Begini Caranya, KBI Dukung Petani Rumput Laut

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) terus menunjukkan keseriusannya mendukung petani khususnya terkait budidaya rumput laut. Setelah sebelumnya KBI memberikan dukungan melalui mekanisme Sistem Resi Gudang, kali ini upaya yang dilakukan KBI adalah dengan memberikan permodalan dan pendampingan kepada petani rumput laut di Pantai Lontar, Serang, Banten.

Executive Vice Presiden PT KBI, Andi Patriota Wibisono, mengatakan, upaya yang dijalankan KBI ini tentunya dalam upaya mewujudkan peran KBI sebagai bagian dari BUMN untuk menjadi akselerator ekonomi masyarakat.

‘’Harapan kami, dengan adanya permodalan dan pendampingan ini para petani rumput laut dapat meningkatkan hasil budidayanya, yang pada akhirnya akan meningkatkan ekonomi keluarganya. Program yang dijalankan KBI ini, juga merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang selama ini telah berjalan,” kata Andi, di Jakarta Kamis (4/5).

Untuk tahap awal ini, KBI memberikan permodalan dan pendampingan kepada 10 petani, yang akan mengerjakan 160 bentang tanaman rumput laut jenis Gracilaria. Satu bentang rumput laut sendiri memiliki panjang 30 meter dan mampu menghasilkan 80 kilogram rumput laut.

Adapun siklus budidaya rumput laut adalah selama 45 hari dari penanaman hingga panen. Rumput laut jenis Gracilaria merupakan jenis rumput laut yang hidup di perairan tropis. Hasil turunan dari rumput laut jenis ini banyak digunakan dalam industri serta farmasi, serta untuk pembuatan agar-agar. Terkait komoditas rumput laut, Indonesia yang memiliki lautan yang luas memiliki potensi besar terhadap komoditas ini.

Sumber dari kementerian Kelautan dan Perikanan, di tahun 2021 produksi rumput laut Indonesia mencapai 9,12 juta ton. Ia menambahkan, adanya program ini, akan memberikan kepastian dan keberlanjutan bagi para petani rumput laut.

Hal ini dikarenakan dari hasil panen yang ada, sebagian akan dijual dan menghasilkan pendapatan bagi petani, dan sisanya akan menjadi bibit untuk penanaman berikutnya. Kedepan KBI akan terus mewujudkan progam-program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat, yang semuanya akan dijalankan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.

Nasan, salah satu petani penerima bantuan dari KBI menyebutkan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya program dari KBI ini. Kedepan kami bisa terus mengembangkan kapasitas produksi yang tentunya akan memberikan kenaikan pendapatan.

Selain itu, kami bisa terus menjalankan budidaya rumput laut ini, karena adanya ketersediaan bibit untuk musim penanaman berikutnya. Harapan kami, program yang dijalankan KBI ini dapat berkelanjutan dan dapat diikuti oleh BUMN lain. (bw)

Diserang Orang Misterius, Satu Buruh Kebun Tewas, Satu Luka-luka

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Tragis menimpa dua buruh kebun di Perkebunan Kalitlepak, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Kamis (4/5/2023) pagi. Keduanya diserang orang misterius. Akibatnya, satu warga tewas, satu lagi luka-luka.

Penyebab insiden berdarah ini masih misterius. Polisi masih memburu pelaku yang kabur.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Awalnya, warga perkebunan mendengar teriakan minta ampun. Sejurus kemudian, warga mendapati dua korban tergeletak di jalan perkebunan yang sepi. Satu warga bersimbah darah. Kondisinya tak bernafas. Satu lagi mengerang kesakitan penuh luka. “ Penyebab kejadian masih diselidiki. Korban luka-luka sudah dilarikan ke RS Al Huda Genteng,” kata Kapolsek Siliragung, AKP Mujiono.

Hasil olah TKP, korban tewas berinisial B, sedangkan yang selamat berinisial S. Keduanya Diketahui sebagai buruh perkebunan. Saat ini, polisi masih mendalami kejadian ini. Dari lokasi, ditemukan golok dan parang. Polisi juga mendapati sebuah motor. Dugaan sementara, kendaraan ini adalah milik pelaku.  “ Proses olah TKP masih berlangsung,” tegas Kapolsek.

Sementara, polisi menunggu korban selamat untuk meminta ketarangan. Menurut Kapolsek, korban selamat sempat memberikan keterangan singkat. Namun, akibat penuh luka, pihaknya belum bisa meminta keterangan lebih dalam.

Kejadian ini langsung menarik perhatian warga. Mereka berdatangan ke lokasi. Kebetulan, lokasi kejadian jauh dari permukiman warga. Perkebunan ini berbatasan dengan Kecamatan Tegalsari dan Glenmore. (udi)

Gara-gara Diselingkuhi Istri, Seorang Pria di Banyuwangi Nekat Bakar Rumah Sendiri

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Gara-gara diselingkuhi istri, AS (51), seorang pria di Banyuwangi nekat membakar rumahnya sendiri, Rabu (3/5/2023). Akibat kejadian ini, sebagian rumah di Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring itu hangus terbakar.

Beruntung aksi itu diketahui warga.  Sehingga, api cepat dipadamkan. Tak sampai melebar ke bangunan lain.  Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.45 WIB. Penyebabnya, AS tersulut emosi setelah mengetahui istrinya berinisial SNR memiliki pria idaman lain.

Bak disambar petir, AS kalap. Dia langsung menyiramkan 4 botol bensin ke dalam rumah, lalu membakarnya. “Dia menyiramkan ke sisi kamar, ruang tamu dan ruang keluarga. Api pun berkobar,” kata  Kapolsek Cluring AKP Eko Darmawan.

Sebelum melakukan pembakaran, AS sempat terlibat cekcok dengan istrinya. Namun, sang istri terus mengelak dikatakan memiliki pria lain. Karena kesal, AS tak bisa membendung amarahnya.

Selama ini AS memang jarang di rumah. Dia bekerja di Maluku, hanya sang istri yang tinggal di rumah. Ketika AS mengamuk, istri dan anaknya lari ketakutan. Bahkan,  keberadaannya masih misterius. Polisi kemudian menenangkan AS, diberikan pembinaan. Untungnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. ” Kami masih selidiki keberadaan istri dan anak pelaku yang kabur,” tutup Kapolsek. (udi)

 

Tingkatkan Geliat Pariwisata di Indonesia, Begini Caranya?

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Geliat industri perhotelan di Indonesia pasca-pandemi menggembirakan. Ini terlihat dari maraknya suasana berbuka puasa di sejumlah hotel di Jawa Timur/Jatim, terutama di Surabaya selama ramadan.

Program paket berbuka puasa di sebagian besar semua hotel di Surabaya dipenuhi masyarakat. Baik perorangan, keluarga, maupun perusahaan-perusahaan yang mengadakan acara berbuka puasa bersama para karyawannya.

Kondisi ini menjadi angin segar bagi dunia perhotelan setelah dua tahun lamanya sepi tamu karena pandemi Covid-19. Gempuran pandemi Covid-19 menjadi masa yang cukup berat bagi dunia perhotelan.

”Bahkan di Bali banyak hotel yang kolaps hingga harus dijual. Sekarang sudah agak membaik,” kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Media Indonesia (PHMI), Arief Rahman, usai acara Halalbihalal PHMI di Moscha Hotel Surabaya, Rabu (3/5).

Arief menyatakan, transisi pandemi ke endemi ini mulai ada perkembangan menggembirakan. Hal positif tersebut, kata Arief, harus terus ditingkatkan para pengelola hotel agar dapat bertahan di tengah persaingan.

Menurut Arief, salah satu cara yang dapat dilakukan pengelola hotel untuk dapat terus bertahan adalah dengan meyakinkan publik bahwa kondisi saat ini sudah membaik sehingga tidak ada kekhawatiran untuk menginap ataupun staycation di hotel.

Ia mengungkapkan, untuk dapat menyakinkan publik bisa dilakukan dengan adanya review yang baik terkait hotel yang bersangkutan. Dan untuk memunculkan review positif ini bisa dilakukan dengan menggandeng media.

“Orang saat ini (memilih hotel) itu kan basisnya melihat rating, review, dan rekomendasi. Media mempunyai peran untuk memberikan rekomendasi hotel mana yang bisa dipilih untuk menginap atau staycation. Misalnya media membahas tentang keunikan hotel, servis excellent, dan lain sebagainya,” paparnya.

Arief berharap kolaborasi hotel dan media melalui PHMI dapat meningkatkan industri pariwisata di Tanah Air yang sempat mati suri saat pandemi Covid-19. PHMI sendiri saat ini memiliki anggota sekitar 80 hotel berbintang yang tersebar di Jatim, Jawa Tengah, dan Bali.

Untuk keanggotaan media ada sekitar 30-an yang terdiri dari media cetak, online, dan radio, serta televisi. Acara yang didukung sepenuhnya oleh manajemen Moscha Hotel Surabaya dan Infinix tersebut dihadiri para general manager dan hotel manager serta sejumlah pemimpin media Surabaya.

Di kesempatan tersebut juga diperkenalkan kepengurusan DPP PHMI periode 2022-2026, serta PHMI DPD Jawa Timur periode 2023-2027. “Selanjutnya kami akan meresmikan kepengurusan PHMI DPD Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, dan Jakarta,” tegas Arief.

Acara silaturahmi para pimpinan hotel dan media tersebut kian seru ketika masuk acara pengumuman lomba penulisan berita promo Ramadan. Juara 1, 2, dan 3 masing-masing Heti Palestina Yunani (Harian DisWay), Masruroh (kumparan.com), dan Arianto Deni Candra Kurniawan (jatimtelusur.com).

Para pemenang tersebut mendapat hadiah voucher staycation di Arcadia by Horison, Aria Centra Surabaya, dan Hotel Kokoon Surabaya. Diposisi berikutnya ada Nur Ika Anisa (tribunjatim.com) dan Bambang Wiliarto (pawartajatim.com) masing-masing sebagai Juara 4 dan Juara 5 dengan hadiah berupa voucher staycation di Hotel Yello Jemursari dan Hotel Kokoon Surabaya.

Selain itu, M Zainuddin (kanalsembilan.com) dan Anggi (blitzfemale.com) menang untuk katagori penulis berita terbanyak selama bulan Ramadan. Keduanya mendapat hadiah berupa voucher FnB dari Hotel Namira Syariah.

Tim juri DPP PHMI juga memilih 10 nominator yang mendapat hadiah dari Infinix. Firman S Permana, Sekjen DPP PHMI menandaskan, lomba-lomba penulisan berita ini bentuk apresiasi terhadap kinerja jurnalistik khususnya dalam upaya mendukung industri perhotelan.

Disisi lain, kata Firman, lomba penulisan berita tersebut juga diharapkan menjadi pemicu jurnalis terus meningkatkan kualitas tulisan mereka. “Tulisan-tulisan yang enak dibaca tentu makin menarik perhatian public. Sehingga tentu berpengaruh juga untuk menggiring masyarakat untuk menentukan mau staycation di hotel mana,” kata Firman, yang juga GM Surabaya Suites Hotel. (bw)

Digandrungi Pemudik, 155.867 Penumpang Naik KA dari Banyuwangi Selama Lebaran

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Transportasi kereta api (KA) tampaknya menjadi favorit para pemudik dari Banyuwangi. Buktinya, selama arus mudik dan balik, Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan penumpang hingga 29 persen dari tahun lalu. Sebanyak 155.867 pemudik dari Banyuwangi memilih menggunakan KA untuk pulang kampung dan sebaliknya.

Data dari KAI Daop 9 Jember, selama 19 hari angkutan Lebaran, tercatat sebanyak 334.833 penumpang menggunakan KA yang datang maupun berangkat dari Banyuwangi. Rinciannya, 165.653 penumpang tercatat naik KA. Sisanya, 169.180 penumpang yang turun. “ Khusus yang berangkat dan turun di Banyuwangi tercatat 155.867 orang. Ini data mulai 14 April hingga 2 Mei 2023,” kata Plt Manager Hukum dan Humas Azhar Zaki Assjari, Rabu (3/5/2023) siang.  Khusus pemudik dari Banyuwangi ini naik 30 persen dibanding tahun lalu sebanyak 120.197 orang. Ada empat stasiun favorit yang digunakan pemudik Banyuwangi untuk turun maupun naik KA. Masing-masing, Stasiun Rogojampi, Kalisetail, Banyuwangi Kota dan Ketapang. Dari keempatnya, Stasiun Banyuwangi Kota yang paling banyak digunakan pemudik. Totalnya mencapai 44.154 penumpang. Selain empat stasiun ini, para pemudik memanfaatkan empat stasiun lain. Diantaranya, Kalibaru, Temuguruh, Glenmore dan Sumberwadung.

Para pemudik yang berangkat dan turun di Banyuwangi dilayani sedikitnya 18 perjalanan KA. Pihaknya juga sudah menutup angkutan Lebaran KA mulai 2 Mei kemarin. “ Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung kelancaran arus mudik KA ini,” tutupnya. (udi)

TKW Banyuwangi yang Disiksa di Malaysia Pernah Tak Gajian Tiga Bulan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – TKW asal Banyuwangi berinisial IW (36) yang menjadi korban penyiksaan di Malaysia ternyata sempat tiga bulan tak gajian. Fakta ini diungkap keluarga korban di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Versi keluarga, korban sempat tak mendapat gaji ketika tiga bulan pertama bekerja.

Penyebab tak gajian ini adalah korban berangkat ke Malaysia tanpa biaya. Bahkan, keluarga mendapat kompensasi uang sebesar Rp2 juta dari pihak yang memberangkatkan korban. Versi keluarga, IW berangkat ke Malaysia pada Februari 2022. Korban tergiur setelah mendengar cerita besarnya gaji di negeri Jiran tersebut. “ Jadi, istri saya yang ingin ikut bekerja, bukan ditawari,” kata SGM, suami IW, Rabu (3/5/2023) siang.

Awalnya, keluarga menduga korban berangkat secara resmi. Keluarga mulai curiga ketika korban berangkat dari Batam. Meski menumpang pesawat. Tiba di Malaysia, korban langsung berkabar ke keluarga. Korban bekerja hanya pada satu majikan. Majikan inilah yang diduga menganiaya korban.

Saat berangkat, korban ternyata tak mengeluarkan biaya. Artinya, ada pihak yang menanggung. Kompensasinya, korban tidak mendapatkan gaji selama tiga bulan di awal bekerja. “ Jadi, selama tiga bulan tidak digaji sama sekali,” jelasnya.

Awal bekerja, korban bisa berkomunikasi dengan baik. Kala itu, korban sempat berkeluh kesah menerima perlakuan kasar majikan. Wajahnya sempat dipukul. Soal gaji, korban sudah menerima dua kali. Gaji ini dirapel selama 4 bulan. Nilainya sekitar Rp16,8 juta. Setelah itu, keluarga dibuat kaget mendapat kabar soal penyiksaan ini. Harapannya, korban segera pulih dan kembali ke Banyuwangi.

Tragis menimpa Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Banyuwangi. Korban yang berinisial IW (36) menjadi korban penyiksaan ketika bekerja menjadi asisten rumah tangga. Korban disetrika, diperlakukan tak manusiawi hingga masuk rumah sakit. Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Banyuwangi langsung menelusuri perusahaan yang memberangkatkan korban. Dugaan sementara, korban berangkat melalui jalur ilegal. Korban juga tak tercatat di desa ketika hendak berangkat. Versi keluarga, korban berangkat diajak temannya dari Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. (udi)

Menag Yaqut Sebut Pelaku Penembakan di Kantor MUI Salah Belajar Agama

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, mengecam aksi penembakan yang terjadi di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/5). Menurut Yaqut, tindak kekerasan tidak bisa dibenarkan.

Apapun motif dan tujuannya. Pihaknya meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Penembakan di kantor MUI Pusat tersebut bukanlah tindakan terorisme, melainkan aksi individu yang salah belajar agama,” kata Menag Yaqut, usai membuka pembukaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2023 di Sport Center UIN Sunan Ampel, Surabaya, Selasa (2/5).

Menag Yaqut mengaku sudah mendengar pelaku penembakan yang menggunakan airsoft gun dan menyebabkan kaca kantor MUI Pusat pecah, serta melukai dua pegawai kantor MUI tersebut sudah meninggal dunia.

“Saya berharap polisi memproses hukum peristiwa tersebut secara tuntas meski pelakunya sudah meninggal dunia. Termasuk mengidentifikasi identitas dan riwayat hidup pelaku. Sehingga, aksi serupa tidak terulang kembali di kemudian hari,” tegas Yaqut.

Ia meyakini semua agama di dunia selalu mengajarkan perdamaian dan cinta kasih antarsesama makhluk, bukan kekerasan dan konflik yang membuat suasana dunia menjadi mencekam. Untuk diketahui, Peristiwa penembakan itu berawal pada pukul 11.24 WIB, Selasa (2/5).

Awalnya, seorang pria yang belakangan diketahui bernama Mustopa (60), warga Provinsi Lampung, datang ke kantor MUI Pusat dan meminta bertemu dengan Ketua MUI. Petugas pengamanan Kantor MUI Pusat sempat bertanya tujuan dan siapa Ketua MUI yang hendak ditemui.

Namun, pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata. Senjata yang digunakan pelaku diduga merupakan airsoft gun. Hal itu, diketahui dari bentuk senjata dan bekas tembakan. Meski demikian, pihak kepolisian mengakui senjata itu akan diserahkan ke Labfor Polri.

Usai melakukan penembakan, pelaku sempat dikejar pihak keamanan kantor MUI. Pelaku kemudian pingsan saat diamankan. Petugas kemudian membawa pelaku yang pingsan itu ke Puskesmas terdekat. Beberapa waktu berselang, pelaku dinyatakan meninggal. (red)

Menag Sebut Cegah Konflik lewat Rekontekstualisasi Hukum Agama dan Fikih

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, sangat prihatin dengan masih terjadinya konflik yang mengatasnamakan agama di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Menurutnya, konflik semacam itu bisa dicegah jika masyarakat memiliki pandangan keagamaan yang inklusif. Rekontekstualisasi hukum di berbagai agama, termasuk fikih, menjadi sebuah kewajiban.

“Setiap ahli agama semestinya kembali mendalami ajarannya masing-masing, dan jika menemukan unsur-unsur yang dapat membahayakan koeksistensi (hidup berdampingan) dan perdamaian di tengah masyarakat harus berani mempertimbangkan tafsir yang baru, yang memungkinkan kita semua hidup berdampingan secara damai,” kata Menag Yaqut, saat pembukaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2023 di Sport Center UIN Sunan Ampel, Surabaya, Selasa (2/5).

“Rekontekstualisasi hukum di berbagai agama, termasuk fikih, mutlak dilakukan sebagai salah satu untuk mencegah konflik,” terangnya. Menurut Menag, saat ini dunia berada di ambang kekacauan. Ini antara lain ditandai dengan maraknya perang, resesi global, kelangkaan energi dan pangan, serta pertentangan antaragama dan keyakinan di berbagai negara.

Sebagai manusia yang dianugerahi akal, lanjut Menag, seseorang tidak boleh hanya diam tapi harus memilih di bagian mana  bisa berkontribusi untuk peradaban. “Mari kita kembali melihat agama sebagai sumber ajaran mulia yang memerintahkan kita untuk mengembangkan kebajikan (akhlaqul karimah) dan untuk menjadi berkah bagi semua ciptaan, atau Rahmatan Li al-‘Alamin,” ujarnya.

Dalam konteks Islam, Menag berharap AICIS ke-22 ini membahas Fikih hubungan muslim dengan non-muslim. Gus Men, panggilan akrab Menag, menilai tema ini sangat penting dan menarik. Sebab, relevan dengan apa yang sedang dihadapi saat ini.

“Saya berharap diskusi dalam forum AICIS ini dilakukan secara serius, utamanya Fikih terkait hubungan antara muslim dan non-muslim. Fikih tentang status kafir dan non-kafir. Sambil terus menggali dan memecah kebekuan Fikih vis a vis realitas sosial untuk dibahas pada forum-forum selanjutnya,” jelas Menag.

Menag berharap topik yang dibahas dalam AICIS relevan dan kontekstual dengan kebutuhan. Dikatakannya, dalam agama, ada hal yang bersifat tetap (the unchangeable/ats-tsaabit) dan ada yang berubah (the changeable/al-mutahawwil).

Disisi lain, soal akidah, hukum dan tata cara salat, puasa ramadan, zakat dan haji bersifat tetap. Namun, soal harta yang wajib dizakati, atau mahram dalam haji, mungkin saja berubah. Ini menunjukkan bahwa fikih sebagai produk ijtihad ulama, bersifat dinamis, tidak statis. Sehingga, fikih mampu menjawab persoalan-persoalan baru yang muncul.

“Tantangannya adalah soal keberanian untuk membongkarnya. Beranikah para kiai pesantren dan dunia kampus mengubah pandangannya bahwa fikih bukanlah teks suci dan sakral, sebagaimana AlQuran dan hadist. Lebih-lebih, kebanyakan fikih lahir pada masa abad pertengahan, belum tentu relevan dalam konteks sekarang,” katanya.

Untuk itu, forum AICIS, yang mengundang para intelektual dari berbagai belahan dunia ini diharapkan menjadi media yang tepat untuk mendiskusikan sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan dunia saat ini. (red)

Hemat Biaya, Petani Beralih ke Pupuk Organik Teknologi Nano

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pupuk organik teknologi Nano kini mulai digunakan sejumlah petani di Jawa Timur/Jatim. Selain bisa menghemat biaya yang dikeluarkan untuk pupuk kimia, penggunaan pupuk organik teknologi Nano juga diklaim mampu mengembalikan kesuburan tanah.

Hal itu yang dialami Suwarji, salah satu petani buah naga di Desa Silirbaru, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Suwarji menjelaskan, sejak menggunakan pupuk organik teknologi Nano, terutama pupuk portan produk terbaru dari Arulife, ia mengaku tidak lagi bingung memikirkan biaya pupuk yang tinggi.

Selain harganya yang tergolong murah, pupuk portan juga diklaim efektif dalam menyuburkan tanaman. Suwarji mengaku, sebelumnya, untuk lahan seluas satu hektare buah naga yang ditanamnya membutuhkan biaya sekitar Rp 2-3 juta untuk penggunaan pupuk kimia.

Namun, kini hanya mengeluarkan biaya Rp 200.000 untuk penggunaan pupuk organik dan bisa digunakan untuk satu hektare buah naga dalam sekali semprot. Hasilnya juga terlihat bagus dari sebelumnya.

“Contohnya kemarin. Saat penggunaan pertama pupuk Portan pada buah naga, awalnya batang agak layu dan belum muncul bunganya. Setelah saya semprot Portan, tujuh hari kemudian langsung keluar bunga-bunganya,” kata Suwarji, Rabu (3/5).

Sejumlah petani lainnya mengaku terbantu dengan adanya pupuk organik teknologi Nano, terutama pupuk Portan yang dikeluarkan Arulife. Hal itu juga dibuktikan dengan diadakannya pelatihan dan demplot (demonstrasi plot) bagi petani yang didampingi tim ahli dari Arulife.

Sehingga, para petani bisa menerapkan penggunaan pupuk Portan secara benar dan tepat. “Yang pertama pastinya saya sangat terbantu. Arulife tidak hanya sekadar jualan pupuk, tapi juga memberikan bukti konkret untuk benar-benar membantu petani yang awalnya ragu. Jadi, saya dan teman-teman petani di desa ini mengucapkan terima kasih karena sangat terbantu dengan adanya pupuk Portan ini,” jelas Suwarji, yang kini jadi pionir untuk penggunaan dan penyebarluasan pupuk Portan.

Sementara itu, Fathur Rahman, salah satu petani sekaligus penyuluh penggunaan pupuk organik teknologi Nano di Daerah Istimewa Yogyakarta, mengakui setelah dua kali menggunakan pupuk Portan, tanaman bawang yang ditanamnya sudah menjadi hijau dan terlihat segar.

Padahal, sebelumnya daunnya kering dan mulai menguning. “Saya di sini fokus pada tanaman bawang. Yang mana, sekarang menjadi barang yang sangat dibutuhkan masyarakat. Saya menggunakan baru dua kali untuk penyembuhan tanaman, karena daunnya kering dan mulai menguning. Setelah penggunaan, Alhamdulillah sudah ada perubahan yang signifikan pada tanaman saya. Daun bawangnya sudah menjadi hijau dan terlihat segar sekarang,” ungkap Fathur Rahman, dengan optimis.

Kini, hampir setiap hari, Fathur melakukan sosialisasi dan mendorong kepada para petani sekitar untuk mulai beralih meninggalkan pupuk kimia yang dianggal merusak tanah, dan beralih ke pupuk organik, terutama yang sudah menggunakan teknologi Nano.

Seperti diketahui, Arulife merupakan sebuah perusahaan berjenjang yang fokus penjualannya di bidang pertanian. Salah satunya, dengan mengeluarkan produk terbaru pupuk Portan, pupuk organik teknologi Nano yang diklaim sudah teruji secara laboratorium, dan di lapangan mampu menghemat anggaran belanja pupuk hingga 80 persen. (red)

Haedar Nashir : Muhammadiyah Siap Bantu Atasi Krisis Dokter Spesialis

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pimpinan Pusat Muhammadiyah siap membantu mengatasi krisis dokter spesialis di Indonesia. Kehadiran rumah sakit dan klinik serta didukung struktur organisasi dari tingkat pusat hingga bawah yang kuat, diharapkan mampu menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, usai menghadiri peluncuran Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Selasa (2/5). Muhammadiyah memberikan apresiasinya kepada UM Surabaya atas berdirinya FKG UM Surabaya.

Haedar menyebut, dua permasalahan kesehatan di Indonesia. Pertama, kurangnya dokter spesialis. Kedua, soal kesehatan komunitas. Haedar mengatakan, dengan kurangnya dokter spesialis ini dibutuhkan terobosan dan akselerasi birokrasi agar mampu menyelesaikan krisis dokter spesialis.

Ia menekankan, untuk mencapai sebuah tujuan agar tidak mengambil jalan pintas. “Sejak persoalan kesehatan komunitas, masalah kesehatan komunitas perlu menghadirkan program-program yang berfokus pada kesehatan komunitas,” ungkap Haedar, usai melakukan lab tour di beberapa laboratorium FKG UM Surabaya.

Menurut Haedar, Muhammadiyah kuat di bidang kesehatan komunitas karena memiliki instrumen lengkap. Tidak hanya memiliki rumah sakit dan klinik, namun juga struktur organisasi dari tingkat pusat hingga bawah.

“Kekuatan itu apabila dimanfaatkan akan mampu menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat, seperti stunting TB dan penyakit lainnya,” terangnya. Saat ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian terkait untuk terus mendorong akselerasi pendirian Program Studi (Prodi) Kedokteran khususnya program spesialisasi di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah (PTMA).

FKG UM Surabaya telah menyediakan empat laboratorium yang siap digunakan dalam proses pembelajaran. Pertama, laboratorium Ilmu dan Teknologi Material Kedokteran Gigi (ITMKG) yang digunakan dalam mempelajari material praktik di bidang kedokteran gigi.

Kedua, laboratorium biologi oral yang digunakan untuk mempelajari ilmu dasar kedokteran gigi. Ketiga, skill lab yang digunakan untuk melakukan simulasi perawatan gigi menggunakan manekin, sebagai persiapan mahasiswa melakukan perawatan gigi pada pasien.

Keempat adalah ruang simulasi profesi yang digunakan untuk mensimulasikan peralatan yang digunakan mahasiswa pada tahap profesi di RSGM nantinya. Dalam kesempatan yang sama, Rektor UM Surabaya, Sukadiono, dalam sambutannya menyebut dibukanya FKG ini, semakin melengkapi prodi di bidang kesehatan yang sudah dimiliki UM Surabaya sejak 2016 silam.

Beberapa prodi tersebut yakni Keperawatan, Kebidanan, Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Fisioterapi, dan Farmasi. (red)