Jelang Idul Adha, Gubernur Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban di Jatim Aman

0

Malang, (pawartajatim.com) – Jelang Idul Adha atau Hari Raya Kurban Tahun 2022, Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama jajaran Forkopimda Jatim kembali menggelar Rapat Kordinasi (rakor) Percepatan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Ballroom Hotel Grand Mercure Kota Malang, Senin (30/5).

Rakor ini dilakukan untuk memastikan langkah-langkah strategis agar wabah PMK tidak semakin meluas di Jatim. Terutama agar hewan kurban yang ada di Jatim maupun yang akan dijual keluar Jatim dalam keadaan  aman dan sehat , serta tidak terkena wabah PMK.

Rakor kali ini diikuti oleh  Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, Pj. Sekdaprov Jatim, Danrem se- Jatim,  Bupati dan Wali Kota se-Jatim, Kapolres dan Dandim se-Jatim, Direktur Kesehatan Hewan,  Kepala Pusvetma, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Kepala Besar Veteriner Wates, serta Kadis yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan se-Jatim.

Sejumlah pakar seperti Guru Besar Bidang Virologi dan Imunologi Universitas Airlangga Prof Dr. drh. Fedik Abdul Rantam, Guru Besar Kedokteran Unair Prof. Dr. Drs. Suprapto Ma’at Si., Apt, serta Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH RI Dr. drh. Nuryani Zainuddin juga turut hadir.

Gubernur Khofifah, meminta para Bupati dan Wali Kota se-Jatim untuk segera menerbitkan SK pembentukan Satuan Tugas (Satgas) penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayahnya masing-masing. Satgas ini nantinya gabungan baik dari jajaran TNI, Polri, maupun instansi terkait.

“Bupati dan Wali Kota, mohon segera mengeluarkan SK pembentukan Satgas PMK ini berkoordinasi denga Dandim dan Kapolres. Terutama di titik-titik pengumpulan hewan kurban. Sehingga hari ini harus lebih restriktif tempat di mana masyarakat bisa mengakses hewan kurban,” katanya.

Selain membentuk satgas, Bupati/Walikota juga bisa segera mengeluarkan Surat Edaran terkait panduan pemotongan hewan kurban. Salah satunya dengan menentukan lokasi pemotongan hewan kurban di titik Rumah Pemotongan Hewan (RPH) tertentu supaya proses pemantauan bisa lebih terkawal.

Pengawasan dan pengecekan ini difokuskan di sejumlah daerah di Jatim yang memiliki populasi sapi potong tertinggi. Lima besar daerah populasi sapi potong terbesar di Jatim tahun 2022 antara lain Kabupaten Sumenep, Kabupaten Tuban, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Bangkalan.

“Karena daerah-daerah ini tidak hanya menjadi supplier hewan kurban di Jatim sendiri, tetapi juga wilayah lain bahkan sampai provinsi lain,” katanya. Adapaun data potensi ketersediaan ternak siap potong di Jatim 2022 mencatat total sejumlah 1,2 juta ekor.

Untuk sapi dari populasi 5,2 juta ekor sapi (sapi potong dan sapi perah) terdapat ketersediaan 441.371 ekor sapi siap potong dan potensi hewan ternak kurban sebanyak 108.136 ekor. Untuk kambing dari populasi 4,3 juta ekor kambing terdapat ketersediaan 659.270 ekor kambing siap potong dan potensi menjadi ternak kurban 161.521 ekor.

Sedangkan untuk domba dari populasi 1,4 juta ekor domba terdapat ketersediaan 490.878 ekor domba siap potong dan potensi menjadi ternak kurban 120.265 ekor. Jika dibandingkan dengan  pemotongan hewan kurban di Jatim, pada Tahun 2021 total pemotongan ternak kurban sebanyak 396.491 ekor.

Rinciannya, sapi sebanyak 70.961 ekor, kambing sebanyak 276.987 ekor, dan domba sebanyak 48.531 ekor. Jatim memproyeksikan pemotongan hewan kurban di Jatim tahun 2022 sebanyak 432.845 ekor, dengan rincian sapi sebanyak 87.965 ekor, kambing sebanyak 296.349 ekor, dan domba sebanyak 48.531 ekor.

Selain membentuk Satgas di Kabupaten dan Kota, Gubernur Khofifah juga meminta para Bupati maupun Wali Kota untuk menyiapkan anggaran pengadaan  obat-obatan, sarana pendukung pengendalian dan operasional petugas vaksinasi PMK. Serta melakukan pemetaan status bebas, tertular dan terduga berdasarkan kecamatan atau desa.

“Kemudian juga melakukan pendataan jumlah hewan rentan PMK berbasis desa untuk kesiapan vaksinasi serta penyiapan SDM meliputi dokter hewan di Jatim sebanyak 950 orang dan paramedis veteriner sebanyak 1.500 orang. Ini untuk pelaksanaan pengobatan dan vaksinasi masal,” katanya.

Orang nomor satu di Jatim ini juga meminta jajaran TNI dan Polri baik Kodim dan Polres melakukan langkah tindak lanjut pengendalian PMK di Jatim. Yakni bantuan pendampingan pengawasan isolasi dan lockdown pada daerah tertular (desa/kecamatan), bantuan pendampingan pengawasan penutupan sementara pasar hewan.

Kemudian juga bantuan pengawasan lalu lintas ternak dari daerah tertular PMK, bantuan sosialisasi pentingnya desinfeksi kandang dan lingkungan peternakan, serta bantuan pengamanan pelaksanaan pengobatan dan vaksinasi masal.

“Terima kasih Pak Kapolda, Pak Pangdam beserta jajaran Kapolres dan Dandim sampai dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Bagaimana kita memproteksi  ternak yang terkonfrmasi PMK di desa bahwa ternak yang di dalam tidak keluar, begitupun sebaliknya. Mohon Bhabinkamtibmas dan Babinsa ikut menjaga, mengawal, termasuk lalu lintas blantik atau jagal sapi yang membeli sangat  murah sapi yang mengalami simptom ke arah PMK  di desa-desa. Prinsipnya peternak harus dilindungi,” katanya.

Masalah PMK ini, lanjutnya, harus terus menjadi perhatian semua pihak karena memberikan dampak ekonomi yang cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari PDRB Jatim tahun 2021 sebesar Rp 2.454,5 triliun, kontribusi kambing dan sapi 0,92 persen atau sebesar Rp 22,58 triliun bagi PDRB Jatim. Apalagi di Jatim banyak peternak rakyat sehingga dampaknya sangat terasa.

“Untuk itu betul-betul langkah promotif, preventif, sampai dengan langkah kuratif  dan rehabilitatif penanganan PMK ini harus dilakukan. Termasuk panduan sederhana penanganan PMK  bagi para peternak harus  disosialisasikan lebih luas,” jelasnya.

Percepatan pengendalian PMK di Jatim ini terus dilakukan melalui sejumlah langkah. Yakni isolasi ternak sakit berbasis kandang, lockdown daerah tertular PMK berbasis desa atau kecamatan. Kemudian pengobatan ternak sakit berbasis simptomatis (Antibiotika, Analgesik, Antipiretik dan vitamin), penutupan sementara pasar hewan, pembatasan lalu lintas ternak, desinfeksi kandang dan lingkungan serta penyiapan vaksin PMK.

Sampai dengan 29 Mei 2022, jumlah kasus PMK di Jatim berjumlah 17.934 ekor yang tersebar di 25 kabupaten dan kota di Jatim. Dari jumlah tersebut, 15.521 ekor sapi dilaporkan sakit, 2.289 ekor sembuh, dan 124 ekor mati.

Sedangkan sampai dengan 30 Mei 2022, status wilayah PMK di Jatim terbagi menjadi empat berdasarkan unit epidemiologi kabupaten. Yakni wilayah bebas yakni kabupaten yang belum ada kejadian tanda klinis PMK, Wilayah Terduga yakni kabupaten yang sudah ada kejadian penyakit dengan tanda klinis PMK daj belum teronfirmasi laboratorium.

Kemudian wilayah tertular yakni kabupaten yang sudah ada kejadian penyakit dengan tanda klinis PMK dan terkonfirmasi positif oleh laboratorium. Serta wilayah wabah yakni kabupaten tertular dan telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian sebagai wilayah wabah.

Wilayah wabah di Jatim yakni Lamongan, Gresik, Mojokerto, dan Sidoarjo. Kemudian Wilayah Tertular yakni Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Malang, Jombang, Batu, Jember, Magetan, Surabaya, Kota Malang, Kota Probolinggo, Tuban, Bojonegoro, Bangkalan, Kab. Madiun, Bondowoso, Sumenep, Sampang, Kediri, Nganjuk, dan Ponorogo.

Kemudian wilayah terduga yakni Pacitan, Kab. Blitar, Kota Kediri dan Situbondo. Sedangkan Wilayah Bebas PMK yakni Pamekasan, Banyuwangi, Kota Pasuruan, Kota Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kota Madiun, Ngawi dan Kota Mojokerto.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta mengatakan bahwa jajaran kepolisian telah melakukan serangkaian kegiatan dalam membantu penanganan PMK di Jatim. Polda Jatim telah mengeluarkan telegram ke polres jajaran se-Jatim terkait antisipasi, langkah koordinasi, membuat Satgas, pemberdayaan Bhabinkamtibmas, dan sebagainya.

“Dalam upaya preemtif, anggota Bhabinkamtibmas juga turut melakukan penyuluhan dan sosialisasi ke peternak di lingkungannya. Polda juga telah menerbitkan panduan untuk Bhabinkamtibmas dalam penanganan PMK ini,” katanya.

Kapolda Nico mengatakan, jajaran kepolisian melakukan pengawasan dan pengecekan pada pasar hewan dan RPH sebagai upaya preventif. Anggota Sabhara, Lalu Lintas, dan Reskrim melakukan pengawasan dan pengecekan lalu lintas hewan ternak.

“Kami juga melakukan pembatasan dan pengetatan lalu litas ternak, pasar hewan dan RPH. Kami juga memiliki pos penyekatan hewan ternak di sejumlah titik yakni ada 84 Pos di jalan arteri dan jalan tol. Saya harap ini benar-benar dicek jangan sampai hanya di jam-jam tertentu, tetap tegas tapi santun,” katanya.

Sebelumnya, Guru Besar Bidang Virologi dan Imunologi Universitas Airlangga Prof Dr. drh. Fedik Abdul Rantam mengatakan bahwa upaya preventif atau pengendalian PMK pada ternak ini  bisa dilakukan dengan berbagai langkah.

Seperti vaksinasi sesuai dengan serotype atau subtype yang sama. Termasuk melakukan biosecurity yang ketat, penyemprotan kandang pagi dan sore, karantina, mencegah keluar masuk kandang, serta pembatasan pergerakan hewan dari antar daerah.

“Untuk program vaksinasi PMK ini ada 7 serotype yang berbeda secara imunologis, spesifik serotype, vaksin PMK tradisional, menggunakan adjuvant, serta vaksinasi harus diberikan dalam area segitiga antara bahu, sumsum tulang belakang, dan alur jugularis,” pungkasnya. (dra)

Arumi Bachsin : Berwirausaha, Solusi Cegah Pernikahan Dini

0

Malang, (pawartajatim.com) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menyebutkan bahwa berwirausaha dapat menjadi salah satu solusi mencegah terjadinya permasalahan pernikahan dini.

Arumi mengatakan, diskusi seputar pemecahan masalah pernikahan dini lahir dari dialognya dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP & PA) yang sejak I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Dimana, ia menjelaskan bahwa bisnis punya pengaruh dan manfaat secara tidak langsung kepada sektor-sektor lainnya, khususnya sektor sosial. “Ibu Menteri bilang kalau mereka sudah coba bikin audiensi dengan para penghulu untuk jangan mau menikahkan anak di bawah umur. Tapi sulit, karena kenyataan di lapangan hal-hal seperti ini tidak terlalu efektif. Karena kemudian nanti penghulu sendiri akan memiliki banyak alasan. Seperti tidak bisa menghindari, harus bisa menikahkan, dan sebagainya,” ujarnya saat membuka Workshop Penguatan Usaha KUKM Manajerial di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang, Senin (30/5).

Arumi menjelaskan bahwa setelah mencari solusi yang sekiranya tepat, berwirausaha menjadi salah satu jalan keluar yang cocok. Karena selain peningkatan mutu pendidikan, berwirausaha juga dapat meningkatkan kesejahteraan sehingga masyarakat tidak akan menikahkan anak-anak untuk mengurangi beban.

“Saat dicari formulanya, yang paling pas ternyata adalah meningkatkan derajat atau strata ekonomi dari sebuah keluarga terutama si individu anak ini sendiri. Dan yang menjadi jalan keluarnya adalah berwirausaha,” ungkapnya.

“Ketika seseorang, terutama perempuan, sudah bisa meraaa berdikari, maka permasalahan sosial yang biasa menimpa perempuan secara otomatis akan berkurang. Karena perempuan itu sendiri sudah bagus, strong, dan percaya diri,” lanjut istri Wakil Gubernur Jatim.

Arumi menerangkan bahwa solusi ini relatif dapat dilakukan oleh semua rentan umur. Sehingga tidak ada batasan terkait siapa yang bisa melakukannya, terlebih bisnis memiliki banyak jenis dan model yang bisa diaplikasikan.

“Kita bisa lihat banyak sekali kasus-kasus inspiratif di mana anak-anak yang mungkin masih dalam usia sekolah mampu membuat produk. Inilah yang biasa kita sebut sebagai ekonomi kreatif,” jelasnya. Selain itu, bisnis juga bermanfaat bagi sektor perekonomian Indonesia dan daerah. Maka dari itu, Arumi berharap agar apa yang diajarkan dalam workshop dapat diaplikasikan langsung oleh peserta.

 “Setelah 2 tahun pandemi ini, UKM lah yang menjadi harapan kami untuk kebangkitan Jawa Timur dan ekonomi di Jawa Timur. Jadi sukses terus, bapak-ibu sekalian. Mudah-mudahan workshop kali ini betul-betul bisa dimanfaatkan, teori-teori itu bisa diaplikasikan, dan hasilnya mudah-mudahan bisa sesuai dengan harapan kita semua,” harapnya.

Sebagai informasi, Workshop Penguatan Usaha KUKM Manajerial kali ini bertema ‘Bisnis Model Kanvas Merupakan Strategi Pemasaran yang Efektif’. Pelatihan diikuti 52 anggota Dekranasda se-Jatim dan dilangsungkan selama 2 hari, yakni 30 – 31 Mei 2022. (dra)

BKKBN Jatim Apresiasi Kabupaten Jember Laksanakan Audit Stunting

0

Jember, (pawartajatim.com) – Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur/Jatim, Dra Maria Ernawati, M.M. memenuhi undangan Bupati Jember, Ir. H. Hendy Siswanto, ST.IPU. untuk menghadiri kegiatan Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Jember di Hotel Bandung Permai Senin (30/5).

Dalam kegiatan ini, Erna diminta Bupati Hendy, untuk memberikan arahan mengenai upaya pencegahan agar tidak terjadi kasus stunting di Kabupaten Jember. Hadir pula dalam kegiatan ini yaitu Wakil Bupati Jember yang juga didaulat menjadi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Jember, KH. Muhammad Balyan Firjaun, Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas P3AKB, Suprihandoko serta lintas sektor terkait dalam konvergensi percepatan penurunan stunting.

“Di Kabupaten Jember sasaran kegiatan Audit Kasus Stunting ini adalah OPD-KB Kabupaten, TPPS Kabupaten, TPPS Kecamatan, Penyuluh KB/PLKB, PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas, Dokter Puskesmas, Ahli Gizi Puskesmas, Bidan Puskesmas, TPPS Desa dan PKK Desa,” kata Suprihandoko.

Suprihandoko menambahkan bahwa salah satu kasus yg cukup menarik saat pelaksanaan pendampingan yang dilakukan Tim Pendamping Keluarga adalah, didapatkan masih ada calon pengantin perempuan dengan usia dibawah usia ideal menikah, status gizi yang tidak baik (anemia, kurus, KEK) dan faktor paparan lingkungan juga tidak sehat.

Faktor-faktor tersebut sudah mengindikasikan bahwa catin ini perlu pendampingan khusus, dikarenakan risiko potensi stunting sangat tinggi. Sehingga perlu adanya kerjasama yg baik antar lintas sektor dan TPK, agar risiko stunting pada kasus tersebut dapat diminimalisir.

Erna mengapresiasi bahwa pelaksanaan kegiatan Audit Stunting di Kabupaten Jember merupakan kegiatan pertama di Jatim yang dilakukan Kabupaten/Kota dengan menghadirkan seluruh Tim Satgas dan Tim Audit Stunting.

“Hal ini menunjukkan bukti bahwa dukungan/komitmen Bapak Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopimda di Kabupaten Jember ini sangat besar terhadap upaya percepatan penurunan stunting dapat terlaksana sesuai dengan target yang diharapkan,” ungkap Erna. Ia menyatakan, peran dari Tim Teknis dan Tim Pakar dalam upaya pencegahan kasus stunting di Kabupaten/Kota sangatlah penting untuk menekan munculnya kasus baru.

“Dengan keterlibatan Tim Teknis dan Tim Pakar ini dalam penyiapan data, informasi, koordinasi, intervensi, pemantauan dan evaluasi, kami berharapkan ada solusi-solusi, evaluasi dan rekomendasi penanganan sehingga kasus stunting di Kabupaten Jember bisa turun,” ujar Erna.

Untuk itu, BKKBN, menurut bu Erna sudah menyiapkan dana suporting melalui Dana Alokasi Khusus (DAK BOKB) untuk aksi percepatan penurunan stunting. “Walaupun hanya sedikit yang bisa diberikan, agar bisa dimanfaatkan secara optimal untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jember,” tambahnya.

Bupati Hendy menghimbau bahwa percepatan penurunan stunting bukan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten semata, tetapi tanggung jawab kita semua, semua lintas sektor dan masyarakat. “Mari kita mencetak generasi berkualitas dengan langkah awalnya yaitu berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting, kasus stunting adalah kasus kita semua,” papar Bupati Hendy.

“Artinya apa, kita butuh jiwa sosial dari Bapak-Ibu semua, saling berkolaborasi dengan semua sektor, yang penting Bapak-Ibu sekalian, niat kita untuk memperbaiki negeri ini, menuju Indonesia Emas. InsyaAllah dengan kebersamaan ini kita bisa menyelesaikan permasalahan stunting, AKI, AKB dan kemiskinan ekstrim di Jember ini,” tutupnya. (bw)

Jaringan 5G XL Siap Sukseskan Ajang Balap Mobil Formula E di Jakarta

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) akan segera menghadirkan layanan 5G di gelaran balap mobil Formula E di Jakarta pada 4 Juni 2022 mendatang. Berbagai persiapan saat ini sedang dilakukan di lapangan agar layanan data dan internet super cepat ini bisa hadir mendukung gelaran balap tersebut.

 Layanan 5G dari XL Axiata akan dapat diakses di sejumlah titik di seputar Sirkuit Formula E dan sepenuhnya gratis atau sama sekali tidak dikenakan biaya. Guna menghadirkan real 5G mobile experience bagi pelanggan, khususnya bagi pengunjung yang berada di arena Formula E ini, XL Axiata mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, termasuk untuk penggunan pita frekuensi 3.5GHz.

Sejumlah titik akses 5G akan disiapkan di seputar sirkuit yang menjangkau sejumlah area yang menjadi lokasi berkumpulnya penonton balapan, jurnalis dan broadcaster, tim pendukung, serta satuan kerja event Formula E.

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, mengatakan, mengadopsi segala persiapan yang kami lakukan dalam gelaran balap MotoGP Mandalika sebelumnya, pada ajang balap mobil Formula E di Jakarta.

‘’Kami juga akan melakukan serangkaian uji coba 5G XL Axiata dengan spektrum 3.5GHz untuk menghadirkan layanan terbaik. Kami yakin, jaringan 5G XL Axiata siap mendukung penyelenggaraan balap mobil Formula E, sekaligus kembali mengenalkan layanan akses data dan internet super cepat ini kepada masyarakat, termasuk para tamu asing yang hadir di event internasional ini,” kata Darmayusa, di Jakarta Senin (29/5).

Untuk dapat menikmati layanan 5G Experience XL Axiata, pengunjung harus memastikan bahwa smartphone yang dipakai mendukung jaringan seluler generasi kelima di pita frekuensi 3.5 GHz, serta simcard yang dimiliki sudah uSIM.

Melalui penggelaran 5G ini, pengunjung akan dapat merasakan pengalaman 5G yang sesungguhnya, yang dapat menghadirkan beberapa keunggulan dibandingkan jaringan 4G diantaranya, data rate (kecepatan data) lebih tinggi, latency lebih rendah, dan jumlah connection density (kerapatan koneksi) lebih banyak dari 4G.

Peningkatan Jaringan

Selain menggelar jaringan 5G, XL Axiata juga gencar melakukan peningkatan kualitas jaringan 4G di wilayah sekitar Sikuit Formula E. Pada jaringan 4G, XL Axiata telah mempersiapkan penambahan kapasitas dan jangkauan jaringan di beberapa titik yang diprediksi akan terjadi peningkatan trafik, termasuk penambahan 3 Mobile BTS (MBTS) di beberapa titik di sekitar lokasi acara.

XL Axiata memastikan jaringan 4G siap mendukung kelancaran aktivitas berkomunikasi khususnya komunikasi layanan data bagi pengunjung, masyarakat serta satuan kerja terkait pada area kawasan. Kapasitas jaringan kami di sekitar Ancol kami tingkatkan hingga 2-3x sebagai antisipasi lonjakan trafik selama hari balapan.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat serta publikasi dan pemberitaan mengenai Formula E yang cukup luas dan gencar selama ini, pengunjung Ancol bisa membludak dan pastinya akan mendorong kenaikan trafik.

‘’Kami antisipasi benar segala kemungkinan yang bisa terjadi agar nanti di hari H tidak terjadi hambatan yang berarti dan balapan ini pun juga bisa berlangsung lancar,” jelas Gede.

Khusus di Jakarta Utara, wilayah yang menjadi tempat perhelatan ajang Formula E, XL Axiata memiliki lebih dari 1.600 BTS, dengan hampir 1.000 di antaranya BTS 4G. Sementara itu, untuk seluruh wilayah DKI Jakarta, XL Axiata mengoperasikan lebih dari 9.700 BTS, termasuk lebih dari 5.700 BTS 4G. (bw)

Sambut HUT Surabaya ke-729, Luminor Hotel Jemursari, Suguhkan Makan Malam Istimewa ala Suroboyo-an

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Surabaya ke-729 yang jatuh pada 31 Mei, sejumlah rangkaian acara diadakan Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya. Mulai festival rujak uleg, parade bunga Surabaya Vaganza dan masih banyak pertunjukan seni lainnya.

Tak ingin melewatkan momen tersebut, Luminor Hotel Jemursari Surabaya turut serta menyuguhkan beragam sajian makan malam dengan memadukan makanan Fusion Suroboyo-an, acara tersebut berjudul “Fusion Dine Special 729th Suroboyo”.

Acara makan malam Fusion Dine Spesial 729th Suroboyo ini berlangsung pada tanggal 28 Mei 2022 di Ballroom Luminor Hotel Jemursari Surabaya. Beraneka jenis masakan ala Surabaya diolah dan dikreasikan dengan memadupadankan makanan Western dan Tradisional oleh Executive Chef Luminor Hotel Jemursari Surabaya menjadi hidangan yang unik, variatif, dan menggugah selera.

Menu yang tersaji sangat lengkap dengan lebih dari 60 jenis menu masakan mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama, aneka jajanan tradisional, aneka minuman, menu stall suroboyo fusion, live cooking, sushi ala Suroboyo, aneka makanan tradisional, aneka lauk penyetan khas surabaya, hingga hidangan penutup seperti es campur, bubur kacang hijau serta ice cream.

Makan malam tersebut merupakan program yang istimewa dalam rangka menyambut HUT Kota Surabaya ke-729, pasalnya harga yang ditawarkan hanya Rp. 72.900 per orang bagi warga berKTP Surabaya dan bagi siapapun yang berulang tahun di bulan Mei.

Selain dapat menikmati beraneka jenis makanan, ada beragam doorprize menarik yang dibagikan kepada tamu. Tak hanya itu, para tamu yang datang juga disuguhkan dengan penampilan musik keroncong yang menambah suasana semakin syahdu seolah bernostalgia dengan nuansa ala Surabaya tempo dulu.

Acara semakin meriah dengan hadirnya stand UMKM Surabaya yang menjual berbagai makanan olahan khas Surabaya dan kain batik, kemudian ada juga pelukis karikatur yang turut serta berpartisipasi dalam acara makan malam spesial ala Suroboyo tersebut.

“Beberapa menu andalan yang disajikan pada Fusion Dine Spesial HUT Surabaya yakni ada rujak cingur, lontong balap tempura, mi godok lamongan style, pizza bumbu rujak, jangkang goreng kemangi serta kotokan iwak panggang.

Beberapa menu banyak yang kami kreasikan dengan memadukan menu western bersama dengan menu tradisional, hal tersebut merupakan inovasi kami dalam menyajikan menu makanan tradisional yang unik dengan cita rasa berbeda dari yang sudah pernah ada pada umumnya,” kata Executive Chef Luminor Hotel Jemursari Surabaya, Sukismanto, di Surabaya Sabtu (28/5). (bw)

Ini Pesan Khofifah, pada Alumni Unair Sidoarjo

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Universitas Airlangga (Ika Unair) Cabang Sidoarjo, disambung halalbihalal, dan rapat kerja (raker) pengurus, berlangsung meriah. Acara ini digelar di Bale Bumi Majapahit, Gedung Hemodialisa, RSUD Sidoarjo, Minggu (29/5).

Dalam acara yang dihadiri oleh pengurus Ika Unair Sidoarjo, alumni, maupun Pengurus Wilayah (Pengwil) Ika Unair Jawa Timu/Jatimr, Ketua Umum Ika Unair Khofifah Indar Parawansa, membawa pesan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Ika Unair, Prof Bambang Sektiari Lukiswanto. “Pesan dari Ibu Ketua Umum agar alumni Unair Sidoarjo tetap guyup dan rukun,” ungkap pria yang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni Unair ini.

Ia menyampaikan, salam dari Khofifah, yang tak bisa hadir dalam acara-acara tersebut. Ia memuji Ika Unair Sidoarjo sangat aktif dan dinamis dalam berkegiatan. Bahkan, aktivitas yang dilakukan pun cakupannya sudah nasional.

Yakni, kampanye Sejuta Masker yang diadakan saat pandemi Covid-19 merebak. Demikian pula dengan kegiatan vaksinasi yang dilakukan mencakup hampir seluruh wilayah pesisir dan kampung di Sidoarjo.

“Untuk pengurus yang baru diharapkan harus lebih aktif dan dinamis lagi. Terutama dalam mendukung Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah,” ucapnya. Menurutnya, semangat ini perlu dijaga. Kontribusi dan peran alumni di Sidoarjo bisa terus-menerus ditularkan dengan banyak hal yang positif.

Yang penting, katanya, alumni Unair selalu memberikan yang maksimal dan berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Alumni bisa juga bisa memberikan kontribusinya untuk mendukung visi misi Unair yang dituangkan dalam tema strategis, yakni Smart University, yang diterjemahkan dalam sustainable education for all.

Sementara, Ketua Pengwil Ika Unair Jatim, Prof Hendy Hendarto, mengungkapkan, dirinya menjadi saksi bahwa kegiatan Ika Unair Sidoarjo sangat aktif. “Kegiatannya banyak dan jadi contoh cabang-cabang lain.

Semoga dengan pengurus yang baru bisa lebih bermanfaat lagi kepada masyarakat,” harapnya. Sedangkan Ketua Ika Unair Sidoajo yang baru dilantik, Abdullah Khizam, mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara ini.

Menurutnya, sebelum pengurus dilantik sudah melaksanakan beberapa program kerja. Ke depannya sudah banyak program yang akan dilaksanakan. (rizki)

Jawab Kebutuhan Industri Cold Chain, XL Bangun Solusi IoT “Temptrax 2501”

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Operator telekomunikasi terus berinovasi. Salah satunya, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mengembangkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) yang mengakomodir para pelaku usaha dari berbagai segmen.

Salah satu produk yang sedang dikembangkan di Lab pengembangan IoT milik XL Axiata, X-Camp, adalah “Temptrax 2501” berupa smart chiller guna menjawab kebutuhan industri Cold Chain. Solusi ini bertujuan untuk membantu permasalahan dalam rantai industri berbasis cold storage untuk dapat menjaga kualitas makanan dan obat-obatan dengan cara monitoring lingkungan tempat penyimpanan.

X-Camp telah mengembangkan solusi Temptrax 2501 sejak 2021. Saat ini solusi berbasis IoT ini masih dalam bentuk prototipe untuk dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan pengguna dari kalangan industri.

Meski demikian, setelah melalui uji coba beberapa bulan, semua fungsi Temptrax 2501 sudah bisa bekerja secara optimal saat perilisannya pada 1 April 2022.  Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, “Temptrax 2501 adalah  MVP (Minimum Viable Product) yang dibuat oleh X-Camp, fasilitas lab IoT yang kami miliki, yang siap dibuat secara masif.

Seperti halnya produk IoT lainnya, Temptrax 2501 harus senantiasa menyesuaikan dengan kebutuhan market yang biasanya spesik. Kustomisasi terkait fitur, SLA, dan harga saat ini masih perlu kami pelajari lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan user sebelum lanjut ke ranah komersialisasi.

‘’Saat ini, Temptrax juga sudah dapat terintegrasi dengan sistem SMILE milik Kemenkes RI,” kata I Gede Darmayusa, di Jakarta Jum’at (27/5). Gede menambahkan, awalnya solusi ini diciptakan berdasarkan situasi saat pandemi.

Yaitu, saat proses pendistribusian vaksin Covid-19 belum tersebar merata di seluruh Indonesia serta pengecekan suhu vaksin Covid-19 masih dilakukan secara manual di lokasi penyimpanan.

Selain itu, mengingat Indonesia merupakan pasar terbesar ke-7 di dunia pada industri cold chain, solusi ini juga dapat mengatasi problematika serupa pada kasus dalam industri F&B seperti frozen food dan es krim.

Temptrax 2501 memiliki kemampuan untuk melakukan monitoring suhu hingga minus 55 derajat celcius, serta memiliki fitur local data logger. Seluruh manfaat tersebut dapat diakses pengguna dengan sinyal 2G, 3G, dan 4G melalui dashboard monitoring.

Dari fitur tersebut, user dapat mengetahui posisi lokasi alat pendingin. Temptrax 2501 juga  menyediakan data untuk keperluan analisa kualitas produk. Alat ini juga memiliki backup battery sehingga menjamin ketersediaan daya selama monitoring.

Bagaimana cara kerja solusi Temptrax 2501 ini? Perangkat ini ditaruh di dalam tempat penyimpanan yang bersuhu dingin. Dengan demikian, Temptrax bisa mengukur suhu di dalam tempat pendingin tersebut.

Dengan dilengkapi GPS, perangkat ini bisa mendeteksi posisi alat pendingin. Selanjutnya semua data-data yang dihasilkan dari sensor dikirimkan ke server IoT melalui mode komunikasi GSM (2G/3G/4G). Pengguna kemudian bisa mengakses data-data tersebut melalui perangkat monitoring khusus atau juga melalui smartphone.

Metode monitoring suhu lingkungan yang akurat dapat mencegah dan menanggulangi masalah yang ada di tempat penyimpanan. Perlakuan yang tepat bagi komoditas yang disimpan dapat meningkatkan kualitas produk sesuai dengan permintaan pasar.

Menurut Gede, Temptrax 2501 menyasar ceruk pasar yang spesifik dan potensial untuk berkembang dalam 5-10 tahun mendatang. Potensi berkembangnya industri cold chain di Indonesia, yang diproyeksikan dapat menjadi pasar terbesar ke-7 di dunia pada 2030, tentu menjadi peluang bagi eksistensi Temptrax 2501.

Solusi yang ditawarkan oleh Temptrax 2501 akan bisa menjawab kebutuhan pelaku industri cold chain di Indonesia. (bw)

Peluang Petani Indonesia Saat Inflasi Dunia dan Lockdown Tiongkok

0

Davos, (pawartajatim.com) –  Dalam salah satu panel diskusi yang  disponsori  Channel News  Asia  (CNA) dari Singapura bertema “The Biggest Trade Deal in the World”, Menteri Perdagangan  Muhammad  Lutfi, mengingatkan, semua partisipan bahwa Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) benar-benar bisa menjadi solusi nyata bagi perekonomian dunia yang dilanda inflasi tinggi saat ini. Kondisi  tersebut diakibatkan khususnya oleh hambatan perdagangan dunia   yang disebabkan proteksionisme dan perang dagang serta tidak berfungsinya Organisasi  Perdagangan Dunia (WTO) sebagaimana mestinya.

“Ketika negara-negara yang sudah maju menerapkan standar ganda, WTO justru tidak berkutik,” tegas Mendag Lutfi. Cukup mengejutkan panelis lainnya. Mendag Lutfi, justru  mengatakan, tingginya harga komoditas dunia saat ini adalah peluang bagi para petani di negara-negara berkembang besar seperti Indonesia, India, Brasil dan Tiongkok untuk menikmati keuntungan lebih.

Ini ekuilibrium baru dalam perdagangan  komoditas pangan dunia. Jangan dirusak dengan  menyalahkan salah satu negara. Misalnya, Tiongkok karena posisi dagang yang kurang  menguntungkan. Bahaya kalau beberapa negara maju berkelompok untuk membenarkan standar ganda,” jelas Luthfi.

Hal yang dimaksud standar ganda oleh Mendag Lutfi, adalah negara-negara yang sudah maju menyalahkan dan mengganggu perdagangan bebas dunia, ketika mereka kurang diuntungkan posisi dagangnya terhadap suatu negara tertentu,misalnya Tiongkok.

Padahal, dahulu ketika posisi dagang mereka diuntungkan sehingga petani di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang makmur, semua negara berkembang dipaksa membuka pasarmereka. “Harus ada  kebersamaan dan kesetaraan kesempatan dalam perdagangan bebas dunia,” kata Mendag Lutfi.

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi menjadi pembicara pada diskusi panel yang disponsori Channel News Asia (CNA) dari Singapura bertema Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) 2022 di Davos, Swiss, Kamis (26/5). (foto/ist)

Mendag Lutfi, sempat berdebat cukup tegang dengan panelis lainnya. Yaitu, CEO Suntory Holdings, salah satu produsen makanan dan minuman terbesar di dunia asal Jepang, Tak Miinami. Sang CEO menyatakan pesimis dengan situasi perdagangan dunia saat ini,khususnya karena Tiongkokyang saat ini menutup pasarnya karena kebijakan Zero-Covid yang diterapkan Presiden China  Xi  Jin  Ping. Sehingga Tiongkok, menurutnya, perlu dibatasi perannya dalam perdagangan dunia.

Mendag Lutfi, menyayangkan pandangan tesebut apalagi mengingat Jepang sudah merasakan menjadi negara maju. Menurut  Mendag  Lutfi,dunia  harus  mengakui  fakta  bahwa  ketika Tiongkok mulai  mendominasi perdagangan  dunia, dampak  positifnya  dapat  dirasakan  seluruh  masyarakat  dunia  dengan  harga barang-barang yang semakin terjangkau.

‘’Kami  di  Indonesia  sangat  merasakan  betul  manfaatnya.  Apalagi Tiongkokjuga  menjadi  sumber utama transfer  teknologi bagi negara-negara berkembang saat ini,” tegas Mendag Lutfi. Padahal, kata dia, Tiongkok baru bergabung dengan WTO di tahun 2001.

Tapi manfaatnya jauh  lebih  terasa  dibandingkan  empat  puluh  tahun  lebih sejakperdagangan  dunia  didominasi  oleh kapitalisme Barat. “Biarkan  harga  pangan  tinggi  saat  ini  menjadi sinyalagar  petani  dan  peternak  di  negara-negaraberkembang   termasuk   Indonesia   meningkatkan produksi,sehingga nantinya harga akan turun dengan sendirinya karena pasokan melimpah,” tegas Mendag Lutfi.

RCEP Peluang dan Katalis

Mendag Lutfi, mengatakan, RCEP berpotensi  memperbaiki  tata  niaga  perdagangan  dunia.  Dari yang sebelumnya  berbasis   akumulasi   dan   konsentrasi   kemakmuran,   menuju   tata   niaga   baru yang meratakan kemakmuran dan menciptakan kesejahteraanbersama.

”Bila dievaluasi secara jujur, kondisi tersebut adalah akibat dari kompetisi atau persaingan bebas yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi makro. Oleh  karena  itulah  tata  niaga  dunia  yang  baru  harus  berbasis  kolaborasi  yang  bermanfaat  tanpa adanya  diskriminasi  atau  bersifat  inklusif.  Bila  seluruh  dunia  sibuk  berkolaborasi  maka  tidak  ada ruang untuk kompetisi yang sering kaliberujung kepada konflik antarnegara,” tegas Mendag Lutfi.

RCEP sebagai  perjanjian  perdagangan  bebas  terbesar  di  dunia  diikuti  oleh  kesepuluhnegara  ASEAN ditambah  Australia,  Selandia  Baru,  Tiongkok,  Jepang,  dan  Korea  Selatan. RCEP adalah  kerjasama perekonomian  pertama  di  dunia yang  memiliki  Tiongkok,  Jepang, dan  Korea  Selatan  sama-sama menjadi anggota.

“Perdagangan bebas tidak harus berdasarkan persaingan bebas. Melainkan bisa juga dicapai melalui kolaborasi  yang  nondiskriminatif  atau  inklusif.  Sudah  ada  bukti  keberhasilannya  yaitu  ASEAN,”tegas Mendag Lutfi.

Model  komunitas  ekonomi  bersama  yang  inklusif  dan  kolaboratif  sudah  dibuktikan  keberhasilannya  oleh  ASEAN  yang  saat  ini  merupakan  perekonomian  terbesar  kelima  di  dunia  dengan  totalproduk domestik  bruto (PDB) mencapai  USD3,3  triliun  dan  total  populasi  masyarakatnya  630  juta  orang. Padahal kesepuluhnegara  ASEAN  memiliki  latar  belakang,  bentuk  pemerintahan,  bahkan  sistem perekonomian yang sangat beragam.

“Di  belahan  dunia  lain  justru  menciptakan  pertentangan  bahkan  perang  dingin,  di  ASEAN  kami merajutnya  menjadi  persatuan,  kesejahteraan  bersama,  dan  kolaborasi  untuk  berperan  lebih  bagi perekonomian dunia,” tambah Mendag Lutfi.

Sepuluhnegara  ASEAN  terdiri atassatu  kerajaan  (absolute monarchy),  dua  pemerintahan  junta militer, dua negara komunis, dan lima demokrasi dengan rasa lokal yang kuat. “Lewat  RCEP, kami  berharap  struktur  dan  model  ASEAN  yang  terbukti  relevan  dan  berhasil  akan menjadi contoh yang diadopsi oleh banyak negara di seluruh dunia,”  tegas Mendag Lutfi. (bw)

Gubernur Terjunkan Tim Yankes Bergerak Fasilitasi Masyarakat Kepulauan Kangean

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pemberian layanan kesehatan masyarakat kepulauan di Jatim terus diupayakan antara lain  dengan menerjunkan tim Yankes  Bergerak.

Melalui program Prioritas, tim Yankes Bergerak  memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep selama 4 hari yakni sejak 21 Mei-24 Mei. Tim Yankes Bergerak yang terjun kali ini berjumlah 49 orang.

Terdiri dari 2 dokter spesialis bedah, 1 dokter spesialis obgyn, 4 dokter spesialis anastesi, 2 dokter spesialis mata, 1 dokter spesialis THT, 1 dokter umum, 12 perawat, 2 bidan, 2 apoteker, 1 teknisi elektromedik, 1 CSSD, dan 20 Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) lainnya.

Tim tersebut gabungan dari beberapa rumah sakit, akademisi, dan organisasi profesi. Antara lain RSUD Dr. Soetomo, RSUD Haji, RSUD M.Noer Pamekasan, RS Mata Masyarakat Jawa Timur, Fakultas Vokasi Batra UNAIR, dan Ketua Organisasi Profesi Tenaga Kesehatan Tradisional (PPTI) yang  dikoordinir oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Pelayanan kesehatan berpusat di Rumah Sakit Abuya dan diberikan kepada 400 masyarakat Pulau Kangean yang berasal dari wilayah Puskesmas Arjasa dan Puskesmas Kangayan. Gubernur Khofifah mengapresiasi seluruh tim medis yang berangkat dan memberikan layanan kesehatan semaksimal mungkin bagi mereka, terutama masyarakat kepulauan.

“Dedikasi melalui pelayanan kesehatan masyarakat harus tetap dijaga. Saya ucapkan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan oleh semua  tim medis,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (27/5).

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga berharap pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan tetap menjadi bagian dari prioritas layanan tanpa terkecuali. “Meski memang jaraknya cukup jauh dari pusat kota, saya yakin pelayanan yang diberikan tetap sama tanpa mengecualikan,” tuturnya.

Untuk diketahui, pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh Tim Yankes Bergerak antara lain skrining awal dan layanan kesehatan dasar kepada seluruh pasien. Kemudian dilanjutkan dengan layanan bedah 63 pasien, layanan mata 112 pasien, layanan THT 28 pasien, layanan di poli nyeri 30 pasien, layanan di poli obgyn 68 pasien, dan layanan akupuntur 65 pasien.

Selain itu, pelayanan promotif dan preventif juga dilakukan dengan memberikan ramuan tradisional kepada masyarakat untuk meningkatkan stamina. Selanjutnya, Tim Yankes Bergerak  memberikan pembinaan terkait perijinan RS dan manajemen Puskesmas serta pelatihan Asuhan Mandiri Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (ASMAN TOGA). Begitu pula pelatihan akupresur kepada petugas puskesmas dan para kader.

Menurut Gubernur Khofifah, pelatihan tentang manfaat TOGA menjadi penting bagi masyarakat kepulauan agar mereka tetap dekat dengan budaya akarnya. “Sehingga nanti jika ada keluhan, masyarakat dapat melakukan akupresur mandiri untuk mengatasi keluhan ringan yang sering dirasakan. Apalagi ini juga turut melestarikan budaya asli Indonesia yang sudah terkenal di Kepulauan Madura,” sebutnya.

Usai tuntas pemberian layanan selama 4 hari tersebut, Tim Yankes Bergerak  bersama jajaran Dinkes Kab. Sumenep menggelar evaluasi terkait proses penyelenggaraan Yankes Bergerak , sarana dan pra-sarananya, Bahan Habis Pakai (BHP) dan SDM.

“Secara khusus saya harap evaluasi yang telah dilakukan akan memunculkan sebuah ide baru dalam upaya pemberian kayanan kesehatan masyarakat kepulauan yang lebih baik kedepannya,” harap Khofifah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. As’ad Zainudin menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beserta jajaran Dinkes Jatim yang telah memberikan pelayanan kesehatan dasar maupun spesialistik kepada masyarakat Pulau Kangean.

Ia berharap program Yankes Bergerak  ini terus berlanjut sehingga bisa memberikan manfaat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kepulaun, khususnya masyarakat Pulau Kangean.

“Semoga layanan dari tim Yankes Bergerak  ini bisa terus berlanjut utamanya bagi masyarakat Kepulauan di Jatim terkhusus di Pulau Kangean, terima kasih Ibu Gubernur,” tutupnya.

Selain tenaga medis dan pendukung lainnya, turut bersinergi pula Dinas Perhubungan Jatim dengan mengirimkan beberapa peralatan medis dari Kapal Gandha Nusantara untuk membantu operasional Tim Yankes Bergerak. (bw)

Hebat, 2021 KBI Laba Bersih Terbesar Sepanjang Sejarah

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI pada 2021 mencatat laba bersih sebesar Rp 101,6 miliar atau meningkatan 53 persen dibandingkan 2020 dengan laba bersih sebesar Rp 66,4 miliar. Peningkatan laba bersih ini ditopang dari pertumbuhan pendapatan operasional 2021 yang meningkat sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tahun 2021, KBI berhasil membukukan pendapatan operasional sebesar Rp 189,5 miliar, sedangkan di tahun 2020 pendapatan operasional yang diperoleh mencapai Rp 170 miliar. Direktur Utama/Dirut KBI, Fajar Wibhiyadi, mengatakan, pencapaian laba bersih 2021 ini merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan.

‘’Kita tahu, tahun 2021 Indonesia masih dilanda pandemic Covid-19, dan upaya yang dilakukan KBI adalah dengan melakukan upaya transformasi serta peningkatan layanan,’’ kata Fajar, saat webinar Jumat (27/5).

Dalam hal transformasi, KBI telah melakukan upaya digitalisasi dalam kegiatan usaha sehingga tetap bisa menjalankan perannya sebagai lembaga kliring maupun sebagai pusat registrasi resi gudang dengan maksimal, yang tentunya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Sedangkan dalam hal layanan, dalam situasi pandemic yang sebagian pemangku kepentingan melakukan kegiatan secara online, KBI terus memberikan layanan prima. Peningkatan kinerja yang diperoleh KBI ini, berbanding lurus dengan lini usahanya yang juga mengalami pertumbuhan.

Dari lini usaha sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyesaian Transaksi di Bursa Berjangka Jakarta, sepanjang tahun 2021 volume transaksi mencapai 9.555.097,0 Lot, terdiri dari 2.012.529,0 Lot Transaksi Multilateral serta 7.542.568 Lot untuk Sistem Perdagangan Alternatif (SPA).

Transaksi ini mengalami pertumbuhan dibandingka tahun 2020 dengan volume transaksi mencapai 9.446.122,4 Lot, terdiri dari 1.678.267 Lot Transaksi Multilateral serta 7.767.855,4 Lot untuk Sistem Perdagangan Alternatif (SPA).

Dari lini usaha sebagai Lembaga Kliring Pasar Fisik Timah Murni Batangan untuk ekspor, sepanjang tahun 2021 transaksi pasar fisik timah murni bantangan di Bursa Berjangka Jakarta yang dikliringkan di KBI tercatat sebanyak 10.977 Lot dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 20,7 triliun.

Dari total transaksi yang tersebut, di pasar fisik timah murni batangan untuk ekspor mencapai 8.862 Lot dengan nilai transaksi sebesar USD 1,4 miliar, atau sekitar Rp 19,7 triliun. Sedangkan dari Pasar Fisik Timah dalam negeri, sepanjang 2021 (Maret – Desember) transaksi mencapai 2.115 lot dengan nilai transaksi sebesar Rp 987 milliar.

Sedangkan dari lini usaha sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang, sepanjang tahun 2021 tercatat pemanfaatan resi gudang mencapai 633 RG yang diregistrasi,  dalam volume 13.968 ton dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 277 miliar Pencapaian di tahun 2021 tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2020, dimana jumlah resi gudang yang diregistrasi mentcapai 427 RG dalam volume 9.590 ton dengan nilai pembiayaan mencapai 93,8 miliar.

Ia menambahkan, perolehan laba tahun 2021 ini menjadi catatan tersendiri bagi KBI. Hal ini karena di tahun 2021 KBI telah berhasil mencatatkan rekor laba terbesar sepanjang sejarah KBI beroperasi.

Pencapaian ini tentunya merupakan hasil kerja keras seluruh komponen yang ada. Kedepan, KBI akan terus melakukan berbagai upaya transformasi, serta menjalan berbagai inisiasi bisnis baru.

Untuk tahun 2022 ini, kami mentargetkan laba sebesar Rp 108,2 miliar, atau meningkat 6,5 persen dibandingkan perolehan laba 2021. Sedangkan dari sisi pendapatan, tahun 2022 ini kami tergetkan pendapatan mencapai Rp 228,8 miliar, meningkat 20,7 persen dibandingkan pendapatan tahun 2021 sebesar Rp 189,5 miliar.

Sebagai catatan, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, KBI selalu mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang positif. Di tahun 2017, KBI mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 10,4 miliar. Tahun 2018 sebesar Rp 27,5 miliar, tahun 2019 sebesar 50,3 miliar, tahun 2020 sebesar Rp 66,4 miliar, dan tahun 2021 sebesar Rp 101,6 ,iliar.

Dalam kurun waktu 5 tahun tersebut, KBI juga secara konsisten mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional, yaitu di tahun 2017 sebesar Rp 48,5 miliar. Tahun 2018 sebesar Rp 70,8 miliar, tahun 2019 sebesar 112,5 miliar, tahun 2020 sebesar Rp 170 miliar, dan tahun 2021 sebesar Rp 189,5 miliar. (bw)