Pemain Sepak Bola Wanita Australia Beri Coaching Clinic di Unesa

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Menjelang Piala Dunia Wanita FIFA 2023, Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya mendatangkan pemain dan pelatih Timnas Wanita Australia, Gema Simon dan Ian Greener. Selain mengampanyekan kesiapan Australia sebagai tuan rumah Piala Dunia Wanita FIFA 2023, mereka juga memberikan coaching clinic kepada 100 anak pemain sepak bola wanita di Jatim.

Festival Sepak Bola Putri U10 hingga U13 yang digelar Konjen Australia bekerja sama dengan PSSI Jatim, Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI), dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendapat kejutan spesial dengan kehadiran pemain Timnas Wanita Australia, Gema Simon dan pelatih sepak bola dari Rowville Sport Academy Australia, Ian Greener.

Gema Simon dan Ian Greener memberikan coaching clinic kepada 100 anak pemain sepak bola wanita di Jatim yang digelar di Lapangan Unesa. Konsul-Jenderal Australia di Surabaya, Fiona Hoggart, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mereka memberikan bekal bagi pesepak bola putri Indonesia menyambut gelaran Piala Dunia Wanita FIFA 2023 di Australia.

Atas tujuan itulah, pihaknya menerjunkan salah satu pemain sepak bola wanita terbaik mereka yaitu Gema Simon bersama pelatih lainnya agar bisa sharing dan melatih para pemain Indonesia.

“Harapan kami bukan sekadar berlatih, tetapi Gema Simon bisa memotivasi dan menginspirasi anak-anak kita yang menjadi atlet sepak bola putri Indonesia,” kata Fiona, Kamis (8/6).

 Dalam coaching clinic kali ini, Gema Simon, memberikan tips dan trik bermain sepak bola, serta mempraktikkan langsung kepada ratusan anak pemain sepak bola wanita U-10 hingga U-13. Ia mengakui, anak-anak pemain sepak bola wanita di Jatim ini memiliki antusias dan semangat yang bagus dalam bermain sepak bola.

“Sebagai atlet sepak bola wanita, saya hanya memberikan teknik khusus seperti teknik passing dan bermain sepak bola yang bagus. Saya menilai banyak bakat dan keahlian yang dimiliki anak-anak pemain sepak bola wanita ini,” terang Gema Simon, sembari memberi contoh passing yang benar kepada anak-anak pemain sepak bola wanita.

Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jatim, Arumi Bachsin, hadir dalam kegiatan ini. Arumi memotivasi para pemain sepak bola putri Indonesia ini agar tetap semangat berlatih.

“Manfaatkan kesempatan ini, kapan lagi kita bisa belajar dan dilatih langsung oleh pemain dan pelatih kenamaan Australia. Ilmu dan pengalaman yang didapat di sini, nanti diperkuat dan dipertajam lagi di tempat latihan masing-masing,” kata Arumi.

Sementara, Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha Unesa, Dr Bachtiar Syaiful Bachri MPd, mendukung kegiatan ini. Menurut Bachtiar, sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidang olahraga, Unesa terus mendorong kemajuan keolahragaan, salah satunya sepak bola termasuk sepak bola wanita atau putri.

“Kami sangat senang menyambut kegiatan ini, semoga anak-anak kita yang hari ini berlatih ini bisa menunjukan keahliannya di tingkat internasional,” ungkapnya. Kedatangan Gema Simon dan Ian Greener ke Indonesia ini sebagai rangkaian kegiatan menjelang Piala Dunia Wanita FIFA 2023 yang akan digelar di Australia dan New Zealand pada 20 Juli hingga 20 Agustus 2023 mendatang. Surabaya menjadi kota ketiga, setelah sebelumnya digelar di Jakarta dan Bandung. (red)

Berkat Jualan Kipas Selama 25 Tahun, Akhirnya Mbah Lahar Bisa Naik Haji

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Selama 25 tahun menabung dari jualan kipas dari bambu, akhirnya Mbah Lahar, warga Dusun Semampir, Desa Madulegi, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, bisa berangkat ibadah haji tahun ini. Raut wajah bahagia terpancar jelas dari wajah Kakek berusia 88 tahun ini, saat ditemui di Graha Bir Ali Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Keuntungan per hari mulai Rp 50.000 sampai rata-rata Rp 100.000. Pernah ada pembeli yang membayar lebih sampai Rp 1 juta,” kata Mbah Lahar, saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (8/6).

Sayangnya, beberapa tahun terakhir ini, karena penjualan kipas bambu menurun, ia akhirnya menambah barang dagangannya. Seperti kemoceng, pisau, gunting, dan lain-lain. Ia merasa sangat bersyukur di usia senjanya, sang pencipta masih memberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji.

“Alhamdulillah, saya daftar haji pada 2016, dan mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci tahun ini,” katanya. Sebenarnya, pada 2016 lalu, anak-anak Mbah Lahar, akan mendaftarkan kedua orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji.

Namun, Mbah Lahar, menampik karena ia ingin mendaftar haji dengan usahanya sendiri. Sehingga, saat itulah sang istri berkesempatan lebih dulu untuk menunaikan ibadah haji. Mbah Lahar, menjadi salah satu calon jemaah haji kloter 25 Embarkasi Surabaya yang akan berangkat tahun ini. (red)

Irwasum Polri Resmikan Gedung Satgas Saber Pungli Jatim

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Ahmad Dofiri, meresmikan Gedung Satgas Saber Pungli UPP Provinsi Jawa Timur/Jatim. Peresmian ini wujud keseriusan pemerintah dalam memberantas pungutan liar (pungli) di masyarakat.

Gedung Satgas Saber Pungli UPP Provinsi Jawa Timur yang diresmikan ini berada di kawasan Jalan Ngagel Jaya Surabaya. Irwasum Polri yang juga Kepala Dewan Pelaksana Satgas Saber Pungli, Komjen Pol Ahmad Dofiri, mengatakan pembentukan posko saber pungli ini dalam rangka semangat koordinasi, sinkronisasi dan integritas.

“Satgas saber pungli dinilai untuk mengoptimalkan struktur, personel, sarana dan prasarana yang sudah ada, baik kementerian, lembaga maupun yang ada di pemerintah daerah. Sebab, pungli dianggap meresahkan masyarakat, mengganggu investasi, dan menyebabkan ekonomi biaya tinggi,” ungkap Dofiri, Kamis (8/6).

Menurut Dofiri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung satgas saber pungli untuk memberantas kasus pungutan liar di wilayah Jawa Timur. Dukungan pemerintah daerah terhadap saber pungli itu diwujudkan dengan dukungan anggaran dari APBD. “Selain itu, dengan pendirian posko saber pungli. Diharapkan semangat pemberantasan pungli terus digelorakan dan mengutamakan sisi pencegahan,” pungkasnya. (red)

Hamil Tujuh Minggu, Jemaah Haji Asal Kediri Gagal Berangkat

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Seorang jemaah haji asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur/Jatim, dipastikan gagal berangkat haji tahun ini setelah dinyatakan positif hamil. Berdasarkan hasil pemeriksaan urine untuk jemaah haji wanita usia subur yang dilakukan petugas kesehatan haji Embarkasi Surabaya, usia kehamilan jemaah haji tersebut sekitar tujuh minggu, dan ditetapkan tidak memenuhi istithaah kesehatan jemaah haji.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Embarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, mengatakan, jemaah haji yang dinyatakan positif hamil tersebut berinisial S-M yang tergabung dalam kloter 30 asal Kabupaten Kediri. “S-M diketahui positif hamil saat pemeriksaan kesehatan ulang yang dilakukan petugas kesehatan haji Embarkasi Surabaya di Poliklinik Asrama Haji pada saat kedatangan jemaah haji kloter 30 pada Minggu lalu,” kata Roslan, Kamis (8/6).

Rosidi menjelaskan, berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2016 tentang istithaah kesehatan jemaah haji bahwa wanita hamil yang diprediksi usia kehamilannya pada saat keberangkatan kurang dari 14 minggu atau lebih dari 26 minggu, ditetapkan tidak memenuhi kemampuan ibadah haji aspek kesehatan (Istithaah) kesehatan.

“Selain itu, juga masuk kategori larangan penerbangan karena bisa membahayakan keselamatan janin dan Ibu tersebut. Sehingga, dipastikan jemaah haji tersebut gagal berangkat haji pada musim haji tahun ini, dan dipulangkan ke daerah asal,” terangnya.

Hingga saat ini, masih ada 12 jemaah haji lainnya yang tertunda keberangkatannya di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Sebagian besar karena sakit dan pendamping (istrinya) juga memilih mendampingi suaminya yang dirawat di RSU Haji Surabaya. Satu jemaah haji lainnya, terkendala penerbitan visa dari Kedutaan Besar Arab Saudi. (red)

Batas Ijen Disorot dalam Raperda Perubahan RTRW, Begini Jawaban Eksekutif ke DPRD

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Sorotan polemik tapal batas Ijen dalam pandangan umum fraksi DPRD Banyuwangi mendapat respon tegas dari eksekutif.  Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Sugirah menegaskan terkait batas wilayah administrasi antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso masih dalam proses di Kementerian Dalam Negeri. Penegasan ini diungkapkan Wabup Sugirah dalam paripurna di DPRD Banyuwangi, Kamis (8/6/2023) siang.

Menurutnya, pasal 28 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 141 Tahun 2017 tentang penegasan batas daerah menyebutkan bahwa jika tidak terdapat kesepakatan penyelesaian, Menteri memutuskan perselisihan dengan mempertimbangkan : berita acara hasil rapat sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 dan/atau aspek sosiologis, historis, yuridis, geografis, pemerintahan dan/atau aspek lainnya yang dianggap perlu.

Menyikapi sorotan fraksi di DPRD, pihaknya menegaskan bahwa sampai detik ini belum ada Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang enegasan dan penetapan batas wilayah administrasi Banyuwangi dan  Kabupaten Bondowoso. “ Jika ada statement bahwa wilayah Kabupaten Banyuwangi berkurang, hal itu adalah klaim sepihak, tidak berdasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara yuridis.,” tegas Sugirah.

Sebelumnya, sejumlah fraksi di DPRD Banyuwangi menyoroti polemik hilangnya sepertiga wilayah Ijen yang berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso. Sorotan ini muncul dalam pandangan umum fraksi-fraksi terkait perubahan Perda RTRW Banyuwangi yang diusulkan eksekutif. Fraksi Nasdem, PKB dan PDIP mempertanyakan bagiamana langkah eksekutif terkait sengkarut tapal batas Ijen. Sebab, diklaim berkurang hingga sepertiga dari sebelumnya.

Usulan perubahan Raperda RTRW Banyuwangi tahun 2023-2043 ini bertujuan mendongkrak iklim investasi di Bumi Blambangan. Meski terjadi perubahan, eksekutif memastikan tetap mengedepankan potensi lokal dalam pemanfaatan tata ruang daerah. (udi)

52 Calon Jemaah Haji Banyuwangi Berangkat Mendadak, Ini Penyebabnya

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Sebanyak 52 calon jemaah haji asal Kabupaten Banyuwangi terpaksa berangkat mendadak, Kamis (8/6/2023) siang. Mereka berangkat ke Asrama Haji Surabaya sebelum akhirnya diterbangkan ke Tanah Suci, bergabung bersama kloter 43 dari Malang dan Gresik. Keberangkatan yang mendadak ini dipicu aturan pembatasan kloter.

Awalnya, calon jemaah haji asal Banyuwangi akan diberangkatkan dalam kloter 62,63 dan 64. Namun, mendadak muncul panggilan akibat pembatasan kloter. Kebetulan, kloter 62 inilah yang terkena pembatasan kloter. Sebelumnya, satu kloter kuotanya mencapai 450 orang, lalu dipangkas 400 orang. Dampaknya, 50 calon Jemaah haji terpaksa pindah kloter. “ Ini yang menyebabkan 52 calon Jemaah asal Banyuwangi diberangkatkan mendadak,” kata Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Moh Jali.

Dari pembatasan kuota ini, ada dua kloter yang berpotensi terisi. Masing-masing kloter 37 dan 48. Namun, keputusan terakhir dimasukkan dalam kloter 43. Informasi keberangkatan calon jemaah haji asal Banyuwangi ini juga mendadak. “Tadi malam saya ditelepon dari asrama haji, agar jemaah diberangkatkan masuk asrama  hari ini. Ini yang membuat kaget. Atas dasar itu, kami mohon maaf dengan keluarga jemaah,” tegasnya.

Meski mendadak dan waktu terbatas, seluruh jemaah menyatakan siap  berangkat hari ini.

Mereka diberangkatkan dari Masjid Ahmad Dahlan, Banyuwangi, menjelang Dhuhur. Mereka diangkut dua bus. Tiba di Surabaya, calon jemaah haji ini akan langsung mengikuti proses administrasi.

Tahun ini, sebanyak 971 orang calon jemaah haji Banyuwangi akan berangkat ke Tanah Suci. Mereka rencananya akan berangkat ke asrama haji pada 15 Juni mendatang.” Nanti calon Jemaah akan kumpul di halaman Pemkab dan dilepas Bupati,” tegasnya. (udi)

Beri Ide Peluang Usaha, Kowarteg Dukung Ganjar Gelar Pelatihan Cara Buat Kue di Nganjuk

0

Nganjuk, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Ganjar Pranowo, yang tergabung dalam Komunitas Warung Tegal (Kowarteg) menggelar pelatihan membuat kue bolu karamel kukus, di Desa Sugih Waras, Kelurahan Babadan, Kecamatan Patian Rowo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur/Jatim.

Pelatihan yang diikuti ibu-ibu ini dilakukan untuk menambah skill dan ide peluang usaha. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi. “Kami memberikan pelatihan membuat kue kepada ibu-ibu, tujuannya untuk menambah skill dan menjadikan peluang usaha,” kata Koordinator Wilayah Kowarteg Jatim, Kiki Kurniawan, di Nganjuk Rabu (7/6).

Ia menyebut, usai pelatihan ibu-ibu juga diberikan alat masak dan bahan membuat kue agar dapat dipraktikkan di rumah masing-masing. Selain itu, kegiatan ini mendapat antusias dari para peserta. Bahkan, ibu-ibu sepakat mendukung Ganjar, menjadi presiden 2024 mendatang.

“Alhamdulillah, antusias warga kepada Pak Ganjar tinggi sekali. Saat kami memberitahu bahwa Kowarteg mendukung Pak Ganjar,” ujarnya. Sementara, salah satu peserta yang merupakan ibu rumah tangga Siti Khodijah, mengaku, semangat dan antusias dalam mengikuti pelatihan ini.

Kowarteg Dukung Ganjar gelar pelatihan cara buat kue di Nganjuk. (foto/ist)

Menurut dia, kegiatan seperti ini perlu dilakukan kembali untuk mengisi waktu luang dan menambah skill para ibu rumah tangga. “Alhamdulillah, bermanfaat bagi ibu-ibu. Bisa juga menjadi ide peluang usaha, karena cara membuatnya mudah dan disukai banyak orang. Semoga ke depan pelatihan diadakan kembali, karena ibu-ibu ini mau ada pemasukan dari ide usaha tersebut,” ujar Siti.

Ia mengaku telah mengikuti Ganjar, sejak lama lewat sosial media. Menurut dia, Ganjar merupakan sosok yang pantas untuk meneruskan estafet kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Saya pribadi memang pengikutnya di sosial media. Orangnya yang rendah hati, mudah bergaul, dan humoris cocok menggantikan Pak Jokowi,” pungkasnya. (rid)

Hebat.., 15 Negara Muslim Belajar KB dan Stunting di Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sebanyak 15 Negara Islam akan berkunjung dan belajar tentang keberhasilan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia. Untuk itu, BKKBN RI menetapkan Surabaya sebagai tuan rumah untuk ke-15 negara Islam tersebut mengingat Kota Surabaya memiliki angka stunting terendah.

Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN RI, Prof.  drh. Muhammad Rizal Martua Damanik, menjelaskan Advance Mission pada SAAT Offline Training on Strategic Partnership between Government and Moslem Religious Leaders (MRLs) in Reproductive Health, Family Planning, Prevention of Gender-based Violence, Child Marriage and Stunting Reductiob (Pelatihan Luring Kemitraan Strategis antara Pemerintah dan Tokoh Agama Islam dalam Kesehatan Reproduksi, KB, Pernikahan Dini dan Penurunan Stunting) akan dilaksanakan di Kota Surabaya pada bulan Juli mendatang.

“Mengapa Indonesia menjadi pilihan? Karena Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar namun program KB-nya berhasil, ” kata Prof Damanik saat melakukan audensi dengan Walikota Surabaya yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita di Ruang Sidang Walikota Surabaya, Selasa (6/6) yang juga dihadiri Perencana Ahli Muda di Analis dari Direktorat Pelatihan dan Kerjasama Internasional BKKBN RI, Fajar Dwi Heryudha Iryawan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Dra. Maria Ernawati, dan Periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Iswari Hariastuti, Kepala DP3APPKB Kota Surabaya Ida Widayati.

Prof Damanik menjelaskan mereka mengetahui bahwa di Indonesia ada dua organisasi keagamaan terbesar yaitu NU dan Muhammadyah yang sangat mendukung program KB. Sementara di negara-negara tersebut tokoh-tokoh agama memiliki perbedaan pandangan dan saling menghambat.

“Jawa Timur menjadi salah satu pusat unggulan BKKBN RI dan memilih Kota Surabaya sebagai tuan rumah bagi ke-15 negara tersebut untuk belajar karena Angka Stunting di Surabaya sangat rendah juga penurunan stunting yang sangat signifikan,” ungkap Prof. Damanik.

Sementara,  Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur/Jatim, Maria Ernawati, menjelaskan, pelatihan akan dilakukan dengan dua metode, yang pertama adalah materi yang diberikan di dalam kelas dan kunjungan lapangan. Untuk kunjungan lapangan antara lain RS. Haji, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Muslimat NU, Pondok Pesantren dan KUA.

“Mohon dukungan Pemkot Surabaya khususnya kultural visit, juga dukungan  bis heritage karena mereka senang keliling wisata heritage dengan menggunakan atribut lokal Surabaya. Kami bisa diberikan informasi terkait hal itu,” kata Erna.

Selain itu, kata Erna, pihaknya juga berharap agar Walikota Surabaya bisa berkenan hadir dan menyapa para tamu tersebut pada saat ceremony pembukaan atau pada gala dinner. “Kami juga mengharapkan Pemkot Surabaya bisa menjelaskan tentang aplikasi sapa warga dan berbagai kiat dan tips menurunkan angka stunting, ” ungkapnya.

Asisten Administrasi Umum Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita menjelaskan Pemerintah Kota Surabaya sangat memperhatikan stunting. Dengan melibatkan semua unsur dan terus dilakukan pengawasan dan pendampingan kepada keluarga stunting atau keluarga beresiko stunting.

“Kami masih pantau hingga anak pasca terbebas  dari stunting jangan sampai anak tersebut kembali mengalami stunting,” tuturnya. Sementara itu, Dra. Ida Widayati, MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menyampaikan dukungan penuh pada Juli 2023 mendatang, dimana Kota Surabaya akan menjadi tempat belajar bagi 15 negara Islam untuk belajar KB dan penurunan angka stunting.

“Tentu kami senang dan akan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujarnya. (bw)

Cegah Stunting, BKKBN Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Remaja Sebagai Calon Pengantin

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Salah satu upaya mencegah terjadinya stunting adalah kesadaran remaja akan kesehatan. Sebagai calon pengantin, setiap remaja harus memahami standar kesehatan bagi seorang calon ibu untuk melahirkan putra-putri yang sehat dan terbebas dari stunting.

Untuk itu, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN RI, Prof. Muhammad Rizal Martua Damanik. memberikan kuliah umum di Poli Teknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya (Polkesbaya).

Prof Damanik menjelaskan, stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis sejak janin berada di dalam kandungan. Sehingga langkah yang paling tepat adalah dengan pencegahan dengan meningkatkan kesadaran akan kesehatan remaja di Indonesia.

“Mereka adalah calon pengantin. Dengan memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan khususnya remaja putri. Semakin tinggi kesadaran remaja akan kesehatan maka prevalensi stunting di Indonesia bisa diturunkan,” kata Prof Damanik, pada Kuliah Umum Poltekkes Kemenkes dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting di Aula Jurusan Keperawatan Kampus Polkesbaya Jl. Karang Menjangan, Selasa (6/6).

Bila yang sudah terdeteksi berisiko stunting, jelas Damanik, tetap akan diberikan pendampingan agar anak yang dilahirkan bisa berkembang dengan baik. Pengobatan itu jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan pencegahan.

‘’Saya harapkan adik-adik mahasiswa ini akan menjadi generasi muda yang sehat dan bisa menyebarkan informasi akan kesadaran kesehatan di lingkungan,” paparnya. Luthfi Rusyadi SKM, M.Sc., Direktur Poli Teknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Surabaya (Polkesbaya) menyambut baik kerjasama dengan BKKBN.

“Kami menerima kerjasama ini dengan senang hati, baik dari segi penelitian maupun yang lainnya,” ujarnya melalui virtual. Sebanyak 400 mahasiwa mengikuti kuliah umum secara virtual dan 50 mahasiswa mengikuti secara luring.

Para mahasiswa ini berasal dari Jurusan Kebidanan, Keperawatan, Gizi dan Kesehatan Lingkungan. (bw)

Gelar Musda, BKKBN Jatim Kuatkan Koalisi Kependudukan dan IPADI

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Guna mengakselerasi program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting (PPS), Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur/Jatim, menggelar Rapat Koordinasi Pokja Bangga Kencana dan Musyawarah Daerah Koalisi Kependudukan dan Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (Musda KK dan IPADI) Jatim Rabu (7/6).

Kegiatan diikuti oleh sebanyak kurang lebih 160 peserta yang berasal dari OPD KB Kab/Kota se- Jatim, Ketua Koalisi Kependudukan Kab/Kota se-Jatim, Koalisi Kependudukan Prov. Jatim dan IPADI Prov. Jatim.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dra Maria Ernawati, MM menjelaskan, pentingnya peran KK dan IPADI. Koalisi Kependudukan dan IPADI  termasuk dalam kelompok kerja Bangga Kencana karena anggotanya terdiri dari berbagai lintas sektor.

‘’Koalisi Kependudukan dan IPADI dapat mengambil peran dalam mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan demi tercapainya perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga pada kondisi ideal yang diinginkan,” katanya.

Dalam kesempatan ini, dilakukan pelantikan Pengurus Koalisi Kependudukan Indonesia Provinsi Jawa Timur dan pengurus IPADI Provinsi Jawa Timur. Kepada para pengurus yang dilantik, Maria Ernawati menitipkan pesan agar hasil Musda bisa dilaksanakan guna mencapai akselerasi program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting.

Sementara itu, Ketua Umum Koalisi Kependudukan Indonesia Dr. Sonny Harry B Harmadi dalam paparan materinya juga berpesan kepada para pengurus dalam hal fungsi advokasi dalam menyukseskan program pemerintah khususnya BKKBN.

Ketua Koalisi Kependudukan Jatim kami harap segera melakukan advokasi ke pemangku kebijakan, seperti Gubernur Jatim sampaikan bahwa Koalisi Kependudukan Jatim siap membantu percepatan penurunan stunting di Jatim.

‘’Advokasi Koalisi Kependudukan itu penting. Kartu Identitas Anak (KIA) merupakan 100% hasil advokasi dari Koalisi Kependudukan Indonesia,” paparnya. (bw)