Ini Cara Sukarelawan Memperkenalkan Ganjar Pranowo pada Milenial dengan Senam Zumba

0

Probolinggo, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Srikandi Ganjar mengadakan kegiatan olahraga Senam Zumba yang diadakan di Sanggar Senam Elisabeth atau Bioskop CGV, Jalan Basuki Rahmad, Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur/Jatim. Kegiatan tersebut merupakan salah satu cara Srikandi Ganjar untuk memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo kepada para milenial di Probolinggo.

Koordinator Wilayah Srikandi Ganjar, Cindy Miftakhul, mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya melakukan kerja sama sanggar senam Elisabeth Probolinggo untuk melakukan acara tersebut.

Menurut dia, dengan adanya kegiatan senam ini makin banyak perempuan millenial yang lebih peduli dengan kesehatannya melalui olahraga. “Kami menggelar senam Zumba bersama para milenial khususnya perempuan agar mereka memiliki aktivitas. Dengan adanya olahraga ini mereka memiliki jiwa raga yang sehat,” kata Cindy dalam siaran persnya, Selasa (12/9).

Senam Zumba, Cara Sukarelawan Memperkenalkan Ganjar Pranowo pada Milenial di Probolinggo Selasa (12/9). (foto/ist)

Ia menjelaskan, Zumba merupakan jenis olahraga aerobik yang dipadukan dengan lagu. Dimana gerakannya hampir sama dengan tari salsa maupun tango. Di Kota Probolinggo sendiri, kata Cindy, olahraga zumba itu sangat diminati oleh kalangan milenial dan juga masyarakatnya.

Dia menyebutkan kegiatan tersebut mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat sekitar. Terbukti, puluhan milenial ikut serta dalam pelatihan tersebut. “Karena antusias yang tinggi dalam olahraga zumba ini Srikandi Ganjar Jatim mengajak milenial di Probolinggo untuk melakukan kegiatan zumba bersama,” tutur Cindy. (rid)

Diduga Akibat Puntung Rokok, Tiga Perahu Nelayan di Banyuwangi Terbakar

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Tiga perahu nelayan yang parkir di pesisir Muncar, Banyuwangi, mendadak terbakar, Senin (11/9/2023). malam. okasi mendadak terbakar. Penyebab kebakaran masih misterius. Dugaannya, api dipicu punting rokok.

Tiga perahu yang terbakar seluruhnya berukuran besar. Perahu ini sudah lama diparkir di dermaga. Bahkan, warga tak mengetahui pemilik alat tangkap tersebut. Api diketahui muncul menjelang malam. Kerasnya embusan angin membuat api dengan cepat membesar. Awalnya, hanya satu perahu yang terbakar. Api kemudian merembet ke perahu di sebelahnya.

Api terus membesar dan melalap seluruh badan perahu. Beruntung, perahu dalam kondisi kosong. Warga yang melihat kejadian ini berusaha memadamkan api. Namun, api keburu berkobar. Bahkan, melalap dua perahu lainnya. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Banyuwangi.

Tak berselang lama, personel Damkar tiba di lokasi. Petugas bergerak menjinakaan amukan si jago merah. Dibantu warga, api berhasil dipadamkan satu jam kemudian. Namun, hampir 80 persen kondisi perahu sudah terbakar. Sekitar pukul 18.30WIB, api sudah padam total. “ Api padam total sekitar pukul 18.45 WIB,” kata Humas Dinas Damkar Banyuwangi, Khadafi, Selasa (12/9/2023).

Pemicu kebakaran ini masih misteri. Warga di lokasi tak ada yang mengetahui kronologis kejadian. Apalagi, perahu yang terbakar sudah lama tak difungsikan. Pemiliknya juga misterius. Hingga kebakaran berakhir, belum ada warga yang mengaku sebagai pemilik perahu.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) Banyuwangi, saat ini adalah puncak musim kemarau. Sehingga, cukup rawan terjadinya kebakaran lahan. “ Saat ini memang puncak musim kemarau. Penyebabnya, angin musiman atau angina monsoon dari Australia membawa dampak pengurangan curah hujan dan kelembaban di Indonesia, termasuk Banyuwangi,” kata Prakirawan BMKG Banyuwangi Fredi Dwi Kurniawan, Senin (11/9/2023) siang.

Puncak kemarau ini diprediksi akan berlangsung mulai awal hingga akhir September.  Setelah itu, akan mulai memasuki musim hujan. Di Banyuwangi, musim hujan awal akan melanda di kawasan Banyuwangi barat. Mulai Kecamatan Songgon, Kalibaru dan sebagian Pesanggaran.

Selama puncak kemarau, BMKG mengimbau masyarakat waspada. Sebab, cukup rawan terjadinya kebakaran. Termasuk, bencana kekeringan. (udi)

Digodok Sejak Tahun 2017, Ini Penyebab Raperda LP2B Tak Kunjung Selesai

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Digodok sejak tahun 2017, Raperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kabupaten Banyuwangi masih menemui jalan buntu. Bertahun-tahun pembahasannya deadlock. Penyebabnya, eksekutif belum menyelesaikan pemetaan lahan yang dilindungi berdasarkan detail nama dan alamat.

Pemetaan lahan produktif yang dilindungi ini membutuhkan waktu hingga tiga tahun. Sayangnya, begitu diajukan dalam pembahasan bersama DPRD, masih ditemukan banyak kesalahan. Terutama, detail nama dan alamat lahan (by name by address). “ Pembahasan terakhir di pansus terjadi kebuntuan. Kami di pansus menginginkan detail nama dan alamat lahan-lahan yang dilindungi. Ini yang belum ketemu,” kata Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD Banyuwangi, Sofiandi Susiadi, Selasa  (12/9/2023).

Sejatinya, pembahasan Raperda LP2B ini sudah final. Hanya menunggu proses fasilitasi di Gubernur. Namun, kendalanya pihak eksekutif belum menyelesaikan detail nama dan alamat lahan yang dilindungi. “ Detail nama dan alamat lahan dilindungi ini sangat penting. Ini berkaitan konsekuensi kepada pemilik lahan,” tegas politisi Golkar ini.

Pihaknya berharap Raperda LP2B bisa segera dituntaskan. Apalagi, sudah molor cukup lama. Jika segera diundangkan, raperda ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “ Jadi, tinggal detail nama dan alamat lahan itu. Karena yang lainnya sudah sepakat,”tegasnya lagi.

Detail nama dan alamat lahan itu sangat dibutuhkan bagi pemilik lahan. Misalnya, adanya insentif dari pemerintah dalam bentuk pajak atau asuransi. Jika tak disebutkan detail, pihaknya khawatir muncul persoalan di belakang hari. Raperda ini sejatinya bertujuan melindungi lahan pertanian di Banyuwangi agak tak tergerus bangunan atau proyek lainnya.

Saat ini, pansus terus mendorong Raperda LP2B ini bisa dituntaskan tahun ini. Namun, pihaknya tak bisa memastikan hingga kapan raperda ini akan selesai. “ Sebenarnya ini butuh percepatan, butuh kepastian hukum di bawah. Ini strategis untuk penyelamatan lahan kita,” tutupnya. (udi)

Pencarian Dihentikan, Korban Terakhir Kapal Ikan Karam Ditemukan Tewas

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Korban terakhir dari tiga anak buah kapal ikan Mekar Jaya yang karam di perairan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi berhasil ditemukan, Senin (11/9/2023) sore. Korban yang bernama Tolip (50), asal Bojonegoro, Jawa Timur ditemukan sudah tak bernyawa. Dengan ditemukannya jenazah korban, proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan langsung dihentikan.

Jenazah korban ditemukan tim SAR sekitar 3,2 kilometer dari lokasi karamnya kapal. Sama seperti korban yang ditemukan beberapa jam sebelumnya, kondisinya sudah mulai tak utuh. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi terdampar di pasir, sebelah timur perairan Plawangan. “ Korban ditemukan tim SAR ketika melakukan penyisiran. Ini adalah korban terakhir dari tiga ABK yang dinyatakan hilang,” kata Kepala Pos SAR Ketapang, Banyuwangi, Wahyu Setia Budi.

Begitu ditemukan, jenazah korban dievakuasi ke daratan. Tim SAR bisa memastikan identitas korban setelah pihak keluarga mendatangi lokasi. “ Pencarian korban hilang langsung kita hentikan. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” tutup Wahyu.

Sebelumnya, sekitar pukul 05.45 WIB, tim SAR menemukan korban yang bernama Dorik (55), asal Cluring, Banyuwangi. Tubuh korban ditemukan mengapung, sekitar 6,2 kilometer dari lokasi karamnya kapal. Petugas berhasil mengidentifikasi korban setelah melihat pakaian yang digunakan. Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga. Sehari sebelumnya, tim SAR juga menemukan satu korban bernama Suprianto (32), asal Purwoharjo, Banyuwangi. Tubuh korban ditemukan mengapung sekitar 2,9 kilometer dari lokasi kejadian.

Diberitakan sebelumnya, sebuah kapal ikan karam setelah diterjang ombak di perairan Plawangan, Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Rabu (6/9/2023) lalu. Empat kru kapal tewas di lokasi, 3 lainnya dinyatakan hilang. Kapal ini membawa 27 anak buah kapal (ABK).

Saat kejadian, sekitar pukul 00.00 WIB, kapal hendak merapat ke dermaga Grajagan usai berburu ikan. Nahas, ketika melaju di perairan Plawangan, ombak besar menerjang. Akibatnya, kapal tak terkendali, lalu karam. Badan kapal pecah.  Seluruh ABK ikut hanyut. Empat kru kapal yang meninggal masing-masing, Sukar (60), asal Purwoharjo, Sumarno (60), asal Muncar, Toso (55), asal Srono dan Wakik (35), asal Jember. Keempatnya ditemukan tenggelam di sekitar lokasi kejadian. (udi)

Jaga Kepercayaan, Handiwiyanto Law Office Masuk 100 Kantor Pengacara Top  Indonesia

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Perjuangan yang sungguh-sungguh akhirnya berbuah manis. Kalimat itu layak disematkan untuk Law Office Handiwiyanto & Associates. Pasalnya, kantor hukum yang dimotori Dr George Handiwiyanto SH MH, Billy Handiwiyanto SH MH dan Ricard Handiwiyanto SH MH MKn itu dinobatkan sebagai kantor pengacara papan atas di Indonesia.

Pada semester pertama 2023, Handiwiyanto & Associates berhasil menggondol empat penghargaan sekaligus dari hukum online. Diantaranya, Handiwiyanto Law Office as a Top 100 Indonesian Law Firms 2023.

Selain itu, Law Firm yang berkantor di Jalan Seruni No. 53 Surabaya dan Barito II No 11A Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu juga dinobatkan sebagai Elite I Practice Leaders in Private Client, 4th Place in the Largest Regional Law Firms of the Year 2023, dan 2nd Place in the Midsize Litigation Practice Law Firm of the Year 2023.

Empat penghargaan yang berhasil diraih sekaligus itu tentunya tak lepas dari kinerja dan kerja keras kantor hukum Handiwiyanto & Associates dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat. Kepercayaan itu adalah segalanya.

‘’Kami bertekad sekuat tenaga untuk bisa menjaganya. Dan itu komitmen kami,” kata Billy Handiwiyanto SH MH, di Surabaya Senin (11/9). Dengan adanya prestasi itu, lanjut Billy tak lepas dari peran kedua orangtuanya, yakni Dr George Handiwiyanto SH MH dan Luciana Bsc.

Menurut Billy, untuk kantor yang berada di Jalan Barito II No 11A Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dipastikan akan beroperasi pada bulan ini. Sehingga, Billy dan Ricard akan membagi waktu agar memberikan pelayanan hukum yang maksimal kepada masyarakat.

“Ini adalah keniscayaan agar kami dapat memberikan pelayanan hukum lebih luas kepada masyarakat,” jelas Billy. Apalagi, Billy yang juga peraih Cum laude di jenjang S2 Fakultas Hukum Universitas Surabaya itu kini juga sedang menempuh program Doktor (S3).

Terlebih lagi, dengan banyaknya kegiatan diberbagai organisasi. Diantaranya, menjadi Wakil Ketua Komite Advokat Muda Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya dengan masa bakti 2023-2026.

Selain itu, Billy juga aktif dan sebagai Founder di KOLEGA (Komunitas Milenial Ganjar), yang dalam bulan ini juga menggelar festival musik bertajuk ‘Mboten Korupsi Mboten Ngapusi 2023’.  Tak hanya itu, pria yang jago main drum ini juga dikenal punya jiwa sosial yang tinggi.

Beberapa waktu lalu, Billy bersama tim-nya memberikan bantuan kepada Rusminah, penderita stroke yang tinggal di Dusun Sekelor, Desa Waktu Tulis, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Dia memberikan bantuan berupa sembako, kipas angin, springbed, televisi, dan kursi roda.

Bahkan, tak lama kemudian, Billy bersama tim-nya lagi-lagi memberikan bantuan kepada Jean Alena, siswi kelas 2 SDN Sawotratap Sidoarjo. Jean divonis menderita Reumatoid Arthritis, yaitu radang sendi yang mengakibatkan kelumpuhan.

Sebagai pengacara muda, Billy mengaku telah banyak belajar berkarya. Sehingga nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat. “Semua harus ditebus dengan perjuangan,” papar Billy. (dra)

Puncak Kamarau, Banyuwangi Darurat Kebakaran Lahan, Seminggu Empat Titik

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Bencana  kebakaran lahan menghantui Banyuwangi. Hanya dalam waktu seminggu, sedikitnya empat kebakaran lahan melanda kabupaten ini. Meski tak ada korban jiwa, peristiwa ini cukup meresahkan. Pasalnya, lahan yang terbakar selalu berdekatan dengan perumahan dan perkampungan.

Kebakaran lahan pertama kali muncul, Kamis (7/9/2023) siang lalu. Sebuah lahan kosong di dekat perumahan Adi Mas, Kelurahan Sobo, mendadak terbakar. Lahan berupa alang-alang ini mendadak dilalap api akibat naiknya suhu udara. Cuaca panas membuat alang-alang terbakar. Api dengan cepat merembet. Bahkan, asap kebakaran sudah menyerbu ke perumahan warga. Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat oleh petugas pemadam kebakaran.

Kasus serupa kembali muncul, Jumat (8/9/2023) malam. Sebuah lahan kosong di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, mendadak dilalap api. Lahan ini juga ditumbui ilalang. Naiknya suhu udara membuat api dengan cepat menyebar.Kebakaran juga nyaris masuk ke perkampungan warga. Beruntung, api berhasil dijinakkan dengan cepat.

Kebakaran lahan berlanjut, Sabtu (9/9/2023) siang. Bekas lahan tebu di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo mendadak terbakar. Api berkobar dengan cepat akibat angin dan naiknya suhu udara. Kebakaran berhasil diredam setelah petugas pemadam mengerahkan sejumlah mobil pemadam.

Terbaru, kebakaran lahan melanda lahan kosong di dekat perumahan Gedong Kertosari, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Lahan yang tak jauh dari perumahan mendadak terbakar. Lahan ini juga ditumbuhi ilalang yang mengering.

Tingginya kasus kebakaran lahan di Banyuwangi ternyata dipicu musim kemarau. Versi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) Banyuwangi, saat ini adalah puncak musim kemarau. Sehingga, cukup rawan terjadinya kebakaran lahan. “ Saat ini memang puncak musim kemarau. Penyebabnya, angin musiman atau angina monsoon dari Australia membawa dampak pengurangan curah hujan dan kelembaban di Indonesia, termasuk Banyuwangi,” kata Prakirawan BMKG Banyuwangi Fredi Dwi Kurniawan, Senin (11/9/2023) siang.

Puncak kemarau ini diprediksi akan berlangsung mulai awal hingga akhir September.  Setelah itu, akan mulai memasuki musim hujan. Di Banyuwangi, musim hujan awal akan melanda di kawasan Banyuwangi barat. Mulai Kecamatan Songgon, Kalibaru dan sebagian Pesanggaran.

Selama puncak kemarau, BMKG mengimbau masyarakat waspada. Sebab, cukup rawan terjadinya kebakaran. Termasuk, kekeringan. “ Masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati. Terutama ketika beraktivitas dengan api. Musim kemarau cukup rawan terjadinya kebakaran,” tegasnya. (udi)

Tergetkan 17 Raperda, DPRD Banyuwangi Optimis 70 Persen Selesai Tahun Ini

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – DPRD Banyuwangi mentargerkan 17 rancangan peraturan daerah (raperda) selama tahun 2023. Dari target ini, Badan Pembentukan Daerah (Bapemperda) DPRD Banyuwangi optimis 11 raperda bisa diselesaikan hingga akhir tahun.

Optimisme para wakil rakyat Kota Gandrung ini bukan tanpa alasan. Hingga triwulan kedua, sebanyak 6 raperda sudah final. “ Kami optimis hingga akhir tahun, penyelesaian raperda bisa tembus 70 persen dari target,” kata Ketua Bapemperda DPRD Banyuwangi, Sofiandi Susiadi, Senin (11/9/2023) siang.

Enam raperda yang sudah final masing-masing Raperda Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Raperda Pengelolaan Keuangan Daerah, Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2022, Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Raperda Pencabutan Perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang Amdal Lalin dan Amdal. Lalu, Raperda Penanggulangan Penyakit Menular.

“Untuk penanggulangan penyakit menular sudah turun fasilitasi. Kemarin, kita konsultasi ke Kanwil Kemenkumham Jatim terkait dengan Undang-undang Kesehatan terbaru yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023,” jelasnya.

Dari Undang-Undang Kesehatan yang baru ini ada sejumlah poin strategis yang dimasukkan dalam Raperda Penanggulangan Penyakit Menular. Salah satunya, perlindungan terhadap tenaga kesehatan (nakes) dan penggunaan teknologi medis yang maksimal. “ Jadi, sudah kita konstruksikan untuk bisa masuk ke raperda. Termasuk sudah fasilitasi Gubernur,” jelas politisi Golkar ini.

Saat ini, pihaknya masih menggodok sejumlah raperda. Diantaranya, Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Raperda Perubahan Anggaran Keuangan (APBD) Tahun 2023. Lalu, dua raperda lagi yang dalam proses fasilitasi. Masing-masing, Raperda Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum (JDIH) dan Raperda Pengarusutamaan Gender. “ Keduanya tinggal menunggu pengesahan,” tutupnya. (udi)

Posko Panitia Pilkades di Banyuwangi Dirusak, Pelakunya Misterius

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Tensi politik jelang pilkades massal di Banyuwangi mulai menghangat. Sekretariat Panitia Pilkades Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, dirusak orang tak dikenal. Polisi masih menyelidiki kejadian ini.

Belum diketahui motif perusakan ini. Pelaku merusak sejumlah alat peraga pilkades milik panitia. Diantaranya, baliho dan papan pengumuman pilkades. Kondisinya rusak, berserakan. Diduga dirobek, lalu dirobohkan. “ Kami mengetahui perusakan ini Sabtu (9/9/2023) siang. Kondisinya sudah porak poranda. Beberapa alat peraga pilkades diduga dirusak,” kata Ketua Panitia Pilkades Kalibaru Kulon Siswo Subandriyo, Senin (11/9/2023) pagi.

Sejumlah perabot yang dirusak salah satunya papan pengumuman berisi daftar pemilih tetap (DPT). Pelaku merusak kertas pengumuman berisi daftar pemilih. Papan terbuat dari triplek ambruk dan acak-acakan.

Siswo tak ingin berspekulasi terkait motif kejadian ini. Pascakejadian, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Panitia Pilkades kecamatan dan kabupaten. Lalu, melaporkannya ke Polsek Kalibaru. “ Sudah kami laporkan ke Polsek. Beberapa peraga yang rusak sudah diamankan sebagai barang bukti,” jelasnya.

Meski terjadi perusakan, Siswo memastikan tahapan pilkades di desanya tetap normal. Apalagi, peralatan yang dirusak berada di luar kantor. Jumlah kerugian juga kecil. “ Kejadian ini tak mempengaruhi tahapan pilkades. Sekarang sedang menunggu jadwal penetapan calon,” tegasnya.

Insiden yang menimpa Panitia Pilkades ini yang kedua kalinya terjadi. Sebulan lalu, kantor Panitia Pilkades Kalibaru Kulon disegel. Setelah dilakukan mediasi, kantor yang berada di lingkungan Kantor Desa itu akhirnya dibuka. “ Kalau kejadian penyegelan sudah berakhir damai. Kami tidak mempermasalahkan kejadian itu,” tutup Siswo.

Pilkades Kalibaru Kulon diikuti oleh 5 bakal calon. Namun, dari kelimanya, bakal calon petahana dinyatakan tak lolos administrasi. Sejak itu, tensi politik di wilayah ini mulai memanas. Pilkades ini akan digelar serempak bersama 51 desa lain di Banyuwangi. Sesuai jadwal, pilkades serempak akan digelar 25 Oktober mendatang.

Sementara itu, Kapolsek Kalibaru Iptu Yaman Adinata membenarkan perusakan sekretariat Pilkades ini. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan terkait kejadian ini. “ Pelakunya masih diselidiki. Kasus ini di-back up Polresta. Sejumlah barang bukti sudah diamankan,” tegasnya.

Sayangnya, di lokasi kejadian tidak ada kamera CCTV. Sehingga, polisi sedikit kesulitan melacak pelaku. Perusakan diduga dilakukan malam hari. Versi panitia pilkades, mereka terakhir masuk kantor pada Jumat (8/9/2023) siang. Kondisi secretariat masih utuh. “ Dugaanya, perusakan dilakukan malam hari,” tutup Kapolsek. (udi)

Satu Lagi ABK Kapal Ikan yang Karam di Perairan Banyuwangi Ditemukan Tewas

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Satu lagi anak buah kapal ikan Mekar Jaya yang karam di Perairan Grajagan, Banyuwangi berhasil ditemukan tim SAR gabungan, Senin (11/9/2023) pagi. Korban bernama Dorik (50), asal Cluring, Banyuwangi. Korban ditemukan sekitar pukul 05.45 WIB.

Tubuh korban ditemukan sekitar 6,2 kilometer dari lokasi karamnya kapal. Kondisi korban mulai tak utuh. Maklum, korban sudah dinyatakan hilang sejak 6 hari lalu. Begitu ditemukan, tubuh korban langsung dievakuasi. Petugas berhasil mengidentifikasi korban setelah melihat pakaian yang digunakan. “ Korban sudah dievakuasi dan diperiksa medis. Selanjutnya, diserahkan ke pihak keluarga,” kata Kepala Pos SAR Ketapang, Banyuwangi, Wahyu Setia Budi.

Dengan ditemukannya korban, masih tersisa satu ABK lagi yang belum ditemukan. Yaitu, korban atas nama Tolip (50), asal Bojonegoro, Jawa Timur. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di lokasi. Penyisiran juga dilakukan di sekitar pantai. “ Pencarian juga diperluas,” tegas Wahyu.

Sehari sebelumnya, tim SAR juga menemukan satu korban bernama Suprianto (32), asal Purwoharjo, Banyuwangi. Tubuh korban ditemukan mengapung sekitar 2,9 kilometer dari lokasi kejadian. Kondisi korban juga mulai tak utuh.

Sebelumnya, sebuah kapal ikan karam setelah diterjang ombak di perairan Plawangan, Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Rabu (6/9/2023) dini hari. Empat kru kapal tewas di lokasi, 3 lainnya dinyatakan hilang. Kapal ini membawa 27 anak buah kapal (ABK).

Saat kejadian, sekitar pukul 00.00 WIB, kapal hendak merapat ke dermaga Grajagan usai berburu ikan. Nahas, ketika melaju di perairan Plawangan, ombak besar menerjang. Akibatnya, kapal tak terkendali, lalu tenggelam. Seluruh ABK ikut hanyut. Empat kru kapal yang meninggal masing-masing, Sukar (60), asal Purwoharjo, Sumarno (60), asal Muncar, Toso (55), asal Srono dan Wakik (35), asal Jember. Keempatnya ditemukan tenggelam di sekitar lokasi kejadian. Dari keempat kru yang ditemukan meninggal, satu diantaranya adalah nahkoda kapal bernama Sukar. Pria ini ikut tergulung ombak ketika kapal yang dinakhodainya terbalik. (udi)

Kerja Keras DPRD, Enam Raperda Selesai di Pertengahan Tahun

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Kerja keras DPRD Banyuwangi menggodok rancangan peraturan daerah (raperda) membuahkan hasil. Hingga pertengahan tahun 2023, sedikitnya enam raperda berhasil diselesaikan. Keenamnya tinggal menunggu pengesahan dan pengajuan nomor register.

Enam raperda yang berhasil diselesaikan masing-masing, Raperda  Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Raperda Pengelolaan Keuangan Daerah, Raperda tentang Pertangujawaban APBD Tahun 2022, Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Raperda Pencabutan Perda Nomor 4 tahun 2011 tentang Amdal Lalu Lintas dan Amdal, dan Raperda  Penanggulangan Penyakit Menular.

“Untuk Raperda Penanggulangan Penyakit Menular sudah turun fasilitasi, tetapi kemarin kita konsultasi ke Kanwil Kemenkumham Jatim, karena terkait dengan Undang-undang Kesehatan terbaru yaitu Undang-undang nomor 17 tahun 2023,” kata Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Banyuwangi, Sofiandi Susiadi, Senin (11/9/2023).

Usai berkonsultasi dengan Kanwil Kemenkumham Jatim, Bapemperda langsung melakukan konsultasi ke Kementerian Kesehatan. Saat ini tinggal memasukkan regulasi dari Undang-Undang Kesehatan yang baru. Dalam Undang-Undang ini ada sejumlah poin strategis yang dimasukkan dalam raperda. Diantaranya terkait perlindungan yang efektif terhadap tenaga kesehatan. Lalu, efektivitas penerapan tekhnologi medis dan ruang lingkup lainnya.

“ Terkait ini, sudah kita konstruksikan masuk ke raperda. Bahkan, bahkan sudah difasilitasi oleh Gubernur Jatim,” tegas politisi Golkar ini.

Selain enam raperda yang sudah final, ada lagi raperda yang masih proses pembahasan. Diantaranya, Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Raperda Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2023. Selain itu, ada dua raperda lagi yang masuk tahap fasilitasi dan menunggu pengesahan. “ Ada dua raperda, masing-masing Raperda Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum (JDIH) dan Raperda Pengarusutamaan Gender,” tutupnya. (udi)