SLB PGRI Dibobol Maling, Pelaku Gasak Dua Laptop 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com)- Kawanan pencuri membobol Sekolah Luar Biasa (SLB) PGRI Kabat di Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Rabu (19/7) pagi. Pelaku berhasil menggasak dua buah laptop di dalam kelas. Kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.

Diduga pelaku lebih dari satu orang. Para pelaku masuk setelah menjebol teralis kelas. Pelaku merusak besi pengaman jendela, lalu masuk dengan mudah. Begitu masuk, pelaku hanya mengincar laptop yang diletakkan di atas meja.

Usai menjalankan aksinya, pelaku langsung kabur. Selain merusak teralis, pelaku juga membobol pintu dengan merusak kuncinya. Diduga, pelaku memanjat menggunakan kursi yang ada di depan kelas.

Peristiwa ini baru diketahui sekitar pukul 07.25 WIB. Kala itu, salah satu guru, Feli (25), hendak masuk kelas. Awalnya, Feli curiga ketika masuk kelas. Lampu di kelas mati. Dia pun mengecek meteran listrik, lalu menghidupkannya. Kecurigaannya bertambah setelah melihat laptop di dalam kelas sudah raib.

Dia kemudian menghubungi Kepala Sekolah, menanyakan keberadaan laptop. Guru kelas ini makin curiga melihat satu pintu kelas sudah terbuka. Setelah diperiksa, besi teralis jendela sudah rusak. Besi pelindungnya raib.

“Laptop yang hilang berada di dua kelas. Ini laptop untuk mengajar dan berisi data-data sekolah,” kata Kepala SLB Kabat, Samsu Murdiansah (32). Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Rogojampi.

Tak berselang lama polisi tiba di lokasi. Hasil olah TKP, ditemukan besi pelindung jendela dibuang pelaku tak jauh dari lokasi. “Tadi ditemukan besi jendela di buang di sawah,” jelasnya.

Dugaan sementara, pelaku beraksi menjelang dini hari. Pelaku masuk dengan mudah lantaran bangunan SLB ini belum memiliki tembok. Bangunan sekolah ini juga baru. Dibangun sekitar 1 tahun. Lokasinya di pinggir perkampungan, dikelilingi persawahan.

Sehingga memudahkan pelaku menjalankan aksinya. “Harapannya, pelaku bisa segera ditemukan. Kami berharap, data-data dalam laptop yang dicuri bisa diselamatkan,” tutupnya. (udi)

Srikandi Ganjar Beri Pelatihan Public Speaking bagi Perempuan Muda di Situbondo

0

Situbondo, (pawartajatim.com) – Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking menjadi salah satu modal yang berharga bagi kaum milenial. Baik dalam dunia pekerjaan maupun kehidupan sosial sehari-hari.

Hal itu menjadi alasan kelompok sukarelawan Srikandi Ganjar Jawa Timur/Jatim menggelar Pelatihan Public Speaking untuk kaum muda. Khususnya perempuan di Kabupaten Situbondo Rabu (19/7).

“Hari ini kegiatannya adalah pelatihan public speaking. Terutama di bagian MC. Jadi, bagaimana cara milenial di Situbondo menjadi seorang MC,” kata Koordinator Wilayah Srikandi Ganjar Jatim, Cindy Miftakhul Maghriza.

Kegiatan tersebut diikuti para perempuan muda yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Situbondo dan diisi pemateri dari kalangan praktisi public speaking serta influencer.

Bahkan, Cindy, mengaku, tak menyangka ada diantara peserta yang rela menempuh perjalanan selama berjam-jam untuk datang ke lokasi acara di Kafe Fortuna Kecamatan Situbondo.

“Dukungannya perempuan yang ada di sini. Mereka sangat bersemangat dan antusias. Bahkan, mereka datang ke sini sangat tepat waktu,” ujar Cindy, yang terkesan dengan antusiasme para peserta.

Semangat kaum muda itu juga dimaknai sebagai bentuk dukungan mereka terhadap sosok Ganjar Pranowo yang diusung para sukarelawan Srikandi sebagai calon presiden 2024 mendatang.

Srikandi Ganjar beri pelatihan public speaking bagi perempuan muda di Situbondo. (foto/ist)

Cindy mengatakan, kaum muda di Situbondo umumnya terkesan dengan program-program kerja Ganjar, saat menjabat Gubernur Jawa Tengah/Jateng, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat.

“Mereka benar-benar tahu bagaimana sosok Ganjar Pranowo. Jadi, di sini kita juga sangat senang karena mereka semangat (mengikuti kegiatan sukarelawan),” ujar Cindy. Adapun, tujuan Srikandi Ganjar, menggelar pelatihan public speaking kali ini adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka untuk tampil dan mengemukakan gagasan di hadapan publik.

Hal itu diakui sesuai dengan visi misi Ganjar untuk meningkatkan kemampuan generasi muda. Sehingga mereka memiliki nilai tambah di tengah masyarakat maupun pekerjaan. Tujuannya adalah biar menggali potensi para milenial yang ada di Situbondo. Kemudian mereka bisa percaya diri untuk menjadi seorang MC.

Tujuan dari kegiatan ini mungkin mereka bisa jadi MC di acara-acara kecil. Kemudian, gak jadi MC, gak jadi narasumber tapi jadi konten kreator,” tuturnya. Manfaat dari pelatihan public speaking itu sangat dirasakan para peserta.

Seperti diakui salah seorang perempuan muda asal Situbondo bernama Deviana. Selain itu, ia menilai para sukarelawan juga berhasil mengemas kegiatannya dengan menarik sehingga para peserta pun tidak bosan mengikuti materi yang disampaikan para pemateri.

“Kegiatannya seru banget, asik dan saya (jadi) punya banyak teman di sini jadi punya banyak kenalan. Tadi itu belajar public speaking kemudian hambatannya dan solusinya. Sangat sangat bermanfaat sekali,” kata Deviana.

Melalui kegiatan itu pula mereka bisa lebih mengenal sosok Ganjar termasuk prestasi dan komitmennya dalam membangun bangsa Indonesia setelah terpilih menjadi presiden 2024 mendatang.

Devina menyoroti program-program yang berkaitan dengan kaum perempuan agar lebih diprioritaskan oleh Ganjar apabila terpilih menjadi presiden nanti. Harapannya untuk Pak Ganjar semoga banyak program-program kepemudaan (untuk) pemuda khususnya perempuan karena perempuan itu sebagai wajah dari Indonesia.

‘’Kalau tidak ada perempuan, Indonesia itu tidak berwarna,” ujarnya. Terakhir, Deviana bersama para perempuan muda lain di Kabupaten Situbondo berharap dapat bertemu langsung sengan Ganjar untuk menyampaikan aspirasi mereka. “Semoga ke depannya Pak Ganjar bisa bertemu langsung sama anak-anak muda di Situbondo khususnya perempuan,” kata Deviana. (rid)

SMP Raden Rahmat dan SRPB Jatim Gelar MPLS tentang Kebencanaan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Ada yang menarik dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang diselenggarakan SMP Raden Rahmat, Surabaya. Sekolah yang berada di Jalan Karangrejo IX No. 1, Wonokromo, Surabaya ini, memberikan materi kesiapsiagaan menghadapi bencana, Selasa (18/7).

Materi diberikan oleh Koordinator Sekretariat Bersama Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur/Jatim, Dian Harmuningsih. Siswa diberikan pengetahuan umum terkait bencana, kerentanan, ancaman, dan potensi yang ada.

Dengan thema Edukasi Penanggulangan Bencana di Sekolah: Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Dasar, kegiatan ini dihadiri oleh 60 siswa. Mereka sangat tertarik dan antusias mengikuti kegiatan ini. Apalagi, materi kebencanaan masih sangat jarang diberikan kepada satuan pendidikan.

Dian Harmuningsih, mengungkapkan, Jatim memiliki 13 potensi bencana. Meski banyak ancaman bencana, namun siswa diharapkan bisa menjadi pelopor kesiapsiagaan bencana di keluarganya.

“Mereka diharapkan sadar terhadap bencana sehingga ilmu yang diberikan bisa ditularkan kepada lingkungan sekitarnya,” kata Dian Harmuningsih. Dengan pemberian materi ini, lanjut Dian, siswa akan menjadi pribadi yang tangguh.

Apalagi, siswa di sekolah termasuk kelompok rentan. Sehingga mereka perlu mendapat edukasi yang lebih tentang kebencanaan. Sementara itu, Kepala SMP Raden Rahmat Iwan Setiawan menyatakan, pihaknya berterima kasih atas kesediaan koordinator SRPB Jatim untuk hadir dalam mengedukasi siswa siswi sekolahnya.

“Karena pengetahuan tentang bencana bagi siswa sekolah saat ini menjadi hal yang penting,” pungkasnya. (rizki)

Rumitnya Regulasi Dunia Perhotelan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tumpang tindih kewenangan aparat di dunia perhotelan. Bisnis pariwisata khususnya perhotelan mulai menggeliat seiring dengan selesainya pandemi covid-19. Sebagai penyedia layanan akomodasi dan konsumsi, hotel berlomba-lomba melakukan terobosan inovasi. Baik produk maupun layanannya.

Pemerintah, selaku regulator dan fasilitator berusaha membantu para pelaku usaha perhotelan, dengan melakukan sosialisasi peraturan dan melakukan evaluasi pelaksanaannya. Pendapat tersebut terungkap para pihak terkait acara Sharing Crisis Management yang diselenggarakan DPP PHMI di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia/PWI Jatim Senin (17/7).

Kepala Satpol PP Provinsi Jatim, M Hadi Wawan Guntoro, menyampaikan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), institusinya bertanggung jawab terhadap penegakkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jatim, termasuk melakukan pengawasan dan penertiban terhadap hotel-hotel yang berada di jalan-jalan dengan kualifikasi jalan provinsi.

Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, AKBP Benny Elfian Syah, SH., MHum. (foto/nanang)

Selain itu, Pemerintah Provinsi melalui Satpol PP juga bertugas melakukan pengawasan terhadap hotel dengan jumlah unit kamar 101 sampai 200, memiliki restoran dengan kapasitas 101 sampai 200, terdapat spa, bar atau klub malam.

“Kami dengan senang hati melakukan sosialiasi kepada pihak hotel terkait kewenangan Pemerintah Provinsi,” kata Kepala Satpol PP Pemprov Jatim, M Hadi Wawan Guntoro. Sementara, Kepala Bidang/Kabid Penegakkan Perda Satpol PP Kota Surabaya, Yudhistira, menyampaikan, kewenangan Pemerintah Kota terhadap dunia perhotelan yang paling krusial adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Sertifikat Layak Fungsi (SLF).

Pemerintah kota melalui Satpol PP melakukan pengawasan ketat terhadap kedua perizinan ini. Sering kali Satpol PP harus menerbitkan peringatan 1 dan 2, hingga menerima permintaan bantuan penertiban/Bantib dari dinas terkait.

Kepala Bidang/Kabid Penegakkan Perda Satpol PP Kota Surabaya, Yudhistira, (foto/nanang)

Jika suatu ketika terjadi dugaan tindak kriminal di hotel, seperti pencurian, perzinahan, atau pembunuhan, maka institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) adalah lembaga yang berwenang melakukan penanganan.

“Apabila terjadi tindakan kriminal di hotel, maka marcomm atau yang ditugaskan oleh management segera berkoordinasi dengan kepolisian, supaya masalah tidak menjadi liar. Karena ini berkaitan  dengan image hotel,” ujar Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, AKBP Benny Elfian Syah, SH., MHum.

Namun, apabila pelaku kejahatan di hotel diduga adalah oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau anggota Polri, maka pihak hotel wajib berkomunikasi dengan Polisi Militer. Bisa dengan POM AD, AL atau AU.

“Anggota TNI dan Polri tidak terjangkau oleh peradilan umum,” tegas Kadis Gakkum Lantamal V, Letkol (L) Didik P Irawan, SH., MH. Banyaknya regulasi terkait dengan pendirian maupun operasional yang harus diperhatikan manajemen hotel, terkadang membuat bingung dan sulit dalam melaksanakan aturan tersebut.

Seorang manager hotel peserta sharing yang enggan disebutkan namanya, mengaku kesulitan saat mengurus LSF. Tumpang tindih batasan kewenangan, dan banyaknya pihak terkait juga menjadi kesulitan tersendiri bagi managemen hotel saat menjalankan tugas di lapangan.

Mereka merasa perlu penyederhanaan aturan dibidang perhotelan supaya lebih efektif dan efisien. (nanang)

Memasuki Bulan Suro, Kolektor Keris di Banyuwangi Gelar Ritual Jamasan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Memasuki bulan Suro dalam penanggalan jawa, kolektor keris di Banyuwangi menggelar ritual jamasan, Rabu (19/7/2023) siang. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini memberikan edukasi tentang peninggalan leluhur Nusantara. Selama ritual,beragam keris kuno dipamerkan.

Ritual jamasan adalah prosesi memandikan keris menggunakan bunga tujuh rupa. Usai dimandikan, keris diberikan aneka wewangian. Selama prosesi, sejumlah sesajen disiapkan. Aroma dupa semerbak mengiringi prosesi jamasan. “ Ritual jamasan ini untuk membersihkan keris setelah setahun menyerap energi negatif dari pemiliknya. Jadi, keris kita berikan energi positif,” kata  KRT. Ilham Triadi Nagoro, kolektor keris di Banyuwangi.

Tradisi jamasan ini rutin digelar setiap tahun. Lokasinya  dipilih di pelataran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi. Para kolektor keris biasanya memanfaatkan kegiatan ini untuk membersihkan keris masing-masing. “ Jadi, kami memberikan jasa jamasan. Karena, banyak kolektor keris yang belum tahu cara perawatannya,” jelas pria yang juga pembuat keris ini.

Selain jamasan, beragam jenis keris ikut dipamerkan. Rata-rata,  berusia ratusan tahun. Salah satunya, keris Betok peninggalan Kerajaan Kediri. Keris ini dibuat sekitar tahun 800 Masehi. Ada juga keris peninggalan era Kerajaan Singosari. Namanya, Panji Penganten. Keris ini mampu merukunkan orang dan memberikan kewibawaan. “ Ini sangat cocok untuk para pemimpin,” katanya.

Keris lainnya, peninggalan era Empu Gandring. Keris ini mirip yang digunakan Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung. Peninggalan lainnya keris era Majapahit. Yaitu, Tri Sula buatan Empu Pitrang. Tak kalah memikat, keris dan senjata peninggalan era Blambangan, cikal bakal Kabupaten Banyuwangi. Senjata ini dipakai pada perang puputan Bayu oleh pejuang Blambangan melawan VOC. Ada tombak Biring Lanang dan Padmayoni yang dipakai membunuh panglima VOC Van Schopoff.  Lalu, pedang Luwuk yang paling ditakuti VOC. Pedang ini memiliki bisa racun dari ular luwuk yang ganas. “ Senjat dan keris ini peninggalan dari Rempeg Jogipati yang memimpin perang puputan Bayu tahun 1771,” jelasnya lagi.

Selama jamasan ini, sedikitnya 500 pusaka yang dipamerkan ke publik. Kegiatan ini biasanya digelar selama seminggu. Warga juga bisa membeli keris kuno ini jika tertarik. Termasuk, meminta edukasi tentang perawatan benda bersejarah ini. “ Keri situ sudah diakuai UNESCO sebagai warisan dunia. Jadi, harus kita lestarikan,” tutup pemilik penghargaan Bintang Krida Budaya ini. (udi)

Ganjar Creasi Gelar Nobar dan Bedah Film Jenderal Soedirman di Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kelompok alumni muda Universitas Airlangga Surabaya yang tergabung dalam sukarelawan Ganjar Creasi (G-Creasi) mengadakan nonton bareng/Nobar dan bedah film Jenderal Soedirman.

Kegiatan yang berlangsung Selasa (18/7) malam itu sekaligus untuk menyosialisasikan Ganjar Pranowo, sebagai Calon Presiden 2024 kepada para peserta yang berasal dari berbagai organisasi mahasiswa daerah di Surabaya.

“Nonton bareng film Jenderal Soedirman untuk memahami, menjadi pengetahuan dan pemahaman bagi mahasiswa di sini dan bagi peserta supaya tidak lupa dengan sejarah,” kata Koordinator G-Creasi Unair, Afrin Rifky Ariel.

Jenderal Soedirman, adalah film biopik Indonesia yang dirilis pada 2015, tentang kisah perjuangan Jenderal Soedirman, saat memimpin perang gerilya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Walaupun sedang menderita penyakit paru-paru, Jenderal Soedirman, diceritakan tetap turun di medan perang dan memimpin pasukannya melawan para tentara penjajah bersenjata canggih.

Menurut Afrin, film jadi salah satu media pembelajaran yang menarik untuk masyarakat. Terutama generasi muda, dalam mengenal sejarah bangsa dan pahlawannya. “Tujuan utama sebenarnya jadi pengetahuan dan pemahaman, supaya peserta tidak melupakan sejarah. Dan film itu menjadi salah satu sarana di mana juga bisa menjadi media untuk belajar,” ujarnya.

Ganjar Creasi gelar nobar dan bedah film Jenderal Soedirman di Surabaya. (foto/ist)

Selain ceritanya yang menarik, film yang disutradarai Viva Westi, dibintangi sejumlah aktor ternama nasional. Seperti, Adipati Dolken, Ibnu Jamil, Mathias Muchus, Baim Wong Nugie dan lainnya. Peserta pun terlihat antusias menonton film dari awal hingga akhir.

Dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai aspek teknis produksi maupun substansi cerita film tersebut. Filmnya itu tentang Jenderal Sudirman, salah satu pahlawan yang memperjuangkan bangsa Indonesia, dimana generasi milenial.

‘’Anak muda zaman sekarang itu juga harus tahu tentang bagaimana perjuangan para pahlawan kita pada zaman dahulu memperjuangkan bangsa ini,” kata Afrin. Dikaitkan dengan sosok pemimpin masa depan yang berjiwa muda, Afrin, menilai sosok yang paling sesuai dengan kriteria tersebut adalah Ganjar Pranowo, jika dilihat dari gaya dan cara pemikirannya.

Afrin dan para alumni muda Unair optimistis Ganjar, akan menjadi Presiden Republik Indonesia yang peduli terhadap generasi muda lewat program-programnya yang bagus. Seperti saat dia menjadi Gubernur Jawa Tengah/Jateng.

“Pak Ganjar adalah sosok salah satu pemimpin, calon presiden yang mempunyai tingkat kepemimpinan yang kuat dan kualitas yang bagus untuk menjadi calon presiden atau bisa mendukung generasi milenial berkesenian dan bisa meningkatkan banyak hal positif di Indonesia,” katanya.

Para peserta kegiatan mengaku mendapatkan banyak pengetahuan sejarah dan pemahaman tentang perjuangan pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia saat itu.

Salah seorang peserta nonton bareng dan bedah film Jenderal Soedirman, bernama Aswin Prasetiyo, mengapresiasi sukarelawan G-Creasi yang telah menggelar kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat positif bagi kalangan generasi muda. Karena kegiatan ini menayangkan film Jenderal Sudirman. Dimana, bisa menguatkan jiwa generasi muda saat ini,” ujar Aswin.

Dia berharap G-Creasi bisa terus menggelar kegiatan positif untuk memajukan pemikiran dan kemampuan kaum muda yang ada di Surabaya maupun daerah lain di Jatim. (rid)

Kualifikasi FIBA U-16: Kandaskan Malaysia, Indonesia Optimis Lolos ke Qatar

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tim Nasional/Timnas Basket Putra Indonesia U-16 menjaga asa lolos ke kejuaraan kelompok usia tingkat Asia di Doha, Qatar, setelah mengalahkan Malaysia U-16 dengan skor 83-80 di babak “FIBA U-16 Asian Championship SEABA Qualifiers” hari kedua yang digelar di GOR CLS Knights Surabaya, Selasa (18/7) malam.

Pada kuarter pertama, Tim Malaysia U-16 mampu mengungguli permainan tuan rumah. Kuarter ini ditutup dengan keunggulan Malaysia dengan skor 30-21. Memasuki kuarter kedua, Timnas Indonesia langsung tancap gas.

Mereka berambisi mengejar ketertinggalan poin di kuarter pertama. Indonesia mampu berbalik unggul 37-35 atas Malaysia. Kuarter kedua ditutup untuk keunggulan Indonesia dengan skor 46-44. Pada kuarter ketiga, Timnas Indonesia berupaya memperlebar selisih poin dari Malaysia.

Anak asuh Liem Filixs ini mampu mengunci pertandingan dengan angka 70-57 atas Malaysia. Pada kuarter keempat, Indonesia semakin menjauh dari kejaran Malaysia. Mereka sanggup memimpin 73-57 pada awal kuarter ini.

Tim Indonesia mampu menutup pertandingan dengan kemenangan 83-80 atas Malaysia. Pada pertandingan ini, pemain Indonesia, I Ketut Gede Bayu Prayoga Putra, mencetak 27 poin. Sedangkan, pemain dari Malaysia Jian Wei Tan mencatat 20 poin.

I Ketut Gede Bayu Prayoga Putra, mengaku kehadiran dukungan dari para suporter di GOR CLS Knights Surabaya mampu meningkatkan semangat bertarung rekan-rekannya. Ditambah dukungan orang tuanya yang hadir langsung di tribun penonton.

“Penonton yang banyak, membuat saya lebih semangat dan di-support juga oleh orang tua. Saya berharap para supporter bisa memberikan dukungan di laga penentuan menghadapi puncak group Tim Nasional Filipina U-16 Rabu (19/7),” kata Prayoga, usai pertandingan.

Di sisi lain, Prayoga menyebut tim pelatih akan mematangkan strategi untuk meraih hasil positif pada laga besok. “Persiapan khusus untuk pertandingan selanjutnya mungkin besok akan lebih dibahas, dan jangan lupa dukung Indonesia besok melawan Filipina,” terangnya.

Sementara, Pemain Malaysia, Jian Wei Tan, menyebut kekalahan ini lantaran faktor kedisiplinan para pemain menggalang pertahanan, sehingga penggawa Timnas Indonesia mampu beberapa kali mencetak poin krusial.

“Pertahanan kami harus lebih baik ke depannya, kami juga akan menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Thailand,” jelasnya. Pada pertandingan sebelumnya, Filipina tampil perkasa dengan menumbangkan perlawanan Thailand dengan skor 85-49.

Laga penentuan akan digelar Rabu, 19 Juli 2023. Pada laga pertama pukul 17.00-19.00 WIB akan mempertemukan Thailand melawan Malaysia U-16. Sedangkan, laga kedua pukul 19.00-21.00 WIB,  Filipina menantang tuan rumah Indonesia. (red)

Menghadapi Masalah, Bagaimana Managemen Hotel Bersikap?

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Bangkitnya industri perhotelan pasca pandemi, isu penertiban hukum di sebuah hotel menjadi sensitif. Apabila tidak ditangani dengan baik, akan berimbas pada pertumbuhan industri perhotelan.

“Banyak hal, kejadian sering terjadi di hotel yang tidak diinginkan. Karena itu, PHMI ingin ada pemahaman bersama antara teman-teman hotel, aparat keamanan, media, agar bisa menjadi sinergi baik demi pertumbuhan industri pariwisata di Tanah Air,” kata Ketua Umum DPP Perhimpunan Hotel dan Media Indonesia/PHMI, Arief Rahman, disela sharing session bertajuk ‘Crisis Management’ yang digelar DPP PHMI, di Sekretariat PWI Jatim, di Surabaya Senin (17/7).

Diskusi ini membahas permasalahan bagaimana managemen hotel harus bersikap ketika menghadapi permasalahan terkait peristiwa. Khususnya yang berkaitan dengan pelanggaran hukum di lingkungan perhotelan.

Ia mengungkapkan, dengan adanya gelaran diskusi ini dapat lebih mempererat hubungan antara hotel, aparat penegak hukum, dan media. Diskusi ini didukung Jamu Iboe, The Southern Hotel Surabaya, Aston Mojokerto, Aston Inn Surabaya, favehotel Sidoarjo, favehotel Rungkut, G Suites Hotel, 18 Suites Villa Kuta Bali, Pop Hotel Diponegoro, Institut Amithya, Amithya Hotel & Resort, dan Gunawangsa Hotel Manyar ini menghadirkan sejumlah narasumber.

Antara lain, Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur, M Hadi Wawan Guntoro, Kadis Gakkum POM Lantamal V, Letkol Laut PM Didik P Irawan SH, MH, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Surabaya, Yudhistira, Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, AKBP Beny Elfian Syah SH MHum, dan Ketua PWI Jatim, Lutfhil Hakim.

Ketua PWI Jatim, Lutfhil Hakim. menyoroti peran penting PR hotel dalam merespons suatu permasalahan. Semakin direspons cepat, maka permasalahan tersebut dapat terselesaikan tanpa harus melebar kemana-mana.

“Misalnya ketika hotelnya digerebek polisi karena kasus narkoba, maka PR atau Humas hotel harus cepat merespons permasalahan tersebut, jangan terlalu lama karena nantinya akan bertambah liar kasusnya dan bisa membentuk imej negatif untuk hotelnya,” ungkapnya.

Lutfil melanjutkan, respons yang cepat tersebut dilakukan dengan koordinasi bersama pihak-pihak terkait seperti manajemen hotel, polisi hingga Satpol PP. Ini dilakukan sebelum memberikan statement khusus kepada pihak media yang bisa dipastikan akan membutuhkan keterangan dari pihak hotel terkait adanya masalah di hotel tersebut.

Apalagi di zaman digital seperti sekarang ini, tak hanya media saja yang harus dihadapi pihak hotel ketika tersandung masalah tapi juga aktivis media sosial. “Media saja ada yang media resmi, ada yang juga tidak resmi. Di zaman digital seperti sekarang sangat mudah menjadi seorang jurnalis. Semua orang bisa dengan mudah mengaku sebagai jurnalis,” tandasnya.

Sementara AKBP Beny Elfian Syah bisa memaklumi keresahan manajemen hotel ketika ada petugas melakukan tindakan pemeriksaan menyusul adanya dugaan tindak kriminal, terutama yang dilakukan tamu baik yang berkaitan dengan prostitusi, narkoba, maupun tindak kriminal lainnya.

Pria yang akrab disapa Elfian ini lalu menyoroti kabar seorang artis yang tertangkap tangkap di sebuah hotel di Surabaya karena ‘pesta narkoba’. Akibatnya, properti itu dapat ‘cap’ sebagai tempat nyabu oleh masyarakat.

“Kami maklum bila berita ini lalu bikin pihak hotel merasa tidak nyaman,” tuturnya. Namun, Elfian mengingatkan bahwa ketika aparat melakukan upaya penegakan hukum tentunya didasari ketentuan hukum yang melekat pada tugasnya.

Maka Elfian berharap kerjasama pengelola hotel untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran hukum sehingga tidak ada petugas atau aparat yang masuk untuk melakukan pemeriksaan di area perhotelan. (bw)

Wawali Armuji Beri Motivasi Siswa SD Peserta MPLS Tanpa Bullying

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mengunjungi SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya dan memberikan motivasi kepada ratusan siswa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Armuji juga memastikan, MPLS dilakukan sekolah dengan aman, nyaman dan menyenangkan bagi siswa, serta tanpa ada kekerasan dan bullying (perundungan).

Kunjungan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, ini sempat mengejutkan ratusan siswa SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya yang sedang mengikuti MPLS. Sebanyak 236 siswa baru mengikuti MPLS hari kedua yang digelar di halaman sekolah setempat. Selain memastikan MPLS digelar dengan aman dan nyaman.

Armuji juga memberikan motivasi kepada ratusan siswa agar semangat belajar dalam meraih cita-cita masa depan. Para Guru juga diingatkan agar MPLS dilakukan dengan cara yang menyenangkan bagi siswa.

Para siswa bisa merasa dan menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman sebagai taman pembelajaran yang menyenangkan. “Sehingga, para siswa bisa menimba ilmu dan membentuk karakter dengan baik dan menyenangkan,” ujar Armuji di hadapan ratusan siswa peserta MPLS, Selasa (18/7).

Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Edi Susanto, mengatakan MPLS yang digelar selama dua hari di sekolahnya ini agar para siswa baru dapat mengenal sekolah yang akan dijadikan sebagai tempat belajar mereka.

Pihaknya menjamin tidak ada kekerasan maupun bullying (perundungan) selama berada di lingkungan sekolah. Alhamdulillah, pada ajaran tahun baru ini, SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya menerima sebanyak 236 siswa baru atau naik sembilan siswa baru dibandingkan pada tahun ajaran lalu.

‘’Meski demikian, pihaknya memastikan para siswa mendapatkan sistem pembelajaran yang sama yang diterapkan sekolah sesuai kurikulum dari Kemendikbukristek,” jelas Edi. (red)

Timbun 5 Ton Solar Subsidi, Dua Warga Banyuwangi Diamankan 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Aksi penimbunan solar bersubsidi dibongkar jajaran Reskrim Polresta Banyuwangi. Dua pelaku berhasil diamankan. Dari keduanya disita sebanyak 25 drum solar bersubdisi. Total ditaksir mencapai sekitar 5 ton.

Dua pelaku penimbunan solar ini masing-masing berinisial H (38), asal Kalipuro dan DA (40), asal Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi. Kedua pelaku diamankan ketika  mengirimkan solar ilegal ini ke salah satu penadah di Jalan Raya Rogojampi, Banyuwangi.

 “Dua pelaku kita amankan Minggu (16/7) pagi. Keduanya baru saja mengirimkan atau menjual solar subsidi yang ditimbun,” kata Wakapolresta Banyuwangi AKBP Dewa Putu Darmawan, dalam rilis di Mapolresta, Selasa (18/7).

Penangkapan dua pelaku berawal dari penyelidikan Unit Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polresta Banyuwangi. Polisi mendapati adanya aksi penimbunan solar bersubsidi dalam jumlah besar. Penyelidikan akhirnya menemukan cukup bukti.

Akhirnya, polisi membuntuti dua pelaku yang hendak mengirimkan solar ilegal tersebut. Polisi kemudian menghentikan kedua pelaku yang mengangkut solar menggunakan mobil truk bernopol P 9514 VJ.

Bersama barang bukti, keduanya digiring ke Polresta. Selain solar, polisi mengamankan sejumlah barang bukti lain. Diantaranya, sebuah pompa alkon, dua buah ponsel dan truk yang digunakan beraksi.

Hasil penyelidikan, kddua pelaku memiliki peran berbeda. Pelaku berisial H berperan sebagai sopir truk, sedangkan pelaku berinisial DA berperan sebagai penjual solar ilegal tersebut. Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Banyuwangi.

Penyidik masih menelusuri asal usul solar ilegal tersebut. Muncul dugaan, solar itu dibeli dari sejumlah SPBU menggunakan mobil biasa. Lalu, ditimbun ke dalam drum. Kedua pelaku dijerat dengan pasal 40 angka 9 Undang – Undang RI No.6 tahun 2023 tentang Perppu No. 22 tahun 2021 tentang Minyak dan Gas Bumi.

“Ancaman hukumannya pidana penjara 6 tahun dan denda Rp 60 miliar,” tegas Wakapolresta. (udi)