Kabar Duka, Dua Jemaah Haji asal Banyuwangi Wafat Usai Melempar Jumroh

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji asal Banyuwangi. Dua jemaah meninggal ketika mengikuti rangkaian ibadah haji di Mekkah. Keduanya meninggal setelah mengalami gangguan pernafasan.

Dua jemaah yang meninggal masing-masing Mutmainah (55) asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar dan Jemirin (83) asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono. Keduanya masuk dalam kelompok terbang (kloter) 63.  Jemaah bernama Mutmainah meninggal saat di Maktab, usai melempar jumroh di Mina. “ Almarhumah meninggal pada Minggu (2/7/2023), sekitar pukul 21.00 waktu Arab Saudi,” kata Ketua Kloter 63, Nursaewan via telepon, Selasa (4/7/2023).

Ketika mengalami gangguan pernafasan, tim dokter bersama sejumlah perawat sudah berupaya maksimal memberikan pertolongan. Namun, takdir sudah tiba. Almarhumah akhirnya mengembuskan nafas terakhir sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Sedangkan almarhum Jemirin meninggal pasa Senin (3/7/2023) malam waktu Arab Saudi. Almarhum meninggal usai melempar jumroh di Mina. Sebelum meninggal, almarhum juga mengalami gangguan pernafasan. “ Jadi, sebelum meninggal mengeluhkan sesak nafas. Mohon doanya, semoga ini yang terakhir,” pintanya.

Jenazah kedua jemaah itu tidak dipulangkan ke Banyuwangi. Namun, dimakamkan di pemakaman umum di Mekkah. Rencananya di Ma’la. “ Insyallah dimakamkan di Ma’la,” jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, Moh. Amak membenarkan kabar tersebut itu. Pihaknya mewakili keluarga besar Kemenag Banyuwangi mengucapkan duka mendalam atas wafatnya dua jemaah haji asal Banyuwangi. “ Semoga diampuni dosa-dosanya, diterima amal baiknya dan husnul khotimah,” kata Amak yang juga berada di Mekkah. (udi)

Mak Ganjar Latih Masyarakat Manfaatkan Limbah Botol Kaca Jadi Vas Bunga

0

Batu, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Ganjar Pranowo, yang tergabung dalam Mak Ganjar, kembali melakukan kegiatan positif dan bermanfaat kepada masyarakat, khususnya di Kota Batu, Jawa Timur/Jatim. Kali ini, Mak Ganjar, mengadakan pelatihan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu bagaimana cara memanfaatkan limbah botol kaca menjadi vas bunga di Jalan Gondorejo Oro-oro Ombo, Kota Batu.

Koordinator Wilayah Mak Ganjar Jatim, Harizatun Naqiyah, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat masyarakat untuk bisa menciptakan karya bernilai dengan memanfaatkan botol kaca bekas.

“Kegiatan ini bisa menekan jumlah sampah rumah tangga dengan menciptakan karya-karya bernilai ekonomis dengan pemanfaatan limbah sampah organik berupa botol kaca,” kata Harizatun, Senin (3/7).

Dia menambahkan, pelatihan ini mendapat antusias dari masyarakat sekitar. Hal itu terlihat pada ibu-ibu yang hadir memenuhi kegiatan ini dengan penuh semangat untuk bisa mengetahui cara mengubah botol kaca menjadi hiasan itu.

Menurut dia, pelatihan ini dinilai sangat bermanfaat untuk masyarakat karena memiliki nilai jual. Sehingga bisa membantu perekonomian keluarga mereka. “Kegiatan ini juga mengubah pola pikir masyarakat dengan jiwa kreatifitas dan inovatif. Sehingga, nantinya masyarakat bisa mandiri membuat karya yang mempunyai nilai ekonomi,” tuturnya.

Mak Ganjar, foto bersama usai melatih masyarakat manfaatkan limbah botol kaca jadi vas bunga di Batu Senin (3/7). (foto/ist)

Pada kesempatan ini, relawan Mak Ganjar Jatim juga tak lupa memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo, kepada semua peserta yang hadir. Dia mengatakan, sebagian besar dari mereka sudah tahu sosok Gubernur Jawa Tengah/Jateng itu dan menyatakan dukungan kepada Pak Ganjar sebagai calon presiden 2024.

Selain pelatihan, perempuan pendukung Ganjar, ini juga memberikan bingkisan kepada peserta yang menghadiri acara tersebut. Salah satu peserta, Dita, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Mak Ganjar ini.

Dia mengatakan acara tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, karena bisa meningkatkan kreativitas mereka dalam membuat kerajinan tangan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali karena masyarakat bisa mengetahui, bahwa botol kaca bekas ini bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Terima kasih, Mak Ganjar,” kata Dita. (rid)

Diguyur Hujan Dua Hari, Sebuah Mushola di Banyuwangi Ambruk

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Banyuwangi memakan korban. Sebuah mushola di Dusun Sangkur, Desa Bunder, Kecamatan Kabat, ambruk setelah diterjang hujan. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Beruntung, saat kejadian mushala dalam kondisi kosong. Mushala yang ambruk ini kondisinya cukup parah. Seluruh bangunannya hanya tersisa puing. Atapnya ambruk total. “ Kejadiannya Minggu (2/7/2023) malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Hujan memang dua hari terus mengguyur,” kata petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Yusuf Kurniawan, Senin (3/7/2023) siang.

Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 25 juta. Begitu ambruk, warga tak langsung melakukan evakuasi bangunan. Sebab, kondisinya hujan lebat. Warga bersama aparat terkait melakukan pembersihan puing mushala, Senin pagi. “ Sudah dilakukan evakuasi barang-barang yang bisa diselamatkan,” jelas Yusuf.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi memperkirkan cuaca ekstrim akan melanda Banyuwangi hingga 5 Juli mendatang. Fenomena cuaca ini dipicu kondisi atmosfer yang cenderung tidak stabil. Sehingga, memicu munculnya awan yang berpotensi hujan lebat. Kondisi ini terjadi merata di seluruh kecamatan di Banyuwangi.

Selain hujan lebat, BMKG mengingatkan naiknya gelombang laut. Ketinggian gelombang, khususnya di perairan Samudera Indonesia bisa mencapai 4 meter. BMKG mengimbau warga di sekitar pesisir waspada. (udi)

Selama Libur Idul Adha, Wisdom Padati Destinasi Wisata dan Hotel di Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)– Libur panjang Idul Adha membawa berkah bagi pengelola wisata dan hotel di Banyuwangi. Selama liburan ini, wisatawan domestik (wisdom) memadati hampir seluruh destinasi wisata di Bumi Blambangan. Pun dengan hunian hotel.

Rata-rata, lonjakan kunjungan wisdom ini mencapai lebih dari 50 persen. Sedangkan okupansi hotel naik hingga 200 persen. Kebanyakan, wisatawan menyerbu destinasi wisata pantai. Salah satunya, kawasan wisata Pantai Cacalan di Kelurahan Klatak, Kalipuro. Pantai yang berbatasan dengan Selat Bali ini banyak diminati lantaran alamnya yang indah. Lalu, permainan kano yang menyusuri danau payau. “ Naiknya lebih dari 50 persen. Rata-rata, kendaraan yang masuk dari luar kota,” kata pengurus Pokdarwis Pantai Cacalan Awan Miswantoro, Senin (3/7/2023).

Sementara, okupansi hotel di Banyuwangi tak kalah padat. Bahkan, tembus hingga 90 persen. Kondisi ini juga berdampak pada pusat oleh-oleh di Kota Gandrung. Hampir seluruhnya transaksinya meningkat selama libur panjang Idul Adha. “ Ini memang berkah pelaku wisata di Banyuwangi. Kami juga menyiapkan berbagai pelatihan untuk menyajikan standarisasi halal, higienis, dan sehat (H2S),” kata Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi Ainur Rofiq.

Tak hanya  alam, Banyuwangi juga menawarkan gelaran dan atraksi budaya untuk memikat wisatawan. Termasuk kuliner. Untuk menyajikan pariwisata H2S ini, pihaknya menggandeng Kementerian Agama dan akademisi memberikan standar higienis bagi pengelola wisata.

Terbaru, Banyuwangi akan menggelar even spektakuler Banyuwangi Etchno Carnival (BEC).  Festival ini akan digelar 5-9 Juli mendatang. Wisatawan dipastikan akan kembali memadati kabupaten ini untuk melihat ajang bergengsi tersebut. “ BEC tahun ini mengambil tema “The Magic of Ijen Geopark”. Ini akan menampilkan berbagai kostum kontemporer bernuansa geopark Ijen,” tutupnya.(udi)

Cegah Antrean Ketapang – Gilimanuk, DPR Asal Banyuwangi Usulkan Jembatan Jawa – Bali

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Antrean di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dan Gilimanuk, Bali yang kerap terjadi membuat DPR RI prihatin. Anggota Komisi V DPR RI, Sumail Abdullah mengusulkan  jembatan Jawa – Bali untuk mencegah antrean.

Politisi Gerindra ini menegaskan pembangunan jembatan Ketapang – Gilimanuk sudah mendesak. Hal ini didasari pada fenomena antrean di dua sisi pelabuhan yang kerap terjadi. Ketika musim libur panjang atau hari raya, antrean selalu muncul. Bahkan, tak jarang, antreannya berkilo-kilometer. “ Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang ini menjadi fenomena rutin. Tentunya, menimbulkan kerugian pada pengusaha ekspedisi. Solusinya, jembatan Jawa-Bali harus segera diwujudkan,” kata Sumail, Senin (3/7/2023) siang.

Akibat antrean ini, tak jarang barang-barang yang akan diangkut ke Bali membusuk di tengah jalan. Lalu, terbuang. Kondisi ini  berdampak pada aktivitas ekonomi. Tak hanya di Jawa, namun juga Bali.

Karena itu, pihaknya sepakat jika jembatan Jawa – Bali ini segera terwujud. Sebab, manfaatnya akan sangat besar untuk mendongkrak ekonomi. Meski, pihaknya memahami  ada mitologi di masyarakat Bali terkait tersambungnya Jaw-Bali. “ Tentunya, pembangunan jembatan ini tetap menghormati budaya dan adat di Bali. Namun, harus juga dipertimbangkan kemajuan zaman untuk percepatan akses transportasi,” jelas pria asal Wongsorejo, Banyuwangi itu.

Tak hanya jembatan Jawa – Bali, pihaknya juga mengusulkan pembangunan jembatan Jawa – Sumatera. Hal ini untuk mendorong percepatan ekonomi daerah. Lalu, di tengah kemajuan pembangunan, idealnya tidak ada daerah yang tidak tersambung. Namun, tetap mengedepankan kearifan dan budaya lokal.

Terkait usulan jembatan Jawa-Bali ini, pihaknya akan segera melakukan rapat kerja bersama Dirjen Perhubungan. Sehingga, bisa dicarikan solusi fenomena kemacetan yang kerap melanda Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk. “ Tentunya, tetap mengedepankan kajian teknis dan dicarikan solusi alternatif,” tutupnya. (udi)

Modusnya Iming-iming Gaji Tinggi, Pelaku Perdagangan Orang Diamankan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Aksi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke luar negeri dibongkar jajaran Satreskrim Polresta Banyuwangi. Dari kasus ini, satu pelaku diamankan. Modusnya, menawarkan gaji tinggi ke korban. Namun, korban justru mendapatkan perlakuan tak mengenakkan di negara tujuan.

Pelaku yang diamankan berinisial IK, asal Banyuwangi. Bersama barang bukti, pelaku sudah mendekam di tahanan Polresta Banyuwangi. “ Kasusnya berawal dari laporan salah satu korban yang merasa dirugikan,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja, Senin (3/7/2023).

Kasus ini bermula ketika pelaku menawari korban bekerja di luar negeri. Gajinya dijanjikan fantastis. Merasa tergiur, korban dengan semangat mendaftar. Apalagi, korban dijanjikan bekerja sesuai keterampilan. Akhirnya, korban berangkat ke negara tujuan.

Ternyata, yang dijanjikan pelaku tak sesuai kenyataan. Justru, korban mendapatkan perlakuan tak nyaman. Korban juga dipekerjakan tak sesuai dengan keahlian. Setelah bertahan beberapa bulan, korban memutuskan pulang ke Indonesia. Begitu tiba di Banyuwangi, korban memilih melaporkan kejadian ini ke Polresta.

Berbekal laporan korban, polisi bergerak. Hasil penyelidikan, ternyata korban diberangkatkan secara ilegal. Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus ini. Muncul dugaan, masih ada korban lain yang kemungkinan enggan melapor. “ Korbannya sementara 1 orang. Tapi, tak menutup kemungkinan masih ada korban lain,” jelas Kompol Agus.

Pihaknya mengimbau warga yang menjadi korban perdagangan orang agar melapor ke Polresta. Pun, jika ada keluarga yang merasa keluarganya menjadi korban perdagangan orang di luar negeri. Kasus TPPO ini biasanya dilakukan oleh sindikat atau jaringan. “ Kami tentunya menunggu laporan masyarakat. Jadi,masyarakat harus pro aktif melapor,” tutupnya. (udi)

Cuaca tak Bersahabat, Pelabuhan Ketapang Antre hingga 10 Kilometer

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Antrean kendaraan memadati di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin (3/7/2023) siang. Panjang antrean tembus sekitar 10 kilometer, mulai pintu pelabuhan hingga ke arah Pantai Watudodol. Polisi menyiapkan 5 kantung parkir untuk menampung kepadatan kendaraan.

Selain menyiapkan kantung parkir tambahan, polisi membuat skema lain untuk mengurai antrean. Salah satunya, membuat pengalihan arus lalu lintas menuju pelabuhan. “ Kendaraan tang datang dari Kota Banyuwangi maupun dari arah Situbondo dialihkan melalui jalan lingkar,” kata Kasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Randy Asdar.

Pihaknya menerjunkan sedikitnya 40 personel untuk mengurai kemacetan ini. Mereka melakukan patroli dan mengatur arus lalu lintas menuju jalur pelabuhan. “ Kami arahkan para pengemudi yang akan masuk Pelabuhan Ketapang untuk istirahat dahulu di kantung parkir yang disiapkan,” jelasnya.

Polisi juga terus berkoordinasi dengan ASDP Ketapang – Gilimanuk untuk melakukan penambahan kapal. Sehingga, kepadatan kendaraan yang meluber ke jalan raya bisa segera terurai. Menurutnya, salah satu penyebab antrean kendaraan ini adalah faktor cuaca. Hujan lebat dan kondisi gelombang Selat Bali membuat kapal yang akan sandar mengalami kesulitan. Kondisi ini memicu aktivitas bongkar muat kapal tak bisa cepat. Karena terhambat, imbasnya kendaraan tak bisa lancar masuk ke dalam kapal. “ Kondisi cuaca ikut memicu antrean kendaraan ini,” jelasnya lagi.

Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang ini terjadi sejak Minggu (2/7/2023) malam, berlanjut hingga Senin (3/7/2023) siang. Seluruh kantung parkir pelabuhan dipenuhi kendaraan. Mereka didominasi kendaraan pribadi, bus dan truk. Kendaraan ini kebanyakan wisatawan domestik yang akan menyeberang ke Bali. Lonjakan kendaraan ini juga dipicu arus balik libur panjang Idul Adha dari Bali. (udi)

Sukses Digelar, LPS Half Marathon Diharap Jadi Agenda Tahunan

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Ajang atletik berskala internasional Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Monas Half Marathon dinilai berhasil dalam gelaran perdananya. Hal ini dapat dilihat pada antusiasme masyarakat yang terlihat sangat besar untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan LPS Monas Half Marathon.

Dimana terdapat hampir 7.000-an peserta dari berbagai daerah bahkan dari mancanegara yang ambil bagian pada kegiatan fun run yakni “Run The City” yang dilaksanakan kemarin 1 Juli 2023 dan puncak kegiatan di hari ini yakni LPS Monas Half Marathon.

“Event LPS Monas Half Marathon dapat menjadi event yang berkesinambungan dan menjadi kegiatan marathon berstandar internasional di Kota Jakarta. Selain itu, diharapkan juga event LPS Monas Half Marathon dapat menjadi ruang berkompetisi dan berkembangnya potensi atlet-atlet nasional ke depannya,” kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta, Minggu (2/7).

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo yang turut hadir pun mengapresiasi LPS yang memilih olahraga sebagai salah satu media untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Menurut dia, ini sangat penting, karena olahraga itu sifatnya multi sektor dan multi sosial.

Ia mengatakan bahwa  ini pilihan sangat tepat agar masyarakat yang gemar berolahraga ini juga bisa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya tugas penjaminan simpanan. “Semoga LPS tidak berhenti di Half Marathon saja tetapi sosialisasi dan edukasinya bisa melalui cabang-cabang olahraga lainnya, sekali lagi apresiasi setinggi-tingginya untuk LPS yang sudah memilih olahraga sebagai media sosialisasinya,” ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Luhut Binsar Pandjaitan, juga mengapresiasi langkah LPS yang dinilainya telah berhasil menggelar ajang lari berstandar internasional, dan sudah turut serta mendorong olahraga atletik agar dapat terus maju.

“Kita bersama ingin olahraga atletik terus maju, apalagi sekarang sudah banyak ajang lomba lari marathon seperti di Bali, di Borobudur dan lainnya. jadi apapun yang dikerjakan bila ditata dengan baik, hasilnya pun juga baik,” jelasnya.

LPS Monas Half Marathon bertema “Restart for Change” kali ini dimulai pada pukul 05.00 WIB yang dimulai dari Monas hingga garis finish di Gelora Bung Karno. Sekitar 4200 lebih pelari diantaranya 80 orang pelari internasional dari berbagai negara yang  mengikuti ajang tersebut untuk memenangkan total hadiah hingga Rp 992 juta.

“Tak hanya untuk sosialisasi LPS, semoga event LPS Monas Half Marathon dapat menjadi ruang berkompetisi dan berkembangnya potensi atlet-atlet nasional ke depannya,” ujar Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa.

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, yang turut hadir pun menyampaikan, semoga LPS tidak berhenti di Half Marathon saja tetapi sosialisasi dan edukasinya bisa melalui cabang-cabang olahraga lainnya, sekali lagi apresiasi setinggi-tingginya untuk LPS yang sudah memilih olahraga sebagai media sosialisasinya.

LPS Monas Half Marathon juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mohamad Hasan, Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, dan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. (bw)

Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi, BMKG Banyuwangi Minta Warga Waspada

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Hujan terus mengguyur wilayah Banyuwangi tiga hari terakhir. Badan Meteorologi, Kimatoligi dan Geofisika (BMKG) setempat memprediksi fenomena hujan lebat akan terus terjadi hingga 5 Juli mendatang. Selain hujan, BMKG mengingatkan adanya gelombang tinggi.

Meski memasuki kemarau, guyuran hujan teras justru melanda kabupaten ujung timur Jawa ini. Fenomena ini dipicu kondisi atmosfer yang tidak stabil. Sehingga, memicu sirkulasi siklonik di Samudera Hindia sebelah selatan Banten. Kondisi ini berpotensi memengaruhi cuaca di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya, Banyuwangi. “Jadi, ada perlambatan kecepatan angin atau kita sebut dengan konvergensi. Disitu membentuk awan-awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati,” kata prakirawan BMKG Banyuwangi, Anjar Triyono Hadi, Minggu (2/7/2023).

Kondisi atmosfer ini memicu pertumbuhan awan dan menyebabkan hujan di 25 kecamatan di Banyuwangi. Dari pantauan BMKG, hampir seluruh kecamatan terjadi hujan. Mulai intensitas ringan hingga sedang. Fenomena ini diprediksi akan mulai normal setelah tiga hari kedepan.

BMKG mengimbau  masyarakat mewaspadai potensi akibat perubahan cuaca. Seperti petir dan angin kencang.”Waspada potensi angin kencang dan petir. Serta saat perjalanan di darat juga hati-hati. Jalanan licin dan pohon tumbang. Ini karena curah hujan meningkat,” jelasnya.

Warga di wilayah pesisir, khususnya di Banyuwangi selatan juga waspada. Sebab, gelombang tinggi berpotensi mencapai 4 meter. Pihaknya menghimbau nelayan yang akan melaut tetap waspada. “ Pantau terus perkembangan cuaca sebelum melaut,” tutupnya. (udi)

Trofeo Iduladha, Jadi Ajang Waras FC Tingkatkan Kualitas

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wartawan Asli Football FC (Waras FC) kembali menggelar laga uji coba untuk mengukur kerangka tim sekaligus meningkatkan kualitas pemain. Selain Waras FC, laga uji coba bertajuk “Trofeo Silaturahmi Iduladha” ini diikuti Buaya Sakti FC sebagai tuan rumah, dan PSP Pasuruan, yang digelar di Lapangan Sumberejo Wonoayu, Sidoarjo.

Pada laga pertama, PSP Pasuruan secara mengejutkan menang telak 4-0 atas tuan rumah, Buaya Sakti. Pada laga kedua, Waras FC bertemu dengan Buaya Sakti. Tuan rumah yang diperkuat sejumlah mantan pemain profesional, seperti Khoirul Masyhuda dan Nur Kholiq (keduanya mantan pemain Deltras Sidoarjo) berhasil unggul dua gol.

Namun, di laga pamungkas, Waras FC yang seluruh pemainnya adalah murni pekerja media harus mengakui keunggulan PSP Pasuruan dengan skor 4-0. Inisiator trofeo yang juga pembina tim Buaya Sakti, Haji Sahar Maulana, mengaku, senang atas terselenggaranya trofeo ini.

“Agenda ini bisa merekatkan tali silaturahmi di antara kita yang memiliki profesi yang berbeda-beda. Kalah menang tidak penting. Yang utama adalah silaturahminya,” ujar Haji Sahar, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sumberejo, Wonoayu, Sidoarjo, dan juga Wakil Ketua Askab PSSI Sidoarjo, Sabtu (1/7).

Manajer Tim Waras FC, Agus Suyono, menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya trofeo ini. Menurut Agus, tim Waras FC yang para pemainnya adalah pekerja media mendapatkan banyak pelajaran.

“Bukan hanya ajang silaturahmi. Trofeo ini juga bisa meningkatkan chemistry para pemain Waras FC. Termasuk meningkatkan kualitas pemain itu sendiri,” jelas Agus. Agus yang juga wartawan kawakan ini mengakui, dalam trofeo ini juga terlihat jika stamina dan pemahaman bermain Sidiq Prasetyo dkk makin berkembang.

“Alhamdulillah, ini perkembangan bagus. Yang terpenting adalah kita yang berprofesi sebagai pekerja media ini bisa rutin berkumpul untuk berolahraga bersama. Insyaallah bisa membuat kita sehat jasmani dan rohani. Soal hasil akhir pertandingan tidak jadi soal,” tegas Agus, yang juga mantan Humas Deltras Sidoarjo.

Dalam laga trofeo kali ini, skuat Waras FC tampil dengan jersey terbaru dukungan dari perusahaan katering papan atas ibu kota, Nendia Primarasa. “Insyaallah kami akan support Waras FC. Mudah-mudahan sedikit yang kami berikan ini bisa membantu teman-teman di Waras FC. Salam sehat untuk semuanya,” pungkas owner Nendia Primarasa, Heru Pujihartono. (red)