PPIH Sita Puluhan Bungkus Rokok dalam Koper Jemaah Haji

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menyita puluhan bungkus rokok berbagai merek dari tiga koper milik jemaah calon haji Kloter 1 dan Kloter 3 asal Bangkalan. Dari keterangan jemaah calon haji kepada petugas, kebanyakan rokok yang dibawa berlebihan tersebut merupakan barang titipan dari kerabatnya untuk diserahkan kepada seseorang di Arab Saudi.

Meski sudah ada larangan untuk membawa barang bawaan berlebih maupun berbahaya, masih banyak ditemukan jemaah calon haji yang tidak tertib. Dari hasil screening dan pemeriksaan menggunakan alat metal detector, petugas Angkasa Pura di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), petugas menemukan puluhan bungkus rokok berbagai merek, pengisi daya baterai atau power bank, serta beberapa pasta gigi.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Husnul Maram, mengatakan, barang bawaan berlebih tersebut disita dari sejumlah koper milik jemaah calon haji Kloter 1 dan Kloter 3 asal Kabupaten Bangkalan, saat tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Dari keterangan jemaah calon haji kepada petugas haji daerah, puluhan bungkus rokok tersebut rata-rata pesanan dari kerabat yang tinggal di Arab Saudi,” kata Husnul, saat ditemui di AHES, Rabu (24/5).

Puluhan bungkus rokok dalam koper jemaah haji yang disita petugas PPIH. (foto/red)

PPIH, lanjut Husnul, sudah mengingatkan kepada jemaah calon haji agar mematuhi batasan barang yang akan dibawa ke Tanah Suci. Batasan barang di dalam koper yang akan masuk ke bagasi pesawat adalah 20 kilogram.

“Sosialisasi juga sudah dilakukan berulangkali dan mengingatkan jemaah calon haji tidak membawa barang-barang yang dilarang menurut aturan penerbangan internasional. Seperti tembakau atau rokok yang tidak melebihi 200 batang,” jelasnya.

Barang bukti yang disita langsung dibawa petugas haji daerah untuk dibawa ke Kantor Kementerian Agama tempat asal jemaah calon haji tersebut. Nantinya, barang bukti tersebut diserahkan kembali kepada pihak keluarga jemaah calon haji. (red)

Jemaah Haji Asal Surabaya Wafat Sehari Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Seorang jemaah haji asal Surabaya, wafat sehari sebelum masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya dan berangkat ke Tanah Suci Makkah. Dari hasil keterangan tim medis dan keluarga, tidak ada riwayat penyakit yang diderita jemaah haji tersebut.

Namun, Kementerian Agama Jawa Timur/Jatim memastikan akan menggantikan jemaah haji yang wafat tersebut dengan ahli warisnya. Jemaah haji yang wafat tersebut diketahui bernama Moh. Kiwau, berusia 65 tahun, warga Wiyung, Surabaya.

Jemaah lansia tersebut tergabung dalam Kloter 2 Embarkasi Surabaya bersama jemaah haji asal Bangkalan, Kota Madiun dan Surabaya. Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Husnul Maram, mengatakan, jemaah haji tersebut wafat pada Selasa (23/5) pagi di rumahnya.

Ia wafat saat sedang pamit menuju Islamic Center Surabaya untuk pelepasan jemaah haji sebelum masuk ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Jemaah haji pria kelahiran 30 Juni 1958 tersebut mengeluh pusing kepala dan nyaris pingsan, dan sempat dibawa ke puskesmas terdekat.

“Dari keterangan tim medis dan keluarga, tidak ada riwayat penyakit yang diderita jemaah haji tersebut sebelumnya. Kloter 2 sebanyak 445 jemaah haji sudah diberangkatkan dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Rabu pagi,” terang Husnul, ditemui usai memberangkatkan jemaah haji Kloter 2 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (24/5).

Husnul memastikan, Kementerian Agama Jatim akan menggantikan jemaah haji yang wafat tersebut dengan ahli warisnya. Sehingga, tidak sampai ada kursi kosong di setiap kloternya. Ada kemungkinan jemaah haji dari kloter berikutnya yang diminta mengisi kekosongan kursi, jika ahli waris jemaah yang wafat belum selesai pengurusan berkas.

‘’Kami juga memastikan pengurusan berkas ahli waris jemaah yang wafat akan berlangsung cepat,” pungkasnya. (red)

Lepas 445 Jemaah Haji Kloter 1, Gubernur Minta Waspada Virus MERS

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, memberangkatkan 445 jemaah haji Kloter 1 asal Kabupaten Bangkalan dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya menuju Tanah Suci Makkah. Ia meminta para jemaah haji untuk menjaga kesehatan dan tetap menggunakan masker selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Terutama untuk mewaspadai virus MERS-Cov dan varian Covid-19 lainnya. Keberangkatan Kloter 1 dilepas Khofifah, didampingi Kakanwil Jatim, Husnul Maram di depan Graha Bir Ali Asrama Haji Embarkasi Surabaya langsung diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya, Rabu (24/5).

Gubernur Khofifah, mengatakan, Kloter 1 ini berasal dari Kabupaten Bangkalan sebanyak 445 jemaah haji yang terdiri dari 220 jemaah haji laki-laki dan 225 jemaah haji perempuan, ditambah 5 petugas kloter.

Kepada para jemaah haji, Gubernur Khofifah, mengimbau untuk selalu menjaga kesehatan dengan menyesuaikan kondisi cuaca yang ekstrem. Langkah-langkah preventif harus ditegakkan dari para jemaah haji.

Termasuk selalu menggunakan masker selama beribadah haji, serta bisa memaksimalkan dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk fokus ibadah haji, terutama di awal-awal aktivitas karena keberangkatan Kloter 1 atau paling awal.

‘’Sebab, informasi dari Kementerian Kesehatan, virus MERS-Cov dan varian Covid-19 lainnya untuk diwaspadai. Sehingga, nantinya dikhawatirkan berpengaruh terhadap kondisi fisik para jemaah haji,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur Khofifah, memastikan petugas pendamping dan petugas kesehatan haji untuk menjaga dan mengawasi para jemaah haji lansia dan memiliki risiko tinggi. Para jemaah haji terutama lansia tidak perlu khawatir karena ada pendamping kloter dan petugas kesehatan haji.

”Sehingga, tetap bisa menjalankan ibadah haji tanpa ada gangguan kesehatan dan fisik,” terangnya. Pada Rabu pagi, PPIH Embarkasi Surabaya memberangkatkan tiga kloter sekaligus atau total sebanyak 1.335 jemaah haji.

Yakni, Kloter 1 asal Bangkalan, Kloter 2 Bangkalan, Kota Madiun dan Surabaya, serta Kloter 3 asal Sampang, Bangkalan dan Surabaya. Masing-masing kloter berisi 445 jemaah haji ditambah 5 petugas kloter. (red)

Terungkap, Dua TKI Banyuwangi yang Disiksa di Myanmar Dipekerjakan Penipuan Online

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Dua tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengaku disiksa di Myanmar dipastikan warga Banyuwangi. Keduanya berasal dari Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. Yang miris, keduanya ternyata dipekerjakan dalam jaringan penipuan online.

Asal-usul dua TKI ini terkuak setelah pihak desa mengetahui video keduanya. Begitu melihat video yang viral, pihak desa bersama kecamatan setempat mendatangi rumah kedua TKI tersebut. “ Identitasnya adalah Muhammad Ilyas dan Muhammad Sugiantoro, beralamat di Dusun Krajan Kulon, Desa Wonosobo,” kata Sekretaris Desa Wonosobo, Rudi Siliworo Putro, Rabu (24/5/2023) siang.

 Informasi dari pihak keluarga, kedua TKI ini berangkat pada Oktober 2022 lalu. Karena tak memiliki pekerjaan, keduanya langsung tergiur saat ditawari bekerja di Thailand. Versi keluarga, keduanya didatangi calo TKI berinisial B dan S asal Srono, Banyuwangi. Kala itu, dua TKI ini diminta biaya Rp10 juta per orang.

Keduanya tak menolak setelah diyakinkan perusahaan yang mengirimnya berstatus resmi. Apalagi, prosesnya tidak ribet. Ketika hendak berangkat, istri Muhammad Ilyas sempat keberatan. Pun dengan keluarga Muhammad Sugiantoro yang berstatus bujangan ini. Namun, keduanya tetap nekad berangkat.

Celakanya, begitu tiba di Thailand, mereka dibawa ke perbatasan Myanmar. Parahnya lagi, mereka justru diperjakan dalam jaringan kejahatan skimming. Selama bekerja, keduanya kerap mendapatkan penyiksaan. Bahkan, disekap. Kedua korban kemudian nekad membuat video dan viral. Keluarga berharap, keduanya bisa segera pulang dengan selamat. “ Pemerintah desa juga semaksimal mungkin mendampingi keluarga,” jelas Rudi.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Kecamatan, Dinas Tenaga Kerja dan menggandeng apara penegak hukum. “ Harapannya, bisa diusut tragedi. Kemungkinan ada unsur penipuan dan perdagangan manusia,” tegasnya.

Sebelumnya, sebuah video penyiksaan TKI trending di media sosial (medsos) TikTok. Dua orang TKI asal Banyuwangi mengaku disiksa di perbatasan Myanmar. Keduanya meminta segera diberikan pertolongan. Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Banyuwangi sudah berkoordinasi dengan KBRI Myanmar untuk melacak keberadaan dua pekerja migran Indonesia (PMI) ini. (udi)

Dua TKI Asal Banyuwangi Mengaku Disiksa di Myanmar, Videonya Viral di Medsos

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Sebuah video penyiksaan TKI trending di media sosial (medsos) TikTok. Dua orang TKI asal Banyuwangi mengaku disiksa di perbatasan Myanmar. Keduanya meminta segera diberikan pertolongan.

Vidio itu diunggah oleh akun @andre_aries. Dalam postingan itu, dua TKI iini mengaku bernama Muhammad Ruhiyat dan Ahmad Subiantoro. Umurnya kisaran 20 tahun. Dalam pengakuannya, mereka ditipu oleh agen pengiriman TKI. Keduanya dijanjikan ditempatkan di perusahaan ternama di Thailand. Namun, kenyataannya berbeda. Mereka justru dibawa ke perbatasan Myanmar.

Dalam video itu, keduanya mengaku disiksa secara tak manusiawi. Bahkan, sering diintimidasi. Mereka meminta Presiden Jokowi memberikan pertolongan. “Tolong saya ya pak,” ujar  remaja dalam vidio tersebut.

Pengakuan penyiksaan TKI ini sudah didengar Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Banyuwangi. Lembaga ini langsung menelusuri kejadian ini dengan berkoordinasi dengan pihak KBRI Myanmar. “ Informasi ini sudah kami tindaklanjuti dengan menyampaikannya ke KBRI Myanmar,” kata Koordinator P4MI Banyuwangi, Fery Meriyanto, Rabu (24/5/2023) siang.

Pihaknya belum bisa memastikan pekerjaan apa yang dilakoni dua pekerja migran Indonesia (PMI) itu. Pun dengan kepastian alamat di Myanmar. Termasuk, asal usul keduanya di Banyuwangi. “Informasinya masih sebatas dari media sosial. Dari Dinas Tenaga Kerja juga belum mandapat informasi alamat dan asal keluarga,” tegasnya. (udi)

Kowarteg Dukung Ganjar Bagikan Resep Masak untuk Warga Bangilan Tuban

0

Tuban, (pawartajatim.com) – Kowarteg Indonesia Dukung Ganjar mengadakan demo masak dan membagikan resep masakan hidangan nusantara kepada warga Kedung Jambangan, Kecamatan Bangilan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur/Jatim Rabu (24/5).

Kowarteg memberikan resep  jajanan hidangan yang memanfaatkan rekomendasi dari jagung manis (puding jagung dan serabi manis) santapan nikmat yang kerap kali dijual warung tegal pada umumnya.

Para pendukung Ganjar Pranowo itu mendatangkan Widya, salah satu chef untuk memberikan pelatihan kepada warga yang kebetulan ibu rumah tangga. Koordinator Kowarteg Jatim, Kiki Kurniawan, mengatakan, dengan adanya pelatihan itu warga diharapkan bisa mengetahui jajanan berbasis UMKM yang diperuntukan untuk perekonomian keluarga.

Kowarteg dukung Ganjar bagikan resep masak untuk warga Bangilan Tuban. (foto/ist)

“Kami sengaja menggelar demo memasak dengan mengambil olahan dasaran jagung manis, karena masyarakat yang ada di Kecamatan Bangilan mayoritasnya adalah petani jagung,” kata Kiki Kurniawan.

Ia mengatakan, bukan hanya sekadar demo memasak saja, Kowarteg Indonesia juga membagikan peralatan dapur seperti panci, gelas, dan lainnya. Menurut kiki, dengan menggelar demo memasak, Kowarteg Indonesia juga membantu sarana terkait membangun ekonomi untuk menambahkah kebutuhan sehari hari.

“Sehingga ketika resep yang sudah diberikan warga di Desa Kedung Jambangan ini langsung bisa mengolah resep yang telah kami berikan,” ujarnya. Suja’i, yang mewakili warga Kedung Jambangan berterima kasih kepada Kowarteg Indonesia karena sudah mengadakan demo memasak.

Dia menyebut sukarelawan Ganjar Pranowo, memerhatikan wawasannya tetang masak. “Walaupun hanya sekedar membagikan resep memasak, ini sebuah inspirasi yang nantinya resepnya akan diadopsi,” paparnya.

Menurut Suja’i, dengan dikunjungi Kowarteg Indonesia, pihaknya berharap selanjutnya bisa melanjutkan usaha jajanan yang melalui resep yang diberikan. Hal senada disampaikan Mbah Narni. Perempuan lanjut usia itu sangat senang dengan dikunjungi Kowarteg Indonesia.

“Sukarelawan Ganjar Pranowo, sangat memperhatikan wong cilik. Untuk resep yang diberikan juga menambah menu usaha maupun ketika ada perkumpulan jemaah pengajian,” katanya. (rid)

Tega…!! Seorang Pria di Banyuwangi Gasak Motor Anak Tirinya

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Kepepet biaya hidup, membuat ORN (46), gelap mata. Warga asal Bandung, Jawa Barat ini tega menggasak motor milik anak tirinya sendiri. Akibat perbuatannya, pelaku harus merasakan dinginya sel tahanan Polsek Sempu, Banyuwangi.

Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan korban bernama Bahrul Muttaqin, warga Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Pria ini melaporkan pelaku setelah motor yang diparkir di rumah raib. Korban mencurigai pelaku yang membawa kabur. “ Jadi, pelaku dengan korban ini memiliki hubungan keluarga. Ibu korban menikah secara siri dengan pelaku,” kata Kapolsek Sempu AKP Kariyadi, Rabu (24/5/2023) siang.

Pelaku menggasak motor korban ketika kondisi rumah sedang sepi. Kala itu, korban sedang bekerja. Betapa terkejutnya, ketika pulang, motor Hinda Beat bernopol P3642 V sudah raib. Saat bersamaan, pelaku menghilang dari rumah. “ Pelaku mengambil kunci motor korban di dalam almari ruang tamu, lalu kabur,” kata Kapolsek.

Korban makin curiga ketika pelaku tak bisa dihubungi. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Sempu. Polisi yang mendapat laporan melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku diketahui bersembunyi di sekitar Kecamatan Genteng. Pelaku akhirnya berhasil dibekuk, lalu diamankan ke Polsek.

Kepada penyidik, pelaku mengakui perbuatannya. Motor curian ini telah dijual kepada seseorang di Surabaya. Sayangnya, pelaku berdalih tak mengenal penadah motor curian itu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diamankan di Polsek. Penyidik menjeratnya dengan pasal 362 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian. “Kami juga memburu penadah motor curian tersebut. Pelakunya sudah ditetapan sebagai DPO,” tegas Kapolsek. (udi)

Peduli Generasi Alpha, Mahasiswa MM FEB Unair Gelar Kampanye ‘Gen Unair+’

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Perkembangan teknologi digital yang makin pesat membuat generasi alpha cukup mudah mengakses berbagi informasi dari belahan dunia. Namun, penggunaan teknologi harus diiringi dengan kesadaran. Sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik dan bijak.

Untuk itu, mahasiswa kelas F2M Prodi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) melakukan kegiatan dengan thema “An Inspiring Class: The Past and Younger Generation Meet in Class” pada 20 Mei 2023 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional di SD Islam Al Khoiriyyah, Rungkut Surabaya.

Tujuannya, memberikan nilai-nilai kearifan yang dapat diadopsi dari Generasi Baby Boomers hingga Generasi Z agar dapat diteruskan ke Generasi Alpha. Kegiatan dikemas menarik lewat Gen Unair+ (Generation Unify, Needed, Agile, Improve, Responsible in Positive Way).

Dari kegiatan ini, diharapkan mampu membantu generasi alpha menjadi generasi yang mampu menyatukan antara teknologi dan kehidupan sosial. Beradaptasi dengan kemajuan teknologi serta bertanggung jawab dalam bertindak.

Selain itu, agar semangat kebangkitan nasional dapat ditularkan kepada adik-adik Generasi Alpha melalui contoh-contoh pelajaran hidup dari generasi sebelumnya (oma opa) sebagai bekal untuk hidup di era digitalisasi. Kegiatan ini memberi pesan, bahwa belajar bisa dari mana saja “learning in everywhere”.

Kegiatan dikemas menarik serta inovatif dalam Creative Share Value (CSV) yang berdampak dan terukur. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar untuk menciptakan kegiatan inovatif yang memberikan dampak positif bagi semua stakeholder, yang tentunya disesuaikan dengan inti bisnis Unair.

Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang ikut hadri memberikan dukungan dan apresiasi atas campaign yang diusung mahasiswa F2M Magister Manajemen Unair. Mereka juga menyaksikan proses berbagi pelajaran hidup melalui video campaign antar generasi dari mantan Dekan FEB Unair, Karyadi Mintaroem, kepada adik-adik SD Islam Al Khoiriyyah, Rungkut.

Kegiatan ini juga memberikan literasi digital kepada siswa-siswi SD Islam Al Khoiriyyah yang dikemas dalam bentuk kegiatan games interaktif yang seru dan tidak membosankan. Tak hanya itu, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Departemen Manajemen sekaligus pengampu mata kuliah Etika Bisnis dan Creative Share Value (CSV), Dr Gancar Candra Premananto, SE. M.Si.

 “Mahasiswa akan belajar membuat kegiatan inovatif yang mampu memberikan dampak kepada seluruh stakeholder yang tentunya disesuaikan dengan core bisnis Unair,” kata Gancar. Diharapkan campaign Gen Unair+ ini akan memberikan manfaat bagi Generasi Alpha, khususnya siswa-siswi SD Islam Al Khoiriyyah.

Panitia juga menyerahkan Charity kepada SD Islam Al Khoiriyyah Rungkut, Surabaya.  Diilanjutkan penyematan gelang Gen Unair+, serta pelepasan balon sebagai simbol komitmen bersama oleh seluruh peserta dan pihak sekolah untuk terus menjaga nilai-nilai kearifan lintas generasi dalam menghadapi era informasi dan kemajuan teknologi serta tetap terhubung dengan generasi sebelumnya. (bw)

Korban Tabrakan Kapal Ikan di Pesisir Grajagan Banyuwangi Ditemukan Tewas Mengapung

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Pencarian korban tabrakan kapal ikan di perairan Grajagan, Banyuwangi membuahkan hasil. Korban yang bernama Ladiyono (45), ditemukan tewas mengapung di sekitar lokasi kejadian, Selasa (23/5) sore. Kondisinya masih utuh.

Tubuh korban ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB. Kala itu, sejumlah melakukan penyisiran di radius 5 mil dari lokasi hilangnya korban. “Korban ditemukan mengapung oleh nelayan,” kata Kasat Polair Polresta Banyuwangi, Kompol Masyur Ade.

Penemuan mayat ini langsung dilaporkan ke tim SAR. Petugas kemudian melakukan evakuasi ke lokasi. Tubuh korban kemudian dievakuasi ke Pantai Grajagan. Keluarga menolak dilakukan autopsi. “Keluarga meminta langsung dilakukan pemakaman,” jelasnya.

Ditemukannya korban mengakhiri proses pencarian korban. Tim SAR gabungan langsung ditarik dari lokasi pencarian. “Pencarian korban kita hentikan setelah ditemukan,” kata Koordinator Pos SAR Ketapang, Wahyu Setia Budi.

Sebelumnya, korban asal Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi ini hilang sejak Minggu (20/5) pagi. Peristiwa ini bermula ketika kapal ikan yang ditumpanginya bertabrakan dengan kapal ikan lain.

Kedua kapal jenis ijo-ijo ini sedianya sandar ke dermaga usai melaut. Nahas, ketika melintas di peraiwan plawangan Grajagan, ombak besar menerjang. Alhasil, dua kapal dengan 23 anak buah kapal (ABK) ini saling bertabrakan.

Saking kerasnya, korban terpental ke laut. Tubuhnya menghilang. Sementara, 22 ABK lainnya berhasil diselamatkan. Tabrakan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Kronologisnya, kapal Mekar Jaya yang dinakhodai korban melaju lebih dulu.

Di belakangnya, kapal Brazil yang dinakhodai Pandik asal Desa Grajagan, Banyuwangi ikut melaju kencang. Kedua kapal tak berkutik ketika ombak menghajarnya bertubi-tubi. Perairan lokasi tabrakan ini memang dikenal ganas.

Selain ombak besar, lokasi perairan ini juga sempit dan bersinggungan langsung dengan Samudera Indonesia. (udi)

Tangkal Hoax, P2MI Datangkan Ahli Gizi dan Demo Masak Gunakan Micin

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Banyak yang mengatakan, micin dapat menyebabkan efek negatif pada Kesehatan. Bahkan, sebagai pemicu terjadinya kelebihan berat badan (obesitas), kanker, hingga disebut sebagai penyebab kebodohan.

Padahal telah dibuktikan dalam percobaan hewan, micin ini tidak menimbulkan efek negatif. ‘’Sehingga memiliki nilai acuan keamanan yang disebut ADI (acceptable daily intake atau asupan harian yang dapat diterima) “not specified” menurut JECFA komite dunia yang mengkaji risiko penggunaan bahan tambahan pangan seperti MSG dibawah Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organisation (WHO),’’ kata Ketua Perkumpulan Pabrik Mononatrium Glutamat dan Asam Glutamat Indonesia/P2MI, Dody S. Widodo, disela Media Gathering “Cinta Pakai Micin, Why Not?” di Surabaya Selasa (23/5).

Ketua Perkumpulan Pabrik Mononatrium Glutamat dan Asam Glutamat Indonesia/P2MI, Dody S. Widodo. (foto/bw)

Monosodium Glutamat/MSG atau biasa yang dikenal sebagai micin, adalah salah satu penyedap rasa semua masakan yang merupakan garam sodium atau natrium dari asam glutamat. Natrium yang terdapat dalam MSG adalah natrium yang sama sebagaimana terdapat dalam garam dapur atau garam meja.

Sedangkan asam glutamat adalah asam amino yang secara alami terdapat dalam daging, ikan/seafood, sayuran seperti tomat, bawang putih, kentang dan sayuran lainnya, serta dalam rumput laut jenis konbu.

Asam glutamat lebih banyak lagi terdapat dalam makanan berprotein tinggi yang difermentasi atau yang diperam dalam waktu relatif lama seperti keju, kecap kedelai, kecap ikan, ikan peda dan sejenisnya.

Saat ini, semua orang sepertinya sudah tahu apa itu micin, dan juga pernah merasakan sedapnya masakan yang menggunakan micin. Micin atau MSG memiliki rasa yaitu rasa umami, salah satu rasa dasar dari lima rasa dasar. Empat lainnya yang sudah diketahui yaitu asam, asin, manis dan pahit.

Asam glutamat pada micin dapat meningkatkan rasa gurih atau rasa lezat masakan. Rasa gurihnya seperti gurih kaldu daging, bukan gurih santan, mentega atau margarin. Berdasarkan sejarahnya, MSG pertama kali ditemukan di Jepang pada 1908 oleh seorang professor bernama Kikunae Ikeda.

Kikunae Ikeda mengekstrak dan mengkristalkan glutamat dari kaldu rumput laut konbu untuk dijadikan butiran MSG. MSG sebagai bahan tambahan pangan (BTP) yang diizinkan dijelaskan pada Permenkes dan BPOM.

Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan menjelaskan bahwa MSG dikategorikan sebagai BTP penguat rasa. Kadar penggunaan maksimum MSG dalam peraturan tersebut adalah CPPB, karena sifatnya tidak menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan (ADI tidak dinyatakan atau not specified).

Sehingga kadar penggunaan ditentukan produsen pangan dengan batasan secukupnya atau kadar yang paling rendah yang sudah memberikan rasa yang diinginkan. Nilai ADI yang yang menunjukkan aman tersebut (karena bukan merupakan ADI numerik) yang dikeluarkan oleh JECFA di bawah join lembaga internasional Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organisation (WHO) membuat MSG juga aman jika ditambahkan pada masakan.

Kandungan Na di MSG lebih sedikit dibandingkan garam dapur. Sehingga risiko hipertensi akibat konsumsi natrium berlebih lebih tinggi pada garam dapur pada takaran yang sama. MSG mengandung 13,6 persen Na atau 12 persen Na dalam bentuk MSG monohidrat.

‘’Sedangkan garam dapur 39 persen Na. Penggunaan MSG dalam masakan bahkan dapat menurunkan penggunaan garam dapur yang normal,” kata Dosen Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor/IPB, Prof Dr Hanifah Nuryani Lioe, saat memberikan pemaparan.

Dosen Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor/IPB, Prof Dr Hanifah Nuryani Lioe. (foto/bw)

Sedangkan, Dokter Spesialist Gizi RS Hermina Malang, dr. Maretha Primariayu, M.Gizi, Sp.GK, menyatakan, penambahan MSG pada makanan tidak mengurangi gizi dari makanan tersebut. Bahkan, asam amino glutamat yang terkandung dalam bumbu umami seperti Monosodium Glutamat (MSG) dapat membantu meningkatkan selera makan.

‘’Peningkatan selera makan ini membantu dalam pemenuhan asupan gizi yang baik,” ujar dr Maretha Primariayu, M.Gizi, Sp.GK. Dengan dasar pemaparan para ahli gizi dan demo masak menggunakan micin ini, Ketua P2MI, Dody S. Widodo, berharap stigma negatif yang selama ini melekat pada micin adalah tidak benar.

‘’Nyatanya, micin merupakan material yang juga bermanfaat. P2MI minta kepada masyarakat, agar tidak perlu kawatir mengkonsumsi MSG dalam menambahkan micin pada masakan,’’ kata Dody S. Widodo, sambal menjelaskan P2MI beranggotakan PT Ajinomoto Indonesia, PT Ajinex International, PT Sasa Inti, dan PT Daesang Ingredients Indonesia. (bw)