Dukung Bedah Saraf Otak, Profesor ITS Kembangkan Sistem Stereotaktik

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Guru Besar Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Riyanarto Sarno, mengembangkan sistem stereotaktik untuk mendukung operasi bedah otak. Sistem ini terdiri dari dua bagian, berupa perangkat bernama BrainRY dan BrainNAV.

Prof Riyan mengatakan, serupa dengan penggunaan stereotaktik neurosurgery pada umumnya, cara kerja BrainRY adalah dengan memasang bagian localizer pada tengkorak kepala pasien saat melakukan Computed Tomography (CT) Scan.

Hasil citra CT Scan akan digabungkan dengan citra otak pasien dari hasil pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Magnetic Resonance Angiography (MRA). Kemudian, co-register atau proses penggabungan ketiga citra tersebut dilakukan menggunakan perangkat lunak BrainNAV yang menerapkan teknologi AI.

Penyatuan beberapa citra hasil pemindaian ini akan memberikan gambar struktur otak dan pembuluh darah yang lebih komprehensif. “Sehingga memudahkan dokter dalam memvisualisasikan kepala pasien sebelum melakukan operasi,” ujar Prof Riyan, Sabtu (29/4).

Prof Riyanarto Sarno. (foto/red)

Pada pelaksanaan operasi otak, lanjut Prof Riyan, BrainNAV memungkinkan dokter menentukan lokasi target yang ingin dioperasi dengan penandaan koordinat titik tersebut. Kemudian, berdasarkan koordinat tersebut, perangkat keras BrainRY dapat menyesuaikan posisi jarum operasi dengan mengarahkannya pada target anatomi otak secara akurat dan presisi dengan tingkat kesalahan maksimum sebesar 0,9 mm.

Pembuatan prototipe alat ini juga menggandeng ZENMED+ sebagai salah satu produsen alat kesehatan di Indonesia. Sedangkan BrainNAV merupakan hasil kerja sama dari tim yang terdiri dari dosen, mahasiswa S1, S2, dan S3 di ITS.

“Dua dosen Departemen Teknik Informatika ITS yakni Prof Dr Chastine Fatichah dan Kelly Rossa Sungkono SKom MKom turut menjadi sosok di balik suksesnya penelitian ini,” tambahnya. Prof Riyan, mengungkapkan bahwa beberapa fitur yang menjadi kelebihan utama dari BrainNAV.

Diantaranya, seperti 20 kali pembesaran citra untuk memberikan tindakan yang lebih presisi, kemampuan untuk menyesuaikan tingkat kecerahan gambar, dan pemodelan 3D untuk memberikan gambaran struktur otak dari berbagai sisi.

Tidak hanya itu, perangkat lunak BrainNAV juga memungkinkan proses ekspor gabungan hasil pemindaian dalam bentuk Digital Imaging and Communications in Medicine (DICOM). Selain itu juga pembacaan citra DICOM beberapa pasien secara bersamaan dalam satu perangkat, dan penentuan beberapa bagian otak seperti Anterior Commissure (AC), Posterior Commissure (PC), dan Ventral Intermediate Nucleus (VIM) dari thalamus secara otomatis.

Ia berharap, inovasi yang sedang dalam tahap uji in vitro ini dapat memberikan dukungan bagi kebutuhan bedah saraf otak di Indonesia. Selain itu, dengan harga yang lebih terjangkau akan membuahkan semakin banyaknya jumlah rumah sakit yang memiliki alat medis ini.

“Dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi, tentu harga dari alat ini akan lebih terjangkau ketimbang alat stereotaktik impor. Semoga riset ini dapat membawa kebermanfaatan bagi banyak orang sekaligus menjadi inisiator dari kemajuan industri medis di Indonesia,” harapnya. (red)

Tegas, PPNI Jatim Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur/Jatim menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan Omnibus Law. Selain akan mendegradasi profesi perawat di Indonesia, alasan penolakan RUU Kesehatan Omnibus Law berpotensi menghilangkan sistem yang sudah mulai baik terbangun. Serta memberi kemudahan perawat asing bekerja di Indonesia.

Penegasan ini dikemukakan Ketua DPW PPNI Jatim, Prof Dr H Nursalam MNurs (Hons) bersama para anggota PPNI Jatim usai Pernyataan Sikap RUU Kesehatan Omnibus Law PPNI Jatim di Graha DPW PPNI Jatim, Jalan Kendangsari Surabaya, Sabtu (29/4).

Prof Nursalam, menjelaskan, substansi RUU Kesehatan Omnibus Law berpotensi menghilangkan sistem yang sudah mulai baik terbangun dengan mencabut beberapa UU yang masih sangat relevan untuk menunjang perbaikan sistem kesehatan. Salah satunya, adalah UU Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.

“Kita harus perjuangkan UU Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan. Karena, di dalamnya terutama berisi tentang perizinan atau STR (Surat Tanda Registrasi) bagi perawat yang berlaku seumur hidup. Sehingga, perawat yang sudah memiliki STR, tidak perlu lagi registrasi, tidak butuh lagi pelatihan, dan tidak butuh lagi organisasi profesi. Karena, di dalamnya juga mengatur tentang kode etik perawat,” tegasnya.

Ia menilai, dalam draf RUU Kesehatan masih tampak tidak sungguh-sungguh untuk mereformasi sistem kesehatan, khususnya sumber daya kesehatan yang masih diskriminatif dalam pengaturannya. Sebab, dalam RUU Kesehatan dijabarkan tentang kualifikasi sumber daya kesehatan dengan berbagai aspeknya adalah tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Selain itu, RUU Kesehatan juga berpotensi memberi kemudahan bagi perawat asing bekerja di Indonesia yang mengikuti kebijakan investasi, jika secara teknis tidak ketat maka akan menjadi ancaman.

Upaya-upaya masuknya perawat asing yang tanpa suatu skrining yang ketat dan tanpa batas waktu tadi, itu menjadi suatu yang liberal dan kapitalis. Sehingga, pemikiran kami untuk menolak hal itu. Nah, yang lebih penting lagi poin tentang Pendidikan Keperawatan.

‘’Saya melihat di situ, termasuk profesi Keperawatan dan eksistensinya tidak ada sama sekali. Jenjang pendidikan keperawatan yang sudah sampai S3, takutnya menjadi pendidikan-pendidikan yang vokasi,” pungkasnya. (red)

Hebat, Mahasiswa Unusa Lolos Beasiswa Studi ke Hungaria

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Salah satu mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) lolos beasiswa program Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA) tahun 2023 dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Ia adalah Amrina Rosyadah, mahasiswa dari Program Studi (Prodi) D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Unusa. Mahasiswa semester empat ini dinyatakan lolos dan akan menempuh studi pada jurusan Health and Medicine di University of Pecs Hungaria.

Amrina menjadi satu-satunya dari enam mahasiswa Unusa yang lolos beasiswa program IISMA 2023. Perempuan kelahiran April 2003 ini mengatakan, alasannya ia memilih University of Pecs Hungaria sebagai kampus tujuannya dalam program IISMA adalah ketersediaan University of Pecs dalam menerima sertifikat Duolingo sebagai persyaratan English Proficiency Test (EPT).

Nilai EPT yang dimiliki Amrina 110, atau melampaui batas minimal persyaratan EPT yang ditentukan University of Pecs Hungaria. “Beasiswa ini memilih mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menempuh studi di luar negeri. Saya memilih University of Pecs Hungaria karena bisa menerima sertifikat Duolingo. Selain itu, karena kesesuaian jurusan yang tersedia di universitas itu,” kata Amrina, di Surabaya Sabtu (29/4).

Ada tiga tahap proses seleksi yang dilalui Amrina hingga dinyatakan lolos. Tahap pertama, seleksi administrasi dan penyerahan essay dalam Bahasa Inggris. Kedua, tes pengetahuan Kewarganegaraan atau Pancasila, dan tahap terakhir adalah wawancara.

“Alhamdulillah saya dinyatakan lolos dan diterima, dari 6 mahasiswa Unusa yang ikut. Kalau jumlah seluruh yang memilih University of Pecs Hungaria ada 82 orang, tapi yang diterima hanya 30. Nantinya, peserta yang dinyatakan diterima akan diberangkatkan selama empat bulan, dimulai pada September 2023,” terang anak kedua dari pasangan Abdul Ghofar dan Nur Chanifah.

Amrina mengungkapkan ini adalah pengalaman pertamanya bisa pergi ke luar negeri dan menempuh studi di Hungaria. “Saya akan memanfaatkan pengalaman ini sebaik mungkin untuk menambah pengetahuan maupun relasi. Mudah-mudah langkah awal ini bisa menjadi awal untuk mewujudkan impian saya menjadi dosen. Saya akan memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin sebagai bekal pengalaman untuk meraih impian,” pungkasnya. (red)

Sinergi Aston Mojokerto dan Kodim 0815 Lewat Coffee Morning

0

Mojokerto, (pawartajatim.com) – Aston Mojokerto yang baru diresmikan Desember 2022 terus melakukan sinergi ke berbagai pihak. Termasuk Komando Distrik Militer (Kodim) 0815 Mojokerto di Gelanggang Olahraga (GOR) tenis yang terletak di Jalan Joko Tole, Kelurahan Wates, Kota Mojokerto dengan dihadiri 400 anggota dari berbagai wilayah di Mojokerto.

Acara yang dipimpin Komandan Kodim 0815 Mojokerto Letkol Inf M. Iqbal Prihanta Yudha, S.E didampingi Kasdim 0815 Mayor Arh GN Putu Ardana, S.S, beserta perwira lainnya dihadiri oleh General Manager Aston Mojokerto, Iwan Setiawan beserta beberapa Head of Department hotel yang terletak di Jalan Totok Kerot no 51, bypass Mojokerto dengan menyiapkan kopi, teh serta polo pendem.

Diantaranya, ubi madu rebus, ubi ungu, kacang tanah dan kentang hitam untuk dinikmati Bersama-sama. Hakikat dasar dalam bersosialisasi bermasyarakat adalah saling membantu sesama tanpa melihat sebuah perbedaan, dan di tengah Kita semua telah hadir hotel berbintang 4 bertaraf internasional di Mojokerto.

”Untuk itu Kita saling membantu memperkenalkan Aston Mojokerto sebagai kabar gembira di masyarakat luas,’’ kata Letkol Inf M. Iqbal Prihanta Yudha, S.E, Komandan Kodim 0815 Mojokerto Sabtu (29/4).

Aston Mojokerto juga memberikan gimmick kepada seluruh anggota yang hadir dengan pertanyaan yang diberikan oleh tim Aston Mojokerto. “Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan Letkol Inf M. Iqbal Prihanta Yudha, S.E bersama perwira staf dan jajaran kepada Aston Mojokerto. Semoga sinergitas antara kami dan Kodim 0815 Mojokerto akan menjadi langkah awal dalam menjalin silahturahmi untuk seterusnya,” ujar Iwan Setiawan, General Manager Aston Mojokerto. (bw)

Raih Pemkab Terbaik Nasional, Begini Prestasi Kerja Banyuwangi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan kepada Banyuwangi sebagai Pemkab dengan kinerja terbaik se-Indonesia. Prestasi ini menjadi kado indah bagi warga ujung timur Jawa tersebut.

Banyuwangi menyisihkan 400 lebih kabupaten dalam ajang yang digelar serangkaian Hari Otonomi Daerah tersebut. Nilai yang diraih juga membanggakan, tembus 4.083 poin. Nilai ini berdasarkan hasil hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2022.

Ada ratusan indikator yang dinilai. Salah satunya, evaluasi dari dampak kinerja Pemkab yang bisa dirasakan langsung masyarakat. Contohnya, penurunan kemiskinan dan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.

“Penghargaan kinerja ini justru memacu kami dan jajaran untuk memajukan daerah. Sebagaimana arahan Mendagri, penghargaan bukan sekadar prestas, tapi motivasi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani usai menerima penghargaan dari Mendagri, Sabtu (29/4/2023) siang.

Banyuwangi saat ini fokus pada perbaikan infrastruktur. Sebab, dua tahun dilanda pandemic Covid, banyak anggaran yang direfocusing. Sehingga, banyak infrastruktur belum tergarap. Tahun ini, Banyuwangi mentargetkan perbaikan jalan sepanjang 550 kilometer.

Meski anggaran terbatas, Banyuwangi tak mau lamban melakukan pengentasan kemiskinan. Data dari BPS, selama pandemi kemiskinan di Banyuwangi hanya naik tipis sekitar 0,01 persen.

Angka ini tang terendah di Provinsi Jawa Timur. Hingga tahun 2022, angka kemiskinan Banyuwangi hanya 7,5 perseb. Ini juga angka terendah dalam sejarah Banyuwangi sejak Indonesia merdeka.

Tak hanya kemiskinan, persoalan stunting juga ditangani serius. Berdasarkan bulan timbang, prevalensi stunting Banyuwangi 3,95%. “ Kita terus turunkan. Diantaranya lewat pemberian makanan bergizi gratis tiap hari kepada hampir 1.300 balita stunting dan ibu hamil beresiko tinggi,” jelas Ipuk.

Penghargaan kinerja terbaik ini menjadi bagian mendorong setiap Pemkab dan Pemprov dalam melaksanakan otonomi daerah. Sejak dimulai tahun 1999, program otonomi daerah berhasil melakukan sejumlah desentralisasi.

Bahkan, melahirkan mutiara yang terpendam sebagai pemimpin bangsa. Salah satunya, Presiden Jokowi yang mengawali karir dari Walikota dan berlanjut ke Gubernur. Tak kalah penting, otonomi daerah bisa mendorong kemandirian fiskal di daerah. (udi)

Dilanda Hujan Angin, Penyeberangan Arus Balik dari Jawa ke Bali Ditutup 1 Jam

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com)– Akibat dilanda hujan angin, pelabuhan Ketapang, Banyuwangi ditutup selama 1 jam, Sabtu (29/4/2023) siang. Akibatnya, penyeberangan arus balik ke Bali terpaksa dihentikan sementara.

Penutupan pelabuhan membuat antrean kendaraan di dalam areal parkir pelabuhan. Penutupan jalur pelayaran Selat Bali ini dimulai pukul 13.40 WIB dan baru dibuka kembali sekitar pukul 14.30 WIB.

Diawali hujan lebat, disusul embusan angin membuat jarak pandang pelayaran terganggu. Mengantisipasi kecelakaan laut, seluruh kapal diminta marapat ke dermaga. Pelayaran dihentikan sementara.

Setelah satu jam berlalu, hujan mulai mereda. Pun dengan embusan angin. Jarak pandang pelayaran mulai normal. Akhirnya, seluruh kapal kembali diperbolehkan berlayar, mengangkut penumpang.

“Waktu masuk pelabuhan sudah ditutup. Hujan memang lebat dan berkabut,” kata Roni (40), salah satu pemudik asal Jombang yang akan kembali ke Bali. Karena penundaan pelayaran, seluruh kendaraan tertahan di areal parkir pelabuhan.

Namun, tak sampai meluber ke jalan. Seluruhnya tertampung di kantung parkir dalam pelabuhan. Pun dengan pemudik dengan kendaraan roda dua. Seluruhnya ditampung di dua tenda raksasa yang disiapkan. Sehingga, mereka tak sampai kehujanan.

“Ini sudah mulai dibuka. Tinggal menunggu masuk kapal,” kata Poniman (50), pemudik lainnya asal Banyuwangi. Memasuki H+7Lebaran,  jumlah pemudik yang kembali dari Jawa ke Bali terus meningkat.

Data dari Posko Lebaran ASDP Ketapang, sepanjang Jumat (28/4/2023) hingga Sabtu (29/4/2023) pagi, jumlah pemudik yang kembali dengan menumpang kendaraan mencapai 37.453 orang.

Sedangkan pemudik dengan roda dua mencapai 4.507 unit. Sementara, kendaraan roda empat tembus hingga 3.399 unit. Pihak ASDP Ketapang memprediksi, puncak arus balik dari Jawa ke Bali akan terjadi pada Minggu (30/4/2023).

Hal ini didasarkan pada kebiasaan pemudik dari Jawa yang kembali setelah Lebaran ketupat. (udi)

Polresta Banyuwangi Kerahkan 5 Bus Arus Balik Gratis, Sopir Wajib Tes Tensi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Pemudik asal Banyuwangi yang akan kembali merantau mendapatkan layanan khusus. Sebanyak 5 bus gratis disiapkan Polresta Banyuwangi, Jumat (28/4/2023) pagi. Bus ini mengangkut pemudik yang akan kembali ke Kota Malang dan Surabaya.

Meski dikawal selama perjalanan, pengemudi bus tetap diwajibkan mengikuti standar berkendara. Seluruhnya menjalani tes tensi. Sehingga, dipastikan dalam kondisi sehat saat mengemudi. Usai tes tensi, pengemudi diberikan vitamin.

“Bus gratis arus balik ini mendukung program pemerintah untuk perjalanan yang aman dan berkesan,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa, usai melepas bus balik gratis.

Selain memastikan kesehatan sopir, kondisi bus juga dicek ketat. Mulai kondisi ban hingga mesin. Tujuannya, memastikam kendaraan aman mengangkut pemudik. Rute Surabaya – Malang ini sengaja dipilih karena animo warga yang cukup besar. Sejak dibuka layanan balik gratis ini, peminatnya membludak.

Tercatat, 250 orang yang mendaftar. Syaratnya, cukup menyerahkan KTP Banyuwangi. Bus yang mengangkut arus balik ini nantinya akan mengantar pemudik di terminal Malang Kota dan Bungurasih, Surabaya.

“Kami siapkan 2 bus ke Malang dan 3 bus ke Surabaya. Jika animo bertambah, kami akan siapkan bus tambahan,” tegas Kapolresta. Menurut Kapolresta, sejak arus mudik dibuka pasca-pandemi, animo warga untuk mudik sangat besar.

Karena itu, pihaknya mendukung memberikan layanan bus gratis selama arus balik. Bus gratis arus balik membuat pemudik dimudahkan dan aman. Sebab, tak harus antre berburu tiket bus atau lainnya.

“Ini sangat membantu. Biasanya antre mencari tiket travel ke Malang,” ujar Nadia (20), salah satu pemudik asal kota Banyuwangi. Momen pemberangkatan bus balik gratis ini juga tepat bersamaan selesai liburan. Sehingga, bisa dimanfaatkan para mahasiswa untuk kembali ke kampus.

Apalagi, syaratnya sangat mudah. “Kita cukup daftar dan menunjukkan KTP,” kata Nalendra, salah satu mahasiswa di Surabaya. (udi)

Ini Kabar Bahagia untuk Calon Mempelai

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Indahnya saat perkawinan. Memang perkawinan adalah momentum sakral untuk calon mempelai atau pengantin. Karena bukan hanya saat romantis untuk mengikat dua hati menjadi satu, tetapi juga awal dimulainya masa indah setelah melewati kesendirian.

Merencanakan perkawinan sesuai keinginan adalah impian indah bagi setiap calon pengantin. Karena itu, tak jarang mereka jauh hari sudah memikirkan hal tersebut. Apa temanya, dimana tempatnya, berapa maharnya, pakaian apa yang dikenakan, apa menu yang disajikan saat pesta, siapa saja yang diundang, bagaimana bentuk undangannya, tentu saja bagaimana menyiapkan biayanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka Swiss Bell Inn Tunjungan, sebuah hotel ternama di pusat Kota Surabaya menggelar sebuah event  wedding open house yang bertajuk Love In The City.

Event yang diselenggarakan pada 10 Mei 2023, di Hotel Swiss Bell In Tunjungan ini free entry atau tanpa biaya masuk dan bebas parkir. “Ini adalah pameran pernikahan yang digelar pertama kali oleh Swiss-Belinn Tunjungan,” kata General Manager Swiss-Belinn Tunjungan, Yana Handiana, di Surabaya Jum’at (28/4).

Moment special ini, bekerja sama dengan LM Wedding & Event Organizer, serta menghadirkan lebih dari 13 vendor wedding ternama di Surabaya. Mulai dari vendor dekorasi, gaun pengantin, music entertainment, foto dan video, photobooth 360, wedding cake.

Seperti Whulyan Attire by Ayu Wulan, Edelweiss Art Decoration, Kirana Dhanesvara Make Up, Askar Photography, Carel’s Entertainment, Amigo dan masih banyak lagi. LOVE IN THE CITY Wedding Open House juga menghadirkan beragam rangkaian acara istimewa.

Seperti, Bridal Fashion Show dengan mengusung tema pengantin modern, pengantin muslim dan tradisional dengan adat Sunda, adat Palembang. Selain itu, juga ada Talk Show, live musik dan pembagian doorprize. (nanang)

Triwulan Pertama, Akseptor KB Tembus 81.000

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur/Jatim mencatat jumlah Akseptor KB pada triwulan pertama tahun 2023 mencapai 81.637 Akseptor. Dari tujuh alat kontrasepsi, yang paling diminati para Akseptor adalah kontrasepsi suntik dan pil.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Maria Ernawati, menyampaikan 47 Persen adalah kontrasepsi suntik, pil sebanyak 13.99 persen, kondom sebanyak 2.97 persen, implan sebanyak 19.02 persen, IUD sebanyak 13.41 persen, MOW sebanyak 3.2 Persen sedang MOP sebanyak 0.1 persen.

“Triwulan pertama 2023 ini sudah luar biasa. Untuk target KB baru ada 81.637 akseptor atau 8.26 persen dari target. Yang menggembirakan bahwa capaian untuk KB baru dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, kita sudah di posisi 25.07 persen,” kata Ernawati, pada acara Halal Bihalal Perwakilan BKKBN Jatim, Rabu (26/4).

“Sedang untuk pengguna KB baru paska persalinan lebih menggembirakan lagi. Di Jatim sudah mencapai 53.53 persen,” imbuhnya. Ia menegaskan bahwa Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur sangat optimis dengan target-target di Tahun 2023 akan bisa tercapai.

Meskipun pada tahun 2022 lalu, target MOP di Jatim belum tercapai, namun pihaknya akan terus melakukan upaya-upaya agar capaian MOP bisa semaksimal mungkin di tahun 2023 ini. “Penggunaan alat kontrasepsi ini juga dalam rangka mencegah terjadinya stunting melalui program satu keluarga satu balita. Dengan cara mengatur jarak antar kehamilan,” jelasnya.

Erna berharap acara halal Bihalal ini akan semakin memantapkan komitmen dan tekad seluruh SDM BKKBN Jatim untuk lebih meningkatkan kualitas kinerja, baik untuk kepentingan individu, keluarga maupun institusi BKKBN dalam mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik. (bw)

Menara Telekomunikasi Dibongkar Paksa Pemkab Badung, Pariwisata di Bali Terancam Terganggu  

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Operator telekomunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyesalkan terjadinya pembongkaran menara telekomunikasi oleh Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Badung yang dilakukan sepihak. Menyusul aksi pembongkaran tersebut, Satpol PP Pemkab Badung juga turut mematikan perangkat telekomunikasi milik para operator telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata dan Smartfren yang menggunakan infrastruktur milik anggota Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL).

Dampaknya, dukungan strategis layanan telekomunikasi terhadap kebangkitan sektor pariwisata di Bali pun terancam terganggu, khususnya pada wilayah Kabupaten Badung. Aksi mematikan perangkat telekomunikasi secara paksa ini berdampak pada potensi gangguan hingga hilangnya layanan telekomunikasi (blank spot) pada area strategis di Kabupaten Badung seperti kawasan pariwisata unggulan, kantor pelayanan publik, pusat perekonomian masyarakat, area perkantoran dan UMKM, sarana pendidikan, hingga titik pelayanan kesehatan.

“ATSI yang menaungi seluruh operator telekomunikasi di Indonesia sangat menyesalkan terjadinya pembongkaran menara telekomunikasi oleh Satpol PP Pemkab Badung yang dilakukan secara sepihak. Kami akan terus memantau kondisi jaringan dan layanan telekomunikasi di area yang terdampak aksi pembongkaran guna memastikan tidak terganggu kepentingan masyarakat, khususnya para wisatawan domestik dan asing yang merupakan penggerak urat nadi ekonomi di wilayah Kabupaten Badung,” kata Sekjen ATSI, Marwan, dalam rilisnya Kamis (27/4).

Tak dapat dipungkiri, layanan telekomunikasi merupakan dukungan strategis guna memastikan keberlangsungan kegiatan pariwisata, pelayanan publik, perekonomian masyarakat, perkantoran dan UMKM, pendidikan hingga kesehatan, termasuk di wilayah Kabupaten Badung.

‘’Menyadari pentingnya hal tersebut, kami mendorong semua pihak terkait untuk membuka ruang komunikasi agar kepentingan masyarakat tidak semakin dirugikan,” tambah Marwan. Penyediaan layanan telekomunikasi yang strategis oleh para operator telekomunikasi anggota ATSI ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo terkait perencanaan Transformasi Digital, diantaranya:

 Perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital. Persiapkan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis, baik di pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, sektor pendidikan, sektor kesehatan, perdagangan, sektor industri, sektor penyiaran.

Percepatan integrasi Pusat Data Nasional. Mempersiapkan kebutuhan SDM talenta digital. Regulasi yang berkaitan dengan skema pendanaan dan pembiayaan transformasi digital segera disiapkan secepat-cepatnya.

Aksi mematikan perangkat telekomunikasi secara paksa yang diikuti dengan pembongkaran menara telekomunikasi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan hingga hilangnya layanan telekomunikasi (blank spot) pada area strategis di Kabupaten Badung.

Pada akhirnya, masyarakat Kabupaten Badung termasuk para wisatawan domestik dan mancanegara yang sedang berkunjung menjadi pihak yang paling dirugikan dari aksi sepihak tersebut.

Hal ini tentunya sangat bertentangan dengan tujuan dan cita-cita Pemerintah Indonesia sebagaimana arahan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo untuk fokus melakukan percepatan dan perluasan digitalisasi di berbagai sektor agar dapat menghasilkan multiplier-effect bagi pertumbuhan ekonomi khususnya ekonomi digital yang merata di seluruh wilayah Tanah air, termasuk di wilayah Kabupaten Badung.

ATSI bersama seluruh operator telekomunikasi di Indonesia yang bernaung dibawahnya berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman terbaik dalam melayani kebutuhan digital masyarakat di seluruh wilayah Tanah Air.

‘’Untuk itu kami berharap aksi mematikan perangkat telekomunikasi hingga pembongkaran menara telekomunikasi secara paksa di Kabupaten Badung ini segera dihentikan dan cepat dicarikan solusi terbaik yang mengutamakan kepentingan masyarakat,” tutup Marwan. (bw)