Jawab Kebutuhan Petani Jamur di Jabar, XL Bangun Solusi IoT ‘Mushtech’

0

Bandung, (pawartajatim.com) – Operator telekomunikasi terus berinovasi. Salah satunya, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mengembangkan solusi Internet of Things (IoT) untuk mendukung digitalisasi bisnis kecil menengah yang dikembangkan oleh masyarakat. Salah satu solusi IoT yang saat ini sedang XL Axiata kembangkan diberi nama ‘Mushtech’.

Sesuai namanya, solusi ini dibangun untuk membantu para petani pembudidaya jamur tiram di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ide yang mendasari pembangunan IoT ini datang dari program inkubasi Akademi Madrasah Digital (AMD) yang diprakarsai XL Axiata dan Kementerian Agama RI.

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, layaknya teknologi lain yang dibuat untuk memberi kemudahan bagi penggunanya, Mushtech ini pun dikembangkan dengan tujuan meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen jamur tiram.

‘’Pada kumbung jamur tradisional, pemantauan kondisi lingkungan di dalam kumbung dan penyiraman biasanya dilakukan secara manual baik melalui metode pengamatan secara langsung maupun berdasarkan kebiasaan pola pemeliharaan yang dilakukan oleh petani,” kata Gede Darmayusa, Selasa (20/9).

Ia menambahkan, Mushtech merupakan solusi yang hadir dengan latar belakang masalah yang dihadapi petani atau pembudidaya jamur tiram dalam mengelola dan memantau kumbung jamur. Dengan solusi digital ini, kondisi lingkungan kumbung bisa dijaga seperti kondisi suhu dan kelembapan udara dalam kondisi yang optimal untuk proses penumbuh kembangan jamur tiram.

Dengan kemampuan yang dimiliki Mushtech, petani tidak perlu lagi melakukan pengkondisian lingkungan di dalam kumbung jamur secara manual. Di dalam kumbung ditempatkan berbagai jenis sensor dan aktuator yang dapat menjaga kondisi lingkungan, seperti kelembapan, suhu udara dan intensitas cahaya yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram.

Proyek pengembangan solusi Mushtech ini pun secara langsung melibatkan Madrasah Aliyah Negeri 2 Majalengka, peserta AMD asal Kabupaten Majelengka, Jawa Barat, yang mencetuskan ide pertama kali.

Dalam proses pengembangan selanjutnya, para siswa itu secara langsung mengumpulkan problem statement dari pembudidaya jamur tiram. Data dan informasi yang mereka dapatkan menjadi rujukan dalam proses inkubasi di X-Camp, mulai dari prototyping produk hingga menjadi solusi yang bisa diterapkan oleh para petani hingga industri terkait.

“Secara umum Mushtech dapat digolongkan sebagai teknologi yang mendukung Precision Agriculture, sehingga bisa dimanfaatkan untuk budidaya tani yang memerlukan keakuratan kondisi lingkungan. Desain dari Mushtech secara khusus ditujukan untuk petani jamur tiram yang ingin meningkatkan produksi dan kualitas hasil usahanya melalui bantuan teknologi khususnya dengan menggunakan teknologi IoT,” ujar Gede.

Direktur KSKK Madrasah, Prof. Dr. Moh. Isom, M.Ag menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan talenta-talenta muda madrasah yang mampu mewujudkan transformasi digital di tengah-tengah pusaran bisnis Internet of Things dan Industri 4.0. Keberhasilan menciptakan karya inovasi solusi digital ini sebagai wujud kemandirian dalam berprestasi bagi anak-anak madrasah.

“Kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan khususnya madrasah menjadi segitiga emas pendidikan yang berkesinambungan. Apa yang dilakukan Direktorat KSKK Madrasah bersama XL Axiata merupakan upaya memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan menginvestasikan sumber daya manusia unggul bidang sains, teknologi dan solusi digital bagi masa depan bangsa ini melalui Program Akademi Madrasah Digital,” tambahnya.

Saat ini, Mushtech sudah digunakan oleh petani jamur di Majalengka, Jawa Barat. Selama kurang lebih 3 bulan, hasil dari penerapan teknologi IoT ini mendapat apresiasi positif dari para petani yang menggunakan.

Selain bertani jamur, para petani dapat melakukan aktivitas yang lain. Melalui solusi ini, petani tersebut juga dapat memantau situasi kumbung jamur dari tempatnya bekerja serta memastikan suhu dan kelembapan kumbung jamur terjaga melalui handphone yang mereka miliki.

Dari sisi teknikal, Mushtech terdiri dari berbagai komponen seperti hardware, firmware, IoT platform dan software. Bagian hardware ini berfungsi untuk mendapatkan data-data sensor atau untuk menjalankan aktuator tertentu, seperti mengaktifkan pompa untuk menyemprotkan air melalui nozzle.

Sensor yang digunakan untuk solusi Mustech ini terdiri dari sensor temperatur, sensor kelembapan serta sensor intensitas cahaya. Data dari sensor kemudian dikirimkan melalui jaringan selular 4G ke platform IoT milik XL Axiata yang dikenal dengan FlexIoT.

Selain berfungsi untuk menyimpan data-data sensor dalam sebuah database, FlexIoT juga berfungsi sebagai penyedia protokol IoT hingga menyediakan fitur keamanan jaringan serta manajemen perangkat.

Data yang berasal dari sensor tersebut kemudian diolah menjadi informasi yang dapat ditampilkan pada user interface berupa dashboard. Dashboard berfungsi menampilkan berbagai informasi yang diolah berdasarkan data-data dari sensor.

Lebih jauh, di dalam dashboard yang dapat berbentuk website atau aplikasi mobile ini nantinya disertakan juga fungsi-fungsi yang digunakan untuk mengontrol aktuator. Data atau informasi yang dihasilkan ini nantinya dapat diolah lebih lanjut untuk kebutuhan analisa, tren dan pengamatan pola yang dapat digunakan oleh para petani untuk bekerja secara lebih efektif dan efisien. (bw)

Kinerja Cemerlang, KBI Raih The Best State Owned Enterprise Award 2022

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Salah satu perusahaan plat merah memiliki kinerja cemerlang. Tak berlebihan bila PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI berhasil meraih predikat “Sangat Bagus” dalam ajang The Best State Own Enterprise Award 2022 yang diselenggarakan Biro Riset Infobank. Penghargaan yang diraih KBI ini berbasis pada kinerja keuangan tahun 2021.

Penghargaan yang diterima KBI ini merupakan kedua kalinya, setelah 2021 KBI juga mendapatkan penghargaan atas kinerja positif 2020. “Catatan kinerja KBI 2021 ini tentunya merupakan hasil dari upaya transformasi, peningkatan layanan serta inisiasi bisnis yang dijalankan. Dari sisi transformasi, sepanjang tahun 2021 KBI telah menjalankan transformasi secara menyeluruh, baik transformasi bisnis, sumber daya manusia, serta teknologi informasi,” kata Direktur Utama/Dirut KBI, Fajar Wibhiyadi, disela-sela penyerahan penghargaan The Best State Own Enterprise Award 2022 di acara Islamic Finance Summit 2022  yang diselenggarakan di Denpasar, Kamis (22/9).

Ia menambahkan, dalam hal transformasi, KBI telah melakukan upaya digitalisasi dalam kegiatan usaha sehingga tetap bisa menjalankan perannya sebagai lembaga kliring maupun sebagai pusat registrasi resi gudang dengan maksimal, yang tentunya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Sedangkan dalam hal layanan, dalam situasi pandemic yang sebagian pemangku kepentingan melakukan kegiatan secara online, KBI terus memberikan layanan prima. Dari sisi iniasi bisnis, di tahun 2021 KBI telah memulai pengembangan bisnis baru yaitu sebagai lembaga kliring pasar fisik timah dalam negeri”.

Biro Riset Infobank sendiri dalam penilaian dan rating ini telah melakukan panilaian secara independen dari beberapa aspek, yaitu pertumbuhan, aktiva lancar / kewajiban jangka pendek, Solvabilitas, Biaya Operasional / Pendapatan Operasional (BO/PO), serta Rentabilitas.

Sebagai catatan, sepanjang 2021 KBI berhasil mencatatkan yang mengkilap. Dari sisi laba bersih, KBI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 101,6 miliar, atau mengalami peningkatan 53 persen dibandingkan tahun 2020 dengan laba bersih sebesar Rp 66,4 miliar.

Peningkatan laba bersih ini ditopang dari pertumbuhan pendapatan operasional tahun 2021 yang meningkat sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2021, KBI berhasil membukukan pendapatan operasional sebesar Rp 189,5 miliar, sedangkan di tahun 2020 pendapatan operasional yang diperoleh mencapai Rp 170 miliar.

Kinerja mengkilap KBI juga terlihat  dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Di tahun 2017, KBI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 10,4 miliar. Tahun 2018 sebesar Rp 27,5 miliar, 2019 sebesar Rp 50,3 miliar, 2020 sebesar Rp 66,4 miliar, dan 2021 sebesar Rp 101,6 miliar.

Dalam kurun waktu 5 tahun tersebut, KBI juga secara konsisten mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional, yaitu di tahun 2017 sebesar Rp 48,5 miliar. Tahun 2018 sebesar 70,8 miliar,  2019 sebesar 112,5 miliar, 2020 sebesar Rp 170 miliar, dan 2021 sebesar Rp 189,5 miliar. (bw)

Perba Nomor 12/2022, Bappebti Kenalkan Expert Advisor, Bentuk Rekomendasi Berbasis Teknologi Informasi

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menerbitkan Peraturan Bappebti/Perba Nomor 12 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Penyampaian Nasihat Berbasis Teknologi Informasi Berupa Expert Advisor di Bidang Perdagangan Berjangka. Peraturan tersebut mulai berlaku 2 September 2022.

“Peraturan ini merupakan salah satu pengaturan teknis sebagai bagian dari amanat Undang[1]Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang tentang Perdagangan Berjangka Komoditi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011. Undang-undang tersebut menempatkan kelembagaan penasihat berjangka sebagai pihak yang dapat memberikan nasihat dalam bentuk rekomendasi kepada klien berbasis teknologi informasi berupa expert advisor,” kata Plt Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, di Jakarta Jum’at (23/9).

Didi menjelaskan, Secara umum substansi Perba Nomor 12 Tahun 2022, pertama, terkait terminologi yang digunakan yaitu Nasihat Berbasis Teknologi Informasi berupa expert advisor. Expert advisor merupakan bagian dari persetujuan tambahan yang diberikan Bappebti kepada penasihat berjangka untuk mengembangkan alat bantu transaksi bagi klien yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, harapan, dan karakteristik klien.

Kedua, terkait batasan atau ruang lingkup nasihat dengan menegaskan bahwa pihak yang dapat menawarkan atau memberikan jasa expert advisor di bidang perdagangan berjangka adalah penasihat berjangka yang memperoleh persetujuan dari Kepala Bappebti. Ketiga, beberapa persyaratan untuk mendapatkan persetujuan sebagai penasihat berjangka antara lain, memiliki aplikasi, sistem, atau program yang digunakan sebagai expert advisor yang memiliki fitur tertentu.

Nantinya, fitur dimaksud diverifikasi bursa berjangka untuk direkomendasikan kepada Bappebti dalam rangka persetujuan. Keempat, kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi penasihat berjangka dalam menawarkan atau memberikan expert advisor.

Hal tersebut termasuk bentuk sanksi yang dikenakan kepada pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan Bappebti dimaksud. Sementara, Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan dan Penindakan Bappebti Aldison menambahkan, maraknya penawaran paket-paket investasi berkedok perdagangan berjangka melalui penggunaan robot trading mengalami peningkatan pada akhir 2019.

Dengan dalih kemajuan teknologi, robot trading memberikan iming-iming pendapatan tambahan dengan menjanjikan keuntungan pasti (fixed income) atau pembagian keuntungan (profit sharing). Sehingga, dengan diterbitkannya Perba Nomor 12 Tahun 2022, kegiatan yang berkaitan dengan penciptaan, pengembangan, dan penawaran expert advisor di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) wajib mendapatkan perizinan Bappebti melalui kelembagaan penasihat berjangka.

“Kementerian Perdagangan dan aparat kepolisian bersinergi melakukan penegakan hukum serta mengedukasi masyarakat agar tidak tergiur dengan penawaran yang menyesatkan yang dapat menimbulkan kerugian di tengah masyarakat. Praktik penawaran paket investasi melalui robot trading yang berkembang di masyarakat biasanya menggunakan sistem perekrutan member get member dengan memberikan janji keuntungan yang tinggi,” tutur Aldison. (bw)

Membanggakan, Bandara Banyuwangi Raih Penghargaan Arsitektur paling Bergengsi di Dunia

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Bandara Banyuwangi meraih penghargaan bergengsi dalam bidang arsitektur kelas dunia. Bandara berkonsep “green airport” ini ditetapkan sebagai bandara paling bergengsi versi “The 2022 Aga Khan Award for Architecture (AKAA)” yang diumumkan di Genewa, Swiss.

Keberhasilan Banyuwangi ini setelah menyisihkan 463 nominator dengan arsitektur terbaik di dunia. Dari jumlah ini, disaring menjadi 20 nimonator. Lalu, ditetapkan hanya 6 pemenangnya. Dengan penghargaan ini, Bandara Banyuwangi satu level dengan bandara bergengsi lain di dunia. Seperti, Urban River Spaces (Bangladesh), Community Space in Rohingnya Refugee Response (Bangladesh), Argo Contemporary Art Museum and Cultural Centre (Teheran, Iran), Renovation of Niemeyer Guest House (Tripoli, Lebanon), dan Kamanar Secondary School (Thionck Essyl, Senegal).

Penghargaan untuk bendara ini menekankan pada karya arsitektural yang tidak hanya menyediakan kebutuhan fisik, sosial dan ekonomi masyarakat. Namun, merespon aspirasi budaya. Aga Khan Award for Architecture didirikan oleh Aga Khan, tahun 1977. Lembaga ini

mengidentifikasi dan mengapresiasi konsep arsitektur yang berhasil mewadahi keperluan dan aspirasi masyarakat. Sejak diluncurkan 45 tahun lalu, tak kurang 121 proyek telah menerima penghargaan. Dan, hampir 10.000 proyek sedunia telah didokumentasikan.

Penghargaan bergengsi ini menjadi kebanggaan bagi Banyuwangi. Hal ini menjadi modal untuk kabupaten ini makin dikenal di kancah internasional. “Penghargaan ini menambah prestasi Banyuwangi di level dunia. Setelah Geopark Ijen lolos sidang dan segera ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark beberapa waktu lalu, juga sebagai juara dunia bidang kebijakan pariwisata dari UNWTO,” tegas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Salah satu keistimewaan Bandara Banyuwangi adalah mengedepankan simbol-simbol budaya loka. Atap terminal dipenuhi tanaman. Ada juga konservasi air yang menyejukkan. Lalu, sunroof dan ruang-ruang terbuka dengan sinaran matahari menjadi sumber cahaya alami di siang hari. Bandara ini juga tanpa mesin pendingin udara. (udi)

Ratusan Pesepeda Meriahkan Ajang Banyuwangi Blue Fire Ijen KOM 2022

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Sedikitnya 350 pesepeda akan memeriahkan ajang Banyuwangi Blue Fire Ijen King of Mountain (KOM) 2022 yang digelar, Sabtu (24/9/2022) pagi. Mereka berasal dari 73 kabupaten dan 21 provinsi di Indonesia.

Dari sekian pebalap, 50 diantaranya tercatat sebagai pebalap papan atas. Mereka akan bertarung memperebutkan posisi KOM di level man elite. Dalam even ini, peserta akan menaklukan rute sepanjang 105,8 kilometer. Terbagi dalam tiga rute. “ Rute pertama dan kedua sifatnya flat atau datar. Baru, rute ketiga full tanjakan hingga finish,” kata Ketua ISSI yang juga Ketua Banyuwangi Road Cycling Club (BRCC), Guntur Priambodo dalam konferensi pers, Jumat (23/9/2022) sore.

Khusus rute tanjakan, panjang tantangan lintasan mencapai 18,3 kilometer. Start akan dimulai dari Pendopo Banyuwangi dan finish di Gantasan, lereng Gunung Ijen. Tempat ini akan menjadi lintasan neraka bagi para pebalap papan atas. “ Disini akan terpilih yang berhak menjadi King of Mountain,” tegas Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi ini.

Even bergengsi ini menjadi yang pertama pasca-pandemi. Sebelumnya, Banyuwangi dikenal dengan ajang balap sepeda Tour de Ijen. Bedanya, ajang kali ini hanya terbagi dalam satu etape. “ Ini mirip even Bromo KOM. Bedanya, tanjakan Ijen tak sepanjang Bromo. Namun, full flat,” kata Pendiri MAINSEPEDA.COM, Azrul Ananda.

Khusus menaklukan tanjakan Ijen ini, para pebalap akan diberikan waktu sekitar 2 jam. Bagi pebalap kelas man elite, menaklukan tanjakan ini diperkirakan hanya butuh waktu sekitar 1 jam. Bahkan, bisa kurang. Pihaknya berharap, even ini bisa makin mengenalkan Banyuwangi sebagai daerah ramah sepeda. “ Jadi, Banyuwangi itu lengkap. Ada rute flat hingga tanjakan dengan pemandangan indah,” tutupnya. (udi)

Tuntut Kenaikan Tarif Penyeberangan, Gapasdap Banyuwangi Geruduk Kantor BPTD Ketapang

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Puluhan massa  yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Banyuwangi menggelar aksi di Kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Ketapang, Jumat (23/9/2022) siang. Mereka menuntut kenaikan tarif penyeberangan yang tak kunjung diberlakukan oleh Kementerian Perhubungan pasca-naiknya harga BBM.

Aksi para kru kapal ini dimulai dari Kantor Gapasdap Banyuwangi di dekat pintu masuk dermaga LCM Pelabuhan Ketapang. Sejumlah spanduk dibentangkan. Isinya, memprotes lambannya pemberlakuan tarif baru penyeberangan. Massa kemudian melakukan long march menuju kantor BPTD. Sepanjang perjalanan, massa terus berorasi. ” Naikkan tarif, naikkan tarif sekarang juga. Jangan diskriminasi kami,” teriak massa.

Aksi kali ini diikuti pengurus DPP Gapasdap yang diwakili Kabid Usaha dan Pentarifan, Rachmatika Ardiyanto. Menurutnya, aksi menuntut kenaikkan tarif  ini akibat pengusaha kapal yang kelimpungan dengan biaya operasional. Sejak naiknya harga BBM, biaya pelayaran naik hingga 45 persen. Sebab, begitu BBM naik, operator kapal langsung membeli BBM dengan harga baru. Namun, tarif penyeberangan tetap dengan harga lama. “Jadi, kami ingin secepatnya pemerintah memberlakukan tarif baru penyeberangan. Jika tidak, kami tidak bisa memenuhi biaya operasional,” katanya didampingi Ketua DPD Gapasdap Banyuwangi, Putu Gde Widiana.

Pihaknya berharap pemerintah bisa segera menaikkan tarif penyeberangan. Sebab, begitu harga BBM naik, sejumlah moda transportasi lain langsung menaikkan tarif. Apalagi, ketika BBM naik tahun 2017, belum ada kenaikan tarif penyeberangan. Jika tarif  penyeberangan tak dinaikkan, pihaknya khawatir operator kapal tak bisa membeli BBM. Apalagi, BBM menjadi komponen utama bagi perusahaan pelayaran. “ Sebelumnya, kami mengajukan permintaan penyesuaian tarif  sekitar 35 persen. Sempat ada Keputusan Menteri terkait  tarif baru. Tapi, ditarik kembali,” keluhnya.

Desakan operator kapal ini langsung direspon Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Ketapang, Rocky Surentu. Pejabat ini memastikan akan melanjutkan aspirasi Gapasdap ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Surabaya, lalu akan dilanjutkan ke pusat. “ Secepatnya akan kami lanjutkan aspirasi operator pelayaran ini,” tegasnya. (udi)

SPAB Seharusnya Diselenggarakan Satu Tahun Satu Kali

0

Sampang, (pawartajatim.com) – Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) seharusnya diberikan kepada tiap sekolah atau pesantren. Setidaknya dalam setahun SPAB diberikan minimal sekali. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sampang Asroni.

“Memang selama ini masih ada keterbatasan sehingga kuotanya pun terbatas,” kata Asroni, Rabu (21/9). SPAB kali menyasar SMP Negeri 6 Sampang, yang berada di Jalan Raya Panggung, Desa Dalpenang, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa dan Rabu, 20-21 September 2022.

Kawasan di sekolah ini menjadi daerah terdampak banjir. Bahkan pernah terjadi banjir hingga sebatas dada orang dewasa. Asroni menjelaskan, betapa pentingnya SPAB ini karena sekolah dan stakeholder terkait sangat berkepentingan terhadap pelatihan ini. “Oleh karena itu, mitigasi bencana sangat perlu sehingga bisa mengatasi bencana,” kata Asroni.

Dalam simulasi SPAB kali ini, fasilitator Aslichatul Insiyah, Nurul Wachida, dan Muhammad Rafly Ramadhani juga mempraktikkan cara penggunaan pelampung (life vest) yang benar. Mereka juga diberikan simulasi penyelamatan saat banjir terjadi di sekolah.

Kepala SMPN 6 Sampang Nur Fatmawati mengaku bersyukur sekolahnya dijadikan lokasi SPAB. Pasalnya, ia baru menjabat kepala sekolah di tempat ini. “Ini seperti mendapatkan rejeki karena saya baru bertugas pada hari Senin, 19 September 2022 lalu di sekolah ini dan langsung mendapatkan pelatihan SPAB,” jelas Nur Fatmawati.

Kegiatan ini ditutup oleh Kasi Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur Apal Supendi. Dia berharap agar pelatihan ini mampu menambah poin untuk mencapai penghargaan sekolah Adi Wiyata. (rizki)

Pinjol dan Ivestasi Bodong Marak, Begini Pesan OJK dan Satgas Waspada Investasi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Pinjaman online (pinjol) dan investasi bodong makin marak. Korbannya, masyarakat terjerat utang dan iming-iming investasi dengan bunga tinggi. Ujung-ujungnya, tak sesuai kenyataan. Banyak masyarakat justru merugi, investasinya hangus.

Ada trik khusus agar masyarakat tak terjerumus dalam investasi bodong. Termasuk, tak tergiur dengan pinjol bodong. Selain bisa dicek di laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pinjol dan investasi bodong biasanya menawarkan layanan tak realistis. Hingga bulan ini, sedikitnya 35 pengaduan pinjol dan investasi bodong masuk ke OJK Jember “ Biasanya, menawarkan bunga tinggi dan tak realistis. Lalu, jika pinjol, syaratnya mudah dan selalu meminta identitas diri dan akses nomor telepon. Ini yang harus dihindari,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, Hardi Rofiq Nasution dalam gesah bersama PWI Banyuwangi, Rabu (21/9/2022) malam.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat tak mudah tergiur dengan pinjol ilegal, termasuk investasi bodong. Jika akan meminjam, masyarakat disarankan menggunakan jasa bank atau koperasi. Suku bunga yang ditawarkan juga harus realistis.. “ Sesuai aturan, bunga bank hingga deposito itu rata-rata 4 persen hingga 6 persen. Di luar itu, harus diwaspadai,” tegasnya.

Pinjol dan investasi bodong ini makin marak sejak pandemi melanda. Satgas Waspada Investasi mencatat transaski investasi bodong ini tembus hingga Rp117,5 triliun. Sejak lima tahun terakhir, sebanyak 1100 investasi bodong sudah diblokir. “ Puncak maraknya investasi bodong ini pada tahun 2019, terus kita tertibkan,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing.

Sementara, pinjol ilegal tercatat sebanyak 120 layanan. Total penggunanya mncapai 87 juta orang dengan nilai transaksi hingga Rp400 triliun. “ Kalau pinjol ini, kebanyakan masyarakat tergiur karena syaratnya mudah. Padahal, mencekik,” tegasnya.

Selain pinjol, Satgas Waspada Investasi juga menbertibkan pergadian ilegal. Sebab, praktiknya memberatkan masyarakat. Pihaknya mengimbau masyarakat melapor jika menjadi korban investasi bodong maupun pinjol ilegal. (udi)

Jatim Kembangkan Green Energy dan Energi Baru Terbarukan

0

Lamongan, (pawartajatim.com) – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap sebesar 7.500 W yang merupakan bantuan Pemprov Jatim di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Desa Kranji, Kec. Paciran, Kab. Lamongan, diresmikan Selasa (20/9). Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa pembangunan PLTS Rooftop pada gedung-gedung pemerintah, sekolah, dan Pondok Pesantren menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan pemanfaatan sumberdaya EBT (Energi Baru Terbarukan).

Hal ini juga  sejalan dengan Kebijakan EBT Tahun 2020-2025. Tidak hanya itu, bantuan PLTS Atap sebesar 7.500 W ini menjadi komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung berkembangnya energy ramah lingkungan (Green Energy). Hal ini sejalan dengan upaya mendukung Program G20 menuju Nett Zero Emission 2060.

“Penggunaan PLTS ini tentunya sangat mendukung Penggunaan Energi Ramah Lingkungan/Clean Energy melalui penurunan faktor emisi karbon. Sehingga bumi menjadi bersih dan sehat, serta yang paling utama adalah meningkatkan perekonomian di Jawa Timur,” katanya.

Dengan terbangunnya PLTS Atap di Gedung Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah ini, Khofifah berharap dapat menjadi referensi bagi ponpes lain yang ada di Jatim untuk penggunaan EBT. Sekaligus sebagai wahana edukasi pembangkit listrik berbasis green energy yang merupakan energi masa depan. Bahwa Allah SWT telah memberikan sinar matahari kepada negara kita sepanjang tahun. Bahkan ada negara yang hanya tiga bulan mendapat sinar matahari.

‘’Untuk itu hal ini bisa kita memaksimalkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya,” katanya. Menurut dia, potensi Energi Baru Terbarukan di Jatim sangat besar. Potensi EBT merupakan energi yang ramah lingkungan. Dimana terdapat potebsi energi sebesar 25.542 Mega Watt yang dapat digunakan untuk mengantikan energi listrik dari bahan bakar fosil, diantaranya Panas Bumi, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), PLTS, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), serta Pembangkit Listrik Sampah seperti di Benowo Surabaya.

Untuk itu, Pemprov Jatim terus mengembangkan pembangunan EBT di sejumlah gedung baik di instansi pemerintahan, rumah sakit, maupun pondok pesantren di Jatim. Beberapa Gedung Instansi dan Lembaga yang telah terbangun PLTS dengan anggaran pemerintah antara lain di Kantor-kantor pemerintah Jatim yaitu Dinas ESDM, Bappeda, Bakorwil, Kantor Pemkab. Serta juga di sejumlah RSUD milik Pemprov dan Pemkab seperti RSUD Sidoarjo, Madiun, Lumajang, RSMM Surabaya dan lain-lain.

Sejumlah Pondok Pesanten di Jatim juga telah menggunakan PLTS. Seperti Madrasah Aliyah Trans Science Jombang, Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Asembagus Situbondo, dan Ponpes Al-Muslimun Temboro Magetan.

“Selama ini sebagian besar sumber energi yang digunakan adalah berasal dari Bahan Bakar Minyak. Tentunya dengan adanya PLTS ini diharapkan ponpes ini akan ada efisiensi pengeluran untuk pembayaran listrik,” katanya.

Selain di Ponpes Tarbiyatut Tholabah, saat ini pengembangan PLTS Atap ini juga dilakukan di Ponpes Putri Al Lathifiyyah 1 Tambak Beras, Jombang. Menurut dia, berbagai upaya Pemprov Jatim dalam mendukung kebijakan Transisi Energy diantaranya dengan mengeluarkan beberapa peraturan daerah/Perda terkait penggunaan energi.

Seperti Perda Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2019 tentang RUED Provinsi beserta Pergub Nomor 6 Tahun 2020 tentang Juklak Perda RUED. Kemudian Pergub Nomor 13 Tahun 2021 tentang insentif perhitungan dasar Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor berbasis Baterai (kendaraan listrik, insentif 90 persen).

Serta Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 671/630/124.5/2022 tentang Implementasi Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap pada Gedung Pemerintah dan Swasta, dan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 671/630/124.5/2022 tentang Himbauan Penggunaan Kendaraan Listrik dan Kompor Induksi.

Sebagai informasi, capaian bauran energi terbarukan Jawa Timur Tahun 2021, saat ini sebesar 6,72 persen setara 1270 MW dan melebihi target 6,5 persen. Kegiatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) yang sedang dilaksanakan PLTM Sumber Arum 2 ( 3 MW ), PLTM Bayu (3,6 MW) di Banyuwangi, kemudian Kanzi I di Purwodadi, Pasuruan, yang diharapkan bisa menerangi 2.000-3.000 rumah berkapasitas 2,3 MW.

Untuk pengembangan PLTS Atap dan Kepulauan telah terbangun ± 43,8 MW sedangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah telah terbangun 10,65 MW di Benowo, Surabaya serta PG Pesatren, Kediri dan Asembagus Situbondo sebesar 32 MW.

Tak hanya itu, Jawa Timur juga memiliki banyak potensi energi terbarukan. Antara lain energi air (1.667 MW), energi angin (7.907 MW), energi  panas bumi (diprediksi  mencapai 1.012 MW), energi gelombang laut (1.200 MW), energi surya (10.335 MW), dan biomasa (3.421 MW), Total potensi EBT 25.542 MW, jika dibandingkan dengan total terpasang Pembangkit Listrik PLN di Jawa Timur saat ini 10.132 MW.

Setelah sebelumnya menyerahkan program perlindungan sosial di Kab. Jember dan Bondowoso, kali ini Gubernur Khofifah kembali menyerahkan secara simbolis program perlindungan sosial penanganan dampak inflasi dan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kab. Lamongan.

Di Ponpes Tarbiyatut Tholabah ini Gubernur Khofifah secara simbolis menyerahkan beberapa program perlindungan sosial yakni program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 5 orang, program Pembebasan Pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 100 persen untuk Pengemudi Mikrolet 5 orang dan ojek online (ojol) sebanyak 5 orang.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di Jatim ini turut menyerahkan secara simbolis bantuan paket untuk pencegahan stunting kepada 10 orang anak, Bantuan Sosial Untuk Nelayan Sebanyak 50 orang, serta bantuan beasiswa pendidikan bagi siswa MTs dan MA.

Total bantuan bagi Nelayan di Lamongan ini sendiri berjumlah 1.706 nelayan dimana di Paciran berjumlah 1.206 orang. “Mudah mudahan bantuan ini bisa membantu meringankan beban panjenengan. Untuk nelayan ini sebenarnya kuotanya besar tapi verifikasinya yang agak susah. Jadi mohon disampaikan ke teman-teman sesama nelayan bila ada yang belum memperoleh bantuan nanti agar dilakukan verifikasi,” kata Khofifah.

Sementara itu, salah satu nelayan Paciran penerima bantuan sosial ini yakni Sapuan (64 tahun) mengaku bahagia dan bersyukur mendapatkan bantuan sosial ini. Menurut dia, pendapatannya sehari-hari sebagai nelayan hanya cukup untuk makan. Untuk itu ia menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Khofifah atas bantuan yang ia terima.

“Sehari-hari pendapatan bersih saya sebagai nelayan sekitar Rp. 20.000 – 50.000, jadi ya pas-pasan. Jadi adanya bantuan ini benar-benar sangat membantu bagi saya. Maturnuwun Bu Gubernur semoga banyak rezeki,” kata pria yang sudah menjadi nelayan sejak umur 18 tahun ini.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah turut meresmikan aula Ponpes Tarbiyatut Tholabah. Ia berharap adanya aula ini dapat memberikan manfaat yang besar dan barokah untuk para santri dan perkembangan pesantren ke depannya. (dra)

Ayam Potong Diproyeksi Surplus, ini Saran KBI pada Pengusaha Agar Memanfaatkan RG

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Ketersediaan stok akhir daging ayam Indonesia di 2022 diperkirakan mengalami surplus sebesar 903.267 ton. Data dari Kementerian Pertanian menunjukkan, produksi daging ayam tahun 2022 diproyeksikan mencapai 4,098 juta ton, terdiri dari 20.000 ton stok awal tahun dan total produksi tahun 2022 diperkirakan mencapai 4,078 juta ton.

Sementara, untuk total kebutuhan secara nasional tahun 2022 diperkirakan mencapai 3,195 juta ton. Terkait proyeksi surplus daging ayam tersebut, Direktur Utama/Dirut PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI, Fajar Wibhiyadi, mengatakan, ada baiknya para pengusaha ayam potong memanfaatkan resi Gudang/RG.

‘’Dengan instrument ini, para pengusaha dapat menyimpan ayam potongnya dalam bentuk ayam karkas beku. Selanjutnya pengusaha dapat menjaminkan RG yang dimiliki untuk mendapatkan pembiayaan dari lembaga pembiayaan,’’ kata Fajar, di Jakarta Rabu (21/9).

Dengan mekanisme ini, pengusaha ayam potong dapat menjaga keberlangsungan usahanya, setelah memperoleh pembiayaan. Ia menambahkan, kedepan, pihaknya sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang bersama dengan para pemangku kepentingan di Sistem Resi Gudang, akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha di perdagangan ayam potong, terkait manfaat pemanfaatan RG.

Dengan pemahaman yang baik tentang resi gudang dari para pelaku industri ayam potong, harapannya kedepan pemanfaatan resi gudang ayam karkas beku terus meningkat. Terkait RG Ayam Karkas, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Widiastuti, mengatakan, BAPPEBTI menawarkan  pemanfaatan Sistem Resi Gudang ayam dalam bentuk ayam karkas sebagai  jalan agar Integrator BUMN dalam hal ini PT Berdikari, yang juga telah mendapatkan Persetujuan sebagai pengelola gudang mampu membangun ekosistem perunggasan yang mampu menyerap produk peternak mandiri dengan harga yang pantas.

Ia menambahkan, terdapat dua macam bisnis model yang ditawarkan melalui pemanfaatan SRG untuk meminimlaisir peliknya permasalahan tata niaga ayam potong. Yang pertama adalah pemanfaatan SRG disisi hulu, dimana untuk mengatasi mahalnya harga pakan ayam dapat memanfaatkan gudang SRG sebagai tempat penyimpanan bahan baku pakan yaitu jagung.

Dengan adanya kepastian stok bahan baku maka diharapkan harga pakan ayam relatif lebih stabil. Model bisnis yang kedua adalah pemanfaatan di sisi hilir, integrator menyediakan gudang Cold Storage untuk penyimpanan ayam karkas beku milik peternak mandiri agar mereka dapat memanfaatkan Pembiayaan SSRG yang diberikan melalui Lembaga Keuangan non bank sesuai dengan PMK No 187 Tahun 2021, dengan plafon sebesar maksimal 500 juta atau 70 persen atas komoditi yang disimpan di Gudang SRG, dengan bunga sama dengan bunga KUR.

Dengan kepastian jumlah pasokan ayam karkas beku yang dimilikinya diharapkan integrator mampu membidik pasar yang dapat meningkatkan nilai jual ayam karkas beku milik peternak tersebut.

Sebagai catatan, dalam catatan KBI yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang menyebutkan, sepanjang tahun 2022 sampai dengan Agustus, registrasi resi gudang ayam karkas beku mencapai 14 RG dalam 54.164 Kg, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 1,2 miliar. (bw)