Viral, Penonton MottoGP Asal Banyuwangi dapat Helm Pebalap Aleix Espargaro yang Dilempar

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Keberuntungan menghampiri penonton MottoGP asal Banyuwangi, Rylifian Andika Putra (31). Warga Perumahan Villa Sukowidi, Kecamatan Kalipuro ini berhasil menangkap helm pebalap Aleix Espargaro yang dilemparkan usai berlaga di Mandalika, Minggu (20/3),

Video menangkap helm pembalap MottoGP ini langsung viral di media sosial. Senang bercampur haru terlihat dari wajah Fian, panggilan akrabnya. “Waktu Eleix mau melempar helm, saya langsung loncat ke barisan kursi bawah, ternyata kena ketika saya tangkap,” kata Fian via telepon, Senin (21/3) pagi.

Saat itu, Fian, duduk di barisan ketiga tribun penonton. Begitu melihat helm dilempar, dia melompati dua baris kursi di depannya. Usahanya tak sia-sia. Helm berhasil ditangkap. “Tidak ada firasat apapun mau mendapatkan berkah ini. Malah tidak bisa tidur,” ujarnya.

Fian sejatinya bukan pendukung Aleix. Dia justru mengidolakan Marc Marques dan Quartararo. Namun, dia tetap bangga mendapatkan helm pembalap MottoGP. Fian bersama kelima temannya berangkat ke Lombok, Jumat (18/3) lalu.

Penggemar olahraga sepeda ini hanya menonton ketika babak final, Minggu (20/3/2022). Tiketnya, seharga Rp 1,7 juta yang dibeli jauh hari lewat online. Helm hadiah ini rencananya akan dibuatkan tempat khusus.

Para penggemar MottoGP di Banyuwangi bisa berfoto dengan helm mahal tersebut. “Nanti, sampai di Banyuwangi akan kita ajak foto teman-teman penggemar MottoGP Banyuwangi,” tegasnya. (udi)

Sampah Rumah Tangga di Banyuwangi Tembus Pasar Ekspor

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) –  Aksi pengolahan sampah di Bnayuwangi cukup kreatif. Sampah rumah tangga diubah menjadi mesin uang. Diolah menjadi barang berharga. Seperti dilakukan kelompok warga di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Mereka mengolah sampah dengan tehnologi modern. Bahkan, masuk ke pasar ekspor Austria. Aksi mengolah sampah ini dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R). Dari kegiatan ini, omzetnya Rp 79 juta per bulan.

Pendapatan ini didapat dari berbagai bentuk olahan sampah. Mulai, pupuk organik, budidaya ulat maggot dan olahan sampah plastik. Pengolahan sampah berkelanjutan ini berawal dari kelompok warga di Desa Tembokrejo, sekitar tahun 2016.

Setelah itu, program ini mendapatkan dukungan lembaga dari Norwegia dan Austria tahun 2018. “Awalnya, pengolahan sampahnya hanya 2 ton. Sekarang sudah tembus 12 ton per bulan. Melayani empat desa di Kecamatan Muncar,” kata Andre Kuncoroyekti, Program Director Systemiq TPS3R Desa Tembokrejo.

Terbaru, sampah plastik dari TPS3R Desa Tembokrejo akan diekspor ke Austria. “Minggu depan untuk pertama kalinya akan diekspor ke Autria melalui EcoPlast Kunstsoff Recycling,” jelasnya. Saat ini, baik organik dan non organik, produksi sampahnya sudah mencapai 270 ton per bulan. Sumber sampah berasal dari 7.500 rumah tangga.

Menteri Koordinator Maritim dan Imvestasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, memuji kreativitas pengolahan sampah ini. Menurutnya, kreativitas ini bisa menjadi model percontohan nasional. (udi)

Airlangga Forum Bedah Novel Ayundari

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga membedah Novel Ayundari karya Muhammad Samsul Arifin yang merupakan novelis serta mantan Kepala Dinas Perkebunan Pemprov Jatim periode 2010-2017. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sekolah Pascasarjana Unair Surabaya bertemakan “Renyang Kisah di Kebun Kopi, Ayundari” dilakukan pada, Jum’at (18/3) sore.

Beberapa nara sumber hadir dalam kegiatan tersebut, diataranya Totok Noerdianto (Penggiat lingkungan dan pelopor pemanfaatan sampah), KH. Muhammad Zakky, M.Si (Pengasuh Ponpes Mukmin Mandiri, Ponpes berbasis Agrobisnis), Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D (Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR) dan Dr. Suko Widodo, Drs. M.Si (Dosen Sekolah Pascasarjana UNAIR).

Kegiatan yang disiarkan secara live pada jaringan radio se Jatim ini dipandu oleh host Airlangga Forum, Suparto Wijoyo yang juga Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana Unair. Pemerhati Komunikasi, Suko Widodo mengatakan, apa yang dilakukan Samsul dengan menulis novel cukup tebal ini tidaklah wajar diera kekinian. Apalagi temanya spesifik berkisah tentang romantisme dunia perkebunan di Jatim.

“Saya melihat ini adalah sebuah kegilaan, karena disaat tidak banyak generasi kita mau menulis atau membaca novel. Namun Pak Samsul yang sudah purna justru menghasilkan karya yang monumental,” terangnya. “Contoh baik ini adalah bentuk literasi yang harus ditiru oleh generasi muda saat ini,” tambahnya.

Suko Widodo mengatakan, mengutip Sutradara Garin Nugroho yang menceritakan, bahwa dunia perfilman didalam negeri tidak akan menghasilkan karya sineas terbaik, jika tidak ada novel yang berkualitas untuk diangkat menjadi karya film.

“Semua film-film terbaik selalu mengambil tema dari novel-novel terbaik. Kalau budaya membaca dan menulis novel berkurang bagaimana bisa menghasilkan karya sineas yang terbaik,” ujarnya. Ditambahkannya, kehebatan negara Jepang, Tiongkok dan sejumlah negara lainnya itu karena mereka menghargai karya sastra.

“Untuk itu seharusnya pemerintah dan kita semua mendorong orang seperti Mas Arifin untuk terus berkarya,” katanya. Pengasuh Pesantren Mukmin Mandiri, KH Muhammad Zaki, menambahkan, dunia perkebunan secara umum menghadapi banyak tantangan, mulia dari soal alih fungsi lahan hingga menurunnya harga komoditas.

Namun ditengah-tengah tantangan itu, justru hadir sebuah karya sastra yang mengangkat tema kecintaan pada perkebunan dengan sudut pandang romantisme. “Ini adalah sebuah keluarbiasaan. Seakan ini menambah optimisme kita, bahwa dunia perkebunan masih memiliki harapan besar,” ujarnya.

Penggiat lingkungan, Totok Noerdianto menambahkan, kaitannya dengan ekologi, dunia perkebunan tidak terlalu besar memiliki dampak pada kelestarian lingkungan. Namun justru dunia pariwisata yang memiliki pengaruh.

Karena hampir perencanaan dalam pemanfaatan dana kini menjadikan sektor pariwisata menjadi objek dan mengabaikan aspek lingkungan dan sosial. “Kawasan-kawasan perkebunan kopi di Jatim kini justru semakin bergairah, seiring dengan bomingnya penikmat kopi,” katanya.

Totok menceritakan, disejumlah kawasan perkebunan di Jatim seperti Bondowoso, Dampit Malang, masyarakatnya kini kesejahteraannya semakin membaik. Ini karena harga jual Kopi yang terus meningkat.

Novel Ayundari terdiri atas dua seri. Seri satu yang terdiri atas 814 halaman dan seri kedua 802 halaman. Kedua novel tersebut ia selesaikan selama dua tahun. “Masing-masing novel saya selesaikan menulisnya selama setahun,” terangnya.

Novel Ayundari 1 untuk pertama kalinya ditulis pada tahun 2020 dan Novel Ayundari 2 ditulis pada tahun 2021. Novel serial bersambung ini sebagian besar kisah-kisahnya mengangkat romantisme diareal perkebunan, menjadi inspirasi bagaimanakah seharusnya cinta sejati, teman sejati dan kawan sejati serta keindahan alam karunia Sang Ilahi. (zal)

IOH Sediakan 1.000 Kartu Perdana untuk Mahasiswa Baru Unitomo 2022

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Indosat Ooredoo Hutchison/IOH menyediakan 1.000pcs kartu perdana IM3 untuk mahasiswa/i baru Unitomo tahun ajaran 2022 yang sudah dilengkapi dengan paket data yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan perkuliahan. Program ini akan menjadi pilot project yang dapat diimplementasikan dengan universitas lain.

SVP-Head of Region EJBN IOH, Soejanto Prasetya, mengatakan IOH melalui IM3 berkomitmen mendukung pendidikan generasi muda Indonesia. Dimana saat ini akses internet diperlukan untuk proses belajar mengajar ataupun perkuliahan via daring.

‘’Hari ini komitmen tersebut kami wujudkan dalam bentuk kerjasama dengan Universitas Dr. Soetomo Surabaya dalam Program Penyediaan Sarana Komunikasi untuk mahasiswa baru tahun 2022. Kami berharap kerjasama ini akan terus berkelanjutan, sehingga nomor IM3 mahasiswa Unitomo dapat terus digunakan, sehingga dapat menjadi tools akses reporting, pusat data informasi dari masing2 fakultas, seperti absensi mahasiswa, report nilai, dan pencarian informasi belajar,” kata Soejanto Prasetya, di Surabaya Sabtu (19/3).

Rektor Universitas Dr. Soetomo Surabaya, Siti Marwiah, mengatakan pihaknya mengapresiasi dukungan IOH dalam mendukung proses perkuliahan mahasiswa/i Unitomo melalui program tersebut.

‘’Kami berharap program ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta didik. Semoga dengan pemanfaatan teknologi digital yang tepat akan meningkatkan mutu generasi muda bangsa Indonesia di masa depan,’’ ujar Siti Marwiah. (bw)

Dongkrak Prestasi, Luhut Tawarkan Kejurda Open Atletik di Daerah

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan, membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Jatim 2022 di Lapangan Atletik Tawangalun Banyuwangi, Sabtu (19/3). Ketua Umum PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) ini tercetus untuk menggelar Kejurda Open di berbagai daerah.

“Mulai sekarang bisa dibuat Kejurda Open. Dengan demikian atlet dari berbagai daerah bisa ikut serta dalam Kejurda yang digelar di seluruh provinsi di Indonesia. Sekjen PASI bisa segera dibuatkan kalender evennya,” kata Luhut.

Luhut, memersilahkan setiap daerah menggelar kejuaraan open atletik. Even ini bisa dilakukan sebulan sekali, atau dua bulan sekali. “Sehingga siapa saja bisa datang untuk bertanding, ini akan lebih mengasah atlet-atlet kita,” jelasnya.

Dengan Kerjurda Open, harapannya, cakupan peserta akan lebih luas. Sehingga para atlet bisa memiliki banyak kesempatan menambah jam terbang. Selain itu, peluang terciptanya rekor kian besar.

Pihaknya mengapresiasi Kejurda yang digelar di Banyuwangi tersebut. Menurutnya, dengan rutin menggelar kejuaraan seperti ini, akan banyak muncul bibit-bibit atlet atletik. “Apalagi Jawa Timur merupakan salah satu gudangnya atlet atletik,” katanya.

Kejurda Atletik Jatim 2022 digelar selama dua hari, 19-20 Maret 2022.  Diikuti sebanyak 551 atlet dari 26 Pengcab PASI dan 56 klub atletik dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur. Ada 18 nomor putra dan putri yang diperlombakan.

“Kejurda ini menjadi ajang pemanasan bagi kabupaten/kota sebelum tampil di Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) VII yang bakal digelar tahun ini di tiga kabupaten Lumajang, Jember, dan Situbondo,” kata Ketua Umum Pengprov PASI Jatim, Nur Hasan. (udi)

Dukung Pemulihan Pariwisata, Kejurda Atletik Digelar di Banyuwangi 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Kabupaten Banyuwangi dipilih sebagai ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Jatim 2022. Pesta olahraga ini digelar di GOR Tawangalun selama dua hari (19-20 Maret).

Banyuwangi dipilih bukan tanpa alasan. Kabupaten ini dinilai peduli olahraga dan mendorong pemulihan pariwisata. Kejurda ini yang pertama digelar Jawa Timur ini diikuti oleh 22 Pengcab Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) dan 56 klub atletik dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur.

“Banyuwangi kami pilih sebagai tuan rumah Kejurda, karena kami nilai selama ini Banyuwangi merupakan salah satu daerah yang peduli olahraga dengan konsen menggelar berbagai event olahraga,” kata Ketua Umum Pengprov PASI Jatim, Nur Hasan.

Kejurda ini memperlombakan 18 nomor putra dan putri. Nurhasan mengatakan Kejurda kali ini juga menjadi ajang pemanasan bagi kabupaten/kota sebelum tampil di Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) VII yang juga digelar tahun ini di tiga kabupaten Lumajang, Jember, dan Situbondo.

Selain menjadi tuan rumah Kejurda,  Pengprov PASI Jatim juga menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang diikuti oleh seluruh pengurus. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, berterima kasih telah mempercayakan Banyuwangi sebagai tuan rumah Kerjurda Aletik Jatim 2022.

“Selamat datang di Banyuwangi. Terima kasih atas kepercayaannya menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah,” kata Ipuk, saat menghadiri Rakerda PASI Jatim, di Pendopo Banyuwangi, Jumat  (18/3) malam. (udi)

Pantau Migor dan Bapok di Ritel Modern, Mendag Pastikan Kebutuhan Masyarakat Terpenuhi

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melakukan pemantauan minyak goreng/migor di sejumlah ritel modern. Yaitu, Tip Top Rawamangun, Jakarta Timur dan  Diamond Artha Gading, Jakarta Utara Jum’at (18/3).

Hasil pantauan menunjukkan minyak goreng dan barang  kebutuhan  pokok  (bapok)  tersedia.  Dalam  kunjungan  tersebut,  Mendag  Lutfi  didampingi Direktur  Jenderal  Perdagangan  Dalam  Negeri  Oke  Nurwan  dan  Direktur  Jenderal  PerdaganganLuar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana.

Tadi  sudah lihat  bersama,  minyak  goreng  kemasan  sudah  mulai  normal  bahkan  melimpah. Berdasarkan informasidari penjual, banyaknya permintaan toko (service level) terhadap kebutuhan minyak   goreng   sudah   bisa   dipenuhi   100   persen.

‘’Saya juga melihat ketersediannya cukup. Nanti, jika merek minyak  gorengnya makin banyak,  harganya akan menurun sesuai  dengan kompetisi dan leveling dari market mereka. Kita akan  kerjakan bersama-sama.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, melakukan pemantauan minyak goreng di sejumlah ritel modern, yaitu Tip Top Rawamangun, Jakarta Timur dan Diamond Artha Gading, Jakarta Utara Jumat (18/3). (foto/ist)

Mudah-mudahan kita  dapat  menghasilkan  harga  yang lebih  baik  pada  waktu  yang  tidak  akan  lama. Diperkirakan dalam seminggu ke depan merek-merek sudah mulai keluar dan harganya sudah bisa lebih baik,” ungkap Mendag.

Dalam kunjungannya ke TipTop, Mendag juga mengecek harga gula dan harga daging.”Harga daging  terpantau masih stabil dikisaran Rp 80.000 – Rp 120.000/kg. Sedangkan harga gula dijual Rp 13.500/kg. Harganya masih bagus semua,” ungkap Mendag.

Mendag juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mande yang telah memastikan bahwa ritel modern ikut membantu penjualan dan distribusi barang pokok dan barang penting untuk kebutuhan menjelang bulan Ramadan dan Lebaran.

Selanjutnya, Kementerian Perdagangan akan bersinergi  dengan Kementerian Perindustrian  untuk memastikan  ketersediaan  minyak  curah  di  pasar tradisional dengan harga Rp 14.000/liter  sesuai ketentuan pemerintah. (bw)

Layanan Terminal Peti Kemas Masih Lancar

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Informasi mengenai antrean kapal di sejumlah pelabuhan di China imbas dari kebijakan lockdown di negara tersebut tidak berdampak pada antrean kapal di Terminal Peti Kemas/TPS yang dikelola PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Hal tersebut terpantau dari sejumlah terminal yang melayani kapal peti kemas internasional seperti Terminal Peti Kemas II Internasional IPC TPK Tanjung Priok, Teluk Lamong,

TPS Surabaya, Terminal Peti Kemas Semarang dan Terminal Peti Kemas Belawan. Pada terminal peti kemas tersebut aktivitas keluar masuk kapal masih lancar tanpa ada antrean panjang yang mengarah pada kongesti.

‘’Antrean kapal pada sejumlah pelabuhan di China disebut-sebut berdampak pada keterlambatan sejumlah kapal peti kemas ke berbagai negara tujuan termasuk Indonesia,’’ kata Corporate Secretary SPTP Widyaswendra, di Surabaya Jum’at (18/3).

Aktivitas kegiatan bongkar muat kapal peti kemas di terminal yang dioperasikan PT Prima Terminal Petikemas salah satu anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas. Perseroan menyebut aktivitas pelayanan bongkar muat kapal peti kemas di sejumlah terminal masih lancar dan tidak terlihat adanya antrean kapal. (foto/ist)

Kapal-kapal tersebut sebelumnya telah memiliki jadwal kedatangan di masing-masing terminal yang sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Keterlambatan kapal berkisar antara 2-4 hari dari jadwal kedatangan sebelumnya.

Akibat keterlambatan tersebut, sejumlah kapal harus menyesuaikan dengan aktivitas bongkar muat di terminal tujuan. “Bahkan ada beberapa kapal yang datang bersamaan, seperti yang terjadi di TPS Surabaya ada empat kapal yang sandar dalam waktu hampir bersamaan,” katanya.

Melihat kondisi yang demikian, SPTP menyebut siap jika terjadi kedatangan sejumlah kapal secara bersamaan. Di Surabaya misalnya, keberadaan TPS Surabaya dan Teluk Lamong akan saling melengkapi.

Apabila salah satu terminal tengah penuh melayani pelanggan, maka terminal lain dapat memberikan pelayanan jika diperlukan. Sementara di IPC TPK Tanjung Priok, terdapat lima dermaga yang siap melayani kegiatan kapal peti kemas internasional.

“Kami terus memantau isu antrean kapal dan berkomunikasi secara intensif dengan para pengguna jasa kami, harapan kami antrean kapal yang mengarah pada kongesti tidak terjadi di terminal peti kemas yang kami kelola,” tambahnya.

Disisi lain, Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur, Isdarmawan Asrikan, menyebut pandemi Covid-19 memicu kenaikan tarif ocean freight berkisar antara 300 hingga 800 persen bergantung pada negara tujuan.

Untuk tujuan ke Amerika Serikat misalnya, tarif ocean freight kurang lebih 16.500 Dollar Amerika hingga 20.000 Dollar Amerika untuk peti kemas ukuran 40 kaki. Sementara peti kemas ukuran 20 kaki tarif berada pada rentang 14.000 Dollar Amerika hingga 17.000 Dollar Amerika.

“Tarif ocean freight mengalami kenaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan sebelum Covid-19, kami para eksportir berharap kondisi lalu lintas kapal di dunia internasional kembali normal sehingga tarif dapat kembali normal, nilai ekspor juga bisa meningkat,” pungkasnya. (bw)

BKKBN Jatim Libatkan Media untuk Percepatan Penurunan Stunting

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Perwakilan BKKBN Jawa Timur/Jatim berupaya melakukan percepatan penurunan stunting. Salah satunya dengan sinergi insan jurnalistik. Gencarnya pemberitaan dan edukasi terkait stunting kepada masyarakat melalui media massa diharapkan bisa meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pemenuhan nutrisi.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati, mengatakan, berbicara tentang penurunan angka stunting sangat luas. Mulai dari remaja, persiapan pernikahan, Pasangan Usia Subur (PUS) yang merencanakan kehamilan, wanita hamil, PUS yang memiliki bayi dibawah usia dua tahun (baduta), PUS yang memiliki bayi usia lima tahun (balita).

“Saat ini, masyarakat sudah familiar dengan kata stunting. Sehingga Penyuluh KB kalau bicara dengan orang tua yang anaknya stunting tidak bisa langsung menyatakan stunting tetapi menggunakan pilihan kata yang lebih halus yaitu balita atau badutanya beresiko,” kata Erna, di depan perwakilan wartawan yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/3).

Erna menjelaskan, diharapkan setiap media massa bisa memberikan edukasi terkait stunting dengan bahasa yang lebih mudah diterima masyarakat dan sesuai dengan segmentasi pembaca atau penonton media massa tersebut.

Sehingga program pemerintah dalam rangka penurunan angka stunting pada 2024 bisa terealisasi. “Banyak sekali isu yang bisa digali oleh teman-teman jurnalistik bila ingin menulis tentang stunting. Bisa dari sisi remaja, calon pengantin ataupun Pasangan Usia Subur,” jelasnya.

Untuk remaja, sambung Erna, sangat penting khususnya pada remaja putri. Banyak remaja putri yang banyak melakukan diet untuk menjaga bentuk tubuh dan berat badan yang sangat berpotensi terjadinya anemia.

Bila seorang ibu hamil mengalami anemia itu sangat beresiko terjadinya stunting pada janin yang ada di dalam kandungan. Begitu juga dengan PUS yang punya Baduta, tingginya angka stunting bukan karena masalah ekonomi tetapi PUS yang sibuk dan tidak memahami kebutuhan nutrisi baduta sehingga baduta mengalami stunting. (bw)

Diserbu Emak-emak, Distributor Migor di Banyuwangi Terpaksa Lembur

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Warga yang didominasi emak-emak menyerbu toko distributor minyak goreng/migor curah di Jalan Raya PB Sudirman, Banyuwangi, Jum’at (18/3). Antrean panjang tak terhindarkan. Akibatnya, pemilik distributor terpaksa lembur, menutup toko lebih lama.

Antrean langsung mengular begitu penjualan migor dibuka pukul 15.00 WIB. Panjang antrean sampai ke jalan raya. Antrean dipicu kelangkaan minyak goreng curah sejak tiga hari terakhir. “Sudah tiga hari ini kami menunggu pasokan. Begitu datang, langsung kita buka penjualan,” kata Edi Purnomo, pemilik toko distributor migor curah.

Sejatinya, toko miliknya harus tutup pukul 15.00 WIB. Karena melayani warga, pihaknya harus buka hingga pukul 17.00 WIB. “Sampai jam segini, antreannya masih terus. Kita tutup dulu, besok dibuka lagi,” jelas Purnomo.

Pihaknya mendapatkan pasokan minyak goreng curah sebanyak 75 drum, beratnya sekitar 13.500 kilogram. Sesuai HET, minyak goreng curah dijual Rp 15.500 per kilogram. Sebelumnya, harga Rp 12.500 per kilogram.

Menghindari kecemburuan, pembeli dibatasi maksimal 40 kilogram. “Kami membagi jatah 75 drum ini di tiga tempat. Supaya merata,” tegas Purnomo. Kebanyakan, pembeli migor curah adalah pedagang gorengan dan pembuat kerupuk.

Ada juga yang pedagang sembako. Mereka memilih minyak goreng curah karena harganya lebih murah. “Kalau minyak kemasan harganya mahal, bisa Rp 19.000 per liter. Kalau untuk jualan kerupuk jelas rugi,” keluh Wawan, salah satu pembeli migor.

Pihaknya berharap, pasokan minyak goreng terus lancar, harganya juga turun. Apalagi, menjelang puasa, permintaan terus meningkat. (udi)