Diburu dari Alas Purwo, Perdagangan Satwa Dilindungi Digagalkan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Perdagangan satwa dilindungi berhasil digagalkan jajaran Polresta Banyuwangi. Satu pelaku berinisial TDS (40), asal Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi berhasil ditangkap. Sedianya, pelaku hendak menjual belasan ekor burung dilindungi ke daerah Jawa Tengah.

Penangkapan perdagangan ilegal ini berawal dari laporan warga. Polisi kemudian melakukan penyelidikan panjang. Pelaku akhirnya diketahui menjadi pengepul, sekaligus pemodal berburuan burung langka tersebut. Berbagai jenis burung dilindungi ini diburu dari Taman Nasional Alas Purwo yang dikenal menjadi surganya burung langka. “ Saat kita gerebek, pelaku hendak mengirimkan 400 ekor burung ke daerah Jawa Tengah. Dari sekian burung, 16 diantaranya masuk satwa dilindungi,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja kepada wartawan, Kamis (8/9/2022) siang.

Sejumlah jenis burung langka yang disita diantaranya cucak hijau, tangkar kambing, cucak ranti dan madu sepah raja. Beragam burung ini dijual dengan harga Rp2 juta –Rp3 juta per ekor. Pelaku mendapatkannya dari sejumlah pemburu liar. Dia juga menyediakan modal jika ada warga yang mau berburu burung ke hutan.

Akibat perbuatannya, pelaku diamankan ke Polresta Banyuwangi bersama barang bukti. Untuk menyelematkan burung-burung tersebut, penyidik menitipkannya ke Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Banyuwangi. “ Saat kita amankan, burung-burung itu dikemas dalam kardus dan siap kirim,” jelas perwira peraih Adhi Makayasa ini.

Pelaku dijerat dengan pasal 40 ayat (2) junto pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Selain ratusan ekor burung, penyidik mengamankan sebuah ponsel yang digunakan alat bertransaksi. (udi)

Timbun BBM Bersubsidi, Dua Warga di Banyuwangi Disergap Polisi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)-  Naiknya harga BBM bersubsidi dimanfaatkan oknum masyarakat untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Dua warga di Banyuwangi disergap polisi setelah kedapatan menimbun BBM bersubsidi. Modus keduanya dengan memodifikasi mobil untuk menimbun BBM. Dari kedua pelaku diamankan BBM jenis pertalite sebanyak 500 liter.

Dua warga yang ditangkap masing-masing NS (51), asal Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran dan AH (50), asal Desa Licin, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Keduanya ditangkap terpisah nyaris bersamaan. Pertama polisi menangkan NS di jalan raya Sarongan. Ketika disergap, pria ini sedang menimbun BBM di dalam tangki mobil Kijang bernopol DK 1864 ABQ yang dimodifikasi. BBM jenis pertalite ini dibeli dari sejumlah SPBU di Banyuwangi selatan.

Tak hanya dalam mobil, polisi juga menemukan belasan juriken berisi BBM yang disembunyikan di dalam rumah pelaku. Rencananya, ratusan lister BBM ini akan dijual ke sejumlah pengecer dan nelayan di pesisir Rajegwesi, Pesanggaran. Dia tak berkutik ketika polisi menyergapnya. Bersama barang bukti, pelaku digelandang ke Polresta Banyuwangi.

Nyaris bersamaan, polisi meringkus AH di jalan raya Licin. Ketika disergap, pria ini juga mengangkut BBM jenis pertalite dengan mobil Suzuki Katan bernopol P 1915 WIB. Di dalamnya, polisi mendapati dua drum BBM yang disalurkan melalui selang tangki. BBM yang ditimbun juga dibeli dari sejumlah SPBU di barat kota Banyuwangi. “ Kedua pelaku ditangkap 31 Agustus lalu. Modusnya mengubah mobil menjadi penampungan BBM yang disalurkan melalui selang tangki. Tujuannya, mencari keuntungan di tengah naiknya harga BBM,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja dalam rilis di Polresta, Kamis (8/9/2022) sore.

Penyidik menjerat kedua pelaku dengan pasal 53 huruf (B) junto pasal 23 Undang-undang No.22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Dari kasus ini, penyidik mengamakan dua mobil milik pelaku dan sejumlah drum berisi BBM. “ Kedua pelaku disangka melanggar izin pengangkutan BBM bersubisidi tanpa izin,” tegas Agus. (udi)

SIG dan Pelindo Perkuat Sinergi Usaha

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Dua perusahaan plat merah menjalin kerjasama untuk memperkuat sinergi. PT Semen Indonesia Tbk (SIG) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melakukan penandatanganan perjanjian induk kerja sama dalam rangka memperkuat sinergi BUMN.

Penandatanganan dilakukan  Direktur Utama SIG, Donny Arsal dan Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono di Aula  Museum Maritim Indonesia, Jakarta, Rabu (7/9). Direktur Utama/Dirut SIG Donny Arsal, mengatakan kerja sama antara SIG dan Pelindo merupakan upaya penguatan sinergi BUMN untuk memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan.

“Dalam kondisi pasar semen yang hiperkompetisi, operational excellence menjadi keharusan. Pelindo adalah mitra strategis bagi SIG untuk mencapai operasional supply chain yang efisien dan eksekusi yang cepat dari kekuatan infrastruktur dan sarana penunjang yang ada,” kata Donny Arsal.

Sebelumnya SIG telah menjalin kerja sama dengan Pelindo 1, 2, 3 dan 4, dalam bidang sewa lahan dan jasa kepelabuhanan untuk mendukung jaringan fasilitas operasi SIG. Fasilitas itu  meliputi 31 packing plant, 2 grinding plant yang didukung dengan dermaga (jetty), serta 3 pelabuhan utama untuk distribusi dan sarana inbound penunjang produksi.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan kerja sama antara SIG dan Pelindo merupakan upaya meningkatkan komunikasi, koordinasi dan sinergi pengembangan usaha.

“Kami berharap, SIG dan Pelindo bisa mengembangkan potensi-potensi kolaborasi dengan komunikasi dan pengambilan keputusan yang lebih cepat sampai ke lapangan, sehingga bisa saling memenuhi kebutuhan dan memberi nilai tambah bagi kedua perusahaan, kata Arif Suhartono. (dra)

Suami Ditahan, Seorang Ibu Rumah Tangga di Banyuwangi Nekad Jualan Sabu

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)Seorang ibu rumah tangga berinisial SD (32), asal Wongsorejo, Banyuwangi, nekad berjualan sabu. Akibat perbuatannya, dia harus berurusan dengan polisi, Rabu (7/9/2022) siang. Dia ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Banyuwangi setelah kedapatan menyimpan sabu seberat 12,5 gram.

Yang menarik, barang bukti sabu itu disembunyikan di dalam bra. Tujuannya, mengelabuhi petugas. Penangkapan wanita dua anak ini berawal dari pengembangan kasus sebelumnya. Kebetulan, suaminya, IM lebih dulu mendekam di Polresta dalam kasus narkoba. Hidup sendiri, membuat SD gelap mata. Dia melanjutkan bisnis haram sang suami. Dari bisnis ini, SD mendapat keuntungan Rp200 ribu setiap kali bertransaksi. Uangnya diklaim untuk menyambung biaya hidup. “ Tersangka berhasil disergap dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru yang digelar mulai 22 Agustus hingga 2 September kemarin,” kata Wakapolresta Banyuwangi, AKBP Didik Hariyanto.

Dari catatan polisi, SD terbilang pemain baru. Pun suaminya yang sedang menunggu proses hukum. Saat ini, SD harus mendekam di sel tahanan Polresta Banyuwangi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kepada polisi, dia mengaku nekad menjadi pengedar sabu lantaran tak memiliki pekerjaan.

Selain SD, polisi mengamankan 39 tersangka lainnya dalam kasus narkotika. Dari jumlah ini, 10 diantaranya sebagai pengedar sabu. Sisanya, 29 orang adalah pengedar obat daftar G. Seluruhnya digelandang ke Polresta untuk menjelani proses hukum. Dari sekian tersangka, polisi berhasil menyita sebanyak 58,gram sabu dan 49.401 butir obat daftar G. Ada juga barang bukti uang tunai senilai Rp15,5 juta. “ Seluruhnya hanya berperan sebagai pengedar secara eceran. Asal barangnya dari luar kota,” tegas Wakapolresta didampingi Kasat Narkoba, Kompol Rudi Prabowo. (udi)

Nelayan Banyuwangi Lomba Adu Cepat Taklukan Ombak Selat Bali

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Serangkaian HUT ke-77 TNI AL, nelayan di Banyuwangi menggelar lomba perahu layar di perairan Selat Bali, Rabu (7/9/2022) siang. Sebanyak 77 perahu layar adu cepat menaklukkan ganasnya ombak jalur Jawa – Bali tersebut.

Meski jaraknya cukup jauh, sekitar 6 mil, nelayan  hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menaklukkan rute. Berangkat dari pantai Warujejer, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, peserta bergerak ke arah pesisir Gilimanuk. Selanjutnya, kembali bergerak di pesisir Banyuwangi.

Angin kencang membuat perahu melaju cepat. Dari puluhan peserta, dibagi dalam tiga kelompok. Masing-masing pemenang kelompok kembali berlomba di ajang final. “ Kegiatan ini untuk memberdayakan nelayan Banyuwangi dan sekitarnya yang biasa melaut di Selat Bali. Lomba ini sekaligus meningkatkan semangat bahari,” kata Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Ansori.

Tak hanya nelayan Banyuwangi, ajang lomba perahu layar ini juga diikuti sejumlah nelayan dari Bali dan Jember. Lomba ini sudah menjadi agenda tahunan di perairan ini. Kegiatan ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata. “ Kegiatan ini menjadi salah satu daya tarik wisata. Karena, perahu nelayan saling adu cepat di Selat Bali,” kata Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi, Sugirah.

Dengan menjadi destinasi wisata, tentunya bisa menggerakkan ekonomi para nelayan. Selain itu, nelayan memiliki semangat gotong royong dengan mengikuti perlombaan perahu layar. (udi)

Kendalikan Inflasi Pasca Kenaikan Harga BBM, Gubernur Siapkan Bantalan Sosial Ekonomi

0

Lamongan, (pawartajatim.com)Pasca kenaikan harga BBM, salah satu yang menjadi kekhawatiran adalah naiknya harga bahan pangan dan kebutuhan pokok sehingga menyebabkan inflasi daerah. Untuk mengantisipasi dan  bahwa tidak ada lonjakan harga bahan pangan dan harga kebutuhan pokok secara signifikan,  Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa blusukan dan sidak ke Pasar Babat Lamongan, Selasa (6/9) siang.

Didampingi, Bupati Lamongan Yusronur Effendi dan jajaran Kepala OPD Pemprov Jatim terkait, Gubernur Khofifah mengecek langsung harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat di pasar. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah pun berbincang dengan para penjual.

Mulai dari penjual bahan pokok, telur, cabai, daging ayam, hingga daging sapi. Bahkan, dirinya juga membeli secara langsung bahan-bahan kebutuhan pokok yang dijual di Pasar Babat Lamongan.

“Ini daging sapi satu kilonya pinten bu? Masih standard nggeh bu?,” tanya Khofifah. “Hari ini sekilonya Rp 110.000 bu Gubernur. Harganya masih sama tapi pembelinya masih sepi,” tutur salah satu penjual daging sapi di Pasar Babat Lamongan.

Usai peninjauan, Gubernur Khofifah menyampaikan, pihaknya bersama tim ingin mengecek langsung harga di pasar, utamanya kategori voletile food atau bahan makanan yang rentan terhadap perubahan-perubahan suasana seperti kenaikan BBM.

Ini penting, untuk mencegah dan melakukan antisipasi terjadinya inflasi di daerah. Dari hasil sidak tersebut, diketahui kenaikan harga tidak terjadi di seluruh komoditas, bahkan beberapa juga mengalami penurunan.

“Kalau telur ternyata justru ada penurunan. Sedangkan daging ayam ada kenaikan Rp 4.000,- diatas HET,” ungkapnya. Ia menjelaskan, bawang merah dan bawang putih terpantau  mengalami kenaikan Rp 2.000,-. Selain itu harga daging sapi juga masih standard di harga Rp 110.000,- /kg nya.

Dengan kondisi harga kebutuhan pokok di pasaran yang masih fluktuatif, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat khususnya para ibu – ibu yang berhadapan langsung dengan pemenuhan kebutuhan rumah tangga agar bisa lebih pandai dan cermat dalam mengatur keuangan rumah tangga.

“Jadi saya ingin mengajak semuanya, para ibu-ibu, emak-emak, pokoknya me- manage sebaik mungkin kebutuhannya agar lebih detail,” pesan Khofifah. “Yang kita prioritaskan adalah bagaimana pemenuhan  kebutuhan prioritas bukan atas dasar keinginan. Keinginan bisa banyak, tetapi kebutuhan harus sesuai dengan prioritas. Semoga Allah mencukupkan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menuturkan bahwa pemerintah provinsi Jawa Timur menyiapkan skema untuk pemberian bantuan sosial ekonomi. Yang rencananya diberikan pada masyarakat terdampak kenaikan harga BBM.

“Insya allah kita akan memberikan bantalan sosial untuk masyarakat yang terdampak kenaikan BBM. Untuk sektor transportasi, pelaku UMKM, nelayan dan juga disabilitas,” tegas Gubernur Khofifah.

“Sekarang sedang kita matangkan, semoga segera final sehingga bisa meringankan  beban masyarakat yang terdampak kenaikan BBM. Sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat agar inflasi di Jatim dapat kita kendalikan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dirilis di laman SISKAPERBAPO Disperindag Jatim (per 6/9, pkl 14.00 WIB), tercatat kenaikan   harga  terjadi pada komoditas cabai, baik itu cabai rawit, cabai merah keriting dan cabai merah biasa.

Rata-rata kenaikan di seluruh Jatim untuk komoditi cabai Rp 2.000 hingga Rp 3.000 atau setara 3 hingga 5 persen dari harga awal sebelum terjadi penyesuaian harga BBM. Sedangkan komoditi lain seperti telur ayam, beras, minyak goreng dan sayur mayur terpantau stabil di beberapa wilayah.

“Dengan adanya harga yang fluktuatif kami mengajak kepala daerah untuk turut melakukan antisipasi bersama agar  inflasi dapat kita kendalikan. Apa yang bisa kita lakukan bersama kita harus maksimalkan agar tidak sampai terjadi inflasi yang tak terkendali,” pungkasnya.

Senada dengan Gubernur Khofifah, Bupati Lamongan Yusronur Effendi menyampaikan bahwa harga kebutuhan pokok terpantau masih stabil. Kenaikan paling signifikan terjadi di komoditas Cabai yang harganya mencapai Rp 50.000 s/d Rp 65.000 per kg nya.

“Kita lihat tadi harga-harga masih stabil ya. Ada kenaikan antara Rp 1.000 sampai Rp 2.000 untuk beberapa item. Hanya cabai yang kita lihat memang cukup signifikan naiknya,” ungkapnya. (dra)

NTP Petani Jatim Alami Kenaikan, Kesejahteraan dapat Ditingkatkan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur/Jatim mencatatkan Nilai Tukar Petani (NTP) di provinsi ini mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dirilis pada 1 September 2022, NTP Jatim pada Agustus 2022 naik dari bulan sebelumnya sebesar 0,66 persen yaitu dari 102,66 menjadi 103,33.

Sementara perkembangan NTP bulan Agustus 2022 (year-on-year) juga mengalami kenaikan sebesar 3,27 persen yaitu dari 100,06 menjadi 103,33. Atas peningkatan NTP di Jatim tersebut, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukurnya, sebab NTP merupakan tolok ukur dari kemakmuran petani. Nilai Tukar Petani (NTP) sendiri adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

“Alhamdulillah, nilai tukar petani Jawa Timur di bulan Agustus 2022 makin terdongkrak. Nilainya naik dari 102,66 menjadi 103,33. Begitu juga perbandingan dengan bulan Agustus 2021 juga mengalmi peningkatan sebesar 3,27. Salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani di daerah perdesaan adalah indikator NTP ini,” ungkapnya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (7/9).

Khofifah berharap agar kenaikan ini dapat dijaga  bahkan ditingkatkan. Karena, lanjut Khofifah, petani adalah agen ekonomi yang sangat berpengaruh. Baik sebagai produsen dan konsumen.

“Para petani ini agen ekonomi yang perannya besar. Mereka produsen dan konsumen sekaligus. Para petani produksi hasil pertanian, kemudian hasilnya dijual, dan di sini petani juga sebagai konsumen yang membeli barang dan jasa untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari dan biaya produksi,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, kesejahteraan petani sangat berperangruh terhadap banyak bidang, seperti tingkat kemiskinan, produksi pangan, dan pertumbuhan pedesaan. Semoga dengan kerjasama dari berbagai pihak, angka ini bisa senantiasa kita pertahankan bahkan kita  tingkatkan.

Sementara itu, Kepala BPS Jatim Dadang Hardiawan dalam rilisnya menjelaskan, pada bulan Agustus ini, ada empat subsektor pertanian yang menjadi bukti kenaikan NTP. Kenaikan NTP terbesar terjadi pada subsektor Tanaman Pangan sebesar 4,26 persen, dari 97,09 menjadi 101,23.

Diikuti subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yang juga mengalami kenaikan sebesar 0,73 persen, jumlahnya naik dari 103,12 menjadi 103,88. Selain itu juga ada subsektor Peternakan yang mengalami kenaikan sebesar 0,46 persen, dari angka 102,47 menjadi 102,94.

Terakhir, subsektor Perikanan sebesar 0,02 persen, yang mengalami peningkatan dari 103,00 menjadi 103,03. (dra)

Perjanjian PT Loka dan KAD Jatim, Kuatkan Sistem Pencegahan Korupsi  

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – PT Loka Refractories Wira Jatim (Loka) dan Komite Advokasi Daerah (KAD) Jawa Timur/Jatim menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk penguatan sistem pencegahan korupsi di internal perusahaan milik provinsi tersebut, guna mewujudkan visinya sebagai korporasi daerah yang mengutamakan integritas dan produktivitas.

MoU ditandatangani Riswanda, Ketua KAD Jatim dan Aria Soebagio, Direktur PT Loka, Rabu (7/9) di kantor PT Loka, Jl. Raya Mastrip No.24 Surabaya. Ikut menyaksikan penandatanganan MoU diantaranya, Wakil Ketua KAD Jatim, Ronny Mustamu, Komisaris PT Loka, Lutfil Hakim, serta sejumlah pimpinan dan karyawan PT Loka.

Riswanda, mengatakan, MoU dengan PT Loka yang keenam dilakukan KAD Jatim dengan korporasi swasta & BUMD – sejak institusi yang pembentukannya diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu disahkan pada 2018.

Sejauh ini KAD Jatim telah banyak melakukan edukasi dan advokasi di banyak perusahaan swasta, BUMD, pemda dan badan pemerintah. “Jika masing – masing pihak dalam sebuah perusahaan atau lembaga bisa membuat sistem pencegahan diri sejak dini dengan menjunjung tinggi nilai kerja dan integritas, maka sebetulnya tidak diperlukan lagi lembaga pemeriksa dari eksternal. Jadi pencegahan tindak korupsi paling efektif adalah dari diri kita sendiri,” kata Riswanda.

Sementara itu, Direktur PT Loka Aria Soebagio, mengatakan, MoU dengan KAD Jatim adalah bentuk komitmen dalam upaya mewujudkan perusahaan daerah yang profesional, berintegritas dan produktif.

“Profesionalisme dan integritas adalah backbone spirit PT Loka dalam berkarya. Kami senantiasa mengedepankan mutu produk dan kualitas layanan dalam mendapatkan pekerjaan, bukan “aspek” yang lain,” kata Aria.

Pihaknya ‘’mengikatkan diri’’ dengan KAD Jatim melalui MoU, guna terus menjaga standar moral dan profesionalisme pekerja, menguatkan sistem internal pencegahan penyelewengan, serta penguatan charakter building berbasis kapasitas keahlian dan prinsip – prinsip kompetensi.

PT Loka adalah anak perusahaan dari PT PWU, salah satu BUMD milik provinsi Jatim. PT Loka secara spesifik memproduksi batu tahan api untuk kepentingan industri. Sejauh ini pelanggan PT Loka banyak dari BUMN, seperti PT Timah, PT Antam, PT Inalum, Pertamina, Petrokimia, sejumlah perusahaan smelter, serta swasta yang banyak bergerak di sektor pabrik baja dan aluminium. (sokip)

Rayakan HUT ke-77, TNI AL Ajak Pelajar Bersihkan Pantai di Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Jajaran TNI AL Banyuwangi mengajak puluhan pelajar dan pramuka menggelar aksi bersih-bersih pantai di pesisir Warujejer, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Rabu (7/9/2022) pagi.

Aksi ini serangkaian HUT TNI AL ke 77 yang dilakukan serempak di 77 titik. Para pelajar sengaja dilibatkan dalam aksi bersih-bersih ini sebagai edukasi mencintai lingkungan. Selain pelajar, jajaran Polisi dan TNI AD ikut dilibatkan. ” Ini bagian dari edukasi ke pelajar untuk mengisi  perayaan HUT TNI AL ke 77 secara nasional,” kata Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P). Ansori.

Menurutnya, aksi bersih-bersih ini akan digelar secara rutin. Sebab, persoalan sampah ini menjadi masalah utama lingkungan, terutama laut. ” Kalau biasanya ada gelar alutsista, sekarang kita ajak pelajar bersih-bersih pantai,” tegasnya.

Perayaan HUT ini menjadi momen jajaran TNI AL lebih kuat di lautan. Apalagi, sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan. Sehingga, laut menjadi penopang kekuatan ekonomi nasional. (udi)

Diduga Stres, Pemuda di Banyuwangi Bakar Rumah Sendiri

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Diduga stress, pemuda berinisial MS (38), asal Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Banyuwangi membakar rumah orang tuanya sendiri, Senin (5/9/2022) malam. Motif pembakaran ini masih misterius. Belakangan diketahui, pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, api melalap sebagian rumah dan isinya. Diantaranya, satu unit sepada motor. Total kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta. Saat kejadian, pemilik rumah, Yasin, sedang berada di luar. Kobaran api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 23.00 WIB. Api mendadak muncul dari dalam rumah, lalu menyambar atap. Warga yang panik berusaha memadamkan semampunya. Polisi yang mendapat laporan tiba di lokasi beberapa menit kemudian. Api akhirnya berhasil dijinakkan. “ Hasil pemeriksaan, diduga rumah tersebut sengaja dibakar oleh anak korban,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Deddy Foury Millewa melalui Kasi Humas, Iptu Moch. Agus Winarno.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan ke pelaku. Dia mengaku awalnya membakar kasur di kamar depan. Kemudian, api menjalar dan menghanguskan isi rumah. Sebelum membakar rumah, pelaku sempat berteriak-teriak dan mengamuk. Penyebabnya tak jelas. Usai membakar rumah, pelaku pergi. Ketika rumahnya terbakar, pelaku berada di luar. “ Ketika rumahnya dibakar, pemilik rumah sedang pergi,” jelas Agus.

Usai memadamkan api, polisi dibantu warga mengamankan MS. Pemuda ini diserahkan ke Puskesmas Sumberberas, Muncar untuk diberikan perawatan. Ternyata, MS pernah dirawat di RS Jiwa Malang dan Puskesmas Licin, Banyuwangi. “ Ternyata pelaku statusnya dalam pengawasan Puskesmas karena memiliki riwayat gangguan jiwa,” tutunya. (udi)