Gus Gus Ganjar Gelar Seminar Tentang Bahaya Narkoba di Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Gus-Gus Nusantara (GGN) terus menggelar kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Jawa Timur (Jatim). Berkolaborasi dengan Pinter Kampus, para pendukung Ganjar Pranowo itu menyelanggarakan seminar mengenai Perang Bahaya Narkoba yang bertajuk ‘Bisakah Pendekatan Rehabilitasi Dibanding Pidana Penjara’ di Warung Mbah Cokro, Surabaya, Minggu (30/7).

Koordinator Wilayah (Korwil) GGN Jatim, Nadhrunna’im Abdillah, mengatakan, kegiatan seminar ini sengaja diselenggarakan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada anak muda agar dapat memerangi narkoba.

“Kita harus memerangi narkoba dari fundamental atau basis,” kata Nadhrunna’im. Seminar mengenai Perang Bahaya Narkoba yang bertajuk ‘Bisakah Pendekatan Rehabilitasi Dibanding Pidana Penjara’ diisi oleh narasumber kompeten.

Yakni, Zaidan Bin Madi selaku Duta Anti Narkoba BNNP Jatim dan Pakar Hukum Tata Negara Umar Faruq. Pria yang akrab disapa Naim, berharap, pasca-seminar anak muda khususnya di Surabaya mendapatkan pesan atau pengetahuan baru tentang bahaya narkoba.

Gus Gus Nusantara/GGN gelar seminar tentang bahaya narkoba di Surabaya Minggu (30/7). (foto/ist)

“Kami bisa memberikan sebuah pengetahuan, dimana bahaya narkoba, sangat berbahaya untuk kaum muda. Kemudian memberikan pengetahuan atau sosialisasi untuk anak muda itu, bahwa ada kegiatan yang bisa untuk mencegah bahaya narkoba,” ujar Naim.

Menurut dia, seminar ini terinspirasi dari sosok Ganjar Pranowo, yang selalu memiliki terobosan untuk mencegah narkoba, khususnya bagi anak muda. “Bapak Ganjar, juga concern dibidang itu, dimana memiliki terobosan untuk mencegah bahaya narkoba terutama pada anak muda,” tambah Naim.

Seminar Perang Bahaya Narkoba bertajuk ‘Bisakah Pendekatan Rehabilitasi Dibanding Pidana Penjara’ yang diselenggarakan oleh GGN mendapatkan respons positif dari anak muda di Surabaya. Hal ini dikarenakan didukung oleh dua narasumber kompeten dibidangnya.

“Respons dari peserta sendiri, alhamdulillah sangat antusias,” ucap Naim. Sementara itu, salah satu peserta Ghofur (22) mengapresiasi GGN yang sudah menggelar seminar ini karena berlangsung menarik.

“Sangat menarik ya, sangat berguna juga bagi mahasiswa kemudian bagi anak-anak muda jaman sekarang. Semoga ada event-event selanjutnya,” kata Ghofur. Ia menyatakan, pasca mengikuti seminar Perang Bahaya Narkoba bertajuk ‘Bisakah Pendekatan Rehabilitasi Dibanding Pidana Penjara’,  yang diselenggarakan oleh GGN, banyak mendapatkan pengetahuan baru mengenai bahaya narkoba.

“Yang kami dapat dari diskusi ini kita mengetahui mengenai bahaya narkoba dan mengenai pencegahannya,” tutur Ghofur. Disela seminar yang diselenggarakan, Gus Gus Ganjar turut menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo, sebagai calon presiden di 2024 mendatang. (rid)

Empat Pengunjung Alas Purwo yang Tersesat Ditemukan Selamat

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Empat pengunjung Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi yang tersesat ditemukan selamat, Minggu (30/7/2023) tengah malam. Keempat korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi goa yang dijadikan doa bersama. Tim SAR menemukan keempatnya sedang berkumpul dalam kondisi kedinginan.

Begitu ditemukan, keempat korban langsung dibawa ke Pos SAR gabungan di Resor Pancur. Dengan ditemukannya para korban, tim SAR gabungan mengakhiri proses pencarian. “ Alhamdulillah, keempat pengunjung Alas Purwo yang dilaporkan tersesat bisa ditemukan dengan selamat,” kata Kepala Pos SAR Ketapang, Banyuwangi, Wahyu Setia Budi, Senin (31/7/2023) pagi.

Hasil pemeriksaan petugas SAR, tiga dari empat korban adalah warga luar Banyuwangi. Masing-masing Yogi Agung Pribadi asal Sidoarjo, Ega Putra Gusti Aryo asal Mojokerto dan Dedi Arganudin asal Sidoarjo. Satu lagi, Juanidi Abdullah yang berasal dari Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. “ Proses pencarian keempat korban sempat terkendala sulitnya sinyal. Setelah dilakukan pencarian sekitar 3 jam, seluruhnya berhasil ditemukan,” tegas Wahyu.

Sebelumnya diberitakan empat pengunjung Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi tersesat, Minggu (30/7/2023) siang. Mereka kehilangan jejak usai berdoa di kawasan sakral Goa Padepokan. Sebelum dilaporkan tersesat, keempat pengunjung ini masuk Alas Purwo, Sabtu (29/7/2023) siang. Mereka langsung menuju Goa Padepokan di dalam hutan Alas Purwo. Tujuannya, melakukan ritual doa bersama. Usai bermalam, keempat pengunjung ini berpencar, Minggu (30/7/2023) siang. Mereka berniat mencari air. Nahas, usai menemukan air,keempatnya justru tersesat. Mereka tak bisa kembali ke rombongan lainnya. Sekitar pukul 16.00 WIB, keluarga melaporkan kejadian ini ke Pos SAR Ketapang.

Taman Nasional Alas Purwo di tenggara Banyuwangi memang dikenal mistis. Hutan lindung ini menjadi jujugan para pengunjung ketika bulan Suro atau Muharam. Mereka biasanya mendatangi sejumlah goa sakral yang ada di hutan ini. Kegiatannya melakukan ritual dan doa bersama. Selain terkenal mistis, Alas Purwo menyimpang flora fauna yang masih alami. Diantaranya, banteng dan merak. Bahkan, konon masih ditemukan macan tutul. (udi)

Joss Gelar Worskhop Usaha Rumahan Omzet Meroket dari Bouquet

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Workshop bertajuk Usaha Rumahan Omzet Meroket dari Bouquet mendapat respon tinggi dari peserta. Acara ini dihadiri anggota komunitas Joeragan Sociopreneur Smanisda (Joss) dan masyarakat umum, termasuk kalangan UMKM.

Acara ini diadakan di Gedung Sawunggaling Sport Center, Jalan Pecantingan No.27, Sidoarjo, Minggu (30/7). Komunitas Joss merupakan sebuah kumpulan para entrepreneur alumni SMAN 1 Sidoarjo.

Sedangkan narasumber yang menyajikan materi juga sangat semangat. Mailiya Hurmatud Diyanah atau biasa dipanggil Ana, adalah alumnus tahun 1991 merupakan pemilik usaha Ana Craft, sebuah brand merchandise dan craft (kerajinan tangan).

Peserta kali ini diajak  membuat buket uang, juga untuk wisuda dan bunga. Selain itu, hantaran lamaran dari mukena dan jilbab. Sekitar 70 peserta yang langsung menggelar praktik. Tujuan diadakannya acara ini salah satunya sebagai upaya meningkatkan penghasilan keluarga.

Sebuah peluang terlihat nyata bahwa saat wisuda, atau acara penganugerahan, dibutuhkan buket. Tren pemberian buket ini sedang melanda. Sangat viral dan menjadi bidikan pasar bagi para pegiat UMKM. Terutama dibidang kerajinan tangan atau craft.

Ketua Komunitas Joss Budi Santoso berharap acara ini berkelanjutan dan para sponsor tetap bisa kontribusi aktif. “Sehingga acara tetap bisa gratis alias tidak berbayar,” katanya. Acara makin meriah saat peserta diberitahu akan adanya hadiah untuk kelompok yang memiliki hasil terbaik.

Hasil terbaik pertama, diberi buket total Rp 200.000, kedua mendapatkan Rp 150.000, dan ketiga dapat Rp 100.000. Peserta dari masyarakat umum juga merasa senang dengan workshop yang sangat bermanfaat ini.

“Saya sebagai ibu muda membutuhkan ide kreatif untuk memulai usaha baru. Gratis pula. Terima kasih untuk Joss. Semoga makin banyak kegiatan dan masyarakat juga merasakan manfaatnya langsung. Tentunya saya ingin ikut lagi dong,” kata Dwi Rossantiana.

Pemberdayaan internal juga diprioritaskan. Berupa konsumsi acara semua memesan di anggota komunitas. Nasi kotak di katering Mujiati dan Kedai Kiran. Sedangkan snack berupa mini pizza di Et Veteran Pizza.

Di lembar banner acara berbaris pula logo sponsor, CV Selaras Mandiri,  Dapur Roes, KHAI, Tata, Taman Ewa Wonoayu, Close Collection, CV Azra, Tiga Jaya Servis, 4K Hold,  Ana Craft, Rabanif, Titipair Semesta, dan CV. Wahyu Bangun Abadi. (rizki)

Rancangan Perpres tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas Sebuah Langkah Anti Demokrasi

0

Oleh : Wina Armada Sukardi (Pakar Hukum dan Etika Pers)

(pawartajatim.com) – KENDATI masih banyak mengandung kontraversial, nampaknya Peraturan Presiden (Perpres) “tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas” terus saja disorong buat  segera disahkan menjadi Perpers agar dapat secepatnya  berlaku.

Beberapa alasan dikemukakan pihak yang menyokong Rancangan Perpres ini. Dengan adanya Perpers ini kelak, mereka berharap, ada kepastian karya pers yang didistribusikan melalui algoritma benar-benar karya pers yang berkualitas. Bukan kaleng-kaleng. Bukan abal-abal. Apalagi hoax.

Lantas diharapkan, dengan adanya Perpres ini mampu memberikan pendapatan yang adil bagi media atas platform digital. Dengan begitu, ada pendapatan yang lebih distributif dan adil. Lewat Perpers ini pula digadang-gadang hanya pers yang berkualitas saja yang bakal disebarluaskan oleh Perusahaan platform digital.

Dalam alur pikir para pendukung Perpres ini, sebagai konsekuensinya perusahaan-perusahaan pers yang dinilai ‘tidak berkualitas’ distribusinya menjadi terbatas dan bakal menghadapi banyak kendala. Hal ini lantaran jika Perpers soal ini disahkan, patform digital seperti mesin pencari Google berpotensi tidak dapat langsung mencantumkan berita dari perusahaan pers semacam itu.

Kenapa? Perusahaan platform

Nantinya wajib menjalin kerja sama dengan perusahaan pers “pemilik” berita sebelum menyiarkan karya pers. Itulah yang disebut publishers rights. Perusahaan pers punya hak untuk dibayar terhadap produk-produk yang dihasilkannya.

Maka perusahaan penyebar informasi atau platform digital wajib membayar kepada perusahaan pers setiap menyiarkan berita dari perusahaan pers. Kabarnya dalam proses penggodokan Perpers ini semua pihak yang terkait sudah dilibatkan.

Sudah didengarkan. Dari situ pula terkuak, sejatinya, masih banyak perbedaan prinsipil dari para pihak. Masih ada keraguan dari beberapa pihak. Rancangan Perpers ini bakal benar-benar mampu menghasilkan eko sistem pers yang kondusif menjaga kemerdekaan pers.

Google, misalnya, menilai rancangan yang diajukan justeru masih akan berdampak negatif pada ekosistem berita digital yang lebih luas. Terakhir, dua hari silam, beberapa organisasi wartawan pun, seperti AJI, AMSI dan lainnya, membuat petisi menolak keras draf Perpers ini.

Walau demikian, faktanya, naskah rancangan Perpres tersebut hari-hari ini mau dikirim Kementerian Kominfo ke Presiden Joko Widodo untuk segera ditandatangani. Setelah terjadi pergantian Menkoinfo, rancangan Perpres ini malah dipercepat untuk sampai di meja presiden.

Kontradiktif

Filosofi dalam UU Pers No 40 tahun 1999 tentang Pers, antara lain, tidak ada satu pihak pun yang boleh mencampuri urusan pers. Pers di tempatkan sebagai lembaga independen. Pers yang menentukan bagaimana mereka melaksanakan kemerdekaan. Pers sendiri pula yang membuat regulasi soal pers.

Dalam hal ini yang menilai kualitas karya pers adalah pers sendiri. Bukan lingkungan di luar pers. Maka tanggung jawab pemeliharaan kualitas pers berada di pundak pers sendiri juga. Bukan di pihak lain. Tidak juga di pihak pemerintah cq presiden.

Dari judul Perpers ini saja sudah jelas terlihat mengandung kontradiktif.  Simaklah judul Perpers “Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas .”  Hal Ini berarti pers telah menyerahkan dan mengandalkan proses peningkatan kualitas pers kepada perusahaa platform digital. Ini tentu mengandung kontrakdiksi.

Perusahaan platform digital bukanlah perusahaan pers atau badan hukum jurnalistik. Mereka perusahaan yang menyediakan saluran pipa informasi dari  seluruh pihak di seluruh dunia. Dari manapun.

Perusahaan platform digital sama sekali tak terkait langsung dengan pembuatan karya-karya pers. Itulah sebabnya mengapa mereka tidak memiliki wartawan. Pertanyaannya, mengapa dalam Perpers kita perlu menyerahkan dan mengandalkan kualitas karya pers atau jurnalistik kepada perusahaan platform digital?

Kepada lembaga yang tidak mengurusi proses pembuatan berita? Mereka pun tidak kompeten soal apakah sebuah karya jurnalistik itu berkualitas atau tidak. Disinilah kalau Perpers disahkan, bermakna kelak pers telah menyerahkan urusan peningkatan kualitas karya jurnalistik kepada lembaga yang tidak kompeten dan tidak terlibat dalam proses peningkatan kualitas karya jurnalistik.

Ironis dan kontrakdiksi. Lewat Perpers ini pula, jika jadi disahkan, pers telah memberikan sebagian kewenangan kepada presiden. Pemerintah (baik presiden maupun aparatnya) selama ini menurut UU Pers tidak diperkenankan ikut campur dalam urusan pers.

Namun, dengan adanya tawaran pengesahan Perpers ini, maka dibukalah pintu untuk pemerintah mencampuri urusan pers. Lewat Perpers ini pemerintah diberi karpet merah untuk ikut kembali mengatur dunia pers yang dalam UU Pers jelas sebetul nya tidak diperbolehkan.

Adanya Perpers ini memungkinkan di kemudian hari pemerintah membuat berbagai regulasi di bidang pers. Dengan kata lain, perpers ini merupakan undangan terbuka kepada perintah untuk “cawe-cawe” di dunia pers.

Dan sekali pemerintah diizinkan masuk ke dalam dunia pers, sejarah telah membuktikan, betapa pemerintah (siapapun) bakal tergiur  untuk menciptakan “pers yang berkualitas dalam mendukung pemerintah.” Pers bakal dikebiri. Pers dibuat mandul! Ini jelas kontradiktif yang terang benderang.

Asas Timbal Balik

Sebagaimana dalam bidang lainnya, di lapangan bisnis juga berlaku asas timbal balik atau asas reprositas. Artinya, kalau kepada mitra bisnis kita memberlakukan suatu ketentuan, maka mitra kita juga bakal memperlakukan ketentuan itu buat kita.

Demikian juga dalam konsep Perpers *Rancangan Peraturan Presiden tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas” perusahaan platform digital wajib membayar hak-hak “kepemilikan” karya jurnalistik perusahaan pers, atau kemudian dikenal dengan sebutan “publisher right” kepada perusahaan pers.

Nah, kalau asas ini dipaksa diterapkan kepada perusahaan  Platform digital, maka  sebaliknya perusahaan platform digital juga meminta  agar asas ini sama-sama diterapkan kepada perusahaan pers. Jadi fair. Adil.

Maka setiap perusahaan platform digital  menyiarkan karya pers atau karya jurnalistik atau berita, yang diambil dari perusahaan pers, perusahaan plafform digital itu wajib membayar sejumlah dana ke perusahaan pers. Katakanlah karena perusahaan pers memiliki publisher right atau hak penerbit.

Sebagai konsekuensi dari asas ini, maka sebaliknya, jika perusahaan pers ingin mengambil data apapun dari perusahaan platform digital, nantinya tidak lagi gratis. Otomatis juga harus bayar. Pada kasus seperti ini, untuk memperkuat fakta berita dan struktur karya, perusahaan pers tidak lagi gratis mengambil dari perusahaan platform digital.

Semua data, informasi yang diambil dari perusahaan platform digital, harus dibayar perusahaan pers. Tak ada lagi yang gratis. Padahal sebelumnya perusahaan pers boleh mengambil data, fakta dan infografik apapun dari plaftform digital secara gratis.

Kelak sebagai konsekuensinya adanya pengaturan publisher right di Perpers, semua kutipan dan data apapun dari platform digital harus dibayar.

Bakal Rontok 70 Persen

Sekarang kita tinggal berhitung, lebih  banyak untung atau rugi jika Perpers tersebut disahkan dan diberlakukan? Lebih banyak manfaatnya atau mudaratnya? Jawaban gamblang: jika Perpers soal ini jadi disahkan, maka sekitar 70% – 80% perusahaan pers digital bakal rontok. Mati. Dan kemerdekaan pers terhambat.

Pertama, selama ini sebagian konten dari perusahaan pers online atau digital, isinya sekitar 70 persen – 80 persen mengutip dan mengambil data dari perusahaan platform digital secara gratis. Dalam keadaan demikian saja, perusahaan pers masih kembang kempis, bahkan tekor.

Apalagi kalau kelak masih harus membayar kepada perusahaan platform digital. Sudah pasti mereka bakal menggali kuburnya sendiri alias akan mati bangkrut. Hanya sebagian kecil yang bertahan.

Dalam bahasa yang lebih mudah, berlakunya Perpers itu bukannya membuat eko sistem pers Indonesia tumbuh subur dan sehat, malah sebaliknya menjadi virus pembunuh masal terhadap pers Indonesia.

Pers Indonesia mau tidak mau, suka tidak suka, akan bertumbangan satu persatu. Apakah yang bertahan inilah yang dsebut sebagai penghasil “karya jurnalistik berkualitas?” Tentu tidak. Ini masuk alasan kedua.

Pola itu selain lebih liberal dari liberalisme, juga menjadikan konfigurasi kehadiran pers tidak lagi berwarna. Karya pers atau karya jurnalistik yang pendapat nya berlain-lainan, karena dinilai “tidak berkualitas” sudah “dibunuh” lebih dahulu lewat Perpers. Maklumlah harus bayar ke perusahaan platform digital.

Dalam Keadaan jumlah pers cuma sedikit, pers justeru akan lebih mudah dikontrol negara atau pemerintah. Pada titik ini kehadiran pers digital yang harusnya juga selaras dengan pertumbuhan demokrasi, malah mematikan demokrasi.

Sadar atau tidak, mungkin ini mendekatkan kita ke doktrin komunis China. Biarkanlah semua warna bunga (teratai) boleh tumbuh, tapi nanti hanya bunga (teratai) hitam saja yang dibiarkan bertahan berkembang.

Lainnya dibabat dan dikondisikan tidak tumbuh. Setelah membiarkan banyak pers digital lahir, Perpers berlaku sebagai mata pisau yang “memotong” sebagian besar pers digital dan membiarkan segelintir yang hidup sehingga kelak mudah dikendalikan.

Dari sini nyata terlihat, rancangan Perpers yang amat bertentangan dengan UU Pers yang membangun dunia jurnalistik yang independen, bermutu, mandiri dan swaregulasi. Itulah amanah  reformasi. Amanat untuk menjadikan Indonesia lebih demokrasi.

Kalau kemudian rancangan Perpers disahkan isinya boleh disebut menghianati UU Pers karena anti demokrasi. Ketimbang mengurusi pers sebaiknya pemerintah cq Kominfo lebih baik mengurus hal yang memerlukan fokus dan perhatian.

Misalnya, coba agar pembangunan BTS benar-benar terwujud tanpa korupsi. Sehingga seluruh desa benar-benar dapat menikmati internet. Bukan malah ‘cawe-cawe’ urusan pers yang menjadi tanggung jawab pers.

Doa Bersama di Goa, Empat Pengunjung Alas Purwo Banyuwangi Tersesat

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Empat pengunjung Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi tersesat, Minggu (30/7/2023) siang. Mereka kehilangan jejak usai berdoa di kawasan sakral Goa Padepokan. Tim SAR langsung turun tangan melakukan pencarian.

Keempat pengunjung yang hilang ini berasal dari Dusun Warengan, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Tim SAR mendapatkan laporan keempatnya tersesat usai doa bersama Goa Padepokan. “ Identitasnya hanya nama panggilan. Masing-masing Agus, Ega, Dedi dan Jun. Kami dapat laporan dari warga di lapangan,” kata Kepala Pos SAR Ketapang, Banyuwangi, Wahyu Setya Budi.

Sebelum dilaporkan tersesat, keempat pengunjung ini masuk Alas Purwo, Sabtu (29/7/2023) siang. Mereka langsung menuju Goa Padepokan di dalam hutan Alas Purwo. Tujuannya, melakukan ritual doa bersama. Usai bermalam, keempat pengunjung ini berpencar, Minggu (30/7/2023) siang. Mereka berniat mencari air. Nahas, usai menemukan air,keempatnya justru tersesat. Mereka tak bisa kembali ke rombongan lainnya. “ Sekitar pukul 16.00 WIB, kami mendapatkan laporan dari keluarga yang membutuhkan evakuasi,” jelas Wahyu.

Satu tim SAR akhirnya diterjunkan. Namun, jauhnya lokasi dari Pos SAR membuat pergerakan tidak bisa berlangsung cepat. Pihaknya juga berkoodinasi dengan jajaran Polsek Tegaldlimo untuk ikut melakukan pencarian. “ Tim SAR masih bergerak ke lokasi. Informasi lanjutan akan kami kabari,” tegas Wahyu.

Taman Nasional Alas Purwo di tenggara Banyuwangi memang dikenal mistis. Hutan lindung ini selalu menjadi jujugan para pengunjung ketika bulan Suro atau Muharam. Mereka biasanya mendatangi sejumlah goa sakral yang ada di hutan ini. Selain terkenal mistis, Alas Purwo menyimpang flora fauna yang masih alami. Diantaranya, banteng dan merak. Bahkan, konon masih ditemukan macan tutul. (udi)

Jelang Musim Tanam, Petani di Banyuwangi Gelar Ritual Kebo-keboan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Petani di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi menggelar ritual Kebo-keboan, Minggu (30/7/2023) pagi. Kegiatan ini bertujuan memohon berkah agar panen melimpah. Ritual ini adalah tradisi rutin tahun setiap bulan Suro atau Muharam.

Ritual diawali dengan kenduri desa. Warga yang mayoritas petani padi ini menggelar selamatan di jalan desa. Lalu, dilanjutkan dengan ider bumi. Ritual ini diisi dengan melepas “kerbau” yang diperankan manusia. Mereka diarak berkeliling desa ke empat penjuru mata angin. Dalam bahasa Jawa, kebo berarti kerbau. Ritual ini menjadi simbol masyarakat agraris yang membajak sawah menggunakan kerbau.

Selama iring-iringan berkeliling desa, kerbau jadi-jadian ini banyak yang kesurupan. Masing-masing kerbau dikendalikan satu pawang. Sehingga, tidak sampai liar. Di sela-sela kerbau, diarak Dewi Sri yang diperankan seorang gadis cantik berbusana layaknya bidadari.

Ritual Kebo-keboan diakhiri dengan membajak sawah. Seluruh kerbau jadi-jadian turun ke sawah. Mereka juga berkubang. Lalu, sang Dewi Sri mendekat sambil membagikan benih padi. Benih ini menjadi rebutan warga. Diyakini, bisa mendatangkan keberuntungan. Hasil panen bisa melimpah. “Ini adalah salah satu warisan budaya yang harus kita lestarikan dan kembangkan. Ini juga simbol tradisi masyarakat agraris,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Berdasarkan sejarah, tradisi Kebo-keboan sudah ada sejak abad ke-18 Masehi. Tradisi ini berawal dari tokoh desa setempat, Buyut Karti. Tokoh ini mendapat wangsit untuk menggelar upacara bersih desa. Caranya,  dengan membuat kebo-keboan. Tradisi serupa juga digelar di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi.

Setiap tahun, ritual Kebo-kebon selalu diburu wisatawan. Sejak pagi, wisatawan domestik membanjiri lokasi ritual. Meski harus berbasah-basah terkena siraman air, wisatawan tetap semangat melihat ritual ini. “ Kebetulan liburan. Jadi, menyempatkan melihat tradisi kebo-keboan,” kata Cece Ayu, salah satu pengunjung. (udi)

Cegah Laka Laut, Nelayan di Muncar Banyuwangi Diajak Gabung GISLI

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Kasus kecelakaan  laut yang kerap melanda nelayan menuai keprihatinan. Salah satunya dari organisasi Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI). Organisasi nirlaba ini mengajak nelayan di Muncar, Banyuwangi bergabung. Targetnya, sadar akan keselamatan pelayaran.

Tak hanya keselamatan berlayar, GISLI juga mengedukasi nelayan ikut menjaga ekosistem laut. Bahkan, peningkatan ekonomi nelayan dengan pelatihan mengolah produk ikan. ” Pesisir Muncar Banyuwangi ini sangat istimewa. Tangkapan ikannya cukup besar, nomor dua, nelayannya banyak. Tapi, sering terjadi laka laut,” kata Ketua GISLI Irjen Pol. (Purn) Muji Waluyo usai melantik pengurus GISLI Banyuwangi di kawasan Tempat Pelelangan Ikan Muncar, Minggu (30/7/2023).

Tingginya angka laka laut ini menjadi ancaman serius para nelayan. Karena itu, mereka harus diberikan pemahaman dan kesadaran pentingnya keselamatan ketika melaut. ” Terbaru ada kapal selerek pecah. Anak buahnya harus berenang 8 jam. Jadi, antisipasi ini harus digaungkan kepada nelayan yang jumlahnya sangat besar,” jelas mantan Kapolda Sulsel ini.

Data yang dirilis GISLI mengutip KNKT, sedikitnya terjadi 483 laka laut sejak tahun 2018-2021. Dari tragedi ini, memakan korban jiwa sebanyak 443 jiwa. Tingginya kasus laka ini, membuat GISLI tergerak melakukan aksi sosial dan pendampingan para nelayan.

Melalui organisasi ini, nelayan juga diajak menjaga ekosistem laut. Salah satunya, mengawasi kemungkinan pencemaran laut akibat tumpahan minyak. ” Kasus ini pernah terjadi. Dampaknya, sejumlah kabupaten tercemar. Nelayan tak bisa melaut. Jika muncul kasus seperti ini, nelayan diimbau melapor. Kami juga siapkan pendampingan hukum,” tegasnya lagi.

Organisasi GISLI berdiri 25 Mei 2023. Ketua Pembina GISLI digawangi mantan Kapolri Jenderal Purn. Timur Pradopo. Meski terbilang baru, organisasi ini banyak berkiprah dalam pemberdayaan nelayan. Bahkan, menjadi mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Salah satunya, melakukan pemberdayaan kaum ibu-ibu nelayan. “ Jadi, bapaknya diberikan sosisalisasi keselamatan melaut. Kami siapkan 100 pelampung untuk nelayan di Muncar. Sedangkan ibu-ibunya dilatih mengolah produk turunan ikan. Ini akan menambah pendapatan nelayan.,” tutupnya.

Sebagai mitra KKP, GISLI banyak mendampingi kaum ibu-ibu nelayan di seluruh Indonesia. Wilayah Muncar menjadi salah satu target pembinaan lantaran memiliki jumlah nelayan cukup besar. “ GISLI ini mitra KKP dalam gerakan peduli keselamatan di luat dan menambah nilai hasil tangkapan laut,” kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Perikanan dan Kelautan, Budi Sulistyo. (udi)

Gus Iwan Hafidz Cahyono Ziarah ke Makam KH Hasyim Asy’ari

0

(pawartajatim.com) – Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara/PGN, Gus Iwan Hafidz Cahyono, beserta jajaranya, berziarah ke makam Hadrotussyeh KH. Hasyim Asy’ari. Mbah Hasyim, adalah kakek dari Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menjabat sebagai presiden secara sah, namun diturunkan oleh sengkuni dkk.

Sehingga dibela oleh warga nahdiyyin dan pasukan berani mati. Yang mana dari pasukan berani mati inilah, sekarang melahirkan PGN. Hadrotussyeh juga besan dari seorang muassis NU lainnya. Yakni, KH Bisri Syansuri di Kompleks Pondok Pesantren Denanyar, Jombang.

Tak diragukan lagi, peran Mbah Hasyim penting sekali bagi perkembangan Islam di Nusantara. Ayahanda Menteri Agama fenomenal, KH A Wahid Hasyim, ini mendirikan Pesantren Tebuireng pada 1899 M.

Hampir sebagian besar pesantren di Jawa dan Sumatera lahir dari rahim Pesantren Tebuireng. Para kyainya juga pernah menjadi santri Mbah Hasyim. Selain itu, Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari juga berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Ia mengajak para santrinya untuk berjuang melawan penjajah. Mbah Hasyim, pernah bercerita bahwa berjuang melawan penjajah hukumnya fardlu ‘ain. Wajib bagi setiap kaum muslimin Indonesia. (bw)

Bengkel OtoXpert Operated by Auto2000 Buka Cabang ke-16 di Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Bengkel Mobil Multibrand dibawah naungan management Auto2000 yakni OtoXpert Operated by Auto2000 berfokus pada layanan quick service dibawah 2 jam dengan jaminan kualitas prima. Bahkan, harga bersaing, garansi servis serta mekanik yang informatif dan solutif.

Berkembang selama 2 tahun, bengkel ini ramai diminati masyarakat. Lebih dari 20.000 unit kendaraan melakukan perawatan berkala di OtoXpert Opeated by Auto2000 yang lokasinya tersebar di 15 titik. Yakni, Jakarta (Kelapa Gading, Rawasari, Roxy, Fatmawati), Tangerang (Ciater Barat BSD dan Cipondoh), Bandung (Astanaanyar dan Bojongsoang), Bekasi Tambun, Karawang, Bogor, Medan, Padang, Balikpapan dan Palembang.

Tidak hanya melayani customer retail tetapi OtoXpert juga telah bekerja sama dengan lebih dari 100 perusahan atau pun instansi besar yang telah mempercayakan kendaraan operasionalnya untuk melakukan perawatan mobil secara berkala kepada kami.

Sebagai bukti nyata kepuasan pelanggan, sudah lebih dari 5000 google review dengan bintang 5 yang diperoleh OtoXpert Operated by Auto2000, dimana customer menyatakan puas terhadap layanan yang transparan serta fasilitas yang diberikan seperti ruang tunggu yang nyaman, mushola, jaringan internet, serta minuman gratis.

Tak hanya itu, fasilitas entertainment seperti Digital Television membuat customer tidak bosan saat menunggu kendaraannya di servis. Customer juga mengapresiasi kemudahan dalam pilihan metode pembayaran yang beragam mulai dari pembayaran tunai, kartu debit dan kredit, hingga sistem QRIS.

Melihat baiknya response masyarakat luas terhadap kehadiran OtoXpert Operated by Auto2000, kini OtoXpert kembali melebarkan sayapnya dengan membuka cabang ke-16 di Surabaya. Yakni, OtoXpert Surabaya Rungkut yang berlokasi di Jl. Rungkut Madya No.151, Rungkut Kidul, Kec. Rungkut, Surabaya, Jawa Timur.

OtoXpert Surabaya Rungkut berdiri di atas tanah dengan luas 490 m2 yang di lengkapi dengan fasilitas canggih seperti 1 Stall Two Post lift, 1 Stall Spooring dan 2 Stall Non Lift, yang siap melayani kebutuhan servis masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

OtoXpert juga menjamin seluruh spareparts yang disediakan orisinil dan berkualitas begitupun dengan peralatan bengkel yang digunakan. “OtoXpert Operated by Auto2000 hadir di Surabaya merupakan solusi dari kebutuhan Masyarakat Surabaya dan sekitarnya yang mencari Bengkel mobil multibrand dengan standarisasi seperti bengkel resmi tetapi dengan harga yang lebih terjangkau,” kata selaku General Manager OtoXpert Operated by Auto2000, Henri Fitriadi, di Surabaya Sabtu (29/7).

Sama seperti ke lima belas bengkel sebelumnya, OtoXpert Operated by Auto2000 Surabaya Rungkut hadir sebagai solusi perawatan mobil yang berkualitas untuk mobil multibrand dengan layanan servis, antara lain ganti oli mesin, service berkala, tune up, ganti ban, ganti aki, ganti kampas rem, ganti shock absorber, dan ganti wiper, dll.

Layanan tambahan yang bisa didapatkan oleh konsumen adalah uji emisi, cabin disinfectant, ganti cairan kendaraan (oli transmisi, air radiator, minyak rem, dan lain-lain), filter (oli, bensin, udara dan kabin), ganti busi, injector cleaner, ganti kopling, dan perawatan ban mobil (rotasi, spooring, dan balancing).

Menyambut baik masyarakat Surabaya dan Sekitarnya OtoXpert Operated by Auto2000 memberikan Promo Menarik berupa Gratis Cek Kaki-Kaki, Cek aki mobil, dan kami juga menawarkan harga spesial untuk Ganti Oli Harga Mulai dari Rp 299.000.  (bw)

Cegah Abrasi, Petro Gresik Tanam Ribuan Mangrove

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Meramaikan Hari Mangrove se-dunia, perusahaan plat merah penghasil pupuk ini melakukan penanaman 5.100 bibit Mangrove.  Petrokimia Gresik (PG) bersama Dinas Lingkungan Hidup/DLH kabupaten setempat kolaborasi melakukan kegiatan penanaman ini.

Kegiatan dilaksanakan di Kali Lamong, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur/Jatim. Direktur Utama/Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, yang diwakili Senior Executive Vice President (SEVP) Operasi PG, I Ketut Rusnaya, menyampaikan kegiatan ini menjadi bentuk dukungan Petrokimia Gresik terhadap program rehabilitasi hutan Mangrove yang dijalankan pemerintah.

Program tersebut tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 120 Tahun 2020 yang memiliki target recovery hutan mangrove seluas 600.000 Ha. Sebagai industri manufaktur dan salah satu roda penggerak perekonomian bangsa, Petrokimia Gresik sejak didirikan pada 1972.

‘’Hingga saat ini, selalu mengedepankan dan memperhatikan lingkungan pada operasional bisnis perusahaan. Salah satunya melalui kegiatan rehabilitasi mangrove yang rutin dilaksanakan Petrokimia Gresik baik di bantaran sungai maupun pantai-pantai yang ada di Gresik,” kata I Ketut Rusanya, saat penanaman di Desa Sukorejo Gresik, belum lama ini.

Kali ini, sebanyak 5.100 bibit Mangrove yang ditanam. Jumlah ini selaras dengan usia Petrokimia Gresik yang per tanggal 10 Juli 2023 lalu genap berumur 51 tahun. Kegiatan ini, melengkapi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan sebelumnya.

Yaitu, melalui pengembangan ekowisata Kalam Mangrove di Desa Sukorejo. Melalui program TJSL Petrokimia Gresik, kawasan sempadan Kali Lamong sudah menjadi kawasan bebas sampah, area konservasi Mangrove dan menjadi destinasi wisata baru.

Selain di Sukorejo, Petrokimia Gresik juga memiliki program TJSL di Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare di Desa Tanjungwidoro, Kec. Bungah Gresik. PRPM Mengare merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui konservasi ekosistem pesisir.

Tujuannya untuk mengurangi laju abrasi, meningkatkan produktivitas perikanan dan terciptanya alternatif lapangan kerja dari ekowisata pesisir terpadu. Selain itu, Petrokimia Gresik juga berkontribusi dalam pembangunan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Ujungpangkah, hingga mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia kategori “Private Sector/Perusahaan” tahun 2021.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam,” tandas Ketut, panggilan akrab SEVP Operasi PG ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, mengapresiasi Petrokimia Gresik yang senantiasa peduli dengan lingkungan. Di Sukorejo ini Mangrove memiliki banyak manfaat, termasuk manfaat ekonomi karena sudah menjadi tempat wisata.

“Kami juga berharap penanaman ini berkelanjutan. 5.100 bibit Mangrove yang ditanam hari ini agar dijaga perawatannya sehingga dapat memberikan manfaat, baik untuk lingkungan maupun perekonomian,” ujar Subaidah.

Komitmen Petrokimia Gresik untuk terus menjaga kelestarian lingkungan mendapatkan apresiasi proper Emas untuk kedua kalinya di tahun 2022 lalu. “Tentu hal ini menjadi pelecut semangat Petrokimia Gresik untuk meningkatkan komitmen dalam melakukan perbaikan dan perlindungan secara terus menerus guna mencegah dampak pencemaran lingkungan,” pungkas Ketut. (dra)