Dua Ekor Sapi Lapas Nunukan Terjual

0

Nunukan, (pawartajatim.com) – Setelah berhasil dengan program pembinaan budidaya perkebunan kelapa sawit, kini Lapas Nunukan menorehkan hasil positif pada program pembinaan peternakan sapi.

Sebanyak 2 (dua) ekor sapi hasil pembinaan peternakan Lapas Nunukan berhasil terjual. Keberhasilan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan menjadi Lapas Industri, tak lepas dari sosok Kalapas Nunukan, I Wayan Nurasta Wibawa yang komitmen mendukung program pembinaan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Kegiatan Pembinaan Kemandirian ini juga mendukung keputusan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-403.PK.01.04.04 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lembaga Pemasyarakatan,” kata Kalapas Wayan, Senin (20/6).

Wayan menjelaskan, Lapas Nunukan terus melakukan pembinaan kemandirian, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan warga binaan yang nantinya akan menjadi bekal mereka saat diintegrasikan kembali dalam kehidupan bermasyarakat

“Dengan banyaknya pembinaan kemandirian, akan semakin baik persiapan bagi WBP setelah menjalani masa hukuman agar diterima dengan baik di masyarakat,” pungkas Wayan. Sementara itu, Kasi Binadik dan Giatja, Hendra menambahkan bahwa, melalui program pembinaan ini diharapkan nantinya setelah bebas, WBP dapat membuka usaha peternakan serupa.

“Kalaupun tidak mempunyai modal untuk membeli sapi, setidaknya mereka sudah mempunyai ilmu dalam beternak sapi,” tandas Hendra. (dra)

Dongkrak Pemenuhan Kuota PBI JK Jatim, Ini Langkah BPJS Kesehatan

0

Surabaya (pawartajatim.com) – Upaya Jawa Timur/Jatim dalam pemenuhan kuota Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)  Tahun 2022 diapresiasi BPJS Kesehatan. Apresiasi ini  disampaikan Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, David Bangun, dalam kunjungannya ke Kantor Pemerintah Propinsi Jawa Timur

Pada audiensi tersebut, David menjelaskan bahwa saat ini capaian kepesertaan PBI JK Aktif secara nasional sampai dengan 31 Mei berjumlah 89.831.462 jiwa. Sehingga masih terdapat selisih sejumlah 6.968.538 jiwa dari kuota tahun 2022 yang telah ditetapkan sebesar 96.800.000 jiwa.

“Propinsi Jatim masih memiliki potensi yang besar, terutama disebabkan karena saat ini jumlah kepesertaan penduduk Jatim saat ini baru mencapai 81,51 persen dari total penduduk sejumlah 41 juta jiwa. Sementara masih terdapat sisa kuota PBI JK sejumlah 789.869 jiwa yang harus segera terpenuhi,” tambah David.

Ia menjelaskan, pihaknya berkolaborasi lintas kementerian dengan mengundang seluruh Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota di Jawa Timur dalam kegiatan Kelas Konsultasi Implementasi Perpres (KKIP). Kementerian yang dimaksud adalah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial.

‘’Diharapkan melalui kelas konsultasi ini tidak lama lagi kuota PBI JK Propinsi Jawa Timur Tahun 2022 dapat segera terpenuhi. Untuk itu kami mohon dukungan segenap jajaran pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk mendukung bersama program nasional ini,’’ tambah David.

Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pengembangan SDM dan Program Kementerian Suhadi Lili menyampaikan bahwa untuk pemenuhan kuota PBI tersebut tetap harus memperhatikan kriteria layak dianggap sebagai penerima bantuan iuran sesuai dengan regulasi Kementerian Sosial serta dapat dimasukan kedalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

‘’Harapan kami agar pelaksanaan usulan ini tetap mempertimbangkan kriteria penerima bantuan iuran,’’ tambah Suhadi. Penjabat Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi menyampaikan apresiasinya atas komunikasi yang telah dibangun oleh BPJS Kesehatan untuk mendorong pemenuhan kuota PBI JK JatimTahun 2022.

Menurut dia, target pemenuhan kuota PBI JK membutuhkan langkah segera mengingat sisa yang masih cukup besar. ‘’Terima kasih saya ucapkan atas kunjungan tim dari BPJS Kesehatan untuk menyampaikan beberapa hal, termasuk permasalahan mengenai pemenuhan kuota yang membutuhkan Langkah segera mengingat sisa kuota yang masih cukup besar. Diharapkan dengan adanya rapat koordinasi dengan kabupaten dan/atau kota se-Jatim, sisa kuota tersebut dapat terpenuhi dalam 2 bulan. Jatim sangat mensupport dan membuka diri untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan,’’ tutup Wahid. (bw)

Tangkal Radikalisme, Wali Kota Ajak Warga Surabaya Peduli Lingkungannya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong-royong membangun Kota Pahlawan. Termasuk pula bersinergi mendukung kondusifitas Kota Pahlawan agar terhindar dari radikalisme dan ekstremisme.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi dalam acara Ngobras (Ngobrol Santai Bareng Cak Eri dan Ning Rini) bersama Kader Surabaya Hebat (KSH) di Palm Park Hotel and Convention Hall Kaza Mall Surabaya, Senin (20/6).

“Organisasi Khilafatul Muslimin kemarin ditangkap Mabes Polri, kemudian di Surabaya juga diamankan Polda Jatim. Kalau njenengan (anda) cinta wilayah, cinta Surabaya, ketika melihat ada (organisasi) seperti itu silahkan dilaporkan secepatnya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, kepada Kader Surabaya Hebat yang hadir saat itu.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu menerangkan, salah satu hal yang bisa dilakukan Kader dalam mendukung kondusifitas Surabaya adalah dengan menjadi informan. Sebab, Kader beserta RT/RW dan LPMK sebagai warga setempat, dinilainya lebih paham dan tahu kondisi wilayah.

“Jadi, untuk RT/RW, LPMK dan Kader semua kalau ada sesuatu di luar kewajaran, maka segera diinformasikan kepada lurah dan camat. Karena yang lebih tahu wilayah sekitarnya adalah warganya,” pesan dia.

Cak Eri berharap, masyarakat Surabaya memiliki rasa empati dan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Nah, ketika di lingkungan RT ada organisasi di luar kewajaran, maka hal itu bisa segera diinformasikan.

“Maka dari itu saya bilang, warga harus punya empati tinggi, punya perasaan indra yang tajam dan peduli lingkungan,” tuturnya. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya mengaku, selama ini melibatkan semua elemen masyarakat dalam membangun Kota Pahlawan. Dengan melibatkan semua pihak, maka dia juga meyakini kondusifitas Surabaya akan terus terjaga.

“Disitulah saya ingin yang menjaga adalah warga kita semuanya. Jadi saya ingin membangun kota ini dari hati, dari seluruh warga dengan hatinya. Tidak saja satu orang yang membangun, tapi semuanya,” pungkasnya. (ko)

Wali Kota Keluarkan SE Kesiapsiagaan terhadap Risiko Peningkatan Kasus Covid-19 

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Kesiapsiagaan terhadap Risiko  Peningkatan Kasus Covid-19 di Surabaya. Surat edaran nomor 443.33/10413/436.7.2/2022 itu ditandatangani langsung oleh Wali Kota Eri pada 19 Juni 2022. SE tersebut sudah disebar kepada para Kepala Perangkat Daerah (PD), Camat, dan juga Lurah se-Surabaya.

Dalam SE tersebut, Wali Kota Eri menjelaskan bahwa dalam upaya peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), maka diimbau untuk tetap konsisten meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko peningkatan kasus Covid-19 di Kota Surabaya. Tentunya, dengan memperhatikan langkah-langkah yang telah ditentukan.

“Kami imbau untuk menjaga Kota Surabaya tetap berada dalam level 1 sesuai dengan indikator transmisi komunitas pada indikator yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri),” kata Wali Kota Eri, Senin (20/6).

Selanjutnya, ia juga meminta meningkatkan percepatan vaksinasi di seluruh wilayah, khususnya anak usia 6-11 tahun, lansia, kelompok masyarakat rentan serta booster lansia dengan target 50 persen. Meningkatkan Active Case Finding (ACF) pada kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah secara rutin setiap satu bulan sekali.

“Melaporkan kasus Covid-19 secara rutin dan terpadu melalui aplikasi Lawan COVID- 19 Surabaya. Mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo di wilayah masing-masing,” katanya.

Kemudian, melakukan testing secara masif terhadap sasaran prioritas yaitu suspek, probable, kontak erat dan pelaku perjalanan di fasilitas pelayanan kesehatan/puskesmas terdekat. Lalu, melakukan tracing kasus konfirmasi Covid-19 beserta kontak eratnya secara terintegrasi dalam waktu kurang dari 48 jam.

Selain itu, diimbau juga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan disiplin dengan pendekatan 5M saat melakukan kegiatan di luar rumah, yaitu memakai masker, pastikan hidung, mulut dan dagu tertutup seluruhnya, mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, menjaga jarak minimal 1,5 meter, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan di tempat keramaian.

Disamping itu, ia juga meminta untuk mengoptimalkan penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi serta melakukan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan di tempat-tempat yang berpotensi kerumunan dan tempat kegiatan publik dengan memanfaatkan scan optimal Aplikasi Peduli Lindungi yaitu di fasilitas umum, fasilitas hiburan, pusat perbelanjaan, restoran dan tempat wisata serta pusat keramaian lainnya.

“Semua ini dilakukan guna melindungi keluarga dan lingkungan tempat tinggal dari penyebaran Covid-19. Jadi, ayo bersama-sama kita jaga kota ini supaya terhindar dari Covid-19. Saya yakin warga Surabaya bisa mengetatkan prokes kembali, karena kita sudah pernah melawan ini secara bersama-sama,” pungkasnya. (ko)

Alfamart Beri Bantuan Sembako pada Warga Lansia di Wiyung

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Alfamart bekerja sama dengan Mizan Amanah menyalurkan sejumlah paket sembako untuk masyarakat pra sejahtera. Kali ini menyasar komunitas lanjut usia/lansia di wilayah Wiyung Surabaya.

Corporate Communication Alfamart, Ame Dwi Pramesti, mengatakan, bakti sosial seperti ini digelar rutin setiap bulan dan menyasar komunitas yang berbeda-beda. Misalnya, komunitas sopir angkot, ojol, anak yatim, lansia, dan masyarakat pra sejahtera lainnya.

Sekretaris RT XI RW III Kelurahan Babatan Kecamatan Wiyung, Achmad Amirul Mukminin. (foto/bw)

Untuk komunitas lansia Wiyung bulan Juni ini diberikan 50 paket sembako. Sebelumnya juga 50 paket di wilayah Menunggal, Gresik. “Kali ini sumber dananya dari donasi konsumen yang bekerja sama dengan Mizan Amanah. Sebelumnya kami baksos rutin juga tapi pendanaannya dari CSR (dana internal perusahaan),” kata Ame, di Surabaya Senin (20/6).

Ame, yang juga mantan wartawati ini mengakui, jenis bantuan berupa sembako saat ini masih banyak dibutuhkan masyarakat. “Bantuan pendidikan dan bantuan kesehatan juga ada, kita salurkan melihat kebutuhan masyarakat yang akan kita bantu,” jelasnya.

Salah satu warga Lansia di Wiyung saat menerima bantuan sembako Senin (20/6). (foto/ist))

Sementara itu, Sekretaris RT XI RW III Kelurahan Babatan Kecamatan Wiyung, Ahmad Amirul Mu’minin, berterimakasih kepada managemen Alfamart yang peduli pada warganya, khususnya lansia.

Menurut dia, warga RT XI RW III Kelurahan Babatan ini memiliki sekitar 200 kepala keluarga/KK. ‘’Warga disini 50 persen kehidupannya kurang beruntung,’’ kata Achmad Amirul Mukminin, yang akrab disapa Iwan ini. (bw)

Erick Thohir Minta Karyawan BUMN 80 Persen dari Milenial

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Menteri Badan Usaha Milik Negara/BUMN Erick Thohir, menyampaikan Kementerian BUMN berupaya agar 80 persen karyawan BUMN adalah kaum milenial. Untuk saat ini, karyawan milenial di lingkungan BUMN mencapai 65 persen.

Target ini menjadi Key Performance Indicator (KPI) yang dicanangkan dalam program transformasi BUMN, terus didorong bisa terealisasi. Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI, Fajar Wibhiyadi, mengatakan, pihaknya mendukung upaya Kementerian BUMN terkait karyawan dari generasi milenial.

‘’Dari 50 Karyawan yang ada di KBI, 75 persen-nya adalah generasi milenial. Kedepan tentunya KBI akan terus meningkatkan prosentase generasi milenial untuk menuju 80 persen,’’ kata Fajar, di Jakarta Senin (20/6).

Bagi KBI, tentunya tidak terjebak dalam jumlah karyawan milenialnya, namun lebih dari itu tantangan yang ada adalah bagaimana mempersiapkan karyawan generasi milenial ini menjadi talenta-talenta unggul yang memiliki kompetensi dan menerapkan value AKHLAK, sehingga siap untuk menjadi leader-leader dimasa mendatang.

Generasi milenial sendiri merupakan generasi yang lahir di rentang tahun 1980 sampai dengan 1996. Berdasarkan data BPS tahun 2021, generasi milenial Indonesia mencapai 69,38 Juta jiwa, atau 25,87 persen dari total penduduk Indonesia.

Generasi milenial ini menduduki peringkat kedua, dibawah generasi Z yang lahir pada rentang waktu tahun 1997 – 2021 dengan total sebanyak 74,93 juta atau 27,94 persen dari total penduduk Indonesia.

Terkait generasi milenial, riset yang dilakukan Alvara Research Center menyebutkan bahwa generasi milenial menyimpan potensi besar untuk bisnis. Dalam kesehariannya, generasi ini memiliki perilaku yang kecanduan internet, kencenderungan melakukan transaksi non tunai, kemampuan multitasking, kerja cepat dan cerdas yang didukung teknologi, serta gemar berwisata.

Namun, ada sisi lain dari generasi milenial yaitu memiliki loyalitas yang rendah. Ia menambahkan, “Dengan berbagai perilaku yang dimiliki generasi milenial, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi KBI dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Untuk itu pengembangan SDM tidak hanya dilakukan untuk hard skill, namun juga dari sisi soft skill. Selain itu, penyiapan tempat kerja serta berbagai sarana pendukungnya juga disiapkan untuk mendukung kebiasaan dan gaya hidup para milenial. Untuk itu, ruang kerja dibuat lebih terbuka, dan juga disiapkan ruangan yang memungkinkan karyawan bisa bekerja dengan nyaman.

“Harapan kami, kedepan generasi milenial yang saat ini ada di KBI, akan mampu mengambil tongkat estafet kepemimpinan di korporasi. Apalagi dengan adanya regulasi baru bahwa yang menjadi Direksi tidak harus pensiun, tentunya ini menjadi peluang besar bagi generasi milenial KBI untuk menduduki pucuk pimpinan di korporasi.

Saat ini di KBI terdapat 5 Kepala Divisi, dan 4 diantaranya dari generasi milenial, yang setiap saat bisa menduduki level pimpinan,’’ ungkapnya. Keberhasilan KBI dalam memaksimalkan talenta-talenta milenial tercermin dalam kinerja korporasi. Di tahun 2021, KBI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 101,6 miliar, atau mengalami peningkatan 53 persen dibandingkan tahun 2020 dengan laba bersih sebesar Rp 66,4 miliar.

Sedangkan dari sisi pendapatan, 2021 KBI berhasil membukukan pendapatan operasional sebesar Rp 189,5 miliar, sedangkan 2020 pendapatan operasional yang diperoleh mencapai Rp 170 miliar. (bw)

Gubernur Ajak Muslimat NU Sidoarjo Lakukan Transformasi Digital Sektor UMKM

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa,  menngajak para ibu-Ibu yang tergabung dalam Muslimat NU Sidoarjo untuk ikut meningkatkan sektor ekonomi melalui UMKM. Salah satunya dengan mengikuti beragam pelatihan untuk menambah keahlian berwirausaha khususnya berbasis digital.

Menurut dia, keterlibatan Muslimat NU sangat penting, karena mengutip Jack Ma, taipan pendiri Alibaba, diprediksi pada  tahun 2030  sekira 99 persen  UMKM akan menjadi online. Stand UMKM  ini produknya beragam, ada makanan minuman, produk kulit, handycraft  sampai kriya.

Maka saya rasa potensi ibu-ibu termasuk Muslimat NU yang memiliki UMKM agar bisa ikut pelatihan yang diberikan oleh Shopee Indonesia. ‘’Ada di Malang, bertempat di UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim,” ajak Khofifah usai Pelantikan PC Muslimat NU Sidoarjo Masa Khidmat 2022-2027 di Gedung Serbaguna Rohmatul Ummah An Nahdliyah Sidoarjo, Minggu (19/6).

“Ini sangat bagus untuk dimanfaatkan karena memang disana ada pelatihan secara komprehensif, mulai perencanaan berusaha, fotografi, proses pemasaran melalui live streaming sampai managemen logistik dan konsultasi  usaha dengan mentor  dan  trainer terlatih,” tambahnya.

Khofifah menegaskan, upaya pemberian pelatihan kepada para pelaku UMKM di Jatim adalah upaya untuk menghadirkan kontribusi sesuai prediksi Pricewaterhouse Cooper yang mengatakan bahwa ditahun 2050 Indonesia akan menjadi negara Raksasa Ekonomi nomor 4 terbesar di dunia.

“Jadi kita diprediksi pada tahun 2050 akan mampu menjadi raksasa ekonomi nomor 4 terbesar di dunia. Karenanya ibu-ibu Muslimat NU juga harus ambil peran, salah satunya dengan meningkatkan kontribusi UMKM di Jatim,” tandasnya.

Ketua Umum PP Muslimat NU ini tak luput pula  mengajak seluruh anggota  Muslimat NU Sidoarjo untuk mengakrabkan diri dengan media digital. Sebab, banyak informasi yang masuk melalui media sosial   tidak tersaring kebenarannya. Hal tersebut selaras pula dengan kewajiban Kyai dan Bu Nyai untuk turut melakukan dakwah pada media digital.

“Jadi Kyai dan bu Nyai harus ambil bagian dalam memerangi hoax (kabar bohong), ujaran kebencian,  yang menjamur di media sosial yang dapat menganggu persaudaraan dan persatuan ummat,” tukasnya.

Seperti diketahui bahwa saat ini di Jawa Timur juga sedabg dikembangkan program pemberdayaan ekonomi pesantren one pesantren one product (OPOP). “Jatim saat ini tengah memaksimalkan  ekosistem ekonomi syariah. Ada One Pesantren One Product (OPOP), fasilitasi sertifikasi halal, Kawasan Industri Halal (KIH), dan Pembiayaan syariah. Bahkan untuk menjamin konsumsi konsumen kita juga siapkan Juru Sembelih Halal (Juleha),” tuturnya lengkap

Pada kesempatan yang sama, Khofifah turut mengapresiasi kerja keras Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sidoarjo yang telah membangun pondok khusus bagi para lansia. Menurutnya, ini merupakan bukti nyata bahwa organisasi PC Muslimat NU Sidoarjo mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

“Saya bersyukur bahwa kerja keras panjenengan semua tetap menjunjung tinggi kebermanfaatan bagi sesama umat,” ujar Khofifah. “Pondok Lansia ini, dikhususkan untuk meningkatkan ketakwaan pada Allah SWT. Mereka yang tinggal disitu akan diajarkan amalan-amalan untuk mendekatkan diri dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Ahmad Mudlor Ali mengatakan, bahwa sudah banyak kontribusi yang dilakukan oleh muslimat NU dalam membawa kemajuan bangsa dan negara Indonesia, khususnya di bidang pendidikan Islam.

“Kami sangat mengapresiasi Muslimat yang sangat concern dalam mengembangkan dunia pendidikan. Muslimat telah berperan penting dalam membangun pusat peradaban pendidikan islam dunia. Saya harapkan Muslimat NU bisa melanjutkan sumbangsih cita-cita pendiri Nahdlatul Ulama. Saya yakin, Muslimat bukan lagi menjadi obyek pembangunan melainkan menjadi subyek pembangunan,” tegasnya. (dra)

Gadis Banyuwangi Juarai Putri Pariwisata Nusantara, Ini Rahasianya

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Gadis asal Banyuwangi, Celia Ivanca Alexandra (23), terpilih menjadi Putri Pariwisata Nusantara 2022. Mahasiswa Untag’45 Banyuwangi ini berhasil mengalahkan utusan dari 34 provinsi setelah meyakinkan Dewan juri dengan mempromosikan pariwisata sejarah. Tema yang jarang diangkat.

Selama ini, promosi wisata hanya sebatas menawarkan keindahan alam. Padahal, ada pariwisata banyak yang berkaitan dengan sejarah. Salah satunya di Banyuwangi. Geopark Ijen merupakan wisata alam yang memiliki sejarah panjang secara geologis. Belum lagi, hamparan pantai dan Taman Nasional Alas Purwo yang menyimpang sejuta sejarah. “ Jadi, pariwisata itu tidak hanya pada keindahan alam. Tapi, sejarahnya bisa dipromosikan. Ini tentunya menjadi daya tarik wisata yang menarik,” kata Celia kepada wartawan di Rumah  De’ Giri, Banyuwangi, Minggu (19/6/2022) siang.

Menurutnya, Jawa Timur adalah provinsi pariwisata. Sedangkan Banyuwangi menjadi kabupaten dengan pariwisata yang lengkap. Ada tiga keunggulan wisata Banyuwangi yang tidak dimiliki daerah lain. Diantaranya, Kawah Ijen dengan status geopark, lalu savanna Sadengan Alas Purwo dengan keragaman hayati, kemudian budaya Banyuwangi yang beragam. “ Ini menjadi sebuah kekayaan wisata yang layak dipromosikan tidak hanya nasional, tapi internasional,” jelasnya.

Selain sejarah wisata, pemilik tinggi badan 168 centimeter ini mengusung program kolaborasi wisata dan pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM). Sebab, UMKM menjadi bagian dari geliat industri pariwisata. “ Kami akan mengadvokasi UMKM untuk mendukung pengembangan pariwisata. Tentunya, akan menggandeng kaum milenial,” jelas dara yang bercita-cita menjadi presenter televisi ini.

Lolosnya wakil Banyuwangi menjadi juara Putri Pariwisata Nusantara mendapatkan perhatian khusus dari politisi PDIP, Sony T. Danaparamita. Anggota DPR RI asal Banyuwangi ini berharap prestasi ini akan membawa pariwisata nasional menjadi lebih baik, termasuk bagi Banyuwangi. “ Ini menjadi modal bagi Banyuwangi untuk terus mengembangkan pariwisatanya,” kata Pembina Rumah De’ Giri ini. Rumah De’ Giri merupakan pusat aspirasi berbagai komponen di Banyuwangi. (udi)

Pemkot Surabaya Beri Penanganan Medis Terbaik untuk Kesembuhan Seniman Ludruk Cak Sapari

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Direktur RSUD Dr. Mohamad Soewandhie untuk memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada seniman ludruk legendaris Cak Sapari. Dia adalah anggota dari group Ludruk Kartolo CS yang sedang terbaring sakit.

Karenanya, Wali Kota Eri Cahyadi, menginginkan tenaga kesehatan dan rumah sakit untuk memeriksa dan memberikan penanganan medis yang terbaik bagi kesembuhan Cak Sapari. Hal ini adalah bentuk perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terhadap salah satu seniman yang menjadi kebanggaan warga Surabaya.

“Cak Sapari, legenda ludruk Surabaya kini sedang terbaring sakit. Pemkot Surabaya tadi mengirimkan Ambulance dan tenaga medis untuk menjemput beliau. Saat ini tengah dirawat di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie, tim dokter sedang bekerja dan memberikan kesembuhan bagi beliau. Mohon doa agar beliau lekas sembuh,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Sabtu (18/6).

Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengungkapkan, bahwa saat ini Cak Sapari sudah berada di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie dan sedang mendapatkan penanganan medis. “Beliau sudah di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie dan mendapatkan penanganan medis. Siang tadi, kami mengirimkan tenaga medis dan Ambulance ke rumah untuk menjemput Cak Sapari,” ungkap Nanik.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Mohamad Soewandhie, Billly Daniel Messakh, mengatakan, tenaga kesehatan dan Ambulance sampai di rumah Cak Sapari, di Jalan Simo Mulyo Baru Kota Surabaya pukul 12.24 WIB dan langsung mendapat penanganan medis. Yakni, memasangkan cairan infus sebelum menuju ke RSUD Dr. Mohamad Soewandhie

“Sejak pagi kami berusaha bermediasi dengan sang istri. Sebab sempat terjadi penolakan. Karena menurut sang istri, BPJS Cak Sapari sudah tidak aktif, serta hilangnya KTP beliau,” kata Billy. Namun, saat dilakukan pengecekan melalui NIK Cak Sapari, Billy mengaku bahwa status BPJS Cak Sapari masih aktif.

Ia kemudian menjelaskan mengenai mekanisme pelayanan kesehatan di Kota Surabaya kepada sang istri. Hasilnya, Cak Sapari setuju dilakukan penanganan medis di rumah sakit. “Tetapi saat saya cek NIK nya, ternyata BPJS masih aktif. Sehingga kami tangani dengan BPJS. Kami memastikan bahwa semua telah aman dan tercover oleh BPJS, kemudian Cak Sapari dan istri mau untuk dilakukan penanganan medis,” jelas dia.

Sesampainya di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie, seniman ludruk legendaris kelahiran 5 Juli 1948 itu, langsung di rawat di instalasi gawat darurat (IGD). Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan diagnostik dengan foto thorax dan laboratorium.

“Cak Sapari mengeluhkan batuk pada empat bulan terakhir ini. Kondisi beliau juga stabil dan saat ini kami lakukan rawat inap. Jika kondisi Cak Sapari semakin membaik, maka bisa diputuskan untuk melakukan rawat jalan,” pungkasnya. (ko)

Jelang Idul Adha, Gubernur Pantau Distribusi Vaksin PMK di Jatim

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Jelang pelaksanaan Idul Adha, berbagai upaya memutus rantai penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus dilakukan secara simultan di Provinsi Jawa Timur/Jatim. Setelah tiba sebanyak 1.000 dosis vaksin PMK dari Kementerian Pertanian untuk Jatim, hari ini Jumat (17/6), Gubernur Khofifah, turun langsung mengawal dan memantau distribusi penyuntikan vaksin PMK ke hewan ternak.

Dengan didampingi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, titik yang ditinjau Gubernur Khofifah yakni di sentra peternakan sapi di Kecamatan Taman Sidoarjo. Tepatnya di peternakan milik H Kasikin yang beralamat di Tanjunganom RT 12 RW 01 Tanjungsari Taman.

Ada 30 ekor sapi perah di sana yang disuntik vaksin. Berdasarkan informasi, dari total vaksin PMK yang diimpor oleh Kementerian Pertanian sebanyak 3 juta dosis. Jatim mendapat kuota sebanyak 1,5 juta dosis.

Dari jumlah tesebut sebanyak 10.000 dosis telah masuk ke Indonesia dan 1.000 dosis telah masuk di Jatim pada Selasa (14/6). Selanjutnya langsung didistribusikan ke Kab. Sidoarjo sebanyak 200 dosis dan Pasuruan sebanyak 800 dosis.

Menurut dia, pemberian vaksin PMK kepada sapi ini membutuhkan tiga kali vaksin. Tahap pertama dilakukan saat ini. Kemudian, tahap kedua dilakukan setelah empat atau enam minggu pemberian vaksin dosis pertama. Sedangkan, tahap ketiga akan diberikan setelah enam bulan pemberian vaksin kedua.

“Vaksin yang dikirim ke Jatim masih minim yakni 1.000 dosis dan baru terpakai sejumlah 200 suntikan. Dalam sekali membuka botol vaksin mampu untuk menyuntik 100 sapi dan harus habis disuntikkan. Saat ini prioritas untuk sapi perah,” ungkapnya.

Khofifah menegaskan, prioritas penyuntikan vaksinasi ini diutamakan bagi Sapi Perah mengingat stock yang sangat terbatas. Untuk itu, diharapkan vaksin lokal dari Pusvetma bisa segera rampung pada akhir Bulan Juli atau awal Agustus.

“Kebutuhan vaksin menurut kami sangat _emergency_ sekali. Karena percepatan transmisi penularan PMK sangat cepat. Oleh karena itu, kami harap ada percepatan suplai vaksin dari pemerintah pusat sembari menunggu vaksin lokal dari Pusvetma,” jelasnya.

Khofifah menyampaikan, di berbagai kesempatan bersama Forkopimda dan Bupati/Walikota pada saat Rakor telah ditegaskan bahwa penanganan penyakit PMK ini membutuhkan sinergitas yang kuat sama halnya ketika menangani pandemi covid-19 baik secara vertikal maupun horisontal.

Mantan mensos ini melihat, untuk treatment penanganan PMK ini mirip dengan penanganan covid-19. Kemudian proses penyebaran melalui airbone ini yang menjadikan penyebaran virus PMK lenih cepat.  Karenanya, ketika jarak jangkau angin kencang penularan bisa sampai jangkauan kilometer.

Maka, langkah terbaik menurut Gubernur Khofifah, dalam melakukan pencegahan penularan adalah melakukan proteksi dan isolasi. Proteksi tidak dilakukan pada daerah daerah yang terdampak saja melainkan juga pada daerah yang hewan ternaknya masih terjaga sehat.

“Jadi yang sehat tolong dijaga untuk tidak keluar agar tetap sehat,” tegasnya. Bedasarkan data dari Disnak Prov. Jatim jumlah vaksin yang  diharapkan akan masuk ke Jatim sebanyak 1,5 juta dosis nantinya akan diprioritaskan untuk seluruh sapi potong dan sapi perah.

Selebihnya pada sapi potong dengan pola ring vaksinasi. Vaksinasi hanya dilakukan pada ternak yang masih sehat. Sedangkan untuk ternak yang sakit menunggu sampai sembuh. Nantinya, untuk melanjutkan program vaksinasi pada ternak di Jatim sebanyak 10,5 juta ekor, baik sapi, kerbau, kambing maupun domba.

Selanjutnya kita menunggu vaksin PMK yang diproduksi  oleh  Pusvetma Surabaya. (dra)