Ayooo……, Menikmati Masakan Borneo di Midtown Residence Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Penimkat kuliner tak perlu jau-jauh menikmati makanan khas Kalimantan. Sebab, dalam rangka memperingati Kemerdekaan Repubik Indonesia, Midtown Residence Surabaya mengangkat cita rasa masakan Borneo dengan nama “Explore Borneo Cuisine” yang menawarkan bagi para tamunya.

Program ini memperkenalkan beragam hidangan lezat khas Borneo hasil kreasi Executive Chef dari Midtown Samarinda, Chef Yadi, yang langsung didatangkan dari Tanah Nusa Kencana. “Program “Explore Borneo Cuisine” ini bertujuan untuk mengajak pengunjung merasakan betapa kayanya cita rasa masakan khas Borneo.

Seperti Bakmi Takajut, Patin Gami, Sayur Asam Kutai, dan Sambal Mandai. Chef Yadi, berpengalaman dalam menyajikan cita rasa otentik dari Kalimantan. ‘’Bagi para pecinta kuliner dan penggemar masakan Borneo, program “Explore Borneo Cuisine” adalah kesempatan sempurna untuk menjelajahi beragam cita rasa dan keunikan kuliner yang jarang ditemui di Surabaya,” kata General Manager/GM Midtown Residence Surabaya, Boegi Setiawan, yang menggagas Explore Borneo Cuisine, Sabtu (5/8).

Executive Chef dari Midtown Samarinda, Chef Yadi (tengah). (foto/ist)

Menurut dia, seluruh makanan yang disajikan nantinya bercitarasa karena bahan-bahan yang digunakan segar dan berkualitas. Chef Yadi, memastikan setiap hidangan menggugah selera dan memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan bagi para tamu.

Midtown Residence Surabaya juga memberikan diskon harga. Gratis 1 orang setiap pembelian 5 paket Explore Borneo Cuisine. “Konsepnya sangat bagus. Tidak semua hotel mengangkat tema makanan local teruratama daerah provinsi lain, jadi kepo banget pengen nyobain,” ujar Yuniar, salah satu pengunjung Midtown Residence Surabaya.

Midtown Residence Surabaya adalah hotel bintang 4 yang merupakan salah satu hotel jaringan dibawah bendera Midtown Indonesia dan berlokasi di Ngagel Raya. Sesuai dengan tagline “Home For You” Midtown Residence Surabaya menghadirkan 200 kamar dengan sensasi menginap serasa di rumah sendiri. (bw)

Jaga Kebersihan, Ganjar Creasi Ajak Warga Malang Bersih-bersih Lingkungan

0

Malang, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Generasi Alumni Muda UB-ITS-UNAIR Bersama Ganjar atau biasa disebut Ganjar Creasi (G-Creasi) mengadakan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur (Jatim) khususnya di Kota Malang. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan bersama warga Kelurahan Tlogomas, RT 04/RW 06, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jatim, pada Minggu (6/8/2023).

Wakil Koordinator Wilayah Ganjar Creasi Malang, Anwar Sidiq, mengatakan, pihaknya sengaja menggelar kegiatan ini dalam rangka mengajak warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Tujuannya menjaga lingkungan dan kebersihan sangatlah penting, terutama lingkungan sekitar yang ada di daerah sini,” kata Anwar. Kegiatan yang digagas oleh Ganjar Creasi ini berupa mengajak warga warga Kelurahan Tlogomas, RT 04/RW 06, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, untuk bergotong-royong membersihkan sampah yang tercecer di lingkungannya.

Anwar menyatakan, respons masyarakat sangat antusias dengan kegiatan yang dibuat oleh Ganjar Creasi. Terbukti dengan banyaknya warga yang hadir untuk ikut serta dalam acara bersih-bersih ini. “Responsnya cukup baik dan masyarakat begitu antusias ikut dalam acara ini,” tutur Anwar.

Ganjar Creasi ajak warga Malang bersih-bersih lingkungan Minggu (6/8). (foto/ist)

Ia berharap kegiatan bersih-bersih yang digagas Ganjar Creasi bisa memberikan dampak positif kepada warga di Kelurahan Tlogomas, RT 04/RW 06, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. “Harapannya apa yang sudah kami lakukan benar-benar melekat di masyarakat dan diterapkan, seperti menjaga lingkungannya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar Creasi juga memberikan bantuan berupa tempat sampah kepada warga di Kelurahan Tlogomas, RT 04/RW 06, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Ganjar Creasi tidak lupa menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo, sebagai Calon Presiden 2024 kepada warga yang hadir dalam kegiatan itu.

Dimana kebanyakan warga setempat menerima sangat baik terhadap sosok Gubernur Jawa Tengah dua periode ini. “Sangat baik. Seperti kita sama-sama diskusi soal sosok Ganjar seperti apa dan diterima oleh masyarakat,” ungkap Anwar.

Sementara itu, salah satu warga yakni Ridwan (40) menyampaikan pujian kepada Ganjar Creasi lantaran kegiatannya sangat bermanfaat bagi warga di Kelurahan Tlogomas, RT 04/RW 06, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Saya sangat salut sekali (dengan Ganjar Creasi) mengadakan kegiatan bersih-bersih di kampung saya ini,” ucap Anwar. Karena itulah, Anwar berharap Ganjar Creasi dapat melakukan kegiatan serupa lantaran memberikan dampak positif kepada warganya.

“Warga sangat antusias sekali. Karena kampung kita wilayah Tlogomas menjadi bersih nyaman. Semoga kegiatan seperti ini bisa dilakukan kembali,” papar Anwar. (red)

Jadi Fasilitator SPAB Merupakan Tantangan Tersendiri

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Menjadi seorang fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, target akhir untuk peserta SPAB yang menjadi adalah menumbuhkan kesadaran terhadap penanggulangan bencana.

Hal ini diungkapkan oleh Subkoordinator Subsubstansi  Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur/Jatim, Dadang Iqwandy. “Tugas berat seorang fasilitator adalah memunculkan kesadaran bagi komunitas atau target sasaran. Banyaknya peserta bukan menjadi tolok ukur. Tapi menumbuhkan kesadaran itu yang paling penting,” ujarnya.

Hal ini diungkapkan Dadang Iqwandy saat memberikan pembekalan dalam Training of Facilitator SPAB yang diselenggarakan Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur di News Hotel, Pepelegi, Waru, Sidoarjo, Sabtu, 5 Agustus 2023.

Training batch 1 ini diikuti oleh 32 peserta diadakan selama dua hari, Sabtu-Minggu, 5-6 Agustus 2023. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari relawan, BPBD, lembaga amil zakat, dosen, mahasiswa, maupun kalangan masyarakat umum.

Sekretariat Nasional (Seknas) SPAB Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Jamjam Muzaki, yang membuka acara ini mengaku sangat senang dengan digelarnya acara ini.

“SPAB merupakan potensi besar untuk meningkatkan ketangguhan di masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Pasalnya, ada 60 juta siswa dan 2 guru di Indonesia,” ungkapnya. Apalagi, imbuhnya, kejadian bencana terus meningkat dan perubahan iklim tetap terjadi. Butuh kesiapsiagaan untuk  menghadapi bencana.

“Kita berikhtiar lewat SPAB ini. Kita dorong SPAB sebagai arus utama karena hal ini banyak yang belum dipahami,” jelasnya. Sementara, Ketua Pelaksana Training of Facilitator SPAB, Aslichatul Insiyah, mengaku, sangat terkejut dengan antusiasme peserta.

Pasalnya, banyak orang yang ingin bergabung dengan pelatihan meski kuota telah habis. “Kita bersyukur bisa melakukan kegiatan ini dan berkah bisa didampingi oleh Seknas SPAB,” katanya.

Koordinator SRPB Jatim Dian Harmuningsih menyatakan bahwa menjadi fasilitator SPAB sangat berat. “Nanti akan kita minta untuk bergerak sendirian, tapi tetap ada tanggung jawab untuk pengurangan risiko bencana,” katanya. Hadir pula memberikan materi Rustamhari dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jatim.

Kegiatan ini pun makin semarak karena digelar diskusi kelompok, tanya jawab, hingga praktik di lapangan. (rizki)

Kesempatan Langka, Waras FC Lawan Legenda Timnas Indonesia

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tim Wartawan Asli Football FC (Waras FC) mendapat kesempatan langka bisa bermain melawan para legenda timnas Indonesia dalam laga persahabatan (friendly match) di Lapangan Akademi Sepak Bola Deltras di Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Sabtu (5/8/2023). Meski kalah 4-3, Tim Waras FC mengaku senang bisa mendapat pelajaran berharga dari para legenda sepakbola Indonesia tersebut.

Pada friendly match yang penuh keakraban itu, para legenda timnas selaku tuan rumah, tergabung bersama tim manajemen Deltras FC-Deltras Football Academy. Mereka adalah mantan kapten timnas Fachri Husaini, pencetak gol terbaik Piala Asia Widodo Cahyono Putro, jebolan Primavera Nurul Huda, Kapten Deltras FC yang juga mantan Kapten Persebaya Rendi Irwan, mantan kapten Deltras FC M. Khusen, serta mantan kiper Deltras FC Agung Prasetyo.

Pada pertandingan yang berjalan 30 menit kali dua itu, Tim Waras FC yang diperkuat para pekerja media harus mengakui keunggulan para legenda sepak bola Indonesia dengan skor tipis 4-3. Meski usianya sudah tidak muda lagi, para legenda timnas masih memiliki skill yang tinggi hingga mampu mempertontonkan permainan yang mengundang decak kagum.

“Ini jadi pengalaman luar biasa bagi kita-kita ini yang dulunya hanya bisa menyaksikan mereka bermain lewat layar kaca,” kata Fiqih Arfani, penggawa LKBN Antara Jawa Timur/Jatim yang memborong dua gol ke gawang tuan rumah.

Salah satu legenda timnas Indonesia, Widodo C. Putro, mengaku senang bisa bermain bersama tim dari kalangan wartawan. Dalam aksinya, Widodo, mencetak satu gol ke gawang Waras FC.

“Momen seperti ini makin mendekatkan hubungan dengan teman-teman media,” terang pria yang saat ini dipercaya mengarsiteki Deltras FC itu. Sementara, Fakhri Husaini, berharap friendly match ini bisa digelar secara rutin di Lapangan Siwalanpanji, Sidoarjo.

“Bisa kita atur main rutin dua minggu sekali atau sebulan sekali. Kita nyari sehat bareng-bareng,” ungkap legenda sepak bola Indonesia yang saat ini menduduki posisi Direktur Akademi Sepak Bola Deltras itu.

Tak hanya bermain bola, setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, kegiatan berlanjut dengan menyantap Soto Lamongan yang didatangkan satu gerobak di pinggir lapangan. T

entu saja diselingi dengan kegiatan ramah tamah dan wawancara terkait persepakbolaan Indonesia terkini. “Karena Waras FC ini yang main adalah wartawan-wartawan, maka Coach Fakhri Husaini dan Coach Widodo C. Putro ini adalah narasumber istimewa yang tidak boleh dilewatkan. Pasti banyak informasi menarik dari mereka yang bisa dijadikan berita yang sangat layak dibaca publik,” jelas Manajer Tim Waras FC, Agus Suyono.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para legenda sepak bola Indonesia yang berkenan bermain bersama Waras FC,” pungkasnya. (red)

Tak Kantongi Izin, Orella Shipyard Beroperasi Puluhan Tahun

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Perusahaan galangan kapal ini diduga tidak memenuhi kewajiban membayar pajak dan retribusi bertahun-tahun. Perusahaan yang memproduksi armada baru dan juga melayani jasa perbaikan/doking kapal ini berlokasi di pesisir Utara Gresik Jawa Timur/Jatim.

Keberadaan PT Orela Shipyard di Desa Ngimboh Kecamatan Ujung Pangkah itu, terus mendapatkan sorotan karena belum memenuhi sejumlah perizinan. Belum lama ini, Badan Perizinan dan Penanaman Modal/BPPM mempertanyakan karena tidak kantongi izin reklamasi, Izin Mendirikan Bangunan/IMB dan HO (izin gangguan).

Dishub (Dinas Perhubungan) Gresik juga menyorot karena tidak mengantongi izin sewa pengairan. Perusahaan yang membuka usaha jasa perbaikan kapal besi ukuran besar, sedang dan kecil terletak di Desa Ngimboh, Kecamatan Ujung Pangkah ini memulai sekitar 2005.

Langkah awal membebaskan lahan milik penduduk seluas 1,3 Hektar. Seiring perkembangan usaha yang terus berkembang, perusahaan ini memperluas lahan dengan menguruk (reklamasi) pantai  seluas 5,4 Hektar.

Dan sebagian besar material yang di buat urugan ini adalah hasil dari mengeruk alur kapal, serta mendalamkan bibir pantai tempat sandar kapal. Menurut salah satu sumber, tanah seluas 1,3 hektar sudah ada surat kepemilikannya, dan termasuk IMB atas bangunan yang berada di atas tanah 1,3 Hektar tersebut.

Namun, untuk tanah reklamasi seluas 5,4 Hektar hingga saat ini belum mempunyai hak pengelolaan lapangan (HPL) dan juga izin bangunan yang berdiri diatas tanah hasil reklamasi tersebut.

Ditengarai Orela tidak membayar retribusi, karena perusahaan tersebut tidak kantongi perizinan. “Karena tidak kantongi izin itulah, Orela tidak pernah membayar retribusi,” jelasnya.

Belum lama ini, Komisi B DPRD Gresik melakukan sidak di PT Orela dan  sempat mempertanyakan izin perusahaan tersebut, baik izin reklamasi, IMB, HO maupun izin sewa pengairan.

Namun, managemen Orela tidak bisa menunjukkannya, karena izin-izin yang dimaksud belum keluar dari BPPM. “Sebetulnya, Orela sudah pernah mengurus izin ke BPPM, tapi izin tidak pernah dikeluarkan,” kata Faqih, Sekretaris Komisi B tersebut.

Sehingga bisa di hitung kerugian negara yang seharusnya di dapat dari usaha ini, terlepas tempat usaha yang jauh di pelosok desa, atau bahkan milik salah satu orang kuat, tentu ini sangat bertentangan dengan jargon pemerintah yang mengharapkan seluruh warganya patuh dalam segala hal, termasuk membayar retribusi dan membayar pajak.

KSOP Gresik yang dikonfirmasi melalui Kasi Humasnya Devry meminta waktu karena masih harus melapor dulu pada pimpinan. “Saat ini pimpinan lagi tidak ada di tempat, nanti segera kami hubungi kembali setelah ada jawaban dari pimpinan,” ujar Devry.

Sementara itu, salah satu manager PT Orella Shipyard, Subagi yang dikonfirmasi melalui seluler mengakui ada beberapa berkas baik perijinan maupun alas hak atas tanah yang masih akan diurus dan sedang diurus.

“Tanah kami yang seluas 1,3 hektar dokumennya lengkap, karena membeli dari warga masyarakat, sementara yang hasil reklamasi masih diurus dan akan diurus oleh pegawai atau utusan kami, dan HPL atas reklamasi memang kami belum punya,” terang Subagi, Rabu (2/8) lalu. (dra)

Ganjar Creasi Gelar Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak Fermentasi di Malang

0

Malang, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Generasi Alumni Muda UB-ITS-UNAIR atau biasa disebut Ganjar Creasi (G-Creasi) terus menebarkan kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya di wilayah Jawa Timur (Jatim). Para sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo, ini mengadakan pelatihan bagi masyarakat Desa Girimulyo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang Jatim, tentang pembuatan pakan ternak fermentasi untuk hewan domba dan kambing.

“Hari ini kegiatannya ada pelatihan pembuatan pakan fermentasi untuk domba dan kambing,” kata Wakil Koordinator Ganjar Creasi Malang, Anwar Sidiq usai kegiatan, Jum’at (4/8/2023). Proses pembuatan pakan ternak fermentasi berasal dari jerami dan padi.

Para warga diajarkan membuat pakan ternak fermentasi oleh salah satu ahli, yakni Gilang Ady Permana. Dalam pelatihan yang diselenggarakan Ganjar Creasi, pemateri turun langsung mengajarkan masyarakat perihal membuat pakan ternak fermentasi untuk domba dan kambing, yang berasal jerami serta padi.

Anwar berharap, setelah mengikuti kegiatan ini masyarakat Desa Girimulyo mendapatkan ilmu tentang membuat pakan ternak fermentasi, mengingat warga di sana kebanyakan memiliki hewan ternak.

“Harapannya apa yang sudah dilakukan ini bisa diterapkan dan diaplikasikan di ternaknya masing-masing,” kata Anwar. Ia mengakui, pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi untuk hewan domba dan kambing disambut antusias oleh masyarakat setempat yang datang ke lokasi kegiatan secara berbondong-bondong.

“Untuk responsnya sangat baik, melihat dari antusiasnya (peserta yang datang),” ungkap Anwar. Di tempat yang sama, salah satu warga yakni Juwarianto (65) menyampaikan rasa apresiasinya kepada Ganjar Creasi lantaran sudah menggelar kegiatan bermanfaat bagi masyarakat.

Juwarianto mengatakan, setelah mengikuti pelatihan dari Ganjar Creasi, dirinya mendapatkan pengetahuan baru mengenai pembuatan pakan ternak fermentasi untuk hewan domba dan kambing.

Ganjar Creasi gelar pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi di Malang Jum’at (4/8/2023). (foto/ist)

“Yaa…., kami sebagai warga masyarakat merasa senang, masyarakat akan mengerti program seperti ini,” kata Juwarianto. Selain melakukan pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi untuk hewan domba dan kambing, Ganjar Creasi juga mengenalkan sosok Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di 2024 ke warga Desa Girimulyo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Alhasil masyarakat setempat sudah mengenal dan menyambut baik sosok Ganjar Pranowo. Mereka turut mendoakannya agar terpilih menjadi Presiden Indonesia 2024. “Kami masyarakat sangat antusias dengan Pak Ganjar. Semoga dengan Pak Ganjar mencalonkan sebagai capres nanti bisa sukses,” ungkap Juwarianto.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar Creasi turut memberikan bantuan kepada warga Desa Girimulyo, berupa mesin semprot pertanian. (rid)

Banyuwangi Buka Lowongan 1.800 Tenaga Kerja, Difabel bisa Mendaftar

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Kabar gembira bagi para pencari lowongan kerja. Pemkab Banyuwangi membuka bursa kerja yang membutuhkan banyak formasi keahlian. Total, sebanyak 1.800 tenaga kerja yang direkrut. Jumlah ini ditawarkan sedikitnya 67 perusahaan berskala nasional.

Bursa kerja ini hanya dibuka tiga hari, 10-12 Agustus besok. Para peminat bisa mendatangi lokasi bursa kerja di GOR Tawangalun, Banyuwangi. “ Job fair ini mempertemukan langsung antara perusahaan dengan pencari kerja. Harapanya, putra –putri Banyuwangi bisa memanfaatkannya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu (5/8/2023) siang.

Mereka yang berminat bisa mendatangi bursa kerja mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB. Lowongan yang disediakan mencari berbagai lulusan. Tak hanya perusahaan lokal, banyak perusahaan luar daerah yang ikut membuka lowongan kerja. Mulai perbankan, rumah sakit, perhotelan, manufaktur, retail dan leasing. “ Harapannya, kegiatan ini menjadi wadah untuk memudahkan para pencari kerja,” jelasnya.

Jumlah lowongan tenaga kerja yang ditawarkan ini masih bisa bertambah. Sebab, jumlah perusahaan yang akan bergabung masih terus mengalir. “ Kami masih membuka pendaftaran bagi para perusahaan yang akan bergabung. Jadi, lowongan masih bisa bertambah lagi,” kata

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Kabupaten Banyuwangi, Abdul Kadir.

Sejumlah perusahaan nasional yang membuka lowongan diantaranya PT. Industri Kereta Api (INKA). Perusahaan plat merah ini membuka lowongan tenaga administrasi, teknisi, dan operator las. Lalu, perusahaan galangan kapal membutuhkan tenaga listrik. Ada juga perusahaan  yang membuka hingga 300 lowongan. Diantaranya, tenaga administrasi, oprator produksi, quality control, hingga sopir.

 Selain itu ada Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) yang menjembatani bekerja ke luar negeri. “Tenaga kerja yang nanti direkrut, akan dibekali dengan keahlian terlebih dahulu. Lalu akan disambungkan dengan perusahaan Jepang,” jelasnya.

Para pelamar dalam bursa kerja ini diwadahi Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker). Pelamar bisa menyerahkan lamaran melalui laman yang disediakan. Sehingga, pelamar tak perlu lagi membawa semua berkas persyaratan.

Bursa kerja ini juga memberikan kesempatan para penyandang disabilitas untuk mendapatkan lowongan yang sesuai.  “Dalam layanan ini, kita libatkan psikolog dan praktisi pendidikan luar biasa untuk melakukan penilaian untuk membantu teman-teman difabel mendapatkan pekerjaan,” tutupnya. (udi)

Kreatif, Warga di Banyuwangi Sulap Kotoran Ternak jadi Biogas

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Dampak kelangkaan elpiji 3 kilogram membuat sejumlah warga di Banyuwangi memutar otak. Salah satunya, memanfaatkan kotoran sapi untuk biogas. Meski produksinya belum maksimal, biogas menjadi solusi di tengah sulitnya mendapatkan elpiji bersubsidi.

Biogas diolah dari kotoran ternak sapi. Ide ini muncul ketika elpiji melon menghilang dari pasaran. Alhasil, ketika banyak warga kelimpungan berburu elpiji, biogas menjadi solusi untuk memasak. “ Saya pelihara 3 ekor sapi. Kotorannya kami manfaatkan untuk biogas. Lumayan, bisa untuk masak sehari-hari,” kata Machfud (51), warga Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Sabtu (5/8/2023).

Biogas yang diproduksi ini menjadi pendamping elpiji. Namun, ketika elpiji langka, biogas bisa menjadi penolong. Pun ketika elpiji tersedia, bisa menghemat biaya bahan bakar untuk memasak. “ Sebelum pakai biogas, enam hari sekali beli gas melon. Sekarangm gasnya lebih awet bisa dua minggu,” jelasnya.

Ide membuat instalasi biogas itu berawal dari pelatihan sebuah lembaga. Termasuk peralatannya. Proses pembuatan biogas juga sederhana. Kotoran sapi dicampur air, lalu dimasukkan ke dalam tabung mixer. Kotoran ini selanjutnya mengalir ke dalam tabung gas hampa udara atau reaktor. Beberapa jam kemudian menghasilkan gas untuk memasak. “ Setiap hari, kami isi 35 kg kotoran ternak. Hasilnya, bisa menyalakan kompor hingga 2 jam,” kata Mastur (78), warga pengguna biogas lainnya.

Pria ini baru sebulan mencoba menggunakan biogas. Meski belum maksimal, namun hasilnya cukup membantu. Terutama ketika elpiji melon hilang dari pasaran. “ Sekarang lebih banyak pakai biogas,” ujarnya. (udi)

Miniatur Lokomotif Uap Terbesar, Dipamerkan di Stasiun Gubeng Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Miniatur Lokomotif Uap seri DD52 dengan ukuran terbesar di Indonesia dipamerkan di Stasiun Gubeng Surabaya. Miniatur ini meraih tiga rekor MURI sekaligus dan dipamerkan di ruang tunggu penumpang hingga 31 Agustus 2023.

Pameran ini diinisiasi KAI Daop 8 Surabaya bersama komunitas pencinta kereta api Indonesia Railway Preservation Society (IRPS). Sebelum dipamerkan di Surabaya, miniatur ini sudah dipamerkan di Stasiun Semarang.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan pameran ini untuk menyosialisasikan sejarah perkeretaapian. Selain itu, juga mengenalkan nilai sejarah perkeretaapian Indonesia.

“Miniatur ini hasil kolaborasi KAI dengan IRPS dan Tridi Zaiku Indonesia (3D Zaiku). Pengerjaan menggunakan printer tiga dimensi dengan memiliki ukuran skala 1 banding 4 dan telah terdaftar sebagai pemegang rekor MURI sebagai Rekor Miniatur Lokomotif Terbesar dengan Teknologi Cetak Tridimensi,” kata Luqman saat ditemui di Stasiun Gubeng Surabaya, Jum’at (4/8).

Diawali dengan menggambar 3D modeling tanpa blueprint selama empat bulan hanya dengan melihat referensi foto dan video. 3D modeling menghasilkan 1.996 komponen yang dirakit dan membentuk lokomotif uap yang utuh.

Miniatur lokomotif uap DD52 ini memiliki panjang 580 cm, lebar 68 cm, tinggi 90 cm, dengan total berat 200 kilogram. Proyek itu pun bernilai kurang lebih mencapai Rp 300 juta. “Seri DD52 ini bangkainya sudah tidak ada dan tidak ditemukan lagi.

Untuk itu, kami buatkan miniaturnya dicetak secara tiga Dimensi. Total keselurahan ada dua ribu part yang harus dirakit untuk menjadi miniatur,” jelas Wakil Ketua Umum IRPS, Cahyo Hari Murti. Sementara, Regional Manajer 3D Zaiku Surabaya, Rony Hartadi, mengatakan miniatur ini dibuat semirip mungkin dengan aslinya.

Sehingga, proses pencetakannya memakan waktu hingga 14 hari atau dua pekan. “Proses cetaknya dua minggu dengan printer atau mesin cetak beroperasi terus selama 24 jam. Jadi selama itu, dua minggu dikali 24 jam terus berproses untuk mencetak, termasuk trial and error-nya,” pungkasnya.

Sejarah Lokomotif Uap

Sejarah keberadaan Lokomotif DD52 di Indonesia dimulai ketika Lokomotif ini didatangkan dari Pabrik Hartmann dan Hanomag di Jerman, serta Werkspoor di Belanda pada 1923. Lokomotif itu mulai berdinas sejak 1924 setelah lokomotif DD 50 dan lokomotif DD 51.

Berbeda dengan kedua pendahulunya yang dibuat di pabrik ALCO Amerika Serikat, lokomotif DD52 dibuat di Eropa, tepatnya di Jerman dan Belanda. Keunggulan lokomotif ini dibandingkan dengan DD50 dan DD51 adalah kecepatan maksimalnya yang bisa mencapai 50 km/jam, di mana kedua lokomotif sebelumnya hanya mampu mencapai 40 km/jam.

Lokomotif DD52 memiliki julukan ‘Si Gombar’ dari masyarakat lokal Jawa Barat yang selalu dilewati lokomotif ini. Dengan ukurannya yang besar dan tenaga yang kuat, tugas utama DD52 adalah menarik kereta barang melintasi pegunungan Priangan. Meski begitu, lokomotif ini juga untuk menarik kereta penumpang.

Diakhir masanya, lokomotif ini melayani KA lokal Bandung-Cibatu. Alokasi lokomotif ini sendiri menyebar di beberapa Depo Lokomotif seperti Tasikmalaya, Purwakarta, dan Cibatu. Karier lokomotif ini berakhir pada 1974 ketika angkutan barang di jalur Tasikmalaya-Cicalengka menurun.

Miniatur lokomotif uap DD52 ini rencananya akan dipamerkan di beberapa stasiun setiap bulan hingga akhir 2023. Agustus ini akan berada di Stasiun Surabaya Gubeng, September di Stasiun Yogyakarta, Oktober di Stasiun Purwokerto, November di Stasiun Bandung, dan Desember di Stasiun Garut. (red)

Tiga Hari Dibuka, FK Unesa Diserbu Ratusan Camaba

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (FK Unesa) sudah membuka program studi (prodi) S1 Kedokteran sejak 1-10 Agustus 2023. Namun, baru tiga hari dibuka, tercatat sudah ada ratusan pendaftar.

Sebagian di antaranya, bahkan sudah memiliki nomor tes setelah melunasi pembayaran formulir. Dekan FK Unesa, Dr dr Endang Sri Wahjuni MKes, mengatakan memasuki hari ketiga pendaftaran 3 Agustus 2023 sudah ada sekitar 326 pendaftar.

Dari jumlah itu, ada 127 peserta sudah melakukan pembayaran formulir atau sudah memiliki nomor tes. Seleksi FK Unesa terdiri dari beberapa tahap mulai dari tes psikologi yang digelar pada 11 Agustus 2023.

Selanjutnya, ujian tulis berbasis komputer pada 12 Agustus 2023. “Hasil ujiannya akan diumumkan pada 13 Agustus 2023. Lalu, berikutnya peserta akan mengikuti tes kesehatan pada 14 Agustus 2023. Bagi yang dinyatakan lolos daftar ulangnya pada 16-18 Agustus 2023,” ujar dr Endang melalui keterangannya di Surabaya, Jum’at (4/8).

Tiga hari dibuka, FK Unesa diserbu ratusan camaba Jum’at (4/8). (foto/red)

Koordinator prodi S1 Kedokteran FK Unesa, dr Hanifiya Samha Wardhani, mengatakan perkuliahan di FK Unesa hampir sama dengan kedokteran lainnya yang memiliki luaran dokter umum. Namun, memiliki muatan perkuliahan ilmu keolahragaan.

Selain itu, lulusan FK Unesa nanti merupakan dokter umum seperti FK kampus lain. Namun, memiliki muatan kompetensi ilmu keolahragaan. Perkuliahan nanti juga menggunakan sistem blok tiap semester.

“Nanti, kuliahnya ada metode spices, problem based learning atau PBL dan perkuliahan seperti biasanya,” terangnya. dr Hanifiya menjelaskan, terkait SDM, pihaknya sudah memiliki lebih dari 40 dosen berkompeten dari berbagai disiplin keilmuan, mulai dari ilmu biomedis, kesehatan masyarakat, bioetika, hingga kesehatan.

Tidak hanya itu, dalam program profesi dokter, juga telah dihadirkan beberapa dosen yang memiliki latar belakang sebagai spesialis. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa Unesa, Dr Sukarmin MPd, mengatakan FK Unesa memiliki semua fasilitas pokok, wajib dan pendukung perkuliahan mahasiswa.

“Sebanyak 11 laboratorium sudah tersedia lengkap dengan fasilitasnya. Termasuk gedung perkuliahan dan sarana praktik. Sejumlah rumah sakit satelit juga sudah siap, baik yang ada di Surabaya maupun daerah lainnya,” pungkasnya. (red)