Industri Percetakan dan Pengemasan Siap Bangkit lewat GPPE 2024

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Global Printing and Packaging Expo (GPPE) 2024 siap digelar di Surabaya pada 12-14 Desember 2024 mendatang. Pameran yang akan mempertemukan secara langsung para produsen atau distributor percetakan dan pengemasan tersebut, ditargetkan mampu mendongkrak industri percetakan dan pengemasan, khususnya di Jawa Timur/Jatim di Grand City Convex Surabaya,.

Ketua Asosiasi Teknik Grafika dan Media Indonesia (ATGMI), Herman Pratomo, mengatakan pihaknya mendukung sepenuhnya pameran ini. Selain menyajikan tren dan peluang bisnis di industri percetakan dan pengemasan, pameran ini juga memiliki unsur edukasi yang komprehensif, sehingga dapat diaplikasikan dalam pelaksanaannya.

Menurut Herman, pameran ini akan membantu para industri percetakan dan pengemasan di Indonesia dalam memamerkan produk, teknologi dan layanan terbaru. Sehingga, dapat mendorong adanya inovasi dan kolaborasi dalam industri.

“Ekspansi strategis ini memungkinkan kami menghadirkan solusi percetakan dan pengemasan terdepan di industri. Sehingga, lebih dekat kepada klien-klien kami di wilayah Surabaya dan sekitarnya dengan menyediakan kebutuhan mereka,” ujar Herman di Surabaya, Rabu (28/2/2024).

Melalui pameran ini, pihaknya juga ingin memacu pengembangan sektor industri percetakan dan pengemasan demi memenuhi permintaan pasar lokal dan internasional. “Selain itu, juga memberikan kesempatan bagi pengusaha untuk mengikuti tren dan teknologi canggih terkini,” ungkap Herman.

Ketua Bidang Teknik ATGMI, Clay Wala, mengakui sektor grafika di Indonesia, seperti percetakan kemasan masih jauh tertinggal dibandingkan negara lain, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

“Pelaku usaha di sektor ini diharapkan bisa bersama-sama memajukan industri percetakan dan pengemasan,” tegasnya. Menurut Clay, pihaknya terus mengembangkan inovasi dalam sektor grafika dan pengemasan.

“Kami terus memacu peningkatan produktivitas dan efisiensi bisnis, mulai dari teknologi cetak digital hingga mesin terbaru, peralatan hingga perangkat lunak,” jelasnya. Dalam kesempatan yang sama, General Manager PT Pelita Promo Internusa, Sofianto Widjaja, meyakini sebagai penyelenggara GPPE 2024, pihaknya optimistis kehadiran GPPE 2024 di Surabaya akan menjadi puncak dari rangkaian pameran yang digelar dan diharapkan akan mendapat respon positif bagi industri percetakan dan pengemasan.

“Kami sangat senang menghadirkan pameran GPPE 2024 di Surabaya yang diharapkan dapat memberikan perubahan yang lebih besar untuk industri percetakan dan pengemasan di Indonesia. Kondisi pasar yang kondusif ini juga menarik investasi jangka panjang dan mendorong pertumbuhan bisnis bagi pendatang baru,” terangnya.

Rencananya, GPPE 2024 akan digelar di Grand City Convex Surabaya pada 12-14 Desember 2024 mendatang, menyusul kesuksesan sebelumnya di dua kota besar di Indonesia, yakni Jakarta dan Semarang yang diikuti lebih dari 100 peserta pameran dan sebanyak 14.160 pengunjung yang potensial. (red)

Desa Berdaya, Eksplorasi Produk Unggulan yang Menarik dari Sebuah Komunitas Pedesaan dengan PMM Kelompok 67

0

Malang, (pawartajatim.com) – Sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melangsungkan Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian UMM di Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang mengenai UMKM yang sudah ada.

Kegiatan ini dilakukan oleh kelompok 67 gelombang 9 yang terdiri dari lima anggota. Yakni, Linda Roslia, Mutiara Elainindistya, Brillian Musa Maulana, Mawaddatul Rohimah, dan Rama Dicky Pratama.

Selain itu, juga terdapat Dosen Pembimbing Lapang (DPL) yaitu Febri Arif Cahyo Wibowo, S.Hut.,M.Sc. Dalam dunia bisnis yang kompetitif, memilih produk unggulan adalah langkah strategis yang dapat membuat perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan.

Produk unggulan adalah produk yang dianggap sebagai yang terbaik dalam kategori atau industri tertentu. Artikel ini akan menjelaskan mengapa pemilihan produk unggulan sangat penting dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi kesuksesan bisnis.

Dengan adanya kebijakan untuk memiliki produk unggulan yang diterapkan oleh Kecamatan Pakis kepada PKK (Pemberdaya Kesejahteraan Keluarga) bagi setiap desa dapat menjadi sumber pendapatan baru.

Sehingga dapat meningkatkan perekonomian desa serta membuka lapangan pekerjaan juga melambangkan identitas daerah tersebut. Produk yang dipilih sebagai produk unggulan ini pertama dapat difokuskan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada di daerah tersebut.

Sehingga tidak terbuang begitu saja. Kedua meminimalisir risiko yang tidak akan berakibat pada kerugian finansial dan waktu. Ketiga adalah demi menjaga keberlanjutan produk tanpa merusak lingkungan.

Desa Asrikaton, salah satu desa yang berada di Kecamatan Pakis, tanpa disadari memiliki belimbing wuluh dan tomat yang terabaikan dan sedang mengalami penurunan harga pada saat itu. Dalam hal ini para warga melihat potensi yang baik pada belimbing wuluh atau tomat sehingga mereka melakukan percobaan pada kedua bahan baku tersebut yang diolah menjadi produk inovatif.

Percobaan pada belimbing wuluh berhasil dengan nama produk KISBILUH (Kismis Belimbing Wuluh) yaitu manisan kismis yang terbuat dari belimbing wuluh sedangkan percobaan pada tomat melahirkan TORAKUR (Tomat Rasa Kurma). Kedua produk ini berhasil menarik perhatian dan mendapatkan respon positif dari masyarakat sekitar.

Proses pengolahan KISBILUH memakan waktu yang tidak terlalu lama dengan kemungkinan 5-7 hari pengerjaan. Adapun langkah – langkah dalam pembuatan KISBULUH diantaranya yaitu sebagai berikut :

  1. Potong dua sisi ujung belimbing wuluh.
  2. Rendam belimbing wuluh dengan air kapur sirih selama 2 jam.
  3. Tiriskan lalu cuci bersih belimbing wuluh.
  4. Siapkan panci untuk merebus belimbing wuluh.
  5. Masukkan air beserta gula pasir, tunggu sampai mendidih.
  6. Masukkan belimbing wuluh kedalam panci yang berisi air dan gula pasir.
  7. Tunggu belimbing wuluh sampai berubah warna keemasan kemudian matikan api. Tunggu sampai dingin dan ditutup sampai 24 jam.
  8. Tiriskan belimbing wuluh, air rebusan direbus sampai mendidih kemudian tunggu sampai dingin. Lakukan sampai 3 – 5 kali fermentasi untuk menentukan tingkat keasaman.
  9. Pada hari ke-3 tiriskan belimbing wuluh, tata dalam loyang untuk siap dijemur selama 2 hari.
  10. Setelah dijemur, belimbing wuluh siap diproses untuk pengemasan.

Setelah melalui serangkaian langkah – langkah dalam pembuatan produk unggulan desa, yaitu kismis belimbing wuluh, hasilnya adalah produk berkualitas tinggi yang siap dipasarkan. Dengan memanfaatkan keberagaman alam dan keahlian petani lokal.

Desa Asrikaton berhasil menciptakan kismis belimbing wuluh yang memiliki rasa yang enak dan kandungan gizi yang tinggi. Produk ini tidak hanya menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Asrikaton, tetapi juga menjadi kebanggaan desa itu sendiri.

Proses produksi dengan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan juga menjadi bukti komitmen desa dalam menjaga lingkungan. Namun, disayangkan, terdapat beberapa hambatan yang menghadang dalam kelangsungan proses produksi kedua produk andalan ini.

Salah satunya adalah belum tersedianya kebun belimbing wuluh yang diperlukan untuk memperlancar jalannya produksi KISBILUH, selain itu, kenaikan harga tomat juga menjadi kendala yang signifikan, mengakibatkan kesulitan dalam pelaksanaan produksi TORAKUR dengan lancar. (a ely)

RPIN Academy 2024, Pemuda Ngawi Menuju Go Internasional

0

Ngawi, (pawartajatim.com) – Rumah Pemimpin Indonesia Ngawi (RPIN) Foundation melaksanakan Opening Ceremony RPIN Academy 2024 yang bertajuk “Media Pemantik Inspirasi Pemuda Ngawi Menuju Go Internasional” yang dilaksanakan di Command Center Ngawi, Sabtu (24/2/2024).

Kegiatan upacara pembukaan program mentoring selama satu tahun tersebut dihadiri Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., dan 16 peserta RPIN Academy dari tujuh (7) sekolah berbeda di Ngawi beserta perwakilan orang tua dan guru dari sekolah yang terwakili.

Proses seleksi dan non-seleksi pada tahun pertama penyelenggaraan RPIN Academy menghasilkan perwakilan dari SMPN 1 Ngawi, SMPN 2 Ngawi, MTsN 3 Ngawi, SMAN 1 Ngawi, SMKN 1 Ngawi, MAN 1 Ngawi dan MAN 2 Ngawi.

Bupati Ngawi menyatakan rasa bangga dan dukungan penuh atas inisiasi yang dilakukan oleh RPIN Foundation melalui program RPIN Academy 2024. “Adik-adik harus semangat berproses untuk menggapai mimpi dan cita-cita masing-masing karena kerja keras itulah yang nantinya membawa adik-adik kepada kesuksesan,” ujarnya.

Pernyataan Bupati Ngawi tersebut disambut hangat oleh salah satu peserta Opening Ceremony, Putut, Guru SMKN 1 Ngawi yang juga merupakan alumni program Teacher Training di Jepang.

Sebagai program inovatif yang sulit untuk ditemukan di daerah lain, beliau menyampaikan bahwa perlu dukungan dari seluruh pihak supaya kegiatan mentoring dapat berjalan terus demi mencapai hasil akhir yang diharapkan.

Gilang Maulana Majid, PhD (cand.) selaku Ketua Umum RPIN Foundation bersama jajaran tim dan volunteer menyatakan komitmen untuk terus mendampingi dan menjalankan program sebagaimana yang telah direncanakan.

“Di akhir tahun 2024 nanti kita akan ada Graduation Ceremony dan tiga bulan sebelum itu, kita akan masifkan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di Ngawi bersama adik-adik selaku RPIN Ambassador supaya inspirasi positif yang kita mulai dari kegiatan ini dapat tertular ke berbagai pihak di Ngawi, bahkan luar Ngawi,” katanya.

Antusiasme peserta semakin tinggi berkat dukungan penuh yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi dan sejumlah mitra serta sponsor yang berasal dari organisasi kepemudaan dan pengusaha lokal Ngawi.

Selanjutnya, RPIN Foundation akan berfokus pada kegiatan belajar mengajar dengan berbekal lima modul yakni Advanced English, Technology Adoption, Management of Life Skills, International Exposure dan Public Speaking.

Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap dua minggu sekali dengan format daring dan luring. (rizal)

Tiket Lebaran di Daop 8 Surabaya Terjual 49.000 Lebih

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (KAI Daop) 8 Surabaya mencatat sebanyak 49.706 tiket angkutan lebaran telah terjual pada periode 31 Maret 2024 hingga 11 April 2024 atau H-10 hingga H+2 lebaran.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan stasiun dengan pemberangkatan terbanyak terjadi di Stasiun Surabaya Gubeng yang akan melayani 16.065 pelanggan.

“Untuk Stasiun Surabaya Pasarturi sebanyak 12.163 pelanggan, Stasiun Malang 7.080 pelanggan, dan diikuti stasiun lain di Daop 8 Surabaya,” kata Luqman, di Surabaya Selasa (27/2/2024).

Menurut Luqman, pada masa arus mudik tersebut, pemesanan terbanyak terjadi pada 5-8 April 2024 dengan 28.413 tiket KA jarak jauh yang telah terpesan oleh calon penumpang. “Mayoritas didominasi dengan pelanggan tujuan Semarang, Madiun, Solo, Jember, Banyuwangi, Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta,” ungkapnya.

Sementara itu, KA keberangkatan Daop 8 yang tiketnya terbanyak terpesan adalah KA Airlangga tujuan Surabaya Pasarturi-Pasarsenen, KA Sritanjung tujuan Ketapang-Surabaya Gubeng-Lempuyangan, KA Sancaka tujuan Surabaya Gubeng-Yogyakarta.

Selanjutnya, KA Tawangalun tujuan Malang Kotalama-Ketapang, KA Jayabaya tujuan Malang-Pasarsenen, serta KA Sembrani tujuan Surabaya Pasarturi-Gambir. “KAI berkomitmen melayani pelanggan sebaik mungkin pada masa angkutan lebaran melalui perjalanan kereta api yang selamat, aman dan nyaman,” terangnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melakukan mudik Lebaran baik saat mudik atau balik, dengan menggunakan transportasi kereta api, agar sesegera mungkin melakukan pemesanan tiket lebaran.

“Selain itu, saat melakukan pemesanan agar memperhatikan dengan baik saat memasukkan identitas serta memilih jadwal keberangkatan KA,” pungkasnya. (red)

Tiket KA Balik Lebaran Bisa Dipesan 27 Februari 2024

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya mulai membuka pemesanan tiket Angkutan Lebaran untuk arus balik (H+1), pada Selasa 27 Februari 2024 pukul 00.00 WIB untuk keberangkatan 12 April 2024 dan seterusnya.

“Bagi masyarakat yang akan melakukan pemesanan tiket pada masa angkutan lebaran 2024, harap diperhatikan kembali dan teliti dalam memasukkan data identitas penumpang, tanggal keberangkatan serta jadwal perjalanan KA, agar tidak ada kekeliruan pemesanan dan keberangkatan nantinya,” kata  Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif di Surabaya, Selasa (27/2/2024).

Menurut Luqman, terkait tarif tiket kereta api di periode Angkutan Lebaran, tetap mengacu pada ketentuan Tarif Batas Bawah (TBB)-Tarif Batas Atas (TBA) untuk kereta api yang termasuk dalam KA Komersial.

“Adapun harga tiket untuk KA Public Service Obligation (PSO) atau yang mendapat subsidi, tarifnya selalu tetap sesuai dengan tarif yang telah ditentukan oleh pemerintah,” jelasnya. Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang melakukan mudik lebaran, baik saat mudik atau balik dengan menggunakan transportasi kereta api, agar sesegera mungkin melakukan pemesanan tiket.

Selain itu, saat melakukan pemesanan agar memperhatikan dengan baik saat memasukkan identitas serta memilih jadwal keberangkatan KA. “Kami juga mengingatkan kepada seluruh pelanggan untuk mentaati aturan berlaku terkait penggunaan pengisian daya listrik atau stop kontak di dalam kereta sesuai peruntukannya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, fasilitas stop kontak atau colokan listrik yang tersedia di setiap kursi kereta api hanya dapat digunakan untuk mengisi daya gadget seperti ponsel, tablet, atau komputer jinjing (laptop).

Selain gadget, penumpang tidak diperbolehkan menggunakan stop kontak di kereta api untuk keperluan lainnya seperti alat elektronik rumah tangga. ‘’Hal ini dikarenakan dapat mengganggu penumpang lainnya dan berpotensi membahayakan keselamatan serta kenyamanan perjalanan kereta api,” pungkas Luqman. (red)

Unusa Kukuhkan 26 Dokter Muda, 97 Persen Sandang First Taker

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sebanyak 97 persen dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) menyandang first taker atau lulus saat pertama kali mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD).

Dekan FK Unusa, Dr dr Handayani MKes, mengatakan persentase mahasiswa yang lulus first taker menjadi tolok ukur keberhasilan dan mutu pembelajaran. Hal itu juga dinilai menentukan penilaian akreditasi fakultas kedokteran.

“Nilai baik jika angka kelulusan first taker lebih dari 75 persen. Karena itu, FK Unusa serius mempersiapkan mahasiswa program profesi agar lebih banyak yang bisa lulus sebagai first taker,” kata dr Handayani di Surabaya, Selasa (27/2/2024).

Ia menyebut, akreditasi prodi sarjana kedokteran sangat penting bagi lulusan dokter untuk mendaftar bekerja maupun melanjutkan studi. Prodi sarjana kedokteran dan program studi profesi dokter FK Unusa, telah terakreditasi Baik Sekali.

‘’FK Unusa terus berusaha menyempurnakan kurikulum dan model pembelajaran, melengkapi SDM dan sarana prasarana untuk menyiapkan akreditasi Unggul,” ungkapnya. Karena itu, lanjut dr Handayani, FK Unusa mendukung penuh dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk meraih prestasi di berbagai bidang, baik itu akademik maupun non-akademik.

Sebelumnya, sebanyak 24 dari 26 dokter yang diambil sumpahnya di FK Unusa pada Selasa (27/2/2024), berhasil menyandang first taker. Total kelulusan firts taker FK Unusa mencapai 97 persen. (red)

Tekan Inflasi, BI Fokus Tiga Komoditas Pangan Utama

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Bank Indonesia menggelar rapat koordinasi pusat dan daerah (Rakorpusda) dalam rangka pengendalian inflasi wilayah Jawa 2024, Selasa (27/2/2024). Bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), Bank Indonesia akan berfokus pada pengendalian inflasi pangan. Hal ini penting karena beberapa komoditi pangan.

Seperti beras, aneka jenis cabai, dan bawang menyumbang angka inflasi di Jatim. Dalam kesempatan ini, Penjabat (Pj) Gubernur Jatim, Adhy Karyono, menyampaikan gagasannya terkait skema program korporasi petani.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya tawar terhadap tengkulak dan daya saing petani, sekaligus sebagai alternatif solusi mengendalikan inflasi, terutama inflasi pangan di Jatim.

“Skema korporasi petani yang dijalankan melibatkan fasilitasi pembiayaan dengan keterlibatan PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia yang merupakan BUMN serta Bank UMKM Jatim. Korporasi petani juga mengelola secara profesional dari sisi hulu dengan hasil produksi utama beras dan residu bernilai ekonomi tinggi,” kata Adhy.

Selain itu, koperasi produsen multi pihak mayoritas juga milik petani, manajemen korporasi, industri penggilingan beras, investor serta pemasaran terhubung dengan BUMD dan Kepala Desa. Sebab, mayoritas milik petani, sehingga pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) menjadi nilai tambah bagi kesejahteraan petani.

“Korporasi pemasaran juga dijalankan dengan menggunakan merek kolektif atau communal branding “Jatim Cettar”. Sementara, harga pasar dibentuk dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh korporasi petani dan akan menjadi acuan penjualan untuk korporasi pemasaran,” ungkapnya.

Pengendalian inflasi menjadi prioritas dalam pembangunan daerah karena sangat berpengaruh terhadap keterjangkauan harga dan perubahan garis kemiskinan. pembangunan daerah akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Sektor komoditi makanan berkontribusi sebesar 75,8 persen pembentuk garis kemiskinan Jatim. Jatim terus berupaya mengoptimalkan perdagangan antar provinsi untuk pengendalian inflasi nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Bandoe Widiarto, mengatakan Bank Indonesia bersama dengan TPID dan TPIP terus bersinergi, berinovasi dalam mengimplementasikan tiga strategi dalam kerangka 4K (Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif).

“Selain itu, juga berupaya mengoptimalkan langkah pengendalian harga, terutama melalui pengelolaan suplai pangan, termasuk mendorong produksi menuju ketahanan pangan yang integratif dan masif guna mendukung tercapainya stabilitas inflasi wilayah Jawa pada rentang sasaran nasional 2,5±1 persen (yer on year),” terangnya.

Pada Rakorpusda ini juga telah disepakati tiga komoditas utama yang menjadi fokus pengendalian inflasi ke depan yaitu, beras, aneka cabai (cabai merah dan cabai rawit), serta bawang merah.

“Sedangkan, wilayah pengendalian difokuskan kepada tiga besar daerah penyumbang dengan tingkat inflasi tinggi, serta dua besar daerah dengan bobot tertinggi. Untuk Jatim daerah prioritas, yaitu Madiun, Sumenep, Kediri, Malang, Jember, Banyuwangi, dan Surabaya,” katanya.

Sementara, dalam menghadapi sejumlah tantangan inflasi pangan ke depan, telah disepakati tiga strategi utama dalam mengendalikan risiko inflasi pangan di wilayah Jawa, yaitu penguatan produktivitas pangan strategis baik on farm maupun off farm, khususnya pada 16 klaster komoditas beras, 18 klaster aneka cabai dan 13 klaster bawang merah di wilayah Jawa.

Kemudian, perluasan dan penguatan ekosistem BUMD Pangan di wilayah Jawa (kerja sama antar daerah/KAD terintegrasi antara klaster ketahanan pangan dan off taker BUMD), dengan realisasi 8 KAD, serta 24 KAD potensial lainnya.

“Selain itu, Perluasan warung TPID sebagai warung pengendalian inflasi pangan pada 11 daerah prioritas, serta penguatan komunikasi efektif pada seluruh aspek strategi,” pungkasnya. (red)

Gugus Wijonarko, Jabat Ketua Stiamak Barunawati Surabaya Periode 2024-2028

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Rotasi pimpinan di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan/STIAMAK Surabaya bergulir. Dr Gugus Wijonarko, MM dilantik sebagai Ketua Stiamak Barunawati Surabaya periode 2024-2028 menggantikan ketua sebelumnya, Dr Ir. Sumarzen Marzuki, M.MT Selasa (27/2).

Ketua Yayasan Barunawati Biru Surabaya/YBBS, Iwan Sabatini, mengatakan, sepanjang air laut tidak kering, disitu pulalah terdapat banyak usaha yang dapat digali. ‘’Banyak generasi muda yang belum banyak yang tahu tentang kampus Stiamak.

Dan orang-orang yang menekuni dunia pendidikan kepelabuhanan akan sukses,’’ kata Iwan, disela pelantikan Gugus Wijonarko, sebagai Ketua Stiamak yang baru. Iwan Sabatini, yang juga mantan Manager Humas Pelindo III ini, minta agar Stiamak menuju berubah status menjadi Institut, agar dapat terus dilanjutkan. Iwan juga menyampaikan beberapa prestasi dosen pada 2023.

Yaitu hadirnya pendanaan dari pihak eksternal antara lain, hibah Dikti, pengabdian masyarakat tahun 2023 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DRPTM). Hibah Dikti, penelitian tahun 2022 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DRPTM), hibah penelitian, Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) tahun 2022 dari PT Terminal Teluk Lamong, serta hibah pengabdian masyarakat, Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI),  tahun 2023 dari SPTP, PT BIMA dan PT. Bogasari.

Sementara itu, Ketua Stiamak yang baru, Dr Gugus Wijonarko, MM., menyatakan, pentingnya satu standart kompetensi dosen yang diinginkan seperti apa. Yang jelas, kata dia, kompetensi dosen harus ditingkatkan. Dan itu merupakan persyaratan yang harus dipenuhi setiap dosen.

Jadi tidak setiap orang butuh nasi pecel, tapi juga ada yang butuh rawon. Sehingga tepat guna, tepat sasaran dan efisiensi anggaran. ‘’Jadi orang sukanya rawon dikasih pecel, kan gak nyambung,’’ ujarnya.

Sedangkan, Capt Haryono, yang telah sukses sebagai usahakan dibidang logistik kepelabuhanan, namun masih bersedia untuk meluangkan waktu untuk tetap sedia berbagi ilmu sebagai dosen Stiamak.

Menurut Haryono, pihak kampus harus banyak kerjasama dengan dunia industri. Sehingga setiap 6 bulan sekali ada  mahasiswa yang magang pada industry tersebut. ‘’Sekolah sama dengan bisnis. Harus ada daya Tarik dan punya potensi untuk maju,’’ katanya. (bw)

Musim Hujan, Dua Warga Banyuwangi Meninggal Terserang DB

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Dua warga Banyuwangi meninggal akibat terserang demam berdarah. Keduanya meregang nyawa setelah mendapat perawatan medis, minggu lalu. Selain menelan korban jiwa, kasus DB di Bumi Blambangan juga terus meroket.

Dua korban masing-masing dari Kecamatan Muncar dan Gambiran. Keduanya sudah berumur dewasa. Hingga akhir Februari ini total DB di Banyuwangi mencapai 35 kasus. Jumlah ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 29 kasus.

“Kasus DB memang trennya meningkat. Sejak November 2023 hingga Februari 2024, kasusnya terus bertambah. Ada dua yang meninggal,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat via telepon, Selasa (27/2/2024) siang.

Bulan November 2023, kasus DB di Banyuwangi mencapai 10 kasus. Lalu meningkat bulan Desember sebanyak 23 kasus. Dengan adanya korban meninggal, kasus DB di Banyuwangi masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).

Tapi, KLB hanya di kecamatan yang terjadi korban meninggal. Kalau kabupaten belum,” tegas Amir. Sedangkan kasus DB tertinggi di Banyuwangi muncul di Kecamatan Srono. “Kecamatan Srono ini memang endemi DB. Penyebabnya, kemungkinan kurangnya aksi pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” jelasnya.

Terkait mengganasnya DB ini, pihaknya mengajak masyarakat untuk menggencarkan gerakan PSN. Mulai menguras, mengubur dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi memicu genangan air.

Sebab, genangan air ini yang rawan tumbuhnya jentik nyamuk demam berdarah. “Kami tidak menganjurkan pengasapan atau fogging. Sebab, hanya membunuh nyamuk dewasa,” jelasnya lagi.

Aksi PSN harus dilakukan secara massal. Jika tidak, pertumbuhan jentik nyamuk akan tetap terjadi. Selain PSN, warga diharapkan menggunakan serbuk abate di bak mandi atau tempat lain yang berpotensi genangan.

“Genangan yang tidak bersinggungan langsung dengan tanah rawan tumbuhnya nyamuk Aedes Aegypti. Jadi, kami anjurkan menggunakan serbuk abate. Bisa minta di Puskesmas,” tutupnya. (udi)

Kedaireka ITS Luncurkan Wahana Apung Multiguna Navigasi

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Matching Fund (MF) Kedaireka Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia (ASSI) membangun protoype (purwarupa) Wahana Apung Multiguna Navigasi. Alat inovatif kemaritiman tersebut resmi diluncurkan di Bangkalan, Madura, Senin (26/2/2024).

Ketua MF Kedaireka ITS dan PT ASSI, Prof Ir Raden Sjarief Widjaja PhD, menjelaskan peluncuran ini merupakan buah hasil kerja sama yang telah dikerjakan selama empat bulan. “Proses pengerjaan ini melibatkan peneliti dari multidisiplin dengan delapan dosen dan 15 mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Prof Sjarief, alat ini tersusun dari enam knock down trapezoid pontoon yang dilengkapi dengan marine renewable energy devices berbasis tenaga surya dan angin. Susunan tersebut nantinya bekerja sebagai buoy multi guna (multipurpose buoy) dan navigasi kapal.

Salah satu fungsi utama yang disinggung Prof Sjarief adalah kapasitas energi listrik yang dapat dihasilkan hingga 9.600 watt. “Alat ini juga dapat menjadi solusi untuk energi terbarukan melalui pemanfaatan panel surya dan turbin angin,” kata Guru Besar Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Perkapalan (FTK) ITS itu.

Meski diluncurkan ke tengah laut, Prof Sjarief memastikan keamanan alat ini dapat dijamin dengan ketersediaan Closed-Circuit Television (CCTV) yang terhubung dengan keamanan yang ada di PT ASSI.

“Walaupun baru digarap satu prototype (purwarupa), alat ini tetap dapat dibawa bahkan ke tempat terpencil yang membutuhkan penyelesaian masalah,” jelasnya. Melalui pengadaan alat ini, Prof Sjarief menegaskan banyak lini yang dapat menerima manfaatnya.

Sebab, alat tersebut mampu menghasilkan air tawar melalui proses desalinasi, pengadaan pasokan listrik, memberikan tanda adanya aktivitas keluar masuk kapal ke galangan, hingga menjawab kebutuhan mendesak navigasi akibat kondisi pendangkalan laut.

Prof Sjarief menyebut peresmian ini merupakan suatu langkah awal dari kerja sama antara ITS dengan PT ASSI. “Tidak perlu risau dengan keterbatasan fungsi, alat ini dirancang dengan susunan yang masih sangat fleksibel untuk dapat menerima pengembangan,” tegasnya.

Direktur Utama PT ASSI, Ir Anita Puji Utami ST IPM, dalam sambutannya mengaku bangga dapat dipercaya sebagai mitra dunia usaha dunia industri (DUDI) dalam kolaborasi ini oleh ITS.

“Kami berharap agar kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini untuk menghasilkan lebih banyak solusi, baik berupa fisik maupun kebijakan,” terangnya. Rektor ITS, Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng, yang juga turut meresmikan mengatakan keyakinannya bahwa produk ini dapat memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat.

“Ke depannya, perlu dipikirkan adanya pembaruan agar bisa terjangkau bagi semua kalangan secara lebih luas,” pungkasnya. (red)