Banyuwangi (pawartajatim.com)– Layanan Permodalan Nasional Madani (PNM) belakangan makin digandrungi. Nasabahnya terus melejit. Secara nasional, ditargetkan tembus hingga 17 juta orang, menyasar kaum perempuan. Nilai transaksinya ditaksir mencapai sekitar Rp255 triliun. Meroketnya nasabah keuangan milik BUMN ini terjadi sejak pasca-pandemi.
Tingginya nasabah PNM ini salah satunya dipicu mudahnya persyaratan. Calon nasabah tak perlu menyiapkan agunan. Mereka hanya membuat kelompok, lalu mendapatkan pinjaman. Bunganya juga sangat rendah, sekitar 0,9 persen setahun. Proses pembayaran pun sangat mudah. Bisa dicicil dua minggu sekali, tergantung kesepakatan kelompok. Pembayaran cicilan dilakukan secara tanggung renteng. Sehingga, potensi kredit macet sangat minim. “ Layanan PNM dengan program mekar ini memang menopang ekonomi pasca-pandemi. Tahun 2018 hanya 5 juta nasabah, sekarang tembus hingga 14 juta,” kata juru bicara Menteri BUMN, Arya Sinulingga usai pertemuan dengan pekerja dan UMKM Banyuwangi, Kamis (9/2/2023) siang.
Nasabah PNM paling banyak tersebar di Jawa, mulai Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Khusus di Kabupaten Banyuwangi mencapai sekitar 75.000 orang. Mudahnya persyaratan membuat warga level bawah banyak yang bergabung menjadi nasabah. Tak sekadar kredit, para nasabah mendapat layanan pendampingan wirausaha, khususnya membuat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). “ Jadi, nasabah PNM diberikan pendampingan wirausaha. Mulai membuat UMKM hingga buka warung,” jelasnya.
Dari kegiatan ini, kalangan ibu-ibu bisa terbantu secara ekonomi. Bahkan, ikut menopang kegiatan ekonomi keluarga. Minimal mencukupi kegiatan pokok. “ Kami juga mendorong ibu-ibu karyawan BUMN memanfaatkan layanan layanan PNM untuk berwirausaha,” tutupnya.
Mendapatkan kredit tanpa agunan menjadi pendorong tingginya nasabah PNM di pedesaan. Apalagi, kaum ibu-ibu. Mereka bisa memperoleh modal usaha dengan mudah. Bunganya juga rendah. Lalu,pembayarannya tanggung renteng. “ Ini sangat membantu kaum ibu-ibu yang membutuhkan modal usaha dengan mudah,” kata Agustin, salah satu nasabah PNM di Banyuwangi. (udi)
Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Gelaran perayaan satu abad NU di Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (7/2) berlangsung sukses. Acara yang dihadiri lebih dari dua juta hadirin tersebut termasuk berhasil dalam pengendalian situasi. Baik pra maupun pasca pelaksanaan. Termasuk penanganan kebersihan.
Panitia Harlah 1 Abad NU sendiri sejak awal sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan. Termasuk pengendalian kebersihan lingkungan sekitar dengan mengerahkan relawan pembersih sampah yang dinamakan Pasukan Semut.
Selain anggota PMII, terlibat juga dalam aksi ini, ratusan santri dari beberapa pesantren yang sukarela membantu Aksi Jagad Bersih. Seperti yang dilakukan PMII Ciputat, yang jauh-jauh dari Ibu Kota khusus berkhidmat melakukan Aksi Jagat Bersih.
Berkekuatan 100 personel yang dibagi menjadi lima kelompok, mereka melakukan aksi bersih-bersih di sekitar Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (8/2) pagi. Ketua IKA PMII Cabang Ciputat, H Ali Ghozi, mengatakan, sampah adalah salah satu persoalan penting dalam setiap event besar yang harus segera diatasi.
AKSI : Sejumlah personel PMII Ciputat sedang melakukan aksi bersih-bersih di sekitar stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (8/2) pagi. (foto/ist)
“Untuk berkhidmat satu abad NU, kami dari PMII Ciputat mengerahkan sekitar 100 personel untuk terlibat langsung membersihkan sampah-sampah yang tertinggal dari kegiatan kemarin,” kata Ali Ghozi.
“100 personel yang kami kerahkan pagi ini dibagi menjadi lima kelompok yang diikoordinasikan oleh Muhammad Syamsul Falah, Ma’ruf Ansori, Maulana Azka, Ufid Faidzul Barokat, dan Khairul Umam. Selain anggota PMII, terlibat juga dalam Aksi ini, ratusan santri dari beberapa pesantren yang sukarela membantu Aksi Jagad Bersih ini,” tambahnya.
Ditanya tentang ide terjun sebagai pasukan pemungut sampah, Ali Ghozi mengatakan bahwa Aksi Jagat Bersih juga diambil dari slogan NU Satu Abad Merawat Jagat. Jadi, aksi ini sesuai juga dengan slogan Satu Abad Merawat Jagat Membangun Peradaban.
”Sahabat-sahabat kami ajak memunguti sampah yang tersisa. Kami kumpulkan dan masukkan kantong sag, lalu diangkut oleh truk tim kebersihan untuk dibuang ke pembuangan akhir. Kami mengambil tanggung jawab kecil ini, supaya Kota Sidoarjo sebagai tuan rumah juga tetap terjaga kebersihannya,” pungkasnya. (bw)
Nganjuk, (pawartajatim.com) – Pertanian organik kini makin dikenal masyarakat luas. Apalagi ada tren hidup sehat. Masyarakat peduli terhadap makanan yang dikonsumsinya sehari-hari. Selain bernilai ekonomis, pertanian organik diketahui dapat memperbaiki ekosistem pertanian yang kian rusak karena terpapar bahan kimia sintetis atau kimia.
Petani organik mulai bermunculan seiring dengan pangsa pasar yang makin terbuka sehingga penyuluhan dan edukasi tentang pentingnya pertanian organik gencar dilakukan. Melihat hal tersebut, relawan Ganjar Pranowo di Jawa Timur/Jatim yang tergabung dalam Mak Ganjar menggelar kegiatan penyuluhan dan edukasi tentang pertanian organic.
Khususnya penggunaan pupuk organik untuk padi, kepada petani di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Nganjuk Rabu (8/2). Korwil Mak Ganjar Jatim, Harizah Farwah, menyatakan, pihaknya mengadakan penyuluhan edukasi pertanian organik di Desa Bandung, Nganjuk, Jatim, karena mayoritas masyarakatnya adalah petani.
“Kami dari Mak Ganjar Jatim berkolaborasi dengan Kelompok Tani Sumber Pangan untuk memberikan edukasi tentang pertanian organik kepada petani di sini,” katanya setelah kegiatan penyuluhan di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (8/2).
Mak Ganjar Jatim beri edukasi soal pertanian organik pada petani di Nganjuk. (foto/ist)
Harizah, mengungkapkan kebanyakan masyarakat di Desa Bandung, Nganjuk, adalah petani padi, bawang merah, dan cabai. Dengan demikian, menurut dia, petani di kawasan ini perlu diberi penyuluhan dan edukasi tentang pentingnya penggunaan pupuk organik
“Kami rasa sangat bermanfaat untuk masyarakat yang merupakan petani padi, bawang merah, dan cabe. Kami adakan penyuluhan ini untuk mengedukasi para petani di sini agar bisa menanam secara organik dengan pemberian pupuk organik,” ujarnya.
Ia menambahkan masyarakat makin sadar akan pentingnya pola hidup sehat sehingga tanaman organik makin digandrungi. “Pangsa pasar tanaman organik makin luas sehingga ini menjadi kesempatan para petani untuk makin berkembang,” ungkapnya.
Setelah penyuluhan ini, Harizah berharap para petani mulai membuat pupuk organik dan mengurangi penggunaan pupuk berbahan kimia. “Harapannya, petani mulai sadar pentingnya penggunaan bahan organik seperti pupuk yang terbuat dari rempah-rempah. Petani juga diharapkan nanti mulai mengurangi penggunaan bahan kimia seperti pupuk kimia dalam mengolah pertanian mereka,” ucapnya.
Harianto yang merupakan penyuluh pertanian organik yang juga seorang petani menyatakan pupuk untuk bertani sebaiknya menggunakan bahan organik karena banyak keuntungannya.
“Kami menggunakan pupuk organik fermentasi sendiri. Ini bisa menghemat pengeluaran, lalu bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia. Petani diuntungkan. Pupuk kimia cenderung lebih mahal dan memiliki dampak tertentu bagi tanaman,” kata Harianto.
Setelah penyuluhan yang diberikan, Harianto berharap petani di daerah tersebut memahami cara membuat pupuk organik. Apalagi, bahan-bahannya mudah ditemukan. “Intinya, kami tadi menanam bersama petani sehingga mereka mengerti cara menanam tanaman dengan bahan organik. Gunakan pupuk organik karena kita bisa buat sendiri dengan bahan-bahan seperti kunir dan temulawak. Ini demi kesehatan tanaman dan manusia yang mengonsumsinya,” ucapnya. (bw)
Banyuwangi (pawartajatim.com) – Warga Banyuwangi digegerkan kejadian aneh. Belasan ekor kambing warga di Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi mendadak mati misterius. Ditemukan sejumlah luka bekas gigitan pada tubuh kambing. Dugaan sementara, ternak warga ini mati diserang kawanan anjing liar.
Warga memergoki kejadian ini saat hendak memberi pakan. Begitu memasuki kandang, belasan kambing mengerang kesakitan. Tubuhnya berdarah. Beberapa terlihat sekarat. “ Jadi, waktu hendak memberi pakan, ternak di kandang banyak yang sekarat dan berdarah. Banyak luka di tubuhnya,” kata Mualim (60), salah satu pemilik ternak, Rabu (8/2/2023) siang.
Kejadian ini membuat Mualim panik. Begitu memeriksa kandang, dia mendapati lebih dari 10 ekor kambing yang sudah mati. Seluruh tubuhnya penuh luka mirip bekas gigitan. Tak hanya kambing dewasa, anakan kambing juga menjadi sasaran. Beberapa ditemukan tergeletak di luar kandang. Beruntung, beberapa ekor kambing yang terluka masih bisa diselamatkan. Tak sampai mati. Janggalnya lagi, luka yang dialami ternak kambing ini rata-rata di bagian paha dan leher.
Penyebab tewasnya belasan ternak ini masih misterius. Namun, di sekitar lokasi, warga mendapati mirip jejak kaki binatang. Jejak tersebut mengarah ke kawasan hutan di sekitar lokasi. Akibat kejadian ini, warga mengalami kerugian hingga belasan juta. Werga menduga, serangan ke ternak kambing ini terjadi malam hari.
Peristiwa ini membuat para peternak was-was. Mereka khawatir serangan serupa akan muncul lagi. Mengantisipasi serangan susulan, peternak menggelar patrol malam. Mereka juga menutup rapat ternak kandang agar tak dimasuki hewan liar. “ Warga menduga, ternak kambing ini dimangsa kawanan anjing liar. Sebab, lukanya rata-rata sama,” ujar Hamzah (54), warga lainnya. (udi)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Tak terasa, Nahdlatul Ulama/NU tepat berusia 1 abad atau seratus tahun pada 7 Februari 2023. Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) NU itu digelar di Gelora Delta, Sidoarjo.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengawal Harlah itu mulai awal hingga akhir acara. Bahkan, ia juga memfasilitasi warga Surabaya yang hadir langsung ke Sidoarjo. Bagi Wali Kota Eri, satu abad NU adalah seratus tahun penuh pengabdian.
Satu abad NU adalah seratus tahun memberikan yang terbaik bagi Republik. “Surabaya memiliki ikatan historis yang kuat dengan Nahdlatul Ulama. NU dan Surabaya, Surabaya dan NU, adalah hal yang tak terpisahkan,” kata Wali Kota Eri, Selasa (7/2).
Menurut dia, para muassis NU di bawah kepemimpinan KH Hasyim Asyari mendirikan jamiyah ini pada 16 Rajab 1344 Hijriyah atau 31 Januari 1926 di Surabaya. Pada 22 Oktober 1945, terjadi peristiwa bersejarah kala “Resolusi Jihad” dicetuskan Hadrastussyaikh KH Hasyim Asy’ari di Surabaya.
“Resolusi Jihad itulah yang kemudian membakar semangat perlawanan rakyat dalam melawan penjajah,” katanya. Pada setiap fase perjalanan sejarah bangsa ini, tidak pernah sekali pun NU luput dalam berkontribusi, sejak era pergolakan fisik merebut kemerdekaan hingga menghadapi pandemi covid-19 yang kini sudah terkendali,
“Mari bersama-sama ke depan kita menjaga dan menyebarkan nilai-nilai khas NU yang akan selalu relevan sampai kapan pun, yaitu tawassuth (di tengah-tengah, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan), tawazun (seimbang dalam segala hal), tasamuh (toleran dan menghargai perbedaan),” katanya.
“Bersama-sama pula kita terus bekerja memberdayakan umat, membawa umat ke pintu gerbang kesejahteraan, mewujudkan negeri yang Baldatun Toyyibatun Warrobun Ghofur,” ujarnya. Wali Kota Eri, mengajak bersama-sama mengucap doa.
Semoga NU semakin berjaya, semakin bisa menjadi jamiyah yang menjadi rumah teduh bukan hanya bagi jamaahnya, tetapi juga rumah bagi siapa pun yang mendamba kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI.
“Selamat satu abad NU. Mendigdayakan NU Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru,” pungkasnya. (ko)
Banyuwangi (pawartajatim.com)- Pemecahan daerah pemilihan (dapil) Pemilu di Banyuwangi, disambut gembira. Partai Demokrat salah satunya. Meski ada untung rugi, partai berlambang mercy ini meminta semua pihak legowo menyambut putusan KPU.
Dapil Pemilu di Banyuwangi akhirnya dimekarkan dari 5 dapil menjadi 8 dapil. Pecah dapil ini salah satunya hasil usulan Partai Demokrat. Bukan tanpa alasan. Dengan 5 dapil dari 25 kecamatan di Banyuwangi dianggap terlalu gemuk. Sehingga, menyulitkan anggota DPRD merawat daerah pemilihan. “ Kami gembira, dapil di Banyuwangi akhirnya dimekarkan menjadi 8. Ini tentunya untuk masyarakat, bukan kepentingan partai semata,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, Selasa (7/2/2023) siang.
Pecah dapil ini diumumkan KPUD Banyuwangi berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) No.6 tahun 2023. Keputusan ini langsung mengubah peta politik dan sebaran pencalegan di Bumi Blambangan. Sebelumnya, dalam datu dapil terdiri dari 4-5 kecamatan. Dengan pemekaran, setiap dapil hanya 3 kecamatan. Namun, alokasi kursi di DPRD Banyuwangi tetap 50. “ Jadi, dengan pecah dapil ini, nantinya setiap caleg atau anggota DPRD bisa fokus mengurusi daerahnya. Sebab, tidak lagi terlalu luas,” jelas Wakil Ketua DPRD Banyuwangi ini.
Sebaliknya, tantangan para caleg, khususnya incumbent juga semakin berat. Pasalnya, persaingan meraih suara semakin ketat. Namun, pecah dapil ini akan menguntungkan masyarakat. Mereka yang tidak mau turun ke bawah dipastikan kelihatan. Imbasnya, tidak akan dipilih oleh masyarakat. Dengan pemecahan dapil, Demokrat Banyuwangi mentargetkan bisa menambah hingga 14 kursi padal Pemilu 2024. Saat ini, hanya 6 kursi dari 5 dapil.
Komisioner KPUD Banyuwangi, Ari Mustofa menegaskan hasil keputusan KPU Pusat mengubah dapil di Banyuwangi dari 5 menjadi 8 dapil. Sebelumnya, KPUD Banyuwangi mengusulkan tiga rancangan dapil dalam pemilu 2024. Masing-masing, 5 dapil lama, rancangan 6 dapil dan 8 dapil. Ternyata, dari ketiga usulan tersebut, rancangan 8 dapil yang disetujui KPU. “ Dari 8 dapil ini, masing-masing memiliki kuota 6 kursi dan 7 kursi. (udi)
Gresik, (pawartajatim.com) – Kawasan Industri Java Integrated dan Industrial Port Estate/JIIPE, Kabupaten Gresik, merupakan masa depan Indonesia. Mengingat, sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) negara, JIIPE dapat memberikan banyak kesempatan untuk rakyat dan perekonomian.
“Tempat ini masa depan Indonesia, terutama Jawa Timur. Progres pembangunannya sudah 54 persen. Saya optimis ini bisa selesai lebih awal. Artinya target untuk pengoperasian penuh Mei 2024 bisa dimajukan,” kata Wapres KH Ma’ruf Amien, disela kunjungan kerja ke JIIPE Gresik, Selasa (7/2).
Untuk itu, dirinya berharap investasi di JIIPE terus ditingkatkan. Terlebih karena dalam kurun waktu lima tahun, JIIPE ditargetkan dapat menyerap investasi asing sekitar 7,5 miliar US dollar. Sedangkan dalam waktu 15 tahun, harus mengumpulkan kurang lebih 16 miliar US dollar.
“Saya harap JIIPE bisa terus menarik investasi. Sekarang kurang lebih sudah 30 persen, tapi diharapkan terus ada peningkatan,” jelasnya. Ma’ruf, menerangkan, pemerintah akan memfasilitasi upaya penguatan JIIPE.
Yakni, dengan mengakomodasi berbagai masalah termasuk melalui Perpu Cipta Kerja. Sebagai informasi, total luas JIIPE adalah 3.000 hektar. Dimana, 400 hektar di antaranya berupa pelabuhan dan 1.800 hektar lainnya adalah kawasan industri.
Dengan pelabuhan tersebut, estimasi pengeluaran untuk transportasi kelautan dapat turun hingga 20 persen. Sehingga pendanaan dapat difokuskan ke tingkat urgensi yang lebih tinggi. Hingga saat ini, sudah ada 300 hektar kawasan industri yang terisi dari total 1.800 hektar tersebut.
Nantinya, akan ada 200-300 hektar lahan lagi yang terisi seiring dengan masuknya beberapa pabrik baterai pada tahun ini dan tahun depan. Dengan begitu, pengisian lahan akan mendekati 40 persen pada akhir tahun depan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, ikut mendampingi Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dalam kunjungan kerja ke Kawasan Industri Java Integrated dan Industrial Port Estate (JIIPE).
Dalam kesempatan yang sama, Wapres Ma’ruf dan Wagub Emil turut menyaksikan penandatanganan MoU antara anak usaha AKR PT Aneka Petroindo Retailindo dengan PT Jatim Saranan Utama. Kesepahaman tersebut terkait pembangunan SPBU pb.
Wagub Emil menegaskan bahwa Pemprov Jatim akan mengupayakan yang terbaik untuk pemaksimalan JIIPE. Pasalnya, pengoperasian JIIPE ini dapat membuka 200.000 lapangan kerja baru putera-puteri daerah.
“Jadi JIIPE ini akan menyerap tenaga kerja yang besar. Makanya kalau arahan dari Pak Wapres, kita harus menyiapkan tenaga kerja terampil dan melakukan training vokasi sesuai dengan tuntutan industri,” ucap Emil.
“Saya pikir ini memang sudah menjadi fokus kita sejak lama. Karena Jatim sudah mengadakan berbagai program dan fasilitas seperti East Java Super Corridor atau EJSC, Millenial Job Center, juga revitalisasi pendidikan vokasi di SMK-SMK,” tambah Emil, yang juga mantan Bupati Trenggalek. (dra)
Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Gema teriakkan ‘Ganjar Presiden’ terdengar saat Gubernur Jawa Tengah/Jateng Ganjar Pranowo, menghadiri acara puncak resepsi Satu Abad Nahdlatul Ulama/NU di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur/Jatim.
Teriakan tersebut dimulai saat mobil iring-iringan yang membawa Ganjar disambut barisan nahdliyin (warga NU) di sebelah pintu keluar Tol Sidoarjo. Mereka melambaikan tangan ke arah Ganjar yang membuka kaca mobil sambil menyapa.
Ganjar pun tiba di depan Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Selasa (7/2) pukul 06.06 WIB. Ganjar yang mengenakan baju koko putih dan kopiah hitam kembali disambut meriah nahdliyin yang telah memadati jalan masuk VIP.
Mereka berebut salam sekaligus foto selfie bersama Ganjar di acara hari lahir (harlah) NU tersebut. Mereka juga meneriakkan ‘Presidenku’ saat Ganjar melintas di kepadatan itu. “Presidenku.. Ganjar Presidenku.. Ganjar Presidenku..” riuh suara para nahdliyin di lokasi.
Ganjar Pranowo, disambut meriah warga nahdliyin saat menghadiri puncak resepsi satu abad NU di Gelora Delta Sidoarjo Selasa (7/2). (foto/ist)
Ganjar pun tampak melempar senyum sambil menyalami para nahdliyin. Sesekali, Ganjar juga menyapa mereka dan melayani permintaan foto selfie sembari berjalan menuju pintu masuk bagian D di Gelora Delta Sidoarjo.
Antusiasme para nahdliyin dalam menyambut Ganjar kembali berlanjut usai acara. Ganjar yang keluar dari pintu masuk bagian D disambut ribuan nahdliyin yang berjejer di sebelah kanan dan kiri jalan setapak.
“Pak Ganjar Presiden, minta selfie pak,” suara salah satu nahdliyin sambil mencoba meraih Ganjar. Sesampainya di depan Gerbang Tol Sidoarjo, Ganjar menaiki mobil untuk bertolak ke agenda selanjutnya. Sebelum pergi, Ganjar kembali menyapa para nahdliyin yang ada di lokasi.
Untuk diketahui, sebanyak satu juta nahdliyin diperkirakan hadir dalam acara resepsi puncak Satu Abad NU di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Acara tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). (bw)
Banyuwangi (pawartajatim.com)- Seorang kakek berinisial SD (70), warga Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi berbuat nyeleneh. Pria lanjut usia ini nekad memotong alat vitalnya sendiri. Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan. Namun, alat vitalnya tak normal lagi.
Penyebab aksi nekad ini masih misterius. Kejadian ini bermula ketika warga mendengar teriakan dari arah makam desa. Begitu dilihat ternyata korban sudah berdarah, mengerang kesakitan. Warga akhirnya menolong korban, dilarikan ke rumah sakit. “ Infromasinya kejadiannya, Sabtu (4/2/2023) malam. Namun, tidak ada laporan resmi ke Polsek,” kata Kapolsek Sempu, AKP Kariyadi, Selasa (7/2/2023) siang.
Diduga, korban memotong alat vitalnya dengan benda tajam. Saat ini, korban dirawat di RSUD Genteng, Banyuwangi. Gerak cepat petugas medis berhasil menyelamatkan nyawa korban. Saat tiba di rumah sakit, kondisi korban sudah lemas. Terjadi pendarahan hebat. “ Saat tiba di instalasi gawat darurat, korban ini mengalami pendarahan yang mulai mengering,” kata Direktur RSUD Genteng, dr. Aisyah Anggraini.
Pihaknya gagal menyambungkan kembali alat vital korban yang terpotong. Sebab, sambungannya tak berhasil ditemukan. “ Sebenarnya bisa dilakukan tindakan medis untuk menyambungnya. Namun, potongannya sudah hilang,” jelasnya.
Meski begitu, kondisi korban mulai membaik. Bahkan, rencananya sudah diperbolehkan pulang. Menurut dokter, korban tetap bisa hidup normal, khususnya saluran urin. Korban juga tetap bisa beraktivitas seperti biasa. “ Kalau kondisinya sudah membaik. Rencananya sudah akan pulang,” tutupnya. (udi)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, optimis Muktamar Internasional Fikih Peradaban 1 yang digelar di Hotel Shangri-La Surabaya, Senin (6/2), akan menjadi inisiator lahirnya resolusi perdamaian dunia dan menjadi upaya nyata mewujudkan harmoni global.
Tidak hanya itu, acara yang secara simbolis dibuka Wapres RI Ma’ruf Amin, bersama Wakil Grand Syekh Al Azhar, Rais Aam PBNU, Ketua Umum PBNU, Gubernur Jatim serta Katib Aam PBNU ini diharapkan akan menjadi ajang menumbuhkan modersi dan toleransi antar umar beragama.
“Semoga doa dari para masayikh, mufti, ulama dan habaib dari seluruh dunia mampu membukakan pintu langit agar Allah SWT menurunkan keberkahannya bagi Indonesia, Jatim dan umat manusia di seluruh dunia terutama NU untuk membangun perdamaian dunia dan harmoni global,” ungkapnya.
Ketua Umum PP Muslimat NU ini kemudian mengatakan bahwa serangkaian acara peringatan 1 Abad NU termasuk Kongres ini dan resepsi puncak esok hari adalah bagian bentuk dari reuni akbar para muassis NU.
“Mudah-mudahan kami menjadi bagian yang meneruskan perjuangan ulama NU dan ikut menyebarluaskan perjuangan NU membangun perdamaian dan harmoni di seluruh dunia,” ujarnya.
Diakhir, Khofifah sapaan lekatnya mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dipilihnya Jawa Timur sebagai tuan rumah penyelenggaraan Resepsi Puncak 1 Abad NU juga sebagai tuan rumah penyelenggaraan Muktamar Internasional Fikih Peradaban pertama bertemakan Membangun Landasan Fikih untuk Perdamaian dan Harmoni Global.
“Kami mewakili seluruh masyarakat Jatim mengucapkan terima kasih atas keputusan luar biasa PBNU untuk melangsungkan Muktamar Internasional Fikih Peradaban dan Resepsi Puncak 1 Abad NU di Jawa Timur,” tutupnya.
Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa (kanan). (foto/ist)
Sementara itu, dalam pidatonya yang berjudul Kontekstualisasi Pandangan Keagamaan Terhadap Realitas Peradaban di Era Modern, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, menyampaikan bahwa topik tersebut menarik karena sangat berhubungan erat dengan karakter fikih yang fleksibel dan dinamis mengikuti dinamika dan perkembangan zaman.
“Namun, hal tersebut tidak bisa dilakukan perubahan pada rumusan yang tetap dan tidak berubah (tsawabit) melainkan pada rumusan yang memungkinkan untuk berubah (mutaghayyirat),” katanya.
Dalam membangun peradaban, menurut Maruf Amin penting untuk menyadari bahwa kehadiran manusia di muka bumi adalah wakil Allah yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi.
“Kemudian kita semua memegang tanggung jawab untuk saling menguatkan sesama manusia jangan saling bermusuhan juga membuat kegaduhan,” ucapnya. Dengan perkembangan dunia yang semakin masif dan progresif, Ia mengajak para ulama untuk menjwab pandangan pada dinamika yang baru ini.
“Karena bisa jadi fikih yang sudah ada di peradaban sebelumnya sudah tidak cocok dengan peradaban saat ini. Sehingga diperlukan konstruksi fikih baru yang lebih sesuai,” kata Maruf.
Sejak awal Islam memberikan pedoman tentang hubungan antar kelompok dan bangsa yang penuh perdamaian dan keharmonisan. Hal tersebut dibentuk secara nyata dengan perjanjian-perjanjian yang penuh kedamaian dibawah koordinasi PBB atau Persatuan Bangsa-Bangsa.
Hanya saja perjanjian perdamaian internasional tersebut tidak sedikit yang dilanggar. Seperi perang Rusia Ukraina yang terjadi baru baru ini. “Karenanya penting PBB untuk memperkuat diri dengan memberikan kesetaraan hak antar anggota. Perlu pula diperbanyak forum-forum internasional yang memberikan pengaruh kuat terhadap PBB,” katanya.
Untuk merespon seluruh hal-hal baru dalam peradaban ini, para ulama pun sudah merumuskan metodologi ijtihad untuk memahami teks-teks Al Quran dan Hadits termasuk ketika muncul permasalahan baru dan terbarukan yang sebelumnya belum ada teksnya pada al quran.
Dengan 4 karakter berpikir NU yakni Fikrah Tawassutiyah, Fikrah Islahiyah, Fikrah Tathawwuriyaj dan Fikrah Manhajiyah, Khofifah juga optimis bahwa NU dapat merespons persoalan-persoalan baru dan terbarukan atau menelaah ulamg hukum-hukumnya.
“Termasuk merespons berbagai masalah yang muncul dalam peradaban dunia pada saat ini. NU juga dapat melakukan inovasi-inovasi baru untuk memperkuat peradaban Islam yang ada,” ucapnya.
NU juga harus mengambil peran dalam penguatan toleransi dan persatuan umat bangsa yang dirumuskan dalam 3 pilar. Ukhuwwah Islamiyyah, Wathaniyah, dan Insaniyah. Kedepan ulama, tokoh islam, dan negara muslim dunia harus menjadi bagian dalam perumusan tatanan global dengan terwujudnya dunia yang adil dan damai sekaligus menyelesaikan masalah global,” pungkasnya.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa November lalu, PBNU menggelar forum pertemuan pemimpin agama di seluruh dunia. Tujuannya ialah membangun gerakan untuk menggalang kekuatan agama guna mewujudkan dunia yang lebih damai dan harmonis.
Sejak saat itu, pemimpin agama di seluruh dunia sepakat untuk memberikan inisiatif dari sisi agama masing-masing. Hari ini NU menginisiasi upaya dari sisi agama Islam untuk mengembangkan peradaban islam dunia yang lebih damai dan harmonis,” jelasnya.
“Nantinya ini juga akan membedah wacana agama di negara kita, bahwa Islam hadir sebagai bagian dari solusi atau masalah. Bukan menjadi bagian dari masalah,” imbuhnya. Menurut Yahya, hal ini adalah langkah awal sederhana yang menjadi awal perjuangan panjang.
“Muktamar ini pertama kali dan kami ingin ini menjadi kegiatan rutin tahunan. Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh pihak yang membantu kesuksesan acara ini. Insyaallah besok kita akan menggelar resepsi puncak peringtan Harlah 1 Abad NU di GOR Delta Sidoarjo dan kami mengundang seluruh tamu VIP untuk hadir disana,” pungkasnya. (dra)