Sabam Sirait Menerjang, MPR-pun Meradang

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Berita duka wafatnya politisi senior Sabam Sirait, menghidupkan memori terkait interupsi almarhum yang menuai beragam reaksi. Melakukan interupsi (hak bertanya) bukanlah perkara yang gampang dilakukan oleh anggota DPR RI sekalipun.

”Apalagi dilakukan saat sidang DPR/MPR tahun 1993, dimana Soeharto, sebagai presiden, berkuasa penuh, mampu mengontrol dan mengendalikan eksekutif, legislatif, dan Yudikatif,” kenang Daniel Rohi, tentang Seniornya di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia/GMKI.

Namun, tirai sakral tersebut berhasil dikoyak oleh  Sabam Sirait, anggota DPR RI asal PDI.   Di tengah sidang umum DPR MPR yang dipimpin Wahono, dengan agenda sidang pengesahan perubahan Tap MPR No 3 Tahun 1988, mantan Sekretaris Jenderal PDI tersebut, diikuti oleh Nico Daryanto, dan Sukowaluyo, melakukan interupsi dan maju ke meja pimpinan untuk mempertanyakan alasan usulan PDI terkait pemilu dilaksanankan pada hari libur tidak dimasukkan dalam TAP MPR tersebut.

Karuan saja, apa yang dilakukan oleh Sabam Sirait CS tersebut membuat MPR meradang. Anggota Pamdal, yang biasanya bertindak sebagai satpam interupsi hanya bisa terkesima, melihat aksi kader banteng tersebut.

Ketua Fraksi Karya Pembangunan, Akbar Tanjung, berusaha untuk maju ke meja pimpinan dan memberikan klarifikasi untuk mengimbangi manuver politik yang dilakukan deklarator fusi PDI asal Partai Kristen Indonesia/Parkindo tersebut.

“Hampir semua fraksi di MPR saat itu sepakat  menolak usulan Fraksi PDI,” kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Daniel Rohi, kepada pawartajatim.com Kamis (30/9). Aksi heroik dan berani yang dilakukan oleh Sabam Sirait, menjadi legenda tersendiri bagi kader-kader banteng.

PDI yang kemudian berganti nama menjadi PDI Perjuangan, menempatkan politisi senior kelahiran Tanjung Balai Sumatera Utara tersebut di tempat terhormat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) partai Tahun 1998-2008, bersama Taufik Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri.

Karir politik ayah dari mantan Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, ini terbilang lengkap. Selain pernah menjabat sebagai Sekjen PDI selama 3 periode (1973 -1976, 1976-1981, 1981-1986), diantaranya mendampingi Ketua Umum Harjanto.

Pria akrab dipanggil Ompung Marshala Doli ini, memiliki riwayat pengabdian lengkap dan panjang di Senayan. Mulai dari  anggota DPR Gotong Royong (DPR GR) periode 1967- 1973, DPR RI 1973-1982, Dewan Pertimbangan Agung (DPA RI) periode 1983-1993), DPR RI 1992-2009, Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) hingga sekarang.

“Atas jasa-jasanya tersebut, Negara memberikan penghargaan Bintang Mahaputra Utama,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini. Lebih lanjut, Daniel Rohi, yang juga Ketua DPD Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Jatim ini, menuturkan betapa gigih perjuangan seniornya di Parkindo itu.

Dia ingat betapa marah saat Sabam Sirait mengetahui bahwa  banyak sawah produktif di Indonesia dialih fungsikan  untuk mendirikan pabrik dan perumahan tanpa memperhatikan keseimbangan lingkungan, menurutnya membuat sawah itu tidak mudah. Karena tidak semua tanah memiliki keasaman dan humus yang bisa dibuat untuk sawah.

Kini, perjuangan Sabam Sirait, tinggal cerita. Karena suami  dari Sondang Sidabutar ini harus berpulang, menghadap Sang Penciptanya. Dia menghembuskan nafas terakhir, pada Rabu  (29/9) pukul 22.37 WIB setelah dirawat di RS Siloam Karawaci.

Walaupun politisi 6 zaman ini telah meninggal dunia, cerita kepahlawanan, kesetiaan, konsistensi dan kegigihannya, tetap hadir dihati kader-kader PDI Perjuangan. “Nama Sabam Sirait, tetap abadi dihati kader kader PDI Perjuangan, kami akan terus menyampaikan sejarah hidup orang besar ini saat kaderisasi,” tambah Kepala Badiklat PDI Perjuangan Jatim ini. (nn)

Anjungan Cerdas di Trenggalek, Berkonsep Michi No Eki Jepang

0

Trenggalek, (pawartajatim.com) – Guna memantau progres pengembangan kawasan strategis Anjungan Cerdas di Kab. Trenggalek, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau pembangunan rest area, yang terletak di km 16-18 jalan nasional Trenggalek-Ponorogo, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Rabu (29/9).

Dalam kesempatan ini, Wagub Emil didampingi langsung Bupati Trenggalek Nur Arifin, Widyaiswara Ahli Utama sekaligus Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI ke 2 Achmad Hermanto Dardak dan Kapusbangkom JPW Kementerian PUPR RI Rezeki Peranginangin.

Letak Anjungan Cerdas ini mengintegrasikan beberapa wilayah strategis di selatan Jawa Timur, diantaranya Kabupaten Tulungagung, Trenggalek dan Ponorogo. Dimana fungsi utama Anjungan Cerdas tersebut ialah untuk menyediakan tempat istirahat yang dapat meningkatkan perkembangan ekonomi kawasan, meningkatkan nilai guna infrastruktur jalan dan menyediakan destinasi alternatif.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Emil menyampaikan bahwa dirinya merasa bangga dan senang melihat progres pengembangan Anjungan Cerdas di Trenggalek yang merupakan salah satu dari dua Anjungan Cerdas yang ada di Indonesia. Dimana salah satunya, terletak di Bali.

“Kami semua yang hadir di sini juga senang, melihat progres Bendungan Tugu yang sudah impounding (pengisian awal) di tanggal 21 September lalu. Dan memang ini sebenarnya dari awal didesain juga terintegrasi. Karena Anjungan Cerdas ini akan punya nilai juga, viewnya yang menghadap ke Bendungan Tugu,” jelas Emil.

Mantan Bupati Trenggalek ini menambahkan, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur akan mengelola kawasan ini, dan diharapkan menjadi destinasi wisata di wilayah Selingkar Wilis. Selain Disbudpar, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur juga akan bersinergi dengan menyediakan UMKM-UMKM yang ada di Kabupaten Trenggalek untuk mengisi Anjungan Cerdas sebagai tenant.

“Dan juga tentunya dari sisi administratif dari BPKAD (Badan Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah) Jatim dan Bappeda ikut hadir untuk memastikan kelancaran untuk serah terima aset dari Kementerian ke Pemerintah Provinsi,” imbuh Emil.

Emil berharap, dengan adanya Anjungan Cerdas, dapat kembali menggerakkan ekonomi masyarakat Kabupaten Trenggalek, serta mampu mengangkat potensi UMKM dan ekonomi masyarakat kabupaten/kota di daerah sekitar.

Hal ini tentunya akan berkontribusi positif terhadap program pemulihan ekonomi yang saat ini terus ditekankan oleh Pemerintah Pusat pada masa pandemi Covid-19 ini. “Tentunya peran Pak Bupati akan sangat penting untuk menggerakkan terutama masyarakat setempat, untuk bisa menghidupkan ini dengan konsep Michi no eki atau tempat istirahat (stasiun) tepi jalan yang berada di Jepang,” tandas Emil.

Bupati Trenggalek Nur Arifin, menambahkan, Bendungan Tugu yang merupakan pemandangan dari Anjungan Cerdas ini merupakan satu spot yang tidak ada duanya. Dimana hal ini akan menambah nilai strategis dari Anjungan yang dibuat menggunakan dana APBN dari tahun 2016 hingga 2018 tersebut.

“Kemudian ada beberapa hal yang tadi didiskusikan terkait juga dengan kemungkinan menjadi tidak hanya sekedar rest area, tidak hanya sekedar sentra kuliner, sentra UKM, tapi juga bisa jadi sentra pertumbuhan kegiatan pariwisata termasuk di dalamnya adalah seni budaya dan juga industri kreatif. Maka kreatif-kreatif people harus dimunculkan dari sini, kreatif-kreatif talentnya. Nah makanya tadi saya minta ke Pak Wakil Gubernur, tolong internetnya juga disini harus diperhatikan,” kata Gus Ipin, sapaan akrabnya.

Dirinya berharap, Bendungan Tugu akan membantu menghasilkan sumber energi listrik yang juga dapat menggerakkan Anjungan Cerdas, melalui solar panel yang telah disediakan. “Apalagi Bendungan kita ini menghasilkan listrik energi terbarukan sebesar 0,4 Megawatt atau sekitar 400 kilowatt bisa dihasilkan dari bendungan ini. Belum dengan potensi luasan penampang bendungan sebesar 89 hektar diberi floating solar panel,” jelas Gus Ipin.

Dikesempatan yang sama, Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI ke 2 Hermanto Dardak menambahkan, dengan adanya Anjungan Cerdas ini, dapat memberikan fasilitas layanan bagi masyarakat yang hendak beristirahat saat melintas di kawasan selatan Jawa Timur. Diantaranya Kab. Tulungagung, Trenggalek dan Bojonegoro.

“Kedua adalah bagaimana infrastruktur tadi memberikan pelayanan lebih, sehingga di sini adalah keterpaduan antara jalan yang memang dilewati masyarakat nasional. Ini sebagai simpul untuk  mempertemukan masyarakat nasional yang lewat jalan nasional dengan berbagai produk lokal yang ada di daerah sini. Sehingga ini bisa dikatakan bagian dari marketing strategy public Trenggalek,” terang Hermanto.

Dengan adanya masukan layanan internet yang lancar di kawasan ini, diharapkan Anjungan Cerdas juga dapat membantu masyarakat mempermudah memperoleh informasi dan sebagai pusat untuk pengendalian.

“Kami senang melihat ini, karena ground breaking sudah dilakukan sejak tahun 2014. Ini adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” jelas Hermanto, yang melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) kala menjadi Wakil Menteri Pekerjaan Umum, mewakili Menteri Pekerjaan umum, periode tahun 2010- 2015. (bw)

Smart Card dan Cashless di Terminal Anjuk Ladang Nganjuk

0

Nganjuk, (pawartajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan Smart Card dan Cashless Transaction  pada kendaraan angkutan penumpang umum di Terminal B Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk, Rabu (29/9).

Harapannya, sistem ini dapat semakin memberi kemudahan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan pelayanan operasional kendaraan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Tipe B se-Jawa Timur/Jatim.

Sebagai informasi, melalui inovasi ini, dapat diketahui data pergerakan atau perjalanan kendaraan dan penumpang dari tempat asal ke tempat tujuan yang terintegrasi antar terminal se-Jatim. Tidak hanya itu, sistem ini dapat mendukung konektivitas antar terminal yang terintegrasi secara realtime.

“Sistem SmartCard ini merupakan satu-satunya dan pertama yang sudah diterapkan di Terminal Tipe B di Indonesia,” ungkap Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Nganjuk. Khofifah menerangkan, cara kerja SmartCard ini yakni sesaat setelah sopir bus menempelkan atau men-tap kartu SmartCard di portal pintu masuk, maka portal otomatis mengirim data nomor kendaraan dan jam kedatangan kendaraan pada database.

Setelah berhenti di terminal kedatangan, maka kondektur akan melaporkan jumlah penumpang yang turun pada operator. Dan, selanjutnya operator menginput data jumlah penumpang guna melaporkan jumlah penumpang.

Ketika kendaraan keluar, secara otomatis akan ditampilkan data seperti nama bus, jam keberangkatan, trayek, tujuan, masa uji berlaku dll.  Sedangkan penggunaan uang elektronik atau cashless, kata Khofifah, bertujuan memberikan efisiensi, rasa aman, nyaman kepada masyarakat dalam melakukan proses transaksi utamanya di Terminal Anjuk Ladang Nganjuk.

Sistem ini salah satunya menggunakan jaringan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Jatim. Dengan sistem tersebut, maka penumpang yang telah memilih rute perjalanan pada aplikasi hanya tinggal melakukan scan barcode.

Selanujutnya, secara otomatis tertera nominal rupiah yang harus dibayarkan.  Pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan mobile banking Bank Jatim ataupun bank lain, serta aplikasi finansial teknologi lainnya seperti Ovo, go-pay, dll.

“Sistem SmartCard ini juga menjamin ketepatan waktu perjalanan kendaraan angkutan umum, yaitu terhadap waktu kedatangan dan keberangkatan kendaraan atau bus. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan keamanan kenyamanan penumpang, juga aksesibilitas terhadap kendaraan yang melayani rute atau trayek, serta membantu merekam data pergerakan kendaraan dan penumpang secara elektronik di Terminal Tipe B se-Jatim,” katanya.

Khofifah mengatakan, sistem ini telah dipersiapkan sejak dua tahun lalu sebelum Pandemi Covid-19. Saat itu, dirinya secara khusus meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan Jatim untuk membuat sistem yang bisa memastikan tarif angkutan, trayeknya, jenis angkutan, jam keberangkatan, hingga jumlah penumpang secara realtime.

Tidak hanya memudahkan para penumpang, tapi sistem digital seperti ini diharapkan memudahkan para sopir angkutan dalam menjalankan pekerjaannya. Sehingga keamanan dan kenyamanan penumpang pun akan terjaga.

“Saya juga turut mengapresiasi penerapan ekosistem digital ini karena tidak dimulai dari terminal tipe B di kota besar seperti Surabaya atau Malang, tapi dimulai dari Nganjuk. Artinya, transformasi digital ini sesuatu yang sudah memungkinkan kita akses dan kita implementasikan bersama,” katanya.

Sementara itu terkait penerapan cashless, menurut Khofifah hal tersebut sudah semestinya diterapkan dan diseminasikan di semua sektor. Penggunaan electronic money (e-money), kata dia, telah menjadi bagian dari proses transaksi di berbagai sektor kehidupan dan di seluruh dunia.

“Transformasi digital adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dielakkan. Kemudahan transaksi pembayaran secara digital ini sangat mendukung aktivitas kegiatan masyarakat. Peran serta Bank Jatim sebagai bank-nya masyarakat Jatim ini diharapkan mendorong kemajuan perkembangan ekonomi lebih baik, serta ikut menjadikan transportasi umum di Jatim menjadi lebih maju seiring perkembangan teknologi yang lebih modern,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Nganjuk, H. Marhaen Djumadi, menyampaikan, terimakasih kepada Gubernur Jatim dan jajarannya karena Terminal Anjuk Ladang yang dulunya dikelola Pemkab Nganjuk, saat ini telah beralih dikelola Pemprov Jatim dan berubah menjadi lebih baik dan luar biasa.

“Sekali lagi terimakasih dan ini jadi motivasi kami di Nganjuk untuk selalu mengikuti program-program yang luar biasa dari Provinsi Jatim yang inovasinya luar biasa. Saya harap ini bisa diadopsi dan direplikasi oleh Dishub Kab. Nganjuk bagaimana retribusi telah dilakukan digital dan mempermudah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Nyono, mengatakan bahwa terminal merupakan suatu bagian komponen dari sistem transportasi yang berfungsi sebagai tempat perpindahan penumpang atau barang, pengendalian, pengawasan, pengaturan, dan pengoperasian sistem sirkulasi penumpang dan kendaraan dari tempat asal ke tempat tujuan.

Kondisi terminal saat ini, lanjutnya, secara umum operasionalnya masih belum optimal dan belum memberikan pelayanan secara baik kepada masyarakat serta  masih kurangnya pengetahuan SDM terhadap sistem informasi atau teknologi. Untuk itu, diperlukan sistem informasi yang mengatur pelayanan angkutan penumpang umum di terminal.

“Penerapan sistem Smartcard dan Cashless ini menjadi awal dari penerapan sistem transportasi darat di Jatim secara elektronik. Dengan adanya sistem SmartCard dan Cahsless ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan jasa yang tertib, aman, teratur, tepat waktu, bersih dan nyaman sebagaimana yang diamanatkan di dalam 5 Citra Manusia Perhubungan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga membagikan paket sembako kepada 25 orang tukang becak serta meninjau pelaksanaan donor darah yang ada di Terminal Anjuk Ladang.

Usai acara, Gubernur Khofifah juga melakukan penanaman Pohon Pule di area taman terminal. Turut hadir jajaran Forkopimda Kab. Nganjuk, Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Latief Usman, Direktur IT dan Operasional Bank Jatim Tonny Prasetyo, serta Kepala Bakorwil Bojonegoro Agung Subagyo. (bw)

Alhamdulillah, 28 Kabupaten/Kota di Jatim Level 1

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Gerak cepat dan sinergi terus dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. Berbagai pihak pun bahu membahu, bergotong royong mengerahkan upayanya untuk dapat menekan Covid-19.

Upaya tersebut mampu memberikan hasil yang menggembirakan bagi Provinsi Jawa Timur. Setelah terus mengalami penambahan kabupaten/kota yang masuk level 1 berdasarkan assesment dari Kemenkes RI, provinsi paling ujung timur Pulau Jawa ini juga mendapatkan perbaikan dari beberapa unsur penanganan Covid-19.

Berdasarkan rilis harian Kemenkes RI dan RS Online periode 15 Juli – 27 September 2021, beberapa unsur mengalami penurunan. Diantaranya, kasus harian dari 8.230 menjadi 92. Artinya terjadi penurunan sebanyak 98 persen pada rentang waktu periode tersebut. Kasus kematian harian mengalami penurunan dari 211 orang menjadi 14 atau turun sebanyak 93 persen.

Dari segi keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) juga mengalami penurunan baik Isolasi, ICU pada RS, maupun BOR pada RS Lapangan. BOR Isolasi pada periode 15 Juli – 27 September 2021 menurun dari 81 persen menjadi 6 persen atau terjadi penurunan sebesar 75 persen.

BOR ICU menurun dari 78 persen menjadi 11 persen atau turunnya sebanyak 67 persen. Sementara BOR RS Lapangan juga mengalami penurunan dari 74 persen menjadi 5 persen atau turun 69 persen.

Sebagai informasi, WHO menyatakan maksimal keterisian BOR di daerah adalah 60 persen. Atas capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan, terima kasih atas kerja keras, sinergi,  do’a serta kolaborasi dari tenaga kesehatan (nakes), Forkopimda, dan berbagai elemen strategis masyarakat. Di dalamnya juga ada pemkab/pemko, tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, media, seluruh relawan dan masyarakat yang bergotong royong ikut mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Jatim.

“Alhamdulillah, dari data yang dilansir dari rilis harian Kemenkes RI maupun RS Online, jumlah kasus harian kita mengalami penurunan sebanyak 98 persen. Begitu juga BOR RS terus menurun signifikan. BOR isolasi misalnya terdapat penurunan sebanyak 75 persen periode 15 Juli-27 September 2021,” ujar Khofifah di Grahadi Surabaya, Selasa (28/9) malam.

“Ini patut kita syukuri bersama dan saya sampaikan terima kasih atas kerja keras dan sinergi dari berbagai elemen masyarakat di Jatim. Pada saat yang sama mohon tetap jaga protokol kesehatan dan percepat vaksinasi,” tambahnya.

Menurut Khofifah, terjadinya penurunan atau pelandaian BOR yang signifikan ini menjadi kabar baik. Apalagi di Jatim penurunan tak hanya BOR Isolasi, tetapi juga ICU dan RS Lapangan. Sebagaimana diketahui sesuai standar dari WHO (organisasi kesehatan dunia) itu BOR minimal 60 persen.

“Meski BOR kita berada di bawah standar yang ditetapkan WHO, namun saya mohon tetap waspada dan diikuti dengan disiplin protokol kesehatan (prokes) serta percepatan vaksinasi,” pintanya.

Pada kesempatan yang sama, orang nomor satu di Jatim itu juga memaparkan, jumlah kabupaten/kota di Jatim yang masuk level 1 bertambah menjadi 28 daerah. Hasil ini diperoleh berdasarkan hasil assesment situasi Covid-19 dari Kemenkes RI per 26 September 2021 yang dirilis 27 September.

Sebagai informasi, assesment yang dilakukan Kemenkes RI tersebut berdasarkan atas hasil 6 parameter yaitu Kasus Konfirmasi, Rawat Inap RS, Kematian, Testing, Tracing dan Treatment yang dilakukan secara masif dan terukur sehingga menghasilkan predikat memadai.

Adapun 28 kabupaten/kota yang masuk level 1 antara lain Kab. Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kab. Sampang, Ponorogo, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Lumajang, Lamongan, Kota Surabaya, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kab. Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, dan Banyuwangi.

Sementara, untuk daerah di Jatim yang berada pada level 2 yaitu sebanyak 10 kabupaten/kota. Diantaranya, Kab. Tulungagung, Trenggalek, Probolinggo, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Madiun, dan Bangkalan.

“Alhamdulillah jumlah kabupaten/kota di Jatim kembali mengalami penambahan pada level 1. Sebanyak 73,68 persen atau 28 daerah di Jatim sudah masuk level 1, sementara  level 2 sebanyak 26,32 persen atau 10 kabupaten/kota di Jatim,” tandas Khofifah.

Meski demikian, Khofifah terus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap  waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Ini penting, karena kedisiplinan menjalankan prokes menjadi salah satu kunci untuk melindungi diri kita dan orang di sekeliling kita dari penularan Covid-19.

“Terima kasih atas semua kerja keras, kekompakan dan do’a terbaik untuk kita semua. Kita terus berikhtiar dan berdoa agar kondisi Covid-19 di Jatim makin terkendali, dan makin melandai. Mari kuatkan disiplin prokes dan percepat vaksinasi. Jangan lengah, jangan kendor,” pungkasnya. (bw)

Giliran, 1.156 Warga Binaan Lapas Kelas II A Sidoarjo Divaksin

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Percepatan vaksinasi Covid-19 guna membentuk herd immunity masyarakat Kabupaten Sidoarjo terus ditingkatkan. Seperti dilakukan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A bersinergi dengan Polresta Sidoarjo, menyuntikan Vaksin Covid-19 kepada 1.156 warga binaan di Lapas Kelas II A, Sidoarjo dan warga sekitar.

Jalannya vaksinasi diadakan dalam dua hari dan menerapkan protokol kesehatan ketat. Pada hari pertama vaksinasi di dalam Lapas Kelas II A, Rabu (29/9), dipantau langsung Kepala Lapas Kelas II A Sidoarjo Teguh Pamuji dan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.

Kalapas Kelas II A Sidoarjo Teguh Pamuji menjelaskan, bahwa sejumlah 1.156 warga binaannya nanti juga akan kembali lagi ke masyarakat. “Di tengah situasi pandemi Covid-19, mereka juga berhak mendapatkan suntikan vaksinasi sebagai upaya membentuk herd immunity,” jelasnya.

Untuk menunjang program vaksinasi Covid-19 di Lapas Kelas II A, pihak lapas bersinergi dengan Polresta Sidoarjo. “Sebelumnya kami mendapatkan alokasi dosis vaksin dari Dinas Kesehatan. Karena tidak mencukupi, akhirnya kami berkolaborasi penyediaan dosis vaksin bersama Polresta Sidoarjo,” tambah Teguh Pamuji.

Usai memantau jalannya vaksinasi Covid-19 di dalam lapas, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro mengapresiasi langkah baik dalam mewujudkan herd immunity bagi warga binaan Lapas Kelas II A.

Menurut dia, upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 harus dilakukan bersama-sama. Seperti dilakukan pihak Lapas Kelas II A bersama Polresta Sidoarjo, dengan memvaksinasi ribuan warga binaan dan masyarakat sekitar.

“Akselerasi vaksinasi Covid-19 harus menyasar semua masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Untuk segera membentuk herd immunity. Termasuk warga binaan yang ada di dalam Lapas Kelas II A Sidoarjo,” ujarnya.

Saat meninjau di dalam lapas, Kapolresta Sidoarjo juga menghimbau penerapan protokol kesehatan harus semaksimal mungkin dipatuhi. Sistem keamanan dan kebersihan di dalam lapas, juga mendapatkan perhatian dari Alumni AKABRI 1998 ini.

“Semuanya sudah dijalankan dengan baik dan tepat oleh Kalapas dan jajarannya. Semoga warga binaan di dalam sini sehat serta terhindar dari Covid-19,” imbuhya. (no)

Tingkatkan Produktivitas, SIG Beri Pelatihan Peternakan

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Untuk meningkatkan usaha  peternakan  lebih produktiv, perusahaan plat merah ini memberi pelatihan. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui SIG Mandiri menggelar Pelatihan Peternakan Terpadu di Kabupaten Gresik dan Tuban.

Kegiatan ini sebagai upaya pemberdayaan serta peningkatan kompetensi masyarakat khususnya UMKM mitra binaan SIG disektor peternakan agar usahanya lebih produktiv. Pelatihan peternakan terpadu di Kabupaten Gresik dilaksanakan pada Senin-Selasa (27-28/9) di Hotel Aston Gresik.

Kegiatan ini diikuti 31 peternak yang berasal dari 13 desa dan kelurahan di 9 kecamatan. Sedangkan pelatihan di Kabupaten Tuban, telah dilaksanakan pada pertengahan September lalu di Hotel Mustika.

Kegiatan ini diikuti 45 peternak yang berasal dari 12 desa dari Kecamatan Merakurak, Kerek, Semanding, dan Plumpang, Tuban. Adapun materi pelatihan yang diberikan diantaranya mengenai cara budidaya ternak sapi, kambing, domba dan ayam.

Peserta juga diajarkan cara pengelolaan limbah peternakan sehingga bisa dimaksimalkan sebagai pupuk dan energi alternatif untuk kebutuhan rumah tangga. Selain memberikan pemahaman tentang teori peternakan terpadu, para peserta juga diajak untuk turun langsung melihat pengelolaan peternakan terpadu di Kelompok Lembu Jaya Pangestu, Gresik.

Sedangkan untuk pelatihan peternakan di Tuban, peserta diajak ke UPT Pembibitan Ternak (PT) dan Hijauan Makanan Ternak (HMT) Dinas Peternakan setempat. General Manager of CSR SIG, Edy Saraya mengatakan kegiatan ini untuk membina dan memberdayakan usaha peternakan agar lebih produktif.

Tidak hanya diajarkan tentang peningkatan produktivitas ternak namun juga cara mengelola limbah ternak agar lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. “Melalui pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan sebuah ekosistem pertanian dan peternakan terpadu. Mulai pakan ternak, hewan ternak, hingga limbah ternak bisa menjadi pupuk dan bio gas, semua bisa bermanfaat,” jelas Edy Saraya.

Diharapkan ilmu yang diberikan  bisa  untuk meningkatkan produktivitas usaha ternak. Trainer pelatihan dari PT Swen Inovasi Transfer, Sri Wahyuni menambahkan usaha peternakan memiliki potensi yang besar jika dikelola dengan baik.

“Selama ini peternak hanya mengandalkan cara konvensional, padahal jika dikelola dengan baik, usaha peternak dapat lebih produktif sehingga mampu menambah penghasilan bagi mereka,” ujar Sri Wahyuni.

Melalui pelatihan ini pihaknya mengajak peternak lebih kreatif, inovatif dalam mengembangkan usahanya. Adanya pelatihan disambut baik oleh Nur Kholidah, pemilik peternakan kambing UD Arbai’i, Gresik.

Menurut dia, banyak manfaat yang diperoleh, diantaranya lebih mengenal berbagai jenis kambing dan domba yang baik untuk dibudidayakan. Dan juga pengolahan makanan agar kambing lebih tumbuh maksimal.

”Selain ilmu, pelatihan ini menjadi wadah silaturahmi bagi peternak yang ada di Kabupaten Gresik, sehingga diharapkan dapat terjalin sinergi sesama peternak untuk pengembangan usaha kedepan,” ujarnya. (dra)

Tatkala Gayatri Menggagas Mega Pertiwi

0

Tuban, (pawartajatim.com) – Nama Gayatri bukanlah nama sebenarnya. Itu adalah nama panggilan akrab Ita Hariyanti, S.Sn., seorang seniman tari perempuan kenamaan kelahiran Tuban 44 tahun yang lalu. Seperti halnya, sosok Gayatri putri bungsu Prabu Kertanegara, Raja Singhasari terakhir, Ita Gayatri, juga memiliki sifat-sifat yang sama.

Dia memiliki kemampuan manajerial luar biasa. Seperti halnya perempuan agung bergelar Rajapatni tersebut. Kitab Desawarnana atau juga yang dikenal dengan nama Negarakertagama  karangan Mpu Prapanca  Pupuh 48 menyebutkan : “Adalah watak Rajapatni Gayatri yang agung, sehingga mereka menjelma pemimpin besar sedunia, yang tiada tandingannya.

Putri, menantu, dan cucunya menjadi raja dan ratu. Dialah yang menjadikan mereka penguasa dan mengawasi semua tindak tanduk mereka. Saat Ita Gayatri, mendapatkan kepercayaan dari Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Tuban, menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kebudayaan.

Perempuan cantik alumni Sekolah Menengah Kesenian Indonesia/SMKI Negeri Surabaya ini berhasil mewujudkan keinginannya untuk membuka sebuah sanggar tari di Gedung Sekretariat partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

“Maksud dan tujuan dibentuk sanggar adalah untuk memberikan wadah, dukungan kepada para generasi muda untuk berkarya dan mengekspresikan diri, serta belajar seni,” kata penggagas Sanggar Tari Mega Pertiwi, Ita Hardiyanti, kepada pawartajatim.com Selasa (28/9).

Selain itu, menurut perempuan kolektor keris dan tosan aji ini, tujuan utama  berdirinya sanggar ini adalah untuk menjaga, melestarikan, serta mengembangkan kesenian warisan leluhur.

Bahkan lebih jauh, Ita, yang juga Kepala Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban itu menegaskan bahwa ini merupakan komitmen partai untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur dengan

Menjadikan kantor partai sebagai pusat kegiatan budaya. Sanggar tari besutan alumni Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya ini, diberi nama Mega Pertiwi, yang artinya angkasa atau langit yang membumi.

“Nama Mega Pertiwi dedikasikan untuk Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk Ibu Pertiwi,” jelas putri mantan kepala desa di Merak Urak ini.

Berbagai kegiatan dilakukan di sanggar Mega Pertiwi antara lain, seni tari, seni rupa/lukis, seni musik, macapat, dan teater. Semua pelatihnya berasal dari pengurus BKN sendiri. Kemampuan manajerial pengagum Gayatri Rajapatni ini, kembali diuji saat dia diharuskan membuat sistem pembiayaan untuk pengajaran di sanggar tersebut.

“Sesuai kesepakatan anggota, disini dikenakan iuran sebesar Rp 15.000/bulan, digunakan untuk pengadaan properti dan pengembangan kegiatan,” tambah pelatih tari di beberapa sekolah ini. Harapan perempuan yang pernah tinggal di Surabaya ini sangat sederhana.

Yaitu, ingin sanggar seni Mega Pertiwi, terus berkembang, dan menjadi pusat kegiatan seni budaya untuk anak- anak, dan remaja di Tuban. Mengasah bakat, dan menjadi wadah sesuai harapan mereka,  sehingga kelak akan  lahir karya dan talenta kreatif serta berprestasi.

“Kedepan kami ingin memiliki gamelan sendiri sehingga bisa belajar macapat atau karawitan tanpa meminjam kepada pihak lain,” pungkas Ita Gayatri. (nn)

Result Oriented Government Jadi Urgent di BKKBN

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pembinaan Pegawai bagi seluruh ASN di lingkungan Perwakilan BKKBN Jawa Timur/Jatim, UPT Balai Diklat KKB Malang dan Jember pada hari Senin (27/9). Sesuai dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, penyelenggaraan kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Ruang Lestari dengan peserta terbatas dan ASN Perwakilan BKKBN Jatim lainnya mengikuti secara virtual dari ruang kerja dan kediaman masing-masing.

Dalam kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan ini, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur/Jatim, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., mengatakan, jumlah ASN Perwakilan BKKBN Jawa Timur berjumlah 129 orang, di UPT Malang dan Jember berjumlah 26 orang, PPNPN 47 orang. Sedangkan jumlah Penyuluh KB (PKB) berjumlah 1.855 orang, terdiri dari PKB Ahli 73 persen, Trampil 27 persen, dan PKB Ahli Madya 40,43 persen.

Teguh menerangkan BKKBN Jatim mempunyai 4 aset utama, yang berada di Jember, Malang, Latbang, dan Airlangga Surabaya. “UPT Diklat Malang dan Jember merupakan aset BKKBN/DHM. Sedangkan kantor pusat Airlangga dan latbang saat ini sedang proses sertifikat,” ujarnya.

Dalam anggaran, tahun 2021, BKKBN Jatim mempunyai pagu anggaran sebesar Rp 413 miliar dan realisasinya sebesar 74 persen, dan ada penambahan anggaran untuk stunting sebesar Rp.18 miliar. “Alhamdulillah 2020, semester I dan II, kami mendapat penghargaan dari DJA Kanwil Jatim sebagai Satker dengan Pagu Anggaran Besar Rp.100 s/d Rp 500 miliar,” terang Teguh.

Kesempatan yang sama, Sekretaris Utama BKKBN Pusat, Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si, dalam arahannya terkait Percepatan Reformasi Birokrasi Menuju Result Oriented Goverment, bahwa BKKBN dalam melakukan apapun, akuntabilitas kinerja harus berorientasi pada hasil kerja.

Result Oriented Government merupakan dimensi penting dan urgent yang harus dilakukan di BKKBN dalam percepatan reformasi menuju lembaga yang handal dan dapat terpercaya dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas.

Tavip menerangkan ada beberapa pengungkit yang harus terpenuhi. “Pengungkit terdiri dari manajemen perubahan, penataan peraturan, penataan dan penguatan organisasi, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” urai Tavip.

Dari pengungkit itu, Tavip, menerangkan akan ada hasil yang akan diraih. Pertama, Perubahan budaya kerja organisasi. Kedua, Peraturan yang tidak tumpang tindih. Ketiga, Organisasi yang tepat ukuran (PBO) dalam pencapaian kinerja.

Keempat, Busines Proses yang implementatif. Kelima, ASN yang profesional. Keenam, Kinerja fisik dan keuangan. Ketujuh, Peningkatan Integritas aparatur. Kedelapan, pada saat pemerintahan di klik Langsung nyambung, dan Kesembilan, Pelayanan publik yang berkualitas.

Tavip Agus Rayanto, menyatakan, melalui pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam layanan pemerintahan efisiensi, efektivitas transparansi dan akuntabilitas serta keamanan penyelenggaraan pemerintah akan meningkat.

Pemanfaatan teknologi tersebut tentu sangat mendukung pelaksanaan tugas BKKBN, terutama yang saat ini diamanatkan oleh Presiden RI melalui Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting.

“BKKBN yang ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana percepatan penurunan stunting, ditargetkan untuk mencapai penurunan angka prevalensi stunting menjadi 14 persen di tahun 2024, penurunan angka stunting ini merupakan tantangan tersendiri bagi BKKBN,” tambah Tavip.

Sekretaris Utama BKKBN, mengingatkan kepada seluruh ASN bahwa dalam melakukan tupoksinya harus mampu membangun SIKAP. SIKAP disini dimaknai sebagai upaya membangun komitmen melakukan perubahan melalui sebuah tool, yaitu Sistem Kinerja Akuntabilitas Publik (SIKAP) untuk mewujudkan Result Oriented Government.

Bahwa kunci sukses Percepatan reformasi birokrasi BKKBN adalah Moral Obligation, yang meliputi berintegritas, mempunyai strategi, mempunyai komitmen, ada keteladanan, mau bekerja keras, dan Making Change Making History. (bw)

Peringati Hari Kontrasepsi se-Dunia, BKKBN Jatim Raih MOP Terbanyak

0

 Jakarta, (pawartajatim.com) – BKKBN menyatakan saat ini angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi mencapai 27,67 persen. Kepala BKKBN Dr (HC) dr Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) pada acara Puncak Kegiatan Pencanangan Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Bersama Mitra Kerja Tahun 2021 dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh setiap 26 September yang diselenggarakan secara virtual dan luring di Auditorium BKKBN, Jakarta, Senin (27/9), mengatakan, angka stunting yang masih tinggi yaitu di angka 27,67 persen menunjukkan bahwa generasi saat ini sepertiganya masih belum berkualitas dengan baik.

Stunting itu punya 3 konsekuensi, konsekuensi yang pertama adalah postur tubuhnya jadi tidak memenuhi syarat untuk bersaing, semua stunting pendek tetapi orang pendek belum tentu stunting. Orang stunting ini intelektualnya tidak bisa mencapai optimal sehingga untuk bersaing menjadikan orang yang cerdas dan memiliki pengetahuan yang tinggi agak berat.

‘’Orang yang stunting pada hari tuanya usia 45 tahun keatas mudah sakit-sakitan, sakitnya bisa gangguan metabolisme seperti kencing manis atau bisa juga gangguan kardiovaskuler seperti tekanan darah tinggi, stroke, kemudian serangan jantung. Itulah orang stunting, masa kecilnya tidak bisa bersaing masa tuanya cepat tidak produktif karena kemudian tidak sehat,” terang dr Hasto Wardoyo.

Hasto menambahkan, mencegah stunting itu penting untuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. “Jujur kalau saya ditanya apa nilai tukarnya Sumber Daya Alam (SDA), ketika SDA diambil sehingga akhirnya habis maka satu-satunya nilai tukar yang nilainya sama adalah kualitas SDM karena suatu wilayah tetap akan bisa hebat dan kaya meskipun SDA nya sudah habis kalau SDM nya unggul. Ini jelas kita lihat di beberapa negara tidak punya SDA tetapi SDM nya unggul tetap hebat dan sukses, yang punya SDA tapi SDM nya tidak unggul malah justru tidak hebat,” ujar Hasto.

Dijelaskannya, ada satu kunci yang perlu diketahui bersama bahwa jarak antara hamil yang satu dengan hamil yang berikutnya, kemudian jarak antara melahirkan satu dengan melahirkan berikutnya sangat berkorelasi dengan stunting dan sangat berkolerasi dengan autisme.

“Karena itu sudah jelas bahwa kalau habis melahirkan tidak memakai kontrasepsi kemudian nanti hamil lagi jaraknya kurang dari 2 tahun maka peluang untuk terjadi stunting cukup besar, peluang untuk menjadi autisme sangat besar, peluang untuk anaknya menjadi mental emotional disorder cukup besar. Inilah sebab kenapa kontrasepsi menjadi penting, jarak kelahiran menjadi penting dalam rangka untuk melahirkan generasi yang unggul bebas dari stunting,” imbuhnya.

Program stunting ini lanjutnya, akan dikuatkan dengan PKK, kemudian juga dengan Kepala Daerah kemudian juga dengan organisasi profesi sebagai pendamping keluarga di tengah-tengah masyarakat.

“Saya akan mendukung sepenuhnya kepada para Gubernur, dan BKKBN menyediakan anggaran melalui DAK, BOKB maupun DAK fisik yang langsung kita berikan ke daerah-daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, dr. Eni Gustina menjelaskan pada tahun ini kami juga sedang memulai dan akan kita launching gerakan rumah sakit pelayanan Keluarga Berencana (GEMA KENCANA), agar masyakarakat dapat mengakses terkait fasilitas kesehatan. Pada tahun 2020 yang lalu meskipun kita sudah berupaya meningkatkan capaian modern kontrasepsi, target 61,7 persen akan tetapi tingkat keberhasilannya 59,7 persen patut kita syukuri capaian keberhasilannya sudah meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun ini kita berharap kita bisa mencapai target untuk 2024 yakni menjadi 63,4 persen.

Dikatakannya, hal-hal pelayanan KB bersama mitra 2021 akan mencakup beberapa rangkaian kegiatan secara berkesinambungan di mulai 26 September  – 30 November mendatang.

“Rangkaian kegiatan ini bertujuan pastinya meningkataan keikutsertaan program KB serta meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai program KB dengan stakeholder, provider, mitra kerja, meningkatkan kemitraan pada usia subur dimasa pandemik, meningkatkan komitmen dan stakeholder, meningkatkan dukungan pemerintah daerah, meningkatkan realisasi target aseptor, serta meningkatkan upaya BKKBN provinsi untuk terus bersinergi terkait program KB ini,” jelas Eni.

Pada kegiatan tersebut juga turut diselenggarakan pemberian penghargaan secara simbolis pada kegiatan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor tahun 2021. Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur berhasil mendapatkan penghargaan, antara lain :

  1. Juara 1 Capaian MOP Tingkat Provinsi.
  2. Juara 3 Total Capaian Pelayanan MKJP di Rumah Sakit, oleh RSIA KIRANA, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jatim.
  3. Juara 2 Total Capaian Pelayanan MKJP di Praktek Mandiri Bidan (PMB), Oleh Bidan Tutut, Kota Pasuruan, Provinsi Jatim
  4. Rumah Sakit Unggulan Pelayanan KB, oleh RS AURA SYIFA, Kabupaten Kediri, Provinsi Jatim.

Pada kesempatan yang berbeda, Drs Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah, OPD-KB Kabupaten/Kota, Bidan, PKB, PPKBD, Sub PPKBD atas dukungan terhadap kesuksesan program Bangga Kencana di Jawa Timur, serta tak lepas peran dan kerjasama dari berbagai Fasilitas Kesehatan dan mitra kerja.

“Kita harus mempersiapkan kualitas SDM dari sekarang, sudah waktunya fokus kita pada pembangunan manusia, termasuk program di tahun 2021 yakni penurunan jumlah angka stunting, program Bangga Kencana dapat sukses dilaksanakan pada masa Pandemi Covid-19 dan tantangan penurunan angka Stunting di Jawa Timur dapat segera dilaksanakan secara konkrit integratif dan komprehensif, melalui peran seluruh sektor di tingkat Provinsi dan Kabupaten serta Kota,” papar Teguh. (bw)

Pembangunan di Sidoarjo Terapkan Konsep Pentahelix

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Kolaborasi bersama sangat dibutuhkan dalam akselerasi pembangunan. Oleh sebab itu pembangunan di Kabupaten Sidoarjo sekarang ini menerapkan konsep Pentahelix atau Multipihak.

Bila itu tidak dilakukan maka pembangunan akan lebih lambat. Hal itu disampaikan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) saat menghadiri peresmian IGD Modern dan layanan kemoterapi RSI Siti Hajar Sidoarjo, Selasa (28/9).

Bupati Sidoarjo mengatakan sebuah daerah atau bahkan negara tidak akan maju tanpa dukungan dari stakeholder lainnya. “Konsep pentahelix harus kita pegang selalu, antara pemerintah, swasta, akedemisi, masyarakat serta media harus saling menopang satu dengan yang lainnya,” katanya.

Menurut Gus Muhdlor konsep pentahelix itu sudah dilakukannya. Seperti dalam menangani pandemi Covid-19 saat ini. Rumah sakit yang ada bahu-membahu bersama pemerintah menangani pencegahan penyebaran virus korona.

Dirinya meminta kerjasama seperti ini dapat diperkuat. “Seluruh rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo bahu membahu untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid bersama-sama, mulai dari vaksinasi, pelayanan Covid seperti masalah peti jenazah sampai pemulasarannya selalu dilakukan bersama,” ucapnya.

Menurut dia, dirinya sangat mendukung keberadaan rumah sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo. Dikatakannya RSI Siti Hajar Sidoarjo bukan hanya menjadi kebanggaan warga NU saja. Namun juga menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Sidoarjo seluruhnya.

“Rumah sakit Siti Hajar ini bukan hanya kebanggaan warga NU saja, tetapi kebanggaan warga Sidoarjo secara umum,” ujarnya. Direktur Utama RSI Siti Hajar Sidoarjo, dr Hidayatulloh Sp.S mengatakan, gedung IGD Modern memiliki konsep one stop service.

Yakni pelayanan kesehatan yang terintegrasi disatu gedung Darul Firdaus berlantai 9 dengan berbagai jenis pelayanan. Salah satunya ruang cathlab untuk kateterisasi jantung yang sempat ditinjau Gus Muhdlor.

Dalam peresmian IGD Modern dan layanan kemoterapi RSI Siti Hajar Sidoarjo yang dilakukan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, AAK di ruang Darunnajah lantai 9 RSI Siti Hajar Sidoarjo pagi tadi juga dihadiri Ketua PP Arsinu Dr. dr. HM. Zulfikar As’ad MMR. (no)