Silaturahmi dengan Pesantren, Gus-Gus Nusantara Jatim Serahkan Bantuan Pengeras Suara

0

Kediri, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Gus-Gus Nusantara (GGN) pendukung Ganjar Pranowo, memberi bantuan pengeras suara (sound system) untuk Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilul Huda yang berada di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Penyerahan alat pengeras suara itu dilakukan, saat peringatan Isra Mikraj dan Doa Bersama dengan tema ‘Merawat Keberagaman Membangun Kemakmuran’ yang diadakan GGN Jawa Timur/Jatim di Ponpes Sabilil Huda Kediri.

“Kami memberikan kenang-kenangan kepada Pondok Pesantren Sabilil Huda yaitu sound system portabel dan tadi sudah dicek alhamdulillah aman dan suaranya cukup bagus,” kata Koordinator Wilayah GGN Jatim, Gus Alwy Hasan, Jumat (10/2).

Adapun alat pengeras suara yang diberikan pendukung Ganjar Pranowo itu, untuk Ponpes Sabilil Huda Kediri berjumlah 2 set dan diterima langsung oleh pembina ponpes. Penyerahan bantuan seperangkat alat pengeras suara juga untuk menjalin silaturahmi, sekaligus sebagai upaya GGN Jatim untuk mendukung syiar agama yang dilakukan di sejumlah pondok pesantren di Jatim.

“Alhamdulillah selama ini sambutan dari santri maupun pengasuh pondok pesantren yang kami kunjungi cukup antusias dan berharap setiap bulan bisa dikunjungi,” jelas Gus Alwy. Dia menyebut, kegiatan silaturahmi dan menyerahkan sejumlah bantuan untuk pesantren juga akan terus digencarkan GGN Jatim.

Gus-Gus Nusantara Jatim serahkan bantuan pengeras suara. (foto/ist)

Sehingga tali persaudaraan antara tokoh agama dan para santri se-Jatim bisa semakin erat. “Dalam waktu dekat ini kami berkeliling ke pondok pesantren dan sekaligus memberikan bantuan yang kami rasa cukup membantu masyarakat di lingkungan pesantren,” ucap Gus Alwy.

Salah satu Pembina Ponpes Sabilil Huda, Mochtar Khudori, menyampaikan, seperangkat alat pengeras suara yang diserahkan GGN Jatim bermanfaat untuk menunjang kegiatan para santri sehari-hari.

Pihaknya beserta seluruh santriwan dan santriwati pun menyambut baik kehadiran dan bantuan dari GGN Jatim. Mochtar berharap, GGN dapat memperkuat silaturahmi antar kalangan pondok pesantren, khususnya di Jatim.

“Alhamdulillah hari ini kami mendapat kunjungan dari GGN ke sini membawa bantuan seperangkat sound system yang berfungsi dengan baik, insyaallah akan sangat bermanfaat bagi santri dan untuk kegiatan santri di sini,” ungkap Mochtar.

“Terkait kegiatan Gus-Gus Nusantara, kami sangat mengapresiasi dengan langkah-langkah yang ditempuh, cara-cara yang dilakukan untuk silaturahmi ke pondok pesantren, menyapa para santri dan mengajak doa bersama untuk kebaikan Indonesia, khususnya mungkin untuk Pak Ganjar Pranowo. Semoga apa yang dilaksanakan GGN ini sukses,” lanjutnya. (bw)

Kecelakaan, Mobil ini Nyungsep ke Sungai

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kecelakaan dua mobil terjadi di Jalan Ahmad Yani, Surabaya Jumat (10/2) malam. Dalam kecelakaan ini, satu mobil mewah berwarna merah mengalami nasib naas hingga nyemplung ke dalam sungai.

Insiden ini langsung ditangani petugas pemadam kebakaran untuk melakukan evakuasi mobil malang tersebut dari dalam sungai. Mobil Crane milik petugas pemadam kebarakan pun diturunkan untuk mengangkat mobil warna merah yang masih terlihat baru.

Evakuasi pun berjalan beberapa jam, hingga terlihat para petugas turun ke sungai untuk memasang tali evakuasi. Abdullah, pemilik mobil yang nyungsep ke sungai mengatakan jika mobilnya ini di sewakan kepada pengendara mobil yang terlibat kecelakaan.

Beruntung orang yang mengendarai mobil tersebut dalam keadaan selamat, meskipun mobil yang dipakainya rusak parah akibat masuk kedalam sungai. “Ini saya tadi dihubungi sama supirnya, mobil ini saya rentalkan (sewakan) ke orangnya, supirnya dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Beruntung pengendara mobil merah ini selamat dari insiden kecelakaan. Ia pun di bawa petugas untuk pengobatan dan pemeriksaan keterangan kronologis kecelakaan. Atas insiden kecelakaan ini sempat membuat lalu lintas di jalan sekitar sekitar  menjadi terhambat. (red)

Waspada…., Diabetes Anak Meningkat

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tak hanya kasus gagal ginjal akut saja yang menghantui anak-anak di Indonesia. Namun, penyakit diabetes anak juga mengalami peningkatan. Sehingga, menyebabkan rasa kekuwatiran para orang tua.

Data pada Ikatan Dokter Anak Indonesia/IDAI yang sudah dirilis awal Februari 2023, angka penderita diabetes pada anak sekitar 70 kali lipat dibanding 2010 lalu. Dari data tersebut sebanyak 1.645 pasien anak penderita diabetes tersebar di 13 kota.

Diantaranya Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Malang, Denpasar, Makassar dan Manado. Dokter spesialis anak RSUD dr Soetomo Surabaya, Muhammad Faizi, mengatakan, di rumah sakit pemerintah Provinsi Jawa Timur/Jatim ini juga mengalami peningkatan untuk kasus diabetes anak-anak.

Sejak Januari 2022 hingga awal Januari 2023 sudah ada 320 anak penderita diabetes. Diantaranya, ada 230 pasien diabetes anak type 1 dan 90 anak untuk type 2. Diabetes anak type 1 ini tidak dapat memproduksi insulin didalam pankreasnya.

Sehingga bergantung pada suntikan injeksi insulin. Sementara diabetes anak type 2 tersebut, insulinnya masih bisa memproduksi namun tidak bisa bekerja dengan baik sehingga sel-sel tubuh kesulitan memanfaatkan insulin untuk menjadikan gula darah sebagai energi.

“Sebanyak 1.645 pasien anak penderita diabetes tersebar di 13 kota, diantaranya kota Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Malang, Denpasar, Makassar, dan Manado. Sementara itu di RSUD dr Soetomo Surabaya hingga Januari 2023 ada sebanyak 230 pasien diabetes anak type 1 dan 90 pasien diabetes anak type 2,” kata dr Muhmmad Faizi Sp.K., Dokter Spesialis Anak RSUD dr Soetomo Surabaya.

Dengan adanya peningkatan kasus diabetes anak di Indonesia ini, di imbau para orang tua untuk memperhatikan gaya hidup sehat untuk buah hati mereka, guna meminimalisir potensi terjadinya penyakit diabetes pada anak. (red)

Komnas Minta Hukuman Berat Bagi Pelaku Kekerasan Seksual pada Anak

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Komisi Nasional/Komnas Perlindungan Anak mendesak Kejaksaan Tinggi/Kejati Jawa Timur/Jatim untuk memberikan efek jera bagi pelaku kekerasan pada anak melalui penuntutan hukuman berat. Desakan ini dilakukan Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait dengan mendatangi Gedung Kejati Jatim, Jumat siang (10/2).

Menurut dia, angka nasional kekerasan yang menimpa anak, 52 persen didominasi kasus kekerasan seksual pada anak. Ironisnya, di wilayah Jatim banyak terjadi di Sidoarjo. Arist mengatakan jika Jatim merupakan wilayah nomor 4 terbanyak kasus kekerasan pada anak, setelah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Makasar.

Di Sidoarjo, Komnas Perlindungan Anak menemui banyak kasus, diantaranya ada kasus yang dibakar hidup-hidup, ada pula orang tuanya memperkosa anaknya sendiri. “Adanya banyak kejadian kasus ini memerlukan kerjasama pihak untuk mengatasinya, tidak hanya penegak hukuk saja yang terlibat, namun peran aktif masyarakat juga dibutuhkan,” kata Arist usai melakukan pertemuan dengan Wakajati Jatim di Gedung Kejati Jatim.

Ia menambahkan, memasuki 2023 ini, pihaknya mengajak semua lapisan masyarakat luas untuk berperan aktif dalam melindungi anak-anak di negeri ini. Komnas Perlindungan Anak terus melakukan edukasi kepada masyarakat dalm pencegahan kekerasan seksual pada anak.

Ironisnya, saat ini pelaku kekerasan seksual pada anak tidak hanya dilakukan oleh pelaku pria, namun ada pula yang dilakukan oleh pelaku wanita seperti yang ada di kota Jambi yang korbannya ada belasan anak usia belia.

Sementara itu, menanggapi adanya desakan dari Komnas Perlindungan Anak, Wakil Kepala Kejati Jatim, Jehezkiel Devy Sudarso menyatakan selama ini para Jaksa di lingkungan Kejati Jatim selalu memberikan efek jera bagi para pelaku kekerasan seksual pada anak dan memberikan hukuman maksimal (berat).

“Kita selalu memberikan ejek jera bagi para pelaku, dengan memberikan hukuman berat, seperti yang terjadi di kota Batu beberapa waktu lalu yang memberikan hukuman 12 tahun penjara,” tegasnya. (red)

Kolaborasi Dua Kebudayaan, Asmaraloka Valentine Hadir di Luminor Hotel Jemursari

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tak ingin melewatkan moment perayaan hari Valentine, Luminor Hotel Jemursari Surabaya menyajikan konsep makan malam yang berbeda, yakni dengan memadukan dua kebudayaan antara Indonesia dan Eropa bertajub “Asmaraloka Valentine Buffet Dinner”

Mengkombinasikan dua kebudayaan merupakan hal yang cukup unik dalam perayaan hari Valentine. Valentine yang identik dengan kebudayaan barat kini dipadupadankan dengan kebudayaan tradisional Indonesia dengan maksud dan tujuan tentu saja untuk memperkenalkan kepada kaum muda mudi bahwa perayaan Valentine bisa dinikmati dengan menarik melalui suguhan kebudayaan bersama dengan penampilan, nuansa, hingga dekorasi restoran.

Acara tersebut akan hadir pada 14 Februari 2023. Menu istimewa yang disajikan yakni Fusion,  perpaduan hidangan tradisional dan Western lebih dari 50 items menu makanan persembahan terbaik dari juru masak Luminor Hotel Jemursari Surabaya.

Seperti Warm Hug Beef Heart & Sausage Raisin, Passion of Love Green Mussel Noodle, Asmaraloka Fish Roll Fragranr Rice, Stanza Song of Seafood Stew dan masih banyak menu pilihan lainnya. Tak hanya itu saja, akan ada Sweet Dessert Corner dan Live Cooking Kebab yang dapat dinikmati sepuasnya oleh setiap pengunjung.

Tak hanya suguhan makan malam dengan menu andalannya saja, penampilan Musik Keroncong dan Tarian Tradisional ala Rama dan Shinta tokoh pewayangan pun akan menghibur setiap tamu sehingga menambah suasana makan malam semakin romantis dan berkesan.

Tak hanya pasangan saja yang dapat hadir untuk menikmati setiap sajian yang dipersembahkan Luminor Hotel, para tamu dari berbagai kalangan seperti keluarga, bisnis, dan sekelompok komunitas pun juga dapat menikmati menu.

 “Asmaraloka sendiri memiliki makna cinta dan kasih, di mana pada malam hari Valentine semua orang dapat hadir untuk merasakan cinta dan kasih dari makanan dan penampilan yang di sajikan oleh Luminor Hotel, cinta itu universal sehingga kami membuat Buffet Dinner kali ini tidak hanya untuk pasangan saja , melainkan dapat dihadiri oleh siapa saja,’’ kata General Manager Luminor Hotel Jemursari Surabaya, Yosi Arivianto. (bw)

2022, Laba Bersih Pegadaian Tumbuh 36 Persen

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – PT Pegadaian mencatatkan kinerja menggembirakan pada 2022 dengan laba bersih sebesar Rp 3,29 triliun. Pencapaian ini tumbuh 36,17 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 2,42 triliun.

Direktur Utama/Dirut PT Pegadaian Damar Latri Setiawan, menyatakan, rasa syukur atas pencapaian tersebut. Pertumbuhan laba ini didukung oleh peningkatan pendapatan usaha yang naik 18,83 persen dari Rp 20,63 triliun di tahun 2021 menjadi Rp 22,87 triliun tahun 2022..

Pencapaian kinerja yang baik, tak lepas dari kerja keras seluruh Insan Pegadaian yang terus bekerja keras malayani nasabah di seluruh Indonesia. ‘’Selain pendapatan dan laba usaha, perusahaan juga mencatat kenaikan Outstanding Loan (OSL) sebesar peningkatan 12,65 persen dari tahun 2021 sebesar Rp 52,42 triliun menjadi Rp 59,05 di tahun 2022.

Aset perusahaan pun meningkat 11,48 persen dari Rp 65,77 triliun menjadi Rp 73,33 triliun,” jelas Damar. Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang loyal terhadap perusahaan dengan memanfaatkan produk dan layanan Pegadaian. Damar juga menyatakan, bahwa jumlah nasabah sampai 31 Desember 2022 tercatat naik 11,11 persen.

Pada 31 Desember 2021 jumlah yang dilayani sebanyak 19,67 juta orang sedangkan 31 Desember 2022 naik menjadi 21,86 juta orang. Ia menjelaskan bahwa jumlah pengguna aplikasi Pegadaian Digital per 31 Desember 2021 sebanyak 4,5 juta orang naik 18 persen  menjadi 5,3 juta orang di tahun 2022.

Sedangkan pengguna aplikasi Pegadaian Syariah Digital naik 6 persen dari 554.000 menjadi 589.000  orang. Pihaknya terus mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan aplikasi Pegadaian Digital dan Pegadaian Syariah Digital untuk bertransaksi.

‘’Dengan bertransaksi menggunakan aplikasi digital produk dan layanan Pegadaian dapat diakses kapanpun dan dimanapun sepanjang tersedia jaringan internet. Transaksi juga lebih mudah, cepat aman dan akurat,” ujarnya.

PT Pegadaian terus berupaya mengembangkan fitur layanan digital. Pada tahun ini Pegadaian memiliki fitur baru yang dinamakan Rencana Emas, dimana fitur ini akan membantu nasabah untuk dapat memproyeksikan masa depan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Dengan fitur ini kami berharap makin memudahkan masyarakat dalam melakukan investasi atau menabung emas, serta tidak merasa terbebani ketika ingin menyisihkan pendapatan mereka. Ke depan Pegadaian akan mengembangkan ekosistem emas dengan layanan bullion services.

‘’Kami melihat kesadaran masyarakat untuk berinvestasi maupun menabung emas semakin tinggi. Karena itu sebagai institusi yang mempunyai rekam jejak panjang dalam bisnis emas, perusahaan berkomitmen untuk membantu masyarakat agar semakin kuat ketahanan ekonominya dengan melakukan investasi atau menabung emas,” jelas Damar. (bw)

Pelindo Bagikan Ribuan APD Bagi Pekerja Pelabuhan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Perusahaan operator terminal peti kemas terbesar di Indonesia, PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) membagikan 1.500 alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di 13 terminal yang dikelola perseroan. Pembagian APD tersebut sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pembagian APD dilakukan secara simbolis oleh Direktur SDM SPTP Edi Priyanto, kepada perwakilan TKBM TPK Nilam dan disaksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo.

Corporate Secretary SPTP Widyaswendra, mengatakan, pembagian APD bagi TKBM dimaksudkan untuk meningkatkan budaya K3 bagi para pekerja di pelabuhan. Dia menyebut pelabuhan merupakan area kerja dengan risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi.

Penggunaan APD merupakan salah satu upaya perusahaan dalam meminimalkan tingkat kecelakaan kerja. Alat pelindung diri yang dibagikan kepada para pekerja TKBM adalah helm dan rompi keselamatan.

“Penggunaan APD merupakan upaya terakhir dalam pengendalian kecelakaan kerja. Lebih penting dari hal tersebut adalah membentuk budaya sadar K3 bagi seluruh pekerja TKBM yang bekerja di area PT Pelindo Terminal Petikemas,” ucap Widyaswendra, Rabu (8/2).

Selain membagikan APD, PT Pelindo Terminal Petikemas juga menggelar workshop K3 bagi pekerja TKBM. Workshop tersebut untuk mengingatkan kembali para pekerja mengenai bahaya-bahaya yang ada di area kerja.

Termasuk juga mengenai upaya-upaya pengendalian untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Himawan Estu Bagijo, menyebut, upaya pembagian APD kepada pekerja TKBM sebagai gerakan kampanye untuk membangun kesadaran bekerja dengan aman.

Himawan pesan kepada para pekerja TKBM untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan. Kecelakaan kerja terjadi salah satunya akibat para pekerja tidak mempedulikan kondisi kesehatan.

“Lingkungan kerja juga berpengaruh pada kondisi kesehatan para pekerja, maka dari itu perhatikan dan patuhi dengan baik seluruh pedoman K3,” ucapnya. (bw)

Meriahkan Satu Abad NU, Muslimat NU dan Pemprov Jatim Gelar Operasi Beras Murah

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Muslimat NU turut berperan aktif dalam menyemarakkan peringatan Satu Abad NU yang digelar meriah di GOR Delta Sidoarjo, Selasa (7/2). Bekerja sama dengan BUMD Pemprov Jawa Timur yaitu PT Jatim Graha Utama, Muslimat NU menggelar Operasi Pasar Hidmah Satu Abad NU dengan menjual beras murah untuk masyarakat.

Total ada sebanyak 16 ton beras berkualitas yang terjual dalam operasi pasar kali ini. Dikemas dalam pack berukuran 5 kilogram, operasi pasar beras murah ini antusias diserbu oleh jamaah peserta yang hadir dalam Pucak Resepsi Satu Abad NU.

Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Ainun Jariyah, menyampaikan bahwa beras murah terjual dengan cukup cepat lantaran masyarakat sangat antusias dengan adanya beras murah yang disediakan dalam kegiatan hari ini.

“Kami berterima kasih pada Ibu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU yang telah memfasilitas gelaran operasi pasar murah di Satu Abad NU ini,” kata Ainun.

Tak hanya itu, ia mengatakan bahwa adanya operasi pasar beras murah sangat membantu masyarakat. Utamanya di tengah harga beras yang melonjak di pasaran. Sehingga beras murah kali ini sangat memberikan fasilitas masyarakat untuk mengakses beras beras berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Bagaimana tidak, beras di operasi pasar kali ini dijual dibawah HET yaitu Rp 45.000 dengan kemasan 5 kg. Artinya per kilogram beras dijual dengan harga Rp 9.000 saja. “Tentu ini sangat membantu masyarakat, sangat meringankan. Terbukti, tidak begitu lama, beras yang kami jual bersama BUMD Pemprov langsung terjual,” tegasnya.

Salah satu pembeli beras murah dari Operasi Pasar Hidmah Muslimat NU di Puncak Resepsi Satu Abad NU, Wanti Arsiyah, mengatakan bahwa beras murah ini sangat membantu ekonomi keluarga.

Karena saat ini harga  beras di pasar sedang tinggi. Sehingga begitu ada beras murah ia memutuskan langsung membeli. Meski sempat kesulitas untuk membawa ke bus rombongan, menurutnya bukan menjadi masalah.

“Alhamdulillah masih kebagian beras murah. Sangat membantu dan ekonomis karena murah,” tegasnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, Operasi Pasar beras murah di Puncak Resepsi Satu Abad NU adalah upaya bakti untuk masyarakat agar terbantu mengakses beras murah.

Gubernur Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat ingin memberikan sumbangsih bagi para jamaah yang hadir di Satu Abad NU agar terbantu daya beli untuk beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

“Dengan bekerja sama dengan BUMD Pemprov Jatim kegiatan Muslimat NU Hidmah Satu Abad NU dengan menggelar operasi pasar beras murah ini kami dedikasikan untuk seluruh jamaah nahdliyin yang hadir dalam peringatan harlah satu abad. Total ada 16 ton yang kami sediakan dan Alhamdulillah ludes diminati pembeli yang juga adalah jamaah Satu Abad NU,” tegasnya.

Saat ini, Pemprov Jatim juga tengah aktif menggelar operasi pasar di sejumlah titik khususnya di titik-titik pasar di Jatim. Dengan harapan akan meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu harga beras segera stabil. (dra)

Peringati Hari Pers, Wartawan Banyuwangi Tumpengan di Alun-alun

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Momen tasyakuran Hari Pers dirayakan kalangan wartawan di Banyuwangi dengan sederhana, Kamis (9/2/2023) siang.  Para kuli tinta dari berbagai mediai ini memilih menggelar tumpengan di Taman Blambangan yang juga alun-alun kota.

Meski sederhana, syukuran berlangsung khidmat. Ikut hadir sejumlah pejabat mewakili Polresta Banyuwangi, Kodim 0825/Banyuwangi, Pangkalan TNI AL (Lanal) dan Pemkab. Hadir langsung Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi, Wahyu Indarto dan Kapolsek Kota Banyuwangi, AKP Kusmin dan Pimpinan Cabang Bank Mandiri Banyuwangi.

Wahyu Indarto yang merasa cukup dekat dengan para kuli tinta merasakan manfaat besarnya. Salah satunya, berbagai program dan prestasi dari Lapas Banyuwangi bisa cepat dikenal publik. “ Setiap ada kegiatan pemberitaan, kami selalu laporkan ke pimpinan. Apresiasinya sangat bagus karena jumlahnya cukup banyak, tanpa biaya,” kata Wahyu Indarto.

Jajaran Kepolisian pun ikut merasakan sinergi dengan kalangan wartawan. Informasi yang penting bagi masyarakat bisa tersampaikan dengan cepat. Imbasnya, keamanan dan ketertiban bisa tercapai dengan baik. “ Selama ini, teman-teman wartawan ikut mendorong terciptanya situasi kondusif melalui pemberitaan,” kata Kapolsek kota Banyuwangi, AKP Kusmin.

Di usianya yang tak lagi muda, kalangan pers diharapkan makin profesional. Lalu, terus menyajikan informasi yang positif dan berimbang. Tak kalah pentingnya, wartawan tetap menjadi kontrol sosial. “ Media dan wartawan harus  menempatkan posisinya tetap independen. Khususnya anggota PWI dengan mengedepankan etika jurnalistik dan uji kompetensi wartawan,” kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi, Syaifudin Mahmud. (udi)

Pilkades Serentak 51 Desa di Banyuwangi Terancam Diundur, ini Masalahnya

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Tahapan pemilu berdampak pada jadwal pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Banyuwangi. Pilkades di 51 desa terancam ditunda akibat berbenturan dengan pemilu. Penundaan ini untuk menghindari gangguan keamanan selama pesta demokrasi nasional berlangsung.

Ancaman penundaan pilkades ini mendapat reaksi  para kepala desa (kades) di Banyuwangi. Mereka ngotot pilkades tetap berjalan sesuai jadwal. Alasannya, anggaran pilkades sudah disiapkan di desa. Lalu, sejumlah desa sudah memulai tahapan pilkades. “ Kami meminta pemerintah daerah tetap melanjutkan pilkades. Sebab, masa jabatan para kadesnya akan berakhir 11 Desember mendatang,” kata Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB), Kamis (9/2/2023).

Kades Aliyan, Kecamatan Rogojampi ini berharap pelaksanaan pilkades serentak mulai disiapkan. Selain anggarannya sudah ada, warga berharap pesta demokrasi tetap berjalan. “ Jadi, kalau sudah dianggarkan, paling tidak kita mulai proses administrasi. Kesiapanya juga sambil menunggu petunjuk yang pasti. Karena ini momennya berbarengan dengan tahapan Pileg dan Pilkada 2024,” ujarnya.

Senada dengan para kades, DPRD Banyuwangi sepakat tahapan pilkades serentak segera digelar. Pertimbangannya, anggaranya sudah disiapkan. Sehingga, tahapan juga dijalankan. Penundaan bisa dilakukan jika terjadi kondisi darurat. “ Kami, sesuai ketentuan regulasi saja, dijalankan monggo ditunda monggo. Ditunda alasan realnya seperti apa. Kalau dijalankan sesuai tahapan, ya sesuai dengan Undang-Undang  Nomor 6 Tahun 2014 yaitu masa jabatan 6 tahun,” kata Ketua Komisi 1 DPRD Banyuwangi, Irianto.

Meski terancam tertunda, sejatinya pilkades serentak memungkinkan digelar tahun ini. Sebab, jika ditarik berakhirnya masa jabatan kades, dua bulan sebelumnya masih bisa digelar pilkades. “ Oktober 2023 kita bisa lakukan pemungutan suaranya. Namun tanggal pastinya kita tunggu petunjuk pimpinan,” kata

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Ahmad Faisol menuturkan, pelaksanaan Pilkades serentak di 51 desa masih bisa memungkinkan dilakukan di tahun ini.

Menurutnya, dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, pilkades diperbolehkan jika dilakukan sebelum 1 November 2023. Tujuannya, menghindari aturan moratorium akibat tahapan pemilu 2024. Pihaknya akan menggelar pilkades sebelum tanggal yang diatur. Meskipun, tahapan pengajuan SK hingga pelantikannya dilakukan ketika tahapan pemilu.

Meskipun bisa digelar pilkades, pihaknya tetap mengikuti perkembangan situaso. Nantinya, jika hingga November belum digelar pemungutan suara pilkades, berarti pilkades harus ditunda hingga pemilu selesai. “ Panitia pilkades ini tentunya melibatkan banyak pihak, kami tidak sendiri. Tentunya, ada dukungan dari aparat keamanan,” tegasnya. (udi)