Pembawa Acara dari Empat Negara Eksplorasi Budaya Taiwan

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Program TV gaya hidup multinasional pertama di Asia, “Love Fun Taiwan” akan mengundang pembawa acara terkenal dari Filipina, Thailand dan India serta pendatang baru yang berkualitas dari Taiwan untuk menjadi pembawa acara bersama di season pertama program acara tersebut.

Keterangan pers dari Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) di Jakarta yang diterima kantor pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Sabtu (4/2) menyebutkan, para pembawa acara terkenal dari empat negara itu akan bekerja sama untuk mengeksplorasi pesona budaya Taiwan yang unik.

Disebutkan pula, “Love Fun Taiwan” diproduksi oleh tim “Creation” yang telah berpengalaman dalam kerja sama TV internasional, dan program ini diselesaikan bekerja sama dengan saluran TV utama dari tiga negara, yaitu CNN di Filipina, TV5 di Thailand, dan ZeeTV di India.

 “Love Fun Taiwan” memiliki total 13 episode. Konten lengkap akan disiarkan mulai 5 Februari 2023 secara eksklusif di TaiwanPlus, satu-satunya saluran berbahasa Inggris Taiwan serta akan disiarkan berulang kali di LiTV, platform OTT terbesar Taiwan.

 TaiwanPlus adalah saluran TV resmi berbahasa Inggris pertama yang didanai oleh Pemerintah Taiwan. Ini adalah platform video bagi Taiwan untuk mempromosikan kondisi nasional Taiwan kepada pemirsa internasional dengan berita dan program audio-visual berbahasa Inggris. Saluran TV ini mulai diluncurkan pada 3 Oktober 2022.

 Presiden Taiwan Tsai Ing-wen saat konferensi pers pada hari pembukaan siaran mengatakan, “BBC di Inggris dan NHK di Jepang adalah media publik yang terkenal di dunia. Mereka, lanjutnya, juga memiliki berbagai platform termasuk saluran TV dan situs yang menyebarkan pandangan khusus mereka ke seluruh dunia.

Presiden Taiwan merasa yakin TaiwanPlus akan bergerak menuju tujuan ini di masa depan.” TaiwanPlus adalah bagian penting dari “kebijakan nasional dwi bahasa” yang direncanakan oleh pemerintah Taiwan untuk diterapkan pada tahun 2030.

Presiden Tsai pada jumpa wartawan juga mengatakan, “Taiwan memiliki banyak perkembangan penting yang patut diketahui publik manca negara, terutama tentang popularitas Taiwan di dunia. Taiwan memiliki posisi strategis internasional yang unik dan situasi internasional yang khusus.

“Di masa mendatang, kami akan menyampaikan pandangan Taiwan melalui TaiwanPlus dan membuat dunia mendengar suara kami,” katanya. TaiwanPlus adalah mulitmedia yang menyiarkan peristiwa dan informasi regional ke dunia dalam bahasa Inggris.

Dibuka kembali

Program TV gaya hidup “Love Fun Taiwan” itu sendiri baru dibuka kembali setelah lama ditutup akibat pandemi. Tim internasional dari Taiwan “New Southbound Target Country” menempatkan Taiwan sebagai pilihan pertama untuk pembuatan film, dengan tujuan mendapatkan LOVE dan FUN dari gen (DNA) Taiwan untuk dibagikan kepada dunia.

Selanjutnya, setelah perkenalan program diunggah di halaman Facebook resmi “Taiwan di Indonesia” dari Kantor Perwakilan Perdagangan dan Ekonomi Taipei (TETO) di Indonesia, “Love Fun Taiwan” segera menerima respon antusias dari para penggemar di Indonesia.

Diharapkan program ini juga dapat bekerja sama dengan TV Indonesia, terutama karena ada hampir 300.000 pekerja migran dan pelajar Indonesia yang bekerja dan belajar di Taiwan.

Melalui program ini, masyarakat Indonesia, baik yang berada di Tanah Air maupun di Taiwan diharapkan bisa saling mengetahui kehidupan masing-masing.

Disebutkan pula, Taiwan mampu memenangkan posisi kedua dalam “Destinasi Wisata kerja sama Non-Organisasi Islam”. Selain itu, Pemerintah Taiwan juga membuat wisata “Ramah Lingkungan Bagi Muslim” dengan mempertimbangkan kebiasaan hidup Muslim, seperti dalam hal makanan dan ibadah.

Terkait season pertama “Love Fun Taiwan” itu sendiri disebutkan bahwa program acara tersebut merupakan kombinasi dari tim produksi TV terbaik dari Filipina, Thailand, dan India, masing-masing dengan gaya estetika video yang berbeda, menerobos perspektif fotografi tiga dimensi dan narasi video imersif.

Isi konten program sangat menarik, berdurasi 30 menit per episode, termasuk kisah tentang memancing dan memanah penduduk asli Taiwan, wayang potehi, berendam air panas, atraksi ikan paus, dan lain-lain.

Program ini akan diluncurkan pada 5 Februari 2023 di situs jejaring resmi TaiwanPlus (https://www.taiwanplus.com) untuk ditonton oleh pemirsa di seluruh dunia. (bw)

Surabaya Kian Hijau dengan 949 Taman, Sebagian Dilengkapi Bermain Anak

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Surabaya terus memperbanyak dan mempercantik taman-taman di Kota Pahlawan. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, hingga awal tahun 2023 ini total sudah ada 949 taman yang tersebar di berbagai penjuru kota, 169 taman diantaranya sudah dilengkapi fasilitas bermain anak.

 Hampir setiap hari taman bermain itu tidak pernah sepi dari pengunjung. Apalagi kalau akhir pekan, taman-taman di Surabaya terutama taman bermain pasti penuh dengan pengunjung. Warga seakan merasa aman dan nyaman membawa anak-anaknya ke taman, dan anak-anak Surabaya pun riang gembira menikmati berbagai fasilitas itu.

 “Jadi, taman-taman di Surabaya menjadi ruang publik yang kami desain senyaman mungkin untuk warga. Taman juga menjadi tempat santai dan tempat berkumpulnya semua kalangan, baik kalangan yang menengah ke atas maupun yang menengah ke bawah. Makanya taman kita itu tidak pernah sepi pengunjung,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) SurabayaAgus Hebi Djuniantoro di ruang kerjanya, Kamis (2/2).

 Menurut dia, total taman di Kota Surabaya itu sebanyak 949 taman yang terdiri dari taman aktif dan taman pasif. Khusus taman aktif, ada skala kota sebanyak 38 lokasi dan skala permukiman atau RW sebanyak 136 lokasi. Kemudian taman pasif yang rata-rata berada di jalur hijau sebanyak 775 lokasi.

 “Nah, dari 949 taman itu, 169 taman diantaranya menjadi taman bermain anak dan tidak pernah sepi pengunjung. Lokasi ini tersebar di seluruh Surabaya, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh mengajak anaknya untuk bermain dan semua fasilitas itu gratis,” tegasnya.

 Adapun fasilitas bermain anak yang ada di taman bermain itu diantaranya perosotan, jungkat-jungkit, ayunan, pasir-pasiran dan berbagai fasilitas lainnya. Bahkan, di Taman Flora dan Kebun Bibit itu juga dilengkapi area outbound dan beberapa fasilitas outbound.

 “Dari sekian banyak taman di Surabaya, Taman Flora dan Kebun Bibit ini yang selalu paling ramai, karena fasilitas bermain anaknya lengkap termasuk untuk outboundnya, makanya di situ juga sering ada event bagi anak-anak,” ujarnya.

 Meskipun sudah memperbanyak dan mempercantik taman hingga dilengkapi fasilitas bermain anak, namun pemkot tidak berhenti sampai di situ. Pasalnya, ada enam taman di Surabaya yang saat ini sedang diproses untuk mendapatkan sertifikat Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Keenam taman itu adalah Taman Flora, Taman Harmoni, Taman Kebun Bibit Wonorejo, Taman Cahaya, Taman 10 November, dan Taman Jangkar. “Jadi, saat ini kita sedang proses pengurusan standarisasi dan sertifikasi RBRA. Sebelumnya, Taman Flora yang mendapatkan sertifikasi ini, tapi karena mungkin expired akhirnya kita ulang dari awal saja,” tegasnya.

 Karena itu, Hebi mengajak kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk berkunjung dan bermain di taman-taman Surabaya saja. Bahkan, ia juga mengajak seluruh pengunjung taman untuk selalu menjaga berbagai fasilitas yang telah disediakan.

 “Karena ini fasilitas umum, maka saya mohon dan mengajak semua pengunjung untuk selalu menjaga berbagai fasilitas itu,” pungkasnya. (ko)

Jelang Peringatan Satu Abad NU, Wali Kota Ingatkan Perjuangan Santri yang Diwariskan KH Hasyim Asy’ari

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Menjelang Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, ceritakan kisah teladan Kyai Haji Muhammad Hasyim Asy’ari. Bukan hanya hikayat teladan pendiri NU saja, ia juga menyampaikan kelekatan organisasi keagamaan itu dengan Kota Pahlawan.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, secara histori Kota Pahlawan dengan NU sangat lekat. Salah satunya yaitu kisah perjuangan para kyai NU, bersama santri, dan warga Surabaya dalam melawan penjajah.

“Histori NU dengan Surabaya ini sangat lekat. Saat itu Presiden Sukarno menyampaikan kepada kyai Hasyim Asy’ari, apa kewajiban mempertahankan negara ini dalam melawan penjajah. Kyai Hasyim mengatakan, hukumnya wajib,” kata Wali Kota Eri, Kamis (2/2).

Berawal dari perkataan Kyai Hasyim Asy’ari itu, sambung Wali Kota Eri, muncul yang namanya Resolusi Jihad. Resolusi jihad yang dimaksud adalah, bagaimana mempertahankan harga diri bangsa Indonesia dari pendudukan bangsa asing di Kota Pahlawan.

Pada saat itulah, sebut dia, Hasyim Asy’ari mengumpulkan para kyai, mulai dari wilayah Jawa hingga Madura. Mereka berbondong-bondong datang ke tempat Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO), yang sekarang menjadi Kantor Pengurus Cabang NU (PCNU) di Jalan Bubutan.

Setibanya di HBNO, para kyai merapatkan strategi melawan sekutu bangsa asing di Kota Pahlawan. “Di Kantor PCNU itu lah, tempat tercetusnya resolusi jihad. Setelah resolusi jihad muncul, para santri berdatangan dari segala penjuru, untuk mempertahankan bangsa Indonesia.

Maka dari itu, NU tidak bisa dipisahkan dari santri, dan Surabaya. Surabaya adalah NU. Nu adalah Surabaya,” ujar Wali Kota Eri. Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi, berharap, agar seluruh umat muslim di Surabaya dapat mengamalkan semangat resolusi jihad sampai kapan pun. Tak hanya itu, ia juga ingin, warga Kota Pahlawan turut mengamalkan ahlussunnah wal jama’ah.

“Di peringatan 1 Abad NU kali ini, Surabaya akan menggelorakan resolusi jihad, untuk mengingat perjuangan para santri yang diwariskan oleh kyai Hasyim Asy’ari,” harap Cak Eri. Resolusi jihad Surabaya dengan NU, imbuh Cak Eri, hingga saat ini masih dilakukan.

Salah satunya sinergitas antara PCNU Surabaya dengan Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal pengembangan dan peningkatan moral agama. Cak Eri mengaku, pemkot turut mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh PCNU.

Mulai dari pendidikan, kajian agama, istighosah dan sebagainya. Bahkan, dalam acara Peringatan 1 Abad NU pada 7 Februari 2023 mendatang, pemkot turut berpartisipasi memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

“Kemarin, Pak Bupati Sidoarjo whatsapp saya, katanya butuh truk DLH, dan mobil ambulan. Kita kirim nanti. Sesama kepala daerah harus saling membantu, yang kedua adalah bagian hikmatnya kepada NU, agar acaranya nanti berjalan lancar,” pungkasnya. (ko)

Penyerahan Karya Lomba Jurnalistik Piala Prapanca 2023 Diperpanjang

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Panitia lomba karya jurnalistik Piala Prapanca yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim memutuskan untuk memperpanjang batas waktu penyerahan karya lomba, dari sebelumnya 31 Januari 2023 menjadi 7 Februari 2023.

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim, didampingi Sokip, Ketua Panitia HPN 2023 PWI Jatim mengatakan, keputusan memperpanjang batas waktu penyerahan karya lomba setelah mempertimbangkan banyaknya animo peserta.

“Sebenarnya sudah banyak karya dari teman-teman jurnalis yang masuk ke meja panitia, tapi beberapa pengurus PWI daerah minta ada perpanjangan waktu karena banyaknya animo peserta yang belum sempat menyiapkan karyanya untuk dikirim akibat kesibukan liputan,” kata Sokip di Surabaya, Kamis (2/2) kemarin.

Berdasarkan hasil rapat panitia di Sekretariat PWI Jatim, Kamis (2/2/2023), diputuskan untuk memperpanjang batas waktu penyerahan karya lomba hingga 7 Februari 2023 cap pos. Seperti tahun-tahun sebelumnya, lomba karya jurnalistik Piala Prapanca dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2023 jenis karya yang dilombakan meliputi:

  1. Karya Tulis Media Cetak dan Online,
  2. Karya Foto Media Cetak dan Online,
  3. Karya Jurnalistik Televisi,
  4. Karya Jurnalistik Radio. “Semua karya harus memenuhi persyaratan jurnalistik dan objeknya terjadi di Jatim atau hasil liputan di daerah lain yang ada kaitannya dengan Provinsi Jatim dan merupakan karya sepanjang tahun 2022,” tambah Sokip.

Syarat lomba:

Wartawan yang bertugas di Jawa Timur, baik anggota PWI Provinsi Jawa Timur atau yang belum menjadi anggota PWI. Karya perorangan atau kelompok/tim (tuliskan nama anggota kelompok/tim pada surat pengantar).

Karya tulis dengan menggunakan bahasa Indonesia, karya Foto, Karya Jurnalistik Televisi dan Karya Jurnalistik Radio, harus sudah dimuat, ditayangkan dan disiarkan antara tanggal 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022, di media masa yang Berbadan Hukumpers.

Tiap peserta hanya boleh mengikuti maksimal 3 (tiga) karya tulis, tiga karya foto, tiga karya jurnalistik televisi dan tiga karya jurnalistik radio. Karya tulis dikirim dalam bentuk kliping yang ditempel di atas kertas ukuran folio, disertai tiga fotokopi (INGAT !: cantumkan nama penerbitan, hari/tanggal, halaman dan kode/nama penulis)

Karya foto hitam-putih atau berwarna dengan ukuran sisi terpendek 18 cm. atau 10 R, disertai fotokopi bukti pemuatan karya tersebut. Karya Jurnalistik Televisi Kategori Feature, dengan durasi 5–10 menit, dikirimkan dalam bentuk Flash Disc 3 buah dan naskahnya secara tertulis. Cantumkan, Program, Hari, Tanggal dan Jam Penayangannya.

Karya Jurnalistik Radio kategori Feature dengan durasi 5–10 menit, dikirimkan dalam bentuk Flash Disc 3 buah dan naskahnya secara tertulis. Cantumkan, Program, Hari, Tanggal dan Jam Penyiarannya.

Karya tulis, karya foto, Karya Jurnalistik Televisi, Karya Jurnalistik Radio, dikemas dalam sampul tertutup disertai surat pengantar yang diketahui Pemimpin Redaksi/ Redaktur atau Kepala Perwakilan Penerbitan yang menyatakan karya jurnalistik itu benar-benar karya wartawan yang bersangkutan.

Naskah tersebut dikirim kepada Pengurus PWl Provinsi Jawa Timur, JI. Taman Apsari I 5-17, Surabaya 60271 dimulai13 Januari 2023 dan selambat-lambatnya tanggal 31 Januari 2023. Di pojok kiri atas sampul dicantumkan jenis lomba yang diikuti, misalnya Karya Tulis, Karya Foto, Karya Jurnalistik Televisi dan Karya Jurnalistik Radio.

“Adapun penghargaan atau hadiah bagi pemenang Karya Tulis, Karya Foto, Karya Jurnalistik Televisi dan Karya Jurnalistik Radio terbaik, masing-masing menerima Piala Bergilir Prapanca, piala tetap, piagam penghargaan dan uang Rp 7.500.000.

Dua orang nominator dari masing-masing katagori lomba karya tulis, karya foto, karya jumalistik televisi dan karya jurnalistik, akan menerima piagam penghargaan dan Uang Rp 2.500.000. Pengumuman pemenang dan penerimaan hadiah dilaksanakan pada acara resepsi peringatan Hari Pers Nasional 2023 tingkat Jawa Timur,” imbuh Wakil Ketua PWI Jatim Bidang Kerjasama ini.

Sementara dewan penilai adalah wartawan senior dan akademisi yang ditunjuk oleh Pengurus PWI Provinsi Jawa Timur. Keputusan Dewan Penilai adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. (bw)

Asyiknya…., Mengendarai Motor Vespa Batik Keliling Kota Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Arek-arek Suroboyo dikagetkan dengan adanya rombongan pengendara Vespa Batik. Puluhan pengendara vespa anyar ini start dari Dealer Motoplex Satya Jemursari keliling kota Surabaya.

Tujuannya untuk mengenalkan Vespa Batik tipe LX 125 i-get Special Edition yang harganya Rp 80.300.000 kepada warga Surabaya. Warna special vespa ini green relax, sangat mempesona pengendara lainnya yang kebetulan sedang berada di jalan yang sama.

‘’Waahh…., bagus yaaa vespa keluaran terbaru ini,’’ kata seorang pengendara yang kebetulan sedang selipan dengan rombongan pengendara yang menjajal kepiawaian Vespa Batik.

Adapun route pengencara Vespa Batik itu melintasi Jalan Jemursari – Prapen – Jagir Wonokro – Raya Wonokromo kemudian melintas dibawah Jembatan Mayangkara depan Rumah Sakit Islam A Yani Surabaya.

Vespa terbaru dari PT Piaggio Indonesia. (foto/bw)

Test drive terus melaju ke Jalan Raya Darmo – Basuki Rachmad – kemudian melintas di depan rumah Dinas Wali Kota Surabaya – Stasiun Gubeng – Jalan Beliton – Sulawesi – Kertajaya – dilanjut ke Jalan Ngagel Jaya – Ngagel Jaya Selatan – Manyar dan kembali ke markas dealer di Jalan Jemursari Surabaya.

‘’Bila ada yang membeli sekarang ada potongan Rp 16 juta. Ini sedang promo dan waktunya terbatas,’’ kata Manager Publik Relation PT Piaggio Indonesia, Ayu Hapsari, didampingi Yola, disela test drive Vespa Batik di Surabaya Jum’at (3/2). (bw)

Dibangun Kembali, THR dan TRS Dijadikan Destinasi Wisata Murah

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kompleks eks Taman Hiburan Rakyat/THR dan Taman Remaja Surabaya/TRS yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa, berencana dibangun kembali di tahun 2023. Rencananya, kedua tempat hiburan legendaris di Kota Pahlawan ini akan dijadikan satu kawasan destinasi wisata murah oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengatakan bahwa pembangunan kompleks eks THR-TRS akan dimulai pada tahun 2023. Tentu saja dalam tahap rencana pembangunan, pemkot juga meminta pendampingan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

“Pengerjaan Insyaallah mulai tahun (2023) ini. Ini sudah mulai kita melakukan pendampingan – pendampingan dari kejaksaan tinggi. Insyaallah kita mulai di bulan depan pemilihannya (investor),” kata Wali Kota Eri Cahyadi, di halaman Balai Kota Surabaya, Selasa (24/1).

Ia mengungkapkan bahwa biaya pembangunan ulang kompleks eks THR-TRS dengan luas sekitar 5,2 hektar, nantinya dilakukan melalui kerjasama investor. Pihaknya memastikan, saat ini pemkot tengah membahas skema kerjasama yang tepat apakah nanti melalui lelang atau sewa.

“Apakah dia (investor) nanti pakai sewa atau apa nanti. Tapi memang saya mintanya itu wisata murah, paling larang (mahal) kan (tiket) Rp25.000,” kata Cak Eri, sapaan lekat Wali Kota Surabaya. Menurut dia, apabila melalui sewa, maka mekanisme kerjasama eks THR dan TRS tidak perlu lewat lelang. Sementara jika menggunakan lelang, maka kerjasama bisa dilakukan melalui skema BOT (Build, Operate and Transfer) atau BTO (Build, Transfer, Operate).

“Kita lihat, kalau BOT atau BTO, maka kita lelang, kalau sewa kan tidak. Tapi ada beberapa kemarin yang menyampaikan ya sudah kita lihat, kalau dia (investor) mengajukan secara sewa silahkan,” paparnya.

Namun demikian, Cak Eri juga berpesan kepada calon investor agar konsep penataan wisata eks THR-TRS ke depan banyak menyediakan ruang terbuka untuk keluarga. Termasuk pula tidak meninggalkan keberadaan panggung kesenian tradisional seperti ludruk dan ketoprak yang sebelumnya pernah ada.

“Saya ingin ada banyak space ruang terbuka banyak buat keluarga. Terus menampilkan seni ketoprak, seni ludruk. Karena saya tidak ingin warga Surabaya lupa dengan ludruk, ketoprak dan Srimulat yang dulu mengangkat nama besar Surabaya,” imbuhnya.

Apabila kerjasama dengan investor nanti sudah berjalan, Cak Eri menyatakan, bahwa secara otomatis kompleks eks THR dan TRS selanjutnya menjadi tanggung jawab pihak ketiga. Termasuk pula mengenai keamanan terhadap setiap wahana wisata yang nantinya ada di sana.

“Kalau nanti sudah ada pihak ketiga, maka secara otomatis pihak ketiga punya kewajiban untuk melakukan audit, punya kewajiban untuk mengecek (wahana) permainannya,” pungkasnya. (ko)

Kabar Penculikan Anak di Surabaya, Cuma Hoaks

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Akhir-akhir ini muncul fenomena terkait dengan kabar tentang penculikan anak. Di Surabaya, Jawa Timur/Jatim sendiri, kabar tentang penculikan anak sekolah diketahui tak hanya beredar melalui media sosial tapi juga group WhatsApp.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan bahwa kabar yang beredar terkait penculikan anak di Kota Pahlawan adalah hoaks. Sebelumnya, ia mengaku telah melakukan pengecekan langsung ke pihak sekolah terkait kabar tersebut.

“Pak Kapolda juga sudah menyampaikan bahwa isu itu di Jatim adalah hoaks. Kemarin memang ada (kabar penculikan) anak di sekolah, tak cek nggak (tidak) ada,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, di Balai Kota Surabaya, Kamis (2/2).

Menurut dia, kabar tentang penculikan anak sama halnya dengan isu mengenai geng motor yang diunggah ulang. Meski tak diketahui pasti kapan itu dibuat, namun video atau foto yang beredar di medsos atau grup whatsApp, dipastikan sudah lama.

“Ini sama dengan geng motor, sudah tidak ada, dibilang ada, video lama diputar. Akhirnya Pak Kapolres turun (mengecek) yang membuat video siapa, video tahun berapa, kan tahu semua. Sama seperti Pak Kapolda kemarin menyampaikan bahwa terkait ini (penculikan anak) adalah hoaks di Jawa Timur,” ujar Eri.

Karena itu, Wali Kota Eri Cahyadi, mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua agar tetap tenang ketika mendapatkan kabar tentang penculikan anak. Meski kabar itu dipastikan hoaks, ia juga meminta masyarakat agar waspada.

“Makanya bapak ibu harus tenang hatinya. Kedua, tidak boleh jumawa, pastikan anaknya yang menjemput (sekolah) siapa,” pesan Cak Eri, panggilan akrab Wali Kota Surabaya. Bagi Cak Eri, selain dari pihak sekolah, peran para orang tua dalam menjaga sang buah hati juga penting.

Seperti di antaranya ketika anak SD pulang sekolah, maka harus dipastikan siapa yang akan menjemput. Apakah itu dari orang tua, pihak keluarga atau orang yang dapat dipercaya. “Kalau (anak) pulang sekolah jangan dilepas begitu saja. Kalau orang tuanya bekerja, pasti ada orang yang dipercaya untuk menjemput, (misal) becak yang menjadi langganan, mungkin begitu, atau siapa itu. Ayo jaga bersama-sama,” tuturnya.

Cak Eri menyatakan, sebelumnya Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya telah mengimbau para orang tua agar dapat memastikan siapa yang menjemput anaknya. Meski begitu, tidak semua orang tua sanggup menjemput anaknya dikarenakan bekerja.

“Di sekolah sudah mengatakan, tapi tidak semua orang tua bisa menjemput karena bekerja. Makanya ketika dia (orang tua) bekerja, siapa yang menjemput anaknya. Pamannya, ataukah tukang becak yang dipercaya,” jelasnya.

Selain itu, Cak Eri, minta Dispendik Surabaya agar ketika siswa belum dijemput orang tua, supaya dibiarkan dahulu di dalam kelas. Khususnya bagi para siswa yang masih berada di jenjang Sekolah Dasar (SD).

“Kemarin sudah saya sampaikan ke Dispendik, bisa tidak kalau kelasnya cukup, waktunya pulang, biarkan di dalam kelas dulu. Nanti kalau sudah ada yang menjemput baru dipulangkan. Kelas berapa sampai kelas berapa, untuk yang kecil-kecil. Kalau yang besar-besar sudah lebih mengerti,” ungkap dia.

Cak Eri, menilai, bahwa orang yang membuat atau menyebar kabar penculikan anak sekolah ini disinyalir ingin membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Walaupun demikian, ia kembali memastikan jika kabar yang beredar adalah hoaks.

“Karena ada yang laporan di sekolah (penculikan anak) ini, tapi tak cek juga nggak (tidak) ada. Berarti ada hoaks itu, berarti (ada orang) yang senangnya membuat ketidaktenangan atau gaduh,” pungkasnya. (ko)

Hebat…., 2023 Surabaya Targetkan Zero Stunting

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Surabaya terus bekerja keras untuk menurunkan prevalensi kasus bayi stunting. Bahkan pada 2023, Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya menargetkan Surabaya zero stunting dan zero new stunting.

Selama tiga tahun terakhir, prevalensi stunting di Kota Surabaya terus mengalami penurunan signifikan. Yakni, dari tahun 2020 terdapat 12.788 kasus stunting, turun menjadi 6.722 di tahun 2021. Selanjutnya hingga akhir Desember 2022, kembali turun menjadi 923 kasus.

Bahkan, pada Januari 2023, jumlah kasus stunting di Surabaya turun menjadi 889. Untuk mengejar zero stunting pada tahun 2023, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta Camat dan Lurah agar melibatkan stakeholder dan masyarakat sekitar.

Menurut dia, selain intervensi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya, pola gotong-royong dalam menangani bayi stunting juga bisa dilakukan. “Inilah yang namanya membangun Surabaya dengan hati dan gotong royong. Membangun itu tidak sedikit-sedikit pakai APBD, bisa lewat Baznas atau yang lain. Tapi data-data ini harus tetap kita pegang semuanya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Kamis (2/2).

Karena itu, Wali Kota Eri Cahyadi, mengajak Camat dan Lurah untuk dapat menggugah hati dan nurani masyarakat. Terutama menggugah hati mereka yang memiliki rezeki berlebih supaya peduli terhadap warga yang masih membutuhkan di sekitarnya.

“Membangun Surabaya ini harus melibatkan hati nurani masyarakat. Misal ada perusahaan yang memiliki kelebihan harta, itu mereka bisa menjadi orang tua asuh, untuk penanganan gizi buruk atau bayi stunting,” jelas dia.

Tidak hanya soal bayi stunting, Wali Kota Eri Cahyadi menyebut, penanganan terhadap anak putus sekolah, gizi buruk, atau risiko ibu hamil, juga dapat menerapkan pola gotong royong. Maka dari itu, setiap Camat dan Lurah juga harus tahu berapa jumlah warga di masing-masing wilayahnya yang perlu mendapatkan intervensi.

“Makanya saya ingin setiap camat dan lurah di itu tahu berapa jumlah warganya yang stunting, risiko ibu hamil, anak putus sekolah, atau gizi buruk. Sentuh hati masyarakat yang mampu agar juga mau membantu,” pintanya.

Setidaknya ada beberapa kecamatan di Surabaya yang sudah menerapkan pola gotong royong dalam menangani bayi stunting atau gizi buruk. Di antaranya adalah Kecamatan Asemrowo dengan menggandeng stakeholder atau perusahaan setempat untuk menjadi anak asuh bayi stunting.

Juga, di wilayah Kecamatan Semampir dengan menerapkan program bantingan. “Ini bisa dicontoh oleh camat-camat yang lainnya. Inilah yang dinamakan guyub-rukun membangun Surabaya dengan gotong royong masyarakat. Karena saya ingin mengembalikan rasa gotong royong wong Suroboyo (orang Surabaya),” harapnya.

Di tempat terpisah, Camat Semampir, M Yunus, mengungkapkan, selain intervensi menggunakan APBD, penanganan stunting di wilayahnya juga menerapkan program bantingan. Program yang diinisiasinya sejak pertengahan bulan Oktober 2022 tersebut, terbukti dapat menurunkan kasus bayi stunting.

“Awal saya masuk Oktober 2022 (jadi Camat Semampir), itu ada 77 balita stunting. Alhamdulillah, sekarang tinggal 63 anak. Selain intervensi pemkot, kita juga menerapkan program bantingan untuk penanganan stunting,” kata M Yunus.

Ia menjelaskan, program bantingan yang diinisiasinya tersebut. Program ini berupa urunan swadaya dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Kecamatan Semampir. Uang urunan yang terkumpul lantas dibelikan untuk menambah kebutuhan gizi balita stunting setiap bulan.

“Kita swadaya, seikhlasnya urunan untuk program bantingan ini. Kita (ASN) ini kan sudah berlebih, jadi kalau kita ingin berbagi apa salahnya. Kita juga tidak memaksa ASN untuk ikut (program bantingan), tapi atas dasar kemauan dan keikhlasan mereka sendiri,” tuturnya.

Mantan Camat Sawahan Surabaya ini menambahkan, dari program bantingan tersebut, dalam sebulan bisa terkumpul sekitar Rp 4 juta. Lantas uang yang terkumpul ini kemudian dibelikan susu, makanan bergizi atau vitamin untuk kebutuhan balita stunting di wilayahnya.

“Satu bulan bisa terkumpul Rp4 juta, kan lumayan. Kita juga koordinasi dengan Puskesmas untuk menentukan apa saja kebutuhan masing-masing balita stunting. Karena setiap anak itu bisa beda kebutuhannya, misal jenis susu atau vitaminnya,” pungkasnya. (ko)

Ini Langkah Gus-Gus Jatim Pendukung Ganjar Atasi Kelangkaan Air di Ponpes Darul Hikam Ponorogo

0

Ponorogo, (pawartajatim.com) – Air bersih sangat vital bagi seluruh kalangan masyarakat di berbagai daerah. Tak terkecuali Pondok Pesantren/Ponpes yang harus memenuhi kebutuhan para santri. Sebagai upaya mengatasi persoalan kelangkaan air bersih itu, Gus-Gus Nusantara (GGN) Jatim memberikan bantuan sumur bor di Ponpes Darul Hikam, Desa Joresan, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (2/2).

Koordinator Wilayah GGN Jatim, Gus Alwy Hasan, mengatakan sumur bor tersebut sudah rampung dikerjakan dan kini tengah masuk tahap uji coba. Hal itu adalah tindak lanjut dari silaturahmi dan survei yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Jadi, bantuan ini kami rasa sangat berarti bagi pondok. Karena selama ini pondok di sini begitu sering antre dalam melaksanakan kegiatan mandi,” kata Gus Alwy saat melakukan peninjauan. Menurut Alwy, bantuan sumur bor ini hadir dari keresahan para santri yang terpaksa mengantre akibat kecilnya debit air di kamar mandi maupun tempat wudhu.

Sumur bor itu secara simbolis diterima Rizal selaku pengurus ponpes. Raut wajah riang gembira dari para santri terpancar begitu melihat derasnya debit air yang bakal digunakan untuk keperluan mandi, cuci, kakus (mck) hingga berwudhu.

Ini langkah Gus-Gus Jatim pendukung Ganjar atasi kelangkaan air di Ponpes Darul Hikam Ponorogo. (foto/ist)

“Mudah-mudahan di sini atas pemberian pengadaan air bersih dan bantuan pembuatan sumur bisa membantu dan bermanfaat,” jelas Gus Alwy. Pada kesempatan itu, Gus Alwy, tak hanya meninjau sumur bor.

Dia juga ikut hadir dalam kegiatan para santri seperti pengajian rutin ba’da ashar. Dia berharap masyarakat pesantren dapat memanfaatkannya secara optimal. Sehingga, mendongkrak semangat para santri dan pengurus untuk beraktivitas di lingkungan ponpes.

“Saya berharap santri di ponpes darul hikam disini lebih senang dalam mencari ilmu agama dan mudah-mudahan lebih tepat waktu dalam melaksanakan kegiatan di ponpes ini,” ujar Gus Alwy. Pengurus Ponpes Darul Hikam, Rizal, mengapresiasi niat baik GGN yang berlatar belakang putra para kiai untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren melalui bantuan pembuatan sumur bor.

“Dari pondok kami mengucapkan terimakasih dan mudah-mudahan menjadi bermanfaat ke depannya. Semoga bisa mengurangi antrean untuk mencuci ataupun mandi,” jelas Rizal. Sekadar informasi, GGN Jatim turut menyalurkan bantuan berupa sejumlah paralon, dan gayung yang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan ponpes. (rid)

Satlantas Polresta Banyuwangi Tempati Gedung Baru, Begini Keunggulannya

0

Banyuwangi,(pawartajatim.com)- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyuwangi menempati gedung baru. Bangunan di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi ini terbilang megah. Berlantai dua.

Salah satu keunggulan kantor baru ini adalah terpusat dan terintegrasi. Mulai Unit Penegakan Hukum (Gakkum), Unit Tilang, Dikyasa, Layanan Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) hingga layanan pembuatan SIM. ” Ini menambah gedung baru milik Polresta Banyuwangi. Harapannya, dengan kantor baru bisa meminimalisir konflik, sekaligus untuk silaturahmi,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Deddy Foury Millewa disela peresmian Kantor Satlantas, Jumat (3/2/2023) siang.

Kantor baru ini juga terintegrasi dengan layanan pembuatan SIM yang berada di sebelahnya. Ke depan, di dekat kantor Satlantas akan dibangun gedung penyimpanan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Sehingga, layanan Satuan Lalu Lintas di Banyuwangi bisa dilakukan terintegrasi. ” Kalau untuk Samsat layananya masih dilakukan di wilayah untuk mendekatkan diri ke masyarakat,” tegas Kapolresta.

Dengan berbagai layanan unggulan di kantor baru ini,  Satlantas diharapkan bisa menjadi etalase polisi dan terdepan dalam pelayanan publik.  Sebab, jika kinerja dan layanan Satlantas baik, penilaian masyarakat untuk semuanya juga akan baik.

Gedung baru Satlantas ini merupakan proyek dari Polda Jatim. Meski begitu, Polrsesta Banyuwangi ikut serta dalam melakukan pengawasan pembangunan. Pemeliharannya akan menjadi tanggungjawab Satlantas.

Penggunaan kantor baru Satlantas ini akan diisi dengan kegiatan Polresta Banyuwangi Bersholawat. ” Acara syukuran kita isi dengan sholawatan. Harapannya, ke depan kita akan tetap rohani,” tutup Kapolresta. (udi)