Gresik, (pawartajatim.com) – Vaksinasi terus digencarkan Polres Gresik selama ramadhan, termasuk di pondok pesantren. Hal ini agar herd immunity/kekebalan dapat tercapai maksimal. Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi para santri di Pondok Pesantren wilayah Kecamatan Kebomas kota setempat, Selasa (5/4) malam.
Di Masjid Nurul Ulum lokasi yang akan ditinjau, sekitar pukul 20.10 Wib, para santri telah melaksanakan Salat Tarawih, kemudian mendaftarkan diri ke team Dokes Polres Gresik. Melakukan registrasi oleh team Nakes dari Tim Dokes Polres Gresik.
Kemudian dilakukan skrining petugas medis guna memastikan dapat atau tidaknya dilakukan vaksin. Setelah itu, para santri menerima vaksinasi. Selanjutnya, peserta vaksinasi dari Santri Ponpes Nurul Ulum diberi waktu bersantai sebentar guna observasi selama kurang lebih 15 menit.
Jika tidak ada kendala para peserta diperbolehkan istirahat. Pukul 20.35 Wib Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis dan Waka Polres Gresik Kompol Ari Galang Saputro, S.I.K beserta PJU Polres Gresik tiba di lokasi dan disambut pemangku Pondok Pesantren Nurul Umum Ustad Jauhari.
Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, selanjutnya melakukan pengecekan terhadap kegiatan vaksinasi yang sedang berlansung di Ponpes Nurul Ulum. Usai meninjau, dilakukan doa bersama yang dipimpin pemangku pondok pesantren Nurul Ulum.
“Semoga vaksinasi ini dapat memberikan manfaat bagi santri. Bersama-sama kita mewujudkan Herd Immunity,” kata Kapolres Gresik. Alumnus Akpol 2002 menambahkan, vaksinasi dilakukan demi mencegah dan menekan penyebaran Covid-19.
Vaksin sangat penting untuk melindungi diri dari bahaya Covid-19. Ia berharap seluruh masyarakat mau serta ikut vaksinasi. “Ini adalah salah satu ikhtiar kita supaya segera terbebas dari pandemi selain juga kita terus berdoa kepada Allah Swt,” ujarnya. (dra)
Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Pemudik yang akan menumpang kereta api (KA) wajib mematuhi sejumlah persyaratan. Terbaru, penumpang jarak jauh yang belum vaksin dosis tiga atau booster wajib menunjukkan bukti negatif rapid tes. Aturan ini diberlakukan mulai, Selasa (5/4).
Syarat rapid antigen ini berlaku 1×24 jam, sedangkan rapid tes PCR maksimal 3×24 jam. Sedangkan, bagi penumpang yang baru vaksin dosis 1 wajib menunjukkan rapid tes PCR maksimal 3×24 jam. Sementara, penumpang usia dibawah 6 tahun tidak wajib vaksin, termasuk tidak wajib menunjukkan hasil negatif Rapid Tes Antigen atau RT-PCR.
Namun, wajib ditemani pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan. “Ini aturan terbaru untuk penumpang jarak jauh. Syarat yang ditentukan wajib ditunjukkan ketika boarding di stasiun,” kata Vice President PT KAI (Persero) Daop 9 Jember Broer Rizal, Selasa (5/4).
Aturan baru juga berlaku bagi penumpang KA lokal. Yaitu,wajib menunjukkan kartu vaksin dosis pertama. Dan, tidak wajib menunjukkan hasil rapid tes. Penumpang yang tidak bisa melengkapi persyaratan dipastikan akan ditolak berangkat. “Kami juga masih menyediakan layanan rapid di stasiun,” tegas Broer.
Menurutnya, animo masyarakat menggunakan KA untuk mudik lumayan bagus. Terutama, KA lokal. Pihaknya memastikan, jatah tiket KA pada angkutan Lebaran masih tersedia cukup banyak. “Kami juga menyiapkan penambahan perjalanan KA untuk angkutan Lebaran,” pungkasnya. (udi)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa menghadiri perayaan Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944 di Komplek Pura Segara, Kenjeran, Minggu (3/4) malam. Dharma Santi yang merupakan rangkaian terakhir Hari Raya Nyepi kali ini, Gubernur Khofifah, menyampaikan pesan agar seluruh umat manusia terus menjaga alam dan kelestariannya.
Terutama dengan kondisi saat ini dimana perubahan iklim menjadi pekerjaan rumah bersama bahkan di level global untuk bersama-sama diatasi. “Dalam Dharma Santi Hari Raya Nyepi ini ada proses yang patut dijadikan refleksi bersama yaitu berdialog dengan alam. Bahwa alam butuh istirahat dan alam perlu melakukan recovery untuk menjaga daya dukun alam dan lingkungan,” kata Gubernur Khofifah.
Menurut Khofifah, Dharma Santi merupakan penutup rangkaian perayaan hari raya Nyepi. Yang mana dalam rangkaian Hari Raya Nyepi ada proses menyepi yang manfaatnya sarat untuk memberikan ruang atau kesempatan dan jeda agar alam melakukan recovery.
Meski malam ini rangkaiannya sudah ditutup dengan dharma santi ini, tapi Khofifah berpesar agar proses untuk membangun dialog dengan alam harus terus dilakukan dan tidak menunggu rangkaian hari Nyepi.
“Malam ini proses Dharma Santi sudah ditutup, tetapi pesan hari raya Nyepi adalah untuk memberikan ruang bagi alam untuk dijaga dan dilestarikan jangan berhenti sampai di sini,” tuturnya. Disampaikan Khofifah, 30 Maret kemarin, diperingati hari air sedunia.
Sebelumnya juga diperingati hari menanam. Menurutnya, manusia harus berpikir, bagaimana perubahan iklim ternyata menjadi pekerjaan rumah yang tidak sederhana di seluruh dunia. Dengan demikian, kata Khofifah, nuansa yang menjadi kekuatan Hari Raya Nyepi pada tataran bagaimana alam harus dijaga, dilindungi, alam harus diberi ruang untuk bernafas dan alam diberi kesempatan untuk recovery terus dilakukan.
“Tolong ruh menjaga alam ini tetap bisa dilakukan dengan membangun sinergi bersama agar terus bergerak,” tegasnya. Ia menambahkan, semangat menjalin kebersamaan dan sinergitas antara umat beragama juga turut membangun keberseiringan menjaga alam.
“Membangun hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan dan manusia dengan alam,” tandasnya. Turut hadir Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Trimo, Ketua DPRD Provinsi Jatim Kusnadi, Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Nyoman Anom Mediana, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Wayan Sulatri, Ketua Acara, I Ketut Aria Pria Utama, Ketua Peradah Jatim Komang Pasek, Ketua Badan Penyiaran Hindu (BPH), Gede Putu Suardana, Pembinas Hindu Jatim Budiono, Ketua FKUB Provinsi Jatim, Asisten I Provinsi Jatim Beni Sampirwanto, Kepala Bakesbangpol dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jatim serta elemen masyarakat Hindu di Jatim. (bw)
Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Selama puasa, serbuan vaksinasi terus dikebut di Banyuwangi. Vaksinasi menyasar pusat keramaian menjelang datangnya buka. Salah satunya, pasar takjil. Gerakan vaksinasi di pasar takjil ini dilakukan tim Polresta Banyuwangi, Senin (4/4/2022) sore.
Para pengunjung diberikan layanan vaksinasi sembari berburu takjil. Inovasi dari Kepolisian ini ternyata cukup jitu. Tak sampai dua jam, lebih dari 30 pengunjung sudah meminta vaksinasi. “ Kebetulan saya jadwalnya vaksin booster. Kebetulan waktu berburu takjil ada layanan vaksinasi dari Polresta,” kata Nur Aisyah (40), salah satu pengunjung pasar tkajil di Jalan Brigjen Katamso, Banyuwangi. Wanita ini mengaku tak sakit ketika disuntikkan vaksinasi. Dia merasa senang karena syarat untuk bisa mudik sudah terpenuhi.
Tak hanya vaksin booster, layanan vaksinasi ini juga menyasar vaksinasi dosis 1 dan dosis 2. Vaksin yang disediakan jenis Moderna dan AstraZeneca. “ Ini bagian dari memudahkan masyarakat mendapatkan vaksinasi. Kami jemput bola ke pusat keramaian di pasar takjil ini,” kata Kasi Urkes Polresta Banyuwangi, Iptu Sadimun.
Selain pasar takjil, vaksinasi juga menyasar pengunjung wisata plengsengan. Wisata di dekat pantai ini menjadi lokasi favorit wisata ngabu burit di kota Banyuwangi. “ Kita buka dua gerai vaksinasi. Sasarannya, mereka yang berburu takjil dan wisata ngabu burit jelang buka puasa,” jelas Sadimun.
Vaksinasi ini akan terus digelar sebulan penuh selama puasa, dibuka mulai sore hingga jadwal buka puasa. Apalagi, stok vaksinasi yang dimiliki Polresta masih cukup aman. “ Sebulan ke depan stok vaksin masih aman. Jika kurang, kami akan ajukan lagi ke Dokkes Polda atau Dinas Kesehatan. Masyarakat tak perlu khawatir,” tegasnya.
Harapanya, dengan jemput bola bisa mendongkrak cakupan vaksinasi. Saat ini, vaksinasi dosis 1 di Banyuwangi sudah mencapai 92,57 persen, dosis 2 tembus 74,50 persen. Sedangkan, dosis 3 atau booster baru mencapai 9,9 persen dari target 1,3 juta jiwa. Sementara, dosis 1 lansia mencapai 74,65 persen dan dosis 2 mencapai 54,23 persen. (udi)
Banyuwangi, (pawartajatim.com)- Kasus dugaan penyimpangan APBDes Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, terus menggelinding. Setelah Kades, giliran mantan Bendahara Desa Sumberberas, Gilang Intan Purnama Sari diperiksa Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polresta Banyuwangi, Senin (4/4).
Perangkat desa ini dicerca sejumlah pertanyaan seputar setoran dana dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumberberas tahun 2021. Kepada penyidik, Gilang, panggilan akrabnya, membeberkan seputar bagi hasil BUMDes ke desa selama tahun 2021.
Totalnya, Rp 254 juta lebih. Namun, dari jumlah ini, hanya Rp 169 juta yang ditransfer langsung ke rekening desa. Anehnya, sebanyak Rp50 juta ditransfer ke rekening pribadi oknum Kades.
Lalu, Rp 35 juta diterima tunai oleh oknum Kades. Hal ini sejalan dengan pengakuan pengurus BUMDes yang sempat diperiksa penyidik beberapa waktu lalu. “Semua data terkait setoran bagi hasil BUMDes ini sudah tercatat dan ada buktinya,” kata Gilang yang kini dimutasi menjadi Kepala Urusan Umum dan Tata Usaha (Kaur Umum dan TU) Desa Sumberberas ini.
Yang aneh, dana yang masuk ke rekening pribadi oknum Kades tetap diminta dimasukkan dalam Laporan Pertanggungjawaban Anggaran (LPJ) Desa tahun 2021. Namun, sampai sekarang LPJ tersebut masih dalam proses, tak kunjung selesai. Padahal, tahun anggaran 2022 sudah berjalan.
“Posisi saya hanya sebagai staf, apa yang diperintahkan atasan ya saya kerjakan,” jelas Gilang. Pemeriksaan mantan Bendahara Desa ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 13.00 WIB.
Polemik penggunaan anggaran di Desa Sumberberas mencuat setelah muncul sorotan dari tokoh warga setempat. Terkait ini, penyidik sudah memeriksa pengurus BUMDes, termasuk Kades Sumberberas, Sri Purnanik. Pejabat ini mengaku penggunaan APBDes sudah sesuai prosedur.
“Memang ada hal yang belum selesai. Tapi, kita sudah ikuti alur pemeriksaan di Polresta,” kata Sri Purnanik usai memenuhi panggilan penyidik Polresta Banyuwangi, Jumat (25/3) lalu. (udi)
Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Kuliner buka puasa di Banyuwangi sangat beragam. Salah satunya, kue patola. Jajanan ini menjadi menu khas untuk berbuka. Tak heran, jika kuliner ini hanya ada ketika bulan Ramadhan.
Kue patola rasanya gurih. Warnanya juga memikat. Ada merah muda, hijau dan putih. Bahan utamanya terbuat dari tepung beras. Bentuknya mirip kerupuk. Penyajiannya disiram dengan santan dicampur gula merah. Manisnya benar-benar alami.
Cara pembuatan kue patola ini adalah warisan turun temurun. Sehingga, rasanya dijamin ketagihan. “ Ini warisan nenek moyang. Jadi, kue patola hanya dibuat ketika musim puasa,” kata Istifalah, perajin kue patola di Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, Senin (4/4/2022).
Dalam sehari, dia bisa menghabiskan hingga 50 kilogram tepung beras. Dari bahan ini, dia bisa menghasilkan 200 biji patola. Proses pembuatan diawali dengan membuat adonan. Lalu dicetak, kemudian dikukus. “ Kalau saya jualnya borongan per lembar daun isi 15 biji. Kalau di pedagang dijual dalam gelas isi dua biji,” jelasnya.
Pemesan kue patola kebanyakan para pedagang yang akan dijual lagi. Kuliner ini banyak ditawarkan di pasar takjil dadakan yang menjamur di kota Banyuwangi. Harganya, dijual Rp 5000 per gelas. Kue ini banyak diburu warga karena rasanya yang manis dan legit. Sehingga, menjadi pelepas lapar usai berpuasa. (udi)
Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, melakukan ziarah dan takziyah ke keluarga korban serangan di Kabupaten Yalimo Papua, yaitu almarhum Sertu Eka Andriyanto Hasugian (28) dan istrinya yang merupakan Bidan Sri Lestari Indah Putri (33), pada Sabtu (2/4).
Gubernur Khofifah berziarah ke makam Sertu Eka untuk dilanjutkan dengan takziah ke rumah orang tua almarhum yang berlokasi di Dusun Sawo, Desa Dungus Sukodono, Sidoarjo, untuk menyampaikan bela sungkawa.
Setibanya di rumah duka, Gubernur Khofifah bertemu dengan Umi Hidayati dan M Aris selaku orang tua almarhum. Selain itu, di sana Khofifah juga bertemu langsung dengan kedua anak almarhum, Vino (4) dan Vano (2).
Air mata Umi Hidayati pun menetes ketika menerima kunjungan dari Gubernur Khofifah. Sambil memangku Vino, Khofifah mendengarkan curahan hati Umi Hadayati. Sementara anak kedua almarhum, Vano, tampak menahan rasa sakit di kedua jari yang terkena sayatan pisau.
“Hari ini, kita berada di rumah duka untuk menyampaikan duka cita mendalam serta mengirimkan doa atas gugurnya Sertu Eka Andriyanto Hasugian dan istrinya, Sri Lestari Indah Putri. Semoga semua amal ibadahnya diterima Allah, khilafnya diampuni Allah dan dipanggil dalam keadaan Khusnul khotimah,” ungkap Gubernur Khofifah.
Sebagaimana ramai diberitakan, kedua jenazah ditemukan meninggal dunia pada 31 Maret 2022 bertempat di Kios Sembako milik Sertu Eka Andrianto Hasugian (Babinsa Pos Ramil Elelim) Kp. Elelim Distrik Elelim Kabupaten Yalimo.
Sertu Eka Andrianto Hasugian NRP 21130245470794 yang bertugas sebagai Babinsa Pos Ramil Elelim mengalami luka tembak di bagian bawah ketiak kanan tembus di perut bagian kiri. Sementara sang istri, Sri Lestari Indah Putri mengalami luka sabetan parang di bagian punggung (leher belakang). Hingga saat ini, motif kejadian masih dilakukan pendalaman.
Menurut dia, almarhum melaksanakan tugas selama 8 tahun di Papua. Di sana, Allah memanggil beliau. Gugurnya patriot bangsa ini, diharapkan Gubernur Khofifah dijadikan momen untuk saling memupuk solidaritas sebagai sesama warga bangsa, menguatkan persatuan, kesatuan dan persaudaraan.
“Bangsa ini membutuhkan dedikasi, loyalitas, pengorbanan dari kita semua untuk menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur orang nomor satu di Jatim. “Jadi bertugas dalam profesi apapun dengan memberikan dedikasi, pengabdian dan pengorbanan untuk NKRI adalah tugas kita semua,” imbuh Khofifah.
Gubernur Khofifah menegaskan gugurnya Sertu Eka beserta istri tentu menjadi perhatian semua pihak, utamanya pemerintah. Dimana kasus penembakan ini akan terus diusut dan diproses sesuai aturan hukum. Untuk orang tua dan keluarga korban, Gubernur Khofifah berharap agar mereka diberikan kekuatan, keihlasan dan juga ketabahan.
Sementara itu, Dandim Sidoarjo Letkol Infanteri Masarum Djati Laksono mengucapkan terima kasih atas perhatian baik moril dan material yang ditunjukkan Gubernur Khofifah dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor. “Kami mengucapkan terima kasih kepada gubernur Jatim dan Bupati Sidoarjo atas perhatian penuh yang dicurahkan kepada keluarga almarhum,” ucapnya.
Sebelumnya mendatangi rumah duka, Gubernur Khofifah didampingi Bupati Sidoarjo dan jajaran juga ziarah ke makam Sertu Eka. Pasalnya, Jenazah Sertu Eka dimakamkan di TPU Desa Sukodono RT 08 RW 02 Kecamatan Sukodono Sidoarjo, sementara jenazah Sri Lestari dimakamkan di Pati, Jawa Tengah, Jumat, (1/4).
Di depan nisan Sertu Eka, Khofifah dan rombongan memanjatkan doa lalu melakukan tabur bunga. (bw)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan tanggapan mengenai kesalahpahaman dalam memaknai informasi pelayanan, oleh salah satu pasien disabilitas yang melakukan perawatan di Puskesmas Rangkah. Kesalahpahaman tersebut bermula, saat pasien meminta rujukan pengobatan, namun status BPJS-nya dalam keadaan tidak aktif.
Kepala Puskesmas Rangkah, Kota Surabaya Dwiastuti Setyorini, mengatakan, bahwa pasien tersebut datang bersama keponakannya untuk meminta permohonan rujukan ke Poli Mata Rumah Sakit (RS) Undaan Surabaya, pada Selasa (29/3).
Setelah melakukan pendaftaran online, pasien langsung mendapat pelayanan di Poli Umum untuk dilakukan pengecekan kesehatan dan administrasi. “Saat dicek, ternyata kartu BPJS pasien sudah tidak aktif. Kemudian, petugas administrasi mengusulkan untuk membantu melakukan pengaktifan BPJS melalui aplikasi Edabu, serta menyampaikan bahwa membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam untuk mendapat persetujuan dari BPJS,” kata Ririn sapaan lekatnya, Minggu (3/4).
Karena itu, pihaknya meminta pasien beserta keponakannya untuk kembali datang ke Puskesmas Rangkah keesokan harinya. Sebab, untuk kasus pasien dengan BPJS non aktif yang memerlukan rujukan, harus menunggu persetujuan BPJS Pusat untuk mengetahui status aktivasi, agar bisa dibuatkan surat rujukan.
“Setelah diajukan oleh petugas administrasi, pasien dan keponakan kembali menuju ke Poli Umum untuk memohon rujukan hasil dari pengajuan aplikasi Edabu. Oleh dokter yang bertugas di Poli Umum menyampaikan, bahwa untuk pengeluaran surat rujukan ke RS, menunggu persetujuan dari pihak BPJS,” jelas dia.
Ririn menjelaskan, bahwa keponakan pasien merasa tidak bisa menerima penjelasan dari petugas pelayanan. Mereka mengira, apabila sudah melakukan permohonan pengaktifan BPJS, maka bisa langsung mendapat surat rujukan untuk menuju ke RS Undaan. Sebab, pasien mendapat didiagnosa mengidap katarak.
“Jadi permohonan pengaktifan BPJS itu sudah mulai dilayani dan sudah diajukan pada pukul 08.23 WIB, tetapi belum mendapat persetujuan. Pukul 09.00 WIB saya mendapat telepon dari anggota DPRD Kota Surabaya yang mengeluh mengenai proses pelayanan di Puskesmas Rangkah,” ungkap dia.
Beruntungnya, persetujuan pengaktifan langsung ditanggapi oleh pihak BPJS dengan status aktif. Pukul 10.00 WIB, surat rujukan telah dibuat oleh petugas di Puskesmas Rangkah. “Sebetulnya kasus rujukan bukanlah kasus darurat, melainkan kasus terencana dan tidak mengancam nyawa,” ujar dia.
Ririen menerangkan, untuk kasus yang membutuhkan rujukan ke RS, adalah kasus yang tidak mengancam nyawa atau tidak darurat. Apabila, pasien yang datang ke puskesmas dalam darurat, maka pihaknya akan langsung membawa pasien menuju IGD tanpa surat rujukan.
“Jadi harus dibedakan antara kasus darurat dan tidak. Puskesmas akan merujuk ke RS terdekat dan kita melakukan serah terima pasien,” terang dia.Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pasien yang terdaftar BPJS dan melakukan pemeriksaan di puskesmas, serta perlu mendapat rujukan, akan dilakukan pengecekan kesehatan dan administrasi terlebih dahulu.
Pengecekan tersebut, meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK) dan nomor telepon pasien, apakah sudah terdaftar dan berstatus aktif atau tidak. “Jika sudah aktif, akan kami rujuk. Namun jika tidak aktif, akan kami bantu untuk proses pengaktifan permohonan BPJS. Untuk proses tersebut membutuhkan waktu, paling cepat 1-2 jam. Setelah diaktifkan, maka kita bisa memberikan surat rujukan,” pungkasnya. (ko)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Merger Pelindo membawa angin segar bagi PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS), anak perusahaan Pelindo yang bergerak di bidang penyediaan tenaga alih daya, asesmen, pelatihan dan konsultansi.
Terhitung sejak 1 April 2022, PDS dipercaya untuk mengelola kurang lebih 4.625 tenaga alih daya (TAD) Pelindo Group yang tersebar dari Sumatera hingga Jakarta dan Makassar, sehingga total karyawan yang dikelola PDS telah mencapai lebih dari 10.000 orang. PDS telah cukup lama berkecimpung di bisnis penyediaan tenaga alih daya.
Pengalaman dan infrastruktur yang dimiliki selama delapan tahun mengelola lebih dari 6.600 karyawan menjadi modal penting PDS dalam memberikan pelayanan yang prima. “Kami telah membekali diri dengan sistem TI yang akan memudahkan peningkatan kompetensi, pengelolaan dan pengawasan karyawan yang tersebar di berbagai provinsi.
‘’Misalnya, untuk laporan kehadiran, slip gaji, hingga surat cuti, semua bisa dilakukan melalui mobile app bernama New MyPDS,’’ kata Direktur Utama PDS, Suroso Wahyu Prihartono. Ia memastikan bahwa PDS bekerja dengan transparan dan patuh pada Undang-undang Ketenagakerjaan.
“Bahkan untuk penandatanganan kontrak PWKT, kami sudah menggunakan aplikasi e-kontrak sejak tahun 2020. Karyawan bisa menandatangani kontrak di mana pun dan kapan pun, sekaligus mengunduh kontrak PKWT mereka sebagai bukti komitmen PDS untuk memberikan jaminan dan kepastian hukum kepada pekerja.
Digitalisasi proses bisnis PDS juga merupakan salah satu bukti komitmen PDS pada pembangunan yang berkesinambungan. PDS telah mengembangkan banyak proses digitalisasi mulai website portal pelanggan, job portal, e-rekrutmen, asesmen center online, e-learning, e-arsip, dan lain sebagainya demi peningkatan kualitas SDM yang disediakan.
Karyawan PDS yang tersebar di berbagai provinsi tidak menjadi kendala, karena PDS telah memiliki sistem penunjang yang mumpuni. Konsumsi kertas dalam proses pengurusan administrasi karyawan juga telah mendekati nihil, sebagaimana dibuktikan dengan diperolehnya Silver Awards untuk aplikasi New MyPDS dari PR Indonesia Awards di tahun 2021.
Selain itu, PDS dikenal sebagai salah satu perusahaan yang patuh terhadap perlindungan hak-hak pekerja. Predikat ini diberikan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur pada awal tahun 2022.
Suroso menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan hak-hak yang memang sudah seharusnya diterima oleh para TAD. Intinya, kami ingin semua pihak mematuhi regulasi. Jika sudah dilaksanakan sesuai dengan regulasi, kami yakin baik pengguna jasa maupun karyawan dapat bekerja dengan tenang.
Direktur PDS, Sumargo, juga menambahkan, pihaknya mengapresiasi Pelindo yang mempercayakan penyediaan tenaga alih daya (TAD) nya kepada PDS. Salah satu isu penting dalam pengelolaan tenaga alih daya adalah kurangnya peningkatan kompetensi dan monitoring TAD karena dikelola oleh banyak vendor TAD, sehingga dengan penetapan PDS sebagai single vendor, pengelolaan TAD terstandar, baik dari sisi operasional, pengupahan, dan kompetensi.
Pelindo dapat berkonsentrasi pada bisnis intinya dan PDS dapat fokus untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja TAD. (bw)
Gresik, (pawartajatim.com) – Masalah pengangguran di Gresik masih menjadi persoalan yang harus dihadapi. Dan ini harus diatasi secara bersama lintas sektoral, antara pemerintah dan swasta serta pihak terkait lainnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan persoalan pengangguran itu dalam acara di Hotel Aston kota setempat Jumat (1/4). Kegiatan ini bertepatan dengan pelantikan pengurus baru Apindo Gresik masa bakti 2022 – 2027 dan penyerahan Penghargaan K3.
Pengurus Apindo Gresik yang dilantik terdiri Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan. Sekarang Apindo dinahkodai Alfan Wahyuddin, yang merupakan CEO Asuka Grup yang juga merupakan putra daerah asli Gresik.
Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama antara Apindo dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Disnaker. Dan didukung oleh perusahaan-perusahaan baik perusahaan Anggota Apindo Gresik, perusahaan penerima penghargaan K3.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai melantik dan pemberian penghargaan K3. (foto/ist)
Diselenggarakannya kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi untuk bersama menghadirkan Gresik sebagai kota industri yang ramah terhadap investasi namun tetap peduli terhadap pekerja. Terutama terkait dengan keselamatan dan kesehatan pekerja.
Harapannya kerjasama yang sudah terjalin ini dapat ditingkatkan agar semakin banyak perusahaan-perusahaan yang menjalankan dan mendapatkan penghargaan K3. Dan bagi perusahaan yang telah memperoleh penghargaan, kedepan dapat naik ke level yang lebih tinggi lagi.
Mengawali arahannya, Bupati Fandi Akhmad Yani, menyinggung gelaran presidensi G20 yang mengangkat tema Recover Together, Recover Stronger. Bupati Yani menilai ada 3 poin utama dalam kegiatan tersebut, yakni momentum pemulihan paska pandemi Covid-19, kemudian juga merupakan suatu statement politik bahwa Indonesia mampu untuk menjadi tuan rumah dan mampu mengatasi persoalan pandemi.
“Setelah itu, akan muncul kepercayaan, bahwa investasi di Indonesia ini ada jaminan. Dari diadakannya gelaran G20 tersebut kita dorong terus untuk bangkitnya UMKM kita,” jelas Bupati milenial ini. Dalam hubungannya dengan Apindo, Bupati Yani menjelaskan tugas dan fungsi Apindo adalah meningkatkan produktifitas dan human capital di Kabupaten Gresik.
Serta membangun kondusifitas dalam hubungan industrialisasi Pancasila. Kabupaten Gresik yang masuk peringkat 8 secara nasional sebagai kabupaten dengan investasi tertinggi harus memiliki multiplier efek terhadap penurunan angka pengangguran.
“Kunci utama untuk menurunkan angka pengangguran adalah salah satunya lewat pendidikan, bisa melalui vokasi maupun pelatihan. Karena itu, saya mengajak teman-teman asosiasi untuk bersama berkolaborasi membangun dan memperbaiki pendidikan kita,” ajak Gus Yani, panggilan akrab bupati Gresik ini. Bupati Yani, juga menambahkan masih banyak persoalan yang ada dalam sektor industri di Kabupaten Gresik.
Tetapi pihaknya yakin dengan kolaborasi dan sinergi dari semua unsur akan bisa mengurai persoalan tersebut satu persatu. “Banyak persoalan di dunia industri ini yang harus kita selesaikan bersama-sama. Kami dari Pemda melalui Disnaker beserta seluruh asosiasi yang ada mari bersama-sama mengurai semua persoalan yang ada di Gresik, mulai dari tempat ibadah, kesejahteraan pekerja, hingga fasilitas bekerja untuk perempuan. Saya yakin dengan Bersama kita bisa mengurai berbagai persoalan tersebut,” ujar Gus Yani optimis.
Terkait UMKM, Bupati Yani mengajak agar terus mendorong UMKM Kabupaten Gresik bisa beradaptasi di era seperti saat ini. Contoh kecil yang bisa dilakukan adalah dalam kegiatan semacam ini makanan kecilnya bisa mengambil dari UMKM dan ini sudah seharusnya dilakukan di masing-masing tempat.
Turut hadir dalam pelantikan ini Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kapolres dan Dandim, serta Ketua DPP Apindo Jawa Timur Eddy Widjanarko.
Juga tampak Penasehat Apindo Rudy Wahyu Soesilo, Kepala Disnaker Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo, serta beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik seperti Kadisnaker Gresik Budi Raharjo, Kadis DPTMPTSP Gresik A.M Reza Pahlevi.
Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penyerahan penghargaan K3 dari Gubernur Jawa Timur, yang diserahkan langsung oleh Bupati Yani. Penghargaan K3 diberikan kepada 76 Perusahaan, yang terdiri dari 4 kategori yaitu Zero Accident, SMK3, Vaksin dan HIV.
Penyerahan penghargaan K3 ini menunjukkan keseriusan Bupati Yani dalam mendorong perusahaan-perusahaan di Gresik agar serius menjalankan K3. Dan juga memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah menjalankan K3 dengan harapan kedepan akan semakin banyak perusahaan yang menjalankan dan mendapatkan penghargaan K3.
Bagi perusahaan yang telah mendapatkan penghargaan K3 hari ini, Bupati Yani mengharapkan kedepan akan naik kelevel yang lebih tinggi. (dra)