Empat Ekor Kucing Terjebak di Saluran Air, Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyuwangi melakukan aksi heroik, Selasa (26/9/2023). Mereka melakukan aksi penyelamatan. Empat ekor kucing yang terjebak di saluran air dan talang cor. Setelah berjibaku beberapa jam, binatang piaraan itu berhasil dievakuasi dengan selamat.

Bermula dari laporan dari warga, petugas Damkar bergerak ke lokasi.  Kucing yang terjebak itu milik Ika Widiyanti (43), warga Perumahan Banyuwangi Baru, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi.

Menggunakan sejumlah peralatan, petugas berjibaku mengeluarkan kucing yang terjepit. Aksi penyelamatan itu menjadi tontonan warga. “Jadi, pemilik kucing kesulitan melakukan evakuasi. Akhirnya kami bergerak ke lokasi dengan sejumlah peralatan,” kata Humas Dinas Damkar dan Penyelamatan Banyuwangi, Kadhafi.

Proses evakuasi berlangsung cukup lama. Sebab, lokasi terjebaknya kucing itu cukup sulit dijangkau. Hampir tiga jam, petugas bersusah payah mengeluarkan kucing satu per satu. Begitu keluar selamat, anak kucing yang masih mungil itu tampak mengeong.

“Seluruhnya berhasil diselamatkan,” tegas Kadhafi. Belakangan, personel Dinas Damkar Banyuwangi banyak meneriman pengaduan selain kebakaran. Warga mengundang petugas ketika terjadi peristiwa yang meresahkan warga.

Misalnya, ular masuk ke perkampungan atau ternak yang terjebur ke sumur. Selain peralatan Damkar, petugas memiliki sejumlah peralatan untuk melakukan penyelamatan warga. (udi)

Menggembirakan, Realisasi APBN di Jatim Surplus Rp 81,07 Triliun

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Pelaksanaan APBN  di Jawa Timur menunjukkan angka menggembirakan. Hingga Agustus 2023, pelaksanaan  APBN  di provinsi ini mengalami surplus hingga  Rp81,07 triliun. Jumlah ini mencapai 60 persen dari target senilai Rp132,99 triliun di tahun 2023.

Dari komposisi APBN di Jatim ini salah satunya terealisasi sebesar Rp140,52 triliun atau sekitar 54,75 persen dari total target Rp256,68 triliun. Dana ini berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp71,50 triliun. Mulai dari PPH,PPN, PBB dan lainnya. Hingga Agustus kemarin, penerimaan pajak sudah mencapai 70,16 persen dari total target Rp101,91 triliun. Lalu, penerimaan kepabeanan dan cukai senilai Rp82,95 triliun dan Pendapatan Nasional Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp5,05 triliun. “ Khusus PNBP ini sudah tembus 102,55 persen dari target Rp4,92 triliun. Kami juga bergerak mencari potensi pajak lain dengan maraknya sistem pemasaran online,” kata Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Taukhid disela Rakorgab Kemenkeu Satu Jatim di Banyuwangi, Selasa (26/9/2023) siang.

Sementara realisasi belanja negara hingga Agustus kemarin mencapai Rp78,44 triliun. Jumlah ini mencapai 63,39 persen atau tumbuh sekitar 7,99 dibandingkan tahun lalu. Belanja negara ini terdiri dari belanja barangm belanja bansos dan belanja modal sebesar Rp27.54 triliun. Sedangkan realisasi transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp50,89 triliun atau sekitar 65,42 persen. Realisasi TKD ini secara nominal tumbuh sekitar 1,74 persen. “ Dari angka ini, APBN regional Jatim secara umum mengalami surplus,” jelasnya.

Realisasi APBD Kabupaten/kota di Jatim juga menggembirakan.  Total realisasi pendapatan APBD konsolidasian  ini hingga Agustus kemarin mencapai Rp77,53 triliun atau tembus 63,39 persen dari target tahun 2023. Sedangkan realisasi belanja APBD nencapai Rp62,99 triliun atau sekitar 47,09 persen. “ Dari realisasi APBD konsolidasian ini terdapat SILPA senilai Rp19,97 triliun. “ Ini lumayan besar,” tegas Taukhid.

Selain APBD konsolidasian, komposisi APBN regional Jatim disumbang oleh penyaluran kredit KUR dan sejenisnya yang mencapai  Rp23,80 triliun. Jumlah ini tersalurkan kepada 740.480 debitur. Pertumbuhan keuangan di Jatim ini juga ditopang geliat ekonomi di provinsi ini. Mulai dari investasi, kunjungan wisatawan mancanegara hingga penanaman modal asing maupun dalam negeri.  Rakorgab di Banyuwangi diikuti jajaran Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur. Ikut hadir Staf Khusus Kementerian Keuangan Bidang Kebijakan Fiskal Regional , Candra Fajri Ananda. (udi)

Hadapi Kekeringan, Warga Bojonegoro Terima Bantuan Air Bersih dan Sumur Bor dari Kyai Muda Ganjar

0

Bojonegoro, (pawartajatim.com) – Warga di Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur/Jatim telah lama mengalami permasalahan air, khususnya pada musim kemarau. Akibat kesulitan air ini, warga desa terpaksa pergi cukup jauh untuk mengambil air di wilayah lain.

Sementara, sebagian lainnya terpaksa harus mengeluarkan uang lebih untuk sekedar membeli air bersih. Permasalahan ini yang melatarbelakangi relawan pendukung Ganjar, Kyai Muda Jatim melakukan kegiatan kemanusiaan berupa pembangunan sumur bor dan pemberian air bersih gratis untuk warga di Desa Butoh.

Salah satu warga Desa Butoh, Yadiman, mengaku, bersyukur atas bantuan yang diberikan relawan pendukung Ganjar Pranowo ini. “Saya banyak berterima kasih atas bantuannya Kyai Muda Jatim dari air bersih dan sumur bor. Semoga dengan bantuan ini nanti akan memberi manfaat positif kepada masyarakat di sini,” katanya di Bojonegoro Selasa (26/9).

Dengan air mengalir dari sumur ini, diharapkan sekitar 400 keluarga di Desa Butoh bisa memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Mulai dari konsumsi, sanitasi, hingga keperluan minum ternak.

Warga Bojonegoro terima bantuan air bersih dan sumur bor dari Kyai Muda Ganjar Selasa (26/9). (foto/ist)

Yadiman, juga membenarkan perihal permasalahan air yang membelenggu warganya. Dia menceritakan, tiap musim kemarau tiba, warga sangat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Banyak warganya terpaksa harus membeli air setiap hari.

“Di sini setiap tahun pasti terjadi kemarau. Itu terjadi setiap tahun mulai Juni hingga Oktober. Sehingga masyarakat di sini sangat perlu sekali bantuan air bersih,” jelas Yadiman.

“Sering saat kita pulang dari sawah, enggak ada air. Langsung kami pesan pada orang yang biasa jual air. Tiap jerigennya itu Rp 50.000,” tambahnya. Dia berharap, agar perhatian relawan bisa terus diberikan kepada warganya. Yadiman ingin agar bantuan air bersih gratis bisa datang secara berkala di desanya.

“Saya berharap sekali bantuan ini berkelanjutan. Dengan adanya sumur bor ini semoga keluar air bersih yang melimpah, sehingga mencukupi kebutuhan air masyarakat Butoh ini,” harapnya. (rid)

Kampung KB Kota Madiun Jadi Percontohan Internasional

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Perwakilan BKKBN Jawa Timur/Jatim berharap seluruh Kabupaten/Kota di provinsi ini bisa menerapkan program Bangga Kencana seperti yang dilakukan Kota Madiun. Tidak hanya inovasi dalam program Bangga Kencana yang berhasil dilaksanakan Pemerintah Kota Madiun, Kampung KB ini menjadi juara pertama kampung KB tingkat nasional.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati, mengatakan, Kampung KB Kota Madiun menjadi Percontohan Program Bangga Kencana Tingkat Nasional dan Internasional. “Saya bangga bisa berbagi keberhasilan dan inovasi program KB pasca persalinan, Kependudukan dan Kesehatan Reproduksi,” kata Erna, panggilan akrabnya Senin (259).

Ia  menambahkan, selama lima hari, delegasi dari Kenya dan Bangladesh telah belajar di Kota Madiun. Hal ini sangat membanggakan. Sebelumnya Kota Surabaya pun menjadi jujugan bagi lima negara muslim selatan tentang kesehatan reproduksi, dan penurunan stunting.

Tentunya Perwakilan BKKBN Jatim mengharapkan akan banyak Kota dan Kabupaten yang menjadi rujukan dalam pembangunan keluarga berkualitas. Sementara itu, Deputi Latbang BKKBN RI, Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik menjelaskan delegasi Kenya akan membawa hubungan Indonesia lebih baik untuk mengadopsi dan menerapkan program KB pasca lahir dan kesehatan reproduksi yang lebih baik di Kenya dan kerjasama internasional akan membawa hal yang lebih baik.

“Dengan adanya Konferensi Asia Afrika maka komitmen lebih erat terjalin, apabila masyarakat Afrika mendukung pembentukan CoE maka Indonesia mendukung. Dimana pendirian CoE tergantung hasil persetujuan dari Kedutaan Afrika apakah CoE hanya ada di Kenya saja atau di Afrika, dukungan bisa dari LDKPI dan yang lain,” jelasnya.

Prof. Damanik menambahkan pihaknya akan follow up pendirian CoE bersama negara Afrika lainnya, salah satu yang pernah dilakukan Indonesia adalah mengunjungi wilayah Afrika adalah negara Seychelles. Negara Seychelles juga pernah belajar ke Indonesia dan sudah membuat CoE disana.

Mendirikan group dengan Lembaga lainnya dengan konfigurasi bersama kementerian untuk meningkatkan indikator ini dan meluaskan kerja sama diwilayah Afrika dalam kontek pembangunan CoE. Kenya yang sebelumnya hanya ingin mendirikan CoE tetapi setalah sampai Indonesia, Kenya juga ingin mendirikan pusat kembang dan mempelajari bagaimana cara memimpin wilayah.

Tim Kenya akan Menyusun rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk membuat CoE atas pembelajaran dari Indonesia. Perwakilan Kenya, Dr. Mohamed Abdukadir Sheikh, mengungkapkan pihaknya mengucapkan terima kasih karena telah berbagi informasi selama lima hari.

Indonesia memimpin dalam pelaksanaan KB di seluruh Dunia dan Kenya sangat menghargai. “Kami berada di Indonesia untuk belajar proses pendirian CoE dan diskusi dengan PPD dan UNFPA bahwa yang direkomendasikan adalah Negara Indonesia, ” jelasnya.

Sheikh menambahkan tujuan pelatihan ini sudah tercapai secara utuh yaitu untuk memahami program pasca lahir, dapat belajar kontraseptif dan Kampung KB serta tujuan pembelajaran lainnya seperti Komitmen Pemimpin (sebagai teladan), tanggungjawab bersama (untuk mewujudkan rasa kepemilikan) sampai pada masyarakat.

Inovasi yang dibuat dirasakan sampai ke masyarakat salah satunya adalah DAPUR DASHAT, layanan kesehatan, klinik lansia, dan klinik KB dimana seorang ibu datang atau Wanita Usia Subur maka akan diberikan informasi soal KB, dari sistem Pendidikan ada pengenalan Kespro dan KB,” terangnya.

Sebagai seorang Bidan di Kenya, lanjut Sheikh di Indonesia informasi kesehatan reproduksi diinformasikan sejak dini. Peran pra nikah juga tugas Bidan. Peran tokoh agama juga memberikan informasi KB.

Keterlibatan pria dalam ber-KB menjadi tantangan di Kenya sedangkan Indonesia sangat luar biasa. Pihaknya akan berupaya bertahap mengadopsi inovasi dari Indonesia ini akan strategi kesuksessan program KB pasca lahir dan Kesehatan Reproduksi.

“Pemberdayaan perempuan sebagai kegiatan social ekonomi ditunjukan sangat jelas di Indonesia untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Kami sangat bahagia sebagai tamu di Indonesia, mendapatkan pengetahuan yang sangat banyak di Madiun, banyak ilmu yang dipelajari dari ketahanan pangan, kesehatan reproduksi dan lainnya,” imbuhnya.

Program Kepedudukan BKKBN berhasil karena sasaran dari hulu yaitu anak-anak, remaja, PUS, Calon Pengantin, WUS sampai Ibu hamil dan lansia. Sebagai contoh pada Sekolah Siaga Kependudukan keterlibatan siswa mengetahui isu kependudukan dan dapat menjelaskan dengan baik. (bw)

ITS Ciptakan Sepeda Listrik Tanpa Poros Ramah Lingkungan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merancang sepeda listrik tanpa poros ramah lingkungan bernama Hubless Bike ITS (HUBBITS). Inovasi sepeda ramah lingkungan tersebut, dirancang untuk mendukung program pemerintah Republik Indonesiamenuju Net Zero Emission 2060.

Kepala Pusat Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) ITS, Ir Mohammad Khoirul Effendi ST MScEng PhD, mengatakan, HUBBITS memiliki lima fitur unggulan yang cerdas dan menarik.

Fitur pertama adalah wireless charging, yang nantinya dipasang pada velg sepeda dan dock parkir sepeda. Fitur ini memungkinkan HUBBITS mengisi daya saat tidak digunakan. Fitur kedua, yang patut dicatat adalah pemilihan ban airless tire.

Ban yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah ketidaknyamanan yang seringkali muncul saat menggunakan ban konvensional yang rentan terkena benda tajam dan perubahan tekanan ban yang ekstrem.

“Dengan ban ini, HUBBITS menawarkan pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman,” ujar Khoirul melalui keterangannya di Surabaya, Senin (25/9/2023). Fitur ketiga adalah HUBLESS.

Sesuai namanya, fitur ini membuat ban sepeda tidak menggunakan poros dan spoke. “Fitur ini memungkinkan HUBBITS hanya mengandalkan rangka yang mengelilingi velg sebagai tumpuannya. Hal ini dapat meningkatkan handling dan kestabilitasan sepeda listrik ketika digunakan,” jelas Khoirul yang juga Dosen Departemen Teknik Mesin ITS.

Kepala Pusat Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) ITS, Ir Mohammad Khoirul Effendi ST MScEng PhD. (foto/ist)

Dalam perkembangan terkini, lanjut Khoirul, HUBBITS juga menghadirkan fitur modul yang menarik. Pada masa yang akan datang, modul ini akan mengalami pengembangan lebih lanjut, termasuk integrasi dengan aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk memantau posisi, mengendalikan sistem, serta memeriksa kondisi baterai sepeda sebelum digunakan.

Fitur kelima yang diadopsi oleh HUBBITS adalah optimasi desain dengan menggabungkan artificial intelligence yakni Backpropagation Neural Network (BPNN) dan Genetic Algorithm (GA).

‘’Dengan adanya fitur ini, desain rangka sepeda dinilai menjadi ringan dan ergonomis karena dapat menahan beban pengendara secara maksimal,” terangnya. Khoirul, menjelaskan, HUBBITS merupakan hasil riset program Inovasi dan Hilirisasi Penelitian Dana Higher Education for Technology Innovation (HETI) Asian Development Bank (ADB).

“Riset dengan judul Pengembangan Ekosistem Sepeda Listrik di Kampus ITS ini merupakan hasil kerja sama dosen dan mahasiswa dari berbagai departemen di ITS yang tergabung dalam kluster Otomotif Science Techno Park (STP) ITS,” ungkapnya.

Sepeda ini diproduksi untuk melengkapi ekosistem kendaraan listrik yang telah hadir di ITS, seperti bus listrik, mobil listrik, i-Car, serta scooter listrik. “Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi ITS yaitu Advancing Humanity, yang menegaskan komitmen Kampus Pahlawan untuk memajukan kualitas hidup dan perkembangan peradaban,” katanya.

Melalui berbagai inovasi fitur HUBBITS, rancangan ini ditargetkan menjadi inspirasi bagi sektor industri di Indonesia. Sejalan dengan komitmen ITS untuk memajukan kualitas hidup manusia dan perkembangan peradaban, HUBBITS diharapkan akan menjadi langkah awal dalam mengubah paradigma transportasi menjadi lebih ramah lingkungan dan efisien.

“Saya harap, keberhasilan HUBBITS dapat mendorong upaya-upaya perkembangan hemat energi serupa di seluruh negeri, menuju pencapaian target Net Zero Emission pada 2060 dan masa depan yang lebih baik bagi bumi kita,” pungkasnya. (red)

Singapore Polytechnic dan UM Surabaya Kerja Sama KKN Learning Express

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya dan Singapore Polytechnic bekerja sama dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Learning Express (LeX). Salah satunya, dengan mengangkat masalah keselamatan kerja petani siwalan di pesisir Paciran, Lamongan, Jawa Timur/Jatim.

Kerja sama antara UM Surabaya dan Singapore Polytechnic ini diawali dengan kedatangan 30 mahasiswa dan tiga dosen pembimbing Singapore Polytechnic di UM Surabaya, Senin (25/9/2023). Nantinya, selama 12 hari mereka akan fokus di lokasi KKN LeX bersama 31 mahasiswa UM Surabaya di pesisir Paciran, Lamongan.

Kedatangan 30 mahasiswa Singapore Polytechnic ini disambut meriah sejumlah mahasiswa beserta Wakil Rektor 4 Bidang Kerja Sama, Al Islam Kemuhammadiyahan dan Digitalisasi UM Surabaya, Dr Mundakir Skep Ns MKep, didampingi Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UM Surabaya, Dede Nasrullah di Gedung A UM Surabaya.

Penyambutan dilakukan dengan mengenakan baju adat daerah dan menampilkan beberapa tarian yang ada di Indonesia, serta menyuguhkan menu makanan tradisional. Kepala LPPM UM Surabaya, Dede Nasrullah, menjelaskan agenda KKN LeX merupakan kegiatan kali pertama yang dilakukan UM Surabaya dengan Singapore Polytechnic di bawah naungan Biro LPPM secara langsung.

Ada tiga fokus permasalahan utama dalam kegiatan KKN LeX ini. “Yakni, terkait keselamatan kerja petani siwalan dan perajin batik. Kedua, produk ramah lingkungan. Dan, ketiga, peningkatan produktivitas petani,” ujar Dede usai prosesi penyambutan di kampus UM Surabaya.

Dede menyebut, kondisi petani siwalan di pesisir Paciran, Lamongan perlu mendapatkan perhatian serius. Sebab, hal itu berkaitan dengan keselamatan kerja. Terlebih, mayoritas petani siwalan sudah berusia lanjut.

Persoalan lain adalah produk ramah lingkungan dan peningkatan produktivitas petani. Jadi, mahasiswa yang terjun nantinya juga akan bekerjasama dan memecahkan suatu masalah, terkait bagaimana memanfaatkan sesuatu yang tidak memiliki nilai menjadi barang yang memiliki nilai jual.

‘’Salah satunya, kulit siwalan yang selama ini tidak dimanfaatkan,” jelas Dede. Selain fokus pada petani siwalan, lanjut Dede, mahasiswa juga akan fokus pada peningkatan produktivitas Batik Sendangagung Paciran.

Dede berharap, dalam waktu yang singkat selama 12 hari, 30 mahasiswa Singapore Polytechnic dan 31 mahasiswa UM Surabaya akan menghasilkan prototype alat bantu yang dibutuhkan masyarakat, khususnya petani siwalan dan perajin batik.

“Kegiatan kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berlangsung tahun ini. Namun, juga berkelanjutan pada tahun-tahun selanjutnya. KKN LeX bukan hanya mengenai ide, namun juga harus bisa dikembangkan menjadi alat yang bermanfaat bagi sesame,” terang Dede.

Dalam kesempatan yang sama, Cyrine Jossa, salah satu fasilitator atau Dosen Pendamping Singapore Polytehnic, merasa haru atas sambutan yang luar biasa oleh tim UM Surabaya. Cyrine menyebut semua kebudayaan Indonesia asli dan unik. Ia merasa terhibur, bahkan 30 mahasiswa asal Singapura merasa takjub atas penampilan-penampilan yang ditampilkan mahasiswa UM Surabaya.

“Saya berharap agar kegiatan KKN LeX ini menghasilkan produk yang sustainable. Artinya, barang ramah lingkungan dalam proses produksi maupun konsep bisnisnya dengan tidak mengabaikan isu-isu lingkungan,” katanya.

Untuk diketahui, Learning Express (LeX) adalah program luar negeri selama 12 hari yang membekali mahasiswa dengan pola pikir design thinking dalam konteks inovasi sosial. Dalam program ini, mahasiswa dapat menikmati pengalaman di luar buku teks, seperti belajar bahasa baru dan mengikuti homestay komunitas.

Mahasiswa dapat berinteraksi dan membangun persahabatan dengan pemuda dari Asia dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah yang dihadapi komunitas luar negeri. (red)

Program YESS Kementan Percepat Regenerasi dan Cetak Petani Milenial

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services/YESS agar terus dijalankan untuk menghasilkan petani milenial yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa entrepreneurship yang tinggi. Saat ini, para petani milenial juga mengikuti serangkaian pelatihan yang didampingi Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Jawa Timur.

Penegasan itu dikemukakan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof Ir Dedi Nursyamsi MAgr, saat menghadiri workshop Pemantauan dan Persiapan Advance Training yang digelar PPIU Jawa Timur/Jatim bekerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, sekaligus launching korporasi petani milenial binaan program YESS Jatim di Hotel Royal Tulip Surabaya, Senin (25/9).

Menurut Dedi, Program YESS yang digagas Kementan dan dilaksanakan PPIU Jatim di tingkat Provinsi ini menjadi salah satu cara mempercepat regenerasi petani dan mencetak petani milenial. Program YESS juga bertujuan untuk menghasilkan wirausaha muda pertanian atau petani milenial dengan berbagai kegiatan maupun usaha yang dirintisnya.

“Dalam pelatihan tersebut, para petani milenial juga dilakukan pendampingan untuk dapat memahami literasi keuangan hingga bagaimana membangun agribisnis,” ujar Prof Dedi. Ia menjelaskan, dalam workshop yang menghadirkan para petani milenial binaan dari PPIU Jatim ini, akan dilakukan pemantauan pelaksana pelatihan dengan dana swakelola.

Termasuk memantau realisasi anggaran, realisasi komposisi GESI (Gender Equity and Social Inclusion) dalam pelatihan, capaian pelatihan, dan kendala-kendala yang ditemui oleh tim dalam mengelola dana swakelola.

“Selain itu, kegiatan juga dilakukan dalam rangka mempersiapkan pelatihan Advance Training atau pelatihan lanjutan yang meliputi penyusunan kurikulum, proposal dan rencana anggaran belanja (RAB),” jelasnya.

Salah satu petani milenial binaan PPIU Jatim, Wahyu Chandra Nugroho, mengatakan banyak manfaat yang diperoleh sejak bergabung menjadi petani milenial binaan PPIU Jatim, terutama di bidang peternakan yang ditekuninya di Tulungagung.

“Selama ini saya banyak mengikuti pelatihan, membangun jaringan ekosistem klasterisasi, hingga saat ini saya memiliki jaringan tersendiri, terutama untuk memasarkan dan mengembangkan usaha yang lebih luas,” terangnya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 403 petani milenial binaan PPIU Jatim yang tersebar di empat Kabupaten di Jawa Timur. Rinciannya, Tulungagung sebanyak 150 orang, Pasuruan sebanyak 90 orang, Pacitan sebanyak 86, dan Malang sebanyak 77 orang.

Petani milenial yang menjalankan program YESS PPIU Jatim ini berusia mulai 17 hingga 39 tahun. Program YESS juga sudah berjalan sejak 2019, dan diterapkan di kalangan petani milenial sejak 2021 hingga saat ini. (red)

Izinnya Disorot, Pemilik Kapal Ikan yang Tewaskan 7 Nelayan Dipanggil Satpolair

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Personel Satpolair Polresta Banyuwangi akhirnya turun tangan menelusuri izin kapal ikan yang karam dan menewaskan 7 nelayan di Perairan Grajagan, Banyuwangi. Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Satpolair memanggil pemilik kapal nahas itu, Senin (25/9/2023) siang. Agendanya, menelusuri t insiden tersebut. Termasuk, kelengkapan dokumen kapal.

Pemilik kapal yang diklarifikasi berinisial Y. Pria ini dimintai klarifikasi di Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) di Pesisir Grajagan, Banyuwangi. Penyidik meminta sejumlah data terkait kapal dan kelengkapan keselamatan yang dimiliki. “ Klarifikasi (kapal ikan) masih berlanjut. Hari ini anggota masih di Grajagan,” kata Kasatpolair Polresta Banyuwangi, Kompol Masyhur Ade.

Sebelumnya diberitakan, perizinan kapal ikan Mekar Jaya yang karam, menuai sorotan. Muncul dugaan, kapal milik pengusaha asal Grajagan ini belum mengantongi izin. Parahnya lagi, ketika peristiwa maut itu terjadi, para korban tak ada yang menggunakan jaket pengaman. Dugaan belum adanya izin kapal itu sangat disayangkan. Apalagi, kapal ikan ini membawa anak buah kapal yang bertaruh nyawa  “ Informasi terkait izin kapal yang karam dan memakan 7 korban ini harus ditindak lanjuti. Kami mendesak  Satpolair Polresta Banyuwangi  menyelidikinya. Ini urusannya nyawa nelayan,” kata aktivis sosial yang juga Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Banyuwangi, Eny Setiawati.

Pihaknya mendesak setiap pengusaha kapal melengkapi izin sebelum melaut. Apalagi, berani mempekerjakan orang. Keselamatannya wajib dijaga. Pun dengan aparat terkait harus tegas menertibkan kapal yang nekad melaut tanpa dilengkapi perizinan. Aturan tentang perizinan penangkapan ikan ini diatur dalam Undang-Undang Perikanan No.45 Tahun 2009. Dalam pasal 27 ayat 91) dan pasal 28 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang yang memiliki atau mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera Indonesia yang digunakan menangkap ikan di perairan Indonesia wajib memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI). “ Jika tak mengantongi izin, pidana penjaranya  6 tahun dan didenda hingga Rp2 miliar,” tegas pengacara tersebut.

Sebuah kapal ikan karam setelah diterjang ombak di perairan Plawangan, Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Rabu (6/9/2023) lalu. Kapal ini membawa sekitar 27 anak buah kapal (ABK). Dari jumlah ini, 7 diantaranya ditemukan tewas.  Saat kejadian, sekitar pukul 00.00 WIB, kapal hendak merapat ke dermaga Grajagan usai berburu ikan. Nahas, ketika melaju di perairan Plawangan, ombak besar menerjang. Akibatnya, kapal tak terkendali, lalu karam. Kondisi kapal rusak parah.(udi)

Tega..!Bocah SD di Banyuwangi Diperkosa Tetangganya Sendiri

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Tragis menimpa seorang bocah di Kelurahan Singonegaran, Banyuwangi. Saat ditinggal kedua orang tuanya bekerja, bocah ini diperkosa tetangganya sendiri. Pelaku berhasil dibekuk polisi beberapa jam setelah menjalankan aksinya.

Peristiwa ini terungkap ketika orang tua korban curiga. Sang anak mengalami pendarahan di bagian alat vital. Saking parahnya, korban terpaksa dilarikan ke RSUD Blambangan, Banyuwangi.  Korban juga mengalami trauma.

Awalnya, korban tak mengaku menjadi korban pemerkosaan. Bocah kelas 1 SD ini berdalih usai dicakar kucing. Setelah didesak, dia akhirnya buka mulut. Korban mengaku usai dicabuli MNA (19), yang tak lain tetangganya.

Bak disambar petir, pengakuan korban membuat orang tuanya naik pitam. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polresta Banyuwangi. Begitu mendapat laporan, polisi langsung bergerak. Pelaku diburu. Hanya hitungan jam, pelaku berhasil dibekuk ketika hendak kabur. “ Peristiwa pemerkosaan itu terjadi Sabtu (23/9/2023). Pelaku sudah diamankan ke Polresta,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja, Senin (25/9/2023).

Ketika diamankan, pelaku hanya bisa pasrah. Pelaku mengakui semua perbuatannya. Aksi pemerkosaan itu dilakukan ketika korban di rumah bersama sang adik. Dalam situasi sepi, pelaku masuk ke rumah korban. Karena kalah kuat, korban hanya bisa pasrah. Pelaku berhasil memperdayai korban. Usai melampiaskan nafsunya, korban langsung ngacir pergi. “ Pelaku masih menjalani pemeriksaan maraton di Unit Renakta,” jelas Kompol Agus.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 81 ayat (1) atau (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. “Ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” tutupnya. (udi)

 

Antisipasi Lonjakan Harga, 122.000 Lebih Keluarga di Banyuwangi Digelontor Bansos Beras

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)  – Sedikitnya 122.047 keluarga di Kabupaten Banyuwangi menerima bantuan sosial (bansos) beras. Mereka yang mendapatkan bantuan tercatat sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) bansos. Masing-masing KPM digelontor sebanyak 10 kilogram. Bansos beras ini tindak lanjut melambungnaya harga beras akibat musim kemarau.

Penyaluran kali ini merupakan tahap kedua. Proses distribusi dilakukan oleh PT.Pos Indinesia sejak 20 September lalu. “ Ini penyaluran tahap kedua. Kami juga akan melengkapi upaya lain untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang ini. Sehingga, produksi beras tidak terlalu anjlok,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (25/9/2023) siang.

Distribusi beras bansos ini akan dilakukan selama tiga bulan. Mulai September hingga November mendatang. Setiap bulan, masing-masing KPM menerima jatah 10 kilogram. Selain PT Pos, Pemkab menggandeng Bulog mendistribusikan beras bansos ini. “ Sampai hari ini, sudah tersalurkan 584 ton,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB (Dinsos PPKB), Henik Setyorini.

Proses penyaluran beras bansos dilakukan di masing-masing desa atau kelurahan. Warga yang tercatat sebagai KPM cukup hadir di balai desa. Setelah proses verifikasi, warga penerima langsung bisa membawa pulang beras yang dibagikan. “ Proses distribusi terus berlangsung. Targetnya hingga 29 November,” tegasnya.

Salah satu syarat penerima beras bansos ini adalah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. Artinya, datanya sudah tercatat secara resmi. Masing-masing desa hanya tinggal memberikan undangan para KPM untuk mendapatkan beras sesuai jadwal masing-masing.

Harga beras di Banyuwangi terus melambung beberapa minggu terakhir. Harga beras medium tembus Rp10.900 per kilogram. Sedangkan beras premium mencapai Rp13.900 per kilogram. Selain beras Bansos, Bulog Banyuwangi melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga komoditi pokok ini. Beras Bulog digelontor ke sejumlah pasar untuk mengamankan pasokan. (udi)