Masuk Kemarau, Lereng Gunung di Utara Banyuwangi Terbakar

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Lereng gunung di utara Banyuwangi, terbakar. Penyebabnya masih misterius. Diduga, dipicu musim kemarau. Lokasi yang terbakar berada di wilayah perbatasan tiga kabupaten. Masing-masing, Kabupaten Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso.

Api diketahui berkobar mulai Senin (17/7/2023) malam. Kebakaran terlihat jelas dari arah utara Banyuwangi, terutama wilayah Wongsorejo. Lereng gunung tampak memerah, mengepulkan asap. Pemandangan ini banyak diabadikan warga, meluas ke jejaring media sosial.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Mujito membenarkan kebakaran hutan tersebut. Pejabat ini mengaku sudah mendapatkan laporan dari tim di lapangan.

“Informasi yang kami dapat letaknya di perbatasan Banyuwangi dan Situbondo. Ada laporan juga masuk wilayah Bondowoso,” kata Mujito, Selasa (18/07/2023).

Dari arah Wongsorejo, api terlihat membara di kawasan Perkebunan Pasewaran, Wongsorejo. Api tampak membara, cukup luas. Dugaan sementara, kebakaran hutan tersebut  berasal dari ilalang yang mulai mengering. Karena terjadi gesekan, akhirnya memicu api dan meluas. “Petugas kami  masih turun ke lapangan untuk memastikan titik koordinat. Kawasan yang terbakar merupakan hutan belantara,” jelasnya.

Pihaknya mendapat kabar kebakaran ini berawal dari laporan masyarakat. Begitu mendapat kabar, pihaknya langsung mengerahkan tim. Beratnya medan membuat petugas tak mudah menjangkau lokasi. “Perlu kami sampaikan, saat ini kondisi api yang membakar hutan sudah padam,” tutupnya. (udi)

Gegara Curhat, Seorang Remaja di Banyuwangi Dicabuli Temannya di Hotel

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Gara-gara curhat, AIV (17), seorang remaja asal Desa Cluring, Kecamatan Cluring, Banyuwangi menjadi korban pencabulan. Remaja ini dicabuli di sebuah hotel di Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Celakanya, pelaku adalah temannya sendiri.

Pelaku berinisial RD (29), asal Desa Kepundungan, Kecamatan Srono. Korban berhasil dicabuli setelah pelaku melancarkan bujuk rayu. Tragedi ini berawal ketika korban mengaku sedang memiliki masalah. Korban kemudian menghubungi pelaku. Niatnya, mengajak curhat. Korban juga meminta pelaku mencarikan penginapan.

Tanpa pikir panjang, pelaku langsung menjemput korban. Awalnya, pelaku menawari korban menginap di rumahnya. Namun ditolak. Pelaku kemudian mengajak korban ke sebuah hotel di Desa Kebaman. Keduanya akhirnya menginap, menyewa satu kamar.

Tengah malam, pelaku melancarkan aksinya. Dia mengajak korban berhubungan. Ajakan itu ditolak korban. Namun, pelaku tak menyerah. Pelaku akhirnya membujuk korban. Berjanji akan bertanggungjawab. Korbanpun luluh. Akhirnya, pelaku berhasil menggagahi korban.

Keesokan harinya, korban meminta diantarkan pulang. Korban kemudian menceritakan kejadian ini kepada keluarga. Tak terima dengan kejadian ini, keluarga melaporkannya ke Polsek Srono. “Kejadiannya, Minggu (10/7/2023) malam. Korban dicabuli setelah tergiur bujuk rayu,” kata Kapolsek Srono AKP Achmad Junaidi, Selasa (18/7/2023) siang.

Begitu mendapat laporan, polisi langsung memburu pelaku. Pemuda ini hanya bisa pasrah ketika polisi mengamankannya ke Polsek. “ Pelaku sudah diamankan. Penyidikan masih berlanjut,” tegas Kapolsek.

Pelaku dijerat dengan pasal 76 huruf  D atau pasal 76 huruf  E jo pasal 81 Ayat (1) dan atau ayat ( 2 ) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (udi)

Gayeng…., Seminar Ramah Anak Kolaborasi PWI – Dinas Pendidikan Gresik

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Persatuan Wartawan Indonesia/PWI Gresik dan Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik berkolaborasi menggelar seminar pendidikan. Banyaknya permasalahan di dunia pendidikan mendasari diselenggarakan seminar ini.

Kegiatan dilaksanakan di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Senin (17/7). Secara spesifik seminar ini mengusung  problematik  dunia pendidikan yang dikemas dengan tema ‘Tiga Dosa Besar Pendidikan’.

Sejumlah narasumber dihadirkan untuk membahas problematika yang selama ini masih marak ditemukan. Nadiem Anwar Makariem Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memberikan pengantar secara daring.

Dan mengajak hadirin untuk bersama-sama memecahkan problematika tersebut. Narasumber lain yakni Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati (Wabup) Aminatun Habibah.

Seminar dihadiri ratusan peserta dari unsur kepala sekolah, guru di lingkungan Dinas Pendidikan maupun anggota PWI Gresik. Ketua PWI Gresik, Deni Alisetiono, mengatakan, seminar ini diselenggarakan sebagai upaya mencegah terjadinya tiga dosa besar pendidikan di lingkungan sekolah.

“Harapan kita bisa mencegah terjadinya tiga dosa pendidikan itu, yakni perundungan, pelecehan seksual dan intoleransi. Semoga dari kegiatan ini bisa ditemukan solusinya,” kata Deni, panggilan akrab Ketua PWI Gresik ini.

Kolaborasi PWI dan Disdik Gresik ini pun mendapatkan apresiasi dari Menteri Nadiem Makariem. “Tema ini sangat penting untuk terus dibahas, terus didiskusikan oleh semua pemangku kepentingan. Hampir setiap hari kita melihat berita pelajar menjadi korban perundungan, pelecehan seksual dan intoleransi,” ucap Mas Menteri Nadiem.

Kendati demikian, pihaknya terus menguatkan upaya dalam menghapus tiga dosa besar pendidikan tersebut. Seperti penerbitan peraturan menteri tentang pencegahaan dan penanggulangan pelecehan seksual di perguruan tinggi. Ke depan pihaknya merancang regulasi di tingkat PAUD, SD hingga sekolah menengah.

Para peserta seminar yang berasal dari para kepala sekolah dan guru berfoto bersama nara sumber. (foto/dra)

Menteri juga mengajak awak media untuk bersama – sama menggalakkan kampanye pendidikan yang ramah. Mengabarkan apa yang sudah dilakukan pemerintah kepada masyarakat. “Mari terus bergerak serentak mewujudkan lingkungan pendidikan yang merdeka dari kekerasan,” harap Nadiem lewat saluran video.

Hal senada dilontarkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Bupati milenial itu mengatakan, seminar pendidikan ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait agar senantiasa mengevaluasi diri.

Utamanya untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang berkualitas. Poin pentingnya adalah bagaimana menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak ada lagi kekerasan atau perundungan, tidak ada lagi pelecehan seksual dan tidak ada lagi intoleransi.

‘’Saya sangat mengapresiasi PWI Gresik yang mengadakan seminar tiga dosa besar pendidikan di momen hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2023/24. Ini sebagai pengingat,” terang Gus Yani, panggilan keseharian bupati yang masih tergolong muda ini.

Untuk menghapus tiga dosa besar pendidikan tersebut tentu diperlukan upaya bersama. Antara pemerintah, lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. “Guru harus bisa memetakan potensi siswa atau peserta didik. Tidak boleh lagi ada kekerasan. Oleh karenanya guru juga dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas,” tandasnya.

Sedikit berbeda dengan yang disampaikan Wabup Gresik Aminatun Habibah. Perempuan yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah menengah kejuruan  itu berusaha mengikuti akar terjadinya potensi perundungan, pelecehan seksual dan intoleransi di lingkungan sekolah.

Salah satu faktor penyebab permasalahan itu adalah kebijakan tentang zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sistem zonasi membuat kehidupan sekolah menjadi lebih heterogen. Misalnya, sekolah favorit sekarang tidak hanya diisi mereka yang berprestasi saja.

‘’Mereka yang tinggal di dekat sekolah itu juga bisa menempuh pendidikan di sana. Tapi ini saya nilai  sebagai bentuk keadilan,” tandasnya. Sehingga, tenaga pendidik atau guru dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya dalam mengelola kelas. Kehidupan sekolah yang tidak lagi homogen bisa berpotensi terjadinya tiga doa besar pendidikan jika tidak dikelola dengan baik dari semua pemangku kepentingan.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPR RI Zainuddin Maliki menekankan pentingnya penguatan karakter dalam mengikis perundungan, pelecehan seksual dan intoleransi di dunia pendidikan. “Itu yang selalu saya tekankan kepada kementerian, agar penguatan karakter menjadi salah satu prioritas,” tandasnya.

Politisi PAN itu menyoroti terkait kurikulum yang saat ini hanya berfokus pada penilaian literasi dan numerasi. Sementara karakter hanya dilihat dari survei. Akar permasalahannya ada di karakter. Dan penguatan karakter itu harus dilakukan pendalaman.

‘’Tidak bisa hanya disurvei, harus everyday dilakukan. Pembenahan karakter dibutuhkan kemauan, kesungguhan dan pembiasaan. Butuh waktu,” tegasnya. Terakhir, Kepala Dinas Pendidikan Gresik S Hariyanto mengaku pembahasan tiga dosa besar pendidikan ini penting dalam rangka merealisasikan sekolah ramah anak.

“Serta mewujudkan Gresik sebagai kabupaten layak anak. Tahun 2022 Gresik sudah meraih kategori Nindya atau medium, tahun ini targetnya Gresik kategori utama,” tukasnya. Secara umum kegiatan ini berlangsung gayeng atau meriah.

Karena usai pemaparan terjadi diskusi tanya jawab tentang peristiwa yang pernah dialami pendidik selama interaksi belajar mengajar. Dan para nara sumber merespon dengan uraian yang mencerahkan. (dra)

Kualifikasi FIBA U-16, Indonesia Kalah 62-64 dari Thailand

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tim Nasional/Timnas Basket Putra Indonesia U-16 dipermalukan Thailand dengan skor tipis 62-64 pada laga “FIBA U-16 Asian Championship SEABA Qualifiers” di GOR CLS Knight Surabaya, Senin (18/7) malam.

Kuarter pertama, Timnas Basket Putra Indonesia U-16 bermain sengit menghadapi Thailand U-16. Sebab, sejak awal game, kedua tim menampilkan permainan menyerang. Hasilnya, baik Indonesia maupun Thailand harus rela berbagi skor sama kuat 16-16 hingga peluit berakhir.

Pada kuarter kedua, kedua tim yang berlaga ini kembali mempertontonkan penampilan menyerang. Saling berbalas, poin pun terjadi. Timothy Marvel Christianto dan kawan-kawan sempat unggul 18-16 pada kuarter ini, namun disamakan oleh Thailand.

Penampilan Indonesia masih belum mampu mengunci keunggulan di kuarter kedua. Sebab, Timnas Basket Thailand U-16 sanggup menyelesaikan babak dengan keunggulan tipis 30-32. Pada kuarter ketiga, Timnas Basket Thailand U-16 terus berupaya memperlebar perolehan angka atas Indonesia.

Mereka sempat unggul sembilan poin atau 30-39 atas lawannya. Tak mau dipermalukan di depan pendukungnya, Tim Basket Indonesia U-16 tampil agresif. Mereka akhirnya sanggup memperkecil kedudukan menjadi 36-39, dan berbalik unggul 40-39 atas Thailand.

Namun, Indonesia belum mampu mengunci kuarter ketiga, lantaran harus berakhir sama kuat 47-47. Memasuki kuarter keempat, kedua tim tetap menampilkan permainan sengit. Tak berbeda jauh dari tiga kuarter sebelumnya, kejar-kejar poin pun terjadi.

Namun, Thailand kembali berhasil memperlebar poin menjadi 55-62. Thailand menutup pertandingan dengan kemenangan 62-64 atas tuan rumah Indonesia. Pada pertandingan ini, pemain Timnas Basket Indonesia U-16, Efrael Yerusyalom Enrichia, mencetak 18 poin.

Sedangkan, Victor Dhan Juergensen menyumbang 11 poin bagi kemenangan Thailand. Pelatih Timnas Basket Putra Indonesia U-16, Liem Filixs, mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan kekalahan timnya dikarenakan rasa gugup di atas lapangan.

“Sekali lagi kami berbicara tentang FIBA, saya rasa mungkin ada sedikit gugup karena bermain ditonton banyak penonton,” kata Liem usai pertandingan. Selain itu, beberapa hal menurutnya perlu dilakukan perbaikan untuk meminimalisasi terjadinya turn over dan pola pertahanan.

Ia optimistis ketika dua aspek itu bisa berjalan maksimal bakal memberikan peningkatan signifikan pada performa pemainnya. “Tadi di half time kita koreksi semua apa saja yang salah kita kasih tau dan mereka mengerti lalu diterapkan,” ujarnya.

Meski demikian, Liem tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya di atas lapangan, terlebih di tengah suasana riuhnya stadion oleh teriakan dukungan masyarakat. “Mereka juga percaya dan bermain dengan baik,” katanya.

Liem mengaku masih optimistis mampu membawa Indonesia lolos ke kejuaraan tingkat Asia di Doha, Qatar melalui jalur kualifikasi ini. “Kami selalu yakin untuk lolos dan pertandingan besok ini sangat penting sekali,” pungkasnya. (red)

MPLS SMA/SMK/SLB di Jatim Catatkan Rekor MURI

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMA/SMK/SLB Negeri dan Swasta se-Jawa Timur/Jatim mencatatkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). MPLS yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi/Pemprov Jatim secara serentak tersebut diikuti sebanyak 3.395 sekolah di 38 Kota/Kabupaten di provinsi ini.

Pembukaan MPLS tingkat SMA/SMK/SLB dilakukan dan di pusatkan di SMK Negeri 5 Surabaya Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai.

MPLS tingkat SMA/SMK/SLB, baik negeri maupun swasta se-Jatim tersebut resmi tercatat di MURI. Perwakilan MURI, Sri Widayanti, mengatakan MPLS tersebut dibuka dengan melibatkan sekolah terbanyak atau sebanyak 3.395 sekolah yang tersebar di 38 Kota/Kabupaten di Jatim.

Kegiatan tersebut resmi tercatat di MURI sebagai rekor yang ke-11.070. “Piagam penghargaan MURI dianugerahkan langsung kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa, sebagai pemrakarsa,” kata Sri Widayanti saat menyerahkan Piagam Penghargaan MURI di SMK Negeri 5 Surabaya, Senin (17/7).

Gubernur Khofifah Indar Parawansa, mengatakan MPLS SMA/SMK/SLB secara serentak ini resmi dibuka dan ditandai dengan ikrar anti kekerasan dan anti bullying (perundungan) oleh perwakilan siswa dan diikuti ribuan siswa se-Jatim.

Ia menegaskan tidak ada kekerasan atas nama apapun dalam MPLS ini. Para siswa harus dididik, dibina, dan diingatkan. “Ikrar yang diucapkan oleh peserta MPLS tadi juga mengikat para siswa senior, mentor maupun guru.

Artinya, tidak ada kekerasan yang ditolerir baik yang dilakukan oleh senior, mentor maupun guru,” tegas Gubernur Khofifah. Melalui MPLS ini, Gubernur Khofifah menyampaikan pesan kepada seluruh siswa dan guru untuk bersama-sama membangun semangat bersama.

Para siswa diminta untuk menyiapkan diri sebagai warga negara yang siap untuk memimpin Indonesia di tahun 2045 mendatang, atau saat Generasi Emas Indonesia, dan siswa dituntut harus sehat.

Penguatan karakter dibutuhkan agar siswa taat pada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, taat kepada orang tua dan taat kepada guru. Rasulullah bersabda, bukan umatku kalau yang muda tidak menghormati yang tua, dan yang tua tidak menyayangi yang muda.

‘’Saya ingin siswa junior menghormati senior dan guru-gurunya, serta siswa senior menyayangi juniornya. Semua hidup penuh kasih sayang, anti kekerasan dan perundungan,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan, nantinya, pengawasan MPLS diserahkan kepada sekolah masing-masing untuk bertanggung jawab.

Jika ditemukan adanya tindak kekerasan maupun perundungan di sekolah, pihak sekolah akan diberi sanksi tegas. “Selain itu, pihak sekolah juga wajib menyerahkan hasil MPLS kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di masing-masing Kota/Kabupaten,” pungkasnya. (red)

Santri Dukung Ganjar Gelar Festival Shalawat dan Musik Islami di Kota Malang

0

Malang, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Jawa Timur/Jatim menggelar Festival Shalawat dan Musik Islami di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Sabtu (15/7) malam. Kegiatan tersebut sekaligus digunakan untuk menyosialisasikan Calon Presiden 2024, Ganjar Pranowo, kepada warga, para santri dan anggota majelis taklim dari berbagai wilayah di Kota Malang.

“Hari ini kegiatannya mengenalkan Ganjar Pranowo, kepada masyarakat. Khususnya anggota majelis taklim di tempat ini,” kata Koordinator Wilayah (Korwil) SDG Jatim, Hurriyahi.

Menurut dia, musik islami yang mengiringi lantunan shalawat kerap memeriahkan perayaan Tahun Baru Hijriah di Indonesia. Sehingga, kesenian tersebut juga perlu dilestarikan sebagai salah satu tradisi kebudayaan masyarakat.

“Karena ini menjelang Tahun Baru Islam, Tahun Baru Hijriah, sehingga kami adakan kegiatan musik shalawat ini. Sekaligus, membumikan Festival Selawat di Kota Malang. Tepatnya, di Kecamatan Lowokwaru ini,” tutur Hurriyahi.

Menurutnya, kegiatan kali ini mendapatkan respons yang positif dari para peserta maupun penonton. Hal itu, terlihat dari apresiasi mereka saat menyaksikan penampilan musik sambil ikut bershalawat.

Hurriyahi menilai, warga yang hadir sangat antusias menyaksikan film dokumenter mengenai profil Ganjar Pranowo dan rekam jejaknya selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, masyarakat responsnya positif terhadap sosok Ganjar Pranowo, untuk memimpin negeri ini di 2024. Artinya, masyarakat berharap betul bahwa di 2024 ini Bapak Ganjar bisa memimpin negeri ini, menjadi Presiden Indonesia,” ujarnya.

Dukungan dari masyarakat juga diberikan kepada kelompok sukarelawan SDG Jawa Timur berkat inisiatif mereka untuk memberikan bantuan sound system dan alat-alat musik untuk para santri.

“Jadi bantuan yang diberikan dari kami, Santri Dukung Ganjar merupakan sound system untuk kegiatan selawat di majelis taklim ini. Kemudian, tabanan yang itu sebagai alat musik shalawat yang itu dipakai pada kegiatan-kegiatan majelis taklim di tempat ini,” kata Hurriyahi.

Sementara itu, salah satu group yang tampil pada Festival Shalawat dan Musik Islami malam itu adalah para santri putra dari Majelis Ratib Wal Maulid Addiba’i Samaan atau Al Hidayah. Penampilan mereka disambut tepuk tangan yang meriah dari penonton.

Penyelenggaraan acara tersebut diakui sangat bermanfaat untuk melestarikan tradisi budaya masyarakat. Dalam hal ini adalah kesenian musik islami yang biasa dibawakan oleh para santri di pondok pesantren.

Santri dukung Ganjar gelar festival shalawat dan musik Islami di Kota Malang. (foto/ist)

“Untuk tanggapannya, sekarang kan mau mengarah ke Tahun Baru Hijriah atau Tahun Baru Islam yang mana ini kegiatan positif juga,” ujar salah seorang santri yang hadir di acara tersebut, Edo Parfatma.

Menurutnya, program kegiatan yang digagas kelompok sukarelawan SDG Jawa Timur itu berdampak langsung terhadap masyarakat berkat bantuan sound system hingga alat-alat musik yang memang dibutuhkan oleh para santri.

“Untuk bantuannya, (kami) sangat berterima kasih atas nama santri yang mana (bantuannya) bisa membuat dan memantik teman-teman untuk semangat lagi perihal kerohanian terus kebudayaan-kebudayaan yang berbau islami,” ujar Edo.

Selain itu, para santri di Kota Malang juga semakin mengenal sosok Ganjar Pranowo setelah mengikuti sosialisasi yang dilakukan para sukarelawan SDG lewat penayangan video dokumenter.

Setelah mendengarkan langsung prestasi dan keberhasilan Ganjar selama ini, Edo mengaku semakin mantap mendukungnya menjadi Presiden 2024 mendatang dengan harapan dapat membantu pelestarian tradisi musik islami.

“Harapan untuk Pak Ganjar sendiri dari saya, perwakilan teman-teman (santri), mungkin (Ganjar) bisa menaungi juga pemuda-pemudi yang berwilayah di kerohanian. Yang mana, (musik islami) ini juga kan suatu kebudayaan yang harus dilestarikan, menghasilkan kegiatan positif,” ujarnya. (rid)

Meriah……! Ribuan Warga hingga Kesenian Reog Sambut Kehadiran Ganjar Pranowo di Ngawi

0

Ngawi, (pawartajatim.com) – Bakal calon presiden (bacapres) 2024 dari PDI-P Ganjar Pranowo, disambut antusias warga Kabupaten Ngawi saat safari politiknya ke Jawa Timur/Jatim. Ganjar yang tiba di halaman Alun-alun Ngawi pada Minggu (16/7) sore itu, langsung dikerubungi ribuan warga Ngawi yang telah menunggu kehadirannya di sepanjang jalan.

Mereka kegirangan dengan kedatangan pria berambut putih itu. Selain itu, Ganjar juga disambut reog lengkap dengan penari dan pemain musiknya. Tak hanya itu, para warga juga tampak menyemut untuk bersalaman dan selfie dengan Ganjar.

Kesenian reog sambut kehadiran Ganjar Pranowo di Ngawi. (foto/ist)

“Pak Ganjar foto pak,” kata salah satu warga. “Pak salaman pak,” kata warga lainnya. Adapun kehadiran Ganjar ke Ngawi untuk menghadiri Parade Reog di Kepatihan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Ganjar juga melakukan peletakan batu pertama Joglo Budaya Kabupaten Ngawi. (rid)

Becak Tua ini Diremajakan Grand Inna Tunjungan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sebagai salah satu bentuk dukungan kepada pengemudi becak, Grand Inna Tunjungan melakukan peremajaan becak dengan perbaikan dan pengecatan secara gratis. Kegiatan ini dilakukan kepada beberapa becak milik Kelompok Becak Genteng Baru Surabaya.

Kelompok Becak Genteng Baru merupakan bagian dari Paguyuban Becak Surabaya yang sudah tidak aktif sejak sekitar tahun 2.000 dikarenakan sudah berkurangnya minat masyarakat terhadap alat transportasi tradisional ini.

Disamping itu, sudah banyaknya moda transportasi yang lebih cepat dan efisien. Seiring berjalannya waktu, saat ini, jumlah pengemudi becak Genteng Baru hanya lima anggota. Setiap harinya secara bergantian becak – becak tersebut berada di area Genteng Baru serta menunggu di area sekitar hotel – hotel untuk memberikan fasilitas transportasi bagi para tamu.

General Manager Grand Inna Tunjungan, Ni Komang Darmiati, menyampaikan tujuan utama dilakukannya peremajaan becak adalah untuk meningkatkan pendapatan para pengemudi becak khususnya didaerah Genteng Baru Surabaya dikarekanakan selama ini becak yang dipergunakan membutuhkan perbaikan dan pembersihan sehingga para penumpang yang ingin menggunakan becak merasa kurang nyaman.

Karena perihal tersebut Manajemen Grand Inna Tunjungan akan memberikan dukungan kepada Kelompok Becak Genteng Baru yang terdiri lima anggota dengan melakukan peremajaan becak dan pada 16 Juni.

‘’Manajemen Grand Inna Tunjungan telah melakukan peremajaan kepada becak milik Nilam salah satu dari Kelompok Becak Genteng Baru dengan pengcatan dan penggantian pada beberapa bagian becak seperti atap dan jok/tempat duduk. Sehingga becak menjadi terawat dan bersih,’’ kata Ni Komang Darmiati, di Surabaya Sabtu (15/7).

General Manager Grand Inna Tunjungan, Ni Komang Darmiati (no 4 dari kiri). (foto/ist)

‘’Dengan tampilan becak yang baru dan kami berharap para penumpang akan merasa nyaman dan berkenan menggunakan becak sebagai alat transportasi tradisional di area Surabaya pusat,’’ tambahnya.

Pengerjaan peremajaan becak dilakukan selama 3 hari dan secara simbolis telah diserahkan kepada Bapak Nilam sebagai perwakilan dari Becak Genteng Baru Surabaya pada Senin, 19 Juni 2023 pukul 17.30 dan kedepannya akan dilakukan peremajaan yang sama kepada becak lainnya secara bertahap yang akan selesai pada hari Kemerdekaan Indonesia di 17 Agustus 2023.

Manajemen Grand Inna Tunjungan mempersilahkan Kelompok Becak Genteng Baru untuk stand by di area sekitar hotel sebagai fasilitas tambahan untuk para tamu yang ingin menggunakan becak sebagai transportasi tradisional.

Ia menyampaikan kepada pengemudi becak agar dapat memberikan pelayanan yang baik dengan standar harga yang sesuai serta merawat becak dengan sebaik – baiknya, hal tersebut karena saat ini para pengemudi becak Genteng Baru telah menjadi bagian dari fasilitas di Grand Inna Tunjungan. (bw)

Ganjar Creasi Komitmen Tingkatkan Generasi Muda Melek Digital di Malang

0

Malang, (pawartajatim.com) – Dalam rangka meningkatkan literasi digital, Generasi Alumni Muda UB, ITS, Unair atau yang sering disebut Ganjar Creasi, melakukan program Pelatihan Desain Grafis untuk Generasi Muda Melek Digital, di Warung Kopi Tani, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur/Jatim Sabtu (15/7).

Pada program pelatihan tersebut turut serta hadir puluhan mahasiswa yang sekaligus praktisi UMKM yang berkecimpung dibisnis online. Hadir pula sebagai narasumber, seorang Praktisi Desain Grafis Fikri Muhammad memberikan materi dalam pelatihan tersebut.

“Kebanyakan generasi muda sekarang kan butuh meningkatkan kemampuan digitalnya, salah satunya yaitu desain grafis karena sangat diperlukan ketika mengerjakan tugas atau bahkan mereka yang sudah memulai untuk berjualan online,” kata Koordinator Wilayah Ganjar Creasi Jatim, Ilham Hasan.

Dia menjelaskan agar para peserta bisa menimba ilmu dan mengasah keterampilan sesuai bidang keahlian yang diajarkan, dan berlatih semaksimal mungkin baik secara teori maupun praktik.

Ilmu dan keterampilan yang didapat  akan bermanfaat di kemudian hari, termasuk agar bisa berwirausaha atau menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. “Langkah awalnya supaya mereka bisa memahami dasar-dasar dari desain, kemudian bisa dipraktekkan di dalam kehidupan sehari-hari seperti berjualan online karena kan sekarang jamannya sudah harus melek digital,” lanjut Ilham.

Ganjar Creasi Komitmen Tingkatkan Generasi Muda Melek Digital di Malang. (foto/ist)

Ia mengaku, peserta merespon bagus acara tersebut. Sebab, menurut Ilham, peserta yang datang atas dasar kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan yang dimilikinya. “Bagus responsnya karena ini kegiatan gratis dan rata-rata yang datang karena kebutuhan, sekaligus memberikan dukungan juga sama Pak Ganjar Pranowo,” kata Ilham.

Dia berharap mereka yang hadir dapat menggunakan ilmu desain grafis di dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keperluan tugas atau pun memasarkan usahanya. “Semoga ini bermanfaat dan mereka bisa mengaplikasikannya di kehidupan yang nyata,” pungkas Ilham.

Sementara, Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Gilang merespon bagus diselenggarakan kegiatan tersebut. Menurut Gilang, dirinya ingin memperdalam kemampuan desainnya beserta aplikasi yang digunakan untuk memudahkan proses desainnya.

Ganjar Creasi komitmen tingkatkan generasi muda melek digital di Malang. (foto/ist)

“Saya ingin belajar, memperdalam ilmu desain dan aplikasi yang digunakan itu apa aja biasanya karena akan saya pake untuk kegiatan tugas maupun organisasi,” jawab Gilang. Ia berharap, kegiatan pelatihan tersebut tidak hanya sekali dilakukan.

Sebab, lanjut Gilang, butuh beberapa kali latihan hingga peserta bisa mahir dalam desain grafis. “Harapannya sih semoga ada terus untuk pelatihannya karena satu kali saja kan tidak cukup, supaya saya dan teman-teman di sini semakin mahir dan terampil,” pungkas Gilang. (rid)

Kyai Muda Ganjar Adakan Pelatihan Cara Buat Sosis Ikan Laut, Manfaatkan Hasil Tangkapan Nelayan

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Kiai Muda Jawa Timur/Jatim kembali menggelar sosialisasi secara door to door untuk majelis taklim Jum’at (14/7). Kali ini, sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo, itu mengadakan pelatihan bagaimana cara membuat sosis ikan laut bersama Majelis Taklim Ar Rahman di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng Gresik, Kabupaten Gresik.

Koordinator Wilayah Kyai Muda Jatim, Gus Ali Baidlowi, mengungkapkan, tujuan diadakan kegiatan tersebut dalam rangka mengoptimalkan tangkapan ikan nelayan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan di sekitaran Gresik.

“Kami lihat kondisi nelayan di Gresik ini kurang memberdayakan olahan hasil tangkapannya. Selama ini hanya dibuat semacam ikan asin dikeringkan dan dibuat menjadi tahan lama. Tentu, dalam jangka panjang akan tergerus, maka kita masuk di sini untuk memberikan inovasi olahan hasil tangkapan,” kata Ali, dalam siaran persnya.

Dengan dibuatnya program tersebut, Ali, mendorong masyarakat setempat untuk mengolah dan memgoptimalkan hasil tangkapan lautnya. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki berbagai macam olahan yang bisa di pasarkan di masyarakat. Agar mereka bisa berdaya guna.

‘’Artinya, ketika mereka bisa menginovasikan olahannya, tentu akan berpengaruh pada peningkatan taraf ekonomi. Kemudian, olahan bisa dikonsumsi dalam skala rumah tangga. Kaya akan gizi dan terjamin kebersihannya karena bebas dari bahan kimia,” kata Ali.

Ia membeberkan, kondisi masyarakat di Pesisir Utara Gresik yang masih memerlukan bantuan. Baik bantuan langsung maupun yang bersifat peningkatan mutu dan kualitas masyarakatnya.

Kyai Muda Ganjar adakan pelatihan cara buat sosis ikan laut, manfaatkan hasil tangkapan nelayan. (foto/ist)

Tentu, ini menjadi perhatian dan komitmen dari Kyai Muda Jatim untuk terus menyusun program pemberdayaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada umumnya, kondisi masyarakat di sini hanya mengandalkan hasil dari laut, menjadi nelayan.

‘’Ketika panen raya mereka akan menerima berkah rezeki, tetapi apabila muslim paceklik tiba, mereka sulit mempertahankan kondisi ekonominya karena pendapatan yang pas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” jawab Ali.

Apalagi, kata dia, membuat sosis ikan laut dengan memanfaatkan hasil tangkapan dinilai sangat tepat. Karena memiliki daya tarik dan olahan yang diminati masyarakat. Tentu, peluang usaha dan pengembangan usahanya menjadi hal yang memungkinkan untuk dilakukan.

“Potensi usahanya bagus, karena apabila kita lihat di sekolah dan ketertarikan masyarakat untuk olahan sosis cukup banyak peminatnya, tinggal nanti selanjutnya bagaimana cara memasarkan dan kemasan kita pikirkan untuk diolah sedemikian rupa agar terlihat lebih menarik,” kata Ali.

Untuk itu, Ali berharap, program yang selama ini sudah disusun bisa memberikan dampak nyata dalam perubahan kesejahteraan masyarakat dan makin memperkuat konsolidasi terhadap Ganjar Pranowo di 2024 mendatang.

“Harapannya pasti kami ingin mereka berdaya dan meningkatkan taraf hidupnya. Kedua, kita dorong agar semua masyarakat bergotong-royong untuk bersama-sama menjadikan Pak Ganjar Pranowo menjadi Presiden di 2024,” ujar Ali. (rid)