Empat Warga Banyuwangi Meninggal Terserang Demam Berdarah

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banyuwangi meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Mulai Januari hingga April 2024, sebanyak 205 orang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit akibat DB.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi jumlah pasien DB di wilayah ini naik tajam pada April 2024. Jumlahnya naik 71 pasien. Sedangkan Januari-Maret 2024, pasien DB tembus 134 pasien.

“Dari total 205 pasien DB, 4 orang diantaranya meninggal dunia,” kata Plt. Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat. Naiknya kasus DB di Banyuwangi dipicu sejumlah faktor. Diantaranya, curah hujan yang tidak menentu. Sehingga  memicu timbulnya genangan air dan menjadi  berkembangbiaknya jentik nyamuk Aedes Aegypti.

“Saat ini ada 4 kecamatan yang menjadi titik sebaran terbanyak kasus DBD. Yakni Muncar, Srono, Bangorejo, dan Rogojampi,” jelasnya. Dinkes Banyuwangi mencatat total kasus infeksi virus dengue di Banyuwangi sebanyak 1.025 kasus. Virus ini penyebab tiga penyakit yakni Demam Dengue (DD), DBD, serta Dengue Shock Syndrom (DSS).

Ketiga penyakit tersebut sama-sama disebabkan oleh infeksi virus dengue. Namun tingkat keparahannya berbeda. DD biasanya lebih ringan dibandingkan DBD. Selain itu, DD tidak sampai menyebabkan kematian.

Pihaknya meminta masyarakat segera memeriksakan jika mengalami gejala yang mengarah pada DBD. Seperti, demam tinggi selama 3 hari, nyeri badan, tubuh lemas, nafsu makan menurun, serta mengalami pendarahan spontan (mimisan, gusi berdarah). (udi)

Bupati Ipuk Terima Penghargaan Kinerja Terbaik dari Presiden Jokowi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meraih prestasi istimewa. Istri Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas ini mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden Jokowi, Kamis (25/4/2024).

Penghargaan bergengsi ini diraih atas Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) tahun 2023. Nilainya terbaik nasional dengan status kinerja tertinggi. Selain itu. Pemkab Banyuwangi kembali dinobatkan sebagai kabupaten Berkinerja Terbaik se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dua penghargaan membanggakan ini diserahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian disela puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) XXVIII di Kota Surabaya, Kamis pagi.

Dalam penilaian EPPD, Banyuwangi meraih skor tertinggi dengan 3,8 poin. Nilai ini mengalahkan 514 Pemkab se-Indonesia. Penilaian didasarkan pada ratusan indikator, termasuk evaluasi dampak kinerja yang langsung dirasakan publik.

Seperti, upaya penurunan kemiskinan dan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat. “Kami bersyukur Banyuwangi bisa mempertahankan capaian ini. Bagi kami, ini bukan sekadar prestasi, namun menjadi penyemangat untuk berkinerja lebih baik lagi untuk kemajuan Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk.

Menurutnya, di tengah banyak tantangan dan keterbatasan, Banyuwangi terus berupaya melakukan berbagai upaya pembenahan. Kemiskinan salah satunya.  Berdasarkan data BPS, kenaikan kemiskinan di Banyuwangi saat pandemi tahun 2020-2021 hanya 0,01 persen.

Data ini merupakan kenaikan kemiskinan terendah di Jatim. Per tahun 2022, angka kemiskinan Banyuwangi mencapai 7,5 persen. Ini yang terendah dalam sejarah Banyuwangi sejak Indonesia merdeka.

Tahun 2023, angka kemiskinan Banyuwangi kembali turun menyentuh angka 7,34 persen. “Stunting juga terus kita turunkan. Diantaranya lewat pemberian makanan bergizi gratis tiap hari kepada balita stunting dan ibu hamil berisiko tinggi,” tutupnya. (udi)

Diinisiasi Kapolresta Banyuwangi, Warga Pakel dan Perkebunan Bumisari Akhirnya saling Rangkul

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Miskomunikasi berkepanjangan antara warga Desa Pakel, Kecamatan Licin dan Perkebunan Bumisari di desa setempat menemui titik terang. Diinisiasi Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Nanang Haryono, kedua pihak akhirnya saling berangkulan.

Proses islah dilakukan di balai Desa Pakel, disaksikan camat dan perangkat desa, Rabu (24/4/2024) malam. Islah ditandai dengan pernyataan tertulis dari warga Pakel. Isinya, siap menggarap bersama lahan perkebunan sesuai aturan.

Lalu, pihak perkebunan milik swasta ini memberikan sejumlah tali asih kepada warga. Dengan pertemuan ini mengakhiri polemik terkait pengelolaan lahan. Selanjutnya, warga akan hidup berdampingan bersama  perkebunan.

“Setelah beberapa kali pertemuan, warga Desa Pakel bisa bersandingan dengan Perkebunan Bumisari. Tentunya, ada kerjasama yang saling menguntungkan,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Nanang Haryono di hadapan warga.

Pemberian tali asih perkebunan ke warga ini bagian dari awal kerjasama dengan perkebunan. Program ini diinisiasi Kapolresta agar warga juga bisa mendapatkan manfaat dari perkebunan. Selain menggarap lahan, nantinya warga bisa bekerja di perkebunan.

Bertemunya warga Pakel dan pihak perkebunan disambut sumringah warga. Apalagi, selama ini, warga merindukan bisa bersandingan dengan kebun. Lalu, bisa ikut menggarap lahan. Sehingga, mendapatkan penghasilan untuk bertahan hidup.

“Pertemuan dengan pihak kebun ini menjadi jalan tengah bagi kami. Selama ini warga benar-benar ingin menggarap lahan dengan tenang,” kata Muarif, salah satu perwakilan warga Pakel.

Pihaknya mengakui inisiasi dari Kapolresta ini cukup bagus. Sebab, memerhatikan kepentingan warga dan perkebunan. Harapannya, solusi yang ditawarkan Kapolresta bisa membawa Pakel menjadi lebih baik.

“Kami bersyukur, warga dan pihak kebun bisa berdampingan. Kami juga bisa bekerja di kebun dan menggarap lahan,”  ujarnya. Harapan bisa bersandingan dengan warga juga diamini pihak kebun. Mereka berharap kerjasama dengan warga bisa terjalin dengan baik.

Apalagi, perkebunan juga membutuhkan banyak pekerja untuk bersama-sama memperbaiki perkebunan. “Kami ingin memperbaiki perkebunan ini dan menanaminya, supaya tidak kering, lalu nanti banjir dan longsor. Saya butuh banyak pekerja,“ kata Goenawan, pemilik Perkebunan Bumisari.

Miskomunikasi warga Pakel dengan perkebunan mencuat sejak tahun 2018. Versi warga, lahan leluhur Desa Pakel masuk dalam garapan hak guna usaha (HGU) Perkebunan Bumisari. Sementara, versi perkebunan, lahan yang digarap sesuai izin HGU yang dikeluarkan pemerintah. (udi)

Inovasi Jagoan Banyuwangi jadi Percontohan Pengembangan UMKM Nasional

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Program inkubasi bisnis anak-anak muda Jagoan Banyuwangi mendapat perhatian nasional. Difasilitasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), program Jagoan Banyuwagi dijadikan proyek percontohan pengembangan UMKM secara nasional.

Jagoan Banyuwangi merupakan program inkubasi pengembangan usaha anak muda di bidang pertanian, bisnis, dan digitalisasi (startup) beserta turunannya. Inovasi ini digagas Pemkab Banyuwangi.

Program ini terdiri dari Jagoan Tani, Jagoan Digital, dan Jagoan Bisnis. “Kami akan berkolaborasi dan juga melihat secara langsung bagaimana pengembangan dan pembinaan UMKM Banyuwangi yang terkait dengan Jagoan Banyuwangi. Program ini sudah sering kami dengar. Bahkan sudah direplikasi oleh daerah lain,” Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan (PKSK) Kemenkeu, Adi Budiarso, saat bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi.

Pihaknya berharap pengembangan Jagoan Banyuwangi tidak hanya berbasis lokal. Namun, juga nasional hingga internasional. Kolaborasi ini akan berfokus pada akselerasi para alumni Jagoan Banyuwangi, utamanya dalam literasi dan ekosistem keuangan.

Dengan pengetahuan tersebut diharapkan bisa memperluas literasi keuangan dan menambah peluang usaha anak-anak muda Banyuwangi. “Kami akan mengenalkan teman-teman Jagoan Banyuwangi dengan ekosistem keuangan yang lebih luas.

Diantaranya, Kemenkeu, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LSP), serta instansi terkait seperti Bea Cukai, dan sebagainya,” jelasnya. (udi)

Pabrik Gula SGN Siap Mulai Giling Tebu Petani 2024

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pabrik gula PT Perkebunan Nusantara Group yang dikelola PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) siap menggiling tebu petani untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat.

“Saat ini, pabrik gula SGN telah siap giling tebu petani untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat. Tinggal menunggu tingkat kemasakan tebu untuk mencapai rendemen optimal,” ujar Direktur Utama SGN, Aris Toharisman, Rabu (24/4/2024).

Menurut Aris, harga gula saat ini yang cenderung naik akibat stok gula yang berkurang dan sebagian gula impor masih dalam proses pengadaan. Stok tersebut akan terpenuhi kembali ketika pabrik gula sudah giling kembali. Meski demikian, berdasarkan data stok tersebut aman hingga giling tebu mendatang.

“Maret lalu persediaan gula SGN sebesar 2,8 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga giling tahun 2024. Selain stok Gula SGN, masih ada persediaan gula milik petani dan milik pedagang di gudang PG SGN,” ungkapnya.

Aris menjelaskan, total stok saat ini kurang lebih sebesar 144 ribu ton dengan sebaran di Sumatera Utara sebanyak 7 ribu ton, Sumatera Selatan sebanyak 12 ribu ton, Lampung sebanyak 4,7 ton, Jawa Tengah sebanyak 4,3 ribu ton, Jawa Timur sebanyak 113 ribu ton, dan Sulawesi Selatan sebanyak 3 ribu ton.

“Sedangkan, proyeksi produksi tahun 2024 sebesar total 992 ribu ton gula kristal putih untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat,” jelasnya. Aris menambahkan, produksi gula di dalam negeri tahun ini diprediksi akan mencapai 2,3 juta ton. Sekitar 900-an ribu ton di antaranya, adalah produksi PTPN dan petani yang memasok tebu ke SGN.

“Data taksasi Maret ada peningkatan dibanding tahun 2023, yakni 12,8 juta ton dari tahun lalu yang hanya 10 juta ton tebu. Sedangkan, protas juga naik menjadi 69 ton per hektare dari 58 ton per hektare pada tahun 2023,” terangnya.

Aris mengakui, keterlibatan petani tebu dalam pencapaian swasembada gula nasional sangat besar. Sehingga, pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap petani mitra, di antaranya penyediaan sarana produksi melalui program MAKMUR (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat) yang bersinergi dengan PT Petrokimia Gresik hingga pihak perbankan untuk keperluan permodalan biaya kebun hingga tebang angkut.

“SGN terus berupaya meningkatkan kinerja industri gula melalui berbagai cara. Pertama, melakukan perbaikan hubungan kemitraan dengan petani tebu. Kedua, memfasilitasi petani dalam penjualan gula pada harga relatif tinggi dengan pembayaran cepat,” katanya.

Ketiga, memfasilitasi ketersediaan pupuk melalui program MAKMUR bekerja sama dengan BUMN Pupuk dan Perbankan. “Dampaknya terlihat dari perluasan area tebu rakyat tahun ini, dari sebelumnya sekitar 120 ribu hektare menjadi 123 ribu hektare,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Sunardi Edy Sukamto menyambut baik berbagai kebijakan PTPN dan Pemerintah yang sangat kondusif dalam mendukung kelancaran usaha tani tebu.

“Kami menyambut positif kebijakan yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan petani dan mendukung upaya swasembada gula baik dari PTPN dan Pemerintah, karena pada intinya peran petani tebu tidak dilupakan dan pencapaian swasembada gula harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan para petani tebu,” ujar Edy.

Menurut dia, menjadi harapan petani kepada pemerintah untuk menjaga kestabilan harga, baik di tingkat produsen maupun konsumen, sehingga iklim usaha tani tebu rakyat bisa kondusif dan konsisten karena naik turun harga akan menjadi kelesuan usaha tani tebu rakyat. (red)

 

Layanan Hematologi Onkologi Anak RSUD Dr Soetomo Surabaya Diresmikan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Hematologi Onkologi Anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soetomo Surabaya resmi membuka layanan. Pembukaan layanan tersebut ditandai dengan peresmian yang dilakukan langsung Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, Selasa (23/4/2024) sore.

“Layanan untuk anak-anak, terutama Hematologi dan Onkologi memang memerlukan perhatian khusus. Ini menjadi sesuatu layanan unggulan yang kami yakinkan terjamin standar kualitas layanannya. Baik peralatannya yang canggih dan maupun kualitas sistem layanannya,” ujar Adhy.

Menurut Adhy, sebagai layanan khusus untuk anak-anak, unit ini akan segera dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang ramah anak. Harapannya, anak-anak bisa mendapatkan pelayanan yang tidak mengganggu psikologis.

“Kami mohon Bu Direktur, setelah ini ada sentuhan karena ini layanannya untuk anak-anak, maka harus ramah anak, gedungnya ada desain untuk anak dan semua yang berhubungan dengan kebutuhan anak,” terangnya.

Adhy mengatakan, hadirnya layanan ini sekaligus menjadi sarana pendidikan dan penelitian kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, khususnya di RSUD Dokter Soetomo Surabaya.

“Ini sejalan dengan cita-cita kami waktu pertama kali ke Soetomo, kami ingin RSUD Soetomo adalah rumah sakit pendidikan dan pelayanan terbaik di Indonesia dan kami standarnya adalah internasional,” ungkapnya.

Adhy menegaskan, Pemprov Jatim terus berupaya untuk memberikan layanan publik terbaik yang berdampak bagi masyarakat sebagai bagian dari reformasi birokrasi di lingkungan Pemprov setempat. Sehingga, peningkatan kualitas layanan harus terus ditingkatkan.

“Di mana akan kelihatan seluruh layanan publik di Pemprov Jatim tidak terkecuali, harus memiliki standar pelayanan prima dan akhirnya yang diukur adalah kepuasan penerima manfaat,” tegasnya.

RSUD milik Pemprov Jatim yang juga menjadi rumah sakit pengampu nasional ini diharapkan bisa membantu rumah sakit di daerah lainnya. Tidak hanya di Jawa Timur, namun juga beberapa rumah sakit di luar Jawa Timur untuk menjadi lebih baik dalam penanganan kanker.

“Upaya ini bisa mendukung program kesehatan di Jatim dan nasional, serta memberi banyak manfaat bagi masyarakat Jatim khususnya dan Indonesia pada umumnya,” katanya.

Di sisi lain, program nasional dari Kementerian Kesehatan RI, yaitu membuat program transformasi kesehatan dengan prioritas penyakit Katastrophik, salah satunya adalah penyakit kanker. RSUD Dokter Soetomo Surabaya ini merupakan rujukan layanan paripurAdhy berharap keberadaan layanan terintegrasi kanker di Gedung Oncology Center RSUD Dokter Soetomo Surabaya dapat menambah kualitas layanan yang berstandar internasional.

“Sehingga, masyarakat Indonesia yang sering memilih berobat ke luar negeri dapat memilih RSUD Dokter Soetomo sebagai alternatif rumah sakit yang berkualitas,” pungkasnya. (red)

Sepanjang Perayaan Idul Fitri, Indosat Catat Lonjakan Trafik Data

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mencatatkan peningkatan trafik data sebesar 17 persen sepanjang periode perayaan Idul Fitri 1445 H. Pada saat yang sama, Perusahaan juga membuktikan kualitas jaringannya yang telah berhasil melayani pelanggan dan masyarakat selama masa kenaikan trafik telekomunikasi sepanjang Ramadan, Lebaran dan masa libur setelah Lebaran. Lonjakan trafik yang telah diprediksi ini dikontribusikan oleh peningkatan penggunaan media sosial, aplikasi pesan singkat, hingga aplikasi mobile gaming.

Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung, mengatakan pelayanan yang kami berikan sepanjang periode Hari Raya Idulfitri dan juga musim mudik menjadi bukti komitmen kami untuk terus dapat melayani pelanggan di manapun dan dalam situasi apapun, termasuk saat periode Ramadan dan Lebaran.

Komitmen kami terhadap Unparalleled Network Services Guaranteed atau jaminan pelayanan jaringan yang tak tertandingi, menjadi landasan untuk terus meningkatkan kualitas jaringan, tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga diperluas hingga ke wilayah pedesaan di seluruh Indonesia.

Desmond menegaskan bahwa dengan kualitas jaringan ini, pelanggan dapat menikmati layanan digital kelas dunia mulai dari mengakses media sosial, berbagi pesan, hingga bermain game online tanpa kendala berarti. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya penggunaan beberapa aplikasi oleh pelanggan.

Seperti TikTok, Instagram, dan YouTube yang menjadi penyumbang terbesar dalam lonjakan trafik data, dengan rata-rata peningkatan sebesar 24 persen. Sementara itu, game mobile seperti Mobile Legends, Free Fire, dan Call of Duty mencatat lonjakan trafik data tertinggi, dengan rata-rata peningkatan sebesar 95 persen.

Kualitas layanan ini didukung pemanfaatan infrastruktur jaringan berteknologi tinggi berbasis artificial intelligence/machine learning, efisien dari sisi penggunaan energi, serta sumber daya manusia yang andal. Indosat juga mengantisipasi peningkatan kebutuhan telekomunikasi pelanggan dengan menambah 2.145 sites baru dan 38 mobile BTS (MBTS).

Penambahan ini juga didukung oleh jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 51 ribu km dan lebih dari 224 ribu km akses metro fiber optic untuk memperkuat sinyal di lokasi prioritas. Tidak hanya itu, Indosat juga menyiagakan lebih dari dua ribu personel yang bekerja 24 jam 7 hari baik di lapangan maupun di Pusat Operasi Jaringan Indosat (INOC) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Hasilnya, jumlah tiket aduan pelanggan mengalami penurunan sebesar 26 persen untuk IM3 dan 42 persen untuk Tri dibandingkan periode lebaran tahun sebelumnya. “Dengan Unparalleled Network Services Guaranteed kami bertekad untuk terus meningkatkan pengalaman digital pelanggan, menyesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Hal ini selaras dengan tujuan Indosat dalam menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Desmond.

Area Madiun Catat Peningkatan Trafik Tertinggi di Indonesia

Di wilayah regional Jawa Timur, Indosat mencatat peningkatan trafik data tertinggi di area Madiun, yakni naik sebesar 70,3% sepanjang periode Hari Raya Idulfitri 1445 H. Dibandingkan dengan area lain dalam skala nasional, Madiun bahkan menjadi area dengan peningkatan trafik data tertinggi di Indonesia.

Setelah Madiun, berturut-turut area Madura dan Kediri menjadi area dengan pertumbuhan trafik data tertinggi kedua dan ketiga di Jawa Timur, dengan kenaikan masing-masing sebesar 59,3 persen dan 40,1 persen di sepanjang periode Hari Raya Idulfitri 1445 H.

Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Elny Widjaja, mengatakan peningkatan trafik yang tinggi di Regional Jawa Timur menjadi salah satu bukti dari keberhasilan kami dalam menghadirkan Unparalleled Network Services Guaranteed di berbagai lokasi prioritas dan jalur mudik.

Tentunya hal ini juga menjadi motivasi kami untuk terus menghadirkan marvelous experience bagi pelanggan kami di Regional Jawa Timur/Jatim. (bw)

PLN Nusantara Power Kurangi 17 Juta Ton Emisi CO2

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – PLN Nusantara Power (PLN NP) selaku subholding pembangkitan terbesar di Asia Tenggara berkomitmen dalam mewujudkan Indonesia yang lebih hijau. Melalui berbagai inovasi, salah satunya menjadi penyedia bursa karbon terbesar di Indonesia, co-firing dan proyek energi baru terbarukan (EBT) bertema Green Energy Movement (GEM), PLN NP tengah mendorong percepatan transisi energi di Indonesia dengan mengurangi 17 juta ton emisi CO2.

Direktur Human Capital Management dan Administrasi PLN NP, Karyawan Aji mengatakan, hampir satu juta karbon telah diperdagangkan di Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon) oleh PLN NP melalui PLTGU Muara Karang Blok 3. Pentingnya melantai bursa carbon ini diakui sebagai upaya untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060 mendatang atau lebih cepat.

“Selain melalui bursa karbon, terdapat 11 PLTU PLN NP yang telah menjadi peserta perdagangan karbon dan mendapatkan kuota Persetujuan Teknis batas Atas Emisi Pelaku Usaha (PTBAE-PU) yang disetujui oleh Kementerian ESDM dengan jumlah yang dapat diperdagangkan mencapai 35 juta ton,” ujar Aji, Selasa (23/4/2024).

Menurut Aji, salah satu kinerja bagus PLN NP ditunjukkan melalui produksi energi bersih yang berasal dari co-firing sepanjang 2023 sebanyak 525,62 GWh atau setara dengan reduksi emisi karbon sebesar 533.291,79MT.

Hingga kini, PLN NP telah melaksanakan co-firing secara kontinyu pada 24 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang tersebar di seluruh Indonesia. “Sejalan dengan semangat dunia dalam menurunkan suhu bumi dan tertuang pada Paris Agreement, PLN Nusantara Power berkontribusi melalui Green Energy Movement,” ungkapnya.

Aji menjelaskan, Green Energy Movement ini diwujudkan tidak hanya melalui co-firing pada PLTU yang telah beroperasi, namun juga keseriusan perusahaan dalam membangun pembangkit listrik yang ramah lingkungan seperti PLTS, PLTA, dan juga PLTB.

Pada 2023, PLN NP berhasil menyelesaikan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata yang menjadi kebanggaan Indonesia. Melalui PLTS tersebut, PLN NP mampu menghindarkan sebesar 214.000 ton co2 setiap tahunnya.

“Kami juga senantiasa mendukung smart city di Ibu Kota Negara (IKN) melalui penyediaan listrik bersih yang berasal dari PLTS IKN 50 megawatt. Saat ini, kami telah menyelesaikan 10 megawatt tahap pertama,” jelasnya.

Pembangunan PLTS 50 megawatt ini merupakan bagian dari rencana PLN NP untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT) di IKN Nusantara. “Melalui PLTS IKN, kami akan mampu menghindarkan 104,8 ton emisi co2 setiap tahunnya. Ke depan, akan banyak proyek kami yang berbasis EBT,” terangnya.

Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah juga turut menyampaikan fokus dan rencana korporasi dalam mewujudkan energi hijau. “PLN NP sendiri telah bergerak memetakan kebutuhan Indonesia di masa depan. Kami, hingga tahun 2030 akan menyiapkan penambahan unit pembangkit sebesar 6,3 gigawatt yang berasal dari pembangkit EBT yang tersebar di penjuru Nusantara,” pungkas Ruly. (red)

Surabaya Tambah Unit Kios TPID di Lima Pasar Tradisional

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Surabaya menambah jumlah warung tekan (Wartek) inflasi di pasar tradisional. Wartek atau yang lebih dikenal dengan nama Kios TPID itu kini juga ada di Pasar Kembang, Pasar Gubeng Masjid, Pasar Banjar Sugihan, Pasar Gayungan dan Pasar Dupak Bangunrejo.

Lima unit TPID baru ini merupakan kolaborasi atau sinergi antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Surabaya. Lima kios ini adalah bagian dari corporate social responsibility (CSR) dari PT Yekape yang diserahkan kepada PD Pasar Surya.

Serah terima CSR ini, diberikan secara langsung oleh Direktur Utama PT Yekape Hermien Rosita dan diberikan kepada Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo di Pasar Kembang, Selasa (23/4/2024).

Hermien Rosita mengatakan, pembangunan Kios TPID ini bermula dari keinginan Pemkot Surabaya agar semua pihak terlibat dari upaya penanganan inflasi. Kemudian, pihaknya diminta berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya dalam upaya penanganan inflasi itu.

Selanjutnya, diputuskan untuk membangun Kios TPID di pasar tradisional yang berada dalam pengelolaan PD Pasar Surya. “Jadi kami diberi tugas untuk membantu Dinkopdag terkait upaya agar masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga murah,” kata Hermien.

Atas tugas tersebut, Hermien menerangkan, dirinya sempat mendatangi food station di Jakarta. Tujuannya adalah untuk mencari tahu cara apa yang dapat dilakukan di Kota Surabaya agar distribusi dan harga bahan pokok tetap stabil.

“Kuncinya, adalah memotong mata rantai distribusi barang. Jika itu bisa kita lakukan, insya Allah distribusi aman dan harga bisa dikendalikan,” terangnya. Akhirnya, Hermien pun mengusulkan agar PD Pasar Surya membuat langkah yang bisa memotong mata rantai distribusi menggunakan Kios TPID.

Ia berharap, adanya Kios TPID mampu memberikan rasa aman dan harga murah kepada masyarakat. “Hal-hal lainnya nanti bisa disinergikan antar BUMD,” lanjutnya. Mudah-mudahan kios ini bisa bermanfaat,” ungkapnya.

Di samping itu, Dirut PD Pasar Surya Agus Priyo menyatakan, inflasi menjadi salah satu perhatian Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Karena itu, melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), wali kota memerintahkan agar distribusi dan harga bahan pokok terus dipantau. “Melalui TPID, kita diminta memantau harga di pasar,” kata Agus.

Menurut dia, pemantauan itu harus dilakukan terus menerus. Jika ada kenaikan harga komoditi tertentu, TPID diminta segera melakukan upaya pengendalian. “Dengan adanya kios TPID ini tentu sangat membantu untuk melakukan pemantauan tersebut,” ujar Agus.

Ia menambahkan, pembangunan lima Kios TPID ini merupakan sinergi nyata antar BUMD. Dirinya menyampaikan, PD Pasar Surya membuka diri untuk meningkatkan kerja sama antar BUMD. Ia juga berharap, keberadaan Kios TPID ini akan menstabilkan harga bahan pokok.

“Semoga harga bahan pokok tetap terkontrol dan masyarakat dapat membeli dengan harga yang wajar,” pungkasnya. (ko)

Pasca-pengeroyokan Pesilat, Kapolresta Banyuwangi Minta Perguruan Silat Tahan Diri

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Tewasnya seorang pesilat akibat pengeroyokan sesama pesilat membuka luka lama di Banyuwangi. Apalagi, kasus serupa bukan kali pertama terjadi. Mengantisipasi terulang lagi, Polresta Banyuwangi meminta seluruh perguruan silat di Banyuwangi menahan diri.

Terutama, dua perguruan silat yang menjadi korban dan tersangka pengeroyokan. Permintaan menahan diri masing-masing perguruan ini mengantisipasi aksi susulan. Apalagi, kelima tersangka sudah menjalani proses penyidikan di Polresta Banyuwangi.

“Kami minta perguruan silat menahan diri. Jangan terpancing isu-isu yang tidak benar. Percayakan ke kami untuk menyelesaikan kasus ini,” tegas Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Nanang Haryono melalui Wakapolresta Banyuwangi AKBP Dewa Putu Eka Darmawan dalam rilis, Rabu (24/4/2024).

Kasus pengeroyokan pesilat terjadi lagi di Banyuwangi, Jumat (19/3/2024) malam. Satu orang tewas akibat kejadian ini. Belakang diketahui penyebab pengeroyokan berawal dari saling tantang di media sosial (medsos).

Korban tewas berinisial AYP (18), asal Srono, Banyuwangi. Sedangkan lima tersangka masing-masing berinisial RIP (27), MDA (43), MBP (18),asal Tegaldlimo dan RNS (18) serta AE (21) asal Bangorejo, Bangorejo, Banyuwangi.

Kelimanya diamankan Satreskrim Polresta Banyuwangi setelah dilaporkan ayah korban. Begitu mendapat laporan, polisi bergerak. Tak butuh waktu lama bagi polisi meringkus kelima terduga pelaku.

Hasil penyidikan terungkap, antara korban dan para tersangka ternyata tak saling kenal sebelumnya. Mereka hanya saling tantang di medsos. Perang urat syaraf itu memuncak dengan saling ketemu untuk duel. Bukan satu lawan satu. Namun, justru korban dikeroyok hingga terluka. Korban meninggal setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit. (udi)