, TY dan AS berperan sebagai penadah hasil curian. “ Aksi pembobolan konter ponsel ini dilakukan 23 September lalu. Pelaku membobol konter dan menguras isinya. Total 104 ponsel digasak,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja, Kamis (27/10/2022) siang.

Pelaku berhasil masuk konter milik M. Wasi (30) setelah mencongkel atap. Kebetulan, kondisi lokasi sedang sepi. Pelaku YN, menggunakan karung untuk mengangkut hasil curian. Lalu, dijemput MS. Usai beraksi, keduanya pergi ke rumah TY di Srono. Mereka menyerahkan sejumlah ponsel curian. Setelah itu, kabur ke Jawa Tengah di rumah AS. Sisa ponsel curian dan kartu isi ulang rencananya dijual ke AS. Namun, kartu isi ulang itu tak bisa dipakai. Ratusan kartu tersebut dibuang ke sungai.

Para pelaku berhasil dibekuk setelah polisi menerima laporan korban. Berbekal sejumlah bukti, polisi memburu pelaku. Pertama dibekuk TY sebagai penadah. Kemudian, YN, MS dan AS dibekuk di Jawa Tengah. Seluruh pelaku diamankan ke Polresta Banyuwangi. Penyidik menjeratnya dengan pasal 363 ayat (1) tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. (udi)

Uniknya Kampung Pancasila Patoman, Tiga Suku dan Lima Agama Hidup Berdampingan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Perbedaan kerap memicu perpecahan. Namun, hal ini tak berlaku di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. Memiliki tiga suku dan lima agama, warganya hidup rukun, berdampingan. Keunikan ini membuat desa di dekat Bandara Banyuwangi ini dinobatkan sebagai Kampung Pancasila terbaik Nasional.

Tiga suku yang mendiami desa ini terdiri dari Osing (suku asli Banyuwangi), Madura dan Bali. Sedangkan lima agama masing-masing Islam, Hindu Bali, Kristen, Katolik dan Budha. Beragamnya suku dan agama ini sudah berumur puluhan tahun. Hal ini sesuai dengan nama Patoman. Berasal dari kata patemon dalam bahasa Jawa yang artinya pertemuan. “ Jadi, pertemuan ini menandakan kerukunan yang sudah terjalin sejak lama,” kata Kades Patoman, Suwito disela menerima kunjungan Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen TNI Teguh Muji Angkasa, Kamis (27/10/2022) siang.

Sebelum menjadi Kampung Pancasila, Desa Patoman berstatus Kampung Kebangsaan. Hal ini lantaran kerukunan warganya terjalin alami, tak dibuat-buat. Kampung ini juga terkenal dengan kolaborasi budaya yang unik. Budaya Bali dikolaborasi dengan budaya Osing. Sangat indah. Warga memiliki keyakinan sama-sama ciptaan Tuhan. Sehingga, tidak ada perbedaan. “ Sejak dahulu, tak pernah terjadi gesekan di kampung kami. Padahal, ada kakek Hindu mengantarkan cucunya yang muslim ke masjid,” kisah Suwito.

Keunikan Kampung Pancasila Patoman ini diproyeksikan sebagai percontohan nasional. Artinya, daerah lain di Indonesia bisa meniru kerukunan di Desa Patoman. “ Ada yang unik di Kampung Pancasila Patoman. Tak hanya rukun karena agama dan suku. Tapi, budayanya terjadi kolaborasi yang indah. Budaya Bali dikolaborasi dengan Jawa,” kata (Danpusterad) Letjen TNI Teguh Muji Angkasa.

Pihaknya menilai Kampung Pancasila Patoman terbaik di Indonesia. Jajaran TNI mendukung kerukunan di kampung ini terus dilestarikan. Sehingga, kerukunan di Indonesia akan terus terjaga. (udi)

Gresik Gandeng Surabaya Jajaki Layanan Kesehatan Bersama

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus menjalin komunikasi dengan daerah di sekitarnya. Setelah melakukan kunjungan ke  Pemkab Sidoarjo pekan lalu, kini bergeser ke Kota Pahlawan.

Pemkab Gresik  melakukan kunjungan dalam rangka studi banding ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Rabu (26/10). Dalam agenda kali ini, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani juga mengajak Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rahman, para Asisten I, II dan III, Direktur Utama RSUD Ibnu Sina serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik.

Kali ini Kepala OPD yang diboyong oleh Bupati Gresik di antaranya Kadinkes, Kadishub, Kadis Pertanian, Kadis PUTR, Bappeda, Inspektorat, Lingkungan Hidup dan BPPKAD. Studi banding yang dilakukan Pemkab Gresik ini membahas sejumlah hal.

Diantaranya rencana kerjasama terkait Universal Health Coverage (UHC). Diketahui bahwa wilayah Surabaya Raya (Gresik, Surabaya dan Sidoarjo) merupakan satu kesatuan dan memiliki komitmen yang sama untuk kepentingan masyarakat.

Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik mengatakan  pelayanan kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Dengan adanya kebijakan terkait dengan UHC, maka masyarakat memperoleh jaminan kesehatan yang layak dan gratis.

Beberapa Kepala OPD yang turut serta melakukan studi banding ke Pemkot Surabaya. (foto/ist)

Di Kabupaten Gresik sendiri, pelayanan kesehatan berbasis UHC sudah terlaksana mulai bulan Oktober kemarin. Dan rencananya akan ada kerjasama di wilayah Surabaya Raya. Dengan terwujudnya kerjasama UHC ini nantinya masyarakat akan mendapat jaminan dan pelayanan kesehatan secara gratis di ketiga wilayah Surabaya Raya tersebut.

‘’Jadi warga Gresik yang berobat ke Surabaya bisa berobat secara gratis, begitupun sebaliknya. Tinggal kita menunggu skema dan mekanisme yang akan dijalankan dengan melibatkan Dinkes serta BPJS untuk membahas hal ini,” kata Gus Yani.

Dalam pertemuan tersebut juga membahas terkait upaya mengatasi kemacetan dengan kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan Pemkab Gresik. Gus Yani menyebut bahwa salah satu upaya mengatasi kemacetan adalah dengan menyediakan moda transportasi terpadu yang terintegrasi dengan Surabaya.

“Kemacetan juga menjadi persoalan sosial dan perlu adanya penanganan. Salah satu yang menjadi faktor penyebab adalah jumlah kendaraan bermotor milik pribadi. Kedepan, dengan hadirnya moda transportasi terpadu diharapkan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih ke moda transpotasi terpadu,” kata Gus Yani.

Moda transportasi terpadu ini diharapkan mampu mengatur arus penumpang sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. Masyarakat dapat bepergian sesuai dengan daerah tujuan dengan menggunakan transportasi massal dan bersifat estafet. “Sehingga Gresik dan Surabaya dapat terkoneksi dengan hadirnya moda transportasi terpadu ini,” ujar bupati milenial ini.

Kendati demikian, perlu adanya kajian yang matang sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mengurangi kemacetan di Kabupaten Gresik. (dra)

Srikandi Ganjar Jatim Bantu Korban Bencana Angin Puting Beliung di Pasuruan

0

Pasuruan, (pawartajatim.com) – Angin puting beliung menerjang sejumlah tempat di kawasan Dusun Montok, Candibinangun, Sukorejo, Pasuruan, Jawa Timur/Jatim. Bencana tersebut menerjang setidaknya 109 rumah sekitar pukul 14.30 WIB. Sebagai bentuk aksi sosial tanggap peduli bencana, Srikandi Ganjar Jatim langsung terjun ke lokasi pada Rabu (26/10) dengan membagikan bantuan kebutuhan pangan dan obat-obatan kepada warga yang terdampak.

Sekretaris Srikandi Ganjar Jatim, Dika Novita Sari, berharap, aksi tersebut akan meringankan para warga. Selain itu, hal ini menjadi wujud kepedulian dan bentuk dukungan terhadap para korban yang terdampak.

“Hari ini kita melakukan kunjungan ke lokasi bencana angin puting beliung di Dusun Montok, Pasuruan, Jawa Timur. Dengan memberikan bantuan pangan dan obat-obatan kepada warga yang menjadi korban. Ini jadi wujud kepedulian kami dan kami berbela sungkawa atas kejadian tersebut,” kata Novita.

Ia mengungkapkan, rasa empati atas kejadian tersebut dengan mendengarkan keluh kesah dan cerita dari masyarakat setempat mengenai kondisi saat bencana berlangsung. Melalui Novita, Srikandi Ganjar Jatim mengajak seluruh lapisan masyarakat di Jatim untuk bersinergi dan gotong royong meringankan beban para korban bencana yang melanda Pasuruan.

Srikandi Ganjar Jatim bantu korban bencana angin puting beliung di Pasuruan Rabu (26/10). (foto/ist)

“Srikandi Ganjar Jatim siap bersinergi dan gotong royong. Tak lupa kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli dan saling membantu kepada korban bencana,” ujar Novita. “Dalam kondisi bencana angin puting beliung yang menimpa Dusun Montok kami betul betul sangat prihatin, terutama kepada Ibu Nurjannah dan Ibu Aisyah. Beliau merupakan seorang janda yang benar benar tidak memiliki anggota keluarga saat bencana angin puting beliung terjadi,” tambah Novita.

Aksi tersebut menuai respon positif, salah satunya adalah Ibu Nurjannah, warga Dusun Montok yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. “Saya sangat terimakasih kepada Srikandi Ganjar selaku relawan Bapak Ganjar Pranowo telah peduli dengan kondisi saya terutama, saat bencana berlangsung saya benar benar kebingungan karena tidak ada anggota laki-laki dikeluarga saya, saya hanya hidup sebatang kara. Semoga diberi kesehatan dan kelancaran,” ucap Nurjannah.

Srikandi Ganjar Jatim sangat berterima kasih kepada masyarakat setempat telah menyambut kami dengan hangat dan kami diberi kesempatan untuk berkunjung warga yang terdampak bencana angin puting beliung.

‘’Besar harapan Srikandi Ganjar Jatim agar rumah-rumah masyarakat Dusun Montok yang terdampak bencana angin puting beliung agar segera kembali mendapatakan penanganan perbaikan, sehingga masyarakat dapat kembali menempati rumah dengan kondisi nyaman dan dapat beraktifitas seperti semula,” pungkas Novita. (rid)

Mak Ganjar Bantu Korban Bencana Angin Puting Beliung di Pasuruan

0

Pasuruan, (pawartajatim.com) – Relawan Mak Ganjar melakukan aksi sosial dengan memberikan bantuan kepada para korban bencana alam angin puting beliung di Dusun Montok, Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur/Jatim.

Korwil Mak Ganjar Jatim Hariza Farwa, mengatakan, bantuan yang diberikan berupa ratusan paket nasi hingga melakukan aksi bersih-bersih di sekitar rumah warga akibat bencana tersebut. Aksi sosial itu dilakukan Mak Ganjar Kabupaten Pasuruan.

“Kami ikhlas membantu warga yang tertimpa musibah ini, semoga bermanfaat,” kata Hariza, di Pasuruan Rabu (26/10). Hariza berkomitmen untuk membantu warga korban bencana secara maksimal. Relawan Mak Ganjar pun terus melakukan observasi lapangan terkait kebutuhan warga tersebut. Nantinya, kebutuhan warga itu akan diusahakan oleh Mak Ganjar.

Mak Ganjar bantu korban bencana angin puting beliung di Pasuruan Rabu (26/10). (foto/ist)

“Sebagai warga negara kita harus saling tolong menolong dalam kebaikan, kami mengajak semua pihak untuk turut serta membantu warga yang tertimpa bencana,” imbuhnya. Kepekaan sosial salah satunya membantu sesama yang membutuhkan telah dilakukan oleh Ganjar Pranowo.

Hal itu pula yang menginspirasi relawan Mak Ganjar untuk selalu sigap dalam melakukan kebaikan, termasuk membantu para korban bencana alam. “Kami terinspirasi dengan Pak Ganjar yang sigap dalam mengatasi masalah, khususnya di lingkungan sekitar,” kata salah satu relawan Mak Ganjar Kabupaten Pasuruan, Habibah.

Angin puting beliung telah menerjang sekitar 50 rumah. Angin puting beliung menerjang pemukiman pada saat hujan deras pada Selasa (25/10), sekitar pukul 14.30 WIB. (rid)

Aksi Kemanusiaan, Santri Dukung Ganjar untuk Korban Bencana Alam di Pasuruan

0

Pasuruan, (pawartajatim.com) – Bantuan kemanusian mulai mengalir untuk korban bencana alam angin puting beliung di Dusun Montok, Desa Candibinangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur/Jatim. Salah satunya datang dari relawan Santri Dukung Ganjar (SDG). Mereka telah bergerak ke beberapa lokasi bencana dan mendistribusikan bantuan sandang hingga pangan kepada warga terdampak.

“Secara cepat kami turun langsung ke lokasi bencana dengan mendistribusikan bantuan berupa bahan makanan, serta tenda pengungsian,” kata Korwil SDG Jatim, Hurriyahi, Rabu (26/10). Ia menyatakan, relawan SDG Jatim juga membuat posko bantuan tanggap bencana.

Semua pihak diajak bahu membahu membantu warg. Posko bantuan tanggap bencana pun telah siap untuk mendistribusikan bantuan. “Kami sangat prihatin dimana banyak warga yang terdampak. Semoga saja apa yang kami lakukan bisa membantu beban yang dialami masyarakat,” ujarnya.

Aksi kemanusiaan, santri dukung Ganjar untuk korban bencana alam di Pasuruan Rabu (26/10). (foto/ist)

Hurriyahi menuturkan, aksi kemanusian itu bertujuan meringankan ujian yang dihadapi masyarakat terdampak, serta merupakan aksi solidaritas sebagai implementasi persatuan umat. Dia menambahkan, Ganjar Pranowo, telah memberikan teladan untuk cepat dan tanggap dalam melakukan kebaikan kepada masyarakat, terlebih orang yang tertimpa musibah.

Bantuan secara simbolis diberikan tim relawan SDG Jatim kepada Kepala Desa Candibinangun. Sekedar informasi, dampak angin puting beliung telah menerjang sekitar 109 rumah, yang tadinya hanya 50 rumah. Angin puting beliung menerjang pemukiman saat hujan deras pada Selasa (25/10), sekitar pukul 14.30 WIB. (rid)