Ciptakan Inovasi Brem Kulit Durian, Mahasiswa ini Ukir Prestasi Internasional

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Enam Mahasiswa Unair berhasil raih medali emas dalam kompetisi internasional, yakni Thailand Inventors Day pada 1-6 Februari 2023. Dalam kompetisi yang diselenggarakan National Research Council of Thailand itu, mereka mengusung sebuah inovasi bertajuk “Brem-D: Utilization of Durio Zibethinus Skin Waste as Neutral-Stabilizer for Lysergic Acid Diethylamide (LSD) Addicts”.

Keenam Mahasiswa ini adalah Sulthan Fathi (FST ’19), Ardelia Bertha (FK ’19), Syadilla Rahmansyah (FKM ’19), Lidya Ayu (FKM ’20), Dennis Muhammad (FTMM ’20), dan Bernika Citra (FISIP ’20).

Syadilla Rahmansyah, mewakili timnya mengatakan bahwa gagasan mereka berasal dari inovasi makanan tradisional Kota Madiun, yakni brem. Jadi, untuk karya atau inovasi yg kami lombakan adalah inovasi makanan alternatif yakni brem, makanan tradisional juga yg terkenal dari kota Madiun.

”Perbedaanya dengan yang original dari Madiun adalah, di sini kami memakai campuran tepung kulit durian, bagian mesokarpnya,” terangnya. Mahasiswa yang kerap disapa Rama itu menjelaskan bahwa penggunaan kulit durian sebagai campuran brem bermanfaat sebagai bioregulator serotonin pada otak.

Dengan kombinasi kulit durian, kata dia, brem yang mereka ciptakan dapat menjadi alternatif penghilang dampak buruk terhadap kesehatan para pengguna maupun mantan pengguna Lysergic Acid Diethylamide (LSD).

“Di Asia Tenggara, narkoba jenis LSD ini sedang marak. Jadi, kami memanfaatkan kandungan yang ada dalam kulit durian tersebut untuk meningkatkan kadar serotonin di otak, sehingga dapat mengurangi gejala depresi, sakau, dan gejala lainnya,” ujarnya.

Selain menimbang manfaat kulit durian yang begitu besar, gagasan Rama dengan tim juga didasarkan pada keprihatinan terhadap kondisi di Indonesia. Alih-alih menggunakan pektin alami, Indonesia justru masih terus melakukan impor pektin sintetis hingga berton-ton.

“Biasanya brem menggunakan pektin sintetis. Indonesia sendiri masih melakukan impor sebanyak 100 ton pektin sintetis per tahun, padahal sebenarnya pektin itu bisa diperoleh dari durian yang justru melimpah di Indonesia. Dari situ, kami mencoba memanfaatkan potensi itu,” terang Rama.

Meskipun telah berhasil raih gelar membanggakan, Rama dan tim tak ingin merasa cepat puas. Ia berharap, keberhasilannya itu justru akan semakin memacu mereka untuk terus ukir prestasi dikancah internasional.

“Harapannya, hasil dari kompetisi ini dapat menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan belajar sehingga bisa jadi lebih baik kedepannya. Kami senang mendapatkan pengalaman yang begitu, yang kami bertemu orang-orang internasional, dan bisa melihat inovasi-inovasi dari negara lain,” tandasnya. (red)

2023, Wanita Muslimah dalam Balutan Tren Make Up

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tren fashion 2023 ini akan didominasi warna-warna yang lebih berani. Hal ini, seperti yang dikatakan Rozza Bella Harmurtinus, Store Manager Karita Surabaya, sehingga, produk yang dihasilkan dari Karita pun akan mengikuti tren saat ini.

Seperti yang terlihat dalam rangkaian acara roadshow “Hari untuk Diri” di 4 kota besar di Indonesia, yakni Surabaya, Jakarta, Semarang dan Yogyakarta. Acara road show yang bertepatan dengan Anniversary ke-6 ‘DS’ ini diwujudkan dalam acara ‘Make Up Class’ berkolaborasi dengan Karita Surabaya dan Wardah yang digelar di Café Kopi Kakak Surabaya, Sabtu (11/2).

Pemenang make up class, Hidayatul Ummah, mengaku senang bisa belajar berbagai tips dan teknik make up ini. Sebab, profesinya di bidang perbankan juga setiap hari dituntut untuk tampil menarik di depan banyak orang.

Menurut Ummah, meski awalnya sempat kesulitan pada saat membuat alis karena harus menyamakan presisi kanan dan kiri, ia tetap bisa menyelesaikan make up class dengan bagus dan menjadi pemenang. “Dalam make up class ini, saya lebih menonjolkan warna yang soft atau lembut. Karena juga menyesuaikan dengan tren di tahun 2023 ini. Bentuk wajah yang kurang menarik pun bisa dibuat menarik apabila bisa mengetahui teknik make up yang bagus. Termasuk dalam membuat bentuk alis,” katanya.

Sementara itu, seorang influencer, Ayis Nurnadhifa, menilai dunia fashion dan make up tahun 2023 ini kembali bangkit pascapandemi Covid-19. Banyak tren yang sudah mulai kembali diminati kalangan anak muda, termasuk bagi wanita berhijab.

Konten-konten di media sosial juga banyak menawarkan tren fashion dan make up yang lebih bagus dan menarik. Sehingga, berdampak positif bagi para pecinta fashion. Penampilan menjadi menjadi sumber kepercayaan diri seseorang.

Kini, orang bisa menata diri hanya dengan melihat platform maupun konten di media sosial yang menawarkan mulai dari tren fashion, make up, shopping maupun ootd. ‘’Kegiatan make up class ini juga sebagai wujud membangun kembali dunia kecatikan pascapandemi Covid-19,” ujarnya.

Salah seorang influencer lainnya, Wiekalyana Sotya Perdana, mengatakan tren make up di tahun 2023 ini akan banyak didominasi warna yang ramai dan mencolok. Karena dinilai sebagai bentuk mengekspresikan diri dengan warna-warna yan lebih berani dan terbebas pascapandemi Covid-19.

“Tren make up 2023 ini akan didominasi warna yang lebih berani. Bahkan, untuk tren fashion akan mengarah ke warna-warna kontras dan bertabrakan. Namun, tetap terlihat seimbang antara fashion dan make up yang dikenakan,” pungkasnya. (red)

Keren…, Rayakan Valentine di Hotel ini dapat Hadiah Liburan ke Bali

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Ini baru keren. Hanya ikut merayakan valentine days, di hotel ini, pelanggan boleh berbangga karena dapat hadiah liburan ke Bali. Tentunya harus mengikuti aturan yang ditetapkan hotel.

Misalnya, Hotel Ciputra World Surabaya menghadirkan beberapa paket makan malam di hari Valentine. Antara lain, paket set menu di tepi kolam renang di rooftop lantai 22, paket set menu di Gallery restaurant, paket set menu di dalam kamar, dan paket prasmanan di Gallery Restaurant.

Anda dapat menikmati sajian lezat Western Set Menu mulai dari entrée hingga dessert. Lantunan lagu-lagu romantis dengan segelas Wine ditambah dengan pemandangan indah lampu kota Surabaya di malam hari, mencipatakan nuansa romantis tak terlupakan.

Makan malam romantis yang berada di lantai 22 tersebut dibandrol dengan harga Rp 2.680.000 nett/ pasangan dan tersedia hanya untuk maksimal 5 meja saja. Tak hanya itu, Hotel Ciputra World Surabaya juga menyiapakan makan malam romantis set menu di The Gallery Restaurant pada spot terbaik di sebelah jendela dengan harga Rp 1.880.000 nett/pasangan.

Pada momen Valentine kali ini, ada hal yang membuatnya sangat spesial. ‘’Kami telah menyiapkan hadiah liburan gratis ke Bali bagi para tamu yang memesan makan malam romantis set menu di rooftop atau di The Gallery Restaurant yang akan diundi bulan Juli mendatang. Meja yang disediakan pada Valentine kali ini pun terbatas, jadi sangat sayang untuk dilewatkan,” kata Marketing Communication, Stephanie Caroline Peilouw, di Surabaya Minggu (12/2).

The Gallery Restaurant dibawah pimpinan Andi Nuraji, Executive Chef, juga menyiapakan berbagai hidangan spesial Valentine dengan konsep buffet. Para tamu bisa makan sepuasnya berbagai sajian spesial tersebut, diantaranya berbagai pilihan Seafood on Ice, Pasta Live Cooking, Whole Roasted Striploin, Truffle Love Cheese Soup, Salad Station, dan masih banyak lagi.

Untuk melengkapi manisnya momen bersama orang-orang terkasih, para tamu juga disuguhkan dengan berbagai pilihan hidangan penutup seperti Chocolate Fondue, Ice Cream Corner, berbagai pilihan Pastry Cake.

Tidak hanya soal makan malam romantis, terdapat juga tradisi untuk memberikan bingkisan cokelat atau bunga kepada orang-orang terkasih pada momen Valentine. Hotel Ciputra World Surabaya menyiapkan bingkisan cantik Chocolate Praline, Macaroon, dilengkapi dengan Wine atau Sparkling Juice yang dibandrol mulai dari Rp 488.000 nett/kotak. (bw)

Peringati Isra Mi’raj, GGN Jatim Berbagi Kebaikan dengan Ponpes dan Masyarakat

0

Trenggalek, (pawartajatim.com) – Beragam upaya terus dilakukan pendukung Ganjar Pranowo, yang berjejaring dalam Gus-Gus Nusantara/GGN Jawa Timur/Jatim, untuk mempererat silaturahmi dengan banyak kalangan masyarakat. Kali ini, GGN Jatim berbagi kebaikan di Pondok Pesantren/Ponpes Bait At Taqwa yang berlokasi di Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.

Koordinator Wilayah GGN Jawa Timur Gus Alwy Hasan, mengatakan, kegiatan berbagi kebaikan tak hanya dilakukan untuk pesantren. Tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar Pesantren Bait At Taqwa.

Kegiatan tersebut juga diselenggarakan untuk memperingati Isra Mi’raj dengan tema ‘Merawat Keberagaman Membangun Kemakmuran’. “Untuk mempererat silaturahmi antara ponpes dengan masyarakat di lingkungan ponpes, kami memberikan bantuan berbagi rezeki kepada masyarakat di lingkungan ponpes. Mudah-mudahan ponpes dengan masyarakat menyatu,” ujar Gus Alwy, Sabtu (11/2).

GGN Jatim juga telah mengunjungi Ponpes Bait At Taqwa untuk menyerahkan bantuan material pembangunan asrama pesantren berupa pasir, semen, dan besi. Untuk memperkuat silaturahmi GGN dengan pesantren dan pesantren dengan masyarakat, GGN pun kembali berbagi kebaikan.

Pihak ponpes, santriwan dan santriwati serta seluruh masyarakat yang dikunjungi dan menerima bantuan dari GGN Jatim juga selalu mengapresiasi kegiatan pendukung Ganjar Pranowo tersebut. Gus Alwy, berharap, seluruh rangkaian kegiatan GGN Jatim dengan turun langsung ke pesantren dan masyarakat untuk silaturahmi dan menyerahkan sejumlah bantuan, dapat disambut dengan baik.

Sehingga kegiatan serupa bisa lebih digencarkan di banyak tempat. “Mudah-mudahan kegiatan Gus-Gus Nusantara ini diterima seluruh elemen masyarakat di nusantara. Mudah-mudahan kegiatan kami juga bisa diterima tidak hanya di Jatim, tapi seluruh NKRI,” ucap Gus Alwy.

Manfaat bantuan dan silaturahmi dari GGN Jatim ditegaskan oleh KH Cholifah Sholeh, selaku pengasuh Ponpes Bait At Taqwa. “Alhamdulillah terima kasih sekali, kami menerima bantuan ada yang dari material-material bahan bangunan, juga ada yang bantuan, sebagian untuk anak-anak pondok, sebagian untuk lingkungan sekitar pesantren,” tambah KH Cholifah.

Meski hubungan pesantren dengan masyarakat merupakan bentuk sinergitas yang telah terbangun sejak lama, namun kehadiran GGN Jatim yang membawa semangat persaudaraan dan saling membantu itu semakin memperkuat hubungan tersebut.

“Cukup baik sekali, toh sebenarnya kegiatan yang ada di pondok pesantren sekaligus dengan masyarakat sejak dulu selalu sinergi. Ini alhamdulillah GGN ini ada bantuan untuk kami dan untuk masyarakat, khususnya untuk pondok pesantren kami,” jelas KH Cholifah. (bw)

Gubernur Khofifah Diusulkan jadi Cawapres

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Mendekati tahun politik, iklim politik di negeri ini semakin kian memanas dan bergerak dinamis. Terbaru, Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa diusulkan menjadi Calon Wakil Presiden/Cawapres pada Pilpres 2024 mendatang.

Usulan ini disampaikan Ketua DPW Partai Ummat Jatim, Sardjono. Ia menyatakan dukungannya untuk Khofifah Indar Parawansa menjadi bakal Cawapres di pertarungan Pilpres tahun depan. “Kami menginginkan Ibu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa jadi Cawapres untuk Pilpres mendatang. Tapi untuk nama Khofifah ini belum menjadi sikap resmi partai,” kata Sardjono, Ketua DPW Partai Ummat Jatim.

Ia mengatakan, partainya mempertimbangkan tiga nama tokoh pada Pilpres 2024. Selain Anies Baswedan, juga ada nama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Namun, Partai Ummat pada akhirnya lebih memilih ke Anies Baswedan.

Ketua DPW Partai Ummat Jatim mendambakan Khofifah, maju menjadi bakal Cawapres yang diusung oleh Partai Ummat. Namun demikian, Partai Ummat belum memutuskannya, lantaran Partai Ummat masih konsentrasi pada Rakernas I Partai Ummat pada 13-15 Februari 2023 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta yang akan melakukan pembahasan utama untuk bakal Capres.

“Pembahasan utama kami memang untuk bakal capres. Partai Ummat menyadari belum memiliki kursi di parlemen, dan tidak bisa mengusulkan nama wakil seperti partai lainnya,” pungkasnya. (red)

Gitarun Jadi Peluang para Pegiat Gitar

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Para pegiat gitar berkumpul jadi satu dalam sebuah event Gitarun (baca Gitaran). Acara ini diadakan di Kopisae, Jalan Margorejo, Surabaya, Sabtu (11/2). Gitarun merupakan ajang berupa pameran, penjualan produk gitar, bass, efek, dan aksesoris pelaku UMKM. Selain itu, ada parade gitaris berbagai usia.

Acara ini dipandu oleh MC Arif Lentung. Pengunjung sangat antusias menghadiri acara ini. Para peserta maupun talent dari berbagai kalangan dan usia saling unjuk kebolehan. Acara ini digelar mulai pukul 10.00 WIB – 22.00 WIB.

Ketua Panitia Hastyanto Edi Suksmono, mengatakan, acara ini dipersembahkan untuk para musisi, gitaris, penyanyi, dan  talent lainnya agar lebih menyukai dan memainkan alat musik gitar. “Tujuannya selain semangat guyub rukun, tentunya agar dunia pergitaran makin eksis. UMKM gitar di Jawa Timur waktunya bangkit,” ujar pria yang biasa dipanggil Edi Hazt yang juga pemilik studio rekaman Nada Musika ini.

Kehadiran drummer cilik yang masih berumur 4 tahun membuat suasana kian menarik. Rafasya Ibrahim Mecca Mahendra, nama lengkapnya. Biasa dipanggil Rafasya. Ia memainkan solo drum 2 lagu yang lagi hits.

Tampak hadir Lucky Witjaksono, yang dikenal sebagai gitaris Power Metal. Hadir juga penyanyi muda Bimbi Adinda, gitaris perempuan Cheterin Key, dan B Bon Project. Sedangkan para perajin serta penyedia alat musik pelaku UMKM tampak Homer guitars, JS guitars, DAS9 guitars, Angel Guitars, dan Andhika Guitars.

Gitarun jadi peluang para pegiat gitar. (foto/rizky)

Panitia juga menyediakan slot untuk demo efek guitar serta tips untuk bermain lebih apik. Salah satu tips yang dibagi bagi para pecinta gitar, jika ingin membeli harus dicoba. Sesuai dengan postur tubuh dan kesukaan masing-masing. Karena gitar belum tentu cocok bagi satu orang dengan yang lainnya.

Ikut tampil barisan bassist dan melodi gitaris yang masih duduk di bangku SMP dan SMA. Skill mereka memainkan senar yang menghasilkan nada benar-benar terampil. Seperti gitaris  Alexander Jordan yang masih di kelas 2 SMP.

Dia menjadi favorit penonton di acara Gitarun. Sesi malam tampil para musisi lainnya, seperti Endro WBW, Sir Suga, Poin Blank, Kia Babel, dan Yoyok Wiyung. Acara Gitarun bukan sekadar ajang unjuk kebolehan para gitaris.

Disisi lain, mewujudkan kebangkitan pasar bagi para perajin dan penjual alat musik. Juga memajukan kemampuan generasi muda yang mencintai usaha di industri musik. (rizky)

Potensi Industri Tekstil di Jatim Besar

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Potensi industri tekstil di Jawa Timur/Jatim sangat besar, tak kalah dengan Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Terutama bagi pelaku usaha sektor konveksi. Karena itu, para pelaku bisnis di Surabaya dibidang konveksi optimistis. Kedepan industri konveksi bakal lebih menggeliat pasca pandemi setelah hampir tiga tahun tiarap.

“Kami akan menyumbang banyak untuk konveksi, barang-barang yang bisa mendukung UMKM Jatim,” kata Owner Mahex Textile, Danny, Sabtu (11/2). Karena itu, dia berani mendatangkan banyak pilihan jenis kain dengan harga kompetitif.

“Jadi, semakin banyak kita datangkan barang konveksi dengan harga yang lebih bersaing semakin baik. Karena barang-barang konveksi mampu menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya. Optimisme itu juga ditunjang kenaikan penjualan sejak tahun lalu meskipun angkanya belum mencapai 100 persen.

Peluang industri textil di Jatim besar. (foto/red)

Menurut dia, pertumbuhan sales pasca pandemi memang terjadi secara bertahap. “Memang ada peningkatan tapi tidak seperti tiga tahun lalu. Belum signifikan, mungkin step by step. Alhamdulillah sekarang sudah ada peningkatan penjualan 50 persen di Jatim. Tapi kalau saya lihat di Jabar dan Jateng itu sudah 70 persen. Ini kayaknya terlambat untuk Jatim. Tren itu mulainya dari DKI dulu, ke Jateng baru Jatim,” ujarnya.

Ia melihat pasca pandemi permintaan kain bahan baju pengantin bakal tinggi setelah tiga tahun vakum acara besar. Peluang market bridal sendiri cukup besar. Karena dalam satu kali pesta pernikahan membutuhkan kain seragam bagi seluruh keluarga besar mencapai 50-60 orang.

Demikian pula untuk pelaku UMKM yang bergerak dalam bidang konveksi. Mereka mencari kebutuhan bahan baku produksi seperti kain hijab chiffon dan katun mulai dari kualitas paling murah hingga premium.

Soal harga bahan tekstil, Danny memastikan bahwa angkanya masih bisa diserap oleh UMKM. Kemudian kain untuk bridal atau gaun pernikahan seperti jenis tile dan brokat tersedia dengan harga per meter mulai dari Rp20.000. Untuk kualitas premium mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 8 juta-an per meter.

“Makanya saya berani membuka store sebesar ini, karena peluangnya untuk Jatim bagus sekali. Saya lihat di Jateng dan Jabar sudah, Jatim yang belum. Ini adalah kesempatan kita mengambil peluang itu,” ucap Denny.

Ia berharap terjadi peningkatan penjualan hingga 75 persen pada tahun ini. Karena di tokonya (Mahex Textile) dulunya merupakan toko kain ternama di Jembatan Merah Plaza (JMP) Surabaya sebagai pusat garmen.

Mahex Textile tahun ini juga kembali menyasar market wholesale dan retail setelah pandemi hanya bertahan dengan market retail saja. Sebab, banyak industri garmen tiarap. Pasar wholesale konveksi kebanyakan dari wilayah pinggiran seperti Tuban, Bojonegoro dan Sidoarjo. (red)

Seribu Bidan ikuti Program Edukasi dan Intervensi

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Seribu bidan se-Surabaya Raya mengikuti program edukasi dan intervensi stunting di Dyandra Convention Center Surabaya. Sebagai gardan terdepan, bidan mendapat perhatian khusus dari BKKBN.

Bekerjasama dengan PT Dexa Medica, BKKBN menyelenggarakan program edukasi terhadap 1.000 Bidan dan intervensi stunting di Kota Surabaya. Kepala BKKBN RI, DR. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan, pada 2021 angka stunting di Jawa Timur/Jatim sebesar 23.5 persen dan turun 4.3 persen menjadi 19.2 persen.

“Provinsi dengan jumlah penduduk yang besar tapi angka stunting dibawah 20 persen merupakan prestasi yang luar biasa,” kata Hasto Wardoyo pada acara Program Edukasi terhadap 1.000 Bidan dan Intervensi Stunting di Kota Surabaya yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya, Sabtu (11/2).

Hasto menambahkan di Jatim yang hamil jumlahnya masih lebih dari 500.000 dalam satu tahun, angka ini masih dibawah Provinsi Jawa Barat yang masih di angka 850.000 lebih. Berbicara tentang stunting artinya berbicara dengan alat reproduksi dan berbicara tentang persiapan kesehatan perempuan sebelum hamil.

Disinilah pentingnya peran Bidan dalam penurunan stunting. Karena peran Bidan dalam mendampingi dan memberikan penyuluhan pada ibu hamil, tingkat stunting di Jawa Timur saat ini  bisa turun dibawah 20 persen.

“Ada yang bilang Bidan bukan segalanya, tapi tanpa  Bidan  BKKBN bukan apa-apa. Jatim mengalami penurunan yang sangat signifikan, yaitu turun 4,3 persen menjadi 19,2 persen pada 2022. Angka ini dibawah 20 persen dari sebelumnya.

WHO mengamanahkan bahwa masimal angka stunting adalah  20 persen. Sebagai provinsi yang angka stuntingnya besar, tapi bisa turun di bawah 20 persen, saya rasa ini perkembangan besar,” pujinya. Di tempat yang sama, Gubernur Khofifah, menjelaskan, tugas besar yang harus kita tuntaskan.

Ini tugas diantara kita semua. Harus terbangun sinergi yang sangat bagus antar berbagai pihak. Bidan berada di posisi yang tepat untuk mengemban peran ini. Yang menjadi penting menurut orang nomor satu di Jatim ini, para Bidan dapat memberi penyuluhan terkait pola asuh yang benar bagi para ibu.

Apabila para ibu mengonsumsi nutrisi yang cukup dengan pola hidup sehat, serta anak diasuh dengan penuh kasih sayang serta gizi tercukupi, maka risiko stunting dapat dihindari atau bahkan dihilangkan. Bidan ini peranannya sangat signifikan dalam penurunan angka stunting pada anak.

‘’Bidan adalah garda terdepan, ujung tombak tenaga kesehatan. Merekalah yang selalu mendampingi para ibu, baik semenjak awal kehamilan sampai sang anak mencapai usia lima tahun,” katanya. Khofifah melanjutkan, prevalensi stunting di Jatim butuh percepatan untuk mencapai target 14 persen di 2024. Diketahui, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, saat ini tingkat stunting Jatim berada di angka 19,2 persen.

Apalagi, dalam Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting, sasaran prioritas upaya percepatan pencegahan stunting menyasar kelompok prioritas yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia 0-23 bulan, atau disebut rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kelompok ini secara rutin bertemu dengan para Bidan untuk memantau kesehatan sang anak. Karenanya, Gubernur perempuan pertama Jatim itu menekankan efektifnya intervensi para bidan dalam menurunkan angka stunting, hingga mencapai target Presiden Republik Indonesia yaitu 14 persen pada tahun 2024.

“Di tiap kegiatan kami, Pemprov. Jatim seringkali  mengundang ibu hamil dan anak-anak untuk menerima penyuluhan dan bantuan gizi. Kami juga selalu menekankan pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak. Angka 14 persen ini bukan sekedar target, tapi menentukan masa depan bangsa,” ungkapnya.

Diakhir, Gubernur Khofifah pun menyampaikan apresiasinya kepada para Bidan yang selama ini telah turun tangan dalam upaya penurunan stunting. Tak hanya membuka program ini, Gubernur Khofifah pun menyerahkan penghargaan untuk Dinas Kesehatan dan Ikatan Bidan Kab/Kota Terbaik dalam Upaya Penurunan Stunting oleh Gubernur Jawa Timur, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati.

Tanda apresiasi tersebut diterima oleh Dinas Kesehatan Kab. Blitar, Dinas Kesehatan Kab. Situbondo, dan Dinas Kesehatan Kab. Sidoarjo. Diikuti dengan penerima apresiasi kategori Bidan Kab/Kota Terbaik di Provinsi Jatim dalam Kontribusinya Mencegah Stunting, yaitu Ruwani asal Kab. Gresikk, Eny Widiyasari asal Surabaya, dan Vinsentia Ismijati asal Surabaya.

“Stunting harus dipangkas untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Keikhlasan panjenengan untuk menciptakan generasi yang sehat bebas stunting akan menjadi amal jariyah panjenengan semua,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Direktur Dexa Medika V, Hery Sutanto pun mengatakan bahwa sinergi antara banyak pihak, terutama pemerintah dan swasta, akan sangat berpengaruh bagi tingkat edukasi serta literasi seputar stunting. Pihaknya optimis bahwa bersama Pemprov.

Jatim dan BKKBN, Dexa Medika akan dapat berkontribusi dalam kesehatan ibu hamil dan generasi mendatang. Dukungan dan peran swasta juga diperlukan dalam upaya ini melalui pendekatan Pentahelix.

‘’Kita akan terus melanjutkan upaya-upaya penurunan stunting ini sesuai dengan arahan Kepala BKKBN RI dan Ibu Gubernur,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati. (bw)

Cegah Senioritas dan Kekerasan Antar Pelajar, Siswa di Surabaya Dilatih PBB dan Paskibra

0

Surabaya, (pawartajatim.com)  – Imbas adanya senioritas mahasiswa berujung kematian yang menimpa salah satu mahasiswa baru di Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, yang diduga mengalami penganiayaan oleh seniornya, mengakibatkan kegaduhan di Surabaya. Atas adanya insiden memilukan tersebut, seluruh pelajar di Surabaya diajak untuk menghapus budaya senioritas di sekolahan supaya kekerasan antar pelajar tidak sampai terjadi dan terulang kembali.

Seperti halnya yang dilakukan SMA 17 Agustus (SMATAG) Surabaya, Sabtu (11/2). Di sekolah ini melakukan kampanye anti bulying dan anti senioritas antar pelajar lewat pelatihan PBB (Peraturan Baris Berbaris) dan Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera).

Lebih dari 34 Tim Paskibra dari berbagai SMP se-Surabaya ikuti pelatihan PBB dan Paskibra. Selain itu dalam kegiatan ini juga dinilai dan dikompetisikan siapa saja yang berhak memenangkan kompetisi antar sekolah ini.

Siswa sedang latihan baris berbaris. (foto/red)

Kepala Sekolah SMA 17 Agustus (SMATAG) Surabaya, Prehantoro, mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar lantaran Surabaya marak tindakan senioritas di institusi pendidikan yang berujung kekerasan antar pelajar atau mahasiswa.

Terlebih beberapa waktu lalu ditemui salah satu mahasiswa di Surabaya yang tewas adanya senioritas kampus, karena itu dengan adanya kegiatan ini juga mengkampanyekan kepada para siswa di Surabaya terkait anti senioritas dan anti kekerasan/bulying antar pelajar.

“Kegiatan kompetisi Paskibra dan Baris Berbaris yang diikuti oleh seluruh siswa SMP se-Surabaya ini juga untuk mengkampanyekan kepada para siswa di Surabaya terkait anti senioritas dan anti kekerasan/bulying antar pelajar,” tegasnya. (red)

Peningkatan Mutu Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Soewandhie Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com)– Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial/BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional/JKN di Surabaya dapat dilayani dengan baik. Saat mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah/RSUD Mohamad Soewandhie Surabaya, Ghufron, berharap peningkatan mutu layanan dapat terus diupayakan terlebih saat ini Pemerintah sudah menyesuaikan biaya layanan atau tarif JKN bagi fasilitas kesehatan.

“Kami ingin mengecek terlebih setelah kunjungan Walikota Surabaya beberapa waktu silam. Ternyata setelah kami lakukan wawancara langsung dengan pasien, rupanya sudah sangat berbeda. Saya tanya apakah ada kesulitan, disampaikan tidak ada kesulitan dan prosesnya terbilang mudah dan cepat,” kata Ghufron, di Surabaya Jum’at (10/2).

Peningkatan mutu layanan menjadi fokus utama Ghufron dalam kunjungan tersebut. Ia berharap peserta JKN dapat dilayani dengan baik tanpa adanya diskriminasi atau perbedaan layanan dengan pasien non JKN.

“Kami mengapresiasi upaya segenap direksi RSUD Dr. Mohammad Soewandhie bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya karena saat ini terdapat peningkatan layanan yang diberikan, terlebih dengan kondisi kota Surabaya yang telah Universal Health Coverage/UHC,” tambah Gufron.

Direktur RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Billy Daniel Mesakh, menyampaikan pihaknya akan terus berupaya melakukan peningkatan layanan pada masyarakat yang datang ke RSUD Dr. Mohamad Soewandhie. Berdasarkan data yang dimiliki rumah sakit milik pemerintah Kota Surabaya ini, hampir 95% pasien merupakan peserta JKN.

“Waktu pelayanan kami usahakan agar tidak terlalu panjang. Ke depannya akan kami tambahkan tenaga dan kami buat sistem yang lebih efektif secara elektronik. Sehingga begitu pasien selesai dari poli, resep sudah ada di farmasi dan pasien dapat dilayani dengan cepat. Bridging system juga sudah kami lakukan sehingga sistem kami telah terhubung dari Faskes Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sampai RS, sehingga sudah tidak perlu membawa berkas-berkas lagi,” tegasnya.

Billy juga menjelaskan, bahwa pihak RS juga telah menerapkan sistem antrean online yang terintegrasi dengan Mobile JKN. Pasien dapat mengambil nomor antrean untuk 30 hari ke depan dan antreannya dapat dilihat di aplikasi Mobile JKN.

Besar harapan Billy masyarakat Kota Surabaya pada khususnya dapat tetap mempercayakan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh RSUD Dr. Mohamad Soewandhie. “Kami harap, masyarakat tetap menjadikan RSUD Dr. Mohamad Soewandhie sebagai pilihan warga Surabaya,” pungkasnya. (bw)