Usia 19 Tahun, Gadis Cantik ini Dikukuhkan Jadi Wisudawan Termuda ITS

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Lulus kuliah dan menjadi wisudawan termuda di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi kebanggaan tersendiri dan pengalaman tak terlupakan dalam hidup. Hal itu yang kini dirasakan Giselle Hage tepat di usianya 19 tahun 9 bulan.

Giselle menceritakan, ia mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar (SD) di usia belia, yakni 4 tahun di SD Dabasah 2 Bondowoso. Hal ini tidak lepas dari kecakapannya dalam menguasai kemampuan membaca dan berhitung di usia dini.

“Waktu itu aturan terkait usia minimal belum terlalu ketat, jadi bisa didaftarkan sebagai siswa SD di usia belia,” kata mahasiswi dari Departemen Teknik Elektro ITS itu, Sabtu (20/4). Menurut Giselle, dalam setiap jenjang pendidikannya, ia selalu menjadi pelajar termuda di antara rekan-rekannya.

Meski demikian, hal itu tidak menghalanginya untuk cepat beradaptasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Mahir di bidang fisika, Giselle gemar mengeksplorasi alat mikrokontroler sejak SMA. Hal itu juga yang mendasari keputusannya untuk mendaftar ke Departemen Teknik Elektro ITS.

Minatnya pada sistem kontrol tersebut dituangkan dalam tugas akhirnya yang berjudul Kontrol Pembagian Tugas Multiagen Menuju Multitarget dengan Penghindaran Halangan menggunakan Artificial Potential Field.

“Pada dasarnya, penelitian ini mengatur bagaimana sistem mengambil keputusan secara otomatis berdasarkan kondisi yang diberikan,” ungkap alumnus Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jember itu.

Giselle menjelaskan, multiagen yang dikembangkannya berupa tujuh buah drone yang masing-masing memiliki empat baling-baling atau disebut quadcopter. Dengan memperhitungkan faktor jarak dan kecepatan, setiap drone tersebut akan mempertimbangkan cara untuk mencapai target berdasarkan medan artifisial.

“Penelitian ini memanfaatkan daya tolak dan daya tarik yang diberikan pada agen, target dan halangan yang ada,” jelas putri dari almarhum Iwan Sugiharto dan Tryphena Hage tersebut. Lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,71, bungsu dari tiga bersaudara itu mengatakan bahwa keluarga dan rekan-rekannya menjadi motivasi dan semangatnya dalam belajar.

Selain itu, beasiswa Fast Track yang diterimanya untuk melanjutkan studi di Program Magister Teknik Sistem Kontrol ITS mendorongnya untuk menyelesaikan studinya dengan lebih cepat. Giselle juga aktif dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (Himatektro) ITS di bidang Ilmu Keprofesian.

Menurut Giselle, keinginannya untuk dapat berkontribusi meningkatkan keterampilan profesi bagi mahasiswa Teknik Elektro. “Saya senang dengan hal yang berbau akademik dan ingin bermanfaat bagi sekitar,” terang wisudawan kelahiran Bondowoso, 16 Juli 2004 itu.

Kesenangannya untuk memberikan manfaat akademik juga ditunjukkan saat menjadi asisten laboratorium. Di tahun ketiganya berkuliah, ia bergabung di Laboratorium Sistem dan Sibernetika Departemen Teknik Elektro ITS sebagai asisten praktik. Bersama rekan-rekannya, Giselle membimbing serta menyediakan alat bantu praktikum bagi mahasiswa.

Giselle menambahkan, harapannya agar pengalaman yang didapatkannya selama berkuliah dapat membantu dalam perjalanan karirnya ke depan. Ia bertekad akan tetap konsisten untuk mengembangkan potensi agar dapat bermanfaat lewat bidang ilmunya.

“Selama melanjutkan studi di ITS, saya akan terus mengembangkan diri di tempat ini,” pungkas Giselle. (red)

Adhy Karyono : Jatim Terbebas dari Stunting, Pernikahan Dini dan KDRT

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kader PKK di Jawa Timur/Jatim agar berperan aktif dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK. Pasalnya, pelaksanaan 10 program pokok PKK sangat penting untuk mendukung pembangunan Jatim.

”Jatim memang segala sesuatunya best. Tapi, PKK ini luar biasa sekali, 10 bidang sekaligus dipikul. Kami berharap, program-program ini bisa diimplementasikan melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” kata Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, saat membuka Peringatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ke-52 TP PKK Provinsi Jawa Timur di Hotel DoubleTree Surabaya, Jumat (19/4).

Ia memuji bagaimana fokus kerja para Kader PKK mencakup beragam bidang dan program kerja, seperti kader Bina Keluarga Balita (BKB), kader PAUD, kader sandang, kader pangan, dan kader kesehatan.

Adhy menyoroti prestasi TP PKK bersama BKKBN dalam Tim Pendamping Keluarga untuk menurunkan angka stunting di Jatim. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa prevalensi stunting di Jatim tahun 2023 berada pada angka 17,7 persen.

Angka ini berada di bawah rata-rata nasional, yaitu 21,5 persen. Prevalensi stunting di Jatim sendiri terus menurun, yaitu berada di angka 19,2 persen pada 2022 dan 23,5 persen pada 2021.

“Saat ini kita masih harus terus mengatasi permasalahan penting yaitu stunting. Berdasarkan hasil survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia berada pada angka 21,6 persen atau turun sebesar 2,8 persen dibandingkan prevalensi 2021 sebesar 24,4 persen. Ini tumpuannya ada pada PKK,” tuturnya.

Dia menambahkan, TP PKK Jatim berhasil mempercepat penurunan stunting. “TP PKK Jatim berhasil mempercepat penurunan ini, sehingga kita bisa berada di bawah rata-rata nasional. Jumlah ini harus terus kita tekan lagi, utamanya melalui sinergi antara TP PKK Jatim dengan berbagai dinas terkait dan Pemprov Jatim,” ujarnya.

Selain itu, diiringi juga dengan penurunan angka pernikahan dini, dimana pada 2021 di Jatim sebesar 10,44 persen, 2022 tercatat 9,46 persen, dan tahun 2023 sebesar 8,86 persen.

“Kita harus menekan terus angka ini, tetapi ini sudah menjadi bukti bahwa Kader PKK Jatim terus melakukan berbagai upaya pemberdayaan keluarga, edukasi terhadap perempuan, serta meningkatkan kualitas pola asuh anak dan remaja dalam rumah tangga,” ucapnya.

“Kami harapkan TP PKK Jatim dapat terus bersinergi dengan berbagai perangkat daerah terkait untuk berbagai program kerjanya, termasuk pencegahan dan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, juga untuk meningkatkan kesadaran bela negara,” tuturnya.

Dia menyampaikan selamat memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52 sekaligus menyampaikan harapannya atas kemajuan Jatim yang didukung oleh TP PKK Provinsi Jatim. Pemprov Jatim menyampaikan selamat Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-52. Semoga gerakan PKK di Jatim semakin sukses dengan prestasi-prestasi dan inovasi program yang bermanfaat bagi masyarakat, keluarga, dan kader-kader PKK di desa/kelurahan.

‘’Sehingga, kita bisa bergerak bersama PKK mewujudkan keluarga sejahtera menuju Indonesia maju,” ujarnya. “Melalui 10 program pokok PKK, Tim Penggerak PKK dapat menjadi motor utama dalam menggerakkan kader dan menjalin koordinasi serta sinergisitas dengan para stakeholder, baik dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun Lembaga nonpemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

“Perwakilan BKKBN Jawa Timur siap mendukung terwujudnya Jatim bebas stunting, pernikahan dini dan kekerasan dalam rumah tangga, ujarnya. (bw)

LPS – ITB Dukung Pengembangan Sumber Daya Manusia

0

Bandung, (pawartajatim.com) – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sepakat menjalin kerja sama melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada hari ini Kamis (19/4/2024) di Kampus ITB, Bandung.

“LPS sangat peduli terhadap pengembangan sumber daya manusia serta dunia pendidikan secara keseluruhan, karena dampak yang akan ditimbulkan akan bermuara terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan di Indonesia,” kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dengan didampingi oleh Rektor ITB Prof Reini Wirahadikusumah.

Nantinya, Nota Kesepahaman ini mencakup beberapa hal antara lain, Pembelajaran tentang LPS pada kegiatan pendidikan di ITB, termasuk sosialisasi fungsi dan tugas LPS melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Sebagai contoh, LPS perlu untuk terus meningkatkan sosialisasi supaya awareness masyarakat terhadap LPS semakin meningkat. Peningkatan awareness ini akan berdampak pada pelaksanaan fungsi LPS yang lebih optimal karena masyarakat akan semakin yakin dan percaya bahwa simpanannya aman karena dijamin oleh LPS.

“Sosialisasi ini nantinya yang diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran di ITB, baik kepada mahasiswa maupun masyarakat luas melalui pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya. Kemudian, kerja sama penyelenggaraan penelitian dan kegiatan keilmuan. LPS dan ITB dapat bersama-sama melakukan penelitian atau kegiatan keilmuan yang bermanfaat baik bagi kedua belah pihak.

Selanjutnya, melalui Pengembangan sumber daya manusia. Semisal, penguatan mandat LPS untuk menjamin polis asuransi memerlukan adanya sumber daya manusia di bidang perasuransian. Dalam hal ini, LPS dan ITB dapat bersama-sama meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang tepat untuk pelaksanaan mandat tersebut.

“Kami optimis melalui nota kesepahaman ini, kita dapat merancang kegiatan-kegiatan yang konkret untuk kemajuan dua belah pihak,” ucap Purbaya. Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan oleh LPS untuk memastikan tersedianya sumber daya manusia yang mumpuni adalah memberikan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa teknik.

“Dengan semakin banyak lulusan teknik yang bekerja sesuai bidangnya, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang yang berkelanjutan akan tercapai yang pada akhirnya akan membawa dampak positif bagi Indonesia” jelasnya.

Selain itu, concern dunia keuangan saat ini juga mengarah pada tren green economy (ekonomi hijau) untuk dapat beradaptasi pada perubahan iklim. “Inovasi green economy ini salah satunya dapat dikembangkan oleh dunia akademis khususnya yang memiliki latar belakang teknologi. Dengan semakin masifnya teknologi yang berkaitan dengan ekonomi hijau, diharapkan ekonomi dalam jangka panjang juga akan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Purbaya.

Rektor ITB Prof. Reini menyambut positif adanya kerja sama ini. Menurutnya kolaborasi ini dapat memberikan pengaruh yang signifikan, tidak hanya dibidang akademik, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih sehat.

Salah satu proyeksi kerja sama yang akan dilakukan adalah program pembiayaan penelitian dosen. Program tersebut tentu dapat meningkatkan pengetahuan, keahlian, peningkatan publikasi ilmiah, mendukung inovasi, hingga meningkatkan daya saing bangsa di kancah internasional.

“Harapannya para dosen ini juga akan menjadi full talent dalam mendukung Gerakan Indonesia Emas 2024 serta berkontribusi pada kemajuan bangsa,” ujar Prof Reini. Adapun, Nota kesepahaman ini telah digagas sejak awal tahun dan terealisasi sekarang, nota kesepahaman ini juga merupakan contoh bentuk sinergi yang baik antara regulator dengan dunia akademis.

Regulator perlu mendapat masukan-masukan dari pihak kampus supaya kebijakan yang diambil dapat selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Sementara, regulator akan memberikan panduan bagi kegiatan akademis supaya tetap sesuai kebutuhan industri dan masyarakat. (bw)

Peringati Kartini, Artotel Town Square Ajari UMKM Kartika Mandiri Masak Rice Bowl Sambal Matah

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Cara bijak Hotel Artotel Town peringati Hari Kartini. Setiap 21 April bangsa Indonesia memperingati hari kelahiran Kartini yang telah menginspirasi dan mendorong kemajuan wanita-wanita Indonesia sepanjang masa.

Banyak cara dilakukan untuk memperingati kelahiran Raden Ajeng Kartini tersebut. Diantaranya Artotel Town Square & Suites Surabaya yang mengajak ibu-ibu dari UMKM Kartika Mandiri  yang anggotanya merupakan istri tentara dan janda pahlawan yang kebanyakan berdomisili di sekitar hotel untuk melakukan kegiatan memasak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 April 2024 pukul 10.00 – 12.00 WIB di outlet One Deck Gastropub dengan dipandu oleh  Demi Chef dari boutique hotel Artotel Town Square & Suites Surabaya, Amanda Effran.

Acara ini bertujuan agar dapat dijadikan sebagai bekal dalam melakukan usaha kuliner. Mereka diajari cara menyajikan menu Chicken Rice Bowl Sambal Matah. Pemilihan menu tersebut dengan  pertimbangan mudah untuk dimasak dirumah.

Peserta dari UMKM Kartika Mandiri tampak antusias membuat rice bowl. (foto/nanang)

Selain itu bahan-bahannya juga mudah didapatkan. Antara lain ayam, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, daun jeruk, dan jeruk limau dan sayuran. “Kegiatan ini digelar sebagai kepedulian  terhadap ibu-ibu agar tetap dapat berkreasi walaupun hanya di rumah dengan memberikan ide menu makanan yang dapat dijadikan sebagai ide untuk usaha,” kata Marketing Communications Manager Artotel Town Square Suites Surabaya, Bella Austin kepada pawartajatim.com, Sabtu (21/4).

Para peserta dari UMKM Kartika Mandiri yang  dipimpin Irianingsih Mulyono, tampak Antusias mengikuti edukasi dan tutorial memasak yang disampaikan oleh Chef Amanda Effran.

Penampilan Rice Bowl karya peserta pelatihan. (foto/nanng)

Kegembiraan mereka bertambah saat dilakukan pemilihan peserta dengan hasil menu favorit yang kemudian mendapatkan hadiah souvernir. “Ada dukungan goody bag dari teman teman untuk peserta favorit,” kata perempuan cantik, cerdas, dan cermat ini. Kegiatan seru ini ditutup dengan foto bersama dengan ibu-ibu dari UMKM Kartika Mandiri bersama produk pendukung seperti Panci Teflon Miyako, Minyak Bimoli, Egg Red, dan Nugget Zaitun.

Kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama di outlet One Deck Gastropub. (nanang)

Puter Kayun, Tradisi Warga Boyolangu Napak Tilas Pembukaan Jalur Pantura

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Jalur pantai utara (pantura) memiliki ikatan sejarah dengan warga Banyuwangi. Salah satunya, warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri. Setiap tahun warga menggelar tradisi puter kayun untuk napal tilas pembukaan jalur pantura.

Tradisi puter kayun digelar setiap hari kesepuluh Lebaran. Ritual turun temurun ini dilakukan dengan pawai dokar dari Kelurahan Boyolangu ke Pantai Watudodol. Jaraknya sekitar 15 kilometer.

Puter kayun merupakan tradisi menepati janji leluhur warga setempat. Dahulu, leluhur warga bernama Ki Buyut Jakso berhasil memenangi sayembara untuk membuka jalur pantura Banyuwangi yang tertutup bukit batu. Kini, dikenal dengan kawasan Watudodol. Keberhasilan ini kemudian dirayakan setiap tahun dengan menggelar syukuran di pesisir Watudodol.

Kenapa memakai dokar ? Dahulu warga Boyolangu dikenal pusatnya kusir dokar. Sehingga, ketika ke pantai menggunakan kendaraan dokar. Seiring perkembangan zaman, kendaraan dokar mulai punah. Namun, warga setempat tetap mempertahankan kendaraan dokar ketika puter kayun.

“Puter kayun mengingatkan  dari mana berasal. Ini bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah membuka akses ke wilayah Banyuwangi utara,” kata Iqbal Sani Dzulkahfi (24), salah satu pemuda Boyolangu disela puter kayun, Jumat (19/4/2024).

Meski jumlah dokar mulai berkurang, puter kayun tetap memikat wisatawan. Apalagi, prosesinya diiringi beragam kegiatan. Seperti, ritual kebo-keboan dan kesenian lainnya. “Puter kayun ini salah satu tradisi budaya dan adat yang menjadi prioritas pelestarian Pemkab Banyuwangi,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman. (udi)

Pertunangan Balita di Sampang, BKKBN Jatim Datangi Rumah Orang Tua yang Viral

0

Sampang, (pawartajatim.com) – Video viral balita usia 4 tahun di Kabupaten Sampang menarik perhatian Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur/Jatim. Bersama Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sampang, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sampang, Bappeda Litbang Kabupaten Sampang, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati berkunjung ke rumah orang tua balita yang viral tengah melakukan pertunangan pada 16 April 2024 lalu.

“Tujuan kami ke rumah H. Zahri tidak lain untuk mendapatkan informasi perihal viralnya postingan video pertunangan sang anak yang masih berusia balita. Apakah hal itu benar adanya, ” kata Maria Ernawati saat berkunjung ke rumah H Zahri di Sampang, Jumat (18/4/2024).

Didampingi sang istri dan besan serta tokoh agama dan Muspika Kec Camplong Kabupaten Sampang, H. Zahri mengatakan bahwa usia sudah 7 tahun dan sudah sekolah kelas 1 SD bukan berusia 4 tahun seperti yang tengah viral.

Pertunangan tersebut mewujudkan ucapan kami saat di tanah suci Mekkah enak tahun yang lalu. Waktu itu, di depan Kabbah istri saya hamil dan istri besan juga sedang hamil. Kemudian terucap kesepakatan untuk saling menikahkan bila yang lahir laki-laki dan perempuan.

”Jadi pertunangan kemarin merupakan bentuk ikatan tali silaturahmi agar tidak terputus,” papar H Zahri. Meskipun sudah bertunangan, H Zahri menegaskan bahwa kedua belah keluarga telah sepakat untuk menikahkan kedua anak tersebut setelah mereka sama-sama lulus kuliah.

“Jadi tidak langsung dinikahkan saat masih kecil. Kami sebagai orang tua juga ingin melihat anak-anak kami menjadi orang sukses dan melihat mereka bisa mewujudkan cita-citanya,” tegasnya.

Ia mengatakan, terkait isu pernikahan anak di Sampang setelah kami konfirmasi memang di Madura ini ada budaya untuk melakukan pertunangan untuk mempererat tali silaturahmi dan tali kekeluargaan.

“Meskipun pertunangan dilakukan sekarang saat anak masih kecil namun pernikahannya akan dilaksanakan saat anak-anak sudah lulus kuliah. Menanggapi fenomena ini, kami berharap kepada Pemerintah Daerah untuk terus menerus memberikan satu sosialisasi tentang bahaya menikah muda atau pernikahan anak, “paparnya.

Erna menambahkan bahaya baik dari sisi kesehatan, dari sisi ekonominya dan terkait dengan stunting.  Perlu diketahui bahwa faktor terbesar terjadi anak stunting karena kehamilan yang tidak diinginkan dari pernikahan anak tersebut.

Dari pernikahan anak, tentu saja si ibu belum terlalu matang baik dari sisi kesehatan reproduksi maupun sisi kesiapan mental. “Bayangkan saja si anak harus mengurus anak,” tegasnya. Dari fenomena Sampang ini, Erna mengharapkan angka pernikahan anak di Jatim akan terus turun.

Seiring dengan masifnya sosialisasi pendewasaan usia pernikahan yang dilakukan oleh semua pihak termasuk insan media yang memberikan informasi kepada keluarga dan masyarakat akan bahaya pernikahan anak.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sampang, Nasrukha mengatakan Pemerintah Kabupaten Sampang langsung melakukan kunjungan dan memberikan sosialisasi agar tidak menikahkan anak dibawah usia yang sudah ditetapkan oleh perundang-undangan.

“Kami memberikan pendampingan dan perlindungan anak. Jadi hak-hak anak harus dipenuhi,” tegasnya. Apa hak anak? Nasrukha menyebutkan hak mendapatkan pendidikan, hak mendapatkan kesehatan, hak tumbuh kembang.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendampingan dengan memberikan konseling untuk anak agar tidak mengalami tekanan mental dari viralnya pemberitaan ini. “Pemkab Sampang akan selalu memantau dan memberikan konseling terhadap anak dan keluarga,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, salah satunya Tim Pendampingan Keluarga (TPK), Samatun mengatakan pihaknya langsung mendatangi rumah H. Zahri setelah mengetahui viralnya video pertunangan tersebut.

Sebagai TPK maka dirinya akan melakukan pendampingan untuk keluarga Zahri dan putri tersebut. “Tentunya kami tim pendamping keluarga akan terus melakukan pendampingan agar tumbuh kembang anak tersebut tidak terganggu dan memberikan sosialisasi tentang program pendewasaan usia pernikahan kepada keluarga agar anak-anak menikah di usia yang sudah dewasa,” tutupnya. (bw)

Gelar Halal Bihalal, Tim Hukum Amin Jatim Optimis Menang di MK

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tim Hukum Nasional/THN pasangan Amin (Amin-Muhaimin) optimis memenangkan sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi/MK. Semangat membara masih terpancar kuat dari para praktisi hukum yang tergabung dalam THN Amin Jawa Timur/Jatim ini. Menurut rencana MK akan mengumumkan keputusannya pada Senin (22/4).

Harapan menang itu tampak dalam acara halal bihalal yang digelar Tim Hukum Amin di Resto Jos Gandos Surabaya, Jumat (19/4) malam. Mereka yakin akan memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua THN Amin Jatim, Andry Ermawan SH mengatakan timnya tetap solid untuk mengawal pesta demokrasi 2024, mulai sebelum kampanye hingga putusan sidang PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) di MK pada 22 April 2024 nanti.

“Alhamdulillah, dahulu di tempat ini kita mendeklarasikan diri sebagai Tim Hukum Nasional Amin Jatim, dan sekarang di tempat ini pula kita kembali berkumpul untuk bersilaturahmi dalam acara halal bihalal, dan masih tetap  dengan semangat yang sama,” kata Andry, di depan puluhan praktisi hukum yang mewakili berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur/Jatim.

Andry mengapresiasi Tim Hukum Daerah yang selama ini ikut berjuang dalam penegakan hukum dan demokrasi, untuk mengawal suara Amin di Jatim. Meskipun, Andry mengakui, perjuangan yang dilakukan para praktisi hukum di daerah juga tidaklah mudah.

“Kami juga mengapresiasi perjuangan para teman-teman Tim Hukum Daerah, yang sudah meluangkan waktu, tenaga, keringat dan pikiran. Meskipun kami menyadari perjalanan kita selama ini cukup tertatih-tatih karena kita tidak mempunyai logistik yang mumpuni,” jelas Alumnus Universita Islam Indonesia (UII) ini.

Namun, demikian lanjut Andry, di ujung perjuangan THN Amin Jatim akan tetap optimis, bahwa gugatan PHPU di MK akan menang. Sampai saat ini kami tetap optimis. Sesuai fakta-fakta di persidangan, keterangan saksi, maupun keterangan ahli yang menyampaikan hal yang sebenarnya, Insha Allah Amin menang.

”Semoga nanti bisa dua putaran (Pilpres),” ungkap praktisi hukum asal Kepulauan Riau (Kepri) ini. Sementara itu ketika disinggung  jika MK memutuskan hanya mendiskualifikasi salah satu Cawapres saja?

“Nah, itu kan salah satu tuntutan kita. Jadi, apabila nanti tuntutan kita dikabulkan MK, maka hari Senin tanggal 22 adalah hari kemenagan kita,” tambah pria yang juga Ketua DPC Ikadin Sidoarjo ini dengan penuh energik. (dra)

Turis Asal Cina Tewas Terjatuh ke Jurang Kawah Ijen saat Berfoto

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Tragis menimpa seorang wisatawan asing asal Cina di kawah Ijen, Banyuwangi. Korban tewas setelah terjatuh ke jurang saat berfoto, Sabtu (20/4/2024). Wisatawan perempuan ini berinisial HL (31).

Peristiwa ini terjadi ketika korban bersama suaminya berniat foto di pinggir jurang. Niatnya, mengabadikan momen matahari terbit. Nahas, ketika berfoto, korban yang menggunakan rok panjang terserimpat kakinya. Alhasil, tubuh korban terjatuh ke jurang sedalam hampir 100 meter.

“Awalnya, korban berfoto dari jarak sekitar 2-3 meter. Kemudian, dia mundur hingga mendekati bibir jurang, lalu terpeleset,” kata Guswanto, salah satu pemandu wisata Ijen. Nyawa korban tak tertolong akibat sejumlah luka. Tubuh korban berhasil dievakuasi setelah tim penyelamat melakukan kerja keras.

Apalagi, lokasi jatuhnya korban kondisinya cukup terjal. Sehingga, cukup sulit dijangkau. Tubuh korban baru bisa dievakuasi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat kejadian, korban bersama rombongan baru saja menikmati keindahan api biru di kawah Ijen.

Lalu, mereka naik ke puncak lagi untuk melihat matahari terbit. Saking terjalnya lokasi, petugas harus membawa tandu dan melibatkan beberapa orang mengevakuasi tubuh korban.

“Kejadian ini murni kecelakaan. Petugas sudah mengingatkan wisatawan agar berhati-hati saat mendaki Ijen,” kata Kasi V Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur Dwi Sugiharto.

Usai dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi. Petugas sempat kesulitan berkomunikasi dengan suami korban. Sebab, dia kurang fasi berbahasa Inggris.

“Rencananya, jenazah akan dibawa pulang ke negaranya,” kata Kapolsek Licin AKP Junaedi. (udi)

Selama Libur Lebaran, Perputaran Ekonomi Capai Rp 369,8 Triliun

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebut potensi perputaran ekonomi di sektor pariwisata mencapai Rp 369,8 triliun selama lebaran tahun ini. Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf, Nia Niscaya mengatakan, perputaran uang itu mencakup pengeluaran akomodasi, transportasi, makan minum, hingga oleh-oleh.

“Dari tren wisata libur ini adapun angka prediksi atau potensi perputaran ekonomi kira-kira mencapai Rp 369,8 triliun,” kata Nia, Jumat (19/4). Nia menyebut, proyeksi potensi perputaran ekonomi selama libur Lebaran itu berdasarkan data pergerakan masyarakat dari Kementerian Perhubungan dan hasil survei Kemenparekraf.

Menurut Nia, perputaran ekonomi selama libur Lebaran didukung oleh peningkatan pergerakan masyarakat hingga tambahan cuti. “Hal ini juga didukung pergerakan masyarakat, cuti lebih panjang, dan adanya izin Aparatur Sipil Negara (ASN) boleh cuti lanjutan,” terangnya.

Nia menjelaskan, rata-rata pengeluaran masyarakat saat berwisata selama libur Lebaran mencapai Rp 2,3 juta per orang. Sementara, berdasarkan durasi perjalanan, wisatawan dengan durasi perjalanan satu hari mampu mengeluarkan dana sebesar Rp 904.500.

Selanjutnya, untuk wisatawan dengan durasi wisata 2-4 hari diperkirakan menghabiskan uang sebanyak Rp 3,5 juta. Kemudian, wisatawan yang bepergian selama sepekan bisa mencapai sebesar Rp 6,4 juta. Sedangkan, untuk wisatawan yang berwisata lebih dari sepekan bisa mengeluarkan dana sebesar Rp 7,6 juta.

“Pelaku wisata dengan durasi satu hari tercatat sebesar 49,5 persen dan perjalanan dengan durasi 2-4 hari mencapai 36,2 persen. Dari sisi akomodasi secara umum, wisatawan sebanyak 34,5 persen memanfaatkan hotel berbintang untuk menginap. Adapun 26,9 persen wisatawan memanfaatkan akomodasi milik keluarga,” pungkas Nia. (red)

Prajurit Kodim 0831/Surabaya Timur Dibekali Kemampuan Beladiri Taktis

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Prajurit dari Kodim 0831/Surabaya Timur kini dibekali kemampuan Beladiri Taktis. Selain meningkatkan kemampuan prajurit, beladiri taktis dilakukan untuk menunjang tugas pokok sehari-hari para prajurit di lapangan.

Latihan Beladiri Taktis ini digelar di Lapangan Apel Makodim 0831/Surabaya Timur dan diikuti seluruh prajurit dari Kodim 0831/Surabaya Timur. Komandan Kodim Surabaya Timur, Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono, melalui Pasiops Mayor Inf Ahmad Lutfantri, mengatakan kegiatan latihan beladiri taktis merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki para prajurit TNI AD khususnya Kodim 0831/Surabaya Timur guna menunjang tugas pokok sehari-hari di lapangan.

“Kemampuan beladiri taktis yang dimiliki oleh prajurit Kodim Surabaya Timur ini terus diasah. Latihan ini juga untuk menambah kemampuan prajurit dalam menghadapi kondisi situasi apapun dalam mengemban tugas pokok TNI AD,” kata Mayor Inf Ahmad Lutfantri, Jum’at (19/4).

Menurut dia, latihan Beladiri Taktis ini rutin digelar prajurit Kodim Surabaya Timur yang nantinya akan dilakukan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut. “Latihan Beladiri Taktis ini bertujuan untuk membentuk pribadi prajurit yang berani dan profesional, serta tangguh dalam menghadapi segala ancaman,” ungkapnya.

Dengan latihan Beladiri Taktis secara rutin, lanjut Mayor Inf Ahmad Lutfantri, diharapkan prajurit Kodim Surabaya Timur memiliki fisik yang prima, tangguh dan kemampuan beladiri yang mumpuni guna melindungi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat dari ancaman yang dihadapi.

“Semoga dengan digelarnya latihan ini, nantinya personel Kodim Surabaya Timur lebih siap dalam melaksanakan tugas di lapangan,” pungkasnya. (red)