Kemarau Panjang, Lima Kecamatan di Banyuwangi Terancam Krisis Air

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com)  – Kemarau  mulai berdampak pada pasokan air bersih di Banyuwangi. Sedikitnya lima kecamatan di kabupaten ini mulai terancam krisis air. Kelima wilayah ini menjadi langganan kekurangan air ketika musim kemarau.

Lima kecamatan itu masing-masing Tegaldlimo, Bangorejo, Genteng, Glagah, dan Wongsorejo. Sejak kemarau melanda, pasokan air bersih di wilayah ini mulai terganggu. Mengantisipasi kelangkaan, warga digelontor air bersih secara rutin.

“Droping air bersih kami lakukan bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM). Setiap hari digilir ke masing-masing kecamatan yang terdampak kekeringan,” kata Plt Kepala  Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Danang Hartanto, Selasa (10/10/2023).

Selain menggelontor air bersih, pihaknya menggali sumber air baru untuk menambah pasokan air. Salah satunya, memperbaiki infrastruktur jaringan air. Harapannya, membantu mengatasi krisis air.

“Tantangan kita memang cukup berat mengatasi kekeringan. Perubahan iklim yang tidak pasti menjadi kendala terbesar,” jelasnya. Pihaknya berharap, warga di lima kecamatan yang terdampak ini bisa bersabar.

Lalu, mendukung upaya-upaya pemerintah daerah mengatasi persoalan kekeringan.  Warga juga diimbau menggunakan air dengan bijak. Sehingga, kebutuhan air bisa tercukupi dengan baik.

“Air itu sangat berharga, terutama di musim kemarau. Jadi, harus dijaga bersama-sama,” pinta Danang. Kampanye dan edukasi pengelolaan air bersih juga terus digalakkan. Harapannya, terbangun kesadaran masyarakat pentingnya menjaga sumber air. Sehingga, ketika musim kemarau, pasokan air bersih akan tetap terjaga.

Kekeringan melanda Banyuwangi sejak beberapa bulan terakhir. Versi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, cuaca esktrem ini dipicu  posisi semu matahari ke arah selatan ekuator. Imbasnya, penyinaran matahari relatif lebih intens.

Kondisi ini diperparah dengan rendahnya tingkat kelembaban udara. Lalu,  minimnya tingkat pertumbuhan awan di siang hari. Sehingga, berpotensi memicu naiknya suhu panas dan kekeringan. Selain krisis air, kekeringan juga rawan mimicu terjadinya bencana kebakaran. (udi)

Musim Kemarau, Lereng Ijen Banyuwangi Terbakar

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Kebakaran melanda kawasan pegunungan Ijen, Banyuwangi, Selasa (10/10/2023). Penyebabnya masih didalami. Dugaan sementara dipicu musim kemarau. Kobaran api mulai mengarah ke jalur pendakian ke kawah yang terkenal dengan api biru ini.

Titik api diketahui mulai muncul, Senin (9/10/2023) sore. Lalu, melebar mendekati jalur pendakian. “Awalnya, terlihat kepulan asap dari arah lahan Perhutani di wilayah Cangkringan. Kemudian, merembet ke kawasan cagar alam,” kata Kepala Taman Wisata Alam Ijen, Sigit Haribowo.

Kawasan yang terbakar ini ditumbuhi alang-alang dan tumbuhan pakis. Sehingga, dengan mudah tersulut api. Lokasi kebakaran yang cukup terjal cukup menyulitkan petugas melakukan pemadaman.

“Begitu ada kepulan asap, kami terjunkan tim melakukan pemantauan. Ternyata, muncul kebakaran,” jelas Sigit. Saat ini, dengan peralatan seadanya petugas berjibaku memadamkan api. Lokasi kebakaran yang curam menyulitkan petugas membawa mesin penyemprot air.

“Ada yang pakai mesin semprot, tapi kurang maksimal karena sulitnya medan. Pemadaman difokuskan melokalisir api agar tak merembet ke jalur pendakian,” jelasnya lagi. Beberapa jam melakukan pemadaman, tim gabungan dari Resort Konservasi Wilayah 18 bersama pelaku wisata Kawah Ijen berhasil menjinakkan api.

Saat ini, hanya tersisa 2-3 titik api yang masih berkobar. Meski begitu, petugas gabungan tetap siaga di lokasi. Sebab, lokasi kebakaran hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari jalur pendakian. Luas lahan yang terbakar juga belum bisa diketahui.

“Jadi, titik api berada di aliran Banyupahit, kita lokalisir agar tidak sampai melompat ke jalur pendakian,” tegasnya. Kebakaran di kawasan pegunungan Ijen ini menjadi fenomena rutin di musim kemarau. Sebelumnya, kebakaran melanda kawasan Merapi Ungup-ungup yang berdekatan dengan puncak Ijen.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi mengingatkan bahaya kebakaran akibat naiknya suhu udara. Cuaca esktrem ini dipicu  posisi semu matahari ke arah selatan ekuator.

Imbasnya, penyinaran matahari relatif lebih intens. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya tingkat kelembaban udara. Lalu,  minimnya tingkat pertumbuhan awan di siang hari. Sehingga, berpotensi memicu naiknya suhu panas. (udi)

Ganjar Creasi Turun Langsung ke Desa di Probolinggo untuk Serap Aspirasi Petani

0

Probolinggo, (pawartajatim.com) – Dalam menjawab persoalan petani tekait penggunaan pupuk kimia, sukarelawan Ganjar Pranowo yang berjejaring dalam Generasi Alumni Muda Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair) atau Ganjar Creasi (G-Creasi) turun langsung menemui petani.

Para pendukung Capres 2024 Ganjar Pranowo, menemui kendala petani terkait ketergantungan para petani ihwal penggunaan pupuk kimia. Mereka pun menggelar pelatihan pembuatan insektisida alami ke para petani untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia, sekaligus untuk mengurangi hama dan penyakit tanaman.

“Masalah yang pertama yaitu penggunaan insektisida kimia yang sudah terlalu berlebihan. Kedua, mahalnya insektisida kimia tersebut, ketiga dampak dari penggunaannya terhadap tanaman itu resistensi,” kata Koordinator Daerah G-Creasi Probolinggo, Anwar As Sidiq di Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Minggu (8/10/2023).

Adapun praktik pembuatan insektisida alami dalam pelatihan itu menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan dan sebagian besar menjadi bumbu yang wajib berada di dapur. Antara lain, bawang merah, bawang putih dan kunyit.

Petani yang mengikuti pelatihan tersebut tampak antusias. Mereka mengamati serius pemaparan dan juga praktik langsung yang diberikan oleh pemateri dan sukarelawan G-Creasi.

Salah satunya, Mustofa, selaku tokoh masyarakat dan petani yang mengikuti pelatihan G-Creasi. Dia menyebutkan, persoalan penggunaan pupuk kimia yang mahal dapat terselesaikan dengan bahan-bahan alternatif insektisida alami yang diberikan G-Creasi.

“Langsung praktik tadi pembuatan insektisida dari bawang merah, bawang putih terus ada kunyit campurannya supaya menanggulangi hama dari petani padi, bawang, cabai bahkan ke lainnya ini perlu dicoba,” ungkap Mustofa.

Dia dan petani lainnya pun mendukung penuh upaya sukarelawan G-Creasi dalam menampung aspirasi-aspirasi dari masyarakat, termasuk petani. Kepada G-Creasi, pria yang menjadi petani padi dan jagung itu juga menyampaikan harapannya ke Ganjar terkait persoalan petani lainnya seperti kesulitan pupuk.

Mustofa pun mendukung dan meyakini Ganjar Pranowo mampu menyelesaikan persoalan tersebut. Dia optimis, Ganjar Pranowo, dapat mengentaskan kemiskinan seiring meningkatnya kesejahteraan petani di bawah kepemimpinannya kelak saat terpilih menjadi Presiden RI 2024-2029.

“Harapannya kita bisa berkelanjutan. Mudah-mudahan yang punya ide kemajuan petani ini, khususnya yang didorong oleh relawan Ganjar kita harus dukung bersama,” kata Mustofa. Mudah-mudahan Ganjar Pranowo, bisa jadi Presiden ke depan supaya petani bisa menghasilkan. Terutama petani di sini lebih diperhatikan.

”Karena kita terlalu bergantung pada obat kimia yang mahal dan pupuk yang sulit, mudah-mudahan Pak Ganjar bisa mengentaskan kemiskinan di masyarakat banyak,” lanjutnya. (rid)

Operasi Makanan Sehat, Kowarteg Ganjar Bawa Kebahagiaan Buat UMKM di Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Salah seorang pedagang bakso, Aris (47) tak kuasa menahan kebahagiaannya usai didatangi sukarelawan Komunitas Warteg (Kowarteg) Indonesia Dukung Ganjar ketika lelah bekerja. Pasalnya, Aris, menjadi salah satu penerima manfaat dari kegiatan operasi makanan sehat gratis yang digelar Kowarteg Indonesia di Jalan Wonocolo Pabrik Kulit, Kecamatan Wonocolo, Surabaya Minggu (8/10/2023).

Dari aksi sosial tersebut, Aris, diberikan makanan sehat yang terdiri dari tiga macam. Pertama, ada susu, kemudian roti beraneka macam rasa, dan terakhir agar-agar dengan kandungan jagung yang kaya antioksidan.

Dia mengatakan, makanan sehat yang diberikan Kowarteg Indonesia membuatnya semangat bekerja lagi. Terlebih Aris, bisa menyantap kudapan itu bersama istri yang menemaninya berjualan.

“Saya banyak terima kasih sudah diberi makanan sehat dari Komunitas Warteg Indonesia. Alhamdulillah…., bisa buat makan sekeluarga,” kata Aris. Ia mendoakan kesehatan seluruh jajaran Kowarteg Indonesia yang sudah menebarkan manfaat kepada warga melalui aksi sosial ini.

Operasi makanan sehat, Kowarteg Ganjar bawa kebahagaiaan buat UMKM di Surabaya Minggu (8/10). (foto/ist)

Lelaki ini berharap mereka semakin jaya. “Semoga Komunitas Warteg Indonesia tetap jaya,” imbuhnya. Sementara, Koordinator Wilayah (Korwil) Kowarteg Indonesia Jatim, Kiki Kurniawan, menyebut pihaknya menyasar pekerja informal. Seperti driver online, tukang becak, kuli panggul, dan pekerja informal lainnya dalam aksi sosial itu.

Sukarelawan Kowarteg Indonesia juga menyambangi pelaku UMKM. Seperti pedagang bakso dan soto mie untuk menebar kebahagiaan melalui paket makanan sehat. “Alhamdulillah….., kita melaksanakan aksi sosial ini untuk memberikan makan siang kepada teman-teman dan saudara-saudara kita di Kecamatan Wonocolo,” kata Kiki.

Operasi makanan sehat, Kowarteg Ganjar bawa kebahagaiaan buat UMKM di Surabaya Minggu (8/10). (foto/ist)

Ia berharap, aksi sosial yang sudah dilakukan di Surabaya ini memberi kebahagiaan dan mendatangkan manfaat kesehatan kepada para penerima. Khususnya pekerja informal dan pelaku UMKM.

Aksi sosial tersebut merupakan komitmen Kowarteg Indonesia dalam mendatangkan kebermanfaatan kepada masyarakat melalui kegiatan-kegiatan positif sekaligus mengenalkan sosok Ganjar Pranowo.

“Kita akan terus melakukan sosialisasi dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Tidak hanya di Surabaya, tetapi juga kota-kota lain yang ada,” pungkasnya. (rid)

Catat… Musim Hujan di Banyuwangi Diprediksi Awal Desember

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Cuaca panas ekstrem yang melanda Banyuwangi diprediksi akan berlangsung lama. Perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau baru akan berakhir menjelang Desember mendatang. Dampak kemarau ini memicu suhu panasa udara yang tak lazim. Bahkan, mencapai puncaknya.

Cuaca panas ini dipicu  posisi semu matahari ke arah selatan ekuator. Imbasnya, penyinaran matahari relatif lebih intens. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya tingkat kelembaban udara. Lalu, ditambah minimnya tingkat pertumbuhan awan di siang hari.

“Dominasinya cuaca cerah. Sehingga, panasnya ekstrem,” kata Prakirawan BMKG Banyuwangi Dita Purnamasari, Senin (9/10/2023) siang. Fenomena panas ini membuat rata-rata suhu udara cenderung naik. Kondisi ini terjadi hampir di seluruh daerah Indonesia.

Termasuk, Banyuwangi yang berada di selatan ekuator. Suhu panas ini diprediksi berlangsung September – Oktober. Selama September kemarin, beberapa daerah di Indonesia mencapai suhu 35,4 – 38,0 derajat celius pada siang hari. Kondisi ini membuat cuaca terasa panas.

Dengan fenomena ini, BMKG meminta warga Banyuwangi waspada. Terutama, dampak cuaca panas. Mulai rawan dehidrasi, kelelahan hingga resiko kebakaran. “Imbauannya, jangan membuang puntung rokok sembarangan, serta membakar sampah secara sembarangan. Ini mengantisipasi kebakaran,” jelasnya.

Hasil pengamatan BMKG, awal musim penghujan diprediksi baru muncul Desember mendatang. Namun, di beberapa kecamatan diprediksi hujan datangnya lebih awal. Diantaranya, Kecamatan Genteng, Glenmore, Kalibaru dan Sempu. BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca di Banyuwangi sebagai informasi untuk warga.

Sehingga, warga bisa melakukan langkah antisipasi menjaga keselamatan dan kesehatan. “Cuaca ekstrem ini harus jaga diri dan antisipasi,” tutupnya. (udi)

Tim Robot Unesa Juara 2 KRTI Nasional 2023

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tim Robot Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (FT Unesa) meraih juara 2 Kompetisi Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2023 di Lampung, meskipun sempat mengalami gagal program hingga jatuh dan rusak.

Dalam ajang nasional itu, Tim Fly Research Group (FLY-RG FT) meraih juara 2 dengan mencatatkan skor terbanyak pada divisi Vertical Take-Off Landing. Ini catatan bagus yang ditorehkan FLY-RG, sehingga menjuarai KRTI tingkat wilayah pada Agustus lalu.

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa bukanlah hal baru bagi Unesa untuk berinovasi pada kompetisi bidang teknologi,” kata Dosen Pembimbing, Muhamad Syariffuddien Zuhrie, melalui keterangannya di Surabaya, Minggu (8/10/2023).

Menurut Syarif, Unesa masuk daftar tim juara di level nasional merupakan capaian yang membanggakan bagi timnya. Itu, merupakan hasil dari persiapan dan latihan yang dilakukan anak asuhnya jauh-jauh hari.

Timnya, sudah melakukan persiapan selama hampir dua tahun untuk KRTI yang awalnya direncanakan pada 2022 lalu. Namun, karena beberapa alasan, KRTI 2022 tidak dapat dilaksanakan. “Meski demikian, tim tetap berkomitmen melanjutkan penelitian terkait wahana dan meningkatkan kualitas robot,” katanya.

Melihat dari KRTI tingkat wilayah sebelumnya, pihaknya telah memperbarui sejumlah bagian dari robot yang akan dilombakan di tingkat nasional. Di antaranya, pada segi mekanik seperti bagian lengan yang didesain agar lebih lebih ringan dan penempatan kamera.

Dari segi program, pihaknya merancang robot agar bisa menyelesaikan misi di dalam dan luar ruangan dalam satu tekan dan otomatis. “Dari segi perangkat keras tidak banyak, hanya menyiapkan beberapa komponen cadangan, merapikan kabel sehingga peletakkan komponen sudah rapi dan siap dilombakan,” jelasnya.

Syarif mendeskripsikan, robotnya berkonsep menara dengan titik pusat baterai sebagai central of gravity (CG) yang memudahkan perangkat keras untuk menambah komponen yang dibutuhkan, sehingga wahana tidak memiliki keterbatasan pada bagian komponen.

Pemilihan komponen juga harus teliti mengingat rancangan tersebut memiliki kekurangan dalam wahana yang akan semakin berat dan bisa membebani motor. Keunggulan robot tim FLY-RG ini pada penggunaan sistem penggerak utama yang diintegrasikan dalam wahana, yakni ROS (Robot Operating System).

ROS merupakan program yang dapat berjalan secara bersamaan, sehingga tidak saling mengganggu dan program dapat dijalankan secara point to point sesuai dengan analogi dan strategi dari tim.

Ketua Tim FLY-RG, Fatih Tri Anggara, mengatakan saat sehari sebelum lomba, timnya mengalami kendala, saat mencoba wahana, robot mereka mengalami kegagalan program. Saat robot diambil alih secara paksa menggunakan remote control, robot sempat lambat untuk merespon, sehingga tidak terkontrol.

Hal itu membuat robot tersebut jatuh dari ketinggian lima meter dan mengakibatkan kerusakan yang cukup berat. “Adaptasi yang berbeda saat di Surabaya dan di Lampung ini membuat robot kehilangan kendali terutama sensornya. Akhirnya, kami perbaiki dengan komponen cadangan dan perbaiki sensor untuk menyesuaikan kondisi lapangan,” ungkapnya.

Fatih menjelaskan, timnya memakai strategi yang berfokus pada pengumpulan poin dahulu. Setelah timnya lolos ke babak final, beberapa keunggulan yang dimiliki robot mulai ditunjukkan untuk mengungguli tim lawan. (red)

Grand Eastern Surabaya Timur Tawarkan Keindahan View Senja

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Hunian berkelas premium Grand Eastern Residence di kawasan Surabaya Timur terus mengejar calon konsumen baru. Selain mengenalkan klaster baru, pihak pengembang juga menawarkan keindahan pemandangan (view) pada senja hari di Surabaya Timur untuk menarik minat konsumen baru terutama kaum milenial dan Gen-Z.

Setelah sukses membangun komplek hunian baru bernama Eastern Park di kawasan Surabaya Timur, PT Taman Timur Regensi kembali mengembangkan komplek hunian baru bernama Grand Eastern Residence yang lokasinya tidak jauh dari hunian sebelumnya.

Direksi Grand Eastern Residence, Johan Prajitno, mengatakan untuk menarik minat pengunjung dan calon konsumen baru, pihak pengembang menggelar acara Open House yang digelar selama tiga hari mulai 6-8 Oktober 2023 di area Rumah Contoh Eastern Hill kawasan Surabaya Timur.

“Open house ini digelar dengan menghadirkan berbagai acara seru dan menarik. Mulai dari F&B Marjet (Jajanan UMKM), Sunset Tabata Party hingga Live Band dan DJ. Tujuannya, selain mengenalkan lebih dekat hunian berkelas premium New Cluster Eastern Hill kepada masyarakat, khususnya kaum milenial dan Gen-Z, juga menawarkan pemandangan view menarik pada senja hari,” kata Johan melalui keterangannya di Surabaya, Minggu (8/10/2023).

Ia menjelaskan, bagi para pengunjung yang hadir pada acara open house ini bisa melihat secara langsung keseluruhan isi dalam rumah berkonsep kontemporer minimalis menyerupai resort hotel bintang lima.

“Kebetulan konsep hunian ini kelasnya untuk milenial dan Gen-Z. Namun, kami menyiapkan banyak area hijau. Selain itu, juga fasad unik rumah segitiga, plafon yang tinggi, hingga ikonik jacuzzi,” jelasnya. Pengunjung dan calon konsumen, lanjut Johan, bisa menikmati keseruan acara yang disajikan.

Serta, keindahan view Surabaya Timur saat senja hari yang bisa dinikmati dari Grand Eastern Residence. Menurut Johan, wilayah Surabaya Timur telah menjadi salah satu contoh kawasan berkembang pesat seiring dengan pembangunan berbagai infrastruktur publik.

Seperti jalan tol, Jalan Lingkar Dalam Timur atau Middle East Ring Road (MERR), maupun Outer East Ring Road (OERR) atau Jalan Lingkar Luar Timur. “Apalagi, dengan adanya hunian baru ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya warga sekitar. Sebab, selain infrastruktur baru yang akan segera dibangun juga banyaknya penghuni baru,” ungkapnya.

Johan menambahkan, pembangunan Outer East Ring Road (OERR) terhadap ekonomi pada kawasan Surabaya Timur khususnya pembangunan Jalur Lingkar Luar Timur akan memiliki banyak dampak positif. Salah satunya, akan berdampak pada ekonomi pada suatu wilayah.

“Akses baru pembangunan Surabaya Eastern Ring Road (SERR), jalur tersebut akan melengkapi Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT), serta akan ada Jalan OERR yang merupakan salah satu rencana pembangunan infrastruktur yang akan melewati enam Kecamatan di Surabaya Timur dan berhubungan langsung dengan Kota Sidoarjo,” pungkasnya. (red)

Sistekin Untag Surabaya Gelar Bimtek Penyusunan Akreditasi

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melalui Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (Prodi Sistekin) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam penyusunan dokumen akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Informasi dan Komputer (LAM Infokom).

Ketua Dewan Eksekutif LAM Infokom, Prof Dra Sri Hartati MSc PhD, mengatakan pembinaan teknis ini dilakukan menyusul sekitar 2.200 program studi di Indonesia, hanya sepertiga yang memenuhi posisi standar nasional.

“Hal ini menjadi keprihatinan LAM Infokom, sehingga menggelar program pembinaan prodi untuk wilayah LLDIKTI di seluruh Indonesia, termasuk Jawa Timur/Jatim, agar mereka dapat memahami instrumen-instrumen akreditasi. Pembinaan ini diharapkan memberikan manfaat maksimal bagi program studi,” kata Prof Sri, melalui keterangannya di Surabaya, Minggu (8/10/2023).

Ia menjelaskan, pada pembinaan teknis ini dilakukan untuk Prodi Informatika dan Komputer di Lingkungan Layanan Lembaga Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, dan dihadiri 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Materi yang disampaikan, yakni mengenai Standar dan SPMI, paparan kriteria A-C9, serta penyusunan kriteria A-C9, dengan didampingi tiga Asesor dari LAM Infokom.

“Tiga Asesor dari LAM Infokom tersebut, yakni saya sendiri. Kemudian, Joko Lianto Buliali selaku Majelis Akreditasi LAM Infokom, dan Amil A. Ilham selaku Pelaksana Akreditasi LAM Infokom,” jelas Prof Sri.

Rektor Untag Surabaya, Prof Dr Mulyanto Nugroho MM CMA CPA, menyampaikan, mutu yang tinggi akan membentuk proses belajar yang baik. “Mutu adalah yang utama, terutama dalam konteks akreditasi. Oleh karena itu, melalui Bimtek LAM Infokom ini mari bersama-sama kita membangun mutu dan proses belajar yang baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM, mengatakan pendidikan bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. “Dan, hal ini dapat diwujudkan melalui pencapaian kompetensi-kompetensi oleh program studi pada seluruh perguruan tinggi di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Prodi Sistekin Untag Surabaya, Supangat PhD ITIL COBIT CLA, mengatakan Prodi Sistekin Untag Surabaya terus berkomitmen dalam upaya menuju akreditasi baik sekali dan meraih unggul.

Menurut Supangat, calon mahasiswa saat ini sering menanyakan tentang akreditasi jurusan yang selalu menjadi pertimbangan dalam memilih jurusan kuliah. Sehingga, pihaknya terus berkomitmen dalam upaya mencapai akreditasi menuju baik sekali meraih unggul.

“Terima kasih kepada seluruh perguruan tinggi yang hadir dalam pembinaan kali ini. Mari bersama-sama berkolaborasi, bertukar informasi, dan meningkatkan prestasi prodi kita. Semoga kita semua dapat menuju baik sekali meraih unggul,” pungkasnya. (red)

Sejak 160 Tahun, untuk Pertama Kalinya Sejarah Ursulin Surabaya Dipamerkan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Peringatan 160 tahun Ursulin Surabaya menjadi momen penting dan bersejarah di Surabaya. Salah satunya, dengan menampilkan dokumentasi sejarah dalam bingkai foto dari tahun 1863 hingga 2023 yang baru pertama kali dipamerkan pada masyarakat umum.

Pameran foto bertema “Berakar di Masa Lampau, Hidup di Masa Kini, Menggapai Masa Depan” ini menampilkan puluhan dokumentasi foto sejarah suster Ursulin di dunia pendidikan. Masyarakat umum bisa melihat langsung sekaligus mengetahui perjalanan panjang suster Ursulin dalam bingkai foto yang digelar pertama kali sejak 160 tahun lalu.

Pemimpin Komunitas Biarawati Ursulin Surabaya, Suster Cecile Marijanti OSU, mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentuk syukur atas perjalanan panjang kehadiran para suster Ursulin yang telah berkarya dalam dunia pendidikan sejak 14 Oktober 1863.

“Tujuan digelarnya pameran ini yaitu kami mengucap syukur kepada Tuhan atas segala kebaikanNya kepada kami selama 160 tahun. Untuk itu, kami ingin mengenang kembali kehadiran para suster Ursulin pertama di Surabaya tepatnya sejak 14 Oktober 1863,” kata Suster Cecile, usai membuka pameran foto 160 tahun Ursulin Surabaya di Kampus Santa Maria Surabaya, Minggu (8/10).

Suster Cecile menjelaskan, cerita foto dimulai dari perjalanan Suster Louise Demarteau, sebagai pemimpin Biara Ursulin Pertama di Kepanjen, Malang. Kemudian, singgah ke Surabaya bersama lima suster lainnya untuk melanjutkan misinya dalam dunia pendidikan.

“Selanjutnya, sekolah pertama Lagere School atau SD Santa Angela dibuka pada 3 November 1864. Lalu, disusul Lagere School atau SD Santa Ursula pada 1867, Sekolah Keterampilan Wanita pada 1874, Sekolah Taman Kanak-kanak Frobel pada 1877, dan Sekolah Guru Santa Catarina pada 1880,” ungkapnya.

Cerita foto bergeser ke Kota Malang. Pada 1900, Suster Angele Flecken mendirikan Biara di Jalan Celaket 55 Malang yang kini Biara Santa Trinitas atau Cor Jesu di Jalan Jaksa Agung Suprapto 55 Malang. Kemudian, pada 27 Februari 1920 Suster Angele mendirikan H.B.S pertama di Jawa Timur/Jatim.

Karya-karya pendidikan di Kota Malang, mulai dari KB/TK, SMP, SMA, hingga SMK Cor Jesu. Dari Kota Malang, karya suster-suster Ursulin berkembang ke Surabaya, Sidoarjo, dan Pacet. Melalui pameran ini, diharapkan masyarakat kembali mengingat dan mengenang bahwa 160 tahun lalu, para suster telah mulai dengan usaha mereka untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat dan umat di Surabaya.

“Dan, ini ingin kami lanjutkan agar warisan ini tidak putus, namun terus dilanjutkan, dan kami setia berkarya di bidang pendidikan untuk menjadikan anak-anak bangsa ini menjadi anak berkarakter baik, bukan hanya pandai,” terangnya.

Livia Benyamin, salah satu pengunjung, mengaku sebelumnya tidak banyak mengetahui sejarah tentang Ursulin Surabaya. Namun, dengan adanya dokumentasi sejarah dalam bingkai foto ini, kini menjadi lebih mengerti perjalanan panjang para suster Ursulin dalam mengembangkan dunia pendidikan.

“Menurut saya sih pameran foto ini bagus banget, karena ini juga pertama kali digelar selama 160 tahun. Ini hal yang baru karena belum pernah dilihat sebelumnya. Saya senang dan bangga,” kata Livia yang masih duduk di bangkus kelas XI SMA Santa Maria Surabaya.

Selain foto, pameran juga menampilkan memorabilia bangku sekolah SD pertama kali dipakai, kapal layar kala itu, alat-alat drumband, dan lainnya. (red)

HUT ke-27 Tahun, XL Tebar Bonus untuk Pelanggan Setia 

0

Jakarta, (pawartajatim.com) –  Rayakan Hari Ulang Tahun/HUT ke-27 tahun kiprah XL Axiata untuk Indonesia #JadiLebihBaik, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali menebar beragam bonus dan promo untuk semua segmen pelanggan setia. Program spesial ini berlaku untuk layanan XL Prabayar, XL PRIORITAS, AXIS, XL SATU Fiber, dan XL Axiata Business Solutions.

Pelanggan bisa mendapatkan promo dan bonus menarik selama bulan Oktober 2023 melalui aplikasi myXL, AXISNet, dan saluran-saluran penjualan seperti Tokopedia, Shopee, blibli, Dana, OVO, Grab, Gojek dan Gopay.

Direktur & Chief Commercial Officer-Consumer XL Axiata, David Arcelus Oses, mengatakan, tidak terasa sudah 27 tahun XL Axiata hadir dan melayani masyarakat Indonesia. ‘’Tentunya bisa sampai usia 27 tahun ini juga karena dukungan dari berbagai pihak, terutamanya para pelanggan setia,’’ kata David Arcelus Oses, di Jakarta Sabtu (7/10).

Karena itulah untuk bisa merayakan hari bahagia ini bersama sama, kami memberikan banyak promo dan bonus untuk pelanggan dan calon pelanggan kami. Semoga ke depannya, kami lebih bisa melayani pelanggan dengan maksimal dan memberikan lebih banyak lagi kontribusi untuk memajukan Indonesia.

Salah satu promo ulang tahun ke-27 yang bisa dipilih pelanggan untuk XL prabayar, promo AXIS, XL prioritas, XL satu serta promo XL Axiata Business Solutions. Untuk mendapatkan penawaran ini pelanggan bisa mendaftar di website xlaxiata.co.id/bisnis. (bw)