Asyiknya Menikmati Olahraga Paralayang di Gunung Menyan Banyuwangi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Satu lagi wahana wisata olah raga ditawarkan di Kabupaten Banyuwangi. Yaitu, paralayang. Wahana sport tourism ini berada di Gunung Menyan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.

Memiliki ketinggian 750 Mdpl, Puncak Gunung Menyan menawarkan pemandangan yang eksotis. Kota Kalibaru terlihat indah, diselingi deretan hutan tropis yang hijau. Selain indah, gunung ini memiliki embusan angin yang mendukung penerbangan paralayang.

“Ini wahana olah raga yang luar biasa. Pemandangannya indah, ada gunung dan hamparan perkebunan,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, usai mencoba olahraga paralayang serangkaian Open Paralayang, Minggu (23/7/2023) siang.

Ditemani atlet paralayang nasional Ike Ayu Wulandari, Ipuk terbang menikmati pemandangan dari ketinggian sekitar 20 menit. “Rasanya rugi kalau tidak mencoba wahana ini,” jelasnya. Pemkab Banyuwangi akan terus mengembangkan wahana sport tourism berbasis alam.

Seperti paralayang tersebut. Khusus Gunung Menyan akan dikembangkan sebagai destinasi atlet profesional maupun wisatawan. “Secara bertahap akan terus kami kembangkan destinasi Gunung Menyan ini. Mulai dari sarana maupun aksesnya,” tegasnya.

Pengembangan olahraga dan hobi paralayang di Gunung Menyan diharapkan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. “Pastinya ini akan membuka lapangan pekerjaan dan menimbulkan multiplayer effect dalam ekonomi masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Landasan paralayang di Gunung Menyan memiliki keistimewaan tersendiri bagi pecinta olahraga dirgantara. Posisi gunungnya memungkinkan melakukan penerbangan ke berbagai arah. Anginnya sangat menunjang dari sisi barat ataupun timur.

“Ini mirip saat saya berada di Australia,” ungkap Ike, yang meraih medali perak di ajang Asian Games 2018 lalu. (udi)

Peduli Kesehatan Lansia, Ganjar Creasi Adakan Senam Sehat dan Bagi-Bagi Jamu di Malang

0

Malang, (pawartajatim.com) – Generasi Alumni Muda UB-ITS-UNAIR atau Relawan Ganjar Creasi (G-Creasi) mengadakan kegiatan senam lanjut usia/lansia dan bagi-bagi jamu kepada puluhan lansia di Jalan Panggung, Oro-Oro Dowo, Klojen Malang, Jawa Timur/Jatim, Minggu (23/7).

“Hari ini kami adakan senam lansia dan bagi-bagi jamu kepada lansia di Malang. Ini wujud kepedulian kami, sebagai generasi muda terhadap kesehatan orang tua kami,” kata Wakil Koordinator Wilayah G-Creasi, Anwar Sidiq.

Dia menambahkan, agenda tersebut sudah dikonsolidasikan sejak jauh hari. Sebab, dirinya menilai pentingnya menanamkan pola hidup sehat melalui gerakan senam dan minum jamu sebagai minuman herbal khas Indonesia.

“Kami lakukan ini karena sosok Pak Ganjar, yang menginspirasi, gemar dan sangat berolahraga. Ini menjadi contoh bagaimana pentingnya menjaga pola hidup sehat,’’ ujarnya.

Peduli kesehatan lanjut usia/lansia, Ganjar Creasi adakan senam sehat dan bagi-bagi jamu di Malang Minggu (23/7). (foto/ist)

Selain olahraga, perlu di-supply dengan asupan yang sehat. Salah satunya jamu ramuan kesehatan asli Indonesia. Menurut Sidiq, seiring bertambah usia, berpotensi besar seseorang mengalami permasalahan kesehatan akibat proses degeneratif.

Data Riset Kesehatan (Riskesdas) 2013, penyakit terbanyak pada lansia adalah penyakit tidak menular (PTM). Antara lain hipertensi, osteoarthritis, masalah gigi dan mulut, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan diabetes mellitus (DM).

Karena itu, sebagai generasi muda dirinya perlu berkontribusi dalam menjaga kualitas kesehatan lansia. “Lansia yang sehat harus diberdayakan agar dapat tetap sehat dan mandiri selama mungkin,” imbuh Sidiq.

Selain itu, kegiatan tersebut dilakukan agar para lansia bisa menyerukan pola hidup sehat kepada generasi muda Indonesia, bahwa menjaga kesehatan sejak dini merupakan investasi yang berharga.

“Sehingga pada saatnya nanti setiap individu mampu menjadi lansia yang sehat. Yakni, lansia yang aktif, mandiri, dan produktif,” kata Sidiq. (rid)

Eksotis…, Fashion Show di Banyuwangi Digelar di Tengah Hutan 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Ajang fashion show di Banyuwangi, Sabtu (22/7/2023), digelar dengan unik. Para model tampil di Tengah Hutan Djawatan yang dikenal dengan deretan pohon trembesi tua di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

Keelokan alam menyatu dengan ragam adibusana kreasi para desainer bumi Blambangan. Banyuwangi Fashion Festival ini mengusung tema sentire. Maknanya adalah rasa. Para desainer lokal mengangkat cita rasa jajanan local.

Seperti bagiak, klemben (roti bolu), uceng-uceng dan lainnya dalam motif yang didesain menarik. Hasil rancangan para desainer ini makin memikat ketika menyatu dengan keindahan alam.

“Fashion show di tengah alam terbuka adalah sebuah simbol untuk mewujudkan suatu industri yang ramah lingkungan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Menurut dia, industri fasyen  juga harus mendorong terwujudnya kesadaran kolektif untuk menjaga alam.

“Memadukan keindahan alam ciptaan Tuhan dengan kreasi terbaik buatan manusia ini, semoga menghadirkan kesadaran bagi kita untuk terus menjaganya,” tegasnya. Banyuwangi Fashion Festival merupakan ajang kreasi bagi para desainer Bumi Blambangan. Tahun ini sudah memasuki tahun ketujuh.

Kegiatan ini untuk mendongkrak industri fasyen lokal. Termasuk para model yang membawakannya. Ajang ini diikuti sebelas desainer dan 35 penjahit baju. Seluruh rancangannya menyuguhkan pakaian formal dan kasual.

“Kami tidak hanya melibatkan para desainer yang memiliki banyak prestasi dan pengalaman. Tapi, juga melibatkan para dress maker dari kalangan pelajar. Harapannya ada sharing wawasan dan pengalaman,” kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktavianti.

Kreasi fashion festival ini membawa dampak geliat industri kain batik di Banuuwangi. Bahkan, tak sedikit yang menembus pasar nasional dan internasional. Ajang fashion show kali ini juga sengaja digelar di hutan Djawatan. Salah satunya, ikut mendongkrak kunjungan wisatawan.

Hutan Djawatan dahulu adalah penimbunan kayu hutan di zaman Belanda. Kawasan ini ditumbuhi pohon trembesi tua yang berlumut. Sehingga, terlihat eksotis dan sejuk. (udi)

Komunitas Sopir Truk Ganjar Adakan Sosialisasi Wirausaha dan Pentas Seni di Kediri

0

Kediri, (pawartajatim.com) – Komunitas Sopir Truk (KST) Jawa Timur/Jatim mengadakan sosialisasi wirausaha mengenai jasa angkutan barang dan pentas seni pencaksilat. Kegiatan itu digelar bersama puluhan santri dan masyarakat di Halaman Pondok Pesantren/Ponpes Dzul Bayan, Dusun Cakruk, Desa Tales Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (22/7).

Koordinator Wilayah KST Jatim, Nasruddin, menyatakan, dirinya siap mendukung program pemberdayaan bagi masyarakat melalui program pengembangan di usaha industri transportasi. “Kami memperkenalkan wawasan wirausaha kepada para santri mengenai jasa angkutan barang, bagaimana peluang usahanya untuk para santri,” kata Nasruddin.

Menurut dia, usaha jasa transportasi di wilayah tersebut memiliki kebutuhan yang cukup tinggi. Sehingga bisa membuka peluang usaha bagi para santri. “Jasa angkutan di sini banyak. Seperti logistik, pengiriman barang sangat banyak kebutuhannya sehingga potensi atau peluang usahanya cukup terbuka,” tambahnya.

Ia mengaku, masyarakat terutama santri menyambut baik kehadiran KST di wilayahnya. Masyarakat berharap untuk semakin bersinergi bersama masyarakat dalam membuat kegiatan positif selanjutnya.

“Sangat antusias mereka menyambut positif diadakannya kegiatan tersebut. Mereka berharap agar lebih luas lagi kegiatan yang kami lakukan,” ujarnya. Nasruddin berharap, sosialisasi tersebut menjadi stimulus kepada masyarakat dan santri untuk meningkatkan wawasan dan berani memulai usaha untuk meningkatkan taraf ekonomi bagi lingkungan sekitar.

“Harapannya ketika mereka sudah mulai memasuki dunia usaha, bisa langsung terjun khususnya di industri jasa angkutan barang di sini,” pungkas Nasruddin. Sementara, Pengasuh Ponpes Dzul Bayan Kediri Assep Zaenal Abidin, mengaku senang atas kedatangan dari sukarelawan Ganjar Pranowo tersebut.

Menurut dia, pelatihan wirausaha tersebut akan sangat bermanfaat bagi para santri dalam membuka wawasan dalam memulai usaha. “Saya merespons positif kegiatan seperti ini, dikarenakan untuk menimbulkan stimulus. Kesadaran tentang wirausaha tentunya sangat menopang masa depan santri karena masa depannya akan lebih baik ketika keterampilan dan wawasannya lebih luas,” kata Assep.

Santri yang berdaulat adalah santri yang bisa berkontribusi untuk bangsa Indonesia. “Ketika santri kuat iman dan ekonomi, maka, jasa dan kontribusi santri terhadap negara akan besar dampaknya,” ujarnya.

Assep berpesan untuk terus semangat dan berkomitmen mengadakan program positif dalam merepresentasikan Ganjar Pranowo dalam program yang dilakukannya. Terus semangat dalam mengadakan hal positif.

”Karena apabila konsisten melakukan kegiatan seperti ini masyarakat akan respect dan tentunya ini akan berdampak tehadap popularitas Pak Ganjar Pranowo, secara tidak langsung,” pungkasnya. (rid)

Deklarator Projo se-Pulau Jawa Deklarasi Dukungan pada Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024

0

Malang, (pawartajatim.com) – Deklarator sukarelawan Pro Jokowi atau Projo dari berbagai provinsi di Pulau Jawa mendeklarasikan dukungannya kepada Ganjar Pranowo, untuk menjadi presiden 2024-2029 mendatang.

Mereka membuktikan dukungannya itu dengan melakukan deklarasi di Kota Malang, Sabtu (22/7) untuk menyikapi ketidakjelasan arah dukungan organisasi Projo menghadapi Pemilihan Presiden 2024. “Deklarator Projo melakukan ini karena Projo melihat bahwa ada ketimpangan.

Ada ketidakberesan, sementara teman-teman yang sekarang duduk di ormas DPP Projo,” kata Deklarator Projo Jawa Timur/Jatim, Madchan HR. Sejumlah deklarator yang hadir, seperti Agung Suryo dari Jawa Barat, Bambang Suprapto dari Jawa Tengah, Budianto Tarigan serta deklarator Projo lainnya dari DKI Jakarta.

Dalam wawancara bersama awak media seusai acara, Madchan, mengatakan, deklarasi kali ini akan diikuti langkah lainnya untuk menguatkan dukungan terhadap Ganjar Pranowo. “Jadi, kami akan membentuk presidium deklarator relawan Pro Jokowi untuk mewadahi seluruh kegiatan teman-teman yang sekarang ini masih tercecer,” ujar Madchan.

Selain itu, dia dan para deklarator Projo yang hadir turut menyoroti sikap para elit Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo yang tidak jelas hingga saat ini. Sehingga menimbulkan kebingungan di tengah para sukarelawan Projo lainnya.

“Jadi, kami melihat bahwa DPP Projo ini masih belum menentukan sikap secara resmi. Tetapi, secara personal kadang-kadang itu membuat pernyataan yang sudah membingungkan dan memihak ke sana. Tetapi sikap resmi DPP Projo belum,” tutur Madchan.

Melalui kegiatan tersebut, para deklarator Projo berharap DPP Projo untuk segera menetapkan sikapnya sebelum terjadi kebingungan yang lebih jauh lagi. Meskipun demikian, Madchan, menegaskan, sikap para deklarator Projo ini bukan untuk mengintervensi sikap resmi DPP Projo dalam pemilihan presiden selanjutnya.

“Dengan adanya pernyataan kami, mudah-mudahan (membuat) mereka (DPP Projo) sadar. Tetapi, sadar atau tidak sadar kami sudah mengambil langkah,” katanya. Pernyataan sikap para deklarator Projo dibacakan oleh Madchan di akhir kegiatan. Adapun, pernyataan tersebut terdiri dari empat poin sebagai berikut:

“Kami, kader dan simpatisan PDI Perjuangan yang menjadi deklarator atau pendiri relawan Pro Jokowi menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Menyatakan deklarator atau pendiri relawan Pro Jokowi mendukung Ganjar Pranowo, sebagai calon presiden 2024-2029.
2. Menyatakan perbedaan pilihan politik antara deklarator atau pendiri relawan Pro Jokowi dengan DPP Ormas Projo adalah satu keniscayaan yang merupakan kebebasan berpolitik dalam demokrasi Indonesia.
3. Meminta kepada DPP Ormas Projo agar tidak mengintervensi atau memaksakan pilihan politik kepada seluruh relawan Pro Jokowi di tingkat akar rumput di mana pun terdapat potensi perbedaan pilihan politik dalam kontestasi pemilihan presiden 2024-2029 antara deklarator atau pendiri relawan Pro Jokowi dengan DPP Ormas Projo.
4. Menyerukan kepada seluruh relawan Pro Jokowi utamanya yang mendukung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024-2029 agar merapatkan barisan dan pantang mundur serta menuntut pilihan politik lain selain Ganjar Pranowo. (rid)

Peringati Hari Anak Nasional, Beragam Permainan Tradisional Digelar di Banyuwangi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Beragam permainan tradisional digelar di Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (22/7). Kegiatan ini serangkaian memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap 23 Juli.

Aneka permainan yang digelar merupakan warisan budaya yang ada di Bumi Blambangan. Diantaranya, enggrang bambu, enggrang batok, balap karung, congklak, gobak sodor, dan lainnya. Seluruhnya mencerminkan kegembiraan anak-anak.

“Esensi pendidikan adalah mewujudkan kebahagiaan. Sisi ini tak boleh diabaikan. Untuk itu, anak-anak perlu diajak bermain dan diajarkan filosofi di balik permainan tersebut. Seperti, kebersamaan, gotong royong, kedisiplinan dan lainnya,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Pihaknya berharap, aneka permainan tradisional ini menjadi alternatif dari banyaknya permainan modern yang berbasis gadget. Kondisi ini tak jarang memberikan ekses negatif. “Permainan tradisional ini membuat anak lebih sehat. Saraf motoriknya terlatih,” jelasnya.

Selain beragam permainan tradisional, di pamerkan juga sejumlah permainan dan budaya dari 25 kecamatan di Banyuwangi. Ada yang menampilkan permainan jaran kepang, engklek, bedil-bedilan, congklak, tarik tambang dan lainnya.

 Ada juga yang menggelar teatrikal dengan musik sederhana. Atraksi permainan tradisional ini merupakan kegiatan tahunan di Banyuwangi. Kegiatan ini dikemas dalam Festival Memengan atau Permainan Tradisional.

Atraksi ini melibatkan ribuan anak-anak SD dan SMP yang tersebar di seluruh kecamatan di Banyuwangi. (udi)

Relawan Des Ganjar Ikut Ramaikan Tradisi Petik Laut Larungan di Malang

0

Malang, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Ganjar Pranowo, yang tergabung dalam Desa untuk Ganjar (Des Ganjar) terus menebarkan kegiatan positif di kalangan masyarakat. Des Ganjar turut meramaikan dan mensupport kegiatan ‘Petik Laut Larungan’ di Pantai Sipelot Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur/Jatim Kamis (20/7).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Des Ganjar Kabupaten Malang, Hendik Arso, menjelaskan, tradisi larungan rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Des Ganjar turut memberikan bantuan agar acara berlangsung meriah dan dinikmati warga.

“Kegiatan tahunan rutin dari nelayan atas berkah berlimpah dengan acara larungan dan petik laut. Desa untuk Ganjar dalam rangkaian larungan dan petik laut bekerja sama dengan nelayan,” kata Hendik, usai kegiatan, Kamis (20/7).

Adapun Petik Laut Larungan adalah tradisi masyarakat pesisir pantai untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil laut yang berlimpah yang diperoleh nelayan. “Tujuan kegiatan ini adalah ucapan syukur nelayan atas hasil tangkapan luar biasa,” tambah Hendik.

Kegiatan Petik Laut Larungan mendapat respons antusias dari Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang termasuk Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto. Masyarakat yang hadir di Pantai Sipelot, berbondong-bondong ingin menyaksikan puluhan nelayan membawa hasil bumi ke tengah laut sebagai bentuk tanda syukur.

Relawan Des Ganjar ikut ramaikan tradisi petik laut larungan di Malang Kamis (20/7). (foto/ist)

“Respons masyarakat sangat luar biasa. Apalagi dibantu relawan Des Ganjar yang mana ikut bagian di dalamnya,” tutur Hendik. Pujo, salah satu nelayan di Desa Pujiharjo menyampaikan apresiasinya kepada Des Ganjar yang turut serta berpartisipasi di dalam kegiatan Petik Laut Larungan.

“Langkah Des Ganjar bagus sekali, merakyat bagi kami,” ujar Pujo. Dalam kesempatan tersebut, Des Ganjar juga menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo, yang akan maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Terbukti respons positif disampaikan para warga dan nelayan se-tempat kepada sosok Ganjar Pranowo. Bahkan, mereka mendoakan Gubernur Jawa Tengah dua periode ini dapat terpilih menjadi Presiden di 2024.

“Semoga Pak Ganjar, makin jaya dan menjadi Presiden untuk masyarakat Indonesia,” ucap Pujo. (rid)

Kyai Muda Ganjar Gelar Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kayu Jati di Tuban

0

Tuban, (pawartajatim.com) – Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu penghasil kayu jati terbesar. Jenis kayu keras ini menjadi komoditas bernilai tinggi, karena tampilan dan sifat kayunya yang unik. Industri furniture kayu jati berkembang pesat di Indonesia dan didominasi pelaku usaha kecil dan menengah.

Tak hanya bagian inti, serpihan kecil atau limbahnya kayu jati sebenarnya bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai jual untuk keperluan industri rumah tangga dengan cara yang terbilang mudah.

Berdasarkan hal tersebut, loyalis Ganjar Pranowo, Kyai Muda Jawa Timur/Jatim mengadakan pelatihan dengan memanfaatkan limbah kayu jati sebagai kerajinan rumah tangga kepada puluhan masyarakat di Ponpes Al-Hasani, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jum’at (21/7).

“Hari ini kami adakan pemanfaatan limbah kayu jati untuk sebuah produk yang bisa bernilai jual dan bisa dimanfaatkan untuk penggunaan rumah tangga di tempat tinggalnya masing-masing,” kata Koordinator Wilayah Kiai Muda Jawa Timur Gus Ali Baidlowi.

Menurut dia, pelatihan tersebut sebagai komitmen Kyai Muda Ganjar, dalam meningkatkan lapangan pekerjaan baru dengan diversifikasi produk yang menarik, unik dan memiliki peluang untuk memberikan nilai tambah.

Tuban sendiri sebagai kawasan industri salah satunya pengolahan kayu jati, tentu banyak limbah pabrik yang berserakan. Selama ini hanya dimanfaatkan untuk keperluan kayu bakar atau untuk bahan perapian.

Kyai Muda Ganjar gelar pelatihan pemanfaatan limbah kayu jati di Tuban Jum’at (21/7). (foto/ist)

‘’Kami edukasi mereka supaya mereka bisa berinovasi menciptakan karya sesuatu yang memiliki nilai jual,” ujar Ali. Dalam pelatihan kali ini, Kiai Muda memberikan pelatihan pemanfaatan limbah kayu jati dengan cara yang sederhana untuk keperluan rumah tangga.

“Sebenarnya banyak sekali limbah kayu jati yang bisa dimanfaatkan, hari ini kita fokuskan untuk membuat rak sepatu yang bisa digunakan sendiri untuk kebutuhan rumah, caranya sangat mudah dan hanya memerlukan alat yang sederhana,” tambahnya.

Dengan demikian, selain memiliki nilai ekonomi, Ali berharap langkah tersebut bisa mengurangi volume sampah akibat serpihan kayu jati yang tidak terpakai. Sehingga mengurangi volume sampah yang berserakan dan memiliki daya guna yang bermanfaat.

Kegiatan ini, menurut Ali, menuai beragam respon positif dari peserta yang hadir mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tampak antusias dengan melakukan praktik bersama mentor yang hadir dalam pelatihan tersebut.

Respons positif diberikan oleh masyarakat. ‘’Mereka antusias diberikan pembekalan bagaimana pengolahan kerajinan tangan dengan memanfaatkan limbah kayu,” ujar Ali. Selanjutnya, Ali, berupaya untuk menjalin sinergi dengan berbagai pihak untuk merencanakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

Selanjutnya akan kita usahakan bersinergi dengan karang taruna dan pemerintan daerah setempat, sehingga dibuat ekosistem pengelolaan unit usahanya supaya bisa berkesinambungan.

Ali berharap pelatihan tersebut bisa menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem bisnis pemanfaatan limbah, sehingga akan berdampak pada meningkatnya jumlah tenaga kerja untuk wilayah Tuban dan sekitarnya.

“Harapan saya mungkin kegiatan tersebut bisa menjadi pergerakan awal untuk kami sendiri, maupun organisasi bahkan pemerintah sendiri untuk mengoptimalkan limbah kayu jati yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari bahkan kemajuan ekonomi bagi rakyat sekitar,” pungkas Ali. (rid)

Tolak Pungli, 1.727 Sekolah se-Jatim Teken Pakta Integritas

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kepala Sekolah dan Komite Sekolah SMA, SMK dan SLB Negeri serta Kacabdin Pendidikan se-Jawa Timur/Jatim tahun 2023 melakukan penandatanganan Pakta Integritas yang diinisiasi Gubernur, Khofifah Indar Parawansa. Total sebanyak 1.727 sekolah yang berpartisipasi dalam penandatanganan pakta integritas, khususnya untuk menghindarkan penarikan pungutan liar.

Gubernur Khofifah mengajak Kepala Sekolah serta Komite Sekolah untuk memiliki komitmen yang sama. Khususnya agar Kepala Sekolah maupun Komite Sekolah melaksanakan tugas sesuai Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016.

“Terutama untuk menghindarkan penarikan pungutan liar (pungli) yang tidak diperbolehkan oleh peraturan perundang-undangan. Seperti ekstrakurikuler, olimpiade maupun kegiatan lain yang menyangkut peningkatan penyelenggaraan pendidikan di sekolah,” kata Gubernur Khofifah, usai penandatanganan Pakta Intergitas di Dyandra Convention Center Surabaya, Jumat (21/7).

Ia menjelaskan dengan adanya Pakta Integritas ini, semua harus sepaham bahwa pungutan yang dilakukan Komite atau Sekolah tidak boleh memaksa atau mewajibkan. Termasuk tidak boleh ditargetkan dengan nominal tertentu.

Semua perencanaan anggaran yang dilakukan Komite harus transparan akuntabel dan kredibel. Selain itu, setiap proses perencanaan program yang dilakukan oleh Komite harus jelas tujuan dan peruntukannya.

‘’Harus ada sistem pengawasan berupa berita acara yang dicatatkan pada saat rapat komite. Kemudian, dilaporkan pada Kepala Sekolah dan dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan,” jelasnya. Khofifah berharap dengan penandatanganan Pakta Integritas, capaian prestasi pendidikan yang diterima Jawa Timur juga diikuti tata kelola yang sangat baik pula.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Komite Sekolah yang telah menunjukkan kegotongroyongan dalam membantu para siswa menjalankan proses belajarnya di sekolah. Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menyebut Pakta Integritas merupakan inisiasi Gubernur Khofifah.

Jadi, karena melihat beberapa informasi, terus masukan dari media sosial soal banyaknya pungli di lingkungan sekolah. ‘’Setelah kita cek dan minta komitmen Kepala Sekolah dan Komite, ternyata hanya sebagian kecil saja. Dan, itu sudah kita luruskan,” ujar Aries.

Ia menegaskan, sesuai Permendikbud 75 tahun 2016 tidak boleh ada sumbangan yang sifatnya menarget atau menyebut angka dari pihak sekolah. Semua keikhlasan yang dilakukan dari orang tua atau masyarakat yang ingin membantu sekolah tersebut.

Maka, dengan Pakta Integritas akan terlihat jelas mana tugas Komite, mana Kepala Sekolah. Dari situ kemudian jadi breakdown mereka, tugas mereka untuk menjaga itu. ‘’Kalau keluar dari rules itu ya diberi sanksi pertama, kedua sampai sanksi pemecatan,” tegasnya.

Aries berharap tidak ada lagi kejadian pungli di lingkungan sekolah setiap menyambut ajaran baru atau untuk kelulusan siswa. Jangan terjadi lagi sampai seterusnya. Jadi, ini proses terakhir kita, kita harapkan ada komitmen.

‘’Insya Allah Jatim memberi contoh ke provinsi lain. Bahkan, kami meminta kabupaten/kota melakukan hal sama, karena PPDB kan juga di tingkat SD dan SMP juga,” pungkasnya. (red)

Ngamuk Lempari Warga, Satu Orgil Diamankan Satpol PP Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Seorang dengan gangguan jiwa (orgil) mengamuk di Banyuwangi, Jumat (21/7/2023) siang. Dia menyerang warga, termasuk anak-anak sekolah. Aksi brutal orgil perempuan ini berhenti setelah petugas Satpol PP menggaruknya.

Orgil yang mengamuk ini beraksi di sejumlah titik di jalanan kota Banyuwangi. Sambil berjalan, dia memukul siapa pun di dekatnya. Bahkan, anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah ikut jadi sasaran. Dia melempari siswa dengan batu. Kondisi ini membuat warga ketakutan.

Warga tak berani menangkapnya. Kejadian ini akhirnya dilaporkan ke Satpol PP. Tak berselang lama, petugas tiba di lokasi. Melihat kedatangan petugas, orgil ini bergegas pergi sembari terus mengamuk. Petugas terus membuntutinya.

Kerja keras petugas membuahkan hasil. Orgil ini bisa diamankan di dekat kawasan perumahan di Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi. ” Orgil yang memgamuk kita amankan, langsung dibawa ke Dinas Sosial penanganan lebih lanjut,” kata Koordinator Lapangan Satpol PP Banyuwangi, Bambang.

Sejak Januari hingga Juli 2023, Satpol PP Banyuwangi telah mengamankan sebanyak 65 orgil yang menjamur. Mereka diamankan dari beberapa titik di kota Banyuwangi. Seluruhnya sudah mendapatkan penanganan, baik medis maupun pendampingan kejiwaan. ” Patroli orgil ini terus digalakkan. Rata-rata, dari laporan warga,” tutupnya. (udi)