Banyuwangi (pawartajatim.com) – Memasuki tahun ajaran baru, siswa SMP dan SMK Nahdlatul Ulama (NU) Sudirman, Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, sumringah. Sedikitnya 102 siswa di sekolah ini mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).
Program ini meringankan biaya siswa dalam mendapatkan pendidikan layak. Nilai beasiswa PIP ini tergantung jenjang pendidikan. Siswa tingkat SMP mendapatkan beasiswa senilai Rp750.000, sedangkan siswa SMK senilai Rp1 juta per tahun.
“Beasiswa ini bisa membantu merungankan biaya sekolah bagi orang tua. Ini merupakan program pemerintah untuk menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas,” kata anggota Komisi V DPR RI, Sumail Abdullah disela penyerahan beasiswa PIP di SMK NU Mangir, Banyuwangi, Jumat (21/7/2023).
Tahun ini, sebanyak 20.000 siswa di Kabupaten Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso mendapatkan beasiswa PIP. Di Banyuwangi, mereka tersebar di sejumlah kecamatan. Diantaranya, SMK Wongsorejo dan SMK serta SMP NU Sudirman, Desa Mangir. ” Selebihnya banyak tersebar di Kabupaten Situbondo dan Bondowoso,” jelas politisi Gerindra ini.
Pihaknya mentargetkan beasiswa PIP bisa dinikmati para siswa di Banyuwangi, khususnya mereka yang berada di bawah naungan Yayasan Ahlussunah Waljamaah. ” September mendatang, kita minta pihak sekolah mengajukan lagi. Sehingga siswa yang belum dapat bisa merasakan. Ini akan kita kawal sampai mereka lulus,” kata politisi asal Wongsorejo,Banyuwangi ini.
Beasiswa PIP akan ditransfer langsung ke rekening para siswa. Jika dana itu cair, harus digunakan untuk membayar keperluan sekolah. “Kalau nanti cair tidak untuk bayar sekolah, Pak Sumail Abdullah tidak akan bantu lagi. Beasiswa PIP bukan untuk beli beras apalagi HP,” kata Ketua Yayasan Ahlussunah Waljamaah, Nanang Nurahmadi.
Pihaknya meminta wali murid berkomitmen menggunakan beasiswa PIP ini dengan benar. Apalagi, bagi sekolah swasta, masih ada iuran wajib yang harus dibayar. ” Dengan beasiswa ini, kebutuhan siswa yang sekolah swasta bisa teratasi. Sebab, masih ada iuran SPP yang wajib dibayar oleh para siswa. Dengan beasiswa PIP, gaji guru tak terlambat,” tegasnya. (udi)
Bojonegoro, (pawartajatim.com) – Upaya untuk terus memberikan kemaslahatan umat menjadi prioritas utama sukarelawan Kyai Muda Jawa Timur/Jatim. Simpatisan Ganjar Pranowo, tersebut tetap berupaya menghadirkan makna dalam setiap kegiatannya.
Seperti yang dilakukan pada Jumat (21/7), Kyai Muda Jatim mengadakan penanaman massal 200 pohon alpukat dan durian di pekarangan rumah warga yang tinggal di Sepanjang Bantaran Sungai Bengawan Solo atau tepatnya di Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jatim.
Lokasi ini dianggap paling strategis untuk dilakukan penanaman, karena dinilai merupakan daerah yang cukup tropis. “Hari ini kami mengadakan penghijauan massal bekerja sama dengan masyarakat Bojonegoro. Ada alpukat dan durian. Insya Allah setelah 3 atau 4 tahun kemudian dapat berbuah dan dapat dinikmati masyarakat,” kata Koordinator Wilayah Kyai Muda Jatim, KH Ali Baidlowi.
Dia berharap, langkah tersebut bisa menjadi upaya penghijauan sekaligus memberikan manfaat dari segi ekonomi bagi warga sekitar. Nantinya, warga dapat menikmati hasil panen dari apa yang mereka tanam bersama para relawan, atau bahkan bisa untuk diperjualbelikan di kemudian hari.
“Karena, saat ini dengan adanya cuaca makin panas dengan penanaman pohon massal agar lebih sejuk mungkin inshaAllah dapat diambil manfaatnya dan bernilai ekonomis juga,” kata Ali. Dia mengungkapkan, bagaimana antusiasnya warga terlibat gotong royong dalam melakukan penanaman massal.
Hijaukan Bojonegoro, Kyai Muda Jatim, tanam 200 pohon bersama warga Jum’at (21/7). (foto/ist)
“Alhamdulillah antusiasnya luar biasa dan positif sekali, apalagi kami tidak membawa tangan kosong tapi kami membawa manfaat pada mereka terutama penghijauan,” tambahnya. Senada dengan Ali, salah seorang warga bernama Sarinah, mengaku sangat antusias mengikuti penanaman. Sebagai seorang petani, Sarinah mengaku senang adanya bantuan ratusan bibit pohon yang diberikan sukarelawan.
“Sangat senang, harapannya dengan kegiatan ini semoga makin maju. InshaAllah bakal memilih Pak Ganjar 2024,” kata Sarinah. Dalam kegiatan itu, warga dan para sukarelawan juga tak lupa menggelar doa bersama untuk kemenangan Ganjar Pranowo pada Pemilu 2024 mendatang. (rid)
Rembang, (pawartajatim.com) – Silaturahmi Masyayikh dengan Gubernur Jawa Tengah/Jateng, Ganjar Pranowo, berlangsung di Pondok Pesantren/Ponpes Al Anwar, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang Rabu (19/7). Kegiatan itu dihadiri ulama kharismatik se-Indonesia.
Pada kesempatan itu, Ganjar, menyampaikan silaturahmi umara dengan Masyayikh itu untuk berdiskusi terkait banyak hal. Juga meminta masukan-masukan ihwal menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Terima kasih, ini silaturahmi dengan para Masyayikh, Habaib di Sarang kita diskusi soal bagaimana membangun kebersamaan, membangun bangsa dan negara,” kata Ganjar, di Ponpes Al Anwar Rembang.
Ia menyatakan, pertemuan dengan para ulama menjadi penting dan dibutuhkan untuk kepentingan bangsa. Pasalnya, di tengah keberagaman dan kemajemukan masyarakat yang ada di Tanah Air, menumbuhkan sikap toleransi dan kerukunan antar umar harus terus ditingkatkan kepada seluruh masyarakat.
Sehingga, Ganjar, mengaku, mendapatkan banyak usulan setelah silaturahmi dan berdiskusi dengan para ulama. “Saya mendapatkan banyak petuah, saya mendapatkan banyak masukan dan beberapa di antaranya mengusulkan agar pertemuan semacam ini terus dilakukan, tentu saya menerima dengan baik,” kata Ganjar.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah/Jateng, Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin, selaku putra dari KH Maimoen Zubair yang menjadi pendiri Ponpes Al Anwar menjelaskan, perihal silaturahmi Masyayikh.
Dia mengatakan, silaturahmi Ganjar, dengan Masyaikh untuk saling bertukar pikiran antara umara dengan ulama. “Hari ini saya mendampingi Mas Ganjar bisa. Menjadi tuan rumah bisa. Ada permintaan pertemuan antara ulama-ulama se-Indonesia dengan Mas Ganjar untuk memberikan masukan dan tentu ada tanggapan dari Mas Ganjar,” kata Wagub Jateng ini.
Gus Yasin adalah salah satu putra Mbah Maimoen yang menjadi politisi. Ilmu agama dan pesantren juga diturunkan dari Mbah Maimoen yang mendirikan Ponpes Al Anwar Rembang pada 1965 silam. Dia menyebutkan, banyak pembahasan yang dilakukan Ganjar dan dirinya dengan ulama yang hadir. Antara lain soal kemiskinan, pendidikan dan keagamaan.
Bahkan, para ulama juga mengusulkan sejumlah program ke Ganjar langsung ditanggapi oleh Ganjar. “Alhamdulillah, tadi ulama-ulama yang di dalam semua senang dengan apa yang disampaikan oleh Mas Ganjar. Bahkan ke depan juga sudah diprogramkan apa yang diminta oleh para ulama langsung ditanggapi,” ucap Gus Yasin.
Ganjar Pranowo (peci hitam), silaturahmi dengan Masyayikh se-Indonesia di Rembang. (foto/ist)
Adapun sejumlah ulama yang hadir antara lain Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Habib Hasan Mulahela Purworejo, KH Ali Qoisor Watucongol, KH Chalwani Purworejo, KH Machin Chuldhori Tegalrejo, KH Chamzah Hasan Banjarnegara, Pimpinan Ponpes Al Muayyad Solo KH Karim, KH Chubab Ibrahim Sayung, KH Abdulloh Ubab MZ Rembang, KH Abdul Ghofur MZ Rembang, KH Abdur Rouf MZ Rembang, KH Ahmad Wafi MZ Rembang, KH Zuhrul Anam Rembang, KH Mohamad Idror MZ Rembang, KH Rosyid Ubab MZ Rembang, Agus Muhammad Majid Kamil Rembang, KH Said Abdur Rohim Rembang, KH Roghib Rembang, KH Fatkhhur Rohman Rembang, KH Rosikh Roghibu Rembang, KH Faishol Zaini Rembang, KH Zaki Faqih Rembang, KH Muslich Rembang, KH Ahmad Muad Thohir Pati, KH Habibul Huda Grobogan.
Kemudian, KH Khannan Zaini Ilyas Banyumas, KH Umam Chasbulloh Cilacap, Syekh Soleh Basalamah Brebes, KH Ahfas Hamid Baidlowi Rembang, KH Yasin Rohmat Pati, KH Mu’tasim Billah Sleman, KH Abdulloh Kafabihi Kediri, KH Anwar Manshur Kediri, KH Barizi Madura, KH Dimyathi Burhan Jember, KH Abdul Rohim Jember, KH Mustofa Aqil Cirebon, KH Ahmad Baehaqi Cianjur, KH Muhtar A’lam Garut, KH Abdulloh Fauzi Sukabumi, KH Muhammad Abdulloh Cirebon, KH Harir Muharir Kota Banjar, KH Munawir Kota Banjar dan KH Arif Ismail Chowas Ciamis.
Dari luar Pulau Jawa, ada KH Ahmad Tajally Lampung Tengah, KH Kholiq Amrullah Adnan Lampung Timur, KH RM Soleh Bajuri Lampung Selatan, KH Mahfudz Papua, KH Farhan Papua, KH Mansyur Al Kaff Papua, KH Ahmad Damanhuri Jayapura.
Lalu ada KH Zaenul Abidin Tanah Laut, KH Ahmad Junaidi Palangkaraya, KH Imam Tenggarong, KH Abdus Syukur Tenggarong dan Habib Yahya Bin Muhsin Alidrus Banjarmasin. Dalam pertemuan yang dipimpin KH Muhammad Idror Maimoen atau Gus Idror, putra bungsu Mbah Moen itu, Ganjar dan ulama se-Indonesia menyepakati dan memutuskan hal-hal sebagai berikut:
Prestasi yang telah dilakakukan oleh Jateng dan beberapa terobosan kebersamaan nasionalis religius hendaknya dapat dilajutkan dengan skala yang lebih luas, khususnya dalam memaksimalkan pengelolaan dan penghimpunan zakat melalui Baznas.
Mempermudah akses komunikasi dari warga langsung ke pemerintah, hendaknya dapat diteruskan dan diperluas hingga skala nasional.
Terkait dengan program pembangunan IKN yang ada di Kalimantan, diharapkan tidak hanya pembangunan infrastuktur saja, namun juga pembangunan keagamaan, agar IKN benar-benar siap dan tidak ada ketimpangan sosial ekonomi dan budaya di masa depan.
Mendorong pemerintah segera mengaplikasikan dan menjalankan Undang-Undang Pesantren dan juga peningkatan guru ngaji, imam masjid, atau mushola seperti yang telah dilakukan di Jawa Tengah, sehingga program ini menjadi program nasional, termasuk di dalamnya megupayakan kesehatan di lingkungan pesantren.
Kebersamaan ulama dan umara harus terus dilakukan, pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal munculnya Jam’iyyah masyayikh yang bisa membarengi pemerintah demi keberlangsungan dan kedamaian bangsa.
Dan untuk daerah Papua, serta beberapa daerah-daerah baru berkembang dimohon program keagamaan yang telah berjalan atau berkembang jangan sampai dimundurkan kembali. Selain itu, hendaknya ada pemerataan lulusan pesantren yang difasilitasi oleh pemerintah, sehingga alumni pesantren dapat mengamalkan ilmunya dan mampu menjangkau daerah pelosok seperti Papua.
Mengenai masalah radikalisme, hendaknya pemerintah lebih serius dalam mengatasinya, karena hal itu mencoreng wajah Islam, khususnya di daerah-daerah rawan konflik.
Pemerintah harus melibatkan tiga unsur sebelum mengeluarkan kebijakan, yakni unsur pemerintahan, keagamaan, dan adat istiadat setempat. (rid)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyerukan, sikap toleransi dan kerukunan antarumat beragama bagi seluruh warga Kota Surabaya. Seluruh masyarakat diminta bersama-sama menjaga Kota Surabaya agar tercipta suasana yang aman dan damai.
Penegasan itu dikemukakan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di hadapan 6.000 jemaat saat peresmian Gereja Mawar Sharon (GMS) 2 Surabaya Barat di Rooftop Pakuwon Mall Surabaya, Kamis (20/7) malam.
Menurut Eri, jika masyarakat memahami arti keyakinan dan agama serta saling menjaga toleransi, dipastikan tidak ada kejahatan, kriminalitas hingga permusuhan di wilayah Surabaya. Di sisi lain, Eri menyebut pemimpin sejati di Surabaya bukanlah seorang Wali Kota.
Namun, dipimpin oleh orang yang bisa berdiri dan mendoakan orang lain untuk bahagia. Warga yang tinggal di Surabaya juga beragam, dari berbagai suku, ras dan agama yang hidup saling berdampingan dan saling melengkapi.
“Surabaya bisa maju dan makmur karena seluruh warga, termasuk jemaat di GMS ini, bersama-sama saling menjaga toleransi dan kerukunan beragama setiap saat,” ujar Eri Cahyadi, saat memberi sambutan di hadapan 6.000 jemaat GMS Surabaya Barat.
Sekretaris Umum GMS Otonomi 2, Mulyadi Budiyanto, mengatakan GMS Rooftop ini dibangun lantaran semakin hari jemaat GMS terus bertumbuh. Sehingga, membutuhkan tempat yang bisa menampung jemaat yang beribadah.
Selain menjadi tempat ibadah, GMS Rooftop juga menjadi pusat gerakan dari GMS yang ada di Indonesia. Rumah ibadah di lantai 2 Pakuwon Mall Surabaya Barat ini dilengkapi dengan museum, café hingga toko buku.
Mulyadi, mengatakan, meskipun secara fisik bangunan GMS Rooftop terlihat megah dan mampu menampung 6.000 jemaat, bagi GMS nilai yang diajarkan lebih utama. Sebab, Gereja dianggap bukan soal luas, desain atau fasilitasnya, namun tentang orangnya.
“Gereja ketika orang datang bisa diterima. Mereka yang datang bisa berubah menjadi lebih baik. Itu yang kita ajarkan di Gereja ini. Jadi bukan gedungnya atau mewahnya fasilitas,” jelas Mulyadi. Keberadaan gereja ini diharapkan terus bisa menjawab kebutuhan setiap jemaatnya.
Semisal, jika ada orang yang bangkrut bisa dipulihkan, orang yang terjerat narkoba bisa dilepaskan dan keluarga yang berantakan bisa mengalami pemulihan. “Itulah yang menjadi kekuatan Gereja kami, kekeluargaan yang erat, injil yang kuat,” tegasnya.
Selain ruang ibadah untuk jemaat keluarga, GMS Rooftop juga menyediakan ruang ibadah untuk jemaat anak-anak, dan usia muda. Pada hari Sabtu ada empat ibadah dan Minggu ada lima ibadah.
Sebagai gereja sel yang apostolik dan profetik, memiliki misi seribu gereja lokal dan satu juta murid, Gereja Mawar Sharon akan terus melakukan pengembangan. Ke depan GMS akan mendirikan sekolah Alkitab.
Sebagai informasi, Gereja Mawar Sharon (GMS) adalah Sinode Gereja yang berpusat di Surabaya yang bergerak dalam aliran Teologi Karismatik Pentakosta. GMS adalah gereja yang diutus untuk menyuarakan kebenaran dan berdampak bagi dunia melalui pemuridan.
Memiliki visi “Gereja Sel yang Apostolik dan Profetik”, gereja yang dipenuhi oleh rupa-rupa karunia Roh Kudus dan bergerak dalam Amanat Agung untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus.
Berawal dari sebuah Persekutuan Doa di kota Surabaya pada 1984, GMS kini bertumbuh dalam gereja-gereja lokal di berbagai wilayah. Hingga saat ini, jumlah total jemaat GMS di Surabaya telah mencapai 25.000 jemaat yang beribadah setiap hari minggu. Sedangkan, di seluruh Indonesia sudah ada sekitar 100.000 jemaat.
Hingga kini, GMS bertumbuh menjadi berbagai regional di Indonesia. Yakni, Surabaya 1, Surabaya 2, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), Jatimbalinusa (Jawa Timur, Bali, Kepulauan Nusa Tenggara), Sulampapua (Sulawesi, Ambon, Maluku, dan Papua) dan Sumatera.
Serta, perintisan Rose of Sharon Church (ROSC) sebagai wadah pelayanan mancanegara, yang kini berada di berbagai wilayah, Asia (Tenggara dan Timur), Australia, Eropa, Amerika (Amerika Serikat dan Kanada). (red)
Probolinggo, (pawartajatim.com) – Indonesia merupakan negara beragam kebinekaan suku, budaya, bahasa, termasuk agama. Dalam konteks kehidupan di Indonesia, bersikap moderat adalah mampu menempatkan diri pada situasi perbedaan dan keberagaman yang sudah menjadi sunnatullah.
Para pendiri bangsa telah dengan bijak merumuskan ideologi yang sangat tepat dalam menaungi kebinekaan ini dengan ideologi Pancasila yang dibingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Untuk memperkuat pemahaman moderasi dalam konteks beragama, sukarelawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Gus Gus Nusantara (GGN) menggelar tausyiah moderasi beragama bersama masyarakat di Jrebeng Lor, Probolinggo, Jawa Timur/Jatim, Kamis (20/7).
“Hari ini kami berdiskusi bersama masyarakat, bagaimana mengedepankan rasa toleransi dan moderasi dalam beragama dilihat melalui kacamata ke-islaman,” kata Sekretaris Wilayah GGN, Naim Prasojo. Bersikap moderat, kata Naim, sebenarnya sudah dicontohkan oleh ulama nusantara yang dengan bijak mampu berdakwah dengan menggunakan infrastruktur budaya.
Sebab, agenda tersebut dilakukan untuk memperkuat khasanah dan keilmuan masyarakat akan moderasi beragama. “Bisa memberikan sebuah khasanah keilmuan untuk bisa memberikan rasa memiliki dalam beragama dengan mengedepankan rasa tolerasi beragama yang ada di dalam moderasi beragama,” ujar Naim.
Gus Gus Ganjar beri tausiyah moderasi beragama di Probolinggo. (foto/ist)
Beragama secara moderat menjadi kunci kemaslahatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi, menurut Naim, masyarakat saat ini dituntut bijak menghadapi pemilu 2024 dalam menangkal isu-isu yang dapat menggangu kestabilan negara.
“Kami memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengimplementasi dan memahami nilai-nilai moderasi supaya masyarakat dapat lebih bijak lagi dalam mengambil sikap, apalagi di 2024 ada pemilu, khawatirnya ada isu-isu yang rawan memecah-belah bangsa kita, maka, masyarakat harus melek akan hal tersebut,” imbuh Naim.
Dengan memahami ajaran agama dan bersikap fleksibel dalam kehidupan di masyarakat, Naim yakin masyarakat akan menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada secara lebih rasional.
“Kondisi masyarakat saat ini sudah mulai pintar dan melek terhadap moderasi beragama, sehingga hal tersebut dapat mengurangi polarisasi yang terjadi seperti pemilu sebelumnya,” ucapnya.
Naim, berharap, kegiatan tersebut mampu menumbubman nilai-nilai dan sikap moderat guna kemaslahatan umat secara lebih baik. “Semoga kita bisa terus menebar kesejukan dalam kehidupan berbangsa dan beragama dengan nilai-nilai dan sikap moderat. Moderat dalam beragama, maslahat dalam berbangsa,” pungkasnya. (rid)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Prancis akan menjalin kerja sama secara khusus di berbagai bidang. Selain untuk menyelesaikan isu-isu global, kerja sama tersebut juga untuk memperkuat perekonomian global.
Pembahasan kerja sama tersebut ditandai dengan bertemunya Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, yang berkunjung ke kampus Unair dan ditemui langsung Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih, di Gedung Rektorat Unair Kampus C Mulyorejo Surabaya.
Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih, menyampaikan saat ini pihaknya terus berupaya menjalin kerja sama pada bidang akademik, riset, dan pengabdian masyarakat dengan banyak mitra dari berbagai negara, termasuk Prancis.
“Saat ini, Unair menjalin kerja sama dengan lebih dari 10 institusi di Prancis, khususnya yang bergerak di bidang akademik, riset, dan pengabdian masyarakat,” ujar Prof Nasih, dalam keterangannya, Kamis (20/7).
Sementara itu, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Panone, mengungkapkan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan institusi-institusi pendidikan di Indonesia, termasuk Unair. Kerja sama itu secara khusus bertujuan untuk menyelesaikan isu-isu global serta untuk memperkuat perekonomian global.
“Kami membutuhkan partner kerja sama yang solid untuk menyelesaikan isu-isu global serta memperkuat perekonomian global. Indonesia menjadi salah satu negara yang memang ada dalam prioritas Prancis, khususnya sebagai partner kerja sama global,” terangnya.
Fabien mengakui Unair menjadi salah satu perguruan tinggi yang telah memberikan banyak kontribusi penting bagi Indonesia. Untuk itu, jalinan kerja sama itu menjadi salah satu langkah penting yang harus segera dilakukan oleh kedua belah pihak.
Fabien mengatakan salah satu bentuk kerja sama yang mungkin terjalin antara Unair dengan Prancis adalah pertukaran mahasiswa dan akademisi. Sejak 2017 hingga 2022, Unair dan beberapa institusi mitra di Prancis telah menjalin kerja sama berupa pertukaran mahasiswa dan staf.
“Program pertukaran mahasiswa tentunya menjadi salah satu potensi kerja sama yang akan kita jalankan. Nantinya, Prancis menyediakan program untuk mengundang mahasiswa Unair guna mempelajari dan memahami budaya Prancis,” katanya.
Fabien menyampaikan kolaborasi bidang riset sains, sosial humaniora, dan kesehatan juga menjadi salah satu kerja sama yang sangat menjanjikan antara Unair dengan Prancis. Saat ini, salah satu bentuk kerja sama yang akan segera berlangsung adalah program bertajuk Photography and New Media Education for Youth Empowerment yang berlangsung 2-15 September 2023.
Program tersebut merupakan kerja sama antara Wisma Jerman dengan IFI Surabaya. Dalam program ini, Unair melalui World University Association for Community Development (WUACD) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berkesempatan menjadi penyelenggara utama. (red)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) biasanya dilakukan di lingkungan sekolah. Namun, ratusan siswa baru SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) mengikuti MPLS dengan cara berbeda. Mereka mengajak anak-anak Panti Asuhan ke Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Selain mengenal berbagai jenis satwa, para siswa baru juga mengikuti permainan dan tantangan untuk melatih kemandirian, kepekaan hingga kekompakan tim. Sebanyak 400 siswa baru Smamda mengikuti MPLS atau di sekolah Muhammadiyah biasa dikenal dengan nama Forum Ta’aruf dan Orientasi (Fortasi 2023 Smamda).
Tahun ini, Fortasi digelar dengan mengajak anak-anak Panti Asuhan dan bergabung dalam setiap kelompok untuk kegiatan di luar ruangan dengan menggunakan metode Experiential Learning (belajar dari pengalaman) bermedia permainan.
Salah satu siswa baru Smamda, Afdhillah Ramadhani, mengaku senang, seru dan menyenangkan karena mendapatkan suasana berbeda saat Fortasi digelar di luar ruangan. Para siswa juga mengikuti berbagai permainan yang sudah disiapkan dan dengan waktu yang sudah ditentukan.
Mulai dari permainan save the princess atau permainan memindahkan bola di dalam kawat yang diangkat ke atas menggunakan sumpit, finding nemo atau permainan mencari bola kecil dengan mata tertutup.
“Selain itu, implementasi game attitude atau permainan dengan mendeskripsikan keywords tanpa melakukan gerak tubuh, hingga pengetahuan seputar IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah),” kata Afdhillah, saat ditemui dalam kegiatan Fortasi 2023 Smamda di KBS, Kamis (20/7).
Ketua Fortasi 2023 Smamda, Darwis Okta Effendi, mengatakan, para siswa baru sengaja diajak mengikuti MPLS di luar ruangan dengan mengajak anak-anak Panti Asuhan agar tidak membosankan.
Selain menolak adanya aksi kekerasan dan Bullying (perundungan) dalam MPLS, para siswa juga dilatih kemandirian, kepekaan hingga kekompakan tim. Dengan berbagai permainan yang dimainkan, para siswa baru juga bisa belajar memahami karakter antar individu dalam kondisi apapun.
”Kegiatan Fortasi 2023 Smamda ini digelar juga sebagai bentuk charity atau aksi amal dengan anak-anak Panti Asuhan untuk membangun empati sesuai tujuan dari Fortasi,” jelas Darwis yang juga selaku Asisten Waka Kesiswaan Smamda.
Para siswa baru juga diharapkan lebih kreatif, kesadaran beribadah, jujur, disiplin, dan memiliki kerja sama yang baik. (red)
Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Memasuki bulan Suro, warga Dusun Sidomulyo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi menggelar ritual selamatan bumi, Rabu (19/7) malam. Kegiatan ini sebagai bentuk doa memohon keselamatan di momen tahun baru Hijriah dan tahun baru Jawa. Sebanyak 5000 tumpeng disajikan dalam ritual ini.
Prosesi ritual diawali dengan mengarak tumpeng berkeliling dusun. Tumpeng dibuat dengan hiasan unik. Ditata di dalam miniatur rumah. Ada juga yang dibuat mirip bangunan Masjid. Seluruhnya terlihat indah dengan ornamen janur kuning.
Warga juga menghiasnya dengan beragam hasil bumi. Arak-arakan tumpeng diiringi dengan alunan musik hadrah. Warga ikut berbondong-bondong mengiringi di belakangnya. Seluruhnya terlihat kompak, gembira. Usai diarak, seluruh tumpeng dikumpulkan di lapangan dusun.
Puncak ritual diisi dengan doa bersama. Menariknya, doa dipimpin oleh perwakilan tokoh masing-masing agama di dusun setwmpat. Ada Islam, Hindu dan Kristen. Usai doa, ritual diakhiri dengan menyantap tumpeng bersama.
“Ini kegiatan rutin tahunan. Tujuannya, memohon berkah keselamatan dusun di momen tahun baru Hijriah. Sekaligus nguri – nguri tradisi warisan leluhur,” kata Kepala Desa Jambewangi, Maskur. Warga mengenal kegiatan ini dengan festival Gerebek Suro.
Jumlah tumpeng yang dibuat warga mencapai 5.000 tumpeng. Seluruhnya hasil swadaya warga secara gotong royong. Selain keselamatan, warga juga menggelar doa untuk para pejuang yang sudah memerdekakan Indonesia.
“Ini juga momen menjelang Agustus, kami mendoakan semoga para pahlawan yang sudah berjuang untuk kemerdekaan,” tegasnya. (udi)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Indonesia gagal lolos ke kejuaraan tingkat Asia di Doha, Qatar, setelah tumbang di laga pamungkas “FIBA U-16 Asian Championship SEABA Qualifiers” dari Filipina dengan skor 65-77 di GOR CLS Knights Surabaya, Rabu (19/7) malam.
Pada kuarter pertama Timnas Indonesia menunjukkan permainan cepat. Mereka sanggup mengungguli permainan Filipina U-16 sekaligus menutup kuarter pertama dengan skor 21-16. Memasuki kuarter kedua, Filipina bertekad mengejar selisih poin. Usaha itu pun sukses.
Filipina berbalik unggul atas Indonesia. Di awal kuarter dengan skor 24-23. Tekanan para pemain Filipina tak berhenti. Kuarter kedua pun dikuasai. Pemain Indonesia kesulitan mengembangkan permainan. Timnas Basket Filipina U-16 menutup kuarter kedua dengan skor 38-32 atas Indonesia.
Indonesia melanjutkan upayanya mengejar ketertinggalan poin di kuarter ketiga. Namun, Timnas Basket Indonesia U-16 justru tumbang dengan skor 51-65. Pada kuarter keempat, Filipina mengunci kemenangan atas Indonesia dengan skor 77-65.
Pemain Filipina, Kiefer Louie Alas, mencetak 19 poin pada pertandingan ini. Sedangkan, pemain Indonesia, I Ketut Gede Bayu Prayoga Putra, mencetak 19 poin. Pelatih Indonesia, Liem Filixs, mengatakan, para pemainnya sudah tampil lebih baik dibanding laga sebelumnya. Namun, timnya masih kurang diberi keberuntungan pada babak kualifikasi ini.
“Anak-anak tampil bagus. Sayang, di awal ajang ini melawan lawan Thailand kebobolan satu bola, terus lawan Malaysia sudah bisa menahan. Tetapi, kami memang belum beruntung saja,” kata Liem, usai pertandingan.
Liem menyebut, anak asuhnya mampu memaksimalkan momen krusial pada kuarter pertama dan kedua. Hanya saja, di dua babak akhir, Filipina mampu tampil lebih baik. Meski kalah dan gagal lolos ke ajang kejuaraan Asia, Liem tetap mengapresiasi seluruh pemainnya yang sudah berjuang maksimal hingga akhir pertandingan.
Sementara, Pelatih Filipina, Joshua Vincent Reyes, menyebut pertandingan menghadapi Indonesia merupakan laga berat. Sebab, selain dukungan suporter, tuan rumah sanggup menerapkan pola permainan yang membuat anak asuhnya kerepotan.
“Permainan Indonesia sangat menantang, pertahanan mereka one on one, mereka bermain sangat keras, memindah bola, dan berhasil mendapatkan poin,” jelas Joshua. Ia terkesan dengan cara bermain yang ditunjukkan Timnas Indonesia pada laga pamungkas ini.
“Sungguh aku sangat terkesan dengan permainan tim Indonesia, pertahanan dan energi dari pertandingan ini,” ujarnya. Soal kemenangan pada laga ini, disebutnya karena faktor kehadiran suporter Filipina di GOR Basket CLS Knights Surabaya.
Diketahui, dua tim dari regional Asia Tenggara, yakni Filipina dan Malaysia, dipastikan lolos ke turnamen tingkat Asia di Doha, Qatar. Sedangkan, Indonesia dan Thailand harus menerima kenyataan tidak bisa berlaga di ajang tersebut. (red)
Surabaya, (pawartajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya mencatat ada delapan perjalanan kereta api jarak jauh tujuan wilayah ini yang mengalami keterlambatan dampak kejadian kecelakaan di Semarang, Jawa Tengah/Jateng Selasa (18/7) malam. Rata-rata, KA tersebut terlambat antara dua hingga tiga jam dari jadwal semula.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan, delapan perjalanan kereta api tersebut, yakni KA Kertajaya tujuan Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi terlambat 194 menit, KA Brawijaya tujuan Gambir-Malang terlambat 265 menit, KA Jayabaya tujuan Gambir-Malang terlambat 228 menit, KA Sembrani tujuan Gambir-Surabaya Pasar Turi terlambat 96 menit, dan KA Argo Bromo Anggrek tujuan Gambir-Surabaya Pasar Turi terlambat 63 menit.
“Kemudian, KA Pandalungan jurusan Gambir-Surabaya Pasar Turi terlambat 130 menit, KA Gumaran tujuan Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi terlambat 147 menit, serta KA Harina tujuan Bandung-Surabaya Pasar Turi terlambat 155 menit,” kata Luqman, saat ditemui di Stasiun Gubeng Surabaya, Rabu (19/7).
Luqman, menjelaskan, pasca insiden temperan antara truk dan KA Brantas di lokasi antara Stasiun Jerakah dan Stasiun Semarang Poncol pada Selasa malam, membuat petugas untuk melakukan evakuasi kendaraan, pengecekan jalur dan memastikan jalur tersebut siap dilalui, baik arah Surabaya maupun Jakarta.
“Koordinasi juga terus kami lakukan antara petugas Daop 8 Surabaya dan Daop 4 Semarang, agar jalur kereta api yang terganggu bisa dilalui kembali sesuai jadwal perjalanan kereta api. Setiap hari, ada 11 kereta api jarak jauh yang melintasi lokasi kejadian dengan kedatangan di Daop 8 Surabaya,” terangnya.
Selain itu, KAI Daop 8 Surabaya juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini hingga membuat rasa tidak nyaman bagi para penumpang kereta api. Sebagai bentuk kompensasi kepada para penumpang, KAI memberikan service recovery berupa minuman dan makanan ringan hingga berat kepda penumpang yang perjalannya terdampak.
“KAI selalu berkomitmen untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam perjalanan KA, khususnya di wilayah Daop 8 Surabaya,” pungkasnya. (red)