GGN Dukung Ganjar Gelar Pelatihan Teknik Dasar Jurnalistik Bagi Santri di Ponpes Gresik

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Gus Gus Nusantara (GGN) Dukung Ganjar Jawa Timur terus memberikan manfaat untuk kemajuan bangsa dan negara. Kali ini, GGN menggelar kegiatan pelatihan teknik dasar jurnalistik di Tahfidzul Quran Al-Hadi, Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur/Jatim Selasa (6/6).

“Kami kali ini memberikan santri pelatihan teknik dasar jurnalistik untuk bekal agar bisa berdaya saing di luar,” kata Koordinator Wilayah GGN Jatim, Nadhruna’im Abdilah, di Gresik. Na’im menyebut antusias santri dalam mengikuti kegiatan pelatihan sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari aktifnya peserta kepada pemateri.

“Alhamdulillah, untuk antusias santri sangat tinggi dan atraktif. Mereka yang hadir di sini merupakan santri aliyah atau SMK yang insya allah akan berguna pelatihan ini,” ujarnya. “Semoga lewat kegiatan ini para santri dapat mendapatkan ilmu bermanfaat dan menjadi bekal santri ke depan, agar berdaya saing di dunia luar,” tambahnya.

Sementara, salah satu peserta yang merupakan santri Atfanil Salaathin Islamiyah, mengaku, menikmati pelatihan yang diberikan GGN. Menurut dia, selain berguna untuk pekerjaan nanti, pelatihan ini juga dapat memberikan pencerahan kepada santri untuk memahami berita yang benar dan hoaks.

GGN Dukung Ganjar gelar pelatihan teknik dasar jurnalistik bagi santri di Ponpes Gresik. (foto/ist)

“Penting dan sangat berguna, karena di era globalisasi ini kita hanya sebagai penikmat berita. Dengan adanya pelatihan ini, kami juga bisa memilah berita yang benar atau hoaks,” kata Atfa.

Mewakili para santri, Atfa, berharap, Indonesia ke depan dapat dipimpin oleh sosok yang mengerti bagaimana kondisi santri. Serta dapat memfasilitasi santri dalam mengembangkan bakatnya.

‘’Karena menurut saya, banyak santri yang memendam harapan. Jika nanti Pak Ganjar menjadi presiden, semoga dapat mendekatkan santri agar bisa mengembangkan bakat seperti kegiatan pelatihan ini,” pungkasnya. (rid)

Bupati Usulkan Perubahan RTRW, Fraksi di DPRD Banyuwangi Soroti Batas Ijen

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Usulan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Banyuwangi disikapi beragam oleh fraksi-fraksi di DPRD setempat. Meski mayoritas sependapat dengan perubahan ini, mereka masih memberikan sejumlah catatan. Salah satunya, polemik hilangnya sepertiga wilayah Ijen yang berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso.

Fraksi Nasdem menyoroti pengajuan rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2023-2043 yang masih dihantui polemik hilangnya kawasan Ijen. Mereka mempertanyakan upaya Pemkab Banyuwangi dalam menyelesaikan polemik tersebut. “ Terkait polemik tapal batas ini akan menjadi pertanyaan masyarakat dan generasi mendatang. Sehingga, eksekutif harus menjelaskan secara gamblang apa upayanya,” kata Ketua Fraksi Nasdem DPRD Banyuwangi, Ali Mustofa dalam rapat paripurna, Rabu (7/6/2023) siang.

Senada dengan Nasdem, Fraksi PDIP juga ikut menyoroti tapal batas Ijen ini. Fraksi ini meminta eksekutif memberikan penjelasan seputar silang sengkarut batas Ijen yang diklaim Kabupaten Bondowoso. Selain tapal batas, PDIP menyoroti tujuan perubahan RTRW untuk mendongkrak investasi. “ Dalam meningkatkan investasi, eksekutif harus tetap memikirkan kepentingan wong cilik,” kata juru bicara Fraksi PDIP, Yayuk Banar.

Terkait usulan perubahan RTRW ini, Fraksi PKB menyoroti alasan utama eksekutif menyusun pemanfaatan ruang di Banyuwangi. Fraksi ini mempertanyakan proses yang telah dilalaui. “ Apakah sudah melalui kajian mendalam atau hanya cukup memelajari fakta dan kenyataan di lapangan,” kata juru bicara Fraksi PKB, Inayanti Kusumasari.

Pihaknya juga menyoroti diperbolehkannya penjualan minuman keras (miras) di kawasan Pulau Tabuhan. Menurutnya, dibutuhkan kajian mendalam ditetapkannya pulau ini sebagai kawasan destinasi pariwisata dan kawasan strategis.

Sementara itu, Fraksi PPP menyoroti belum ditemukannya rencana strategis dalam pengembangan pasar-pasar tradisional. Padahal, hal ini akan mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan.” Kami berharap adanya pasar-pasar baru untuk mendongkrak tumbuhnya potensi lokal,” kata Ketua Fraksi PPP, Basyir Kodim.

Pemandangan umum fraksi ini nantinya akan dijawab eksekutif melalui rapat paripurna lanjutan. Sebelumnya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengusulkan perubahan RTRW tahun 2023-2043. Perubahan tata ruang, menurut Ipuk, disesuaikan dengan zonasi dan kondisi wilayah. Sehingga, bisa dikembangkan untuk dunia usaha. (udi)

Dicurigai Terkait Terorisme, Polisi Dalami Jaringan Pembobol ATM di Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Penyidik Polresta Banyuwangi terus mendalami penangkapan dua pelaku pembobolan mesin ATM BCA di sebuah swalayan berjaring. Terbaru, polisi mencurigai pelaku sebagai penyandang dana aksi terorisme.

Terkait kecurigaan ini, penyidik Polresta Banyuwangi akan berkoordinasi dengan Densus 88 untuk memastikan kemungkinan pelaku berkiatan dengan terorisme. ” Kecurigaan ini akan kita kembangkan. Penyidik akan koordinasi dengan Densus 88,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa, Rabu (7/5/2023) siang.

Kecurigaan polisi ini bukan tanpa alasan. Selama ini, sejumlah aksi pembobolan ATM ternyata berafiliasi untuk aksi terorisme. Apalagi, uang yang dikuras nilainya cukup banyak. Di Banyuwangi kedua pelaku, AM (41) dan IR (32), berhasil menggasak uang ATM hingga Rp62 juta. Sedangkan di Blitar, Jawa Timur  mereka menggasak uang di ATM senilai Rp400 juta. ” Nilainya memang fantastis, ini yang kita curigai untuk didalami. Apakah ada jaringan terorisme atau tidak,” tegas Kapolresta didampingi Kasat Reskrim Kompol Agus Sobarnapraja.

Dua pelaku pembobolan mesin ATM di swalayan ditangkap tim buser Polresta Banyuwangi, Selasa (6/6/2023) dini hari. Keduanya disergap saat kabur di Yogyakarta tidak kurang dari 24 jam setelah kejadian. Dari tangan pelaku diamankan uang tunai hasil membobol ATM senilai Rp30 juta. Diamankan juga sebuah mobil Mitsubishi Expander yang digunakan beraksi. Pelaku membobol mesin ATM BCA di swalayan berjaring di Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Senin (5/6/2023) dini hari.

Aksi pelaku terbilang rapi. Saat beraksi, AM berperan sebagai eksekutor, sedangkan IR mengamati lokasi kejadian. Untuk memuluskan aksinya, AM merusak plafon swalayan, lalu memutus jaringan kabel utama kamera CCTV. Dia beraksi sendirian membongkar mesin ATM menggunakan mesin gerinda. Usai beraksi, mereka langsung kabur ke Yogyakarta. (udi)

DPRD Banyuwangi Usulkan Raperda PUG, Begini Respon Eksekutif

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang  Pengarusutamaan Gender (PUG) yang diusulkan DPRD Banyuwangi mendapat tanggapan dari Pemkab setempat. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melalui Wabup Sugirah menyambut baik usulan raperda tersebut.

Namun, pihaknya sependapat jika judul raperda itu menggunakan Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender. Hal ini didasarkan pada muatan materi yang diatur dalam batang tubuh raperda tersebut. “ Pada dasarnya eksekutif setuju dan sepaham dengan usulan Raperda PUG ini,” kata Wabup Sugirah dalam rapat paripurna di DPRD Banyuwangi, Rabu (7/6/2023) siang.

Menurutnya, raperda inisiatif ini penting dalam menciptakan kesetaraan gender yang lebih baik di Banyuwangi. Raperda ini tidak hanya penting memperbaiki ketidakadilan, namun ikut menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan. Nantinya diharapkan

ada langkah langkah konkret dalam memerangi diskriminasi gender. Lalu, mempromosikan kesetaraan dalam pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan akses lainnya. “ Tentunya,

raperda ini akan mampu mengakomodir keterlibatan berbagai pihak, yakni pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta. Sehingga akan mempercepat pencapaian tujuan pengarusutamaan gender,” jelas politisi PDIP ini.

Selain perubahan judul, pihaknya mengusulkan perlunya penambahan pasal yang memuat peran DPRD. Tujuannya, menciptakan kerangka kerja yang kokoh dalam pelaksanaan raperda ini. Lalu, memastikan tanggung jawab penuh dan akuntabilitas dalam mencapai tujuan kesetaraan gender. “ Kami berharap raperda ini menjadi tonggak penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara bagi semua individu, tanpa memandang perbedaan jenis kelamin, ” tutupnya.

Sebelumnya, DPRD Banyuwangi mengajukan rancangan Peraturan Daerah (raperda) tentang Pengarusutamaan Gender (PUG). Nantinya, pengembangan SDM kaum perempuan di Bumi Blambangan akan setara dengan kaum laki-laki. Raperda PUG ini merupakan inisiatif dari DPRD melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Tujuannya, menjamin kesetaraan perempuan dan laki-laki mendapatkan akses dan kontrol terhadap sumber daya. Dan, memperoleh manfaat pembangunan, serta dalam pengambilan keputusan dalam semua proses pembangunan.

“ Usulan raperda ini sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarustamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan Nasional dapat diintegrasikan ke dalam seluruh proses pembangunan di daerah,” kata Ketua Bapemperda DPRD Banyuwangi, Sofiandi Susiadi. (udi)

Pelaku Pembobol Mesin ATM Pilih Beraksi di Banyuwangi, Begini Alasannya

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Pembobolan mesin ATM di swalayan berjaring di Kelurahan Lateng,Banyuwangi ditemukan fakta baru. Kedua pelaku, AM (41) dan IR (32), sengaja memilih Banyuwangi untuk beraksi. Alasannya, mereka bisa sambil berwisata sebelum menjalankan aksinya.

Kepada penyidik, kedua warga Cilacap dan Serang ini mengaku sebelum beraksi, mereka melakukan pengamatan lokasi selama dua hari. Sembari mengamati lokasi, mereka menikmati sejumlah tempat wisata di Banyuwangi. ” Kenapa pilih Banyuwangi, karena sambil plesiran dan jalan-jalan,” kata AM di hadapan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa, Rabu (7/6/2023) siang.

Mereka memilih mesin ATM di swalayan berjaring lantaran dirasa aman. AM yang bertugas sebagai eksekutor tunggal beraksi dengan cepat. Begitu menjebol plafon, dia langsung merusak kabel utama kamera CCTV. Lalu, membobol mesin ATM dengan mesin gerinda. Sedangkan IR bertugas di luar mengamati situasi. Usai beraksi, keduanya kabur ke Yogyakarta.

Selama di Banyuwangi, kedua pelaku menginap di sebuah hotel di pinggir kota. Kepada penyidik, keduanya mengaku uang hasil membobol ATM digunakan  membayar utang. Sisanya, digunakan untuk biaya hidup.

Yang mengagetkan, kedua pelaku ternyata masih memiliki ikatan keluarga. AM yang berperan sebagai otak aksi ini. Sedangkan IR hanya membantu menjalankan aksi.

Dari kejadian ini, polisi mengamankan sisa hasil membobol ATM senilai Rp30 juta. Diamankan juga mesin gerinda dan mobil Mistubishi Expander yang digunakan beraksi.  Selain itu, diamankan juga sejumlah rokok yang digasak dari lokasi kejadian.

Dua pelaku pembobolan mesin ATM di swalayan ditangkap tim buser Polresta Banyuwangi, Selasa (6/6/2023) dini hari. Keduanya disergap saat kabur di Yogyakarta tidak kurang dari 24 jam setelah kejadian. Sebelum beraksi di Banyuwangi, kedua pelaku  menjalankan aksi serupa di Blitar. Mereka berhasil membawa kabur isi ATM senilai Rp400 juta. Polisi masih mendalami kemungkinan keduanya terkait jaringan terorisme. (udi)

Dukung Pengembangan SDM Perempuan, Banyuwangi Godok Raperda PUG

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Kesetaraan gender akan segera mendapatkan pengakuan hukum di Banyuwangi. Hal ini menyusul DPRD setempat mengajukan rancangan Peraturan Daerah (raperda) tentang Pengarusutamaan Gender (PUG). Nantinya, pengembangan SDM kaum perempuan di Bumi Blambangan akan setara dengan kaum laki-laki.

Raperda PUG ini merupakan inisiatif dari DPRD melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Tujuannya, menjamin kesetaraan perempuan dan laki-laki mendapatkan akses dan kontrol terhadap sumber daya. Dan, memperoleh manfaat pembangunan, serta dalam pengambilan keputusan dalam semua proses pembangunan. “ Usulan raperda ini sesuai

Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarustamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan Nasional dapat diintegrasikan ke dalam seluruh proses pembangunan di daerah,” kata Ketua Bapemperda DPRD Banyuwangi, Sofiandi Susiadi, Rabu (7/6/2023) siang.

Terkait hal ini, pihaknya sepakat membawa program ini dalam pembentukan Perda tahun ini. Harapannya, kaum perempuan di Banyuwangi bisa mendapatkan akses yang sama dalam program pembangunan. Nantinya, raperda ini menjamin  permasalahan-permasalahan dalam perspektif gender masuk dalam proses pembangunan. Mulai perencanaan penganggaran, pelaksanaan, rencana aksi daerah, kerjasama, pelaporan, pemantauan dan evaluasi, penghargaan, pembinaan dan pengawasan serta pembiayaan. “ Yang terpenting, dengan raperda ini akan diatur pengelolaan anggaran daerah yang ramah gender dan mendorong terbentuknya lembaga-lembaga kaum perempuan,” jelas politisi Golkar ini.

Menurutnya, raperda ini telah mendapat surat hasil harmonisasi dari Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur. Harapannya, eksekutif bisa sepakat melakukan pembahasan. Sehingga, bisa segera disahkan tahun ini. “ Tentunya, ini sangat penting untuk kesetaraan gender dalam pembangunan di daerah,” tutupnya. (udi)

Kasus Pesilat Tewas saat Ujian Tingkat, Polisi Periksa 8 Saksi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Kasus tewasnya pesilat saat ujian kenaikan tingkat terus didalami penyidik Polresta Banyuwangi. Terbaru, sebanyak 8 saksi diperiksa. Seluruhnya adalah teman-teman korban yang berada di lokasi kejadian.

Penyidik juga menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan. Artinya, dalam waktu dekat akan segera muncul status tersangka. ” Kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan. Sudah ada 8 saksi yang diperiksa,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja, Rabu (7/6/2023) siang.

Pihaknya mendalami kemungkinan adanya kesalahan prosedur dan kelalaian dalam tragedi ini. Terutama, kegiatan ujian kenaikan tingkat yang mengakibatkan korban meregang nyawa. ” Sementara, ini yang kita dalami, sehingga naik ke tahap penyidikan,” tegas peraih Adhimakayasa Polri ini.

Selain teman-teman korban, penyidik akan memintai keterangan dokter forensik yang menangani korban. Sebab, keluarga korban menolak dilakukan autopsi. ” Kita akan meminta keterangan dokter yang menangani korban, termasuk dokter forensik yang memeriksa tubuh korban,” tutupnya.

Pesilat berinisial RS (18), asal Giri, Banyuwangi tewas, Senin (5/6/2023) pagi. Sebelumnya, korban berpamitan mengikuti ujian kenaikan tingkat perguruan silat, Sabtu (3/6/2023) sore. Namun, korban mendadak kejang dan dilarikan ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, Minggu (4/6/2023) dini hari. Setelah dirawat semalam, korban akhirnya meninggal.

Keluarga menemukan sejumlah kejanggalan. Di tubuh korban ditemukan sejumlah luka lebam. Diantaranya, di dada dan punggung.

Pihak keluarga berharap tragedi ini bisa diusut tuntas. Apalagi, belum ada keterangan pasti dari pihak perguruan silat terkait kejadian ini. Versi keluarga, pihak perguruan terkesan membuat alibi untuk menutupi kronologis kematian korban.

Mirisnya lagi, ketika peristiwa itu terjadi, tidak ada pelatih yang mendampingi. Korban hanya didampingi senior di perguruan. “ Kami hanya ingin pertanggungjawaban dari pihak perguruan silat. Apalagi, hingga saat ini kami belum mendapatkan kronologis pasti kejadian,” kata  korban, Abdul Somad (43) di rumahhya, Selasa (6/6/2023) siang.

Usai kejadian, pihak perguruan sempat mendatangi rumah korban. Namun, lagi-lagi, belum ada keterangan yang jelas terkait kronologis kejadian. Versi mereka, korban didapati terkapar usai tanding dengan seniornya. Sementara, hasil pemeriksaan dokter ditemukan gumpalan darah di bagian belakang kepala korban. Dokter sedianya akan melakukan operasi. Namun, kondisi korban makin kritis dan meninggal. (udi)

Tidak Kurang 24 Jam, Pelaku Pembobol Mesin ATM Dibekuk di Yogyakarta

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Pelaku pembobolan mesin ATM BCA di swalayan, Kelurahan Lateng, Banyuwangi terungkap. Tidak kurang dari 24 jam, dua pelaku berhasil dibekuk saat kabur di Yogyakarta.

Dua pelaku masing-masing berinisial AM (41) asal Cilacap, Jawa Tengah dan IR (32) asal Serang, Banten. Keduanya diamankan ketika hendak pulang ke kampung halaman.

Penangkapan para pelaku berawal dari ditemukannya sejumlah bukti di lokasi kejadian. Polisi juga mendapatkan petunjuk kasus serupa di Blitar,Jawa Timur. Akhirnya, identitas pelaku terdeteksi. Bersama tim buser Polres Blitar dan Polda DIY, personel Polresta Banyuwangi memburu pelaku.

Tak butuh waktu lama bagi polisi menyergapnya. Kedua pelaku diamankan di sebuah penginapan di Kota Gudeg. ” Kedua pelaku kita amankan tanpa perlawanan, tidak sampai 24 jam setelah kejadian di Banyuwangi,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa, Rabu (7/6/2023) siang.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya,uang tunai pecahan Rp50.000 hasil pembobolan ATM. Nilainya, Rp30 juta. Ada juga sejumlah alat yang digunakan membobol ATM, seperti mesin gerindra,senter dan lainnya. Polisi juga mengamankan sebuah mobil Mitsubishi Expander yang digunakan beraksi.

Hasil pemeriksaan, sebelum beraksi di Banyuwangi, kedua pelaku membobol mesin ATM di sebuah swalayan berjaringan di Blitar pada 11 Maret 2023. Mereka berhasil menggasak uang tunai sekitar Rp400 juta. Setelah itu, mereka bergerak ke Banyuwangi. Dalam menjalankan aksinya, AM berperan sebagai eksekutor tunggal. Sedangkan IR bertugas mengawasi situasi di sekitar lokasi. Penyidik menjerat keduanya dengan pasal 363 KUHP ayat 1 huruf 4E dan 5E. ” Pemeriksaan masih berlangsung untuk memburu kemungkinan jaringannya,” tegas Kapolresta didampingi Kasat Reskrim Kompol Agus Sobarnapraja.

Aksi pembobolan mesin ATM ini terjadi, Senin (5/6/2023) dini hari. Pelaku masuk setelah menjebol plafon, lalu merusak jaringan kabel CCTV. Pelaku berhasil menguras isi ATM sebanyak Rp62 juta. Pelaku juga membawa kabur rokok dan beberapa minuman. (udi)

Sakit dan Terkendala Visa, 12 Jemaah Haji Tertunda Berangkat

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mencatat ada 12 jemaah haji dari Jawa Timur/Jatim tertunda keberangkatannya di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Sebagian besar karena sakit dan pendamping (istrinya) juga memilih mendampingi di RSU Haji.

Satu jemaah lainnya terkendala visa yang belum terbit menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. PPHI Embarkasi Surabaya masih mempercepat proses verifikasi dan validasi dokumen haji di Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu), terutama untuk pemberangkatan kloter-kloter gelombang kedua.

Namun, ada sejumlah dokumen haji, terutama visa yang belum terbit bagi jemaah di kloter-kloter awal yang seharusnya sudah berangkat ke Tanah Suci, dan terpaksa tertunda di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Hingga saat ini, ada 12 jemaah yang tertunda keberangkatannya di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Rinciannya, 4 jemaah sakit dan dirawat di RSU Haji, 3 jemaah pendamping (istri dari jemaah yang sakit), dan 4 jemaah lainnya dipulangkan ke tempat asal karena sakit parah.

‘’Sedangkan, 1 jemaah terkendala visa,” kata Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Husnul Maram, Selasa (6/6). Kendala penerbitan visa tersebut, lanjut Maram, disebabkan sistem perekaman biometrik pada Aplikasi Saudi Visa Bio. Sebab, aplikasi tersebut masih baru, khususnya di Indonesia.

Sehingga, banyak kendala yang dialami. Seperti, beberapa kasus wajah atau sidik jari dari jemaah yang masih tidak terbaca. Hal itu karena mohon maaf, ada beberapa jemaah yang kehilangan tangan atau lapisan telapak tangan terlalu tebal.

‘’Sehingga, visa belum bisa dicetak atau diterbitkan dari Kedutaan Besar Arab Saudi,” terangnya. Maram menjelaskan, jika ada jemaah haji yang hamil, sehingga tidak diperkenankan berangkat ke tanah suci.

“Berdasarkan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang istithaah kesehatan Jemaah Haji bahwa wanita hamil yang diprediksi usia kehamilannya pada saat keberangkatan kurang dari 14 minggu atau lebih dari 26 minggu, ditetapkan tidak memenuhi kemampuan ibadah haji aspek kesehatan (Istithaah) kesehatan,” jelasnya.

Hingga keberangkatan kloter 32, Embarkasi Surabaya telah memberangkatan sebanyak 14.028 jemaah haji dan 160 petugas kloter. (red)

Penjual Pentol Bisa Naik Haji, Berkat Menabung Rp 10.000/Hari

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Iskandar Mudasi Bukhori, seorang penjual pentol asal Kabupaten Kediri, mewujudkan impiannya untuk berangkat haji. Berkat menabung Rp 10.000 setiap hari dari hasil jualan pentol keliling, ia bersama istrinya siap menunaikan rukun Islam kelima.

Ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Iskandar Mudasi Bukhori, menceritakan, awal mula bisa berangkat haji pada musim haji 2023 ini. Jemaah haji berusia 50 tahun ini sehari-harinya bekerja sebagai penjual pentol keliling yang terkadang menjajakan dagangannya dengan gerobak di Simpang Lima Gumul Kediri.

Penghasilannya dengan berjualan pentol keliling tidak sampai Rp 100.000. Bahkan, terkadang sepi pembeli. Apalagi jika musim hujan. Namun, dengan niat dan tekad yang kuat untuk bisa berangkat haji dan impian dari sejak dulu, Iskandar memilih untuk menyisihkan uang dari hasil jualan pentol sebesar Rp 10.000 setiap hari di dalam kotak tabungan.

“Saya memang niatnya untuk pergi haji. Saya wajibkan Rp 10.000 dari hasil jualan untuk menabung dan bisa naik haji, setiap hari. Tahun pertama menabung, saya bisa membayar pendaftaran nomor porsi haji pada tahun 2011. Jualan kadang dapat Rp 100.000, kadang hujan yaa tidak dapat apa-apa. Tapi, saya sisihkan dari yang dapat jualan kemarin,” kata Iskandar, saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (5/6).

Kemudian, lanjut Iskandar, selama 10 tahun atau tepatnya pada 2020, ia mampu melunasi biaya haji sebesar Rp 18 juta saat itu. Namun, karena pandemi Covid-19, ia bersama istrinya terpaksa menunda keberangkatan, hingga pada 2023 ini ia kembali mendapat panggilan dari Kementerian Agama Jawa Timur untuk berangkat ke Tanah Suci.

“Saya senang dan bahagia, perjuangannya menabung selama 10 tahun, bisa terwujud tahun ini untuk bisa berkunjung ke rumah Allah bersama istri saya. Doakan saja kami bisa lancar dalam menunaikan ibadah haji,” katanya.

Iskandar tergabung bersama kloter 30 asal Kabupaten Kediri, dan rencananya akan berangkat ke Tanah Suci Makkah dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Selasa (6/6) dini hari. (red)