Penumpang Lansia Meninggal Mendadak di Dalam KA Jember-Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Seorang penumpang kereta api (KA) Pandanwangi rute Jember-Banyuwangi meninggal mendadak dalam perjalanan, Senin (6/2/2023) sore. Penyebabnya misterius. Diduga, akibat penyakitnya kambuh.

Penumpang apes itu, Tri Subekti (72), warga Lingkungan Kalipuro, Banyuwangi. Awalnya, pria lanjut usia ini menumpang kereta dari Stasiun Jember bersama saudaranya, Suswati (57). Namun, korban tak duduk sebangku. Ketika kereta melintasi Stasiun Ledok Ombo, Jember, sekitar pukul 15.00 WIB, korban mengeluh sakit di bagian dada. Meski sakit, korban tetap nekad melanjutkan perjalanan. Petugas kereta sempat memberikan pertolongan ke korban. Nahas, korban akhirnya lemas.

Akhirnya, korban diturunkan di Stasiun Kalibaru, Banyuwangi. Tiba di stasiun, korban keburu sudah meninggal. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Kalibaru. “ Saat tiba di puskesmas korban sudah dinyatakan meninggal,” kata Kapolsek Kalibaru Iptu Yaman Adinata.

Hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga membuat pernyataan menolak dilakukan autopsi. Selama ini, korban diketahui memiliki riwayat sakit. “Dugaan sementara, penyakit korban kambuh,” jelas Kapolsek.

Plt. Manajer Hukum dan Humas PT. KAI Daop 9 Jember, Azhar Zaki Assjari membenarkan kejadian ini. Menurutnya, ketika dalam perjalanan, korban mengeluh sakit. Masinis kemudian menurunkannya di Stasiun Kalibaru. “ Kami sudah lakukan evakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat dengan ambulans,” jelasnya.

KA Pandanwangi rute Jember – Banyuwangi PP adalah kereta ekonomi lokal. Moda transportasi ini cukup digandrungi penumpang. Selain harganya murah, dalam sehari melayani empat kali perjalanan PP, mulai pagi hingga malam hari. (udi)

Gelontor 20 Ton Beras pada Operasi Pasar di Sidoarjo, Perkuat Intervensi Stabilkan Harga

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, terus berupaya memastikan distribusi beras lancar di pasaran dan harganya kembali normal, salah satunya dengan terus memasifkan operasi pasar beras murah.

Pada hari kedua operasi pasar beras murah, Minggu (5/2) pagi, Gubernur Khofifah kembali memantau langsung pelaksanaan operasi pasar di Pasar Larangan Sidoarjo. Sebanyak 20 ton beras digelontorkan untuk disalurkan ke pedagang serta masyarakat.

Antusiasme masyarakat dan pedagang pun terlihat sejak pukul 07.30 WIB, setibanya beras pasokan dari Bulog. Berkolaborasi dengan Pemkab Sidoarjo, Bulog dan PT Jatim Graha Utama, operasi pasar beras murah ini merupakan rangkaian dari operasi pasar yang akan terus digelar di seluruh Kab/Kota di Jatim sampai harga beras terpantau kembali stabil.

“Jadi mulai kemarin, saya minta Pemprov, Pemkab dan Pemkot semuaya ikut melakukan intervensi bagi perluasan distribusi beras yang untuk medium di kisaran Rp 45.000 – 46.000 /5kg,” ungkap Gubernur Khofifah seusai meninjau jalannya operasi pasar beras murah.

Jika pada operasi pasar beras murah di Surabaya pada Sabtu kemarin, beras medium dijual dengan harga Rp 9.200/kg atau Rp 46.000/5kg, maka berbeda dengan operasi pasar kali ini, beras medium dijual murah dengan harga Rp 9.000/kg atau Rp 45.000/5kg.

Harga tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium yaitu Rp 9.450/kg. “Kalau disini tadi saya lihat untuk beras medium dijual di harga Rp 9.000/kg nya. Ini artinya masih dibawah HET yaitu Rp 9.450/kg,” kata Khofifah.

Merespon antusiasme tersebut, Gubernur Khofifah juga kembali meminta kerjasama dari seluruh stakeholder terkait juga para distributor, agar ikut membantu proses percepatan distribusi beras kepada konsumen, dengan harga maksimal sesuai HET yaitu Rp 9.450/kg.

Khofifah berharap, melalui operasi pasar semacam ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat, jika harga beras bisa kembali pada titik yang bisa dijangkau lebih luas oleh masyarakat. Hal ini mengingat beras merupakan kebutuhan pokok yang menjadi prioritas bagi masyarakat.

“Bersama-sama kita ikhtiarkan supaya kebutuhan pokok masyarakat semua bisa makin terjangkau sehingga daya belinya makin meningkat,” pungkas Khofifah. Operasi pasar beras murah semacam ini disambut antusias baik penjual maupun pembeli.

Sebab, beberapa hari terakhir harga beras premium melambung di harga Rp 12.000/kg. Seperti yang diutarakan oleh Yudhi, penjual beras di Pasar Larangan, dirinya mengaku senang dengan adanya operasi pasar beras murah.

Pasalnya, Yudhi mengaku kasihan dan bingung jika harus menjual beras dengan harga yang terlalu mahal ataupun menurunkan kualitas beras yang dijualnya. “Alhamdulillah ada keringanan dengan adanya operasi pasar beras murah ini. Semoga bisa terus stabil bertahan di harga ini,” tuturnya.

Hal yang sama diutarakan oleh Hema, seorang pembeli asal Sidoarjo. Dirinya menuturkan bahwa operasi pasar semacam ini, tentu akan sangat membantu masyarakat di kondisi saat ini. Stok beras menurutnya menjadi penting, karena walau harga naik, masyarakat akan tetap membeli karena merupakan kebutuhan pokok.

Karena itu, dirinya berterima kasih kepada Pemprov Jatim beserta jajaran yang sudah turun langsung guna mengendalikan lonjakan harga beras di pasaran. “Saya menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah, dalam hal ini Ibu Gubernur Khofifah yang sudah mau turun langsung memastikan harga beras di pasar kepada masyarakat kecil,” ucapnya. (dra)

Motor Listrik Mulai Dilirik Kalangan Milenial

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Motor listrik mulai digemari masyarakat. Terutama di kalangan milenial atau pelajar yang sudah menggunakan motor listrik ini. Tren baru kalangan milenial menggemari sepeda motor listrik. Selain irit, hemat dan nyaman motor listrik juga ramah lingkungan.

Salah satu pengguna motor listrik, Putu Duta Saputra, mengatakan, perbedaan menggunakan motor listrik sama motor konvensional sangat berbeda dari segi perjalanan. Selain nyaman, motor listrik juga sangat irit biaya.

Perbedaan menggunakan motor listrik sama motor konvesional itu sangat berbeda. Dari segi perjalanan ketika saya menggunakan motor listrik lebih nyaman dan gak berisik. Seperti motor konvensional lainnya.

Jadi, menggunakan motor listrik juga sangat irit bensin, untuk pengecesan juga lebih hemat dan irit,” kata Putu, Senin (6/2). Perawatannya sendiri motor listrik tidak seperti motor konvesional lainnya. “Kalau untuk motor listrik perawatanya hanya bagian-bagian rem dan bagian kelistrikan seperti baterai harus di cas ketika habis,” tambah Putu.

Ia berharap, kedepan pemerintah bisa mendukung untuk penggunaan motor listrik ini supaya bisa digunakan di jalan raya. “Misalnya untuk tempat pengecesan diperbanyak lagi agar konsumen dapat menggunakan motor tidak pusing memikirkan tempat pengecesan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha tranportasi listrik Setiajit, Dirut PT Molindo, Industri perakitan motor listrik yang berpusat di Jatim tepatnya di Gresik, menyampaikan perbedaan motor listrik tidak bersuara sama sekali dan tidak menimbulkan polusi.

Sebab penggunaan kendaraan listrik sangat besar manfaatnya pertama tentu jelas ramah lingkungan. Kemudian juga lebih efesien dan lebih irit jika dibandingkan dengan penggunaan sepeda motor berbahan bakar mesin.

“Motor listrik tidak bersuara sama sekali dan tidak menimbulkan polusi tidak menimbulkan polusi tidak ada bekas yang ditinggalkan selain itu, motor biasa boros uang dari pada motor listrik, karena motor listrik sekali cas hanya Rp 4000 – Rp 4500 untuk 78-80 KM dan bisa di cas di rumah, jalan, warung, dan di kantor-kantor atau di SPKLU (Stasiun Penyisihan Kendaraan Listrik Umum),” jelasnya.

Ia mengatakan, motor listrik saat ini yang berminat kalangan mulai dari kalangan ojek online dan kalangan milenial dari anak-anak pelajar yang sudah mulai tertarik dengan kombinasi warna yang sangat cerah.

Selain itu, mereka bisa hemat bisa menyimpan uang sakunya tidak habis beli bahan bakar minyak. Setiajit menambahkan, untuk penjualan setiap bulan mulai kenaikan bisa sampai 100 Unit setiap bulan untuk Jawa Timur/Jatim.

“Penjualan setiap bulan bisa sampai 100 unit untuk Jatim yang berdomisili dan kita pasarnya di Jatim paling banyak,” tegasnya. Disampaikan setiajit bahwa penggunaan sepeda motor listrik maupun kendaraan listrik berbasis mobil sangatlah aman.

Tidak perlu khawatir konslet atau terjadi kendaraan terbakar karena setiap komponen juga sudah teelindungi oleh soket maupun braket yang aman. “Kami berharap kepada pemerintah untuk bersubsidi kepada masyarakat ada kepastian kapan dan jumlahnya kemudian juga ada ketentuan sebagaimana yang dipersyaratkan informasi bahwa TKDN lebih dari 40 persen, mungkin sangat penting karena kalau tidak di persyaratkan begitu, maka akan kebanjiran produk-produk luar negeri yang akan datang kesini,” pungkasnya. (bw)

Cek Limbah Medis di Pulau Merah, DLH Banyuwangi Temukan Bukti Mengagetkan

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Teka-teki limbah medis yang berserakan di Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, sedikit terungkap. Benda berbahaya itu dipastikan bukan dari fasilitas kesehatan. Namun, kuat dugaan berasal dari layanan kecantikan. Dugaan ini muncul setelah petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi turun ke lokasi temuan limbah medis.

Dari lokasi, tim DLH mendapati berbagai jenis limbah medis yang dikumpulkan penjaga pantai setempat. Jumlahnya cukup banyak. Rinciannya, 83 jarum suntik lengkap dengan tutup, 2 buah injeksi ukuran 1cc dan 3cc. Lalu, 7 botol vial, terdiri dari 2 botol berlabel serum dan 5 botol tanpa label. “ Seluruh limbah yang terkumpul diamankan di Puskesmas Sumberagung. Keterangan petugas Puskesmas, itu bukan limbah fasilitas kesehatan. Sebab, ditemukan label serum pemutih,” kata Plt Kepala DLH Banyuwangi, Dwi Handayani, Senin (6/2/2023) siang.

Meski ditemukan label serum pemutih, pihaknya tidak bisa menuduh asal-usul limbah tersebut. Sebab, dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut. “ Jadi, tidak bisa langsung menuduh apakah dari rumah kecantikan atau dari mana. Sampah ini datang dari laut, bisa jadi dari luar daerah yang terbawa arus, lalu menepi di Pulau Merah,” jelasnya.

Saat ini, tumpukan limbah itu sudah ditangani sesuai prosedur limbah B3 di Puskesmas.

Pihaknya mengimbau para petugas Pantai Pulau Merah berhati-hati.  Ketika melakukan penyisirian, diimabu menggunakan alat pelindung diri. Seperti, sarung tangan dan alas kaki. Jika masih menemukan limbah medis lagi diimbau langsung melapor ke Puskesmas.

Limbah medis menyerbu kawasan wisata Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, Sabtu (4/2/2023) sore. Sampah berbahaya itu ditemukan petugas penjaga pantai dengan jumlah cukup banyak. Jenisnya beragam. Mulai jarum suntik hingga botol ampul bekas obat.  Limbah medis ini ditemukan secara tak sengaja. Awalnya, petugas penjaga Pantai Pulau Merah melakukan penjagaan di bibir pantai. Lalu, melihat sampah berserakan. Begitu dilihat ternyata bekas peralatan medis. (udi)

Ada Perayaan Akbar 100 Tahun NU, XL Perkuat Jaringan di Sidoarjo

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) secara khusus menyiapkan jaringan telekomunikasi dan data guna mendukung kelancaran agenda puncak perayaan akbar 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) yang akan dihelat di Stadion Delta Sidoarjo, Selasa (7/2).  Perayaan Akbar ini rencananya akan dihadiri oleh jutaan warga nahdliyin dari seluruh Indonesia, XL telah menyiapkan kapasitas jaringan yang mencukupi di Kabupaten Sidoarjo dan sekitarnya.

Presiden RI, Joko Widodo, dijadwalkan akan hadir di perayaan akbar 1 Abad NU yang di pusatkan di Stadion Delta Sidoarjo. Regional Group Head XL Axiata East Region, Dodik Ariyanto, mengatakan, XL menyiapkan kapasitas jaringan yang mencukupi untuk memperkuat kualitas layanan data di sekitar lokasi pelaksanaan, termasuk dengan cara upgrade kapasitas BTS di sejumlah titik di Kabupaten Sidoarjo.

Antara lain, Kecamatan Wonoayu, Kecamatan Prambon, Kecamatan Gedangan, Kecamatan Waru, Kecamatan Sedati, Kecamatan Sidoarjo dan Kecamatan Magersari. Untuk memastikan kualitas layanan, tim teknis kami akan terus berjaga selama acara berlangsung.

Selain itu, dukungan kami ini salah satu perwujudan komitmen XL untuk mendorong percepatan warga Nahdliyin memasuki dunia digital. Apalagi, perayaan akbar ini merupakan moment yang sangat dinantikan segenap warga nahdliyin dari seluruh penjuru Indonesia.

Menurut Dodik, XL telah melakukan penguatan jaringan dan menyiapkan Mobile BTS (MBTS) di sekitar area berlangsungnya acara. Terdapat sejumlah BTS 4G yang secara langsung mengcover lokasi pelaksanaan perayaan akbar 1 Abad NU tersebut. XL berharap penguatan jaringan yang telah dilakukan bisa mendukung kelancaran acara dan memenuhi kebutuhan pelanggan di lokasi acara dan sekitarnya.

Di Jawa Timur/Jatim, XL memiliki infrastruktur jaringan 4G yang telah menjangkau 666 kecamatan, dan 38 kota/kabupaten, dengan total lebih dari 11 ribu BTS 4G. Terdapat lebih dari 5,5 juta pelanggan dimana sebanyak 99 persen diantaranya adalah pelanggan 4G.

Setiap tahun terjadi peningkatan trafik layanan data yang cukup signifikan. Sepanjang 2022 lalu, terjadi peningkatan trafik data hingga 73 persen.

Dukungan XL Menyongsong Era Digital untuk Santri dan Pondok Pesantren

XL telah membagikan puluhan unit laptop kepada pondok pesantren di beberapa area di Indonesia. Donasi ini merupakan bagian dari Program Desa Digital Nusantara yang digelar XL Axiata guna mendorong digitalisasi di pedesaan.

Pondok pesantren yang menerima donasi diharapkan bisa menjadi motor penggerak digitalisasi yang dimaksud, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kalangan pesantren. Ada 39 pondok pesantren di 29 kota/kabupaten dan 7 provinsi yang menerima donasi yang telah dibagikan sejak April 2022 lalu.

XL juga meluncurkan program Pesantren Digital di awal tahun 2023. Melalui program ini para santri akan mendapatkan pelatihan digital, terutama membuat konten dan mendesain website. Program baru ini pertama kali dijalankan di area Jatim dan selanjutnya akan dilaksanakan di provinsi lain.

Program Pesantren Digital merupakan salah satu bentuk komitmen XL Axiata untuk ikut mensukseskan program pemerintah dalam pemerataan dan peningkatan literasi digital santri menuju era Society 5.0.

Total sebanyak 147 santri yang mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari 122 pondok pesantren yang tersebar di Jatim. (bw)

Tujuh Puluh Sembilan Tokoh Islam dari 40 Negara Kumpul di Surabaya, Ada Apa?

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Puluhan tokoh Islam dari 40 negara di dunia berkumpul di Surabaya Jawa Timur/Jatim Indonesia Minggu (5/2). Ternyata, mereka yang jumlahnya 60 orang dari 79 ulama dari 40 negera itu merupakan peserta ‘Muktamar Internasional Fikih Peradaban 1’ yang digelar di Hotel Shangrila Surabaya Senin (6/2).

Keesokan harinya tepatnya Selasa (7/2) peserta muktamar internasional ini mengikuti peringatan 100 Tahun Hari Lahir/Harlah Nahdlatul Ulama/NU yang digelar di Sidoarjo yang rencananya dihadiri Presiden Jokowi, itu.

‘’Muktamar Internasional Fikih Peradaban ini akan membahas Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa/PBB dimata syariat Islam,’’ kata Ketua Umum PB NU, KH Yahya Cholil Staquf, saat konferensi pers/Konpers di Hotel Shangrila Surabaya Minggu (5/2).

Wasekjen NU, Najib, menambahkan, selain 79 ulama dari 40 negara di dunia, juga banyak tokoh agama Islam dari negara lain di luar 40 negara itu yang mendaftar sebagai pengamat.

Ketua Umum PB NU, KH Yahya Cholil Staquf (no 2 dari kiri) saat konferensi pers/Konpers di Hotel Shangrila Surabaya Minggu (5/2).

‘’Dengan usia 100 tahun, NU ingin memberi contoh kepada ormas Islam lainnya, untuk membicarakan kebaikan hidup bermasyarakat dari sudut pandang syariat,’’ ujarnya. Di tempat terpisah, untuk memberikan kemudahan masyarakat dan kader NU terhadap pengertian Fiqih atau hukum di era zaman modern atau peradaban, panitia menggelar sarasehan tentang fiqih peradaban atau hukum di zaman peradapan.

Acara ini digelar di Hotel Sangrila Surabaya selama dua 5 – 6 Februari 2023. Tampil sebagai pembicara, pakar hukum Prof  Dr  M Noor Harissudin, Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember sekaligus Ketua Komisi Pengkajian, penelitian dan pelatihan MUI Jatim.

Prof Dr H Aswadi, M. Ag (Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya) dan Prof Dr H. Ahmad Tholabi Kharli SH., MH., MA (Dekan dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Menurut Prof H Aswadi, fiqih harus mengikuti perkembangan zaman.

foto bersama panitia dan narsum sarasehan tentang fiqih peradaban atau hukum di zaman peradapan. (foto/ist)

Fiqih harus menjadi pilar dalam kehidupan di masyarakat untuk mengikuti peradapan masyarakat. Sementara Prof H Aswadi, menekan untuk mencerna tidak berpatokan saja, tetapi bisa mengadopsi pada sumbernya. Misalnya Al Qur’an.

Pemahaman terhadap respon hal-hal yang baru perlu dipahami secara mendalam untuk mendapatkan solusinya. Tidak membuat produk hukum tidak memberikan solusi. Sementara, Prof Dr  Noor Harissudin, memberikan pandangan agar NU harus mengedapan dan mensosialisasikan fikih peradapan kepada kader-kader NU.

Baik di kalangan masyarakat atau Lembaga-lembaga pendidikan. Sementara, pertanyaan dari H Ifdol Mahfur, peserta undangan menanyakan tentang posisi NU dalam konflik di dunia.  Sementara, NU saat ini masih membahas produk hukum yang ada di lokal negara Indonesia yang mempunyai dasar Pancasila sebagai dasar negara hukum sebagai negara Pancasila. (bw)

Kyai Muda Jatim Dukung Ganjar, Silaturahmi dengan Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah

0

Magetan, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Kyai Muda Jawa Timur/Jatim bersilaturahmi dengan jamaah Tarekat Naqsyabandiyah dalam kegiatan Mujahadah Kubro yang digelar di Pondok Pesantren/Ponpes Al Hidayat, Desa Ginuk, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Minggu (5/2).

Dalam kegiatan itu, ada ribuan jamaah dari Ngawi, Magetan, Madiun, Sragen, Ponorogo, Wonogiri, Purwodadi, dan Pacitan. Mereka tampak antusias ambil bagian dalam acara Mujahadah Kubro tersebut.

Lantunan dzikir diiringi salawat serta doa, begitu khusyu terucap dari bibir para jamaah. Mereka juga mendengarkan pesan kehidupan pada ceramah yang disampaikan Kyai Abdullah Umar ulama dari Magetan.

“Kami mengadakan silaturahmi Kyai Muda Jatim bersama jamaah Tarekat Naqsyabandiyah beserta mursyid dan kyainya di Magetan,” kata Koordinator Wilayah Kiai Muda Jatim, Gus Ali Baidlowi.

Kyai Muda Jatim dukung Ganjar silaturahmi dengan Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah. (foto/ist)

Gus Ali meminta kepada para jamaah agar terus memperkuat ukhuwah, meneguhkan persatuan, serta menjunjung tinggi kebersamaan. Dengan begitu, akan timbul rasa saling melengkapi dan menyempurnakan demi menghindari perpecahan.

“Kami berpesan terutama warga Magetan dan juga warga Tarekat Naqsyabandiyah, semoga kehadiran kyai muda ini bisa membawa berkah dan manfaat,” kata Gus Ali. Tak hanya itu, Kyai Muda Jatim juga memberikan sejumlah bantuan bahan bangunan meliputi bata ringan atau hebel dan pasir sebanyak satu truk.

Bantuan ini sudah melalui proses survei yang digelar Kyai Muda beberapa waktu lalu. Rencananya bahan bangunan itu akan dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan mandi cuci kakus (mck) pondok pesantren dan ruang singgah bagi jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Magetan.

Hal ini sesuai dengan komitmen Kiai Muda untuk menebar kebahagiaan dalam menjangkau aspirasi dan kebutuhan masyarakat di Jawa Timur/Jatim. “Insya Allah sedikit sumbangsih dari Kiai Muda semoga menjadi amal kebaikan dan juga menjadi selain kebaikan juga bisa dimanfaatkan oleh tidak hanya jamaah dari tarekat Naqsyabandiyah juga warga pesantren dan juga warga sekitar,” jelas Gus Ali.

Gus Abdul Wahab (56) salah satu pengasuh Ponpes Al Hidayat sekaligus Bendahara Tarekat Naqsyabandiyah Magetan menyambut baik silaturahmi dan bantuan yang diinisiasi oleh Kyai Muda Jatim.

“Kami berterima kasih kepada Kyai Muda Jatim. Mudah-mudahan dari tim Kyai Muda Jatim silaturahmi nya tetap berlanjut. Sehingga tetap terjalin ukhuwah islamiah sampai nanti,” ungkap Gus Abdul. (bw)

Berbahaya, Pantai Pulau Merah Banyuwangi Diserbu Limbah Medis

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Limbah medis menyerbu kawasan wisata Pantai Pulau Merah, Banyuwangi. Sampah berbahaya itu ditemukan petugas penjaga pantai dengan jumlah cukup banyak. Jenisnya beragam. Mulai jarum suntik hingga botol ampul bekas obat.

Limbah medis ini ditemukan secara tak sengaja. Awalnya, petugas penjaga Pantai Pulau Merah melakukan penjagaan di bibir pantai. Lalu, melihat sampah berserakan. Begitu dilihat ternyata bekas peralatan medis. “ Kami temukan Sabtu (4/2/2023) sore. Ada injeksi dan bebas botol obat yang masih utuh,” kata Sekretaris Pokdarwis Pulau Merah Ali Mabrur, Minggu (5/2/2023) pagi.

Karena membahayakan, pihaknya langsung melakukan penyisirian di sekitar pantai. Ternyata, jumlah limbah medisnya semakin banyak. Rata-rata adalah bekas jarum suntik. Hingga sore, pihaknya masih terus mengumpulkan sampah medis tersebut. “Kalau jumlah pastinya belum kami hitung, tapi lumayan banyak,” kata Ali.

Temuan sampah medis itu sudah diamankan petugas penjaga pantai. Asal-usul limbah tersebut masih misterius. Pihaknya belum mengetahui kepastian asal kiriman sampah itu. Dugaan sementara, sampah ini terbawa dari tengah laut, kemudian terbawa arus ke pinggir pantai. “ Sepertinya dari tengah laut. Kalau asalnya tidak tahu,” jelasnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Kepolisian terkait temuan ini. Dikhawatirkan, sampah medis ini sengaja dibuang, sehingga berbahaya bagi lingkungan dan warga. “ Sementara, sampahnya kami amankan. Nanti akan koordinasi dengan pihak berwajib,” tutupnya. (udi)

Harga Beras Naik, Surabaya Gelar Operasi Pasar di Pasar Tradisional

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Surabaya menggelar operasi pasar beras murah di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Operasi pasar untuk mengendalikan inflasi daerah tersebut, digelar di sejumlah lokasi pada 4 – 5 Februari 2023.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengatakan, dalam waktu dua hari pemkot menggelar operasi pasar beras murah dengan menggandeng Bulog. Operasi pasar tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama beras.

“Memang harga minyak lebih tinggi, termasuk beras. Karena itu kita dalam waktu dua hari memastikan yang di Bulog. Kita lihat beras lokal berapa, kita koordinasi dengan Bulog,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Sabtu (4/2).

Selain beras, Wali Kota Eri Cahyadi menyebut, bahwa Pemkot Surabaya juga berencana menggelar operasi minyak goreng murah. Saat ini, Pemkot Surabaya tengah berkoordinasi dengan provinsi dan Bulog mengenai perhitungan HET minyak goreng.

“Beras kita melakukan operasi pasar, sama dengan minyak. Minyak pun kita koordinasikan juga dengan provinsi terkait HET-nya,” ujarnya. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos mengungkapkan, beberapa hari ini harga beras mengalami kenaikan.

Untuk itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Surabaya menggelar operasi pasar. “Khususnya untuk bahan pokok beras. Hari ini operasi pasar ada di empat lokasi, yakni Pasar Tambah Rejo, Pasar Pucang, Pasar Wonokromo dan Pasar Genteng,” kata Yos.

Selain digelar di pasar tradisional, Yos menyebut, pada tanggal 4 Februari 2023, operasi pasar juga berlangsung di tiga wilayah kecamatan. Yakni, di wilayah Kecamatan Tandes, Sawahan dan Pabean Cantian.

Kemudian pada 5 Februari 2023, operasi pasar digelar di Pasar Soponyono, Pasar Kembang, Pasar Pegirian, Pasar Sememi Baru, dan Pasar Kutisari. “Harga beras (yang disediakan) sekitar Rp 43.000 – Rp 46.000 per ukuran 5 kilogram. Pelaksanaannya hari ini dan besok. Untuk berikutnya, hari Senin kita masih menunggu stok dari teman-teman Bulog,” ungkap dia.

Tak hanya itu, Yos mengungkapkan, bahwa pemkot juga rutin menggelar operasi pasar untuk komoditas bahan pokok yang lain. Namun, jumlah komoditas dan lokasinya tidak sebanyak seperti pelaksanaan Operasi Pasar beras murah.

“Operasi pasar produk-produk lainnya kita jalan rutin setiap hari, hanya jumlahnya di satu atau dua kecamatan. Khusus untuk beras, dua hari ini kita gebyar di beberapa lokasi pasar dan kecamatan,” katanya.

Operasi pasar kali ini dibuka secara serentak mulai pukul 07.00 WIB. Di Pasar Tambah Rejo sendiri, sebanyak 1 ton beras yang disiapkan, ludes dalam waktu 1 jam. Masing-masing warga di sana, diperbolehkan membeli maksimal 10 kilogram atau ukuran 5 kilogram per karungnya.

Satu di antara warga yang membeli beras murah di Operasi Pasar Tambah Rejo adalah Irma Herawati. Warga Tambaksari Kota Surabaya ini mengaku terbantu dengan keberadaan operasi pasar yang digelar Pemkot Surabaya.

“Memperingan warga. Kan harga beras mahal sekarang, ada yang Rp 13.000, ada yang Rp 12.500 per kilogramnya. Ini tadi kalau dihitung tidak sampai Rp 10.000 per kilogramnya,” kata dia. Irma biasa dia dipanggil, juga berharap kepada Pemkot Surabaya agar ke depan dapat menggelar operasi pasar dengan komoditas bahan pokok yang lain.

Seperti di antaranya, minyak goreng dan gula. “Sangat membantu, kalau bisa gula dan minyak juga. Dimurahkan semua bahan-bahan pokoknya,” pungkasnya. (ko)

Dispendik Surabaya Kembali Buka Beasiswa Penghafal Kitab Suci Hindu

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka secara langsung seleksi beasiswa penghafal kitab suci agama Hindu, di Pura Segara, Kecamatan Kenjeran, Sabtu (4/2). Seleksi penghafal kitab suci yang ketiga kali ini, diikuti oleh 185 pelajar penganut Hindu, mulai dari jenjang TK, SD, dan SMP.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan, seleksi beasiswa penghafal kitab suci adalah bagian dari pemersatu umat di Surabaya. Bukan hanya sebagai pemersatu umat, seleksi penghafal kitab suci ini juga menunjukkan bahwa Surabaya adalah kota toleransi.

“Saya matur nuwun (terima kasih) kepada seluruh umat Hindu di Kota Surabaya. Kalau anak-anak sudah menghafal kitab sucinya, maka Surabaya akan menjadi kota yang aman dan damai tentunya penuh dengan toleransi,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Dengan adanya beasiswa hafalan kitab suci, ia berharap, anak-anak Kota Pahlawan ke depannya bisa menjadi pemimpin yang memiliki akhlak mulia. Bukan hanya akhlak mulia, dia juga berharap, anak-anak Kota Pahlawan bisa menjaga toleransi antar umat beragama, dan keberagaman suku, serta budaya.

Wali kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu mengungkapkan, akan menambah kuota beasiswa penghafal kitab suci, khususnya pada agama Hindu. Menurutnya, semakin banyak kuota, maka akan semakin banyak generasi muda yang berakhlak, sesuai ajaran agamanya masing-masing.

“Tentu kegiatan ini akan dimasifkan, dan sudah menjadi agenda rutin. Seperti yang saya dengungkan, bahwa Surabaya adalah kota toleransi, tidak boleh satu dengan lainnya merasa lebih baik,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan, seleksi beasiswa penghafal kitab suci ini, peserta tidak hanya menghafal ayat.

Akan tetapi, para peserta juga diminta untuk memaknai bacaan sesuai dengan cara, dari masing-masing agama. Tak hanya itu, hafalan kitab suci ini juga bagian dari pembentukan karakter anak-anak. Yusuf menerangkan, dengan adanya kegiatan seperti ini, maka siswa tidak hanya fokus pada aspek akademis.

“Kami dari Dispendik juga ingin membentuk anak-anak dari berbagai aspek. Tidak adanya aspek akademis yang bagus, namun juga dari segi religi dan talentanya juga bagus,” terang Yusuf. Ia menambahkan, dalam seleksi ini para siswa tak dituntut untuk membaca ayat kitab suci dengan sempurna.

Menurutnya, jika siswa dituntut untuk membaca dengan sempurna akan kesulitan. “Minimal anak-anak paham dulu dasar kitabnya, baru kemudian disempurnakan bertahap oleh guru. Maka dari itu, saya berpesan kepada para guru agar memberikan pemahaman soal agamanya, tempat ibadahnya, dan bagaimana cara membaca ayat-ayat yang baik,” pungkasnya. (ko)