Oktober Fest, Java Paragon Hotel Tawarkan Minuman Sepuasnya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Java Paragon Hotel & Residences tak mau ketinggalan untuk memeriahkan gelaran Oktoberfest yang diadaptasi dari negara Jerman. Selama bulan Oktober ini banyak promo menarik yang bisa dinikmati tamu.

“Pada tahun ini Java Paragon Hotel juga ikut meramaikan Oktoberfest dengan nuansa ala Jerman. Tentunya kami punya banyak promo menarik di tiga restoran sekaligus. Sayang banget kalau anda melewatkan kesempatan ini,” kata General Manager Java Paragon Hotel & Residences, Erly Rizka, di Surabaya Sabtu (7/10).

Di The Avenue Lounge and Bar ada Beer Bazar. Para tamu bisa menikmati bir dari berbagai brand ternama sepuasnya. Untuk menikmati All You Can Drink ini tamu cukup membayar dengan harga Rp158.00++ selama 90 menit.

“Di beer bazar, tamu juga dapat free pretzel loh,” tambah Erly. Dengan membawa konsep restoran dengan view kota Surabaya dari ketinggian di malam hari, keseruan Oktoberfest juga bisa dinikmati di Citilites Sky Club & Bistro yaitu dengan tema Paulaner Bavarian October Fest dengan harga 188.000++ per package.

Setiap pembelian satu package akan mendapatkan 1 grill tapas dan 1 botol bir Paulaner. Jika tamu ingin menikmati all you can eat, di The Cafe ada buffet terbaru dengan tema Above Sea Level. Berbagai macam menu khasnya mulai dari Salad, Rawon Daging, Soto Ayam, Sate-satean, Steak Ayam dan Daging,  dan Pizza.

Ada juga menu khas Korea yaitu Ramen, Soba, dan Udon. Dibagian Stall japanese ada Sushi, Sashimi, dan Sukiyaki. Untuk makanan khas nusantara juga tidak ketinggalan yaitu Mie Goreng Kare, Rujak Gobed, Tahu Campur, Mie Aceh, dan yang spesial yaitu Nasi Goreng Rawon.

Diakhir makan rasanya kurang afdol tanpa dessert. Tamu bisa menikmati ice cream dengan berbagai macam rasa mulai dari vanilla, strawberry, matcha, hingga charcoal. (bw)

Sebanyak 1.400 Pesepeda Berlaga di Tour of Kemala di Banyuwangi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Sedikitnya 1.400 pesepeda unjuk gigi dalam balap sepeda Tour of Kemala 2023 di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (7/10/2023) pagi. Mereka berasal dari sejumlah penghobi dan atlet sepeda dari berbagai provinsi, termasuk manca negara.

Even ini digelar hasil kolaborasi antara Kemala Bhayangkari dan PB Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI). Lomba digelar dua hari, 7-8 Oktober, start dan finish di kawasan wisata Pantai Marina Boom, Banyuwangi.

Tour of Kemala 2023 dibuka Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo, didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Ketua Umum Bhayangkari, Evi Agus Andrianto, Ketua Pengurus Yayasan Bhayangkari Diana Ahmad Dofiri, dan Sekjen PB ISSI Parama Nugroho.

Selain penghobi olahraga sepeda, even ini diikuti  sejumlah atlet nasional dan internasional. Diperkirakan, selama even berlangsung sebanyak 4000 orang berkunjung ke Banyuwangi. Tour of Kemala 2023 ini merupakan salah satu kepedulian terhadap pengembangan olahraga sepeda di Indonesia.

‘’Kami berterima kasih kepada Pemkab Banyuwangi yang mendukung penuh acara ini dan menyediakan lokasi yang sangat indah dan menantang untuk para peserta,” kata Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo.

Tour of Kemala, diproyeksikan  menjadi agenda tahunan yang  digelar di berbagai wilayah Indonesia. Tujuannya,  meningkatkan kecintaan pada olahraga sepeda dan mencari bibit unggul atlet sepeda nasional. ” Kami mengapresiasi para peserta yang ikut dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Hari pertama digelar nomor Bicycle Race sepanjang 128 kilometer. Ajang ini diperuntukkan partisipan profesional tingkat nasional dan internasional. Ada 417 peserta  dalam nomor ini.

Termasuk 13 peserta dari lima negara, yaitu China, Thailand, Prancis, Malaysia, dan Filipina. Sedangkan kategori fun bike menempuh jarak 55 kilometer. Para peserta akan melewati beberapa lokasi wisata dan tempat-tempat ikonik di Banyuwangi.

Seperti, Taman Sritanjung, Simpang Lima, Desa Adat Wisata Osing Kemiren hingga Bandara Blimbingsari. Bagi Banyuwangi, Tour of Kemala menjadi berkah tersendiri. Sebab, ribuan orang datang ke Banyuwangi.

Dampaknya penginapan penuh. Tidak hanya hotel, homestay-homestay milik warga juga dipenuhi pemgunjunh. Pun dengan restoran, kuliner, dan warung-warung masyarakat. Terima kasih telah memilih Banyuwangi sebagai tuan rumah penyelenggaraan Tour of Kemala.

‘’Selamat datang di Banyuwangi, dan selamat bertanding untuk menjadi yang terbaik. Usai bertanding silahkan nikmati berbagai destinasi dan kuliner yang ada di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. (udi)

Soal Polemik Kapal Ikan di Banyuwangi, DPR Minta Investasi di Daerah Diselamatkan 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) –  Polemik sandarnya kapal ikan di Banyuwangi memantik reaksi anggota DPR RI asal Banyuwangi, Sumail Abdullah. Politisi Gerindra ini meminta investasi di daerah bisa dilindungi.

Dukungan Komisi V DPR RI bukan tanpa alasan. Kapal ikan idealnya sandar di Pelabuhan Perikanan Masami ketimbang di pelabuhan barang. Apalagj, pelabuhan swasta ini ikut memberikan dampak ekonomi ke warga.

“Pelabuhan ini juga untuk  pelayanan dan efisiensi. Tentu kami berharap, pelabuhan khusus perikanan ini berdampak terhadap perekonomian,” kata Sumail Abdullah, Kamis (5/10). Pihaknya juga menyinggung soal isu tarif tiket sandar kapal ikan yang diberlakukan di Pelabuhan Perikanan Masami.

“Mungkin tarif yang lama lebih rendah, tarif yang baru lebih tinggi. Soal tarif ini saya kira tinggal disesuaikan saja,” ujarnya. Dia berharap seluruh pihak memiliki komitmen  mendukung investasi.

Sebab, menghadirkan investor bukan perkara mudah. Apalagi, tumbuhnya investor lokal  membawa dampak sosial ekonomi bagi masyarakat. Persoalan sandarnya kapal ikan itu juga diminta segera diakhiri. Sehingga, iklim investasi di Banyuwangi bisa tetap terjaga.

“Investor harus dilindungi, semuanya harus dilindungi, termasuk orang-orang yang menggunakan layanan dari investor juga terlindungi. Ya kita cari win – win solusi lah gimana nantinya,” tegasnya. Terkait polemik ini, pihaknya akan membawanya dalam forum di level pusat.

“Akan kita sampaikan ke Kementerian dan lembaga lain. Harapannya ada titik temunya,” tutupnya. Sebelumnya, polemik sandarnya kapal ikan terus bergulir di Banyuwangi. Kapal ikan yang idealnya sandar di Pelabuhan Perikanan Masami diarahkan ke Pelabuhan Tanjungwangi yang statusnya untuk kapal barang. (udi)

Tragis.., Warga Sidoarjo Gugat Penelantaran Haji Kemenag, Malah Dilaporkan Polisi

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Maksud hati ingin mencari keadilan, malah dilaporkan ke kepolisian. Prayitno Slamet Hariono, jamaah haji 2023 asal Sidoarjo, yang disebut-sebut telah ditelantarkan di tanah suci akhirnya memilih melakukan upaya hukum.

Hal itu dilakukan lantaran merasa dirugikan sekaligus ingin memberi kritik terhadap pemerintah, khususnya Kementerian Agama (Kemenag). Tragisnya, upaya yang dilakukan itu berdampak sebaliknya.

Dia malah diduga dikriminalisasi Kemenag. Prayitno, diadukan ke Polres Sidoarjo, dengan tuduhan dugaan melakukan pemerasan melalui media sosial atau yang berkaitan dengan ITE (Informasi Teknologi Elektronik).

Setelah merasa dirugikan atas pelayanan haji yang Kemenag sebagai penyelenggaranya, Prayitno, jamaah haji 2023 yang juga berprofesi sebagai advokat ini melakukan gugatan perdata.

Gugatan tersebut didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo dengan Nomor Perkara: 250/Pdt.G/2023/PN. Dalam gugatan itu, Prayitno, menuntut ganti rugi Rp 1,1 miliar kepada Kemenag RI, Kemenag Jatim, dan Kemenag Sidoarjo. Dia telah melakukan gugatan ke Kemenag Kabupaten Sidoarjo, karena yang mengurusi administrasi sampai keberangkatan jemaah haji.

‘’Kedua, Kemenag provinsi sebagai koordinator semua Kemenag Kabupaten, Kota. Dan ketiga Kementerian Agama RI dalam hal ini Menteri Agama (Menag) yang bertanggung jawab atas jemaah haji Indonesia ketika berada di Arab Saudi, baik itu penginapan, makanan, keselamatan, transportasi,” kata Prayitno, dilansir tvonenews.com.

Prayitno memaparkan, dirinya pada 2-4 Juli 2023 bersama jemaah haji Kloter 16-17 tidak mendapatkan jatah makanan katering saat di Makkah. Padahal, seharusnya, para jemaah haji mendapatkan jatah makan tiga kali sehari.

Kata dia, saat itu petugas katering haji sudah meninggalkan lokasi lantaran tengah mempersiapkan makanan di Arafah dan Mina. Saat manasik kami selalu dijelaskan dilarang bawa magic com, wajan, panci.

”Akhirnya begitu ada informasi enggak dapat makan tiga hari ya bingung kami. Setelah itu kami jemaah urunan beli magic com, wajan, panci, mi, beras, telur. Kalau habis urunan lagi,” jelas Prayitno.

Selain itu, lanjut Prayitno ketika menuju Mina, mereka juga tidak mendapat makan pada pagi dan siang hari. Dua Kloter itu hanya mendapat makanan saat malam harinya. “Mina itu cuacanya panas, akibatnya banyak jemaah yang pingsan karena dehidrasi, saya sendiri hampir pingsan karena kepanasan menunggu di tanah lapang tanpa air minum yang cukup dan dengan kondisi perut kosong karena tidak mendapatkan jatah sarapan,” tandasnya.

Tidak hanya itu tambah Prayitno, ketika di Madinah dan Makkah pun dapat makanan yang dianggap tak layak. “Dapat makan sih nasi putih dan lauk sambal goreng tahu tempe saja, atau nasi kuning dan orek telur. Apakah begini cara pemerintah dalam menghormati Tamu Allah? Bagaimana jemaah haji akan mendapatkan tenaga untuk melaksanakan ibadah haji apabila makanannya seperti itu,” paparnya.

Tidak hanya makanan, kata Prayitno, ratusan jamaah Kloter 17 juga sempat ditelantarkan saat menunggu bus jemputan dari Musdalifah ke Mina. Mereka seharusnya dijadwalkan berangkat setelah Subuh. Akan tetapi, mereka baru dijemput pada pukul 11.00 siang waktu Arab Saudi.

Atas dugaan penelantaran itulah kemudian Prayitno melakukan gugatan. “Saya menggugat Kemenag karena saya tidak dikasih jatah makan 11 kali dan ditelantarkan di Musdalifah. Terus masalah air Zam zam yang dijanjikan blm didapat dari Gus Menteri (Menteri Agama).

“Kalau misalnya pelayanan haji disana bagus. Saya tidak akan menggugat Kemenag,” urai dia kepada jatimterkini.com. Sementara, dalam proses hukum di PN Sidoarjo, menurut Prayitno, pihaknya juga menjalani mediasi, seperti yang diminta Kemenag.

Bahkan, kata dia, Kemenag Sidoarjo mengutus M Sholeh untuk pendekatan dengan dirinya. “Artinya proses nego kerugian yang saya alami itu masih berjalan dari sebelum sidang sampai sidang mediasi kedua. Dan saya juga berharap semua permasalahan ini berakhir damai tanpa ada yang dirugikan,” tegas dia.

Namun, betapa kagetnya Prayitno begitu mendapati dirinya mendadak diadukan ke Polres Sidoarjo dengan tuduhan dugaan melakukan pemerasan. Setelah gugatan didaftarkan ada proses mediasi.

Para pihak diminta membuat Resume atau penawaran agar perkara bisa damai. Dan saya minta kompensasi Rp 300 juta. ‘’Saya minta kompensasi Kemenag Sidoarjo itu bagian dari mediasi. Karena gugatan sudah saya buat. Dan pihak Kemenag Sidoarjo sendiri yang minta mediasi sebelum gugatan saya daftarkan. Dan juga mediasi setelah gugatan saya daftarkan lewat pengacara M Sholeh,” paparnya.

Prayitno lagi-lagi mengaku merasa aneh jika dirinya diadukan pidana ke Polres Sidoarjo dengan tuduhan pemerasan. Harus dibedakan antara seseorang yang memeras untuk mendapatkan uang atau barang dengan pengancaman akan melakukan sesuatu yang akan merugikan orang lain, dengan orang yang telah dirugikan seseorang atau lembaga yang meminta ganti rugi dengan membuat gugatan ke PN.

‘’Dalam proses mediasi dengan calon tergugat sebelum gugatan didaftarkan dia meminta ganti rugi kepada pihak yang akan digugat. Jadi, ini murni dalam proses mediasi, dalam meminta ganti rugi, bukan pemerasan,” papar Prayitno.

Setelah mengetahui dirinya diduga dikriminalisasi oleh Kemenag, Prayitno pun memohon perlindungan ke DPC Peradi Surabaya, organisasi profesi yang menaungi dirinya sebagai advokat. Bahkan, kini sudah sekitar 33 advokat siap mendampingi Prayitno dalam kasus tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC Peradi Kota Surabaya Bidang Pembelaan Profesi, Johanes Dipa Widjaja SH MH, dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, bahwa apa dilakukan Prayitno sudah tepat.

“Ganti kerugian yang diminta Prayitno sebagaimana yang disebutkan dalam gugatan nomor : 250/Pdt G/2023/PN.Sda tertanggal 14 Agustus 2023 itu sudah tepat dan sepatutnya,” tegas Johanes Dipa Widjaja.

Namun, Johanes Dipa merasa aneh jika ada warga negara Indonesia yang merasa dirugikan dan menuntut ganti kerugian, malah dilaporkan ke polisi. “Ironisnya lagi, warga negara Indonesia yang menuntut adanya ganti kerugian ke Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur dan Menteri Agama Republik Indonesia, malah dilaporkan ke Kepolisian Polres Sidoarjo atas dugaan pemerasan menggunakan media sosial,” ungkap Johanes Dipa Widjaja.

Ia menjelaskan, jika semua gugatan yang disertai tuntutan ganti kerugian yang dilakukan masyarakat Indonesia dinilai sebagai bentuk upaya pemerasan dan bisa dilaporkan ke polisi, hal itu sama halnya dengan bentuk kriminalisasi bagi warga negara yang menuntut keadilan.

“Prayitno sudah benar ketika ia meminta ganti kerugian dalam gugatannya. Namun yang terjadi, Prayitno telah dikriminalisasi. Oleh karena itu, kami akan melawan,” tambahnya. Sedangkan Ketua DPC Peradi Kota Surabaya, Hariyanto SH MH menambahkan bahwa apa yang dialami Prayitno dan banyak jamaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah haji harusnya mendapat perhatian Menteri Agama RI dan jajarannya.

“Harusnya ada pembenahan-pembenahan atas keluhan-keluhan para jamaah haji. Dan lembaga negara yang menjadi penyelenggara haji harusnya lebih peduli dan menerima setiap kritikan-kritikan yang masuk selama penyelenggaraan haji,” ujar Hariyanto.

Begitu pula dengan adanya gugatan yang dimohonkan warga negara, seharusnya ditanggapi dengan baik. “Walaupun dalam gugatan itu juga dimohonkan ganti kerugian, hal itu adalah wajar,” kata Hariyanto.

Yang jadi perhatian DPC Peradi Kota Surabaya saat ini adalah mengapa ketika dalam gugatan itu ada permintaan ganti kerugian, hal tersebut dipandang sebagai tindakan pemerasan?

“Seharusnya pemerintah dalam hal ini Kemenag RI lebih mawas diri dan mengapresiasi setiap keluhan dari masyarakat yang merasakan buruknya pelayanan haji selama menjalankan ibadah haji di tanah suci,” tambahnya. (dra)

Pertama di Jatim, DIGIMAP Perluas Penawaran Pelanggan dengan Apple Premium Partner Concept

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Retailer terkemuka di Indonesia, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP), Jum’at (6/10) ini mengumumkan pembukaan konsep toko terbaru Digimap Apple Premium Partner pertama di Jawa Timur/Jatim. Yakni, di Tunjungan Plaza 3, Surabaya.

Gerai dengan konsep terbaru ini menempati area yang lebih besar dan lebih dekat dibanding sebelumnya dan berada di lokasi yang sangat strategis. Yaitu, di kawasan pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya.

Digimap Apple Premium Partner menawarkan berbagai jenis produk Apple seperti iPhone, iPad, Apple Watch, Mac, dan aksesoris termasuk Airpods dan Airtag. Digimap Apple Premium Partner juga didukung dengan dukungan tim ahli yang terlatih di Apple akan membantu dan meningkatkan pengalaman berbelanja semakin menyenangkan.

“Kami sangat senang membuka toko Apple Premium Partner pertama di Surabaya, menghadirkan rangkaian produk Apple yang menarik bagi pelanggan di Jatim. Ditambah dengan layanan purna jual yang luar biasa oleh tim ahli kami yang terlatih di Apple,’’ kata Head Of Marketing Digimap, PT MAP Zona Adiperkasa, Farah Fausa Winarsih.

Ia berharap, dapat meningkatkan pengalaman ritel yang akan menjadikan Digimap Tunjungan Plaza 3 Surabaya tujuan belanja utama untuk penggemar dan pelanggan Apple. Untuk menandai pembukaan Digimap Apple Premium Partner di Surabaya, customer akan mendapatkan berbagai keuntungan dari berbagai jenis penawaran special.

Dan hanya berlaku di Digimap Apple Premium Partner Tunjungan Plaza 3 Surabaya, dari 6 – 8 October 2023. Gratis eksklusif merchandise untuk 100 customer pertama. MAP Gift Voucher senilai Rp 200.000 untuk 50 customer pertama.

Bank cashback hingga Rp 1 juta. Trade-in cashback hingga Rp 1 juta. Gratis Cicilan 0 persen dari Kredivo dan Home Kredit Indonesia. 5X MAPCLUB Poin. (bw)

Lapas Banyuwangi Perbanyak Buku untuk Warga Binaan

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus  menambah buku  bacaan untuk warga binaan.   Tambahan buku tersebut didapatkan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama  Lapas Banyuwangi dengan Pemkab Banyuwangi. “Jumlah buku yang kami pinjam dari Dinas Perpustakaan sebanyak 150 buku,” kata Kepala Lapas Banyuwangi, Wahyu Indarto, Jum’at (6/10).

Buku-buku yang dipinjam itu diperbaharui setiap satu bulan. Sehingga, koleksi bahan di perpustakaan Lapas Banyuwangi lebih bervariasi. “Buku yang kami hadirkan juga beragam, mulai dari pengetahuan umum, keterampilan, hingga cerita fiksi,” tegasnya.

Penambahan bahan bacaan di perpustakaan bertujuan meningkatkan minat baca, sarana rekreasi dan menambah wawasan, serta ilmu pengetahuan bagi warga binaan. “Harapannya agar mereka tidak jenuh selama menjalani masa pidana,” tegasnya.

Menurut dia, mendapatkan bahan bacaan, pendidikan dan kegiatan rekreasional merupakan salah satu hak warga binaan. Hal ini diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

“Hak dan kewajiban dari Warga Binaan disebutkan dalam BAB II Undang-Undang Pemasyarakatan,” pungkasnya. Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi, Hadi Santoso, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program pembinaan Lapas Banyuwangi.

Khususnya dalam meningkatkan minat baca warga binaan. “Kami siap  mendukung program yang dilakukan  Lapas, setiap bulannya kami juga menyediakan peminjaman buku maksimal 200 buku untuk Lapas Banyuwangi,” tegasnya. (udi)

Lewat PHENMA 2023, Untag Optimistis Tarik Peneliti dari Berbagai Negara

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjadi tuan rumah kelas internasional bertajuk ‘International Conference Physics and Mechanics of New Materials and Their Applications (PHENMA) 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk menarik peneliti dari negara-negara Asia dan kawasan Samudera Asia-Pasifik, serta negara-negara lain untuk memenuhi penelitian bersama dan kolaborasi ilmiah.

Konferensi ini menghadirkan Prof Shun-Hsyung Chang dari Taiwan, Dr Yu. E. Drobotov dari Rusia, dan Dr Prateek Upadhyay dari India untuk saling menukar ide tentang pengetahuan eksperimen fisika sebagai implementasi bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana PHENMA 2023, Erni Puspanantasari Putri, mengatakan, PHENMA menerima 350 abstraksi yang berasal dari 16 negara. Diantaranya, dosen dan mahasiswa Untag Surabaya mengirimkan 140 abstraksi.

“Phenma memberikan wadah di setiap proyek penelitiannya yang diseleksi untuk bisa masuk ke Nova Science Publisher USA, Springer UK,” kata Erni melalui keterangannya di Surabaya, Kamis (5/10). Ia menjelaskan, pemaparan penelitian juga dilakukan secara hybrid.

“Semoga selama enam hari (3-8 Oktober 2023) kegiatan ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi perkembangan tujuan PHENMA,” jelasnya. Menurut Erni, Untag Surabaya sudah mulai bekerja sama sejak 2016 dalam kegiatan PHENMA.

“Tahun ini yang ke-11, kami kembali dipercaya menjadi tuan rumah setelah tahun 2016 lalu,” ungkapnya. Rektor Untag Surabaya, Prof Mulyanto Nugroho, menyambut baik kedatangan para tamu PHENMA di Kampus Merah Putih.

Ia menilai konferensi ini penting untuk membawa pemikiran, baik untuk ke depannya, terutama untuk persiapan go internasional. “Semoga kegiatan ini menjadi titik awal untuk membawa pemikiran untuk perkembangan pengetahuan bagi kita semua, sehingga nantinya Untag Surabaya juga semakin matang dan siap dalam go internasional,” terangnya.

Sementara, Wakil Rektor I Untag Surabaya, Harjo Seputro, menyampaikan, Untag Surabaya juga berpotensi untuk mengembangkan material yang ada. “Pengembangan material yang ada juga menjadi faktor Untag Surabaya menjadi partisipan selain menjadi tuan rumah kegiatan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan I Fakultas Teknik Untag Surabaya, Ir Gatut Priyo Utomo, mengaku senang dengan hadirnya kegiatan postif ini untuk peningkatan mutu jaminan pendidikan secara global.

Menurut Gatut, kegiatan ini bisa menjadi media promosi Untag Surabaya di kancah internasional dalam bidang kemajuan penelitian. “Kegiatan ini mencerminkan komitmen peningkatan perkembangan global melalui kolaborasi berbagi pengetahuan dan wawasan,” pungkasnya. (red)

Peluang Berkarya di Era Digital, LPS Sapa Insan Kreatif Yogyakarta

0

Yogyakarta, (pawartajatim.com) – Setelah sukses menyapa insan kreatif di Bandung (27/9), giliran kreator muda Yogyakarta juga mendapat perlakuan sama dari LPS dalam kegiatan roadshow Talkshow yang bertajuk “Apakah Perlu Modal Besar untuk Membuat Sebuah Film?. Lembaga plat merah ini menghadirkan Sutradara Muda Fajar Nugros yang merupakan dewan juri dalam Festival CreArtive LPS 2023.

Sutradara Fajar Nugros mengatakan, di era digital ini banyak kesempatan yang bisa diraih. Karena itu kreatifitas merupakan hal yang terpenting. Begitu pula dengan persoalan modal. Jika karya kita berkualitas, akan banyak investor yang mendatangi kita.

“Bagi investor yang terpenting adalah bisnis. Maka, kita harus bisa meyakinkan investor apakah karya itu bisa menguntungkan mereka,” kata Nugros, dalam kegiatan roadshow Festival CreArtive LPS 2023 di Yogyakarta, Rabu (4/10).

Menurut dia, kompetisi bertajuk Festival CreArtive yang digelar bersama LPS ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas, tetapi juga memungkinkan para insan kreatif untuk menarik perhatian para profesional di industri ini, termasuk para pemilik modal untuk mendanai proyek kreatif mereka.

Pada kesempatan ini Fajar membagikan, sejumlah kiat mengatur anggaran pembuatan film kepada kreator muda Yogyakarta yang ingin membuat karya film dengan anggaran terbatas. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain, melakukan perencanaan dengan matang, kolaborasi, adaptasi teknologi, serta membangun jaringan atau komunitas.

“Untuk mencapai hal itu, bisa dimulai dengan perencanaan yang cermat. Buatlah naskah yang sesuai dengan anggaran yang dimiliki, pertimbangkan lokasi, pemain, dan peralatan yang tersedia. Semakin matang perencanaan, semakin efisien pengelolaan anggaran,“ ujar Nugros.

Ia mengingatkan, membuat film dengan anggaran terbatas memang memiliki tantangan, tetapi juga membuka peluang untuk berkreasi dengan lebih bebas dan mengembangkan keterampilan kita. ‘’Yang terpenting adalah tetap bersemangat, kreatif, dan tekun dalam mewujudkan visi yang positif,” tambah Fajar.

Sementara itu, Kepala Tim Komunikasi Publik LPS Anggia Raniardhy menyampaikan, kompetisi yang digelar oleh LPS lebih dari sekedar kompetisi video pendek dan poster iklan layanan masyarakat.

Sebab Festival CreArtive 2023 ini juga merupakan sebuah perayaan atas kreativitas positif yang menghadirkan wadah bagi para sineas independen dan kreator muda untuk saling bersaing secara sehat dalam menunjukkan bakat sehingga diharapkan dapat turut mendorong kemajuan industri seni dan kreatif Tanah Air.

LPS berkomitmen penuh dalam mendukung upaya-upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. ‘’Kami pun percaya bahwa pendekatan kreatif adalah salah satu cara yang efektif untuk mencapai tujuan ini, terutama di kota-kota kreatif seperti Yogyakarta yang memiliki banyak generasi muda berbakat yang berpotensi untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan melalui karya mereka,” ujar Anggia.

LPS akan kembali menggelar roadshow Festival CreArtive LPS 2023 di Jakarta pada 17 Oktober 2023. Anggia berharap melalui Festival CreArtive 2023 ini kita dapat menyaksikan lahirnya lebih banyak karya kreatif yang tak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukatif dan membangun kesadaran finansial di kalangan masyarakat.

Bersama-sama, mari kita wujudkan kondisi finansial yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia. (bw)

Cuaca Bersahabat, Syahbandar Perikanan Prigi Minta Kapal Ikan Kembali ke Pelabuhan Masami

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)–  Polemik lokasi sandar kapal ikan di perairan Banyuwangi membuat Kepala Pelabuhan Perikanan Nasional Prigi, Ririn Soelistyo turun tangan. Pejabat ini mengecek langsung lokasi sandarnya kapal ikan, Kamis (5/10/2023). Hasilnya, kapal ikan yang selama ini berlabuh di Pelabuhan Tanjungwangi diminta kembali ke Pelabuhan Perikanan Masami.

Imbauan ini menyusul cuaca yang mulai membaik. Sehingga kapal ikan bisa aman bersandar di pelabuhan milik swasta ini. Meski begitu, faktor keamanan dan cuaca tetap harus diperhatikan. “ Pelabuhan Masami sudah ditetapkan sebagai pelabuhan perikanan dan pangkalan. Jadi, kapal ikan dengan izin di Pelabuhan Masami, harus kembali bongkar disana,” jelasnya usai mengunjungi Pelabuhan Muncar, Banyuwangi.

Satu kapal yang sempat bersandar dengan baik di Pelabuhan Masami. Meski, sempat ada ombak besar. Pihaknya berharap, cuaca di sekitar pelabuhan ini bisa terus bersahabat. Sehingga, kapal ikan bisa sandar dengan aman. “ Saat ini cuaca memungkinkan, bagus di pangkalan Masami,. Kapal sebenarnya suka mendaratkan ikan di sini.  Beda dengan Tanjungwangi yang pelabuhan umum,” jelasnya.

Meski begitu, keinginan bersandar ini tergantung pada masing-masing kapal. Setiap kapal biasanya memiliki izin dua lokasi pendaratan. Sehingga, pemilik kapal atau nakhoda bisa bersandar sesuai pilihan. “ Kecuali kondisi darurat karena cuaca. Pemilik kapal bisa bersurat untuk memilih sandar di pelabuhan lain,” jelasnya lagi.

Polemik kapal ikan yang berlabuh di Banyuwangi mulai muncul sejak empat bulan terakhir.  Kapal ikan yang semestinya sandar di pelabuhan perikanan justru  antre di Pelabuhan Tanjungwangi yang berstatus kapal barang. Padahal, sudah ada Pelabuhan Masami yang dikhususkan untuk pendaratan kapal ikan. Versi Syahbandar Pelabuhan Perikanan Masami, kapal ikan beralih sandar akibat faktor cuaca. Karena membahayakan, kapal ikan diarahkan sandar ke Pelabuhan Tanjungwangi. Resikonya, kapal ikan harus rela antre menunggu longgarnya kapal barang. (udi)

Cawapres Prabowo Diungkap Sekjen Gerindra, Begini Bocorannya

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)-Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani memberikan bocoran sosok cawapres Prabowo. Salah satu kriterianya dari kalangan santri. Hal ini diungkap disela kunjungan ke Kabupaten Banyuwangi, Kamis (5/10/2023) siang.

Menurutnya, nama cawapres Prabowo sudah mulai mengerucut. Meski begitu, pembahasan masih terus dilakukan. ” Soal cawapres sudah mengerucut. Tapi, dibahas terus. Kami ingin menyimpulkan banyak pandangan dari ulama, kiai dan lebih-lebih partai koalisi,” kata Muzani.

Mengerucutnya sejumlah nama ini didasari sejumlah kriteria. ” Jadi memang banyak masukan. Ketika kami bertemu dengan ulama di Jatim, masukkannya cawapres dari santri,” jelasnya.

Namun, ada juga pandangan lain yang masuk kepada Prabowo. Seluruh masukan ini akan dicatat dan dipahami dengan matang. ” Seluruh nasehat itu sangat berarti. Ini yg akan dijadikan bahan,” tutupnya.

Menjelang pendaftaran capres /cawapres, jajaran petinggi Partai Gerindra mulai  memanaskan mesin partai di Banyuwangi. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani bersama sejumlah pengurusnya blusukan ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Bumi Blambangan.  Turut mendampingi anggota DPR RI Sumail Abdullah.

Kunjungan pertama dilakukan ke Ponpes Nurul Abror Arobbaniyin, Desa Alas Buluh, Kecamatan Wongsorejo. Petinggi Partao Gerindra ini ditemui pengasuh ponpes,  KH. Fadlur Rohman Zaini.

Dari Wongsorejo, Sekjen Gerindra bertolak ke Ponpes Manbaul Ulum, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar. Di ponpes sepuh ini, rombongan menggelar doa di makam pendiri ponpes, KH. Askandar. Setelah itu, memohon doa ke sesepuh ponpes, KH. Imam Baidlowi Askandar.

” Kami sengaja bersilaturahmi dengan bermacam tokoh dan ulama di kabupaten  ujung timur Jawa ini. Tujuannya, menyampaikan salam Pak Prabowo ke ulama, sekaligus memohon doa,” tegas Ahmad Muzani. (udi)