Kyai Muda Ganjar Salurkan Air Bersih, Bantu Majelis Taklim dan Warga Bojonegoro

0

Bojonegoro, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Kyai Muda Jawa Timur/Jatim dukung Ganjar Pranowo hadir di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat nyata. Dalam rangka Safari Majelis Taklim, pendukung Ganjar Pranowo, turut membawa bantuan berupa air bersih untuk warga di Desa  Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (9/9).

Koordinator Wilayah Kyai Muda Jatim, Ali Baidlowi, mengatakan, dalam kegiatan itu mereka juga membantu para jemaah Majelis Taklim Al-Khaerat yang ada di desa tersebut. Ali menuturkan, pihaknya sengaja memilih lokasi tersebut karena sangat memerlukan bantuan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.

“Alhamdulillah…., kami memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang memang membutuhkan, ini willayah Bojonegoro paling barat, dekat hutan,” kata Ali, dalam siaran persnya.

Menurut dia, air bersih yang dibawa itu berasal dari sumber mata air dan diserahkan langsung kepada warga setempat yang sangat membutuhkannya. “Air bersih dari sumber langsung untuk diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Warga Bojonegoro menerima bantuan air bersih dari Kyai Muda Ganjar. (foto/ist)

Dia menuturkan pemberian bantuan itu atas dasar hasil survei mereka yang mendapatkan warga setempat kesulitan air bersih gegara kekeringan. “Warga di sini membutuhkan air bersih karena kekeringan lima bulan terakhir, Jadi air susah didapatkan. Alhamdulillah…., masyarkat bersyukur berterima kasih semoga bermanfaat,” ujarnya.

Sementara, salah satu warga, Fatimah mengaku sangat senang dan suka atas bantuan dari sukarelawan Ganjar Pranowo itu. “Suka banget (dengan bantuan air bersih), karena susah air enggak hujan. Semoga bisa berlansuung terus warga juga pada senang karena memang kekurangan air,” paparnya.

Tak lupa, dia turut mendoakan agar Ganjar Pranowo yang menjadi bacapres 2024 untuk bisa peduli dan memerhatikan warga kecil seperti mereka. “Semoga ke depan lebih baik dan memerhatikan warga kecil di kampung, untuk Pak Ganjar,” pungkas dia. (rid)

Dua Pembangkit Gas PLN NP Dukung Pasokan Listrik Selama KTT ASEAN

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – PLN Nusantara Power (PLN NP) ikut berkontribusi dalam pasokan energi listrik guna menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-43 ASEAN yang berlangsung sejak 5-7 September 2023 di Jakarta.

Dua Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU), yakni Unit Pembangkit (UP) Muara Karang yang berlokasi di Pluit dan UP Muara Tawar yang berlokasi di Bekasi dengan total kapasitas 4.395 MW menjadi andalan pemasok utama listrik selama KTT ASEAN berlangsung.

Tak hanya dari sisi jaminan pasokan pembangkit, PLN NP juga menerjunkan sebanyak 562 petugas untuk mendukung KTT ASEAN. Rinciannya, 299 orang dari UP Muara karang dan 263 orang dari Muara Tawar.

Direktur Utama (Dirut) PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan PLN  menggunakan energi bersih untuk suplai listrik KTT ke-43 ASEAN di Jakarta. “Kami juga menggunakan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Listrik yang digunakan adalah listrik yang jauh lebih bersih, sehingga dampak terhadap polusi bisa diminimalisir,” kata Darmawan, melalui keterangannya di Surabaya, Jumat (8/9).

Menurut Darmawan, pasokan tenaga listrik dari PLN telah siap untuk memenuhi kebutuhan KTT ke-43 ASEAN. Sebagai bentuk dukungan terhadap KTT ke-43 ASEAN, PLN telah menyiapkan sistem tenaga listrik untuk memasok listrik Jakarta selama pelaksanaan KTT.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan sebagai subholding pembangkitan terbesar di Asia Tenggara, PLN NP mengemban penuh amanah dalam menghadirkan energi listrik bagi Indonesia.

Terlebih, PLTGU Muara Karang juga menopang kebutuhan listrik di area VVIP terutama Gedung DPR, MPR, Kementerian, serta Istana Presiden. “Listrik yang digunakan untuk KTT ke 43 ASEAN  berasal dari PLTGU Muara Karang dan PLTGU Muara Tawar yang merupakan pembangkit listrik berbahan gas. Kami juga pastikan jaminan pasokan gas kedua pembangkit itu 100 persen aman selama KTT ASEAN berlangsung,” ungkap Ruly.

UP Muara Karang memiliki total kapasitas terpasang saat ini sebesar 2.177 MW. Dari jumlah kapasitas itu bersumber dari PLTU Gas sebesar 400 MW dan PLTGU 1.777 MW. Sementara kapasitas total UP Muara Tawar sebesar 2.218 MW.

Di mana, 858 MW bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan 1.360 MW berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU). (red)

Gandeng Unesa, PSSI Komitmen Perbanyak Pelatih dan Wasit

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk meningkatkan kualitas dan memperbanyak jumlah pelatih dan wasit.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengatakan MoU yang juga melibatkan belasan LPTK dan Forum Dekan Keolahragaan Indonesia itu merupakan wujud komitmen kerja sama PSSI dengan perguruan tinggi salah satunya Unesa, untuk menjawab kekurangan pelatih dan wasit di Indonesia.

Jika dibandingkan, Jepang yang jumlah penduduknya di bawah Indonesia, memiliki jumlah wasit dan pelatih mencapai 80.000 orang. Sedangkan, untuk pelatihnya bisa 20.000 lebih. “Kita berapa? Padahal, jumlah penduduk kita lebih banyak. Artinya, ada yang mesti kita perbaiki. Tidak mungkin PSSI sendiri. Itulah kenapa kami mendorong sertifikasi kepelatihan, kewasitan dan semuanya kita lakukan bersama-sama dengan perguruan tinggi,” kata Erick, usai melakukan penandantanganan dan kuliah umum di Graha Unesa, Kampus Lidah Wetan Surabaya, Jumat (8/9).

Menurut Erick, kerja sama itu juga dalam rangka membangun sport sciences yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas fisik atlet tanah air. Itu yang bakal didorong bersama perguruan tinggi, termasuk Unesa yang terkenal dengan olahraga sebagai unggulannya.

Yang tidak kalah penting, Presiden Joko Widodo sudah mendorong peraturan perbaikan Mendagri, di mana pendanaan dari provinsi bisa digunakan untuk mendukung olahraga dalam konteks ini bisa mendukung Liga 3.

“Bukan klub ya…., Liga 3. Artinya, universitas seperti Unesa punya klub Liga 3. Kalau semua kampus di Indonesia bermain di Liga 3. Artinya, regenerasi sepak bola Timnas akan lebih mudah lagi, karena para mahasiswa bermain di situ. Dengan catatan, permainan tidak boleh diatur-atur, tidak boleh ada tawuran. Itu semua harus diwujudkan bersama untuk memperbaiki sepak bola Indonesia dari bawah ke atas,” ungkapnya.

Rektor Unesa, Prof Dr Nurhasan MKes, mengatakan program kerja sama ini langsung mulai digarap. Mahasiswa sudah disiapkan serta dilatih bertahun-tahun dan mereka lulus sudah dibekali dengan ilmu keolahragaan.

Mahasiswa yang memiliki kemauan dan berkompeten di bidang wasit didorong ke dunia perwasitan. Begitu juga dengan yang ingin menjadi pelatih, didorong menjadi seorang pelatih dan yang ke arah manajemen pun didorong ke sana.

“Semua sudah kami siapkan lewat Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK),” jelasnya. Dalam kesempatan yang sama, Dekan FIKK Unesa, Dr Dwi Cahyo Kartiko SPd MKes, mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama dengan PSSI ini.

Apalagi, sinergi itu tidak sampai di kampus saja, namun juga sampai di level sekolah. Sinergi ini menjadi proyeksi yang bagus untuk masa depan dunia olahraga kita. Ini sekaligus membentuk ekosistem olahraga yang lebih baik.

‘’Kami dari fakultas keolahragaan sangat mendukung. Apalagi, kami juga punya atlet SLOMPN usia sekolah yang tengah dibina. Dari bawah, kita sudah siapkan. Ini langkah bagus untuk olahraga yang lebih maju dan berprestasi,” pungkasnya. (red)

SKK Migas Jabanusa dan KKKS Gelar Kuliah Umum di Unram

0

Mataram, (pawartajatim.com) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Perwakilan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa) bersama Kontrakor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menggelar kegiatan Kuliah Umum yang bertemakan “Kontribusi Industri Hulu Migas terhadap Ketahanan Energi Nasional” sekaligus juga melakukan “Sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)” di Universitas Mataram/Unram, Kamis (7/9). Hal ini dalam rangka melaksanakan fungsinya sebagai penyelenggara pengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. beserta dengan jajarannya, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi, serta perwakilan dari Perusahaan Migas yang ada di Jabanusa (PT. Pertamina EP Zona 11, PT. Pertamina EP Cepu Zona 12 JTB, Petronas Carigali Ketapang II Ltd., Kangean Energy Indonesia, Husky CNOOC Madura Ltd.).

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi, mengungkapkan, tujuan dan harapannya terkait kegiatan kuliah umum tersebut. Kuliah umum ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh SKK Migas Jabanusa yang dimaksudkan sebagai sarana untuk saling bersilaturahmi, berdiskusi sekaligus bertukar informasi terkait perkembangan di industri hulu migas.

Lembaga pendidikan merupakan salah satu mitra yang sangat strategis dalam membantu menyampaikan informasi – informasi yang berimbang terkait perkembangan industri hulu migas kepada public.

‘’Karena dalam pemahaman kami lembaga pendidikan masih memiliki pikiran yang netral dalam menilai suatu kebijakan dan adek2 Mahasiswa/i merupakan generasi penerus bangsa sehingga pembekalan ilmu yang benar akan melahirkan gagasan gagasan yang cemerlang untuk masa depan bangsa,” ungkap Nurwahidi.

SKK Migas memiliki tugas memberikan pemahaman/pengenalan mengenai kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi kepada masyarakat termasuk kepada akademisi dan insan dunia pendidikan. Karena itu, SKK Migas Jabanusa memberikan Kuliah Umum kepada kurang lebih 200 orang peserta yang hadir terdiri dari Dosen serta Mahasiswa/i dari seluruh jurusan yang ada di Universitas Mataram.

Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., menyambut baik kegiatan kuliah umum “kita harus bersyukur bahwa kita kedatangan SKK Migas yang tujuannya memberikan informasi tentang peran dan fungsi SKK Migas memproduksi minyak dari hulunya.

‘’Kami berharap SKK Migas dan KKKS Jabanusa dapat turut serta menyumbangkan sedikit dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu mencerdaskan masyarakat sekitar yang membutuhkan,” ujarnya.

Kuliah umum yang diadakan oleh SKK Migas Jabanusa tersebut memaparkan 4 materi yang dibagi ke dalam 4 sesi. Materi – materi disampaikan dengan pembahasan yang berbeda : Kontribusi Industri Hulu Migas terhadap Ketahanan Energi Nasional oleh Ir. Nurwahidi, MBA – Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa ; Collaborating With Stakeholders to Promote Positive Social Impact oleh Andiono Setiawan, ST – Senior Government & Stakeholder Relation KKKS Petronas Carigali Ketapang II Ltd.; Aktivitas Industri Hulu Migas oleh Didi Yulistian – Project Manager KKKS Kangean Energy Indonesia; Sosialisasi Kegiatan Hulu Migas Pertamina EP Cepu oleh Ir. David Tobing, MT – Sr. Manager Production & Project KKKS Pertamina EP Cepu serta ada juga podcast  Tips & Trik untuk Mempersiapkan Diri Masuk Dunia Kerja oleh  Andri Sumihar Simbolon – Head External Relations & Media Communication KKKS Saka Indonesia Pangkah Ltd. (bw)

Begini Ganasnya Perairan Grajagan Banyuwangi yang Menewaskan 4 Orang Nelayan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Karamnya kapal ikan yang menewaskan 4 orang di perairan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi mengingatkan kenangan buruk di kawasan ini. Sejak lama, perairan Grajagan dikenal ganas. Hampir setiap tahun  memakan korban. Ketika cuaca buruk, ombak besar selalu menerjang perahu nelayan.

Ganasnya perairan Grajagan bukan tanpa sebab. Perairan ini bersinggungan langsung dengan Samudera Indonesia. Laut lepas di kawasan ini kerap memicu gelombang tinggi. Bahkan, lebih dari 4 meter. Bagi nelayan, menaklukkan pesisir Grajagan adalah sebuah tantangan. Terutama, perairan Plawangan yang menjadi pintu keluar masuk kapal nelayan. “ Perairan Plawangan ini memang dikenal ganas. Sering memakan korban ketika kapal hendak berangkat maupun pulang melaut,” kata Kapolsek Purwoharjo AKP Budi Hermawan, Jumat (8/9/2023) siang.

Meski ombaknya ganas, nelayan tak pernah jera mengarunginya. Bahkan, di kawasan ini menjadi pusat pendaratan kapal ikan cukup besar di Banyuwangi selatan. Di sepanjang perairan ini juga terdapat perkampungan nelayan. Penduduknya cukup padat. Hampir seluruhnya menggantungkan hidup dari melaut. Bagi nelayan setempat, perairan Plawangan tak hanya dikenal ganas. Namun, juga keramat.  Kepercayaan ini didasarkan seringnya kecelakaan laut di perairan ini.

Dikenal dengan plawangan karena posisinya mirip pintu gerbang. Perairan ini berbentuk cekungan. Kanan kirinya dibatasi deretan batu karang. Bentuknya yang cekung, membuat gelombang tak bisa pecah lepas. Namun, mengumpul. Sehingga, memicu kerasnya empasan ombak. Fenomena ini  membuat nelayan harus berhitung ketika melintasinya. “ Dari pengalaman yang terjadi, kecelakaan laut selalu terjadi di perairan Plawangan ini,” tegas Budi.

Sebelumnya, sebuah kapal ikan karam setelah diterjang ombak di perairan Plawangan, Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Rabu (6/9/2023) dini hari. Empat kru kapal tewas, 3 lainnya dinyatakan hilang. Kapal nahas itu bernama lambung Mekar Jaya. Kapal ini membawa sekitar 27 anak buah kapal (ABK).

Saat kejadian, sekitar pukul 00.00 WIB, kapal hendak merapat ke dermaga Grajagan usai berburu ikan. Nahas, ketika melaju di perairan Plawangan, ombak besar menerjang. Akibatnya, kapal tak terkendali, lalu tenggelam. Seluruh ABK ikut hanyut. Empat kru kapal yang meninggal masing-masing, Sukar (60), asal Purwoharjo, Sumarno (60), asal Muncar, Toso (55), asal Srono dan Wakik (35), asal Jember. Keempatnya ditemukan tenggelam di sekitar lokasi kejadian. Dari keempat kru yang ditemukan meninggal, satu diantaranya adalah nahkoda kapal bernama Sukar. Pria ini ikut tergulung ombak ketika kapal yang dinakhodainya terbalik. (udi)

Kapal Ikan Pilih Antre di Tanjungwangi Ketimbang Pelabuhan Perikanan, Ada Apa ?

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)  – Polemik kapal ikan yang berlabuh di Banyuwangi tak kunjung selesai. Kapal ikan yang semestinya sandar di pelabuhan perikanan justru memilih antre di Pelabuhan Tanjungwangi yang idealnya untuk kapal barang. Padahal, pelabuhan perikanan tersedia tak jauh dari kawasan ini. Justru, pelabuhan perikanan dibiarkan kosong.

Dipilihnya Pelabuhan Tanjungwangi untuk bersandar sudah berlangsung lama.  Kapal ikan justru menghindari pelabuhan perikanan yang fasilitasnya lebih standar. Mereka terlihat lego jangkar di perairan utara Pelabuhan Tanjungwangi. Ternyata, mereka menunggu giliran untuk bisa bongkar di Tanjungwangi. “ Jadi, ada yang sudah selesai bongkar. Ada juga yang menunggu giliran sandar. Karena prioritas di Pelabuhan Tanjungwangi untuk kapal barang dan angkutan,” kata Kasi Lalu Lintas Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi, Budi Sanjoyo, Jumat (8/9/2023).

Meski kerap dijadikan lokasi berlabuh kapal ikan, perairan sekitar Tanjungwangi ini tak menjamin keamanannya. Ketika gelombang besar datang, kapal ikan dengan bobot 100 GT ke bawah dipastikan rawan. Apalagi, jika berlabuh dalam waktu lama. Terbaru, satu ABK hilang ketika kapal yang membawanya hanyut terbawa arus. Hingga kini masih dalam pencarian.

Meski begitu, KSOP Tanjungwangi yang berwenang memindahkan kapal-kapal ikan untuk mendarat di pelabuhan lain. Misalnya, ke Pelabuhan Perikanan Masami yang lokasinya berdekatan. Atau, ke Pelabuhan Perikanan Muncar yang khusus untuk pendaratan kapal ikan. “ Untuk sandar kapal ikan menjadi wewenang Syahbandar di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” jelasnya.

Dipilihnya Pelabuhan Tanjungwangi untuk bersandar kapal ikan ternyata bukan tanpa alasan. Muncul rekomendasi dari Syahbandar Pelabuhan Perikanan untuk bersandar di Tanjungwangi. Alasannya, faktor cuaca. Pelabuhan Tanjungwangi dianggap lebih aman untuk bersandar. Kebijakan ini sudah berlangsung sejak empat bulan lalu.

Dipilihnya Pelabuhan Tanjungwangi untuk sandar kapal ikan membuat pengelola Pelabuhan Perikanan Masami merasa aneh. Sebab, pelabuhan milik swasta ini bisa digunakan sandar dengan baik. “ Katanya faktor cuaca, sehingga Pelabuhan Masami kurang aman. Padahal, kami siap memberikan asuransi jika terjadi kerusakan kapal ikan yang sandar di sini (Pelabuhan Masami). Tapi, disesuaikan dengan biaya sandar,” kata pengelola Pelabuhan Perikanan Masami, Rudi Steven.

Pemberian asuransi ini untuk menepis kekhawatiran pemilik kapal ikan jika bersandar di Pelabuhan Masami. Pihaknya juga beberapa kali melakukan uji coba kapal ikan untuk bersandar di pelabuhan miliknya. “ Kapal nelayan saja bisa bersandar dengan baik. Apalagi, kapal ikan dengan GT lebih besar,” sindirnya.

Diberitakan sebelumnya, pengusaha pelabuhan perikanan swasta di Banyuwangi meradang. Terancam tutup. Penyebabnya, mereka ditinggal kapal ikan dan memilih sandar ke pelabuhan milik negara.  Padahal, pelabuhan bernama Masami ini baru dibuka awal Januari 2023. Sepinya pelabuhan ini dipastikan akan berlanjut seiring turunnya  Keputusan Menteri (Kepmen) Kelautan dan Perikanan No.139 Tahun 2023 tentang Penetapan Pelabuhan yang Memenuhi Syarat Perikanan Pasca Produksi atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak  dari Pemanfaatan Sumber Daya Alam Perikanan. Dalam Kepmen tertanggal 15 Agustus 2023 ini, Pelabuhan Perikanan di Banyuwangi jumlahnya bertambah. Awalnya hanya Pelabuhan Perikanan Masami yang dikelola swasta, ditambah Pelabuhan Tanjungwangi dan Pelabuhan Muncar yang berstatus plat merah. (udi)

Menewaskan 4 Orang, Begini Kronologis Karamnya Kapal di Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Kronologis karamnya kapal ikan di perairan  Grajagan, Purwoharjo, Banyuwangi, mulai terungkap. Kapal dengan 27 anak buah kapal (ABK) ini diduga kelebihan muatan. Lalu, sejumlah krunya tertidur ketika melintasi perairan Plawangan. Begitu dihantam ombak, sejumlah ABK tak sempat menyelamatkan diri. Ditemukan tewas.

Terungkapnya kronologis ini setelah polisi melakukan pemeriksaan sejumlah ABK yang selamat. Mereka mengaku kapal nahas itu sedianya sudah mendekati pesisir. Namun, begitu merapat ke perairan Plawangan, ombak besar menerjang. Kapal tak mampu bertahan. Lalu, terbalik dan karam. “ Hasil pemeriksaan sejumlah ABK yang selamat, kapal ini membawa cukup banyak tangkapan. Lalu, ABK yang meninggal diketahui ada yang tertidur karena kelelahan,” kata Kapolsek Purwoharjo AKP Budi Hermawan, Jumat (8/9/2023) siang.

Ukuran kapal yang karam ini juga  tak terlalu besar. Bahkan,jauh di bawah kapal slerek yang umum digunakan. “ Jumlah ABK-nya memang banyak. Padahal, kapal ini masih di bawah slerek,” tegas Kapolsek.

Pihaknya bersama tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian tiga nelayan yang masih hilang. Pencarian dilakukan dengan menyisir sekitar lokasi kejadian. Termasuk, di beberapa bibir pantai. Pihaknya juga melibatkan nelayan setempat dalam proses pencarian. Sementara, seluruh ABK yang selamat sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. “ Setelah diberikan perawatan petugas medis, seluruh kru yang selamat langsung diperbolehkan pulang,” tutupnya.

Sebuah kapal ikan karam setelah diterjang ombak di perairan Plawangan, Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Rabu (6/9/2023) dini hari. Empat kru kapal tewas, 3 lainnya dinyatakan hilang. Kapal nahas itu bernama lambung Mekar Jaya. Kapal ini membawa sekitar 27 anak buah kapal (ABK).

Saat kejadian, sekitar pukul 00.00 WIB, kapal hendak merapat ke dermaga Grajagan usai berburu ikan. Nahas, ketika melaju di perairan Plawangan, ombak besar menerjang. Akibatnya, kapal tak terkendali, lalu tenggelam. Seluruh ABK ikut hanyut. Empat kru kapal yang meninggal masing-masing, Sukar (60), asal Purwoharjo, Sumarno (60), asal Muncar, Toso (55), asal Srono dan Wakik (35), asal Jember. Keempatnya ditemukan tenggelam di sekitar lokasi kejadian. Dari keempat kru yang ditemukan meninggal, satu diantaranya adalah nahkoda kapal bernama Sukar. Pria ini ikut tergulung ombak ketika kapal yang dinakhodainya terbalik.(udi)

Geopark Ijen Banyuwangi Ditetapkan Masuk Jaringan Dunia

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Perjuangan Banyuwangi memperjuangkan Ijen masuk geopark dunia membuahkan hasil. Geopark Ijen akhirnya ditetapkan sebagai jaringan geopark dunia di Marrakes, Maroko, Jumat (8/9/2023). Penetapan ini diumumkan dalam Konferensi Internasional UNESCO Global Geopark (UGG) ke-10 yang berlangsung, Kamis (7/9/2023) hingga Sabtu (9/9/2023).

Geopark Ijen menjadi salah satu jaringan dunia dari 195 geopark dunia yang tersebar di 48 negara. Ajang ini diinisiasi UNESCO yang merupakan lembaga PBB dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. “ Penetapan Geopark Ijen sebagai Unesco global geopark akan meningkatkan kepedulian masyarakat internasiona. Harapannya, mendorong kunjungan wisatawan ke Banyuwangi. Tentu ini menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melalui sambungan telepon, Kamis (8/9/2023).

Geopark Ijen merupakan taman bumi yang memiliki keunikan bentang alam dan kekayaan budaya. Lalu, didukung semangat mewujudkan wisata berkelanjutan. “ Anugerah alam Banyuwangi ini akan terus kami lestarikan. Sembari terus kami kelola dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Disela penetapan Geopark Ijen, Banyuwangi akan menandatangani kerjasama internasional dalam pengelolaan UGG. Diantaranya, UGG Langkawi, Malaysia, UGG Aso, Jepang dan UGG M’Goun, Maroko. Kerjasama ini akan bergerak dalam pertukaran pengetahuan, riset dan lainnya. Sehingga, UGG bisa lebih baik.

Selama ini, Geopark Ijen memiliki wahana unik. Selain  api biru di kawah Ijen, juga bagian dari  lempeng Australia. Kondisi ini menjadikan Banyuwangi memiliki kekayaan flora dan fauna yang beragam. “ Ini akan menjadi laboratorium bagi para peneliti dunia,” tegas Ipuk. (udi)

Gus Gus Ganjar Latih Pengurus Ponpes, Manfaatkan Multimedia Sebagai Sarana Dakwah

0

Bondowoso, (pawartajatim.com) – Gus Gus Nusantara (GGN) dukung Ganjar Pranowo, mengadakan pelatihan multimedia dan konten kreator sebagai sarana dakwah di Gedung Madrasah Miftahul Ulum, Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ansori, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bodowoso, Jawa Timur/Jatim, Kamis (7/9).

Wakil Ketua GGN, Nadhruna’im Abdilah, menyatakan, pelatihan ini bertujuan untuk melatih para pelaku dakwah agar lebih terampil dalam menggunakan platform digital untuk menyebarkan pesan-pesan agama. Pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam menghadapi tantangan zaman digital.

“Melatih para pengurus Ponpes yang sebagian merupakan putra kiai dan ustaz ini, menjadikan konten kreator atau mengkreasikan sebuah media sebagai sarana dakwah, dimana menunjang untuk potensinya kedepan,” kata Abdilah.

Menurut dia, Bondowoso terkenal sebagai daerah yang kental dengan nuansa keagamaan yang kuat dan berjuluk daerah santri. Oleh karenanya, dakwah maupun kajian keislamaman dalam memperkuat nilai-nilai keislamanan dan kemanusiaan di wilayah ini harus diketahui oleh orang banyak.

“Kami angkat sebuah penyampaikan digital agar bisa di sebarluaskan dakwahnya. Disini kita membuat konten, di seluruh Indonesia bisa melihatnya,” ujarnya. Dia berharap, melalui pelatihan itu para peserta akan mampu menyebarkan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat luas melalui berbagai media digital.

Serta memberikan inspirasi kepada banyak pihak untuk terlibat dalam upaya menyebarkan nilai-nilai agama dengan cara yang lebih efektif melalui teknologi. Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Al Ansori Binakal, Abdul Halim, menyampaikan, rasa terima kasih yang mendalam kepada Gus Gus Nusantara  atas pelatihan yang diberikan kepada para pemuda dan Gus Gus di sini.

Menurut dia, penguasaan media dan keterampilan menjadi konten kreator sebagai sarana dakwah sangat bermanfaat. “Semoga kegiatan tetap berlanjut dan Bapak Ganjar Pranowo diberikan izin oleh Allah SWT untuk memimpin Indonesia sebagai RI 1,” ucapnya.

Selama acara pelatihan, peserta tidak hanya diajarkan konsep dasar tetapi juga teknis menjadi seorang konten kreator yang berpengaruh di era digital. Materi-materi berkualitas disajikan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menciptakan konten yang menarik, informatif, dan bernilai.

Tidak hanya itu, para peserta diajarkan bagaimana menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan cermat dan persuasif melalui berbagai platform online. Dengan pendekatan yang kreatif dan berfokus pada audiens target, mereka diharapkan dapat mencapai khalayak yang lebih luas.

Doakan Ganjar Presiden 2024

Dalam kegiatan itu juga diadakan doa bersama agar Ganjar Pranowo menjadi Presiden Indonesia periode 2024-2029. Selain itu, GGN juga memenuhi sejumlah fasilitas maupun kebutuhan di Ponpes Al Ansori. (rid)

Warga Panik, Ular Piton Sepanjang 4 Meter Nyelonong ke Perkampungan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)– Seekor ular piton masuk ke perkampungan warga di Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (7/9/2023) malam. Warga dibuat geger. Binatang melata ini berhasil diamankan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Kejadian ini berawal dari ditemukannya ular piton yang bergerak dari arah sungai. Lalu, bergerak ke perumahan. Warga kemudian berusaha mengusirnya. Ular raksasa ini akhirnya kabur ke sungai. Merasa ketakutan, warga melaporkan kejadian ini ke petugas Damkar. “ Laporan kami terima pukul 21.30 WIB. Tim kemudian bergerak ke lokasi,” kata Asmuni, petugas Damkar, Jumat (8/9/2023).

Tiba di lokasi, petugas langsung menyisir tempat kaburnya ular. Petugas kemudian berhasil menemukannya. Meski keberadaannya diketahui, petugas dibuat kesulitan menangkap ular tersebut. Setelah berjibaku sekitar 30 menit, petugas berhasil menangkap ular tersebut.

Lokasi persembunyian ular ini cukup curam. Sekitar 50 meter. Proses evakuasi berlangsung dramatis. Alat penjepit milik petugas sempat hilang terbawa arus. Saat ditangkap, ular piton ini ternyata baru saja memangsa seekor biawak. Di lokasi, ditemukan bangkai biawak berukuran besar.

Versi warga, keberadaan ular piton ini cukup mengangetkan. Sebab, belum pernah terlihat sebelumnya. Diduga, ular ini keluar sarang untuk mencari mangsa. Ketika ditangkap, keluar seekor biawak dari perut ular tersebut. Ular piton yang tertangkap kemudian diserahkan ke Balai Konservasi dan Sumberdaya Alam (BKSDA) Banyuwangi. “ Ular sudah kita serahkan ke BKSDA. Panjangnya sekitar 4 meter,” tutup Asmuni. (udi)