Ini Dia, Sensasi Nikmatnya Hidangan di Tengah Meriahnya Pesta Perkawinan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wisata kuliner sebenar-benarnya. Apa yang kita bayangkan dari sebuah pesta pernikahan? Selain kesakralan prosesinya, kita juga kerap kali melihat sebuah suasana kemewahan, mulai dari ruangan dan pelaminan yang dekorasinya di desain sempurna, baju busana pengantin yang indah dan menimbulkan decak kagum, serta alunan musik pengiring yang membuat suasana menjadi begitu syahdu.

Kehadiran tamu undangan baik kerabat, maupun sahabat dengan busana terbaiknya, tentu saja menambah semarak suasana pesta yang memang didesain bernuansa glamor dan mewah. Rasanya tak lengkap jika kita membicarakan kemeriahan wedding party, tanpa menyebut hidangan yang disajikan.

Ya, pada pesta seperti ini biasanya kita akan menemukan aneka makanan lengkap nan lezat. Mulai dari hidangan pembuka, menu utama, makanan penutup, serta minuman. Melalui event Wedding Showcase yang digelar pada 12 – 13 Agustus 2023 lalu di ballroom lantai lima, Luminor Hotel Jemursari Surabaya menyuguhkan contoh aneka menu makanan yang dihidangkan jika melangsungkan  pesta perkawinan  di hotel tersebut.

Mulai dari soup ikan tahu sayur ssin, XO Griled Seafood Fried Rice, Green Veggie with Crumble and Garlic, Shrimp Salted Egg Sauce, Roast Chicken Combination Sauce, Sushi, salad buah, aneka cookies, minuman dingin, dan aneka hidangan mewah berkelas lainnya.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa banyak sekali keuntungan menyelenggarakan pernikahan di hotel, antara lain sajian menu makanan mewah,” kata General Manager/GM Luminor Hotel Jemursari Surabaya kepada pawartajatim.com, Sabtu (13/8).

Luminor Hotel Jemursari Surabaya  melalui  cafe and resto Rock N Sugar, selama ini dikenal sebagai tempat yang menyajikan hidangan lengkap dan lezat, dimasak langsung  oleh Cheff Sukismanto. Sehingga banyak pengunjung hadir disana, baik untuk meeting maupun sekedar bersantai. (nanang)

Tolak HGB di Atas HPL, Masyarakat Pemegang Surat Ijo Kepung Balai Kota

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Rakyat harus merdeka di bidang pertanahan. Untuk mewujudkan kemerdekaan agrarian di Kota Surabaya dengan memberikan SHM bagi pemegang IPT (surat ijo) dan Tolak Hak Guna Bangunan/HGB di atas Hak Penguasaan Lahan/ HPL.

Karena itu, pemegang surat ijo, bersama buruh, dan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi dan “mengepung” balaikota Surabaya. Aksi tersebut dilakukan gabungan organisasi pejuang surat ijo Surabaya, yang tergabung dalam Presisi/Presidium Surat Ijo.

Masa aksi berangkat dari kampung masing-masing pada pukul 09.00 WIB, kemudian bergerak ke Gedung Negara Grahadi sebagai titik kumpul utama sekitar pukul 10.00 WIB. Dari tempat tersebut, aksi dilanjutkan menuju kantor DPRD Kota Surabaya, dan terakhir menuju titik sasaran utama yakni Balai Kota Surabaya.

Koordinator Presisi, Saleh Alhasni, mengatakan, demonstrasi ini untuk mengembalikan Sertifikat HPL atas nama Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya yang berjumlah 85 HPL, dikembalikan kepada negara dikarenakan cacat hukum administrasi.

Hal ini disebabkan tidak dijalankannya perintah dari diktum ke-6 Surat Keputusan Hak Penguasaan Lahan/SKHPL. Yakni, apabila di dalam areal tanah yang diberikan Hak Pengelolaan ini ternyata terdapat pendudukan/penggarapan rakyat secara menatap yang sudah ada sebelum pemberian hak ini, menjadi kewajiban/tanggung jawab sepenuhnya dari penerima hak untuk menyelesaikannya menurut ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau dikeluarkan dari areal hak pengelolaan.

Selain itu, jika sebentar lagi usia kemerdekaan Republik Indonesia/RI telah menginjak usia ke tujuh puluh delapan tahun dan Undang – undang Pokok Agraria/ UUPA telah menginjak usia enam puluh tiga tahun sejak diundangkan, tapi cita-cita kemerdekaan bangsa berbasis agraria tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Bahkan, cenderung diselewengkan oleh kekuasaan.

Aksi kali ini bertujuan untuk menunjukkan kepada publik bawah di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur/Jatim ini masih ada rakyat yang terjajah dan tidak memiliki tanah. ”Kami hendak menunjukkan bahwa warga surat ijo selama ini tidak memperolah hak atas tanahnya sejak UUPA 1960 hingga menjelang Hari surat ijo.

Selama ini tidak memperolah hak atas tanahnya sejak UUPA 1960 hingga menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-78,” kata Koordinator warga surat ijo, Saleh, kepada pawartajatim.com, di Surabaya Selasa (15/8).

Menurut dia, aksi ini melibatkan sekitar 1.000 orang. Adapun armada yang digunakan adalah dua mobil komando, satu ambulan, 500 sepeda motor, lima pick-up, tiga Tossa, satu odong-odong, dan dua puluh bemo.

Sementara ada seratus lembar banner, seratus bendera yang dibawa dalam aksi tersebut. Menurut dia, Wali Kota Surabaya selalu menyatakan takut dipenjara karena melepas Aset Pemkot Surabaya yang perolehannya tidak memiliki alas hak yang jelas (domain verklaring).

Maka diminta supaya sertifikat HPL cacat hukum administrasi dikembalikan ke Pemerintah Pusat untuk dilakukan verifikasi asal usul aset dan yang bukan aset milik Pemkot Surabaya supaya diberikan kepada rakyat penghuni/penggarap sesuai UU Pokok Agraria.

Mereka juga menuntut kepada Wali Kota Surabaya bersama warga untuk turut serta memperjuangkan kemerdekaan agraria dengan diberikannya SHM bagi warga penghuni surat ijo sampai permasalahan surat ijo di Surabaya. (nanang)

Mahasiswa Untag Surabaya Buat Pemetaan Penyebaran Gizi Buruk di Jatim

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya membuat inovasi peta penyebaran gizi buruk di Jawa Timur/Jatim. Yakni, dengan Algoritma K-means Clustering. Pengguna bisa melihat detail penyebaran dan tingkat penyebaran di suatu daerah.

Penelitian yang dilakukan mahasiswa program studi (Prodi) Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Rizky Fajar Hidayat, dilatarbelakangi oleh sistem informasi kasus gizi buruk yang dimiliki Dinas Kesehatan Jatim yang masih sekadar menampilkan angka-angka dan data yang sifatnya akumulatif. Sehingga, belum ada mengenai detail kondisi potensi gizi buruk.

Berangkat dari hal itu, Fajar, kemudian menciptakan sistem informasi pemetaan penyebaran gizi buruk sendiri di Jatim dengan menambahkan bentuk visualisasi peta. Selain itu, pengguna juga bisa melihat detail penyebaran dan tingkat penyebaran di suatu daerah.

Ia menjelaskan, menggunakan Algoritma K-means Clustering, sistem informasi ini memungkinkan untuk menampilkan pengelompokan wilayah kasus penyebaran gizi buruk di Jatim. Dengan menggunakan K-means Clustering akan menghasilkan tiga klaster wilayah dengan tingkat kerentanan kasus penyebaran gizi buruk berdasarkan kota atau kabupaten.

‘’Yakni, tingkat tertinggi, tingkat rentan, dan tingkat rendah,” ujar Fajar, saat ditemui di Gedung Pusat Yayasan dan Rektorat Untag Surabaya, Selasa (15/8). Dosen Pembimbing, Supangat MKom, mengatakan, sistem informasi itu akan menggunakan laman dengan berbagai fitur yang inovatif, salah satunya fitur pelaporan.

Aplikasi ini dijalankan melalui website. Pada halaman utama terdapat peta visualisasi titik penyebaran gizi buruk beserta detail penyebarannya. “Selain itu, laman ini dilengkapi dengan fitur pelaporan, sehingga para pengguna dapat memasukkan data gizi buruk secara mandiri yang kemudian divalidasi oleh administrasi ke peta di halaman utama,” jelas Supangat.

Dengan adanya sistem informasi pemetaan penyebaran gizi buruk ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pemerintah untuk melihat kasus-kasus gizi buruk serta dapat meminimalisasi penyebaran gizi buruk di Jatim.

Selain itu, masyarakat dapat melihat dan melapor. Sedangkan, Dinkes Jatim juga dapat melakukan peninjauan dan analisis yang jauh lebih baik. (red)

Mahasiswa PCU Rancang Aplikasi Baksara, Permudah Kenali Bahasa Jawa

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Mahasiswa Petra Christian University (PCU) Surabaya merancang aplikasi Baksara untuk mempermudah masyarakat, terutama generasi muda, dalam mempelajari Bahasa Jawa dengan sistem yang mirip seperti game.

Glenn Steven Santoso, mahasiswa Informatics PCU Surabaya, mengatakan aplikasi Baksara dirancang karena keprihatinan tentang berkurangnya penggunaan dan pemahaman aksara jawa, khususnya di kalangan generasi muda.

Baksara yang dirancang dalam waktu satu bulan itu, dinilai menjadi sebuah kebutuhan dalam menciptakan solusi inovatif untuk melestarikan sekaligus meningkatkan kesadaran pada aksara jawa. Sebagian besar aplikasi yang ada saat ini, hanya menyediakan transliterasi dan masih menggunakan Pepak Aksara Jawa konvensional.

‘’Hal ini menjadi kesempatan bagi kami mengembangkan aplikasi Pembelajaran Aksara Jawa yang bisa membuat pembelajaran aksara menjadi lebih mudah diakses dan menarik,” kata Glenn di Surabaya, Selasa (15/8).

Glenn menjelaskan, para pengguna (user) bisa menulis Aksara Jawa secara langsung, dibantu dengan terjemahan yang ada di dalam aplikasi. Hal ini disediakan agar user yang ingin belajar Bahasa Jawa, bisa sekaligus belajar menulis Aksara Jawa.

“Tidak hanya menulis atau menggambar aksara, kami juga menyediakan beberapa fitur lain, seperti scanning foto huruf Aksara Jawa, translation Aksara Jawa ke tulisan, serta artikel tentang seputar kebudayaan Jawa,” jelasnya.

Karya aplikasi Baksara ini membawa Glenn menjadi 500 lulusan terbaik dari 5.017 mahasiswa di seluruh Indonesia yang ikut serta dalam Program Bangkit 2023. Glenn juga berhasil menjadi Top 20 Project dan berhak atas pendanaan dari Kemendikbudristek sebesar Rp 140.000.000.

Pada Program Bangkit 2023, Glenn meraih nilai di atas 90 dalam bidang Cloud Computing, dan meraih predikat “Distinction Graduate” saat acara kelulusan Bangkit 2023 pada Juni 2023.

“Saya tidak mengira akan mendapat hasil ini, tetapi lulus dengan predikat “Distinction Graduate” tentu saja sangat membanggakan. Pembelajarannya sangat menarik, kita bisa mengatur sendiri dengan jadwal kita,” ungkap Glenn, yang ikut dalam Magang dan Studi Independen Bersertifikat/MSIB Batch 4 tahun 2023 itu.

Sekadar diketahui, Program Bangkit 2023 merupakan program dari Kemendikbudristek untuk mempersiapkan karier anak muda sejak mahasiswa sebagai talenta digital Indonesia berkelas dunia.

Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan perusahaan swasta, seperti Google, GoTo, dan Traveloka. Bangkit juga menjadi salah satu bagian dari Studi Independen dalam Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). (red)

PLN Nusantara Power Mitigasi Banjir di Area Hilir Jakarta

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – PLN Nusantara Power melalui Unit Pembangkit (UP) Muara Karang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan konservasi lahan kritis di area hulu Jakarta yang berada di kawasan hutan organik Cipayung, Bogor. Salah satunya, melakukan penanaman pohon.

Seperti pohon suren merah, puspa, kayu manis, mahoni, picung, rasamala dan lain sebagainya. Direktur Utama/Dirut PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam memitigasi banjir di area hilir Jakarta, serta menjaga kelangsungan kegiatan konservasi alam sebagai upaya perlindungan sumber daya alam dan ekosistemnya sebagai sistem yang layak.

“Total area yang direboisasi mencapai 4 hektare dengan total penanaman 6.000 pohon. Melalui kegiatan ini total serapan karbon dioksida mencapai 146.372 ton per tahun dan mampu menyimpan cadangan air sebesar 11,6 juta liter,” kata Ruly, Selasa (15/8).

Desa Mega Mendung yang berlokasi di wilayah Kabupaten Bogor, terjadi lahan kritis dengan morfologi kelerengan yang cenderung tinggi dan berpotensi memicu erosi, longsor dan banjir.  Wilayah tersebut dipilih sesuai dengan verifikasi dan validasi keberadaan hutan organik oleh KLHK.

Hutan organik menjadi salah satu nominasi dari 348 usulan seluruh Indonesia. Area hutan organik ini meliputi area seluas 27 ha yang terbagi menjadi dua lokasi masing-masing 12 ha dan 15 ha. Menjadi salah satu penggerak perubahan dalam upaya pelestarian alam adalah komitmen PLN Nusantara Power di mana pun kami beroperasi.

‘’Kami juga turut serta dan turun langsung dalam menjaga Indonesia agar kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik,” ujar Ruly. Direktur Pengendalian Kerusakan Lahan KLHK, Edy Nugroho, menyebut akan fokus dalam perbaikan lingkungan di Indonesia.

Edy mengakui, organisasi dunia juga menyampaikan harus damai dengan alam, karena ada tiga hal yang sebenarnya menjadi krusial. Yang pertama adalah perubahan iklim, kedua keragaman hayati, dan yang ketiga polusi.

“Maka, yang tadinya menggunakan bahan kimia, apabila kita menggunakan alam, berbasis alam ternyata bisa menyelesaikan aspek perubahan iklim, aspek keragaman hayati, aspek pencemaran ternyata bisa tinggal kembali lagi kita pintar-pintar untuk mencari,” pungkasnya. (red)

Kakek Lansia di Banyuwangi Ditemukan Tewas di Sungai, Pamitnya Berburu Ikan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Nahas menimpa Muhammad Amenan (71) warga Dusun Mojoroto, Desa/Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Kakek lanjut usia (lansia) ini ditemukan tewas di Sungai Baru, tak jauh dari rumahnya, Selasa (15/8/2023) pagi. Penyebab kematiannya masih misterius.

Sebelum ditemukan tewas, korban berpamitan menjaring ikan, Senin (14/8/2023) malam. Korban berpamitan kepada keluarga sekitar pukul 23.00 WIB. Seperti biasa, korban membawa jarring, lalu menyusuri sungai. Keluarga baru tahu korban meninggal setelah dikabari warga. “Korban ditemukan pukul 08.30 WIB. Kondisinya mengambang di sungai,” kata Kapolsek Tegalsari AKP Achmad Rudy.

Tubuh korban pertama kali ditemukan warga yang sedang melintas di pinggir sungai. Awalnya, korban diduga batang pisang. Begitu didekati, ternyata tubuh manusia. Temuan ini langsung dilaporkan ke Polsek. Tak berselang lama, polisi tiba di lokasi. Bersama tim medis dibantu warga, polisi mengevakuasi tubuh korban. “ Keluarga menolak dilakukan autopsi,” jelas Kapolsek.

Saat ditemukan, tubuh korban terlilit jala. Dugaan sementara, korban terjatuh di sungai, lalu terlilit jaringnya. Karena tidak bisa berenang, nyawa korban tak tertolong. Pertama ditemukan, posisi korban dalam kondisi telungkup. “ Kami sudah olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Namun, keluarga menerima kejadian ini sebagai takdir,” tegas Kapolsek.

Kondisi sungai tempat tewasnya korban memang cukup dalam. Arusnya lumayan deras. Versi warga, korban diduga tak bisa berenang. Lalu, tersangkut jaring. Nyawanya tak terselamatkan. (udi)

Keren….! Karyawan KAI se-Indonesia Unjuk Inovasi di Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com ) – Mengikuti perkembangan zaman, jajaran Kereta Api Indonesia (KAI) terus berbenah. Salah satunya, membuat berbagai inovasi. Beragam inovasi hasil kreasi jajaran KAI se – Indonesia dipamerkan dalam Innovation and Improvement Award  2023 di Banyuwangi, Selasa (15/8/2023) siang.

Berbagai inovasi ini muaranya pada peningkatan pelayanan konsumen. Ajang unjuk inovasi ini mulai digelar tahun 2016. Tahun ini masuk keenam kalinya. “ Kegiatan ini bertujuan membangun budaya inovasi ke seluruh karyawan. Hal ini menghadapi perubahan yang begitu cepat,” kata Direktur utama (Dirut) PT KAI Didiek Hartantyo usai membuka Innovation and Improvement Award 2023 di Banyuwangi, Selasa (15/8/2023) siang.

Dalam ajang ini, seluruh perwakilan Daop dan Divre dari seluruh Indonesia mengirimkan inovasi masing-masing. Total, sebanyak 169 inovasi dipamerkan. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan tahun lalu yang hanya 52 inovasi. “ Ini tentunya sangat baik bagi KAI untuk membangun semangat inovasi,” tegas Didiek.

Salah satu inovasi yang dipamerkan adalah pendeteksi longsor dari Daop 9 Jember. Inovasi ini memberikan piranti lunak untuk mendeteksi sejak dini bahaya longsor di jalur Banyuwangi – Jember. Sehingga, jika muncul bencana bisa dideteksi dengan cepat. Inovasi canggih ini didasari panjangnya lintasan rel KA yang melalui jalur rawan longsor. “ Jadi, kami buat pendeteksi longsor. Jalur KA kami memang melalui wilayah rawan longsor,” kata Plh. Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Anwar Yuli Prastyo.

Harapannya, inovasi ini bisa meningkatkan layanan KA. Sebab, bencana longsor bisa dideteksi lebih awal. Lalu, penanganannya juga makin cepat jika muncul longsor. “ Jika muncul longsor,deteksinya lebih awal. Penanganannya akan cepat. Sehingga, tak menganggu perjalanan KA,” katanya. (udi)

Meriahnya Pawai Lampion Pramuka di Kota Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Pawai lampion serangkian Hari Pramuka berlangsung meriah di Banyuwangi, Selasa (14/8/2023) malam. Ribuan warga memdatai jalan protokol untuk melihat kemeriahan pawai tahunan ini.

Beragam bentuk unik lampion dibawakan para peserta. Ada bentuk bunga, lambing pramuka, aneka satwa hingga tokoh pahlawan.  Mereka mayoritas kalangan pelajar, mulai SD hingga SMA. Warna-warni lampion yang dibawakan membuat suasana malam makin indah. Iring-iringan lampion diawali dari depan Kantor Bupati Banyuwangi, menyusuri Jalan Ahmad Yani, tembus simpang lima dan berakhir di Taman Blambangan.

Aneka lampion yang diarak adalah hasil kreasi para pelajar. Bahannya, bambu dipadu dengan lembaran gabus. “Senang bisa ikut pawai lampion ini. Saya membuat lampion berbentuk burung garuda dengan warna merah putih. Ini cinta Indonesia,” kata Gavinda, salah satu siswa.

Banyak pelajar yang ikut pawai ini ternyata baru kali pertama bergabung. Sehingga, mereka bersemangat mengikuti pawai. “ Ini pengalaman pertama saya ikut pawai lampion. Bikin lampion berbentuk lambang pramuka dengan warna kuning dan hijau. Semoga tradisi pawai ini ada terus,” kata Muhammad, siswa lainnya.

Tak sekadar merayakan Hari Pramuka,pawai lampion menjadi tradisi melestarikan budaya lokal. Tradisi ini juga memupuk kebersamaan dan keharmonisan antar-pelajar. “ Sejalan dengan semangat Pramuka, kita harus peduli dengan lingkungan sekitar,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Bupati juga meminta anggota pramuka terus mengasah soft skill berupa karakter diri. Diantaranya, pekerja keras, bersikap terbuka, punya rasa ingin tahu, dan daya juang yang tinggi. Pawai lampion ini serangkaian Festival Merdeka yang digelar di Banyuwangi. (udi)

Pegawainya Ditangkap Densus 88, Komisaris KAI : Momen untuk Bersih-bersih

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Jajaran Dewan Komisaris PT KAI ikut bereaksi terkait tertangkapnya oknum pegawai yang diduga terlibat terorisme. Komisaris Utama (Komut) PT KAI Said Aqil Siroj ini menegaskan penangkapan oknum pegawai KAI membuktikan terorisme masih ada di sekitar kita. Bahkan, menjadi ancaman serius.

Mantan Ketua Umum PB NU ini meminta oknum pegawainya diproses hukum secara ketat. Termasuk, dilakukan pemecatan dari KAI. “ Benih-benih terorisme itu masih ada. Bahkan, dahulu ketika masih di PB NU, kami menemukan hampir semua BUMN ada benih-benih virus terorisme,” katanya usai menghadiri Innovation and Improvement Award KAI 2023 di Banyuwangi, Selasa (15/8/2023) siang.

Terkait penangkapan ini, pihaknya tidak akan mentoleransi atas proses hukum yang dilakukan. Pihaknya memastikan PT KAI tetap dikelola pribadi-pribadi yang memiliki spirit keagamaan yang toleran, moderat dan mengimplementasikan akhlak. “ Penangkapan oknum pegawai KAI juga memberikan alarm jika terorisme dekat dengan lingkungan kita. Ini akan menjadi momen melakukan bersih-bersih,” tegasnya.

Selanjutnya, KAI akan makin memperkuat kerjsama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, termasuk jajaran Densus 88 dalam penanganan proses hukum. Pencegahan penanggulangan radikalisme juga akan menyasar ke seluruh level karyawan. “ Harapanya, virus radikalisme ini bisa kita hadapi bersama,” tutupnya.

Densus 88 Antiteror mengamankan pegawai KAI berinisial DE, Senin (14/8/2023) malam. Pria ini diduga terlibat dalam jaringan ISIS. Dia diamankan di rumahnya di Perumahan Pesona Anggrek Harapan, Harapan Jaya Bekasi Utara. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi penangkapan.

Oknum pegawai yang ditangkap ini bertugas sebagai juru langsir di Stasiun Jakarta Kota. Dia bergabung dengan KAI sejak tahun 2016. Sejak bertugas, oknum pegawai ini di tempatkan di Daop 1 Jakarta. (udi)

Oknum Pegawai KAI yang Ditangkap Densus 88 Bertugas jadi Juru Langsir

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Penangkapan oknum pegawai KAI yang diduga terlibat ISIS dibenarkan oleh pihak KAI. Direktur utama (Dirut) PT KAI Didiek Hartantyo menegaskan oknum pegawai yang diamankan Densus 88 bertugas sebagai juru langsir di Stasiun Jakarta Kota.

Oknum pegawai ini bergabung dengan PT KAI sejak tahun 2016. Sejak bertugas, oknum berinisial DE ini hanya bertugas di Daop 1 Jakarta. “ Yang bersangkutan adalah juru langsir di Stasiun Jakarta Kota. Selanjutnya, kami siap menyerahkan ke proses hukum,” kata Didiek usai membuka kegiatan Innovation and Improvement Award KAI 2023 di Banyuwangi, Selasa (15/8/2023) siang.

Pihaknya mengaku kaget dengan kejadian ini. Padahal, sejak tahun 2016, KAI sudah bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BPNPT). Kerjasama ini juga diperbaharui tahun 2021 di Stasiun Bandung. Bahkan, pihaknya mengajak BNPT melakukan safari ke setiap Daop dan Divre untuk mencegah masuknya paham terorisme dan radikalisme. “ Sebenarnya, pencegahan sudah kami lakukan maksimal. Tapi, ada oknum juru langsir yang terlibat terorisme,” tegasnya.

Terkait kejadian ini, pihaknya menginstruksikan ke jajaran Daop 1 Jakarta melakukan

pengawasan ketat seluruh karyawan. Terutama, mengawasi lingkaran atau jaringan dari oknum yang diamankan Densus 88. “ Kami sudah tegaskan ke Daop 1 untuk melihat bawahannya langsung. Terutama circle-nya,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Komisaris Utama PT KAI Said Aqil Siroj meminta oknum pegawai yang terlibat terorisme dilakukan pemecatan. Sebab, menjadi virus membahayakan bagi negara. “ Jadi, tidak hanya dipecat. Tapi, proses hukum juga wajib,” tegasnya di Banyuwangi.

Densus 88 Antiteror mengamankan pegawai KAI berinisial DE, Senin (14/8/2023) malam. Pria ini diduga terlibat dalam jaringan ISIS. Dia diamankan di rumahnya di Perumahan Pesona Anggrek Harapan, Harapan Jaya Bekasi Utara. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi penangkapan. (udi)