Kunjungi Bawean, Bupati Gresik Apresiasi CSR Petrokimia

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berupaya memenuhi kebutuhan warganya termasuk yang berada di Kepulauan Bawean. Seperti halnya yang dirasakan oleh masyarakat yang ada di Pulau Gili Timur.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, bersama Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik Robby Setiabudi Madjid saat memberikan bantuan CSR mengungkapkan bahwa masyarakat Pulau Gili Timur merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Gresik yang jauh tertinggal dari masyarakat di dusun lainnya, utamanya terkait penerangan lampu listrik.

“Alhamdulillah kini warga Pulau Gili bisa menikmati listrik, selain itu berbagai bantuan CSR dari PT Petrokimia Gresik juga mudah-mudahan bermanfaat bagi warga disini,’’ kata Gus Yani, saat mengunjungi Pulau Gili dalam rangkaian kunjungan kerja  di Bawean, Minggu (15/10).

Bupati mengapresiasi kepedulian Petrokimia Gresik kepada masyarakat, termasuk di Pulau Gili ini. Petrokimia Gresik selama ini dirasakan turut mendukung program Pemkab di berbagai sektor.

“Tentu dalam membangun Gresik dibutuhkan dukungan dari banyak stakeholder, termasuk perusahaan seperti Petrokimia Gresik. Semoga dukungan ini dapat terus ditingkatkan untuk Gresik semakin maju,” harap Bupati.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Robby Setiabudi Majid, menyampaikan perusahaannya bekerjasama dengan pemerintah daerah akan memberikan beberapa bantuan untuk masyarakat.

Bantuan berfokus pada 3 bidang yaitu Pendidikan, kesehatan dan lingkungan, serta ekonomi masyarakat. “Untuk pendidikan ada 2 jenis bantuan yaitu bentuk dana pendidikan untuk sekolah dasar dan madrasah, kedua peremajaan atau renovasi ruang baca. Saya berharap peremajaan ruang baca bisa meningkatkan minat warga,” terang Budi.

Kedua, lanjut Budi bantuan kesehatan dan lingkungan ada 2 macam yakni alat pengelolaan sampah plastik dan alat pengelolaan bio gas. Dirinya berharap dengan alat tersebut nantinya limbah plastik dapat dijadikan bahan batu bata atau paving blok agar kedepan kebutuhan batu bata di Pulau Gili dapat dipenuhi secara mandiri.

“Selanjutnya, alat pembuatan bio gas nantinya jika diolah dapat menghasilkan kebutuhan bahan bakar dan pupuk organik yang dibutuhkan masyarakat,” tambah Budi. Ketiga, bantuan jenis ekonomi masyarakat, perusahaan memberikan 3 jenis. Di antaranya meteran listrik, alat pengolahan ikan, pembuatan dermaga dan sunit ekowisata di Pulau Gili Noko.

Pihaknya berharap meteran listrik dapat memenuhi kebutuhan listrik dengan durasi yang panjang dari sebelumnya. Kemudian alat pengolahan ikan diharapkan dapat memproduksi berbagai olahan ikan.

Nantinya, dapat meningkatkan harga jual, dan nilai tambah serta produknya yang tahan lama dibandingkan hanya memproduksi ikan segar. Tidak hanya itu, tidak kalah penting juga pembuatan dermaga dan sunit ekowisata di Gili Noko.

“Saya berharap bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Tidak hanya Gresik ataupun masyarakat Jawa Timur bahkan secara nasional,” harapnya. Sebelumnya, Kepala Desa Sidogedungbatu H. Supar mengungkapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sudah terbangun dan beroperasi di Pulau Gili Timur merupakan bukti nyata atas kepedulian dan kerja keras Bupati Gus Yani.

Untuk masyarakat di Pulau Bawean khususnya masyarakat Desa Sidogedungbatu. “Penerangan lampu listrik baru terbukti setelah kepemimpinan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Beliau adalah seorang pemimpin yang benar-benar peduli atas keinginan dari masyarakat Pulau Gili Timur yang sudah lama menjadi impiannya,” papar H Supar.

Pulau Gili Timur merupakan bagian dari Desa Sidogedungbatu Kecamatan Sangkapura Gresik. Selama bertahun-tahun tidak pernah mendapatkan adanya penerangan lampu seperti desa dan dusun-dusun lain yang ada di Bawean.

Selanjutnya, penyerahan bantuan secara simbolis oleh Bupati Gresik didampingi Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik berupa 53 meteran listrik, alat pengolahan sampah organik dan non organik, bantuan peremajaan ruang baca inspirasi, bantuan ruang dan mesin pengolahan ikan, serta bantuan dana pendidikan.

Usai penyerahan dilanjutkan dengan peninjauan rumah baca inspirasi, rumah pengolahan ikan dan bio gas. Hadir dalam kegiatan tersebut, Dirut BUMD Gresik Migas Habibullah, Camat Sangkapura Umar Junid, Kepala Desa Sidogedungbatu H. Supar serta Humas PT Petrokimia Gresik. (dra)

Gubernur Khofifah, Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari Unair

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menganugerahi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa gelar Doktor Honoris Causa. Khofifah dinilai layak menyandang gelar tersebut lantaran prestasi dan kontribusinya besar bagi bangsa dan negara.

Ketua Penilai, Prof Dian Agustia, mengatakan sejumlah dasar pertimbangan untuk mengukuhkan gelar kehormatan itu kepada Khofifah. Pertama, Khofifah pernah menjabat Menteri Sosial pada periode 2014-2018.

Prof Dian menjelaskan, pemikiran Gubernur Khofifah di bidang ilmu ekonomi untuk reformasi sistem perlindungan sosial sudah memberikan sumbangsih bagi pengentasan kemiskinan.

Reformasi sistem itu dinilai telah membawa dampak positif yang langsung menjangkau langsung masyarakat. Kedua, kala itu Khofifah juga menjadi menteri kabinet termuda di antara jajaran menteri kabinet lainnya.

“Beliau semasa menjadi menteri telah mencetuskan pemikiran berupa reformasi sistem perlindungan sosial untuk percepatan pengentasan kemiskinan,” kata Prof Dian, Minggu (15/10/2023).

Dari hasil uji pendalaman akademik, Khofifah berhak menerima gelar honoris causa di bidang ilmu ekonomi. Bahkan, uji pendalaman itu menghadirkan 9 penilai akademik dari bidang ilmu ekonomi.

“Berdasarkan pertimbangan itu, saya selaku promotor dan ketua tim penguji menilai bahwa Bu Khofifah berhak menerima gelar honoris causa di bidang ilmu ekonomi,” jelas Prof Dian. Sementara, Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih, menilai pemberian gelar ini sangat layak. Sebab, Khofifah merupakan sosok berprestasi dan memiliki kontribusi besar bagi bangsa dan negara.

“Kita menganugerahkan gelar honoris causa kepada seorang alumni. Tentu kita semua sudah mengenal prestasi, kiprah, dan kontribusi beliau sampai saat ini. Beliau adalah Bu Khofifah Indar Parawansa,” terangnya.

Sedangkan dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul Reformasi Sistem perlindungan Sosial untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Dalam orasinya, Khofifah menyampaikan, tentang program Program Keluarga Harapan (PKH) yang ia cetuskan.

Program itu menjadi terobosan baru dalam menciptakan kesetaraan bantuan sosial pada masyarakat. “Kita mencoba membangun marwah masyarakat dari status sosial yang dianggap rendah dengan program yang menurut saya kurang membangun kesetaraan. Kalau dulu ada bantuan berupa raskin, maka kemudian kita usulkan untuk menjadi rastra atau beras sejahtera,” ungkapnya.

Khofifah juga menyampaikan syukur dan terima kasihnya kepada berbagai pihak. Baginya, penganugerahan gelar ini merupakan sebuah kehormatan luar biasa, terlebih berasal dari almamater tercinta.

“Semoga kita semua selalu berada di dalam perlindungan Allah untuk menuju Indonesia maju, Indonesia emas,” pungkasnya. (red)

Diterima Sebagai Keluarga, Ganjar dapat Songkok dari Muslim Tionghoa di Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo mendapatkan songkok dari Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo (YHMCHI) yang didirikan oleh organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (P1TI).

Songkok diberikan secara simbolis oleh Koordinator Dewan Pembina YHMCHI Rasid Harsono dalam peringatan Milad ke-21 Masjid Muhammad Cheng Hoo di Jalan Gading, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (14/10/2023).

Pemberian songkok menjadi simbol diterimanya Ganjar Pranowo, sebagai anggota keluarga muslim Tionghoa di Surabaya. Pasalnya, Ganjar selalu mendorong toleransi dan kerukunan antar umat beragama lewat berbagai aksi, kebijakan, serta program.

Ganjar pun mengajak masyarakat untuk menjadikan kompleks Masjid Muhammad Cheng Hoo sebagai tempat berkumpul dan berdiskusi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Apa itu soal hubungan antar umat beragama, sosial, mungkin terkait dengan pendidikan, pasti itu akan sangat menarik sekali,” kata Ganjar di lokasi. Selain itu, Ganjar mengatakan bahwa keberadaan Masjid Muhammad Cheng Hoo juga menjadi perekat kerukunan antar umat beragama.

Menurut Ganjar, hal tersebut merupakan budaya yang mesti dijaga.  “Tadi saya dikasih tahu sejarah Masjid Muhammad Cheng Hoo ini dibangun dengan bergotong-royong berbagai umat agama. Kerukunan yang sudah terjalin ini harus dijaga,” imbuhnya.

Masjid Muhammad Cheng Hoo sendiri memiliki arsitektur yang sangat kental dengan nuansa Tionghoa. Bahkan beberapa ornamennya mirip Kelenteng. Masjid tersebut dibangun sejak 21 tahun lalu sebagai bentuk penghormatan laksamana asal Tiongkok beragama Islam, Cheng Hoo.

Selain tempat ibadah, masjid tersebut juga sebagai simbol kerukunan antar umat beragama. Kehadiran Ganjar dalam acara itu pun menjadi pusat perhatian ribuan warga Surabaya dari berbagai umat beragama. Mereka berebut salam dan foto bersama Ganjar yang mengenakan batik. (rid)

Ganjar Ingin Tingkatkan Geliat Industri Buat Majukan Produk Dalam Negeri

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo, ingin meningkatkan geliat industri untuk memajukan produk dalam negeri di Indonesia. Penegasan itu dikemukakan, Ganjar, setelah mengunjungi PT Kedawung Setia Industrial di Kecamatan Karangpilang Kota Surabaya, Sabtu (14/10/2023).

Ganjar, menekankan pentingnya industri memproduksi produk dalam negeri yang berkualitas, bernilai jual, dan kompetitif di pasar Indonesia, bahkan dunia. Maka dibutuhkan industri produksi yang terus berkembang maju dengan berbagai fasilitas canggih beserta sumber daya manusia/SDM lokal terampil supaya produk dalam negeri bisa eksis di masyarakat.

“Ini yang mesti mendapatkan dukungan dan dorongan agar kemudian roda usahanya tetap berjalan,” kata Ganjar. Di PT Kedawung Setia Industrial sendiri, Ganjar meninjau berbagai jenis produk yang kerap digunakan sehari-hari oleh rumah tangga seperti panci, cangkir, hingga teko.

Bacapres Ganjar Pranowo (no 2 dari kiri) mengunjungi PT Kedawung Setia Industrial di Kecamatan Karangpilang Kota Surabaya, Sabtu (14/10/2023). (foto/ist)

Dalam kesempatan itu Ganjar mengaku kagum lantaran produksi dilakukan dengan mesin canggih meski produknya punya desain tradisional dan harganya terjangkau masyarakat. “Kedawung ini menarik ternyata ada produk tradisional kalo boleh saya sebut pembuatannya modern, tapi jenis produknya tradisional, cangkir, termasuk tekonya,” tuturnya.

Ia berharap, produk dalam negeri semakin banyak terserap dan digunakan seluruh elemen bangsa Indonesia, mulai dari pemerintah sampai masyarakat di tingkat mikro. “Jadi ada yang sifatnya tradisional masih laku di pasar-pasar tradisional dan bahkan dicari lagi, trus kemudian kedua ada yang sifatnya lebih tinggi dan semuanya berjalan,” pungkas Ganjar.

Bacapres Ganjar Pranowo, foto bersama usai mengunjungi PT Kedawung Setia Industrial di Kecamatan Karangpilang Kota Surabaya, Sabtu (14/10/2023). (foto/ist)

Pada kunjungannya di pabrik tersebut, Ganjar mendapat sambutan hangat dari Presiden Komisaris PT Kedawung Setia Industrial, Bambang Sujanto, bersama jajaran direksi, manajemen, serta ratusan buruh. (rid)

Nelayan Pesisir Ganjar, Adakan Pelatihan Somed untuk Anak Nelayan di Jatim

0

Situbondo, (pawartajatim.com) – Nelayan Pesisir Jawa Timur/Jatim mengadakan kegiatan pelatihan sosial media/sosmed kepada puluhan anak nelayan di Kerjan, Selomukti, Mlandingan, Kabupaten Situbondo Sabtu (14/10).

Koordinator Nelayan Pesisir Jatim, Abdul Kahar, mengatakan latar belakang kegiatan tersebut atas dasar minimnya pemuda di Situbondo dalam memanfaatkan sosmed dalam menunjang kebutuhan hidup.

Apalagi sosmed saat ini, bisa dimanfaatkan sebagai sarana personal branding maupun pemasaran produk. Dalam hal ini, Nelayan Pesisir Jatim mengadakan pelatihan tersebut dalam rangka mendukung optimalisasi pemasaran hasil tangkapan bagi para nelayan di Situbondo.

“Hari ini kita adakan Pelatihan Sosial Media Spesialis yang ditujukkan kepada pemuda anak nelayan yang bertujuan agar hasil tangkapan dari para nelayan di Kabupaten Situbondo bisa di ekspansi ke luar dan meningkatkan pendapatan nelayan,” kata Abdul.

Dari pelatihan tersebut, ia berharap, medsos bisa dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan, hasil tangkapan dari para nelayan bisa diekspor hingga ke mancanegara. “Kita ingin pelatihan ini bisa berdampak dan hasil tangkapannya bisa di pasarkan hingga diekspor,” tambahnya.

Sebab, Abdul menilai, hasil tangkapan nelayan di Situbondo jumlahnya sangat melimpah. Dirinya menyayangkan apabila distribusi hasil tangkapannya hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sekitaran pasar lokal di Jatim.

Nelayan Pesisir Ganjar, adakan pelatihan sosmed untuk anak nelayan di Jatim Sabtu (14/10). (foto/ist)

“Karena hasil tangkapan nelayan di Situbondo ini jumlahnya cukup melimpah, tetapi minimnya akses informasi dan pemanfaatan sosmed. Sehingga distribusi hasil tangkapannya masih hanya di sekitaran pasar lokal di beberapa daerah di Jatim. Seperti Surabaya dan Malang,” paparnya.

Ia optimis, kegiatan pelatihan sosmed mampu mendorong pertumbuhan ekonomi bagi para nelayan, mencapai ketahanan pangan nasional. Sehingga nelayan sejahtera. “Kami optimis kegiatan ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor perikanan, apabila pemanfaatan sosmed bisa dioptimakan secara maksimal,” tanbah Abdul.

Senada dengan Abdul, salah satu tokoh pemuda yang merupakan anak dari salah satu nelayan di Situbondo, Febri Ari (23), mengatakan, kegiatan tersebut dinilainya cukup positif dalam memberikan literasi sosmed yang saat ini masih minim dimanfaatkan pemuda di Situbondo.

“Kami harap melalui kegiatan ini bisa memberikan edukasi cara memanfaatkan sosial media secara berkelanjutan agar kemajuan teknologi saat ini bisa dimanfaatkan khususnya kepada nelayan dalam memasarkan hasil tangkapan dengan memanfaatkan media sosial,” katanya.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut para pemuda bisa menangkap informasi secara lebih bijak dalam menangkal isu hoax yang beredar. “Selain itu, kami juga ingin memanfaatkan media sosial sebagai sarana dalam memperoleh dinamika informasi yang berkembang saat ini, apalagi kan menjelang tahun pemilu yang biasanya muncul bertebaran berbagai macam informasi,” papar Ari.

Karena itu, kegiatan ini diharapkan bisa memberikan edukasi terhadap kami tentang bagaimana menyaring informasi yang benar maupun hoax agar di daerah tidak termakan isu yang tidak benar. (rid)

Peringatan World Sight Day 2023, Jadi Momentum Pererat Hubungan dengan Media 

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kesehatan mata tampaknya menjadi perhatian, khususnya di tengah para pekerja. Hal inilah yang mendasari pemilihan tema World Sight Day 2023 yaitu “Love Your Eyes at Work”.

Kegiatan bakti sosial pemeriksaan mata yang merupakan salah satu rangkaian CSR dari P4MU (Perhimpunan Perawatan Penderita Penyakit Mata Undaan) menyasar para pekerja khususnya rekan media sebagai titik fokus dalam kegiatan ini.

Peringatan hari jadi P4MU yang akan memasuki usia ke – 108 tahun pada 15 Oktober 2023, diawali dengan tasyakuran dan potong tumpeng. Kegiatan ini dipimpin Drs. Arif Afandi, MSi selaku Ketua Badan Pengurus P4MU, dan potongan tumpeng pertama diserahkan kepada dr. Widodo Jatim Pudjirahardjo, M.S., M.Th., Dr.Ph selaku Ketua Badan Pengawas P4MU.

Harapan dan amanah disematkan dalam sambutan Widodo yaitu keberhasilan yang didapatkan oleh P4MU dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama khususnya masyarakat yang membutuhkan pengobatan mata.

Acara tasyakuran dilanjutkan dengan sharing session antara Ketua Badan Pengurus P4MU, Direktur RSMU, dan dr. Kitriastuti, Sp.M dengan rekan-rekan media. Topik bahasan Computer Vision Syndrome juga dibahas pada sharing session ini, yakni untuk menjaga dan memelihara kesehatan mata kita.

“Selama 30 menit bekerja, istirahatkan mata selama 6 menit dengan melihat lingkungan hijau sekitar sejauh 6 meter dari lokasi duduk. Hal ini dapat mencegah terjadinya Computer Vision Syndrome,” Kata dr. Kitri.

Kegiatan yang dilanjutkan dengan bakti sosial pemeriksaan mata ini diikuti sebanyak 46 orang rekan media yang terdiri dari berbagai asosiasi pers, seperti PWI, AJI, PFI, IJTI AMSI, JMSI, SMSI, PHMI, dan PRSSNI.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan 70 peserta peserta terindikasi mengalami gangguan refraksi yang membutuhkan bantuan kacamata dan 15 persen mengalami sindroma mata kering.

Hasil ini menunjukan terdapat kinerja para wartawan yang banyak berhubungan dengan gawai seperti komputer dan smartphone mengalami dampak langsung pada indra penglihatan. Sementara sebagian sisanya cukup menerima resep obat.

“Wartawan dan masyarakat tidak perlu merasa sungkan untuk menjadikan RSMU sebagai jujukan pertama kapanpun mengalami keluhan seputar mata.” ujar Drs. Arif Afandi, M.Si ketika ditemui dalam sela-sela peninjauan kegiatan pemeriksaan mata.

Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan pemeriksaan komposisi tubuh dari instalasi gizi RSMU, di poliklinik reguler lantai 1 RSMU yang berakhir tepat pada pukul 17.00 WIB. (bw)

Bertemu 200 Pengusaha, Ganjar Suarakan ‘Job Creation’ Buat Jaring Tenaga Kerja Indonesia

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo, menyuarakan job creation atau penciptaan lapangan kerja buat menjaring sumber daya manusia (SDM) saat bertemu 200 pengusaha di Surabaya.

Penegasan itu dikemukakan, Ganjar, dalam momen makan siang bersama mereka di Ming Garden, Jalan Mayjen HR. Muhammad No19, Putat Gede, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (14/10/2023).

Ganjar mengatakan, saat ini penyediaan lapangan kerja mesti diakselerasi untuk memberikan lebih banyak ruang dan kesempatan kepada SDM sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan.

Karena itu, Ganjar, mengajak para pengusaha untuk terus adaptif dengan perkembangan zaman. Tidak hanya sebagai modal mengembangkan usahanya, tapi juga ajang penyerapan tenaga kerja.

Bertemu 200 pengusaha, Ganjar suarakan ‘Job Creation’ buat jaring tenaga kerja Indonesia di Surabaya Sabtu (14/10). (foto/ist)

“Tentu saja karena banyak pertanyaan terkait dengan penciptaan lapangan kerja, maka ini pasti investasi, insentif-insentif yang diberikan, termasuk adaptif terhadap perubahan,” kata Ganjar.

Menurut dia, di zaman digital yang serba cepat ini ada banyak kreasi pekerjaan yang dapat dibuat oleh para pengusaha dan perusahaan, khususnya untuk anak-anak muda yang punya segudang potensi dan talenta.

Ganjar berharap, inovasi dan job creation dari para pengusaha dapat membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya agar semakin banyak SDM lokal yang terserap dan meningkatkan taraf ekonominya.

Bertemu 200 pengusaha, Ganjar suarakan ‘Job Creation’ buat jaring tenaga kerja Indonesia di Surabaya Sabtu (14/10). (foto/ist)

“Sehingga banyak kreasi-kreasi pekerjaan yang bisa dibuat oleh mereka. Maka harus ada inovasinya di setiap perusahaan,” kata Ganjar. Dalam kesempatan itu, hadir pengusaha kondang Alim Markus, Henky Kurniadi, hingga Hary Tanoesoedibjo.

Ganjar, turut memberikan talkshow dan pandangannya terkait peran penting SDM untuk memajukan industri. “Hari ini kita bisa berkumpul, banyak pengusaha menyampaikan banyak aspirasi. Saya senang karena ini yang datang komplet yang muda ada, yang senior ada,” pungkas Ganjar. (rid)

Kemendikbudristek Kampanye Keselamatan Bumi lewat Kongres KKI dan PKN

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) dan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) secara bersamaan. Mengusung tema ‘Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan’ masyarakat maupun pelaku seni diajak untuk tetap mengakar pada nilai-nilai budaya serta kearifan lokal di setiap aksi berkesenian dan berkebudayaan.

Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud), Kemendikbudristek, Hilmar Farid, mengatakan tema tahun ini semakin relevan terkait urgensi perhatian masyarakat terhadap keselamatan bumi.

Menurut Hilmar, bidang kebudayaan dapat berkontribusi dalam persoalan pelestarian lingkungan. ‘’Seniman tidak saja berbicara tentang lingkungan, tapi kita ingin menggali sumber daya yang digunakan oleh masyarakat dalam bentuk pengetahuan lokal maupun ekspresi budaya dengan konsep lumbung.

Sehingga, bisa dikumpulkan dan diakses oleh masyarakat banyak,” ujar Hilmar dalam webinar Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB), Jumat (13/10/2023). Hilmar menjelaskan, KKI akan merumuskan dokumen rencana induk kemajuan kebudayaan yang diatur dalam undang-undang, sebagaimana pada Kongres Kebudayaan 2018 yang telah menghasilkan dokumen strategi kebudayaan yang sudah menjadi Peraturan Presiden.

“Selain itu, KKI akan banyak mengevaluasi pelaksanakan kebijakan dari bidang kebudayaan selama lima tahun, seperti capaian dan hambatan dalam kurun waktu tersebut,” jelasnya.

Dewan Kurator PKN, Ibe Karyanto, mengatakan PKN tahun ini mengangkat konsep lumbung sebagai langkah kerja dalam kegiatannya. Pendekatan lumbung digunakan sebagai simbol kekuatan kolektif, sehingga tugas dewan kurator bukan hanya menyeleksi, namun juga menjaga nilai-nilai yang ada dalam lumbung tersebut.

“Ada banyak nilai di dalam konsep lumbung seperti kolaborasi, saling berbagi, hemat, ramah lingkungan, dan kegembiraan. Kemudian, tugas dewan kurator membangun jejaring karena persoalan kebudayaan bukan perkara individu, ini harus menjadi milik bersama,” ungkap Ibe.

Selain itu, kurator juga bertugas untuk mengidentifikasi kegiatan yang selama ini telah dihidupkan oleh masyarakat serta sejalan dengan nilai-nilai lumbung. “Maka dari itu, Pekan Kebudayaan ini bukan hanya mengangkat atau memamerkan budaya ke Jakarta,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Provinsi Lampung, Heni Astuti, menyampaikan provinsinya akan mengikuti seluruh rangkaian PKN setelah melakukan lokakarya dan kurasi.

Sebelum mengikuti PKN, Provinsi Lampung telah melaksanakan Pekan Kebudayaan Daerah dan bekerja sama dengan Dewan Kebudayaan, elemen masyarakat, hingga pelaku seni yang ada di Lampung.

“Pemerintah Provinsi Lampung berkonsentrasi menyediakan dan menyiapkan ruang bagi pelaku budaya. Misalnya, menyediakan pusat kesenian seni dan budaya, kantor dewan kesenian, pasar seni, teater terbuka, dan teater tertutup, di mana semuanya disediakan pemerintah tanpa dipungut biaya agar dapat diberdayakan oleh masyarakat,” pungkas Heni. (red)

Mahasiswa Palestina di UM Surabaya Serukan Perang Israel dan Palestina Berakhir

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Mahasiswa asal Palestina menggelar salat gaib dan doa bersama dengan ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya di masjid kampus setempat pada Jumat (13/10/2023).

Mahasiswa asal Gaza, Palestina, yang tengah menempuh S2 di UM Surabaya, Sondos Jehad Shnewra, turut mengikuti salat gaib dengan mahasiswa dan seluruh sivitas akademika UM Surabaya tersebut.

PP Muhammadiyah juga mengimbau agar umat Islam di Indonesia melaksanakan salat gaib dan mendoakan perang di Palestina segera berakhir, dan masyarakat dunia hidup damai dan sejahtera.

Sandos mengaku jika ia memiliki trauma sejak kecil karena melihat banyak kematian, termasuk anak-anak. “Saya melihat kematian di mana-mana, khususnya anak-anak dan perempuan. Keadaannya sangat tragis hingga hari ini,” katanya.

Sandos berharap akan datang hari di mana negaranya terbebas dari ancaman dan tawanan musuh. Ia juga berharap dapat menjalani hidup yang damai dan tenteram. Untuk diketahui, di Palestina banyak anak-anak dan perempuan meninggal akibat kotanya dibombardir Israel.

Disisi lain, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UM Surabaya, Febriyanto Firman Wijaya, mengatakan jika salat gaib dan doa bersama menjadi salah satu dukungan seluruh sivitas akademika UM Surabaya kepada Palestina.

Menurut Riyan, konflik di Palestina menguras tenaga selama bertahun-tahun dan mengundang perhatian masyarakat global. Semoga di masa mendatang perdamaian dan ketertiban bisa segera terwujud di seluruh dunia.

‘’Sehingga, semua masyarakat dunia bisa hidup secara normal dan berdampingan secara damai,” ujar Riyan. Dia memberikan sejumlah catatan. Pertama, mendesak Dewan Keamanan PBB segera mengambil langkah politik dan diplomatik dengan melibatkan pihak terkait, khususnya Israel-Palestina untuk menghentikan perang, dan melakukan perundingan damai.

“Kedua, menyerukan agar Israel tidak memanfaatkan perang ini untuk terus melakukan aneksasi dan agresi terhadap wilayah dan bangsa Palestina demi tegaknya perdamaian di kawasan yang penuh gejolak ini,” terangnya.

Ketiga, meminta pemerintah Indonesia lebih proaktif dan memperkuat langkah maju dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui PBB, Organisasi Kerjasama Islam, dan jalur-jalur lainnya.

Keempat, mengimbau seluruh pihak di Indonesia menyikapi perang Israel-Palestina dengan rasional dan arif serta tidak terprovokasi berbagai informasi provokatif, hoaks, dan menyesatkan.

“Solusi fundamental yang tepat untuk palestina adalah memberikan hak mereka untuk merdeka dan berdaulat sebagai sebuah negara,” pungkas Riyan. (red)

Mesin Pengolah Petis Karya Tim PKM Unesa Bantu Kembangkan UMKM

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tim Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menciptakan mesin pengolah petis dengan menggunakan metode Double Jacket dan Vacuum Pressure. Mesin yang dirancang tersebut mampu memproduksi petis kupang merah hingga 25 kilogram setiap jam sekali.

Ketua Tim PKM Unesa, Ali Hasbi, mengatakan mesin pengolah petis ini dirancang untuk membantu menghasilkan petis dengan jumlah yang lebih banyak. Dengan mesin yang diterapkan ini, kata Ali, kapasitas produksi petis kupang merah bisa menghasilkan dua kali lipat lebih banyak dibanding dengan alat konvensional.

Mesin yang dirancang ini mampu memproduksi petis kupang merah hingga 25 kilogram per jam. Sedangkan, proses pembuatan petis kupang merah dengan menggunakan alat konvensional hanya mampu menghasilkan maksimal 12,5 kilogram per jam.

‘’Itupun juga bergantung tenaga dan kecepatan SDM-nya,” kata Ali, di Surabaya, Jumat (13/10/2023). Ia menjelaskan, selain kuantitas produksi meningkat, dengan menggunakan mesin ini biaya produksi lebih murah. Selain itu, kualitas petis kupang merah juga higienis dan sangat baik.

Sehingga, petis yang dihasilkan rasanya lebih enak, lebih diminati dan lebih memudahkan dalam pemasaran. “Hal ini menjadi added value (nilai tambah) dari peningkatan produktivitas, yaitu pendapatan dari selisih biaya produksi dan selisih waktu yang masih banyak dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan produktif lainnya,” jelasnya.

Mesin pengolah petis ini diberikan ke sejumlah UMKM Petis Kupang di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo. UMKM di daerah ini merupakan usaha keluarga yang turun temurun dan proses produksinya secara umum masih dilakukan secara manual, sehingga banyak kendala yang dialami.

“Harapannya, UMKM yang lain dapat terinspirasi dengan mesin ini. Mulai dari cara mengembangkan usaha. Sehingga, kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut dapat meningkat,” terangnya. Selain aspek produksi, Tim PKM Unesa juga menggelar workshop manajemen produksi, manajemen usaha, dan manajemen pemasaran yang dikemas dalam kegiatan diskusi, pelatihan dan pendampingan.

Untuk manajemen produksi, dilatih bagaimana cara meningkatkan produksi melalui manajemen produksi yang baik melalui penerapan teknologi dan produksi yang tepat. Termasuk cara mengelola, menerapkan, dan merawat mesin.

‘’Sehingga, produksinya secara kualitas dan kuantitas meningkat, serta mesin produksinya awet dan usahanya berkembang,” ungkapnya. Sedangkan, untuk pemasaran, Tim PKM Unesa memberikan pelatihan pembuatan akun marketplace dan branding merek dagang.

“Sehingga, diharapkan para UMKM dapat merencanakan pengembangan usahanya dengan lebih baik agar meraih kesuksesan menjadi UMKM yang lebih maju, tangguh dan mandiri,” harapnya.

Salah satu mitra dan pelaku usaha petis kupang merah, Suparlan, mengaku senang dengan bantuan dan pelatihan dari Tim PKM Unesa. Sebab, selama ini pelaku UMKM terkendala pada proses produksi khususnya proses pemasakan atau pengadukan yang masih manual.

Sehingga, membuat pegawai kelelahan dan mengakibatkan pengadukan kurang merata serta proses pemasakan lebih lama. ”Kami berharap adanya kegiatan tindak lanjut serta pendampingan secara berkala untuk memberikan masukan dan saran dalam menjalankan usaha kami,” pungkasnya. (red)