Ini Kepedulian Kapolresta Sidoarjo, Terhadap Anggota yang Miliki Keterampilan

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Inilah kepedulian dari seorang komandan. Mengetahui salah satu anggotanya, Bripka Dwi Agung Runsubekti, yang memiliki keterampilan wirausaha dibidang kuliner, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, langsung mendatangi gerai milik anggota Bagops Polresta Sidoarjo tersebut.

“Di tengah patroli Harkamtibmas, kami berkunjung ke gerai donat dan kue milik anggota Bagops Polresta Sidoarjo, Bripka Dwi Agung. Kami lihat langsung proses pembuatan donat, pizza, mencicipi dan bagaimana yang bersangkutan melayani pembeli,” kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Sabtu (23/10) malam.

Selama tiga tahun lebih, tidak sia-sia Bripka Dwi Agung, jatuh bangun menjalani usahanya. Pagi selepas subuh, dari rumahnya di kawasan Buduran, ia berangkat menuju gerai donat miliknya di Jalan Raya Lebo, Suko Salam, Sidoarjo.

“Sampai toko saya langsung bikin adonan donat sendiri sampai pukul 07.00 WIB. Setelah itu, saya harus berangkat dinas ke Polresta Sidoarjo,” ungkap pria kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, 19 Juli 1986 ini.

Atas keterampilannya mengembangkan wira usaha kuliner, Bripka Dwi Agung, mendapatkan apresiasi dari Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro. Ia menyambut baik adanya anggota Polri yang memiliki berbagai keterampilan. Seperti, Bripka Dwi Agung Runsubekti.

“Kami bangga dengan anggota trampil, seperti Bripka Dwi Agung yang membuat sendiri adonan donat dan pizza. Kami juga mencicipi langsung donat serta pizza bikinannya sendiri. Enak rasa premium, tekstur rotinya tidak terlalu padat, serta harganya juga terjangkau,” ungkap Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.

Kapolresta Sidoarjo berharap semakin banyak anggota-anggota Polri trampil dan berinovasi. Tentunya tanpa mengabaikan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri. Sehingga dapat memajukan Korps Tribrata.

Menerima kunjungan mendadak dari pimpinannya, Bripka Dwi Agung, tidak menyangka. “Saya sempat grogi, tidak menyangka, Pak Kapolresta merasakan donat bikinan saya sendiri. Terima kasih Pak Kapolresta, Pak Wakapolresta dan pejabat utama yang sudah mampir kegerai donat kami,” kata Bripka Dwi Agung. (no)

Pelaku Industri Kreatif Jatim Diajak Buat Produk Ramah Lingkungan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pelaku industri kreatif di Jawa Timur/Jatim agar meningkatkan produk  ramah lingkungan atau pro lingkungan dalam menjalankan proses produksinya. Pasalnya, Ekonomi Global serta tuntutan pasar, mendorong semua industri untuk melakukan pendekatan bisnis yang juga berbasis lingkungan.

“Jadi industri tidak sebatas mengejar keuntungan semata, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan masyarakat,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri Economic Hybrid Creative Idea and Busines Competition Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa bekerjasama dengan Universitas Brawijaya, Kadin Jatim di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jumat (22/10).

Khofifah, menyebut hal tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial dalam sebuah bisnis. Harapannya, tentu saja antara pembangunan industri dengan kelestarian lingkungan hidup bisa selaras berjalan, serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut dia, terdapat sebuah tren pasar di Eropa dimana pasar Eropa  cenderung mempersyaratkan produk   industri kreatif yang pro environment atau ramah lingkungan. “Tren terhadap keberlanjutan daya dukung alam dan  lingkungan ini menurut saya  sangat positif karena sisa bahan yang tidak terpakai dapat  digunakan lagi sehingga tidak menjadi limbah. Bahan baku organik tentu jauh kebih mudah terurai dan ramah lingkungan sehingga , zero waste,” imbuhnya.

Khofifah, mengatakan, gerakan menuju pro environment ini sedikit banyak telah membuahkan hasil dalam bentuk usaha kreatif. Hal tersebut dapat dilihat dari produk para peserta kompetisi Economic Hybrid yang berupaya memproduksi barang ramah lingkungan.

“Ini akan jadi luar biasa karena ada usaha produksi yang berbahan baku bambu, perca, serta dari berbagai barang yang sudah dikategorikan sebagai sampah. Ternyata dengan ide-ide kreatif, barang-barang ini bisa diproduksi kembali menjadi sesuatu yang punya nilai,” lanjut Khofifah.

 “Ini saya rasa sangat penting. Semoga bisa didesain lebih detail, dan lebih banyak menemu-kenali potensi-potensi daerah kemudian menggali pikiran-pikiran kreatif dari sangat banyak masyarakat terutama dari yang berbasis pada kultur lokal,” tambahnya. (bw)

Ini Teknik Penanganan Mamalia Laut Terdampar

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga bekerjasama dengan Yayasan WWF Indonesia, melaksanakan kegiatan Pelatihan Penanganan Mamalia Laut Terdampar. Kegiatan yang dilakukan pada 21-22 Oktober 2021 ini, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kemampuan peserta sebagai First Responder dalam penanganan dan memberikan pertolongan pertama pada kejadian mamalia laut terdampar.

Sejak 2013 hingga September 2021, terdapat 550 kasus mamalia laut terdampar yang tercatat. Dalam setiap kejadian terdampar, respon cepat dari tenaga medis dan relawan memiliki peran penting yang mempengaruhi tingkat keselamatan (survival rate) satwa.

Kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten dalam teknik penanganan, pelepasliaran, hingga aspek medis dalam kejadian mamalia laut terdampar menjadi beberapa alasan yang melatarbelakangi kegiatan pelatihan jejaring First Responder.

“Sejak 2013 hingga sekarang ini setidaknya terdapat 1.200 orang di berbagai wilayah Indonesia yang telah berkompeten sebagai tenaga First Responder,” kata Drh Dwi Suprapti, M.Si selaku salah satu trainer dalam kegiatan ini.

Menurut dia, pelatihan ini penting dilakukan bagi tenaga First Responder karena penanganan yang tidak tepat dapat membahayakan satwa, maupun tenaga First Responder itu sendiri.
Sebagai pihak pelaksana, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga menyatakan dukungannya terhadap upaya pelestarian mamalia laut di Indonesia, yakni dengan berkontribusi secara khusus di bidang kesehatan hewan akuatik.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Dr. Mustofa Helmi Effendi, DTAPH., drh dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan pelatihan. “Penanganan mamalia laut yang terdampar sampai sekarang masih menjadi masalah yang sulit teratasi. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk melakukan penanganan yang tanggap dan tepat,” ujarnya.

Pelatihan Penanganan Mamalia Laut Terdampar ini turut dihadiri oleh Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Direktorat Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir. Andi Rusandi, M.Si.

“Kejadian mamalia laut terdampar di Indonesia merupakan salah satu isu prioritas bagi kami. Namun, faktor penyebab kejadian terdampar masih belum banyak diketahui. Hal ini penting untuk dipelajari sebagai bahan rekomendasi penanganan dan pengelolaan oleh pemerintah,” katanya dalam sambutan yang disampaikan secara daring.

Disamping itu, beliau juga menyampaikan apresiasi bagi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga yang mau berkontribusi dalam penanganan kejadian mamalia laut terdampar di wilayah Jawa Timur/Jatim.

Selain melakukan pelatihan bagi masyarakat umum sebagai First Responder, kegiatan ini juga merupakan ajang peningkatan kemampuan dokter hewan sebagai responder medis dalam kejadian mamalia laut terdampar.

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga dipercaya oleh IAM Flying Vet dan Yayasan WWF Indonesia untuk menjadi simpul perpanjangan tangan IAM Flying Vet di wilayah Jatim melalui penetapannya sebagai komisariat yang disahkan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari IAM Flying Vet kepada Drh.

Djoko Legowo, M.Kes, selaku ketua pelaksana kegiatan sekaligus Dosen Patologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga yang menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, keterlibatan dalam First Responder merupakan kerja besar untuk melengkapi data bio-surveillance untuk menentukan tindakan-tindakan lanjutan. Indonesian Aquatic Megafauna (IAM Flying Vet) adalah sebuah asosiasi dokter hewan yang memiliki fokus pada penanganan kejadian mamalia terdampar, khususnya dari aspek medis.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Permana Yudiarso yang juga menyambut baik program pelatihan ini. Sebagai salah satu daerah dengan intensitas kejadian mamalia laut terdampar di Indonesia yang cukup tinggi, Jatim yang masih termasuk dalam wilayah kerja BPSPL Denpasar menjadi lokasi yang tepat untuk pemilihan komisariat IAM Flying Vet.

Menurut dia, tidak semua orang paham apa yang harus dilakukan di lokasi saat ada kejadian terdampar. Kesalahan penanganan justru akan mengakibatkan kematian atau bahkan penularan penyakit mamalia laut tersebut kepada masyarakat di sekitarnya.

“Fenomena mamalia laut terdampar erat hubungannya dengan kondisi kesehatan laut Indonesia. Dengan mengetahui penyebab kejadian terdampar, diharapkan kita dapat semakin bisa merumuskan berbagai cara pencegahan dan penanggulangannya,” tambahnya.

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari 21 dan 22 Oktober 2021 ini diikuti oleh berbagai pihak; seperti Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar – satuan kerja Jatim, Dinas Kelautan dan Propinsi Jatim, Dinas PU dan Bina Marga Jatim, Basarnas Propinsi Jatim, BPBD Jatim, BKIPM Surabaya II tanjong Perak, PSDKP Satwas Surabaya, BKSDA Jatim, Polairud Daerah Jatim, Perhimpunan Dokter Hewan (PDHI) Jatim 1, serta sejumlah mahasiswa dari FKH Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Kristen Wijaya Kusuma.

Pada hari pertama, pelatihan berfokus pada pemberian materi mengenai pengenalan kejadian mamalia laut terdampar, teknik penanganan, identifikasi jenis mamalia laut, regulasi konservasi mamalia laut, hingga pemaparan aspek medis dan investigasi penyebab kejadian terdampar.

Hari kedua, pelatihan ini fokus pada praktik pengumpulan data dan pengambilan dokumentasi, simulasi dari kejadian terdampar (kondisi mati, hidup, terperangkap jaring), dan diakhiri dengan diskusi pembentukan First Responder yang akan berhubungan langsung dengan jejaring lainnya di seluruh Indonesia.

Dengan adanya pelatihan ini Dwi Suprapti, berharap, agar kapasitas dan kemampuan para First Responder serta kesadartahuan masyarakat terkait pentingnya pelaporan dan penanganan mamalia laut terdampar di Indonesia terus meningkat, sehingga mamalia-mamalia laut yang statusnya dilindungi ini dapat memiliki kesempatan hidup atau survival rate yang lebih tinggi. Hal ini juga didukung Direktur Program Kelautan dan Perikanan

Yayasan WWF Indonesia, Dr. Imam Musthofa Zainudin yang menyatakan bahwa “Kelestarian populasi mamalia laut memiliki hubungan dengan berbagai aspek, salah satunya adalah perikanan tangkap. Upaya pelestarian mamalia laut juga berarti menjaga kelangsungan perikanan dan perekonomian masyarakat pesisir.

Kerja sama dalam bentuk pelatihan First Responder penanganan mamalia terdampar dan penetepan komisariat IAM Flying Vet ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi upaya menjaga kelestarian mamalia laut dan keseimbangan ekosistem di laut. (bw)

Tingkatkan Kualitas Layanan, XL Center Hadir di Cellular World

0

Denpasar, (pawartajatim.com) – Pusat layanan pelanggan XL Center PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kini hadir di Cellular World, Denpasar Barat. Peresmian pembukaan XL Center yang berada di Cellular World  ini dilakukan Jum’at (22/10) dan dihadiri oleh Group Head Direct Channel Management XL Axiata, Muhamad Novan Adilandy, Head Of Sales XL Axiata area Bali Outer, Riswan Juara Sitorus dan Direktur Cellular World, Malika Jiwaji.

Novan Adilandy, mengatakan, gedung Cellular World ini dipilih antara lain karena lokasi ini merupakan pusat belanja segala kebutuhan layanan digital yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Denpasar pada khususnya, dan Bali secara umum.

Ekosistem di sini cukup lengkap. ‘’Di sini warga Bali bisa membeli smartphone berbagai merek, bermacam asesoris, produk layanan, hingga pusat pengaduan. Dengan dibukanya XL Center Cellular World, kami ingin lebih mendekat ke pelanggan dan lebih meningkatkan kualitas pelayanan ke pelanggan,” ujar Novan.

Disisi lain, menurut Novan, kebutuhan pelanggan XL Axiata untuk mendapatkan layanan yang lengkap di XL Center memang terus meningkat. Pelanggan datang, tidak hanya untuk mendapatkan bantuan atas kendala yang dialami, namun juga untuk mendapatkan informasi berbagai produk.

Ia menambahkan, dalam satu tahun terakhir,  rata rata jumlah pelanggan yang datang ke XL Center sekitar 100 pelanggan per hari.  Layanan informasi produk adalah salah satu yang terbanyak dibutuhkan pelanggan, selain layanan ganti kartu dan aktivasi kembali nomor yang sudah hangus.

Dengan hadirnya XL Center ke  Cellular World, diharapkan semakin banyak pelanggan yang datang untuk pembelian gadget dan layanan data sehingga pengalaman pelanggan jadi lebih baik lagi. Direktur Cellular World, Malika Jiwaji mengatakan, dengan hadirnya XL Center, Cellular World telah bersinergi dengan XL Axiata dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan setia Cellular World dan XL Axiata. Yang mana Kepuasan konsumen adalah komitmen XL.

Guna mendukung penanganan pandemi Covid-19 di Denpasar, XL Center di Cellular World juga menerapkan protokol Kesehatan sesuai arahan dari pemerintah, antara lain mengurangi interaksi langsung pelanggan dengan petugas.

Selain itu, kapasitas pengunjung di batasi hanya 50 persen. Kemudian, dari awal kedatangan, pelanggan diminta menggunakan masker, Check suhu, menggunakan hand sanitizer dan scanning aplikasi Peduli Lindungi, lalu mengambil nomor antrian yang dibantu oleh Greeter XL Center.

Meja layanan juga disekat dengan kaca akrilik yang membatasi petugas dengan pelanggan. Selain itu, penyemprotan disinfektan juga dilakukan setiap hari. Di seluruh Bali, XL Axiata mengoperasionalkan lebih dari 6.600 BTS, di mana 2.400 diantaranya merupakan BTS 4G.

Jumlah BTS 4G tersebut masih akan terus meningkat mengingat saat ini XL Axiata juga masih melakukan perluasan di semua kabupaten yang ada di Bali. Sebanyak 716 desa/kelurahan di 57 kecamatan dan 9 kabupaten/kota di Bali kini telah terlayani oleh layanan 4G XL Axiata. (bw)

Dorong Peningkatan Literasi Digital, Jaringan 4G XL Jangkau Kecamatan di Kalbar

0

Pontianak, (pawartajatim.com) – Operator telekomunikasi terus berinovasi. Salah satunya, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mendukung visi pemerintah dalam percepatan sekaligus pemerataan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan data di seluruh Indonesia.

Khusus di Provinsi Kalimantan Barat/Kalbar, dalam kurun waktu setahun terakhir, XL gencar membangun jaringan 4G, berupa lebih dari 260 BTS 4G, hingga pelosok pedesaan yang sebelumnya belum terjangkau.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari implementasi komitmen XL diusia 25 tahun dalam upaya Membangun Indonesia Digital. Region Group Head XL Axiata Jabodetabek dan Kalimantan yang juga membawahi area Kalbar, Rd Sofia Purbayanti, mengatakan, trafik data di seluruh Kalbar meningkat hingga 215 persen dalam dua tahun terakhir.

‘’Karena itu, kami harus terus membangun jaringan 4G, baik untuk meningkatkan kualitas layanan, maupun untuk perluasan ke area-area yang memang baru dan memiliki potensi besar,’’ kata Sofia, di Pontianak Kamis (21/10).

Seiring dengan pembangunan jaringan, kami juga terus melakukan fiberisasi jaringan untuk meningkatkan kapasitas, agar kenyamanan pelanggan juga semakin meningkat. Menurut Sofia, saat ini jaringan 4G XL Axiata di seluruh Provinsi Kalbar sudah menjangkau 75 persen kecamatan yang ada atau 129 kecamatan, yang meliputi total 901 kelurahan/desa, dengan lebih dari 418.000 pelanggan.

Untuk menopang layanan di seluruh provinsi Kalbar ini, XL Axiata mengoperasikan lebih dari 1.000 BTS 4G. Sofia, menambahkan, keberadaan jaringan 4G di wilayah Kalbar ini juga merupakan implementasi atas komitmen XL Axiata untuk turut mendorong peningkatan literasi digital bagi masyarakat yang bermukim hingga pelosok pedesaan.

Tersedianya jaringan internet yang berkualitas dan literasi digital yang terus meningkat akan mendorong produktivitas serta membantu masyarakat beradaptasi dengan berbagai sarana ekonomi digital.

Di seluruh Kalbar, XL Axiata memiliki BTS 4G terbanyak di Kota Pontianak, yaitu 200 BTS 4G. Kemudian diikuti wilayah Kabupaten Kubu Raya, lebih dari 130 BTS 4G. Selanjutnya Kabupaten Sambas lebih dari 130 BTS 4G. Untuk area Kabupaten Sintang, sekitar 100 BTS 4G, Kabupaten Sanggau, sekitar 90 BTS 4G, dan Kota Singkawang dengan sekitar 80 BTS 4G.

Selain fokus melakukan pembangunan jaringan 4G, XL Axiata juga memperkuat layanan data dengan memperluas pembangunan jaringan fiber optik atau fiberisasi yang jalurnya masuk hingga ke BTS-BTS di pelosok Kalbar.

Jaringan 4G yang akan terkoneksi dengan jaringan fiber optik di seluruh Kalbar akan terus bertambah mengingat kebutuhan untuk meningkatkan kualitas layanan data seiring dengan peningkatan trafik data yang signifikan.

XL berharap dengan terhubungnya setiap BTS dengan kabel fiber optik dapat lebih meningkatkan kualitas jaringan dan tentunya secara otomatis akan memberikan kenyamanan lebih kepada pengguna layanan data.

Sementara itu, dalam upaya mendukung program pemerintah dalam penyediaan layanan dan jaringan 4G di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), khusus di wilayah Kalbar, sejak tahun 2017 XL Axiata telah mengoperasikan jaringan melalui skema Universal Service Obligation (USO) yang dikoordinasi oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Hingga saat ini, terdapat 57 BTS USO 4G di Kalbar yang tersebar di sembilan Kabupaten, yakni di Kabupaten Bengkayang, Ketapang, Landak, Kayong Utara, Sambas, Kapuas Hulu, Melawi, Sanggau, Sekadau, dan yang terbanyak di Kabupaten Sintang sebanyak 22 BTS USO 4G. (bw)

Layanan Pembuatan Paspor Jemput Bola di Sidoarjo

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Layanan pembuatan paspor di Sidoarjo sekarang lebih mudah diakes karena selain pelayanan yang pembuatan paspor yang sudah lebih dulu ada di Mal Pelayanan Publik (MPP). Ditambah satu lagi layanan Mobil Layanan Pembuatan Paspor. Layanan pembuatan Paspor jemput bola ini dijadwalkan akan keliling di 18 Kecamatan.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, berharap adanya layanan itu akan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Pada peringatan Hari Santri Nasional 2021 ini, Layanan itu secara resmi di Launching Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) di Pondok Pesantren Modern Al Amanah Junwangi, Krian. Jum’at (22/10).

Launching dihadiri KH. Nurcholis Misbah Pengasuh Ponpes Modern Al Amanah Junwangi, Chicco A. Muttaqin Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Surabaya, Kepala Dinas Sosial, Tirto Adi dan Kepala Dinas DPMPTSP yang baru saja dilantik menjadi Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah, Ari Suryono.

Mobil Layanan Paspor Keliling merupakan kerjasama antara Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Surabaya. “Layanan pembuatan paspor jemput bola ini merupakan terobosan pelayanan publik, kebetulan kita launching bertepatan dengan Hari Santri. Sesuai dengan tema hari Santri yaitu Siaga Jiwa Raga, termasuk siaga terhadap layanan publik,” papar Gus Muhdlor.

 “Mobil Layanan paspor ini harapannya menyasar keliling di kecamatan – kecamatan, termasuk hari Sabtu dan Minggu tetap membuka layanan. Karena banyak masyarakat yang mengalami kendala saat mengurus pada hari aktif kerja,” tambahnya.

Menurut Gus Muhdlor, jika pelayanan publik itu semakin dekat di akses masyarakat akan semakin bagus pelayanannya. Layanan ini, masih kata Gus Muhdlor juga untuk memotong praktek percaloan. Karena banyak masyarakat yang masih awam dengan ketentuan mengurus Paspor yang lebih memilih menggunakan bantuan Calo.

“Dengan adanya akselerasi layanan sampai tingkat bawah, ini juga akan menekan calo – calo pembuatan paspor.  Terimakasih kepada kantor Imigrasi Juanda yang sudah memfasilitasi ini, membuat layanan Paspor menjadi lebih dekat kepada masyarakat,” imbuhnya.

Chicco A. Muttaqin Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Surabaya menyampaikan terimakasih kepada Bupati Gus Muhdlor yang telah menghibahkan satu unit mobil yang dinilai sangat membantu dalam meningkatkan pelayanan paspor kepada masyarakat.

“Layanan Paspor keliling ini menjadi program unggulan kami, dengan layanan ini kita akan menjemput dengan keliling ke kecamatan – kecamatan,” katanya. “Adanya layanan Paspor keliling dan bantuan hibah mobil ini harapannya akan memberikan semangat lebih kepada kami dalam melayani masyarakat,” tambahnya.  (no)

Dua Warga Jepara, Jadi Korban Penipuan

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Dua warga Jepara, Jawa Tengah, menjadi korban penipuan yang dilakukan tiga orang pelaku di Desa Kedung Kembar dan Desa Gedangrowo, Prambon, Sidoarjo. Kejadian bermula korban yang berjualan celana pendek dan panjang, memasarkan melalui media sosial.

Kemudian di chat oleh pelaku untuk memesan 3080 pcs. Pelaku membayarkan tanda jadi Rp 1.500.000 setelah pesanan jadi. Lalu korban mengirimkan pesanan tersebut pada 22 September 2021 ke Desa Kedung Kembar Prambon.

Saat pesanan diturunkan dari mobil, kedalam toko, celana panjang dan pendek disisakan 100 pcs, diletakkan ke mobil korban dengan alasan meminta tolong ditaruh di rumah tersangka, sekalian akan melakukan pembayaran di rumah tersangka.

“Namun, di perjalanan tersangka melarikan diri sehingga korban tertinggal di belakang, korban kembali lagi ke toko sayangnya sudah tidak ada barang dalam toko, ternyata sudah dipindahkan oleh tersangka lainnya. Akibatnya, korban mengalami kerugian sejumlah Rp. 32.140.000,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Jumat (22/10).

Tidak berhenti, ketiga komplotan penipu kembali menjalankan aksi serupa kepada satu warga Jepara lainnya. Dengan memesan celana panjang dan pendek sejumlah 3000 pcs. Akan tetapi untuk Pesanan kedua ini, dikirim ke Desa Gedangrowo, Prambon, dengan modus sama. Sehingga korban mengalami kerugian sejumlah Rp 46 juta.

Kemudian dua warga asal Jepara yang menjadi korban penipuan, melapor kepada Polresta Sidoarjo. Hingga berhasil terungkap bahwa penipuan dilakukan AF, asal Gresik, WK, asal Sukodono, Sidoarjo dan satu lagi pelaku masih dibawah umur.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menyampaikan, tiga tersangka yang telah diamankan Satreskrim Polresta Sidoarjo diduga melakukan tindak pidana penipuan, atau penggelapan . Ancamannya pidana penjara maksimal empat tahun penjara. (no)

Mendag : Indonesia Jadi Kiblat Fashion Muslim Dunia

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Melihat kekuatan dan potensi besar yang dimiliki Indonesia, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berkomitmen mewujudkan dua pesan penting dalam rangkaian acara Trade Expo Indonesia-Digital Edition 2021.  Indonesia harus optimis menjadi pusat industri produk halal dan kiblat fesyen muslim dunia.

Upaya ini dilakukan dengan menggelar Halal Trade Forum secara hibrida pada 22 Oktober 2021 dan Embracing Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) pada 18 November 2021 di Aquatik Stadium Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta sebagai bagian dari ajang Trade Expo-Digital Edition (TEI-DE) 2021 yang berlangsung pada 21 Oktober — 4 November 2021 (online interactive)  hingga 20 Desember 2021 (showcase).

“Halal Trade Forum dan Embracing JMFW yang digelar pada TEI-DE 2021 ini menjadi pembeda dari gelaran TEI yang berlangsung pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam penyelenggaraan TEI-DE 2021 ini kita punya dua pesan yang ingin diwujudkan, yaitu Indonesia sebagai pusat industri halal dunia dan Jakarta menjadi kiblat industri fesyen Islam dunia. Kedua hal tersebut akan kita mulai tahun ini,” terang Mendag Lutfi.

Menurut Mendag, pasar produk halal dunia adalah pasar yang sangat menjanjikan. Warga muslim dunia diperkirakan membelanjakan lebih dari USD 2 triliun di sektor makanan, produk farmasi, kosmetik, fashion, serta rekreasi. Ini adalah peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik.

“Saat ini, nilai ekspor produk halal Indonesia diperkirakan baru mencapai USD 6 miliar atau peringkat ke – 21 dunia. Sedangkan untuk ekspor fesyen muslim diperkirakan sebesar USD 4,1 miliar atau peringkat ke-13 dunia,” kata Mendag.

Mendag menambahkan, untuk meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global, Kemendag juga akan bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia melalui BNI Xpora untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus dari segi pembiayaan dan jaringan agar buyer di luar negeri melihat dan tertarik.

Sedangkan, pada Embracing JMFW akan diselenggarakan peragaan busana, temu wicara, dan showcase mini di bidang fesyen termasuk kosmetika halal yang akan menampilkan hasil karya desainer muslim Indonesia dan internasional serta produk kosmetika halal.

Menurut Mendag, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai pusat produk halal dan kiblat fesyen muslim dunia karena dukungan sumber daya serta daya saing produk yang dimiliki.

“Dengan diselenggarakannya dua kegiatan ini, diharapkan Indonesia akan semakin mampu bersaing di pasar global dengan produk-produk halal dan fesyen muslimnya. Sehingga, bukan hanya menjadi jagoan di pasar lokal, tetapi juga di pasar regional dan global,” pungkas Mendag.  (bw)

Pemkab Gandeng Perusahaan Farmasi Tangani Gizi Buruk

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menjalin kerjasama dengan perusahaan farmasi PT Phapros TBK dalam menangani kasus gizi buruk pencegahan kasus Stunting.

Kegiatan yang bertajuk Santri Sidoarjo Pelopor Pencegahan Stunting Untuk Generasi Penerus Bangsa yang Lebih Cerdas itu dihadiri langsung Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) di Pondok Pesantren Fauzul Falah Ds. Minggir Desa Larangan, Kecamatan Candi, Kamis (21/10).

Acara juga dihadiri Komisaris PT. Phapros , Zainal Abidin, Sri Andari Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Chudlori Kabag Kesra Pemkab Sidoarjo serta para Pengurus dan para Santri Ponpes Fauzul Falah.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, mengingatkan pentingnya penanganan gizi buruk yang melibatkan para pakar, karena dari kasus gizi buruk dikhawatirkan menjadi potensi Stunting dan ketika lahir berpotensi bayi mengidap disabilitas.

Untuk itu, Gus Muhdlor sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat mengurangi bahkan menuntaskan potensi gizi buruk di Sidoarjo. ‘’Pertama-tama saya ucapkan kepada PT. Phapros yang sudah memberikan perhatian lebih kepada kami (para santri) terutama pada pengentasan stunting,” kata Bupati Sidoarjo

Kegiatan pencegahan gizi buruk ini sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2021 yakni “Santri Siaga, Jiwa dan Raga” yang punya makna bahwa santri di seluruh Indonesia selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raganya untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

Berarti komitmen seumur hidup para santri yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren. Supaya santri selalu siaga jiwa dan raga, harus disertai dengan keadaan gizi baik di tubuh yang lahir dari pengetahuan terhadap apa itu gizi buruk dan cara mencegahnya.

“Untuk mewujudkan santri siaga jiwa dan raga, tentunya banyak hal yang perlu ditanamkan sejak dini, salah satunya adalah pentingnya menjaga kesehatan jasmani agar tercipta generasi penerus bangsa yang cerdas dan kuat. Kecerdasan generasi penerus bangsa ada di tangan kita, yang karena itu kita harus pastikan bahwa para santri harus terbebas dari masalah gizi buruk atau stunting di masa datang,” jelasnya.

Untuk diketahui, salah satu pemicu stunting adalah anemia atau kekurangan darah yang seringnya diderita oleh remaja, terutama remaja perempuan. Jika pada usia remaja memiliki masalah kesehatan maka akan berdampak pada kerentanan penyakit yang dibawa pada saat dewasa nanti.

Data hasil riset kesehatan dasar, menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27 persen. Meskipun mengalami penurunan 3 persen dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut masih belum mencapai standar who untuk stunting dibawah 20 persen.

Karena itu, adanya edukasi untuk mencegah gizi buruk atau stunting serta anemia yang dilakukan kepada santri, bisa bermanfaat bagi kesehatan masyarakat Sidoarjo, juga bagi masyarakat Indonesia, supaya dimasa depan tercipta generasi penerus bangsa yang lebih cerdas dan kuat.

Dalam kesempatan ini,  Dr. Arleni Direktur Pemasaran PT.Phapros Tbk mengatakan bahwa dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2021 “Santri Siaga, Jiwa dan Raga”. Tema tersebut merupakan pernyataan sikap bahwa santri di seluruh Indonesia selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raganya untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Siaga jiwa santri ini juga merupakan komitmen sumur hidup para santri yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren.

Untuk mewujudkan santri siaga jiwa dan raga, tentunya banyak hal yang perlu ditanamkan sejak dini, salah satunya adalah pentingnya menjaga kesehatan jasmani agar tercipta generasipenerus bangsa yang cerdas dan kuat, kecerdasan generasi penerus bangsa ada ditangan kita, yang karena itu kita harus pastikan bahwa para santri harus mendapatkan gizi yang baik agar terbebas dari masalah gizi buruk atau stunting dimasa datang.

“Salah satu pemicu stunting adalah anemia atau kekurangan darah yang seringnya diderita oleh remaja, terutama remaja perempuan. Jika pada usia remaja memiliki masalah kesehatan maka akan berdampak pada kerentanan penyakit yang dibawa pada saat dewasa nanti,” terangnya.

Arleni juga menyampaikan, “Phapros sangat konsen pada hal ini, kegiatan yang dilakukan tidak hanya berhenti di sini saja, karena ini menjadi awal dari rangkaian tanggung jawab sosial perusahaan terkait stunting yang berkolaborasi bersama pemerintah daerah,” ungkpanya.

Berdasarkan data badan kesehatan dunia, ada 162 juta balita stunting, dan 58 persen dari jumlah tersebut berada di asia, penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi saat hamil hingga bayi tersebut berusia 2 tahun, serta bisa berakibat pada pertumbuhan tinggi badan anak yang dibawah rata-rata anak normal.

Selain itu, hasil riset kesehatan dasar menunjukkan provalensi stunting di Indonesia sebesar 27 persen meskipun mengalami penurunan 3 persen dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut masih belum mencapai standar who untuk stunting di bawah 20 persen.

“Kami berharap, semoga adanya edukasi manfaat suplemen penambah darah untuk mencegah gizi buruk atau stunting serta anemia, yang dilakukan pada hari ini bisa bermanfaat bagi semua,” tambah Arleni.

Diakhir kegiatan dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan PT. Phapros tbk  dalam Pencegahan Stunting di Kabupaten Sidoarjo dilanjutkan kegiatan seremonial minum vitamin bersama sebagai upaya mewujudkan hidup sehat bebas stunting di lingkungan Pondok Pesantren. (no)

Kapolres Sidoarjo Kerahkan Kendaraan Bermotor Vaksinasi Keliling Pedesaan

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Mendongkrak capaian vaksinasi di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, mengerahkan kendaraan bermotor vaksinasi keliling pedesaan. Upaya ini bertujuan untuk memudahkan akses vaksinasi hingga ke pelosok desa, dusun maupun perkampungan.

“Kami terus menggencarkan serbuan vaksinasi ke desa sampai ke perkampungan maupun tingkat RT/RW. Agar capaian vaksinasi kita terus naik. Khususnya bagi para lansia,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Jambe, Banjarkemantren, Buduran dan Sidodadi, Taman serta empat desa lainnya, Jumat (22/10).

Menurut dia, meskipun capaian vaksinasi dosis pertama Kabupaten Sidoarjo sudah 73 persen, dosis kedua 43 persen dan vaksinasi lansia 46 persen. Kapolresta Sidoarjo terus memasifkan vaksinasi pedesaan.

Dengan target Setiap hari ada enam desa yang dituju sebagai upaya percepatan vaksinasi bagi masyarakat. Dengan semakin banyak masyarakat yang di vaksin, harapannya herd immunity (kekebalan komunal) segera terbentuk, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kepada masyarakat Kapolresta Sidoarjo juga kembali mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Menik (55), mengaku senang dengan adanya vaksinasi dari Polresta Sidoarjo yang masuk ke pedesaan.

“Senang sekali akhirnya dengan mudah kami telah disuntik vaksin, berkat kendaraan vaksinasi pedesaan dari Polresta Sidoarjo. Semoga semuanya sehat dan terhindari dari Covid-19,” ujar warga Sambungrejo, Sidodadi, Taman, Sidoarjo. (no)