Produk UMKM Unggulan Sidoarjo Mulai Rambah Malaysia

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Klinik Usaha Nasional mengekspor produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari Sidoarjo ke Malaysia. Pemberangkatan dilakukan di Kantor Klinik Usaha Nasional yang terletak di Kahuripan Nirwana Village, Sidoarjo, Senin (10/7).

Direktur Operasional Klinik Usaha Nasional Aris Suganto, menyatakan, ekspor itu sebagai bentuk tes market produk lokal Sidoarjo go international. Hal ini merupakan tindak lanjut dari bimbingan teknis (Bimtek) kurasi produk yang diadakan oleh bidang pengembangan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, 22 Juni 2023 lalu.

Kedua pihak juga telah melakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Klinik Usaha Nasional dengan pengusaha Malaysia. Aris mengatakan bahwa pemasaran produk UMKM ke luar negeri diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sidoarjo.

“Kami mengharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal dan berlanjut untuk menembus pasar internasional. Upaya ini untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM di Sidoarjo,” kata Aris dalam keterangannya.

Menurut dia, produk UMKM test market direncanakan ekspor tahap selanjutnya ke Jepang dan Turki. Hanya saja jenis produknya berbeda dengan ekspor test market produk ke Malaysia ini. Pemberangkatan ekspor ke Malaysia ini merupakan wujud sinergitas antara Kementerian Perdagangan melalui Export Center Surabaya dan Klinik Usaha Nasional sebagai strategic partner Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo.

Tenaga teknis bidang akses pasar, promosi, dan pemasaran di Export Center Surabaya Jalian Setiarsa, atau yang biasa dipanggil Arso, memberikan pesan kepada pelaku UMKM.  Menurut dia, agar bisa masuk pasar global harus memiliki legalitas, perlu menjaga kualitas, meningkatkan kapasitas, dan konsisten dalam kontinuitasnya.

Sehingga bisa memberi kepuasan konsumen dan memiliki daya saing di pasar global. “Manakala konsumen merasa cocok dengan produk itu, jelas meningkatkan kepercayaan pasar dan memiliki tingkat loyalitas yang tinggi untuk membelinya. Sehingga ujung-ujungnya memberikan keuntungan kepada UMKM,” terangnya.

Selain Arso, di Export Center Surabaya juga ada Wahyu sebagai tenaga teknis bidang standarisasi. Serta Ari yang menangani bidang prosedur ekspor. Dia akan siap  membantu pelaku UMKM untuk masuk pasar global.

Ia menyatakan, para pelaku UMKM yang produknya lolos kurasi ini akan terus dilakukan pendampingan. Salah satu keberlanjutan yang dilakukan adalah  bekerja sama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Juanda dalam pembuatan akun PEB.

Dengan demikian, nantinya dapat melakukan ekspor mandiri. Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo Danar Yauastuti menambahkan, pihaknya akan terus menggali potensi produk dan komoditas yang ada di daerah untuk diekspor ke luar negeri.

Terutama produk turunan dari bahan mentah agar mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi. “Pemkab Sidoarjo berkomitmen memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro untuk memperluas jaringan pemasaran hingga ekspor ke luar negeri,” ungkapnya.

Produk UMKM yang diekspor ke Malaysia pada kesempatan ini di antaranya adalah sambal kemasan, keripik tempe, dan herbal tradisional serbuk. (rizki)

Musim Panen, Banyuwangi Pasok 250.000 Ton Jagung Variestas Unggul ke Jatim

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)– Petani Banyuwangi mulai panen raya jagung. Hasilnya melimpah. Tak tanggung-tanggung, kabupaten ini memasok sekitar 18,9 persen jagung di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Total mencapai 250.000 ton.

Salah satu daerah pengasil jagung di Banyuwangi berada di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo. Petani mampu memproduksi 7-8 ton per hektar.  “Dengan tambahan produksi jagung di Desa Alasrejo ini semakin menguatkan posisi Banyuwangi sebagai lumbung jagung Jatim,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani disela panen raya jagung di Desa Alasrejo, Banyuwangi, Selasa (11/7/23) siang.

Harga jagung juga terbilang bagus. Tembus Rp5.500 per kilogram. Dengan harga ini, petani bisa meraup hasil sekitar Rp38,5 juta per hektar. Masa tanam hingga panen sekitar 3-4 bulan. Tingginya produksi jagung ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan jagung di Jatim.

 “Jagung adalah komoditas strategis, banyak dibutuhkan industri pakan ternak dan makanan. Jika kita bisa memproduksi jagung dengan kuantitas dan kualitas yang baik, maka bisa berkontribusi besar bagi perekonomian daerah dan nasional,” tegas Bupati.

Untuk mendongkrak produksi jagung, Pemkab Banyuwangi terus mengoptimalkan pertanian melalui teknologi. Salah satunya, program Jagoan Tani yang mengajak anak-anak muda berinovasi di bidang pertanian.

Jenis jagung yang ditanam petani Banyuwangi memiliki protein tinggi. Masa panennya 100-120 hari. Potensi panennya tembus 7-8 ton per hektar. Selain kaya protein, varietas yang ditanam memiliki keunggulan tahan terhadap hama dan penyakit. “ Ini varietas yang bisa menyumbang kebutuhan jagung di Jatim,” tegas Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Nanang Sugiarto. (udi)

Anak Natuna yang Tugas Belajar di PPNS Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Potret mahasiswa Natuna di Surabaya. Kabupaten Natuna yang terletak di Kepulauan Natuna Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu kepulauan terluar yang berbatasan langsung dengan negara Jiran Malaysia. Beberapa waktu yang lalu, nama Natuna sempat menjadi topik hangat pembicaraan nasional, regional, maupun internasional.

Hal ini disebabkan karena Tiongkok mengklaim wilayah yang berada di Laut Tiongkok Selatan sebagai bagian wilayahnya. Hal ini memancing reaksi keras dari negara Negara Asean yang wilayahnya diklaim secara sepihak oleh negara pimpinan Xi Jingping tersebut.

Antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam. Presiden Indonesia, Joko Widodo, segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk mengatasi klaim sepihak tersebut. Laut Tiongkok Selatan yang berada di sekitar Kepulauan Natuna diganti namanya menjadi Laut Natuna Utara.

Lantas bagaimana dengan kehidupan masyarakat di Kepulauan Natuna yang dikelilingi dengan laut dan tanaman kelapa tersebut? Adalah Herry Andi Darmawan, seorang  anak muda kelahiran Natuna, tepatnya di Air Ranggas, Cemaga, Bunguran Selatan, Natuna, pada 10 Desember 2002.

Ayahnya berasal dari Bugis. Sedangkan ibunya Natuna. Keluarganya adalah seorang pengusaha eksportir kelapa, dan arang, menceritakan kehidupan di Natuna dan di Surabaya.

Herry adalah mahasiswa PPNS Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, jurusan teknik dan kontruksi kapal, yang  dikirim tugas belajar oleh Pemerintah Kabupaten Natuna. Setelah sekian lama tinggal dan menetap di Kota Pahlawan, dia melihat kehebatan Surabaya dengan kemajuan infrastrukturnya.

Jio Simon Muhammad. (foto/nanang)

Kondisinya sangat berbeda jauh dengan tempat asalnya di Natuna. Disini banyak gedung tinggi, jalan luas dan Panjang. Sarana transportasi umum bis tayo, angkutan kota, dan kendaraan online tersedia setiap saat.

“Saya kagum dengan Surabaya, gedung tinggi ada dimana-mana,” kata Mahasiswa asal Natuna, Herry Andi Dharmawan, kepada pawartajatim.com, di Surabaya Minggu (9/7). Walaupun awalnya mengalami kendala komunikasi Bahasa. Namun, hal tersebut tidak lagi menjadi masalah berarti.

Bagi dia, orang Surabaya, terutama teman kuliahnya adalah sosok yang ramah,  mudah bergaul, dan toleransi tinggi. Selain itu, juga pergaulan di warung kopi/ warkop. Di sana dia merasa gampang lebih akrab.

“Surabaya adalah kota yang warkop nya ada tersebar di mana-mana. Ibaratnya kota seribu warkop” jelas penikmat kopi tubruk ini. Herry sangat menyukai makanan Surabaya. Seperti ayam geprek, penyetan, lontong mie.

Selain rasanya enak, harganya lebih murah di kampungnya. Hal ini juga dibenarkan kawan kuliah Herry, Jio Simon Muhammad, mahasiswa jurusan permesinan kapal asal Pulau Midai.

Sebuah pulau kecil di Kepulauan Natuna yang luasnya kurang lebih 18 Km2, lebarnya laksana daun kelor. Menurut pria yang memiliki bapak asli Natuna dan Ibu dari negara Filipina, serta memiliki  usaha ekspor hasil laut ini, bahwa Surabaya kotanya maju, banyak gedung tinggi, dan warganya ramah. (nanang)

Siap Menang di Semua TPS, Norma Yunita, Gembleng Kader PDI Perjuangan Embong Kaliasin

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Aktifitas jelang pemilihan umum/Pemilu 2024. Walaupun pemilu masih delapan bulan lagi, namun, persiapannya sudah dilakukan mulai sekarang. Terlebih lagi bagi partai petahana PDI Perjuangan.

Partai berlambang banteng moncong putih ini telah mencanangkan untuk menang Hattrick Spectacular/ menang tiga kali berturut-turut, setelah menang dua kali pada pemilu sebelumnya. Yaitu, 2014 dan 2019.

Berbagai persiapan dan konsolidasi dilakukan oleh seluruh jajaran partai, mulai dari Dewan Pimpinan Pusat/DPP hingga Pengurus Anak Ranting/ PAR ditingkat Rukun Warga/ RW. Sebagai bagian integral dari DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya yang memiliki kategori DPC Pelopor dengan kewajiban target menang pemilu 50 prosen.

Maka Pengurus Ranting/ PR PDI Perjuangan Kelurahan Embong Kaliasin Kecamatan Genteng juga memiliki tanggung jawab langsung untuk memenangkan pemilu di wilayahnya.

Selama ini, berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan intens dan masif dilakukan oleh pengurus PDI Perjuangan disana. Mulai dari penanganan covid, penyediaan ambulan, pendampingan warga sakit, membantu Penerimaan Peserta Didik Baru/ PPDB, Program Indonesia Pintar/ PIP, pembagian sembako, dan masih banyak lagi lainnya.

Ketua Pengurus Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Embong Kaliasin, Nanang Sutrisno (no 2 dari kiri belakang). (foto/arief)

“Sesuai amanat Ketua Umum, Ibu Megawati, kita siap menangis dan tertawa bersama rakyat,” kata Ketua PDI Perjuangan Kelurahan Embong Kaliasin, Nanang Sutrisno, kepada pawartajatim, di Surabaya Minggu (9/7).

PDI Perjuangan di wilayah paling ujung selatan Kecamatan  Genteng ini memiliki target menang mutlak di 33 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tidak hanya menang partainya, dan menang presidennya, juga menang calegnya.

“Kami punya 3 sukses pada pemilu 2024 yaitu PDI Perjuangan menang, Ganjar Pranowo Presiden, dan Norma Yunita DPRD Kota Surabaya,” jelas Nanang, yang juga berprofesi sebagai advokat ini. Bagi pengurus dan kader PDI Perjuangan di Kelurahan Embong Kaliasin, sosok Norma Yunita, bukan orang lain.

Suasana rapat yang dipimpin Ketua Pengurus Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Embong Kaliasin, Nanang Sutrisno (pakai topi). (foto/arief)

Selain menjabat sebagai Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Genteng, mantan pegawai Dinas Kebakaran Kota Surabaya ini mempunyai sikap yang santun serta memiliki kepedulian yang sangat tinggi kepada kepentingan partai di Embong Kaliasin.

Setiap bulan wanita cantik ini memberikan dana pembinaan yang cukup kepada PR dan PAR di Kelurahan Embong Kaliasin. Pada pertemuan partai yang digelar Minggu (9/7) di Balai RW XIV Kelurahan Embong Kaliasin, Norma Yunita, memberikan arahan kepada pengurus partai agar memiliki sikap yang loyal dan bertanggung jawab kepada cita-cita perjuangan.

Serta siap memenangkan pemilu 2024 sesuai target yang telah ditetapkan. Pada kesempatan tersebut, Norma Yunita, yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya mendapat titipan amanat dari Pengurus RW XIV untuk memperjuangkan nasib warga yang keberatan terhadap besarnya uang sewa serta fasilitas yang tidak layak di rusun tersebut. (arief)

Seminggu Macet, Arus Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Mulai Normal

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Seminggu dilanda kemacetan panjang, arus kendaraan di jalur Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mulai normal, Senin (10/7/2023). Jalanan yang sebelumnya dibanjiri kendaraan kembali berubah lengang.

Terurainya kemacetan ini setelah pihak ASDP Ketapang memberlakukan sejumlah skenario. Diantaranya, menerjunkan kapal sapu jagat dan menghentikan sementara penjualan tiket kendaraan non logistik.

” Alhamdulilah, kondisi lalu lintas di jalur Ketapang sudah normal. Antrean sudah terurai sejak Minggu (9/7/2023) sore,” kata Kasat Lantas Polresta Banyuwangi, Kompol Randy Asdar.

Menurutnya, antrean kendaraan bisa terurai setelah sejumlah kapal besar diperbantukan di lintasan Ketapang – Gilimanuk. Sehingga, muatan kendaraan yang akan ke Bali bisa lebih banyak.

Pantauan di Pelabuhan Ketapang, tak terlihat adanya antrean di pintu masuk. Hanya sisa kendaraan yang menumpuk di kantung parkir. Kondisi ini berbeda jauh dengan sebelumnya. Panjang antrean bisa tembus 13 kilometer. Menumpuk di jalur utara Pelabuhan Ketapang.

Kemacetan kendaraan terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sejak Minggu (2/7/2023) lalu. Setiap kendaraan harus menunggu berjam-jam untuk bisa masuk kapal. Versi ASDP Ketapang, kemacetan panjang dipicu lonjakan penumpang seiring libur Idul Adha dan libur panjang sekolah. Lalu, ada perbaikan dermaga di sisi Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi cuaca juga ikut memicu antrean kendaraan ini. (udi)

Asyiiik……, Ada Nasi Tempong Khas Banyuwangi di G Suites

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kabupaten Banyuwangi di Ujung Timur Pulau Jawa tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan budaya tari gandrungnya. Tetapi juga dikenal dengan berbagai kuliner yang memiliki citarasa lezat serta eksotis.

Diantaranya soto rujak dan nasi tempong. Jika soto rujak terdiri dari rujak cingur disiram kuah soto.  Maka nasi tempong terdiri dari nasi dengan sambal mentah, sayuran, lauk ikan asin, tahu tempe goreng, ikan, ayam, bebek goreng, atau jerohan sapi goreng.

Menu nasi tempong biasanya menjadi bekal makan pagi bagi orang yang bekerja sebagai petani di sawah atau di kebun. Keberadaan nasi tempong yang kondang di Banyuwangi ini, dicoba diusung sebagai menu andalan oleh Amitya Hotel G Suites yang terletak di Jl Raya Gubeng Surabaya.

Mengingat kebiasaan warga Surabaya yang sudah akrab dengan aneka masakan yang berbasis sambal, seperti penyetan nasi bebek, dan nasi krawu. Maka kehadiran nasi tempong langsung diterima oleh lidah Arek Suroboyo.

Cheff Heru Atmadji, yang merupakan Cheff Group Hotel Amitya, meracik khusus sambal yang disajikan di nasi tempong tersebut. Sambal terdiri dari cabe, tomat, terasi, gula merah, garam, penyedap rasa, dan jeruk limau.

“Kami menyajikannya dengan garnis aneka sayur, serta lalapan. Seperti timun, kemangi, petai, ikan asin cotek,” kata Cheff Heru Atmadji, kepada pawartajatim.com, di Surabaya Minggu (9/7). Nasi tempong berbagai varian tersebut dibandrol dengan harga mulai Rp 50.000 hingga Rp 70.000.

Nasi tempong varian ikan mujair adalah menu yang paling laris dan diminati di restoran yang berada di lantai 11 ini. Berbagai tawaran menarik bagi pengunjung yang makan di tempat makan di samping kolam renang ini, diantaranya discount atau potongan harga sebesar Rp 50.000 untuk pembelian Rp 150.000. (nanang)

TMUBK Unesa Siapkan 3.200 Kuota, Ada Jalur Khusus Disabilitas

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyiapkan sebanyak 3.200 kuota melalui jalur TMUBK (Tes Masuk UNESA Berbasis Komputer). Jalur yang pendaftarannya sudah dibuka sejak 2-11 Juli 2023 ini menjadi peluang bagus bagi para calon mahasiswa yang ingin masuk Unesa.

Kepala Sub Direktorat Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa, Dr Sukarmin MPd, mengatakan TMUBK ini merupakan salah satu kelompok tes penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri atau SPMB 2023. Tesnya berbasis komputer dan dilakukan di rumah masing-masing dengan sistem pengawasan yang bisa mendeteksi segala macam indikasi kecurangan.

“Jalur ini punya kelebihan selain kuota tadi juga kemudahan tesnya yang bisa dilakukan di rumah sesuai jadwal yang ditentukan. Tesnya nanti tidak perlu datang ke kampus, tetapi bisa di mana saja asal ada kuota internet dan komputer sebagai perangkat utamanya,” kata Sukarmin, di Surabaya Senin (10/7).

Jenis tes ini, lanjut Sukarmin, menggunakan acuan UTBK. Artinya, calon mahasiswa dari sekolah dan jurusan apapun, baik IPA maupun IPS mendapat bobot soal yang sama. Ada TPA (Tes Potensi Akademik), literasi dan penalaran. Kelulusan peserta ditentukan dari nilai tes yang diperoleh.

Sukarmin, memberikan beberapa kiat agar bisa lolos Unesa jalur TMUBK. Pertama, peserta perlu mengukur kemampuan diri. Jika kemampuan tesnya dianggap bagus, pilihlah prodi yang diminati. Namun, jika merasa kemampuan tesnya sedang, bisa mengambil prodi yang tidak terlalu kompetitif.

“Kedua, peserta harus mempersiapkan diri dari sekarang. Banyak belajar dan berlatih menjawab soal-soal utamanya yang berkaitan dengan aspek TPA, literasi dan penalaran. Selain itu, perlu mempersiapkan sarana yang dibutuhkan untuk tes, yakni komputer termasuk jaringannya,” jelasnya.

Pada jalur mandiri ini, Unesa juga membuka jalur khusus disabilitas yang pendaftarannya juga dibuka sejak 2-11 Juli. Jalur ini diperuntukan khusus peserta disabilitas. Artinya, persaingannya tidak dicampur dengan peserta jalur umum, namun bersaing dengan sesama peserta disabilitas.

“Peserta jalur ini nanti akan melakukan tes tulis yang skemanya disesuaikan dengan kondisi peserta. Selain itu, juga ada tes wawancara yang akan dilakukan tim yang terdiri dari psikolog, akademisi dan jajaran Direktorat Disabilitas. Ini dilakukan untuk memastikan peserta memilih prodi yang cocok untuk mereka, sesuai kemampuan dan minatnya,” pungkasnya. (red)

Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Jalani Skrining Kesehatan Ketat

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Jemaah haji wajib menjalani pemeriksaan kesehatan secara ketat setiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Tim kesehatan haji akan memantau kesehatan para jemaah haji selama 21 hari pasca pemulangan melalui kartu kesehatan haji atau kartu kuning. Terutama untuk mendeteksi adanya penyakit menular.

Setiba di Tanah Air dan dikumpulkan kembali di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, tim kesehatan haji kembali memperketat skrining kesehatan para jemaah haji. Tim Kesehatan Haji Debarkasi Surabaya, dr Tri Susandhi, mengatakan, dalam skrining kesehatan ini, banyak ditemukan jemaah haji yang kelelahan. Terutama jemaah haji lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti).

“Sehingga, harus membutuhkan waktu istirahat lebih lama sebelum kembali ke daerah asal. Beberapa di antaranya, ada yang harus dibawa ke Poliklinik Asrama Haji Debarkasi Surabaya,” kata dr Tri, saat ditemui di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Senin (10/7).

Ia menjelaskan, ada tujuh gejala penyakit yang masuk dalam pantauan ketat tim kesehatan haji saat jemaah haji tiba di Tanah Air. “Yakni, demam, sesak napas, nyeri telan, mual, muntah dan diare,” jelasnya.

Jika ditemukan gejala tersebut pada jemaah haji, diimbau agar jemaah haji melaporkan ke fasilitas terdekat atau puskesmas. “Pemeriksaan akan dilakukan untuk memastikan apakah gejala tersebut termasuk penyakit menular atau penyakit biasa,” katanya.

Hingga pemulangan kloter 13 dari total 88 kloter yang diberangkatkan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya sudah memulangkan sebanyak 5.850 jemaah haji. Proses pemulangan jemaah haji dari Tanah Suci dilakukan bertahap mulai 4 Juli hingga 2 Agustus 2023 dengan terlebih dahulu transit di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. (red)

Program TORA Diganggu, Warga Lereng Raung Gelar Aksi Turun Jalan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Puluhan warga Dusun Sambungrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, menggelar aksi turun jalan, Senin (10/7/2023) pagi. Aksi ini memprotes diganggunya program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) di desa setempat.  Massa mendesak pihak desa bersikap tegas kepada oknum warga yang menganggu program pembebasan lahan tersebut.

Aksi warga lereng Gunung Raung ini dilakukan di jalur poros dusun. Selama aksi, sejumlah poster dibentangkan. Isinya, memprotes oknum warga yang mengusik program TORA. Mereka juga mendesak oknum warga yang terbukti menganggu program ini diusir dari dusun. “ Warga kami sudah senang dengan adanya TORA dari pemerintah. Kami mendesak pemerintah desa tegas kepada oknum warga yang menganggu program ini,” kata Fikri Sofi, salah satu tokoh warga usai aksi.

Awalnya, warga akan melakukan aksi di balai desa. Namun, berhasil dicegah. Akhirnya, belasan perwakilan warga yang diterima di kantor desa. Usai berdialog, massa meminta Kades menemui massa yang bertahan di pusat dusun. Setelah diberikan penjelasan, warga akhirnya membubarkan diri. Sebelum bubar, warga menggelar teaterikal. Aksi ini menggambarkan menyemprot ulat yang menyerang hama. “ Ulat ini adalah simbol penganggu program TORA. Jadi, harus dimusnahkan,” jelas Fikri.

Menurut Fikri, program TORA sudah berjalan dengan baik. Bahkan, warga sudah mengikuti proses administrasi. Namun, di tengah jalan, muncul oknum yang melaporkan adanya iuran yang sudah disepakati warga dalam proses TORA. Nilai iuran itu juga tak memberatkan. Masing-masing bidang dikenai iuran mulai Rp200 hingga Rp1000 per meter. “ Nilai iuran tak banyak. Bahkan, sudah disepakati dengan berita acara. Namun, ada oknum yang memprovokasi dengan iuran ini. Katanya pungli,” jelasnya.

Warga khawatir, jika provokasi ini tak dihentikan akan menganggu proses pengurusan TORA. Padahal, lahan yang didiami warga berpuluh tahun ini tinggal menunggu waktu untuk mendapatkan sertifikat. Total lahan yang diikutkan TORA ini sekitar 1600 bidang. Total luasnya mencapai 132 hektar, milik 986 warga.

Kades Bayu, Sugito berjanji akan melanjutkan aspirasi warga ke Pemerintah Kecamatan. Indikasi provokasi program TORA ini, menurutnya, menjadi wewenang pemerintah. Pihaknya juga mengimbau warga tak resah dengan indikasi provokasi ini. “ Program TORA sudah berjalan. Kami akan koordinasi dengan Kecamatan hingga Kabupaten terkait aspirasi warga ini,” tegasnya. (udi)

Seorang Pengurus Kendaraan Luka-luka Terlindas Truk di Pelabuhan Ketapang

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Tragis menimpa Joko (40), seorang pengurus kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Pria ini mengalami luka-luka setelah terlindas truk di areal parkir pelabuhan, Senin (10/7/2023) pagi. Saat kejadian, korban tidur di depan truk yang antre di depan dermaga.

Sehari-harinya, korban asal Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi membantu kendaraan yang akan menyeberang ke Bali. Diduga kelelahan, korban memilih istirahat beralaskan plastik. Tubuhnya berbaring di pojok truk yang berderet  menunggu masuk kapal.

Rupanya, sopir truk bernopol AD 9129 BA tak menyadari ada orang yang tidur di bawah truk. Ketika hendak masuk kapal, sopir truk bernama Yohanes Harianto (37), langsung menginjak pedal gas. Tak ayal, roda depan truk melindas badan korban. Saking kerasnya, korban tak sadarkan diri. Sopir truk baru menyadari rodanya melindas korban setelah sopir lainnya berteriak. Truk akhirnya dihentikan. Namun, korban sudah terluka. “ Kejadiannya, sekitar pukul 03.20 WIB. Korban tidur, lalu tubuhnya digilas truk yang akan masuk kapal,” kata Kapolsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjungwangi, Iptu Heru Slamet.

Korban yang terluka dilarikan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Ketapang. Namun, kondisinya kritis. Korban akhirnya dirujuk ke RSUD Blambangan. Lukanya cukup parah di bagian punggung. Hasil pemeriksaan, korban mengalami patah tulang di bagian rusuk.

Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan olah TKP. Sejumlah saksi dimintai keterangan. Termasuk, mengamankan barang bukti dari lokasi. “ Sejumlah saksi masih dimintai keterangan terkait kejadian ini. Termasuk sopir truk yang melindas korban,” jelas Kapolsek.

Kemacetan kendaraan terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sejak Minggu (2/7/2023) lalu. Setiap kendaraan harus menunggu berjam-jam untuk bisa masuk kapal. Versi ASDP Ketapang, kemacetan panjang dipicu lonjakan penumpang seiring libur Idul Adha dan libur panjang sekolah. Lalu, ada perbaikan dermaga di sisi Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi cuaca juga ikut memicu antrean kendaraan ini. Kemacetan mulai terui, Senin (10/7/2023), setelah sejumlah skenario diterapkan. (udi)