KKP Sebut Jantung Penyebab Kematian Tertinggi Jemaah Haji

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya memberikan evaluasi dan beberapa catatan, terutama untuk pelayanan kesehatan bagi para jemaah haji pada musim haji 2023. Meskipun ibadah haji tahun ini berjalan lancar, ada beberapa jemaah haji yang belum bisa kembali karena alasan kesehatan.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya, Dr Rosidi Roslan, mengatakan seluruh kelompok terbang (kloter) jemaah haji Debarkasi Surabaya sudah kembali ke Jawa Timur melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Jumat (4/8).

Meski demikian, tahun ini, Rosidi mengakui tantangan yang dihadapi petugas haji dan tim kesehatan cukup besar. Sebab, dengan diberlakukannya penanganan ‘haji ramah lansia’ membuat tak ada lagi pembatasan usia.

Asalkan, calon jemaah haji dinyatakan laik dan sehat untuk terbang maka bisa berangkat. Tak heran dari 38.360 jemaah serta petugas haji jumlah haji lansia mencapai 14.497 jemaah atau 37,79 persen dari jumlah total jemaah.

“Tentu ini tantangan yang kami jawab dengan menurunkan tenaga medis lebih banyak. Alhamdulillah ibadah haji tahun ini berjalan lancar meskipun dengan beberapa catatan,” ujar Rosidi di Surabaya, Jumat (4/8).

Rosidi menjelaskan, catatan yang paling penting yang harus diperhatikan calon jemaah haji adalah tentang kesiapan kesehatan sebelum berangkat. Dari beberapa kasus memburuknya kesehatan para jemaah di Tanah Suci, diakuinya bukan faktor usia yang sudah rentan.

Sebab, banyak lansia bahkan ada yang berusia 119 tahun, justru sehat dan kuat menjalankan serangkaian ibadah haji hingga kembali ke Surabaya dengan tubuh yang sehat. Yang paling penting bukan faktor usia. Yang penting adalah pembinaan sebelum keberangkatan.

‘’Mulai menyiapkan diri dengan olahraga teratur beberapa bulan sebelum keberangkatan hingga menjaga pola hidup yang sehat,” terang Ketua Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya itu. Berdasarkan catatan KKP Kelas I Surabaya, sepanjang pelaksanaan haji tahun ini, total jemaah yang meninggal dunia sebanyak 171 jemaah. Dengan rincian, 103 orang jemaah laki-laki dan 68 jemaah perempuan.

Dari 171 jemaah itu, 165 jemaah meninggal dunia di Arab Saudi. Sedangkan, 6 orang meninggal di pesawat dan saat proses Debarkasi. Penyebab utama kematian paling banyak adalah karena jantung, pecah pembuluh darah, serta safety shock. Sedangkan, 29 jemaah karena penyakit pernafasan.

“Beberapa jemaah sebelum terbang juga menderita tekanan darah tinggi dan anemia. Tetapi, masih bisa diterbangkan di kloter berikutnya,” jelasnya. Khusus untuk jemaah haji yang kini masih dirawat di beberapa rumah sakit di Arab Saudi, penanganannya sudah diserahkan langsung kepada Kedutaan Indonesia yang ada di Arab Saudi.

“Kami pun di KKP Kelas I Surabaya ini telah merekam dan mengolah data kesehatan semua jemaah secara online. Sehingga, dapat menggambarkan kondisi kesehatan setiap jemaah secara cepat dan akurat,” pungkasnya. (red)

Gubernur Jatim Sambut Haji Kloter Terakhir, 24 Jemaah Masih Tertinggal

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kloter terakhir jemaah haji yakni dari kloter 86, 87 dan 88 telah tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Sayangnya, masih ada 24 jemaah yang tertinggal di Arab Saudi. Suasana haru menyelimuti para jemaah haji yang telah tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya.

Terlihat salah satu jemaah yang langsung berdoa dengan mata berkaca-kaca sejenak setelah turun dari bus. Kedatangan para jemaah haji kloter terakhir ini disambut langsung Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Debarkasi Surabaya.

Gubernur Khofifah bersyukur, para jemaah haji tiba di tanah air dalam kondisi sehat. “Kita bersyukur 88 kloter sudah selesai melaksanakan ibadah haji dan tentu ada evaluasi internal dari Kemenkes, termasuk dari Embarkasi Surabaya,” kata Gubernur Khofifah di depan Gedung Muzdalifah Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Jum’at (4/8).

Khofifah mengatakan ada hal-hal yang menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat Jatim dari para jemaah haji. Yakni, rasa kegotongroyongan dan keguyubrukunan antarjemaah. “Terutama di kloter 87 sempat di Muzdalifah sampai siang. Kalau tanpa tenda, tanpa bangunan, mereka pasti dalam suasana harus ter-support, jangan dehidrasi dan lainnya,” terangnya.

Menurut dia, karena kegotongroyongan yang tinggi itulah para jemaah asal Jatim bisa saling membantu. Bahkan, semua jemaah berpencar bisa disatukan kembali. “Kalau evaluasi internal akan dikoordinasikan dengan Saudi Arabia tentang layanan terbaik jemaah haji, tidak hanya Indonesia tapi juga di seluruh dunia,” jelasnya.

Kakanwil Kemenag Jatim, Husnul Maram, mengatakan sebanyak 38.360 sudah tiba di Tanah Air, 12.000 di antaranya lansia. Maram juga berterima kasih kepada Gubernur Khofifah yang telah banyak membantu.

Selain itu, Maram menyebut masih ada jemaah yang tertinggal di Arab Saudi karena sakit. Maram meminta doa agar lekas sembuh dan segera kembali ke Indonesia. “Terima kasih Ibu Khofifah sudah membantu baik uang rupiah, real, maupun barang-barang seperti pampers, sarung, baju ganti, dan lainnya. Sekarang ini masih tinggal di Saudi Arabia yang sakit ada 24 orang. Mudah-mudahan segera sembuh dan bisa dipulangkan,” pungkasnya. (red)

Desain Modern, Reopening The Palace Jeweler di TP 3 Surabaya, Ramai Dikunjungi Konsumen

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – The Palace Jeweler, brand perhiasan yang memiliki julukan  “National Jeweler” melakukan reopening gerainya yang berada di Tunjungan Plaza/TP 3 Surabaya. The Palace Jeweler sendiri merupakan brand perhiasan yang menjadi bagian dari Central Mega Kencana/CMK, perusahaan ritel perhiasan terbesar di Asia Tenggara.

Hadir sejak tahun 1970-an, CMK konsisten menghadirkan koleksi perhiasan berkualitas melalui merek-merek perhiasan yang berada di bawah naungannya. yakni MONDIAL, Frank & co dan The Palace Jeweler.

Gerai The Palace Jeweler di TP 3 yang dibuka sejak tahun 2017 ini sempat direnovasi dan melakukan reopening pada 4 Agustus 2023. Gerai The Palace Jeweler yang reopening ini memiliki konsep seperti gerai sebelumnya. Yakni, megastore sehingga bisa menjadi one stop jewelry shopping destination.

Para konsumen pun tidak perlu berpindah-pindah gerai untuk menemukan perhiasan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. The Palace Jeweler menghadirkan ragam koleksi perhiasan yang terjangkau masyarakat Indonesia.

Seiring dengan konsep tersebut, desain gerai The Palace Jeweler yang melakukan reopening ini pun dirancang dengan desain modern yang memiliki lebih banyak showcase perhiasan dan tanpa pintu. Sehingga para pengunjung merasakan nuansa friendly dan terbuka, juga memiliki akses masuk lewat mana saja untuk berkunjung serta berbelanja perhiasan.

Acara reopening gerai ini menjadi semakin semarak dengan adanya event “Semarak Kemilau Perhiasan The Palace Jeweler” yang berlangsung pada tanggal 2-13 Agustus 2023 demi mewarnai pembukaan kembali gerai tersebut.

Acara reopening gerai The Palace dihadiri Petronella Soan, Direktur Operasional PT CMK, Tanya Alissia selaku Direktur’ Merchandising PT Central Mega Kencana,  Steviana Mecano Oen selaku General Manager Tunjungan Plaza, Jelita Satifa selaku General Manager The Palace Jeweler, Pavita Kumala selaku General Manager/GM Marketing PT CMK, Jenny Prasodjo, GM Luxury Products PT CMK, Ewin Sugiarto selaku Area Manager The Palace Jeweler, dan Fitri Arishanty, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Mutu Produk dan Teknologi Kreatif (UPT PMPI) Surabaya, Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Provinsi Jatim.

Dari kiri ke kanan: Jelita Satifa, Petronella Soan, Fitri Arishanty, Pavita Kumala, Steviana Mecano Oen, Tutik, Erwin Sugiarto, Jenny Prasodjo, (foto/ist)

GM The Palace Jeweler, Jelita Setifa, mengatakan, reopening gerai di Tunjungan Plaza 3 ini merupakan bagian dari upaya The Palace Jeweler untuk memperkuat pelayanan bagi para pelanggan yang merupakan pencinta perhiasan di Surabaya.

Dengan reopening gerai The Palace Jeweler di TP 3 ini, yang juga bagian dari rangkaian acara “Semarak Kemilau Perhiasan The Palace Jeweler”, diharapkan bisa mempermudah masyarakat Surabaya untuk mendapatkan perhiasan emas dan berlian berkualitas sesuai kebutuhan serta keinginan mereka. Ini juga merupakan bukti dari komitmen The Palace Jeweler dalam menerapkan konsep 3T ‘Therlengkap, Therjamin, Therjangkau’ yang selalu diusung oleh The Palace Jeweler dalam setiap aktivitasnya.”

Pameran The Palace Jeweler

Pada acara Semarak Kemilau Perhiasan The Palace Jeweler yang digelar dari tanggal 2-13 Agustus 2023 ini, terdapat banyak penawaran yang sayang untuk dilewatkan seperti voucher spesial, cicilan 0 persen hingga 24 bulan, serta cashback dari beberapa bank.

Pengunjung bisa mendapatkan gratis liontin berlian Kekaseh seharga Rp 7 jutaan, hasil kolaborasi The Palace Jeweler dengan Anne Avantie, serta bisa mengikuti promo beli emas gratis emas yang disponsori oleh Lakuemas.

Selain itu, untuk setiap pembelian produk dari koleksi perhiasan Nusantara, pelanggan berhak mendapatkan voucher pengundian yang bisa mendapatkan aneka hadiah menarik seperti tiket penerbangan Surabaya–Jepang (pulang pergi), tiket Surabaya–Thailand (pulang pergi), ataupun cincin dari lini Frank Gold.

Konsep 3T

Konsep megastore yang dihadirkan dari reopening gerai The Palace Jeweler di Tunjungan Plaza 3 Surabaya ini pada dasarnya tidak jauh dari tagline utama The Palace Jeweler, yakni 3T atau “Therlengkap, Therjangkau, dan Therjamin”.

Therlengkap” karena The Palace Jeweler menawarkan pengalaman belanja yang unik dengan menghadirkan ragam koleksi perhiasan terlengkap yang tersedia di satu gerai. The Palace Jeweler menghadirkan perhiasan emas, berlian dalam berbagai tingkat warna dan kejernihan, hingga batu mulia seperti sapphire, ruby, dan juga emerald. Kualitas material yang ditawarkan pun beragam, mulai dari standar internasional hingga yang paling ekonomis.

Therjangkau” karena The Palace Jeweler menyediakan perhiasan dengan harga yang terjangkau. Salah satunya bisa ditemukan pada koleksi perhiasan berlian MOELA yang ditawarkan mulai dari harga Rp 888.000. Hal ini memudahkan para konsumen yang ingin memiliki beragam koleksi perhiasan berkualitas namun dengan harga terjangkau.

Therjamin” karena The Palace Jeweler memastikan bahwa seluruh perhiasan yang ditawarkan memiliki kualitas terbaik. (bw)

Olahan Puding Daun Kelor Mahasiswa KKN Unusa Bantu Cegah Stunting

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Gresik. Banyak program kerja (proker) yang sudah dirancang dan diterapkan di lokasi KKN, dan hingga saat ini sudah berhasil dijalankan bersama masyarakat setempat.

Salah satu lokasi KKN yang sudah menjalankan proker dari mahasiswa Unusa, yakni berada di Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Sebanyak 23 mahasiswa dari berbagai program studi yang tergabung dalam KKN kelompok 2 Unusa, sudah merancang sedikitnya 14 proker KKN.

Mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, teknologi hingga kewirausahaan. Perwakilan KKN Kelompok 2 Unusa, Lailatul Sya’adah, mengatakan ada 14 proker yang dirancang mahasiswa KKN untuk mendampingi masyarakat sekitar di lokasi KKN.

Diantaranya, pemeriksaan kesehatan gratis posyandu lansia desa, posyandu balita, edukasi diabetes mellitus (DM) atau kencing manis, pendampingan siswa belajar mengaji atau TPQ, hingga mendampingi warga sekitar saat menggelar kegiatan.

Banyak program yang saya dapat di lokasi KKN ini. Termasuk pengalaman bersama warga yang senang menerima kami di sini. ‘’Ada 14 program yang kita rancang untuk warga, mulai dari pendidikan, kesehatan dan UMKM.

Termasuk mengajarkan siswa di TPQ, serta pernah mendampingi Ibu kader kesehatan dengan mendatangkan 10 desa yang lain untuk melakukan senam massal,” kata Lailatul, yang berasal dari S1 prodi pendidikan dokter, Fakultas Kedokteran (FK) Unusa itu, Jumat (4/8/2023).

Lokasi KKN di Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik ini, menjadi spesial karena dikunjungi langsung jajaran pimpinan Unusa. Di hadapan jajaran pimpinan Unusa dan Ibu-ibu PKK dan Kader Kesehatan Desa, mahasiswa KKN menunjukkan hasil olahan puding dari daun kelor dan pandan yang bisa dijadikan makanan pendamping ASI bagi balita, serta membantu mencegah stunting.

Rektor Unusa, Prof Dr Achmad Jazidie, mengatakan pihaknya senang mahasiswa KKN Unusa bisa diterima masyarakat di lokasi KKN dengan baik dan antusias. Mahasiswa KKN Unusa ini nanti juga akan membantu perangkat desa untuk memasukkan data kependudukan serta potensi lapak atau usaha warga yang ada di desa lokasi KKN.

“Yang terpenting ini tingkat derajat penerimaan masyarakat di sini terhadap mahasiswa KKN Unusa. Mahasiswa bisa banyak belajar dari perangkat desa dan masyarakat di sini, bagaimana cara berkehidupan dan bermasyarakat yang baik,” jelas Prof Jazidie.

Sementara itu, lokasi KKN Mahasiswa Unusa lainnya yang dikunjungi jajaran pimpinan Unusa, yakni Kelompok 27 di Desa Glindah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Sebanyak 22 mahasiswa KKN menunjukkan hasil budidaya maggot kepada perangkat desa dan warga sekitar.

Perwakilan KKN Kelompok 27 Unusa, Alsa Shafira Srihandini, menjelaskan inovasi budidaya maggot diterapkan di lokasi KKN ini karena cocok dengan sebagian besar mata pencaharian warga sebagai petani dan peternak.

“Kami mengajak para petani dan peternak di sini untuk memanfaatkan maggot karena selain bisa mengurangi biaya pakan ternak juga mengurai sampah organik secara cepat, serta berfungsi sebagai pakan ternak. Kami berharap para petani di sini bisa melanjutkan dan mengembangkan budidaya maggot. Sehingga, ke depan juga bisa memiliki nilai jual dan keutungan bagi warga sekitar,” pungkasnya. (red)

Gus Gus Nusantara Gelar Doa Bersama untuk Ganjar Pranowo di Blitar

0

Blitar, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Gus-Gus Nusantara/GGN Dukung Ganjar, menggelar istigosah doa bersama untuk bakal calon Presiden/Bacapres dari PDIP Ganjar Pranowo di Blitar, Jawa Timur/Jatim, Kamis (3/8/2023). Kegiatan doa bersama yang digagas GGN diadakan di Pondok Pesantren/ponpes Al Falah Puthon, Blitar, diikuti para Ustaz, Ustazah, Majelis Ta’lim, santri dan wali santri setempat.

Koordinator Wilayah (Korwil) Gus Gus Nusantara Jatim, Muhammad Alwi Hasan, menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka memanjatkan doa bagi Republik Indonesia, sekaligus untuk Ganjar Pranowo, agar terpilih menjadi Presiden di 2024.

“Hari ini GGN menggelar kegiatan istigosah dan doa bersama untuk keselamatan NKRI dan Pak Ganjar Pranowo menuju Presiden RI tahun 2024,” kata Alwi. Selain mendoakan keselamatan Indonesia dan Ganjar terpilih menjadi Presiden di 2024, GGN juga berharap Gubernur Jawa Tengah/Jateng dua periode itu selalu dalam lindungan Allah SWT.

“Kami juga memohon agar Pak Ganjar Pranowo beserta keluarga dan relawannya Bapak Ganjar selalu dilindungi oleh Allah SWT di manapun mereka berada,” tambah Alwi. Menurut dia, kegiatan istigosah dan doa bersama untuk Ganjar Pranowo, mendapat respons baik dari warga sekitar di Ponpes Al Falah Puthon, Blitar.

Terbukti ratusan peserta berbondong-bondong hadir di ruang serbaguna yang menjadi tempat istigosah serta doa bersama GGN untuk Ganjar Pranowo. “Alhamdulillah…, masyarakat sangat antusias untuk menghadiri acara istigosah, dan kebetulan pengasuhnya Hasan Bashori (Pengasuh Ponpes Al Falah Puthon) sangat menyenangi Bapak Ganjar,” tutur pria, yang biasa disapa Gus Alwi ini.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Falah Puthon Hasan Bashori, menuturkan, masyarakat di lingkungan Ponpes Al Falah Puthon, Blitar, menyambut antusias kegiatan GGN. Yakni, istigosah dan doa bersama untuk Ganjar Pranowo.

“Alhamdulillah kegiatan ini, merupakan kegiatan yang sangat baik dan masyarakat sangat antusias,” tutur Hasan. Dia menyampaikan harapan dan doa yang dipanjatkan agar Ganjar Pranowo bisa diberikan kepercayaan memimpin Indonesia di tahun 2024.

“Kami berharap dengan adanya istigasah ini beliau (Ganjar) diberikan amanah untuk memimpin kita di negara yang kita cintai,” harapnya. Disela kegiatan istigosah dan doa bersama, GGN turut menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo, sebagai calon presiden di 2024 mendatang.

Sosialisasi ini dilakukan melalui pemutaran video mengenai profil Ganjar Pranowo. Bisa dibilang masyarakat di Ponpes Al Falah Puthon, Blitar, sangat menyukai sosok Ganjar. Dikarenakan, figur Ganjar, sangat dekat dengan santri.

“Karena Bapak Ganjar, merupakan salah satu figur yang sangat disenangi dan dirindukan masyarakat terutama pesantren kami,” ucap Hasan. Dalam kesempatan itu, GGN Dukung Ganjar turut memberikan bantuan mixer dan alat hadroh bagi Pondok Pesantren Al Falah Puthon, Blitar. (rid)

Status Ijen kembali Normal, Pendakian Blue Fire Diminta segera Buka lagi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Normalnya status Gunung Ijen disambut gembira pramuwisata di Banyuwangi. Mereka berharap pendakian blue fire bisa segera dibuka lagi. Sebab, fenomena api biru ini paling diburu wisatawan. Bahkan, sejak ditutupnya pendakian blu fire, kunjungan wisatawan ikut merosot. Terutama, wisatawan asing.

Jalur pendakian blue fire ditutup sejak Januari 2023. Penyebabnya, status Ijen yang naik ke level waspada. Pendakian yang biasanya dibuka pukul 01.00 WIB, diundur hingga pukul 04.00 WIB. Dampaknya, wisatawan banyak kecewa. Mereka tak bisa melihat fenomena api biru yang eksotis. “ Kalau Ijen statusnya sudah normal.Kami berhara, jalur pendakian melihat blue fire segera dibuka lagi. Ini yang menjadi daya pikat wisatawan,” kata Nurul Agustin, salah satu guide ke Ijen, Jumat (4/8/2023) siang.

Sejak pendakian blue fire ditutup, banyak wisatawan yang kecewa. Padahal, daya tarik yang memikat wisatawan ke Ijen adalah  api biru. Banyak wisatawan asing yang berburu fenomena langka itu. “ Sejak pendakian blue fire ditutup, banyak wisatawan yang tanya. Banyak yang kecewa,” keluhnya.

Padahal, memasuki Juni-Juli kemarin adalah puncak kunjungan wisatawan asing ke Ijen. Akibat penutupan blue fire, kunjungan wisatawan asing anjlok hingga 70 persen. “ Kami berharap, pendakian blue fire bisa kembali normal. Ini sekaligus promosi geopark Ijen yang dikenal dengan blue fire,” tutupnya.

Selama ini, wisatawan ke Ijen paling banyak berburu blue fire. Selain itu, wisatawan menikmati sunrise yang eksotis. “ Kalau pendakian ke kawah Ijen bisa kembali normal, ini akan meningkatkan minat wisatawan. Sebab, bisa menikmati blue fire atau sunrise cukup lama,” kata

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Banyuwangi, Andika Rahmat.

Sebelumnya, Gunung Ijen Banyuwangi statusnya dinyatakan turun ke level normal. Penurunan status gunung setinggi 2.769 mdpl ini setelah aktivitas kegempaan mulai menurun. Gempa vulkanik yang sempat naik berangsur fluktuatif. “ Status Gunung Ijen sekarang normal mulai 1 Agustus. Ini berdasarkan pengamatan aktivitas gunung yang cenderung turun, terutama gempa vulkanik dangkal,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen Banyuwangi, Suparjan.

Gunung Ijen dinyatakan status waspada sejak Desember 2022. Kala itu, Badan Geologi mencatat peningkatan aktivitas kegempaan. Setelah dilakukan pengamatan mulai Januari hingga Juli 2023, ditemukan kecenderungan penurunan tekanan pada kedalaman dangkal. Hal ini dipicu aktivitas hydrothermal Gunung Ijen. Lalu, suhu danau kawah Ijen juga menurun. Dari hasil pengukuran pada 30 Juni, suhu air kawah menurun dibandingkan Desember 2022. (udi)

Kemarau, Satlantas Polresta Banyuwangi Bagikan Air Bersih ke Warga Wongsorejo 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Musim kemarau mulai menganggu pasokan air bersih di Kecamatab Wongsorejo, Banyuwangi. Menghindari krisis air, jajaran Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyuwangi membagikan 7.500 liter air ke warga, Kamis (3/8/2023) sore.

Aksi sosial ini menyasar empat dusun di Kecamatan Wongsorejo. Empat dusun itu masing-masing Dusun Krajan dan Dusun Krajan, Desa Bangsring, Dusun Karangrejo selatan, Desa Wongsorejo, Dusun Karangbaru, Desa Alasbuluh dan Dusun Marlang, Desa Watukebo.

Air bersih yang dibagikan diangkut hingga 20 truk tangki. “Empat dusun yang kita kirim air memang sedang kesulitan air di musim kemarau,” kata Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol, Randy Asdar melalui Wakasat Iptu Sugianto.

Selain air bersih, pihaknya membagikan puluhan ember kepada warga sebagai wadah mengambil air. “Giat bhakti sosial ini juga, salah satu inovasi Satlantas Polresta Banyuwangi,” jelasnya.

Selama pembagian air bersih, polisi memberikan pemahaman tentang aturan berlalu lintas, serta imbauan  mematuhi undang-undang yang berlaku. Pembagian air bersih ini sangat membantu warga.

Sebab, ketika kemarau, warga harus antre mendapatkan air bersih. Krisis air ini menjadi langganan ketika musim kemarau. “Air ini sangat berharga, apalagi tidak perlu antre lama,” kata salah satu warga. (udi)

Didukung KSAD, Inggrisan Banyuwangi segera jadi Wisata Sejarah

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Rencana Pemkab Banyuwangi menjadikan kawasan gedung tua Inggrisan menjadi destinasi wisata mendapat angin segar. Kepala Staf Angkatan Daerah (KSAD) Jenderal Dudung Abdurahman mendukung gedung milik TNI AD ini dijadikan kawasan wisata sejarah. Bahkan, kawasan ini diminta segera dikosongkan, dipermak lebih eksotis.

Dukungan KSAD ini muncul setelah mengunjungi Banyuwangi, Senin (31/7/2023) malam. Jenderal bintang empat ini mendukung kawasan Inggrisan dijadikan destinasi baru di Banyuwangi. Termasuk destinasi berbasis sejarah. “ Kami mendukung Banyuwangi agar Inggrisan dikembangkan menjadi wisata sejarah. Ini (Inggrisan) segera dikosongkan dan dikembangkan jadi destinasi wisata,” kata Dudung disela kunjunganya ke Pendopo Banyuwangi usai latihan gabungan TNI di Baluran, Situbondo.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera kembali ke Banyuwangi. Tujuannya, memastikan rencana destinasi wisata Inggrisan bisa terwujud. “ Kami ingin pastikan ini segera terwujud,” tegasnya.

Gedung Inggrisan merupakan bangunan peninggalan era kolonial. Kawasan di pusat kota Banyuwangi dibangun tahun 1889. Kini, menjadi cagar budaya. Dahulu, kawasan Inggrisan erupakan  kantor dagang Inggris, didirikan oleh British East India Company (BEIC). Dari gedung tua ini terdapat jejak bekas kabel telegram yang menghubungkan Banyuwangi dengan Kota Broome di Australia. Bahkan, kabel ini terkoneksi hingga ke Eropa dan Afrika.

Menurut Dudung, pihaknya banyak mendengar dan mengikuti perkembangan Banyuwangi. Salah satunya, pengembangan destinasi wisata berbasis alam dan budaya. Karena itu, pihaknya sangat mendukung upaya Pemkab Banyuwangi mengembangkan wisata sejarah. Termasuk, kompleks Inggrisan yang memiliki sejarah tinggi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegakan kawasan Inggrisan akan menambah pengambangan wisata sejarah di Banyuwangi. Menurutnya, dukungan KSAD akan mendorong pertumbuhan wisata di Bumi Blambangan. “ Jika kompleks Inggrisan dapat dikelola maksimal, tentunya membawa dampak signifikan dalam pengembangan wisata sejarah,” kata Ipuk. (udi)

Status Ijen Berubah Normal, Wisatawan tetap Dilarang Menginap di Kawah

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Kabar gembira bagi para pecinta pendakian. Terbaru, Gunung Ijen Banyuwangi statusnya turun ke level normal. Sebelumnya, berstatus waspada alias level 2.

Penurunan status gunung setinggi 2.769 mdpl ini setelah aktivitas kegempaan mulai menurun. Gempa vulkanik yang sempat naik berangsur fluktuatif. “ Status Gunung Ijen sekarang normal mulai 1 Agustus. Ini berdasarkan pengamatan aktivitas gunung yang cenderung turun, terutama gempa vulkanik dangkal,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen Banyuwangi, Suparjan, Kamis (2/8/2023) siang.

Gunung Ijen dinyatakan status waspada sejak Desember 2022. Kala itu, Badan Geologi mencatat peningkatan aktivitas kegempaan. Setelah dilakukan pengamatan mulai Januari hingga Juli 2023, ditemukan kecenderungan penurunan tekanan pada kedalaman dangkal. Hal ini dipicu aktivitas hydrothermal Gunung Ijen. Lalu, suhu danau kawah Ijen juga menurun. Dari hasil pengukuran pada 30 Juni, suhu air kawah menurun dibandingkan Desember 2022. “ Hasil pengamatan, bualan gas di danau tidak lagi nampak,” jelasnya.

Meski statusnya normal, para pengunjung masih diberikan batasan untuk mengunjungi kawah Ijen. Diantaranya, pengunjung tidak mendekati bibir kawah, termasuk turun ke dasar kawah. Pengunjung juga dilarang menginap di kawasah dengan radius 500 meter.

Imbauan selanjutnya, warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Banyupait diminta waspada dari ancaman aliran gas vulkanik berbahaya. “ Warga juga diimbau menggunakan masker pelindung pernapasan jika mencium bau gas belerang menyengat,” tegas Suparjan.

Status normal ini juga tetap dilakukan pemantauan ketat. Sebab, statusnya bisa dievaluasi lagi jika ditemukan perubahan aktivitas yang signifikan. “ Pemerintah Provinsi dan Kabupaten serta BKSDA diminta berkoordinasi dengan PPGA Ijen atau Badan Geologi untuk memantau perkembangan Ijen,” tutupnya. (udi)

Jalur Pantura Banyuwangi Rawan Macet, Begini Penyebabnya

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Jalur pantai utara (pantura) Banyuwangi dibenahi. Sedikitnya empat jembatan yang menghubungkan jalur Banyuwangi – Situbondo ini dibangun. Selama pembangunan, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup. Proyek ini dimulai Agustus hingga Desember 2023.

Empat jembatan yang dibangun seluruhnya di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Masing-masing Alas Buluh I, Alas Buluh II, Curah Sawo dan Wongsorejo. Jembatan yang dibangun ini rara-rata sudah berusia tua. Bahkan, ada yang dibangun tahun 1942. Yaitu, jembatan Wongsorejo yang panjangnya 4,5 meter dan lebar 8 meter. Lalum jembatan Alas Bulu II yang dibangun tahun 1988. Jembatan sepanjang 3,7 meter ini rusak diterjang longsor tahun 2021 lalu. “ Keempat jembatan ini akan dibangun selama 5 bulan, Maksimal Desember sudah rampung,” kata Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim – Bali, Syaiful Fajar.

Proses pembangunan jembatan dilakukan satu sisi dulu. Setelah selesai, pembangunan dilanjutkan ke ruas lainnya. Selama proyek berlangsung dilakukan rekayasa lalu lintas. “

“ Kami mulai pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau para pengguna jalan mencari jalur alternated selama proyek berlangsung. Sebab, pemberlakuan sistem buka-tutup  berpotensi memicu antrean dan kemacetan. Terutama, arus kendaraan yang akan menuju Pelabuhan Ketapang.

Terkait resiko kemacetan, pihaknya telah  berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Pemerintah Kecamatan serta desa setempat. Uji coba rekayasa lalu lintas juga sudah dilakukan untuk memenuhi syarat pelaksanaan proyek. Pihaknya optimis pengerjaan jembatan bisa selesai sebelum pergantian tahun. “ Dua jembatan, Alas Bulu II dan Wongsorejo, dibangun menggunakan box culvert. Pemasangannya lebih cepat. Sedangkan dua jembatan lain pakai konstruksi girder,” tegasnya. (udi)