Siswi Banyuwangi Sabet Dua Emas Kejuaraan Karate Dunia di Portugal, ini Sosoknya 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Siswi asal Banyuwangi, Aldhea Azarina Bharata (11), menyabet dua emas pada kejuaraan karate dunia, The Miko (Maia International Karate Open), di Kota Maia, Portugal. Siswi SDN 1 Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi ini mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi tersebut.

Pada kejuaraan tersebut, Aldhea, terjun pada kategori pemula untuk usia dibawah 12 tahun. Dia menjadi satu-satunya kontingen Indonesia yang ikut dua nomor kompetisi sekaligus. Yaitu, ‘Kata’ (jurus) dan ‘Kumite’ (perkelahian). Dhea sukses meraih juara pada dua nomor tersebut.

Kejuaan dunia ini berlangsung, Minggu (3/12/2023). Dalam sehari, siswi berprestasi ini mengikuti dua nomor lomba sekaligus. “Pada dua nomor ini seluruhnya berhasil menyabet emas,” kata Pelatih Aldhea, Firda Dian Pramana, Senin (4/12/2023).

Pada nomor Kata, Dhea, meraih nilai tertinggi dari dewan juri. Sementara pada nomor Kumite penilaiannya didasarkan banyaknya pukulan dan tendangan yang masuk ke lawan. “Alhamdulillah…, Dhea, bisa melakukan yang terbaik selama pertandingan,” jelas pelatih dari Dojo FDP Karate Indonesia Banyuwangi.

Rencananya, Dhea akan pulang pada 6 Desember besok. Begitu tiba di tanah air, akan menerima penghargaan dari Kemenpora. Lalu, bertolak kembali ke Banyuwangi. Aldhea, berangkat bersama kontingen Indonesia lainnya pada 29 November 2023.

Sebelum terbang ke Portugal, Aldhea menjalani program training centre (TC) di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Jakarta, 4-15 November lalu. “Selamat untuk Dhea, ini adalah sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Saya sangat gembira karena Aldhea sukses mengharumkan bangsa kita dan Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (udi)

Penghujan Tiba, Polisi di Banyuwangi Siapkan Personel Siaga Bencana

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Memasuki musim hujan, jajaran Polresta Banyuwangi mulai siaga bencana. Personel siaga bencana disiapkan. Pun dengan peralatannya. Siaga bencana menggandeng jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, ketika musim hujan, sejumlah wilayah Banyuwangi rawan terjadinya bencana. Mulai banjir,angin kencang hingga tanah longsor. Yang membahayakan lagi, musim hujan tahun ini bersamaan momen tahapan pemilu.

“Berdasarkan perkiraan BMKG, curah hujan tinggi akan terjadi hingga Februari. Ini rawan yang bersamaan tahapan Pemilu,” kata Kabag Operasional Polresta Banyuwangi, Kompol Idham Kholid, usai apel gelar pasukan dan peralatan siaga bencana di Mapolresta Banyuwangi, Senin (4/12/2023) pagi.

Selain menyiagakan pasukan, Polresta bersama BPBD menyiapkan seluruh peralatan bencana. Sehingga, ketika sewaktu-waktu terjadi peristiwa bencana, personel dan peralatan sudah siaga.

“Apel kesiapsiagaan bencana ini untuk konsolidasi dan koordinasi, serta mengecek sarana, prasarana mengantisipasi bencana hidrometeorologi,” jelasnya. Dari perkiraan BMKG, memasuki Desember, curah hujan diperkirakan akan terus meningkat.

Lalu, berlanjut hingga Jamuari hingga Februari. Peningkatannya, mencapai 20 – 70 persen. Kondisi ini dipicu dampak La Nina. Mengantisipasi kejadian bencana, pihaknya bersama pihak terkait akan segera membuat posko siaga bencana.

“Posko ini akan diisi seluruh elemen terkait. Tugasnya, memonitor situasi. Ketika darurat, bisa melakukan Tindakan cepat,” tegasnya. Sejumlah lokasi yang dianggap rawan adalah aliran sungai, wilayah pantai dan kawasan lereng pegunungan.

“Wilayah pegunungan dan aliran sungai harus kita antisipasi. Ini wilayah rawan bencana,” tegasnya lagi. Pihaknya juga melakukan sosialisasi keselamatan ke masyarakat. Sehingga, mereka ikut siaga sebelum bencana muncul. Kesiagaan lainnya, pihaknya mulai memetakan mitigasi bencana.

Lalu, menyiapkan Langkah penyelamatan. Sehingga, ketika terjadi bencana, proses evakuasi tidak terkendala lokasi atau lainnya. “ Pola penyelamatan dan evakuasi ini juga penting,” tutupnya. (udi)

Peluang Pasar Terbuka, Lapas Banyuwangi Ajari Warga Binaan Budidaya Jamur Tiram

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Banyuwangi kembali menambah keahlian untuk warga binaan. Kali ini, mereka dibekali cara budidaya jamur tiram.

Selain menambah penghasilan, jamur tiram bisa dijadikan tambahan pangan. Menggunakan lahan yang ada, warga binaan diajari membuat media tanam hingga perawatan. Jenis jamur tiram sengaja dipilih karena pasarnya terbuka lebar.

“Budidaya jamur tiram ini masih tahap permulaan. Serbuk kayu untuk media tanamnya juga masih 1000 baglog,” kata Kepala Lapas Banyuwangi, Agus Wahono, Senin (4/12/2023).

Penanaman jamur tiram ini akan terus didampingi. Jika hasilnya positif, pihaknya akan menambah jumlah baglog. Pun dengan lahan yang digunakan. Pelatihan budidaya jamur ini didampingi distributor jamur tiram.

Selain pembuatan baglog, warga binaan diajari memelihara hingga memanen jamur dan mengemasnya sebelum dijual ke pasar. Pihaknya memilih pelatihan budidaya jamur lantaran prosesnya mudah.

Lalu, tak membutuhkan lahan yang luas. Sehingga, bisa memanfaatkan sisa lahan di Lapas. Warga binaan secara bergiliran menyiram tanaman jamur untuk menjaga kelembaban. Apalagi, hujan di Banyuwangi terbilang masih rendah.

“Ini menjadi kegiatan baru bagi warga binaan, sekaligus memberikan keterampilan,” tegas Agus. Sebelumnya, sejumlah pelatihan keterampilan diberikan warga binaan Lapas Banyuwangi. Salah satunya, membatik.

Batik tulis karya warga binaan Lapas Banyuwangi sukses menembus pasar. Pesanan terus mengalir. Menggunakan motif lokal Gajah Oling, Lapas Banyuwangi mengembangkannya dengan motif tambahan.

Namanya, batik Gajah Oling Jeruji. “Harapannya, dengan berbagai pelatihan keterampilan, warga binaan bisa memiliki bekal keahlian ketika keluar Lapas,” tutupnya. (udi)

Sepuluh Pemuda Diamankan Polisi, Buntut Pengeroyokan di Kota Banyuwangi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Kasus pengeroyokan menggegerkan warga kota Banyuwangi, Minggu (3/12//2013) dini hari. Sedikitnya 10 pemuda diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi buntut kejadian di kawasan Taman Sritanjung ini.

Mereka ditangkap setelah videonya viral di media sosial. Dalam video yang beredar, belasan pemuda terlihat menganiaya tiga pemuda. Aksinya berlangsung brutal. Meski sudah tak berdaya, para pelaku tetap menghajar korban beramai-ramai hingga ambruk di jalan.

Polisi yang mendapat laporan akhirnya bergerak. Dalam hitungan jam, polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku. Mereka diamankan, lalu digiring ke Polresta. “Ada 10 orang yang diamankan. Saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif,” kata KBO Satreskrim Polresta Banyuwangi, Iptu Wiranata, Senin (4/12/2023) siang.

Pihaknya masih mendalami apakah 10 pemuda yang diamankan ini terlibat dalam pengeroyokan ini. Pun dengan motifnya. Polisi juga memburu barang bukti aksi pengeroyokan ini.

“Kayu, batu bata yang digunakan para pelaku dibuang ke sejumlah lokasi. Kami masih mencarinya,” tegasnya. Kasus pengeroyokan ini menimpa tiga pemuda, masing-masing berisial AG, PH dan MM.

Usai menghajar para korban, para pelaku memilih kabur. Polisi juga memeriksa ketika korban. Hasil visum, ketiga korban mengalami luka memar di kepala, lengan dan punggung. “ Para korban sudah mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.

Motif penganiayaan ini masih didalami. Dugaan sementara, dipicu salah paham. Polisi masih mengumpulkan bukti tambahan untuk menyimpulkan motif aksi kekerasan ini. (udi)

Santri Harus Dibiasakan dengan Pengetahuan Kebencanaan

0

Malang, (pawartajatim.com) –Tidak ada kata libur untuk menggelar program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Di akhir pekan ini, Tim SPAB dari Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim menyasar PPAI Al-Karomah yang berada di Jalan Raya Curungrejo 1, Boro Selatan, Desa Curung Rejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Sebanyak 100 santri dari perwakilan 5 pondok pesantren yang ada  di sekitar Kepanjen hadir dalam kegiatan ini. Di antaranya adalah PPAI Al Karomah, PP Syarif Hidayatullah, PPAI Khasanah, PP Miftahul Huda, dan PPAI Darussalam. Kegiatan ini diadakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 2-3 Desember 2023.

Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih, menyatakan, hal utama yang menjadi perhatian adalah membentuk budaya kebencanaan supaya menjadi kebiasaan santri.

“Yang perlu diperhatian adalah kewaspadaan dan cara menyelamatkan diri terhadap bencana. SPAB bertujuan untuk pembuatan dokumen kajian risiko untuk pesantren serta simulasi siap untuk selamat,” katanya di hadapan sekitar seratus santri.

Usai membuka kegiatan, Hikmah Bafaqih menyerahkan bantuan kepada ponpes. Di antaranya berupa masker, hand sanitizer, biskuit, lauk pauk, peralatan kebersihan, dan peralatan masak.

Hadir dalam kesempatan ini Kabid Pencegahaan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Kabupaten Malang Zainuddin, Analis Mitigasi Bencana pada Bidang PK BPBD Jatim Mukhorudin Widodo, dan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Malang KH Agus Ikhwan Mahmudi.

Sedangkan Fasilitator SRPB Jatim adalah Erfan Alif Pujiono, Nurul Wachida, dan Dini Prastyo Wijayanti. Materi yang dibawakan Kabid PK BPBD Kabupaten Malang Zainuddin adalah potensi bencana yang ada di kabupaten ini.

Selain itu, salah satu hal mendasar yang perlu segera disiapkan adalah jalur evakuasi serta rambu titik kumpul. Pimpinan PPAI Al-Karomah Irfan Mursadat atau kerap disapa Gus Irfan mengatakan, bencana yang pernah terjadi di sekitar pondok adalah gempa bumi.

“Pelatihan ini supaya santri lebih waspada dan menambah khasanah keilmuan kebencanaan,” ucapnya. Kegiatan di hari kedua berupa simulasi dan praktik menghadapi bencana gempa bumi.

Peserta dilatih bagaimana melakukan evakuasi ketika gempa bumi terjadi dan pencegahan menghindari korban lebih banyak lagi. (rizki)

Gara-gara Aki Mobil, Gudang Peralatan Listrik di Banyuwangi Terbakar

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Sebuah gudang penyimpanan peralatan listrik di Desa  Songgon, Kecamatan Songgon, Banyuwangi ludes terbakar, Sabtu (2/12/2023) malam. Api membakar seisi gudang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.

Penyebab kebakaran masih diselidiki. Dugaan sementara, api dipicu korsleting aki mobil yang parkir di dalam gudang. Lalu, menyambar tumpukan kardus dan peralatan listrik yang mudah terbakar. Api pertama kali diketahui pemilik gudang Yuni Widiastuti (50), sekitar pukul 19.25 WIB.

Kala itu, korban melihat api muncul dari arah bawah mobil. Dalam sekejab, api menjalar ke dalam gudang, lalu berkobar hebat. Korban kemudian berteriak meminta pertolongan. Namun, api makin tak terkendali Peristiwa ini akhirnya dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Mendapat laporan, petugas Damkar bergerak ke lokasi. “Kami terjunkan Regu Brama 2 dengan peralatan penuh,” kata Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Damkar Banyuwangi, Salam Bikwanto, Minggu (3/12/2023) pagi.

Setelah berjibaku sekitar 1 jam, petugas berhasil memadamkan amukan si jago merah. Namun, hampir seluruh isi gudang sudah hangus. “Setelah api padam, dilanjutkan proses penyisiran dan pendinginan. Api dinyatakan padam sekitar pukul 21.00 WIB,” jelasnya.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal, api dipicu korsleting listrik dari aki mobil boks. Sehingga, memicu percikan api dan menjalar ke dalam gudang. Saat kejadian, mobil boks bernopol P 8939 VI parkir di dalam gudang. Sehingga, api dengan cepat melalap isi gudang. (udi)

Falentinus Hartayan Terpilih Jadi Ketua IJTI Korda Surabaya 2023-2026

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sebanyak 61 jurnalis televisi anggota IJTI Korda Surabaya Kamis (30/11/23), mendapatkan pembekalan dan penguatan tentang jurnalistik dalam seminar bertemakan ‘Peran Penting Jurnalis Televisi Kawal Pemilu Damai’.

Dalam seminar ini, satu diantara  pemateri Ketua IJTI Jawa Timur/Jatim, Ahmad Wilyanto, menyatakan, sebagai jurnalis para awak media harus memiliki intelegensi yang baik dan berwawasan luas untuk menggali informasi dari narasumber .

Soal intelegensia jadi wartawan harus cerdas, pasti cerdas kadang kita menggali data dari narasumber yang kita wawancara itu memunculkan sesuatu yang baru, yang bisa kita gali lagi. Misalnya bencana banjir kemudian ada bantuan tidak sampai, bantuan tidak ada.

‘’Berarti ada masalah tentang anggaran, bisa kita gali lagi.Salah satu contoh aja apa yang disampaikan narasumber tidak kita telan mentah mentah, lalu kita jadikan narasi. Hal ini tidak bisa kita lakukan jika kita tidak memiliki kecerdasan yang baik,” kata Wilyanto.

Selain memiliki intelegensi dan kecerdasan yang baik seorang jurnalis wajib memiliki wawasan yang luas, setiap saat menyimak berita , melihat atau membaca media lain untuk mengetahui informasi terkini , termasuk berdiskusi dengan pakar akademisi.

“wawasan luas wajib, sering baca koran, sering diskusi dengan pak Suko. informasi terbaru dan sebagainya penting sekali menjadi dasar kita untuk meliput terkait politik misalnya ,baca buku, baca berita lain, lihat televisi lain itu penting, diskusi dengan teman untuk memperluas wawasan kita,’’ ujar Wilyanto, yang juga menjabat Kabiro MNC Media Jatim.

Pada prinsipnya tugas jurnalis sesuai dengan UU Pers 40 tahun 1999, ada 3 peran yang harus dilakukan sebagai jurnalis , yakni memberikan informasi kepada publik, memberikan edukasi kepada publik, serta kontrol sosial (kontrol kebijakan publik)

Adapun untuk memenuhi 3 peran tersebut, jurnalis harus memiliki skill, yang meliputi kemampuan menulis, kemampuan teknis, serta Uji Kompetensi Jurnalis. Adapula Atitude yakni integritas (taat aturan), loyalitas (kepercayaan), komitmen (kejujuran), harmony (keberimbangan), dan komunikasi.

Pakar Komunikasi Universitas Airlangga, Suko Widodo, menyatakan, syarat utama menjadi seorang jurnalis adalah bisa menulis. “Apa yang dikatakan mas Wily itu penting , wartawan gak iso nulis wis mulio ae bakul telo,” kata Suko.

Sementara dengan skill dan kemampuan yang dimiliki awak media jurnalis televisi , Suko Widodo mendorong agar para jurnalis yang sudah bekerja secara profesional menjadi guru di sekolah-sekolah. Untuk mengajarkan pelajar tentang ilmu jurnalistik agar tidak kecenderungan terhadap media sosial.

“Teman saya banyak bergaul dengan para kepala sekolah dinas pendidikan dan sekolah taruna, anak anak SMA harus belajar berjunalistik bukan bertik tok, terus medsos. Itu harus diisi kalau bisa semua teman teman mengajar di sekolah, itu harus ada kontrak dengan sekolah, itu akan menjadi luar biasa, kita bagi kerjasama saya dorong itu. Lingkungan dan pendidikan harus good news from East Java, tapi kita harus baca buku belajar dan jadi guru teman teman,” tambah Suko.

Menurut dia, selain menjadi seorang guru, para awak media juga bisa menjadi dosen tamu di Universitas yang ada di Jatim, untuk meng-upgrade diri. Dosen komunikasi mereka tidak tahu teknik semacam itu (teknik jurnalistik). Karena itu semua kampus mengadopsi dari Anda.

”Bikin kurikulum, dan anda harus menjadi dosen tamu di semua Universitas di Jatim ini, gak papa lakukan kita harus naik kelas nah teori komunikasi terutama jika kamu ingin berhasil kamu harus tau dirimu sendiri,” pungkas Suko Widodo.

Selain menggelar seminar jurnalistik, IJTI Korda Surabaya juga menggelar Musyawarah IJTI Korda Surabaya untuk memilih ketua IJTI Korda Surabaya yang baru periode jabatan 2023-2026.

Dari hasil Musyawarah ini, Jurnalis Metro TV, Falentinus Hartayan, terpilih menjadi ketua IJTI Korda Surabaya yang baru menggantikan ketua IJTI Korda Surabaya sebelumnya Lukman Rozaq.

Falentinus Hartayan, terpilih setelah memperoleh 26 suara dari 41 pemilih yang memberikan suara dalam Muskorda IJTI Surabaya yang berlangsung pada Kamis malam (30/11/23).

Pengukuhan dan pengumuman pengurus IJTI Korda Surabaya periode 2023-2026 juga diumumkan langsung pada Kamis (30/11) malam, yang dihadiri Sekda Kota Surabaya Ikhsan, serta para Pimred dan Kepala Biro Televisi di Jatim. (rid)

Menteri Desa PDTT Apresiasi Unesa Village Award 2023

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Pusat Studi Pengembangan Pedesaan, LPPM memberikan penghargaan Unesa Village Award 2023 kepada desa cerdas nasional.

Acara ini dihadiri dan diapresiasi langsung Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar. Menurut Halim, ajang ini berdampak langsung pada pembangunan daerah dan pengembangan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Strategi pembangunan nasional negara di dunia menggunakan desa cerdas yang dapat mendorong percepatan pembangunan dari 40 tahun menjadi 10 tahun. Kalau manual butuh waktu 40 tahun untuk perkembangan desa.

‘’Dengan digital kita hanya butuh 10 tahun. Kita hemat 30 tahun atau 1 generasi. Itulah, di Kementerian Desa terus digalakkan desa cerdas, desa digital bahkan kita juga melakukan pelatihan terhadap duta digital dan kader digital desa,” kata Mendes Halim, di Surabaya, Jumat (1/12/2023).

Gus Halim menyebut, data menjadi kunci dari terjadinya percepatan. Karena itu, ia meminta seluruh kades dan lurah agar setiap mengambil kebijakan benar-benar didasarkan data, bukan asumsi.

Mereka harus mengetahui secara persis dan detail serta mengupdate data di desanya secara berkala. “Kalau kades ditanya soal warga desanya, terus jawabnya berdasarkan data lima bulan lalu, itu lewat. Dinamika kependudukan di desa sangat tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala LPPM Unesa, Muhammad Turhan Yani, mengatakan Lomba Desa Cerdas Nasional ini menggunakan enam indikator penilaian. Yakni, masyarakat cerdas, ekonomi cerdas, tata kelola cerdas, lingkungan cerdas, kehidupan cerdas dan mobilitas cerdas.

“Program perdana ini kami luncurkan sejak Oktober 2023, pendaftaran, penilaian dan pengumuman. Dari keseluruhan peserta diambil 10 terbaik untuk melakukan pemaparan tadi pagi dan sekarang pengumuman. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi kita semuanya dan bagi bangsa Indonesia,” jelasnya.

Sedangkan, Wakil Rektor III Unesa, Junaidi Budi Prihanto, mengatakan kegiatan ini sebagai wujud komitmen dan keberhasilan Kemendes PDTT bersama Unesa dalam mendorong inovasi desa cerdas yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan tentang penghargaan, tetapi membangun jaringan yang kuat antara lembaga pendidikan, pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Unesa Village Award 2023 berhasil diraih desa dengan skor terbaik. Juara 1 diraih Desa Wates, Kabupaten Blitar dengan skor 541. Kemudian, juara 2 diraih Desa Papayan, Tasikmalaya dengan skor 494, dan juara 3 Desa Sendangagung Lamongan dengan skor 426.

Adapun desa yang masuk 10 besar yaitu Desa Sendangagung, Lamongan (Jatim), Desa Papayan Tasikmalaya (Jabar), Desa Dieng Kulon, Banjarnegara (Jateng), Desa Wates, Blitar (Jatim), Desa Doudo, Gresik (Jatim), Desa Kertayasa, Kuningan (Jabar), Desa Masaran, Trenggalek (Jatim), Desa Gili Gede Indah, Lombok Barat (NTB), Desa Punggul, Badung (Bali), dan Desa Baturagung, Grobogan (Jateng). (red)

Untag Gelar Demo Day WMK Cetak Mahasiswa Berjiwa Wirausaha

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag )Surabaya menjadi tuan rumah Demo Day Wirausaha Merdeka (WMK). Sebanyak 241 mahasiswa dari 26 kampus di Indonesia mengikuti program MBKM tersebut.

Kegiatan bertajuk ‘Green Innovators: Empowering Ecopreneurs For A Sustainable Future’ itu digelar untuk menciptakan jiwa wirausaha sekaligus memberikan nuansa terkait kepedulian terhadap lingkungan. “Produk WMK kali ini yang telah diterapkan adalah adanya produk ramah lingkungan,” kata Ketua Panitia WMK Untag Surabaya, Luvia Friska Narulita, Jumat (1/12/2023).

Ia menjelaskan, pelaksanaan WMK di Untag Surabaya terbagi menjadi tiga tahap, yaitu pre-immersion, immersion, dan post-immersion. “Selama proses pelaksanaan kegiatan, mahasiswa mendapatkan dukungan dari Dosen Pendamping Lapangan dan mentor dari UMKM,” jelasnya.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana menampilkan prototipe produk. Kemudian, setiap kelompok akan mempresentasikan di depan juri terkait prototipe produk yang telah dibuat. Rektor Untag Surabaya, Prof Mulyanto Nugroho, mengaku, bangga karena pihaknya dipercaya untuk menggelar WMK.

Ia berkomitmen akan mendukung penuh kegiatan yang melatih jiwa wirausaha, terutama bagi mahasiswa. “Program Wirausaha Merdeka ini tentunya akan berperan positif bagi mahasiswa. Dengan kegiatan ini, para mahasiswa dapat melatih keterampilan berwirausaha dan berkolaborasi dengan orang lain,” ungkapnya.

Sedangkan, Staf Ahli Wali Kota Surabaya, Tomi Ardiyanto, menilai jika kegiatan ini selaras dengan visi Pemkot Surabaya yang ingin menjadikan Surabaya sebagai pusat ekonomi dengan melibatkan berbagai pihak.

“Ini selaras dengan visi Pemerintah Kota Surabaya yang ingin menjadikan Kota Surabaya sebagai pusat kegiatan ekonomi yang melibatkan kelompok intelektual, mahasiswa, kampus, dan lingkungan sekitar,” terangnya.

Adapun rangkaian Demo Day ini dimeriahkan dengan empat kompetisi, yaitu WMK Award, Kompetisi Display Produk, Kompetisi Poster Digital, dan Kompetisi Video Iklan Kreatif. Selain itu, juga penjurian final kompetisi Business Model Canvas (BMC) tingkat SMA di Surabaya. (red)

Resmi Dilantik, Bupati Ipuk Ajak Pengurus PWI Banyuwangi Sinergi Bangun Banyuwangi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi, periode 2023 – 2026 resmi dilantik di Gedung Djuang, Banyuwangi, Sabtu (2/12/2023). Pelantikan dipimpin Ketua Bidang OKK PWI Jatim Machmud Suhermono, ditandai penyerahan pataka PWI kepada Ketua PWI Banyuwangi Budi Wiriyanto.

Usai dilantik, jajaran pengurus PWI Banyuwangi langsung menggelar workshop Peningkatan Kapabilitas Jurnalis dalam Peliputan Pemilu 2024. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas ikut hadir dalam pelantikan.

Orang nomor satu di Bumi Blambangan ini mengajak jajaran pengurus PWI bersinergi membangun Banyuwangi. “Mari bekerjasama dengan Pemkab untuk memberikan edukasi literasi kepada masyarakat. Tentunya ini demi kemajuan Banyuwangi,” kata Ipuk, dalam sambutannya.

Menurutnya, Pemkab tidak akan alergi dengan kritik pemberitaan. Namun, pemberitaan yang sesuai fakta. Pihaknya memahami peran wartawan cukup besar dalam memberikan informasi ke masyarakat.

“Jadi, arah informasi itu yang berperan adalah para wartawan. Mari bersinergi memberikan yang terbaik untuk Banyuwangi,” pinta Ipuk. Ketua Bidang OKK PWI Jatim Machmud Suhermono berpesan tugas wartawan semakin berat seiring era digitalisasi.

Pihaknya meminta jajaran pengurus PWI Banyuwangi yang baru bisa memberikan berita yang kredibel. Sehingga, informasi yang diterima masyarakat benar-benar faktual. Jadi, tak sekadar informasi viral, tapi berita faktual, benar-benar sesuai kenyataan yang sudah melalui uji validasi data.

“Inilah pentingnya kita selalu belajar dan menyajikan informasi yang faktual. Ini yang membedakan produk pers dengan media sosial,” tegasnya. Pelantikan pengurus PWI Banyuwangi ini merupakan hasil Konferensi Cabang (Konfercab) PWI Banyuwangi, 21 Oktober lalu.

Budi Wiriyanto terpilih setelah menyisihkan tiga kandidat lainnya. Setelah dilantik, jurnalis media regional Jatim ini sudah menyiapkan sejumlah program kerja. Salah satunya, edukasi literasi ke masyarakat.

“Program pertama kami, bagaimana memberikan edukasi literasi dan pemberitaan. Ini penting, agar masyarakat bisa membedakan mana berita dan informasi,” tegas Budi. (udi)