Tanggapi Fenomena Ngemis di Medsos, Asli Surabaya Tak Ada

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Surabaya memastikan telah menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Sosial RI Nomor 2 Tahun 2023. SE yang diterbitkan 16 Januari 2023 tersebut, berkaitan tentang Penertiban Kegiatan Eksploitasi dan/atau Kegiatan Mengemis yang Memanfaatkan Lanjut Usia, Anak, Penyandang Disabilitas, dan/atau Kelompok Rentan lainnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, memastikan telah menginstruksikan camat dan lurah untuk menindaklanjuti Surat Edaran tersebut. Karena menurutnya, eksploitasi merupakan sebuah tindakan yang memang tidak dibenarkan.

“Kita sudah sampaikan kepada seluruh camat dan lurah untuk menindaklanjuti surat edaran itu. Karena itu kan memang tidak pas, dieksploitasi begitu, maksudnya dia menunjukkan kemiskinannya untuk meminta uang,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, di Surabaya Jumat (20/1).

Ia mengungkapkan, sebelumnya Pemkot Surabaya pernah menertibkan orang tua yang disuruh anaknya mengemis. Namun, bentuk eksploitasi yang dilakukan anak terhadap orang tuanya ini bukan melalui media sosial.

“Jadi sebenarnya itu kegiatannya kan tidak dieksploitasi melalui akun (media sosial). Jadi kalau ada yang dipaksa anaknya, atau anak kecil disuruh itu kan pribadinya. Makanya kita kalau ada seperti itu langsung kita samperin, datangi,” katanya.

Menurut dia, selama ini praktik meminta-minta yang ditemukan di jalan protokol atau traffic light Kota Surabaya bukan karena disuruh atau dieksploitasi. Namun, praktik meminta-minta itu memang sengaja dilakukan karena keinginan pribadi anak atau orang tua.

“Jadi kalau itu kan pribadi masing-masing, nanti kita juga akan lakukan apa yang bisa kita latih, atau menyadarkan anaknya. Itu yang kita lakukan,” jelas mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Selama ini, Wali Kota Eri Cahyadi menyebut praktik anak menyuruh orang tuanya untuk meminta-minta pernah ditemukan satu, beberapa bulan yang lalu. Namun, saat ditertibkan, keluarga tersebut ternyata bukan warga Kota Surabaya.

“Selama ini yang ketangkap cuma satu kemarin, yang orang tua, yang lainnya belum ada. Coba nanti dicek di setiap perempatan, nggak ada lagi anak-anak ngemis,” tegasnya. Meski begitu, Wali Kota Eri mengakui, bahwa Pemkot Surabaya juga membutuhkan peran serta dan informasi dari masyarakat.

Ia berharap, apabila warga menemukan hal seperti itu, agar segera melapor ke Command Center (CC) 112 atau melalui aplikasi WargaKu. “Kami juga butuh informasi dari masyarakat, kalau ada segera sampaikan ke kami. Soalnya yang ditangkap kemarin, bukan orang Surabaya, kita pulangkan,” ungkap Wali Kota Eri.

Ia bersyukur, tidak ada warga Surabaya yang menyuruh anaknya meminta-minta atau ngemis. Akan tetapi, Wali Kota Eri memastikan akan segera menindak apabila di Surabaya ditemukan adanya orang tua yang mengeksploitasi anak ataupun sebaliknya.

“Alhamdulillah yang asli (warga) Surabaya nggak ada. Memang dari orang tuanya dipaksa kemarin satu ada, tapi kita nggak tahu disuruh ngemis di Surabaya atau tidak. Yang penting kalau dia datang ke Surabaya mengemis, maka kita tangkap, kita kembalikan ke daerah asalnya,” tegasnya.

Wali Kota Eri menambahkan, bahwa petugas Satpol PP di 31 kecamatan Surabaya juga rutin melakukan patroli pengawasan di masing-masing wilayahnya. Patroli tersebut salah satunya bertujuan untuk mencegah adanya warga yang mengemis atau meminta-minta di perempatan lampu lalu lintas.

“Kalau kita selalu ada patroli, di setiap perempatan ada. Kita juga sudah melarang namanya pengemis di Kota Surabaya,” pungkasnya. (ko)

Kroscek NIK Lansia Tambak Adi, Tak Terdaftar Sebagai Warga Miskin

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya melakukan kroscek data warga Jalan Tambak Adi 12B, yang diduga tidak mendapatkan permakanan. Berdasarkan data warga miskin yang dimiliki pemkot, nama Tjeng Kim Nio tidak terdaftar.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin, menjelaskan, saat ditelisik berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK) di data base warga miskin, nama itu tidak muncul. Kemudian dikroscek lebih lanjut di kantor Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, ternyata nama tersebut baru diusulkan menerima bantuan permakanan per tanggal 17 Januari 2023.

“Saat usulan itu disampaikan kepada Dinsos dan itu memang kriterianya tidak miskin, bukan masuk kategori miskin. Bukan berarti kami mengeluarkan yang bersangkutan dari data warga miskin, tetapi memang tidak masuk kategori itu,” kata Anna.

Anna melanjutkan, sesuai dengan aturan, warga yang berhak menerima bantuan sosial (bansos) permakanan adalah warga kriteria miskin, rentan miskin, dan hampir miskin (pra miskin) dengan kategori lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan anak yatim.

“Dalam hal ini, kami bukan mengeluarkan, akan tetapi yang bersangkutan tidak masuk ke dalam kriteria itu. Bukan berarti yang bersangkutan tidak mendapatkan permakanan disebabkan adanya penghapusan data. Toh memang yang bersangkutan dari awal tidak pernah masuk ke dalam database awal MBR,” jelas Anna.

Ia menegaskan, Pemkot Surabaya tidak ada niatan untuk melakukan cleansing (penghapusan) data warga miskin secara sepihak tanpa ada dasar usulan dari RT/RW, kelurahan atau kecamatan. Data Keluarga miskin dan data pra miskin (rentan dan hampir miskin) ini, juga menjadi dasar sasaran intervensi seluruh Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemkot Surabaya.

“Termasuk juga pada program permakanan yang mengacu pada data tersebut. Maka dari itu, setiap ada permasalahan, teman-teman Camat dan Lurah untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu,” tegasnya.

Anna menambahkan, para Camat dan Lurah bisa mengakses secara langsung datanya melalui aplikasi permakanan. “Selanjutnya, mereka bisa melihat riwayat warga Surabaya, siapa saja yang mendapat bantuan. Sehingga, Camat dan Lurah tahu bagaimana cara penyelesaiannya yang tepat,” tandasnya. (ko)

Wujudkan Surabaya Kota Toleransi, Cak Eri Kumpul dengan Tenaga Pendidik Keagamaan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kumpul Akrab Tenaga Pendidik Keagamaan (Kurma) di Graha YKP, digelar Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya Jumat (20/1) sore. Dalam acara tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan pesan kerukunan antar umat beragama kepada para tenaga pendidik keagamaan.

Wali Kota Eri Cahyadi, didampingi oleh PJ Sekda Kota, Asisten, Kepala PD, dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya. Di pertemuan ini, dihadiri pula oleh 2.575 tenaga pendidik keagamaan dari 7 kecamatan yang ada di wilayah Surabaya Timur.

Selain memberikan pesan kerukunan antar umat beragama, Wali Kota Eri ingin para tenaga pendidik keagamaan itu bisa mencetak generasi yang berakhlak mulia. “Harapan saya, pendidikan di Kota Surabaya bukan sekadar pelajaran formal saja. Akan tetapi juga pelajaran soal agama, agar generasi kita ke depannya memiliki akhlakul karimah,” kata Wali Kota Eri.

Ia yakin, ketika anak-anak ditanamkan pendidikan agama di dalam dirinya. Maka akan di kemudian hari akan menjadi orang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Selain berakhlak, anak-anak akan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama manusia.

“Saya titipkan kepada guru TPQ, agama, Islam, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, Protestan  semuanya. Saya yakin, ketika itu (pelajaran agama) ditanamkan di jiwanya anak-anak, ketika dewasa kelak akan menjadi pribadi yang berakhlak. Apapun agamanya itu,” ujar Eri.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menambahkan, kegiatan ini juga bagian dari wujud Surabaya kota toleransi. Karena di dalam acara tidak hanya diikuti oleh guru agama Islam, akan tetapi juga menghadirkan tenaga pendidik Katolik, Protestan, Budha, Hindu dan Konghucu.

“Karena kekuatan kita adalah kekuatan toleransi, bagaimana membangun Surabaya dengan kekuatan agama. Agama apapun itu, maka ke depannya akan saling menguatkan satu sama lain,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Amir Solehuddin mengapresiasi acara yang digelar oleh pemkot kali ini. Bahkan Amir turut mendukung penuh program pemkot tersebut.

“Ini (Kurma) menjadi penyemangat bagi guru agama, kami sangat mendukung. Semoga para guru bisa lebih semangat lagi dalam mendidik siswanya,” ucap Amir. Ia mengungkapkan terima kasih kepada Pemkot Surabaya telah memberikan bantuan operasional tenaga pendidik keagamaan.

Yang sebelumnya di 2022 mendapatkan bantuan operasional senilai Rp 500.000, pada 2023 dinaikkan menjadi Rp 600.000. “Terima kasih kepada Pak Wali Kota, karena tidak semua daerah menerima bantuan biaya operasional. Insya allah tiap bulan Rp 600.000, dan dicairkan tiap triwulan sekali,” pungkasnya. (ko)

Sambut Imlek, Surabaya Tampilkan Pertunjukan Barongsai Hingga Wayang Potehi

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Menyambut Tahun Baru Imlek, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar berbagai penampilan seni dan budaya yang bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat di Kota Pahlawan. Pelbagai penampilan tersebut, diantaranya penampilan Barongsai, Leang Leong, dan Wayang Potehi pada 21 Januari 2023 di Alun-Alun Kota Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, mengatakan, penampilan seni tersebut digelar di Halaman Tengah Alun-Alun Surabaya dan Gedung Balai Budaya. Masyarakat Kota Surabaya bisa menyaksikan tampilan seni mulai pukul 15.00 WIB – 21.00 WIB.

“Menyambut Imlek tanggal 21 Januari 2023, ada pertunjukan Barongsai dan Leang Leong yang dimulai pukul 15.00 WIB sampai 17.00 WIB di Halaman Tengah Alun-Alun Surabaya. Sedangkan penampilan Wayang Potehi akan digelar di Gedung Balai Budaya mulai pukul 19.00 WIB sampai 21.00 WIB,” kata Wiwiek, di Surabaya Jumat (20/1).

Ia mengaku, berbagai tampilan seni dan budaya yang digelar tersebut bisa menjadi salah satu alternatif hiburan pada akhir pekan bagi masyarakat di Kota Pahlawan. Karenanya, ia mengajak masyarakat untuk menikmati penampilan seni dan budaya di Alun-Alun Surabaya.

“Ayo warga Surabaya datang dan saksikan tampilan seni dan budaya dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek di Alun-Alun Surabaya. Semua tampilan seni dan budaya tidak dipungut biaya atau gratis, jadi monggo (silahkan) hadir,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja, setiap akhir pekan di bulan Januari 2023, pihaknya juga menggelar pelbagai tampilan seni dan budaya lainnya. Yakni, pada 28 Januari 2023 terdapat penampilan Musik Angklung mulai pukul 15.00 WIB sampai 17.00 WIB di Plaza Timur Alun-Alun Surabaya.

“Pada 29 Januari 2023, ada penampilan Srimulat di Gedung Balai Budaya mulai pukul 19.00 WIB sampai 21.00 WIB. Masyarakat bisa hadir menyaksikan penampilan tersebut pada akhir pekan secara gratis,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa hal ini sesuai dengan instruksi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang mengimbau kepada seniman dan anak muda untuk memanfaatkan Komplek Alun-Alun Surabaya, seperti Balai Pemuda dan Gedung Balai Budaya sebagai pusat kesenian dan budaya.

Karena itu, Disbudporapar Kota Surabaya memberi ruang bagi seniman dan anak muda untuk menampilkan karyanya. “Tentunya agar mereka bisa berkreasi. Maka kami menyediakan ruang menyalurkan kreasinya,” pungkasnya. (ko)

XL Kejar Pertumbuhan Pelanggan Baru

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menghadirkan promo paket baru XL SATU seharga mulai Rp 276.000 per bulan. Promo ini disediakan untuk menjadi pilihan terbaik bagi pelanggan baru yang ingin mencoba layanan konvergensi internet rumah dan seluler. Penawaran menarik ini sudah tersedia sejak 9 Januari 2023 lalu dan akan berakhir hingga 28 Februari 2023.

Direktur & Chief Commercial Officer – Home, Abhijit J. Navalekar mengatakan, “Masuk awal tahun 2023, kami terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan pelanggan XL SATU sebagai bagian layanan konvergensi pertama di Indonesia.

Selain dengan terus memperluas area cakupan XL SATU menjadi 53 kota/kabupaten, kami juga berupaya untuk memberikan promo-promo dan penawaran menarik. Ia berharap dengan promo dengan harga berlangganan yang menarik seperti ini, plus konten layanan yang lengkap, akan mampu membangun ketertarikan masyarakat untuk menjadi pelanggan XL SATU dan menikmati segala manfaat layanan konvergensi yang pertama di Indonesia ini.

Abhijit menjelaskan, dengan berlangganan paket XL SATU mana pun, pelanggan bisa menikmati berbagai macam layanan hiburan di antaranya Vidio, CATCHPLAY+, WeTV, CNA, Nussa, AirConsole, Youtube, dan Google Play Store untuk aplikasi-aplikasi menarik lainnya, yang bisa diakses di TV melalui STB XL HOME Entertainment Box.

Pelanggan baru juga akan mendapatkan potongan tagihan sebesar 15 persen untuk 6 bulan pertama dan tambahan berupa bonus langganan Vidio Platinum dan CATCHPLAY+ Movie Lovers selama 12 bulan. Biaya langganan tersebut sudah termasuk biaya sewa perangkat dan instalasi.

XL SATU merupakan layanan konvergensi pertama di Indonesia yang dihadirkan oleh XL Axiata yang menyediakan layanan internet di rumah dan secara mobile dalam satu paket sehingga mempermudah pelanggan untuk bisa mengakses internet baik di rumah maupun di luar rumah dengan satu langkah mudah.

Selain terus berinovasi XL SATU juga terus memperluas jaringannya ke beberapa kota di Indonesia. Saat ini layanan XL SATU telah menjangkau sebanyak 53 kota dan kota kabupaten di Indonesia, yaitu Medan, Deli Serdang, Binjai,Palembang, Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Banyumas, Yogyakarta, Sleman, Bantul, Surabaya, Sidoarjo Gresik, Denpasar, Badung, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Klungkung, Tabanan, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, Palangkaraya, Makassar, Gowa, Maros, dan Palu. XL Axiata akan terus memperluas jaringan layanan XL SATU ke berbagai daerah di Indonesia. (bw)

Seks Education Comprehensive, Upaya Pencegahan Pernikahan Dini

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tingginya tingkat kehamilan tak diinginkan pada remaja di Indonesia mendapatkan perhatian serius dari Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional/BKKBN. Sebagai Koordinator Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia, BKKBN berharap pemerintah dan seluruh masyarakat bekerjasama dan bekerja keras untuk memberikan edukasi terbaik kepada remaja agar terhindar dari perilaku beresiko tinggi salah satunya free seks atau seks bebas.

Kepala BKKBN, Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menjelaskan tingginya permohonan dispensasi nikah tidak hanya terjadi di Jawa Timur saja. Namun yang menjadi perhatian adalah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan karena kurangnya pengetahuan tentang seks pada remaja Indonesia.

“Pendidikan seks di Indonesia sangat lemah karena masih dianggap tabu. Upaya kita untuk melakukan seksual education secara komprehensif masih menemui banyak tantangan, ” ungkap Hasto Wardoyo, Kamis (19/1).

Dokter Spesialis Kandungan ini menjelaskan pendidikan seks bukan memberikan edukasi bagaimana berhubungan seks tetapi lebih kepada pengenalan alat reproduksi, fungsi, serta bagaimana menjaga dan merawatnya sebagai upaya pencegahan terjadinya berbagai penyakit baik pada perempuan maupun laki-laki di masa depan.

“Untuk itu melalui Program Generasi Berencana atau GenRe, BKKBN mencoba untuk memberikan pendidikan seks melalui generasi sebaya dan Perwakilan BKKBN Jawa Timur/Jatim dibawah kepemimpinan, Maria Ernawati telah berhasil menjembatani sinergi antara lintas sektor di dalam pembinaan remaja, memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan positif remaja, dan bersama-sama remaja mengembangkan kegiatan yang akrab yang sesuai dengan kebutuhan remaja melalui Insan GenRe,” ungkapnya.

Ia menjelaskan GenRe atau Generasi Berencana program yang dikembangkan oleh BKKBN dengan kelompok sasaran program, yaitu: Remaja yang berusia 10-24 tahun tapi belum menikah, mulai siswa SMP, SMA hingga Mahasiswa/Mahasiswi yang belum menikah.

Adapun tiga masalah remaja yang saat ini berusaha diselesaikan oleh BKKBN melalui forum GenRe yakni tingginya pernikahan dini, pergaulan atau seks bebas dan penggunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza).

“Saya yakin jika remaja khususnya remaja baik laki-laki dan perempuan mendapatkan seks education mereka akan menjaga diri sebaik mungkin dan tidak akan melakukan free seks,” imbuhnya. Hasto menjelaskan pada perempuan dibawah usia 20 tahun itu memiliki bentuk serviks atau mulut rahim perempuan yang masih menghadap keluar.

Sehingga bila tersentuh alat kelamin laki-laki maka akan sangat rawan dan sangat berpotensi terjadi infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Bila sudah terpapar HPV maka dalam kurun waktu 7 hingga 20 tahun ke depan sangat berpotensi terjadi kanker serviks atau kanker mulut rahim.

“Saat saya menjadi Bupati Kulonprogo selama dua periode, pendidikan seks sudah saya masukan ke mata pelajaran Penjaskes. Bisa dilihat bagaimana dispensasi nikah disana dan jumlah kehamilan atau kelahiran pada remaja rendah. Ini bisa dijadikan contoh untuk daerah lain,” jelasnya. (bw)

Kendalikan Kasus PMK, Disnak Jatim Lakukan Penyemprotan Pasar Hewan di Perbatasan Jateng

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Upaya pencegahan penyebaran dan pengendalian penyakit PMK dengan melaksanakan pengetatan biosecurity pada pasar hewan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah/Jateng dilakukan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur/Jatim. Mengingat beberapa Kabupaten di Jawa Tengah/Jateng yang berbatasan dengan Jatim pada satu bulan terakhir terjadi lonjakan kasus PMK yang berpotensi menularkan ke Jatim.

Pelaksanakaan Biosecurity dan Pembatasan Lalu lintas Ternak dilaksanakan di beberapa kabupaten yang telah mengalami peningkatan kasus PMK. Seperti Bojonegoro, Ngawi, Tuban, Nganjuk, Lamongan dan Probolinggo.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Indyah Aryani, Jumat (20/1) mengatakan, mekanisme biosecurity di Pasar Hewan dilaksanakan dengan melaksanakan penyemprotan desinfektan di Pasar Hewan yang dilaksanakan pada saat kondisi pasar kosong, tidak ada ternak, bisa dilakukan pada saat akan dimulai pasar atau saat  pasar hewan selesai dilaksanakan.

Sebagai wujud nyata pengendalian penyakit PMK untuk melindungi masyarakat peternak  di Jatim dari penyebaran penyakit PMK, maka pada, Kamis (19/1) Dinas Peternakan Jatim bekerja sama dengan BPBD Jatim, Dinas Pertanian Tuban, Muspida Daerah Tuban, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tuban telah melaksanakan Biosekuriti dengan melaksanakan penyemprotan disinfektan di pasar ternak hewan di Kabupaten Tuban yang merupakan wilayah perbatasan Jatim dan Jawa Tengah.

Kegiatan Biosecurity pasar hewan ini dilaksanakan di tiga pasar hewan salah satunya adalah Pasar Hewan Kecamatan Semanding yang Berlokasi di Desa Kedungombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Pasar Hewan ini merupakan pasar ternak yang cukup besar yang memiliki kapasitas total pasar ternak dapat menampung 1.000 ekor sapi pertransaksi/pasaran ternak.

“Aktivitas jual beli sapi di Pasar ini dilaksanakan setiap hari Minggu, dikarenakan tingginya transaksi jual beli dan sebagai salah satu sumber penularan PMK, maka pasar semanding ini sebaiknya rutin dilaksanakan biosecurity ketat,” terangnya.

Selain pasar hewan Semanding dilaksanakan juga giat pengendalian PMK di Pasar Hewan Kerek, Kecamatan Kerek dan Pasar Hewan Jatirogo yang berlokasi di Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban. Kedua pada hewan itu merupakan pasar hewan dengan kapasitas besar yang berpotensi besar sebagai sumber penyebaran dan penularan virus PMK.

Bentuk pengendalian PMK di Kabupaten tuban juga dilaksanakan pengambilan 150 sampel darah dan ulas/swab mucosa ternak yang diduga terjangkit penyakit PMK. Kegiatan ini dilaksanan setelah ditemukannya banyak sapi yang menunjukkan gejala PMK di Kecamatan Jatirogo Tuban pada awal Januari 2023 ini.

Ia menambahkan, guna mencegah penyebaran penyakit lumpy skin desease (LSD)  atau yang lebih dikenal dengan penyakit cacar sapi yang banyak melanda ternak sapi di beberapa kabupaten/kota di Jatim, telah  dilaksanakan Vaksinasi LSD di UPT PT HMT Tuban sebanyak 400 ekor sapi.

Kegiatan ini sebagai salah satu upaya Dinas Peternakan untuk menumbuhkan kekebalan pada ternak sapi, agar tidak terjangkit penyakit LSD dan sebagai percontohan bagi masyarakt tuban dan sekitarnya, bahwa vaksinasi ternak sangat bermanfaat bagi ternak agar lebih kebal dan tidak terserang penyakit.

Berbagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit PMK dan LSD yang banyak melanda ternak yang berada di Provinsi Jawa Timur dilakukan melalui giat vaksinasi gratis, biosecurity pasar hewan dan pelaksanaan monitoring post Vaksinasi dan surveillans diberbagai wilayah.

Upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian kasus PMK dan LSD di Jatim dan dapat segera memulihkan prekonomian masyarakat peternak di Jatim. Saat ini, Jatim merupakan provinsi dengan capaian vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku atau lebih dikenal dengan PMK tertinggi di Indonesia dengan capaian vaksinsi hingga 19 Januari 2023 mencapai angka 2,8 Juta dosis pada hewan rentan PMK.

Seperti Sapi Potong, Sapi Perah, Kambing, Domba, Kerbau dan Babi. Namun, capain 2,8 Juta dosis ini baru memenuhi coverage vaksinasi sebesar 20 persen dari total populasi 10,5 juta hewan rentan PMK. Pertengahan Januari 2023 di beberapa Kabupaten/Kota di Jatim terjadi trend atau kecendrungan peningkatan kasus PMK yang banyak menyerang hewan rentan PMK yang belum pernah divaksinasi.

Peningkatan kasus PMK yang meningkat, terutama pada daerah perbatasan seperti Kabupaten Bojonegoro, Ngawi, Tuban, Lamongan, Nganjuk serta Probolinggo. Hal ini disebabkan karena adanya  cuaca (curah hujan tinggi) yang berdampak pada kelembaban , kualitas pakan ternak, serta peningkatan lalu lintas ternak antar wilayah. (bw)

Pelajar di Banyuwangi Tewas Terlindas Truk Trailer saat Berangkat Sekolah

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) -Nahas menimpa DS (17), pelajar salah satu Madrasah Aliyah di Banyuwangi. Pelajar ini tewas setelah terlindas truk trailer pengangkut semen di Jalan Raya Gatot Subroto, Kelurahan Klatak, Banyuwangi, Jumat (20/1/2023) pagi.

Kecelakaan maut ini bermula ketika korban melaju kencang mengendarai sepeda motor dari arah utara. Korban sedianya  berangkat ke sekolah. Diduga, dia terburu lantaran mengejar jam masuk sekolah.

Saat melaju, korban berniat menyalip truk trailer pengangkut semen. Nahas,  saat di samping truk, motor yang dikendarai mendadak oleng.

Tubuh korban terpental ke kiri, motornya ambruk ke kanan. Tubuh korban akhirnya tergilas roda belakang trailer yang melaju di sampingnya. Korban tewas seketika di lokasi kejadian.

Peristiwa ini sempat membuat arus lalu lintas di lokasi terhenti. Warga berhamburan untuk melihat dari dekat. Sejumlah pengendara ikut berhenti melihat kondisi korban.

Penyebab kecelakaan ini masih didalami polisi. Dugaan sementara, saat melaju, rantai motor korban terputus. Sehingga, oleng dan tak terkendali. ” Tadi, rantai motornya terlihat putus. Kemungkinan itu yang membuat oleng,” kata Ramada, salah satu warga di lokasi.

Dibantu warga, polisi mengevakuasi korban ke rumah sakit. Orang tua korban lamgsung histeris melihat anaknya tergeletak di aspal.  Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan ini. ” Setelah evakuasi korban, kami lanjutkan dengan olah TKP untuk memastikan kronologis kecelakaan,” kata Brigadir Prayogi, petugas Unit Laka Polresta Banyuwangi. (udi)

Geger, Mayat Mrs.X Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Warga sekitar Sungai Setail, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi geger, Jumat (20/1/2023) pagi. Sesosok mayat perempuan misterius ditemukan mengapung di sungai. Kondisinya masih baru.

Mayat tanpa identitas itu ditemukan warga sekitar pukul 06.40 WIB. Kala itu, salah satu warga hendak beraktivitas di pinggir sungai. Tak berselang lama, sesosok benda mencurigakan hanyut terbawa air. Begitu didekati, ternyata sesosok mayat.

Temuan ini langsung dilaporkan ke Polsek Tegaldlimo. Polisi tiba di lokasi sejurus kemudian. Dibantu warga, jazad wanita itu dievakuasi. Untuk pengembangan penyelidikan, korban dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi.

Saat ditemukan, kondisi korban dalam kondisi setengah bugil. Hanya menggunakan kaos, tanpa celana. Korban diperkirakan berumur sekitar 30 tahun. Korban bertubuh gemuk, berkulit putih. Rambutnya hitam ikal sebahu. “Jadi, korban ditemukan hanyut. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab meninggalnya korban,” kata Kapolsek Tegaldlimo, Iptu Lita Kurniawan.

Jenazah korban saat ini berada di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi. Polisi sudah menyebar informasi temuan mayat ini ke seluruh Polsek di Banyuwangi. ” Kami sudah sebarkan informasi ini ke polsek lain. Harapannya identitas korban bisa segera dikenali,” tegas Kapolsek. (udi)

Hutan Mangrove Jatim Terluas di Pulau Jawa

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Upaya Pemprov Jawa Timur/Jatim dan pegiat mangrove yang tak kenal lelah melakukan penanaman mangrove di banyak titik di penjuru Jatim membuahkan hasil membanggakan. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional Tahun 2021, Jatim menempati urutan teratas sebagai provinsi dengan luas hutan mangrove terluas di Pulau Jawa. Total, Jatim memiliki luas hutan mangrove sebesar 27.221 Ha.

Dengan luasan tersebut, jika dipersentase, sebesar 48 persen dari hutan mangrove se-Jawa adalah hutan mangrove Jatim. Dengan komposisi mangrove kerapatan lebat sebesar 47,26 persen, mangrove kerapatan sedang 46,08 persen, dan mangrove kerapatan jarang 6,66 persen.

Selain mangrove eksisting yang sudah ada, berdasarkan sumber data yang sama Jawa Timur juga memiliki potensi mangrove terluas se-Jawa dengan 51.557 Ha atau sekitar 35 persen. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, bahwa keaktifan menanam mangrove sengaja dilakukan sebagai upaya nyata Pemprov Jatim bersama seluruh elemen di Jatim dalam rangka menurunkan emisi gas rumah kaca.

“Menanam mangrove adalah upaya kita bersama untuk mewujudkan Net Zero Emission di tahun 2060. Alhamdulillah dengan terus menanam di sangat banyak titik di kabupaten kota di Jatim, saat ini hutan mangrove Jatim merupakan yang terluas di Pulau Jawa,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Kamis (19/1).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil studi para ilmuwan, sumber  emisi di Indonesia terbesar berasal dari sektor kehutanan terkait perubahan fungsi hutan dan lahan. Selain itu juga sektor energi, pertanian, indutri dan penggunaan produk serta limbah.

Berdasrkan data BPS Tahun 2019 bahwa sektor kehutanan memberikan kontribusi emisi sebesar hampir 925 Juta ton CO2e. Sementara penggunaan energi sebesar 638,81 Juta ton CO2e, limbah 134,12 Juta ton CO2e, pertanian 108,60 Juta ton CO2e dan industri serta  penggunaan produk sebesar 60,18 Juta ton CO2e.

Dengan kondisi tersebut, ditegaskan mantan Menteri Sosial ini bahwa menanam mangrove adalah upaya yang tepat. Pasalnya tanaman mangrove sangat efektif untuk menyerap karbon dibandingkan tanaman lain.

“Serapan karbon dari ekosistem mangrove menjadi hal yang sangat penting dalam rangka pencapaian penurunan emisi gas rumah kaca. Mangrove mampu menyerap dan menyimpan karbon 4 sampai 5 kali lebih besar dibandingkan tanaman pada hutan tropis di daratan,” tegasnya.

Sejauh ini, Pemprov Jatim telah terus berupaya melakukan pemulihan ekosistem mangorve dalam rangka mitigasi perubahan iklim dengan melakukan penanaman mangrove di Jatim. Tercatat dari Tahun 2020-2022 telah dilaksanakan penanaman mangrove di pesisir Jatim melalui dana APBD, APBN, dan penanaman mangrove oleh Gubernur bersama para pihak seluas 1.516,57 Ha atau sejumlah 5.662.418 batang bibit mangrove.

Selain aksi penanaman yang dilakukan, Gubernur Khofifah juga turut menghimbau para pihak untuk ikut berperan serta dalam pemulihan ekosistem mangrove. Secara khusus ia bahkan telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 522/367/123.5/2022 yang ditujukan kepada Pimpinan BUMN/BUMD/BUMS dan Lembaga Masyarakat serta Surat Edaran Gubernur Jatim Nomor 522/368/123.5/2022 yang ditujukan kepada Bupati/Walikota se-Jatim untuk memaksimalkan pemulihan ekosistem mangrove.

Wujud kolaborasi dan sinergi para pihak ditunjukkan dengan gelaran Festival Mangrove Jawa Timur yang telah dilaksanakan pada Tahun 2022 sebanyak 2 kali di Penunggul Mangrove Park, Kabupaten Pasuruan dan Kampus Politeknik Madura, Kabupaten Sampang.

“Meski hutan mangrove Jatim telah menjadi yang terluas se Jawa, namun kita akan terus melakukan penanaman dan pemulihan ekosistem mangrove kita. Pada awal tahun 2023 ini, kita akan menyelenggarakan Festival Mangrove Jatim ke –III yang rencananya akan dilaksanakan pada Pulau Lusi dan Wisata Bahari Tlocor, Kabupaten Sidoarjo,” pungkas Gubernur Khofifah. (dra)