Gelaran Business Matching Ika Unair Sidoarjo Berjalan Sukses

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sebanyak 20 anggota Ikatan Alumni Universitas Airlangga (Ika Unair) Sidoarjo melakukan Business Matching perdana, Kamis (7/9). Kegiatan ini untuk menggali potensi para alumni, sekaligus menjajaki peluang bekerja sama.

Business Matching kali ini dilakukan ke PT Dimas Reiza Perwira, di Jalan Rungkut Industri III No.34, Surabaya. Kunjungan ke produsen aneka produk ikan beku ini dilakukan untuk membuka peluang kerja sama dengan para peserta Business Matching yang sebagian besar adalah para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini.

Kehadiran mereka ini dipimpin langsung oleh Ketua Ika Unair Sidoarjo Abdullah Khizam. Para peserta diterima oleh Direktur Utama PT. Dimas Reiza Perwira Bambang Kusdiono dan Komisarisnya, Andana Arifianto. Kebetulan, Andana Arifianto juga merupakan salah satu alumnus Unair.

PT Dimas Reiza Perwira berfokus pada produk ikan laut. Baik berupa fillet, portion, dan sebagainya. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2010 ini memiliki pengalaman untuk memenuhi kebutuhan ekspor maupun lokal.

“Kenapa kami ajak langsung supaya tahu bagaimana produknya dan prosesnya. Teman-teman yang punya usaha  bisa scale up dan bisa mempergunakan produk samping yang dihasilkan oleh perusahaan kami,” kata Dirut PT Dimas Reiza Perwira Bambang Kusdiono.

Sementara, Komisaris PT Dimas Reiza Perwira Andana Arifianto membuka peluang kepada para peserta Business Matching ini. Ia membuka pintu seluasnya kepada alumni Ika Unair Sidoarjo untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan perusahaannya.

Para peserta Business Matching kemudian diajak berkeliling di dalam perusahan. Mereka melihat secara langsung pekerja melakukan fillet ikan, pembersihan, packaging, hingga proses pembekukan sebelum dikirimkan ke buyer.

Dalam sehari, perusahaan ini bisa memproses ikan patin atau dori sebanyak 5-6 ton. Perusahaan pengolahan ikan ini sudah mengekspor berbagai produk ikan laut ke beberapa negara. Di antaranya ke Jepang, Cina, Taiwan, dan Korea.

Setiap harinya mampu memproduksi bandeng tanpa duri sebanyak 1 ton, ikan bandeng umpan 15-20 ton per hari. Sedangkan tiap bulannya sanggup mengekspor 7-15 kontainer atau setara 175 hingga 350 ton. (rizki)

ITTelkom Terapkan Teknologi Panel Surya di Kampung Oase Ondomohen

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTelkom Surabaya) mendorong adanya green economy dengan menggandeng Kampung Oase Ondomohen Surabaya untuk menerapkan teknologi panel surya dan urban farming.

Ketua Pengabdian Masyarakat ITTelkom Surabaya, Lora Khaula, mengatakan kegiatan itu merupakan pengabdian masyarakat lanjutan pada 2022 lalu. ITTelkom ingin meningkatkan panel surya yang masih berkapasitas 800 WP untuk membantu kebutuhan masyarakat dalam kesehariannya.

“Termasuk urban farming dan pengolahan limbah sampah plastik didukung daur ulang yang dapat menghasilkan keterampilan baru seperti produk perabot rumah tangga,” kata Lora, di Surabaya  Kamis (7/9).

Lora menyebut ada banyak perkembangan di Kampung Oase Ondomohen Surabaya. Hal itu sangat berpotensi menjadi smart kampung. “Jika implementasi teknologi ini berhasil, maka dapat mendukung inovasi kampung binaan Pemkot Surabaya sebagai smart kampung,” jelasnya.

Lurah Ketabang, Domy Wahyu Nugroho, menyampaikan terima kasihnya atas dukungan ITTelkom dalam banyak proyek pengabdiannya yang terus disinergikan dengan Kampung Oase Ondomohen Surabaya.

“Kami berharap sinergi semacam ini tidak berhenti, namun ke depannya akan lebih banyak lagi, sehingga lebih banyak kontribusi dan dampak baik yang bisa kita lakukan bersama,” ungkapnya.

Sedangkan, Ketua Kampung Oase Ondomohen Surabaya, Musmulyono, mengakui ada dampak ekonomi yang dirasakan secara nyata oleh warga dengan adanya pemanfaatan IPTEK tersebut.

Contohnya, adanya panel listrik dinilai sangat membantu masyarakat dalam pembayaran listrik. Jika semula warga harus membayar sekitar Rp 250.000, kini cukup mengeluarkan biaya Rp 100.000.

“Jadi, ini luar biasa sekali manfaatnya. Tidak hanya dari segi pembiayaan, namun juga dari pengembangan program urban farming hingga pengembangan UMKM,” terang Musmulyono.

Untuk diketahui, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut ada sebanyak 56,7 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan. Persentase itu diprediksi terus meningkat menjadi 66,6 persen pada 2035. Perkotaan itu termasuk Surabaya.

Hal itu berdampak pada meningkatnya konsumsi energi yang tinggi, serta menambah limbah buangan yang tidak ramah lingkungan. Artinya, Indonesia saat ini perlu dukungan penggunaan energi terbarukan dan daur ulang limbah untuk menuju green economy. (red)

KardiaQ, Aplikasi Deteksi Kesehatan Jantung Karya Mahasiswa ITS

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan aplikasi KardiaQ untuk memantau kesehatan jantung. Dia adalah Frans Rizal Agustiyanto, mahasiswa dari program doktor Departemen Teknik Fisika ITS.

“Melalui aplikasi KardiaQ ini, masyarakat dapat memantau kesehatan jantung dalam waktu singkat di rumah masing-masing,” kata Frans, di Surabaya Kamis (7/9). Inovasi ini berawal dari pernyataan Kemenkes RI yang menyebut jika setiap 60 detik seseorang meninggal karena penyakit jantung.

Kurangnya deteksi dini menjadi persoalan utama. Aplikasi ini tersedia di ponsel berbasis Android dan iOS, serta sangat mudah dioperasikan. Cukup di tempat stabil, ponsel yang sudah terpasang KardiaQ, lalu diletakkan secara horisontal tepat di daerah dada sebelah kiri.

Selanjutnya, tombol berbentuk hati ditekan dan pengguna diminta agar menahan nafas selama 15 detik hingga mendengar bunyi dering. “Selama pembacaan detak jantung, pengguna tidak dianjurkan bergerak agar hasil pembacaan lebih akurat,” ungkap Frans.

Ia menjelaskan, hasil pembacaan KardiaQ akan berupa seismocardiography (SCG) dan phonocardiography (PCG). Sinyal SCG dan PCG itu merupakan kondisi komponen jantung dan keluarannya berupa detak jantung dalam satuan beat per minute (bpm).

Hasil ini diukur dari getaran harmonik yang terdeteksi sensor akselerometer pada ponsel. Sinyal getarnya diproses menjadi sinyal SCG dan FCG. “Kondisi jantung normal berada di rentang 60 sampai 120 bpm,” jelasnya.

Frans menyebut, selain mendeteksi detak jantung, KardiaQ juga dilengkapi fitur lain seperti riwayat pengecekan heart rate untuk mempermudah monitor kesehatan jantung dari waktu ke waktu. KardiaQ juga memfasilitasi pengguna berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung lewat fitur chat.

“Pengguna dapat melihat sistolik dan diastolik jantung yang berguna untuk konsultasi lebih lanjut ke dokter spesialis jantung,” terangnya. Adanya aplikasi KardiaQ ini, ia berharap masyarakat bisa lebih sadar kesehatan jantung dan rutin memantau kondisinya.

“Harapannya, KardiaQ dapat digunakan secara luas dan dapat berkontribusi untuk menekan angka kematian akibat penyakit jantung,” pungkasnya. (red)

PCU Ajarkan 50 Pendidik Pembelajaran Transisi PAUD ke SD

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Perpustakaan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Petra Christian University (PCU) Surabaya berkolaborasi dalam memberikan literasi kepada 50 pendidik PAUD di Kecamatan Tegalsari Surabaya untuk mempersiapkan transisi anak-anak mereka menuju tingkat Sekolah Dasar (SD).

Kepala Perpustakaan PCU, Dian Wulandari, mengatakan pentingnya perhatian terhadap masa transisi anak-anak PAUD ke SD, mengingat mereka dapat mengalami stres selama periode transisi tersebut. “Kami sangat mendukung inisiatif Kecamatan Tegalsari untuk meningkatkan literasi para pendidik PAUD, sehingga proses transisi dari PAUD ke SD menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak,” ujar Dian melalui keterangannya, Kamis (7/9/2023).

Menurut Dian, kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan pendidik PAUD di Tegalsari dalam memberikan pembelajaran yang menarik. Sehingga, anak-anak dapat lebih percaya diri ketika memasuki tingkat SD.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan dua narasumber. Pada sesi pertama, Dosen dari Faculty of Teacher Education (FKIP) PCU, Lily Eka Sari, mempresentasikan topik “Literasi di Era Milenial”. Lily menjelaskan ada enam literasi dasar yang harus dikuasai pendidik PAUD, yaitu literasi baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewarganegaraan.

“Literasi dasar ini harus diajarkan secara kreatif melalui pembelajaran berbasis permainan (play-based) agar anak-anak tidak merasa terbebani dengan tuntutan akademik,” terang Lily. Sesi kedua, Dosen dari Faculty of Humanities and Creative Industries (FHIK), Maria Nala Damayanti, menjelaskan tentang kreativitas dalam membuat alat peraga sederhana dari kertas yang interaktif, yang dapat dibuat oleh anak-anak sendiri.

“Saya berharap anak-anak dapat membuat alat peraga ini sendiri dan membawanya saat mereka memasuki kelas 1 SD. Dengan begitu, anak-anak akan merasa nyaman meskipun lingkungan sekolahnya berbeda. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan mudah didapatkan dan harganya terjangkau,” jelas Maya.

Dalam kesempatan yang sama, Bunda PAUD Kota Surabaya, yang juga istri Wali Kota Surabaya, Rini Indriyani, memberikan apresiasi kepada guru-guru PAUD yang telah sabar dalam mendidik anak-anak.

Anak-anak yang pada awalnya belum memiliki kemampuan apa-apa, bahkan cenderung egois atau emosinya belum matang, namun saat berada di kelas mereka harus belajar untuk tidak egois bahkan seringkali meminta perhatian.

‘’Tentu saja ini memerlukan kesabaran ekstra dari guru-guru PAUD,” ungkap Rini. Ia menambahkan, semakin banyak ilmu yang dimiliki para guru, semakin besar kemampuan mereka dalam berkreasi dalam menghadapi anak-anak. Hal ini akan mendorong anak-anak untuk menjadi lebih kreatif. (red)

Doktor ITS Gagas Algoritma Pendeteksi Lokasi Epilepsi di Otak

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dwi Sunaryono, menggagas algoritma pendeteksi lokasi sumber penyakit epilepsi di dalam otak. Inovasi ini diklaim menjadi yang pertama diciptakan di Indonesia.

Dwi mengatakan, selain menjadi penyakit membahayakan, epilepsi juga menjadi salah satu penyakit yang metode penyembuhannya tidak cukup hanya ditangani dengan obat saja. “Sehingga perlu diintegrasikan penggunaan alat Electroencephalogram (EEG) dengan Artificial Intelligence (AI) untuk menjawab persoalan itu,” ujar Dwi saat sidang promosi doktornya, Rabu (6/9).

EGG adalah alat untuk merekam aktifitas kelistrikan otak yang menghasilkan sinyal frekuensi. Sehingga, sinyal terekam dari berbagai pergerakan manusia dan suara yang timbul, baik secara sadar ataupun tidak.

Hal itu meliputi Eye Movement (EYEM) akibat dari pergerakan mata, Artifact (ARTF) yang salah satunya dapat timbul karena suara mesin EEG, serta Background (BCKG) yang tidak memiliki arti dalam bentuk sinyalnya.

Dari sinyal-sinyal itu, lanjut Dwi, kemudian perlu dideteksi adanya sinyal yang merujuk pada Interictal Epileptiform Discharge (IED) yang menjadi tanda terjadi sesuatu tidak normal di otak, salah satunya karena epilepsi.

Dengan ciri sinyal yang memiliki lonjakan tajam, lalu menurun, dan naik secara konstan mendatar. “Maka, perlu untuk memproses apakah sinyal dari EEG ini terindikasi sinyal IED, sehingga bisa ditentukan lokasinya melalui algoritma yang digagas tersebut,” ungkap Dwi.

Perumusan algoritma sendiri diawali dengan standarisasi kanal EEG berupa peletakan jumlah elektroda sesuai aturan internasional. Lalu diatur frekuensi pada EEG sebesar 1 hingga 40 Hz untuk meminimalisir adanya campuran sinyal dari noise atau pergerakan tubuh.

“Serta dilakukan resampling sebesar 250 Hz untuk standarisasi sinyal EEG, dan dihapuskan sinyal ARTF, BCKG, dan EYEM untuk mendapatkan sinyal IED,” jelasnya. Dari praproses itu, algoritma akan menentukan apakah EEG mengandung IED atau tidak.

Jika iya, maka dianotasikanlah lokasi IED pada otak dan dibuatkan kumpulan anotasi atau titik lokasi yang disebut epoch. Selanjutnya, dihitung noise covariance untuk menentukan keanehan pada titik lokasi berdasarkan rata-rata frekuensi.

Proses penentuan lokasi ini kemudian dibantu dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mengetahui kepastian lokasi IED.Data dengan format file HDR yang didapat dari MRI selanjutnya dikonversi ke format file nii.gz dan dilakukan rekonstruksi ulang pada tahap recon all untuk membedakan lokasi otak, lapisan otak, dan kulit kepala.

“Hasil data dari MRI tersebut lalu disesuaikan dengan data yang didapat oleh EEG. Dihitung juga source base untuk memastikan segmentasi posisi otak,” terang Dwi. Proses Image Segmentation itu berlanjut pada Mesh Generation untuk mendistribusikan sinyal EEG menjadi ribuan titik untuk lebih memastikan posisi dan koordinat otak.

Setelah itu disesuaikan lagi titik dengan volume otak pada proses Boundary Element Model (BEM). “Jadilah titik tersebut akan membentuk otak manusia sesuai dengan posisi dan ukurannya,” tambahnya.

Dwi menuturkan, titik representasi sinyal frekuensi pada otak itu lalu dihitung channel average untuk mendapatkan nilai frekuensi yang tepat dalam membuktikan keberadaan sinyal IED.

Segmentasi otak dari MRI dan titik keberadaan IED dari data EEG lalu diintegrasikan pada aplikasi topography map untuk menggambarkan pergerakan energi tiap detiknya atau yang disebut dengan Source Time Courses (STCS).

Kemudian, proses beranjak ke parselisasi, yaitu pemetaan pada area otak. Jika pemetaan sudah teridentifikasi, maka dilakukan transformasi STCS ke volume space untuk menentukan koordinat titik IED yang lebih tepat.

Penelitian yang dikemas dalam algoritma otomatis EEG ini pun menunjukkan hasil yang sesuai dengan diagnosa lokasi epilepsi oleh dokter neurologi dan ahli bedah dari RSUD dr Soetomo Surabaya. (red)

IDI Soroti Distribusi Dokter di Indonesia Tak Merata

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya menyoroti pendistribusian dokter di Indonesia tak merata. Hal itu, menjadi persoalan tersendiri. Terutama, kurang diminatinya dokter untuk pelayanan masyarakat di daerah terpencil.

Penegasan itu dikemukakan Sekretaris III IDI Cabang Surabaya, dr Hilman Siregar, usai menghadiri pengukuhan dan pengambilan sumpah dokter Fakultas Kedokteran (FK) Unusa ke-8 di Auditorium lantai 9 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya, Rabu (6/9).

dr Hilman mengakui, secara umum kebutuhan dokter sudah terpenuhi dengan baik. Bahkan, jika terdapat permasalahan kekurangan dokter, itu tidak signifikan. “Masalah utama adalah distribusi dokter. Distribusinya kurang merata dan seringkali menjadi kendala. Ini terindikasi di daerah-daerah yang sangat terpencil, dokter dan tenaga medis seringkali kurang diminati,” ujar dr Hilman.

Karena itu, organisasi profesi seperti ikatan dokter atau asosiasi tenaga medis memiliki peran penting dalam mengelola dan mengawasi penempatan dokter dan tenaga medis sesuai kebutuhan di berbagai lokasi.

“Kemenkes memiliki peran penting dalam mendukung dan mengatur distribusi ini. Kemenkes dapat memberikan bantuan, regulasi, dan sumber daya yang diperlukan untuk memastikan distribusi berjalan efisien dan merata di seluruh wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Menyikapi itu, Dekan FK Unusa, dr Handayani, berkomitmen untuk membantu pendistribusian para alumninya. Khususnya, di pondok-pondok pesantren yang sudah menjalin kerja sama dengan Unusa.

“Kedepan kita harapkan ponpes besar itu punya fasilitas kesehatan sendiri, seperti tidak bergantung pada fasilitas kesehatan luar. Sehingga, bisa ‘ngopeni’ siswanya, santrinya maupun warga di sekitar,” jelas dr Handayani.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie, mengungkapkan pentingnya pondok pesantren dalam pencegahan penyakit dan perbaikan kesehatan masyarakat di Indonesia. Jumlah pesantren yang besar di seluruh Indonesia menjadi faktor penting dalam upaya ini.

Menurut Prof Jazidie, lulusan FK Unusa harus memiliki perubahan mindset yang positif untuk mendukung inisiatif pencegahan berbasis komunitas ini. Selain itu, upaya ini melibatkan pesantren tidak hanya sebagai pusat, namun juga melibatkan masyarakat di sekitarnya.

“FK Unusa itu fakultas yang mencetak dokter-dokter pencegah berbasis komunitas pesantren. Di samping ilmu-ilmu kedokteran seperti FK yang lain, ada satu tambahan, yaitu dokter pencegahan berbasis komunitas pesantren,” pungkas Prof Jazidie. (red)

Lahan Mendadak Terbakar, Warga Perumahan di Banyuwangi Dilanda Kepanikan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Kepanikan melanda warga perumahan di Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (7/9/2023). Lahan kosong di dekat perumahan setempat mendadak terbakar. Api dikhawatirkan merembet ke kompleks warga. Beruntung, tim pemadam didatangkan dengan cepat. Kobaran api berhasil dipadamkam. Tak sampai menyambar permukiman.

Api diketahui berkobar sekitar pukul 10.30 WIB. Penyebabnya diduga akibat kemarau. Kobaran api dengan cepat membakar lahan kosong yang ditumbuhi alang-alang. Asap kebakaran menyerbu permukiman, masuk ke rumah-rumah. Warga pun dilanda kepanikan. Mereka khawatir api merembet ke rumah warga. “ Saya sedang tidur, tiba-tiba asap mengepung perumahan. Ternyata ada kebakaran,” kata Angga, salah satu warga.

Makin siang, api terus membesar. Mendekati perumahan. Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke pemadam kebakaran. Tak berselang lama, petugas pemadam tiba. Satu unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi. Satu jam berjibaku, petugas berhasil menjinakkan amukan api. Kobaran api akhirnya padam. “ Lahan yang terbakar ditumbuhi rerumputan. Luasnya sekitar 4000 meter persegi. Lokasinya berdekatan dengan perumahan,” kata Kapolsek Kota Banyuwangi AKP Kusmin.

Meski tak ada korban jiwa, polisi tetap menyelidiki penyebab kejadian ini. Diduga, pemilik lahan sengaja membakar lahan. Namun, tak melihat dampaknya. “ Kami mengimbau, warga berhati-hati jika membakar apapun. Apalagi, di musim kemarau,” tutup Kapolsek. (udi)

Anggaran Pilkada Tembus Rp 90 Miliar, Ketua DPRD : Masih Dibahas

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Pilkada Banyuwangi masih setahun lagi. Namun, sejumlah persiapan mulai digelar. Salah satunya, menyiapkan kuota anggaran dari APBD Banyuwangi. Nilai anggaran yang diusulkan tembus Rp90 miliar. Terkait usulan ini, DPRD Banyuwangi masih melakukan pembahasan bersama Tim Pengelolaan Anggaran Daerah (TPAD) Pemkab Banyuwangi.

Sebelumnya, anggaran pilkada diusulkan KPU Banyuwangi senilai Rp113 miliar. Setelah dilakukan rasionalisasi, anggarannya turun sekitar Rp90 miliar. “ Untuk anggaran Pilkada masih dibahas di Badan Anggaran (Banggar). Ini sedang tahap pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (KUA PPAS) perubahan,” kata Ketua DPRD Banyuwangi, Made Cahyana Negara, Kamis (7/9/2023) siang.

Karena masih pembahasan, pihaknya belum bisa memastikan anggaran Pilkada akan disetujui atau tidak. Termasuk, masuk dalam APBD perubahan 2023 atau APBD induk 2024. “ Kita tunggu hasil pembahasan Banggar. Yang jelas sudah ada usulan dianggarkan. Itu kan gawe politik daerah,” jelas politisi PDIP ini.

Pihaknya juga akan meneliti peruntukan anggaran pilkada tersebut. Artinya, jika digunakan untuk tahapan pilkada menjelang akhir tahun, idealnya harus masuk dalam APBD perubahan 2023. “ Jadi, akan kita lihat peruntukkan anggaran pilkada itu secara detail. Ini juga bagian mengantisipasi potensi defisit APBD,” tegas Ketua DPC PDIP Banyuwangi ini.

Sesuai jadwal, pilkada Banyuwangi akan digelar pada Oktober mendatang. Hal ini sejalan dengan program nasional pemilihan Gubernur dan Bupati/Walikota secara serempak. (udi)

Begini Penampakan Bangkai Kapal Ikan yang Menewaskan 4 Orang di Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)  – Kapal ikan yang karam di perairan Grajagan, Banyuwangi dan menewaskan 4 orang kondisinya mengenaskan. Kapal berbahan kayu itu patah total, rusak parah. Bahkan, bagian anjungan habis disapu ombak. Bangkai kapal masih dibiarkan karam di lokasi, Kamis (7/9/2023).

Informasi di lapangan, saat kejadian kapal bernama lambung Mekar Jaya ini membawa hasil tangkapan yang melimpah. Namun, ketika hendak sandar, ombak besar menerjang. Akibatnya, kapal sarat muatan ini terbalik. Seluruh krunya kocar-kacir.  Kerasnya hantaman ombak membuat badan kapal nyaris tak terbentuk. Seluruh muatannya tumpah ke laut. Pun dengan berbagai peralatan kapal. Hilang disapu ombak. Kapal nahas ini milik salah satu pengusaha di Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.

Lokasi karamnya kapal ini sudah mendekati pantai. Bahkan, bagian belakang kapal sudah menyentuh pasir. Beberapa bagian terlihat terbenam di kedalaman pasir laut. Kejadian ini menjadi pemandangan warga dan para nelayan di sekitar lokasi.

Tim SAR gabungan masih fokus melakukan pencarian tiga korban yang hilang. Mereka masing-masing Tolip (50), warga Bojonegoro, Dorik (55), asal Cluring dan To (32), asal Purwoharjo, Banyuwangi. Ketiganya hilang setelah kapal yang membawanya karam diterjang ombak, Rabu (6/9/2023) dini hari. Mereka hilang diterjang ombak bersamaan karamnya perahu.

Selain tiga korban hilang, empat kru kapal lainnya ditemukan tewas. Keempatnya,  Sukar (60), asal Purwoharjo, Sumarno (60), asal Muncar, Toso (55), asal Srono dan Wakik (35), asal Jember. Para korban ditemukan tenggelam di sekitar lokasi kejadian. Dari keempat kru yang meninggal, satu diantaranya adalah nahkoda kapal bernama Sukar. Pria ini ikut tergulung ombak ketika kapal yang dinakhodainya terbalik. Seluruh korban tewas sudah dikembalikan ke keluarga masing-masing.

Saat kejadian, kapal jenis slerek ini membawa 27 anak buah kapal (ABK). Saat kejadian, sekitar pukul 00.00 WIB, kapal hendak merapat ke dermaga Grajagan usai berburu ikan. Nahas, ketika melaju di perairan Plawangan, ombak besar menerjang. Akibatnya, kapal tak terkendali, lalu tenggelam. Seluruh ABK ikut hanyut. (udi)

Tinggal Hitungan Bulan, DPRD Banyuwangi Ajak Warga Sukseskan Pemilu 2024

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Pemilu 2024 tinggal hitungan bulan. DPRD Banyuwangi mengajak warga ikut mensukseskan pesta demokrasi tersebut. Caranya, ikut menyalurkan hak pilih ke TPS masing-masing.

Dengan suksesnya demokrasi, DPRD berharap akan terpilih wakil rakyat atau pemimpin yang memikirkan hak masyarakat. “ Ada makna mendalam ketika ada gelaran Kirab Pemilu. Salah satunya, komitmen bersama untuk mensukseskan Pemilu 2023,” kata anggota DPRD Banyuwangi Marifatul Kamila, Rabu (6/9/2023).

Pemilu 2024 akan terasa istimewa. Sebab, pemungutan suara tak sekadar memilih wakil rakyat. Mulai tingkat kabupaten hingga pusat. Namun, akan bersamaan dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Bahkan, setelah itu berlanjut dengan pemilihan Gubernur dan Bupati/Walikota secara serempak. “ Pemilu adalah pesta seluruh rakyat dan disinilah suara atau hak pilih kita akan menentukan nasib bangsa ke depannya,” jelas politisi Golkar ini.

DPRD juga mendukung kegiatan KPU Banyuwangi untuk mendongkrak partisipasi pemilih. Salah satunya dengan menggelar Kirab Pemilu 2024. Rangkaian kirab diikuti para penyelenggara pemilu. Targetnya, masyarakat bisa mengenal tahapan pemilu dan partai politik peserta pemilu.

“Kita tentu mendukung sepenuhnya bagaimana acara ini bisa berjalan dengan baik, apalagi ini tujuh hari berada di Banyuwangi,” tutupnya. (udi)